Perpanjang Kontrak di Persib, Tanggung Jawab Ghozali Lebih Besar

Liputan6.com, Bandung Pemain sayap Persib Bandung Ghozali Siregar, resmi memperpanjang kontrak dengan ikatan kerja sama dua tahun. Kontrak terakhir Ghozo, sapaan akrabnya, itu baru akan habis pada 2021.

Perpanjangan kontrak Ghozali di Persib diumumkan pada, Selasa (15/1/2019) lalu.

“Alhamdulilah bisa menjadi bagian Persib lagi di tahun 2019. Dengan kontrak dua tahun ini tanggung jawabnya lebih besar karena harus kasih yang terbaik lagi tahun ini seperti tahun kemarin,” ujar Ghozo ditemui usai mengikuti sesi latihan Persib, Kamis (17/1/2019).

Ghozo tak memungkiri, dirinya dipertahankan Persib karena penilaian pelatih dan manajemen. Untuk itu ia pun mengambil kesempatan untuk membalas kepercayaan klub di musim depan.

“Karena kemarin kan prestasi saya di sini cukup memuaskan kenapa tidak diteruskan,” katanya.

2 dari 3 halaman

Betah

Selama satu musim berkostum Persib, pemajn berusia 26 tahun ini merasa betah. Sempat diragukan di awal musim, ia mampu menunjukkan kualitasnya di atas lapangan. Total ia mengemas 6 assist dan 5 gol di musim 2018.

“Ya pokoknya kalau main di Bandung itu terasa semangatnya saat stadion penuh. Luar biasa,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Siap Adaptasi

Mantan pemain Persiba Balikpapan ini juga siap bekerja dengan pelatih anyar Miljan Radovic di musim 2019. Ia pun mengaku siap mengikuti strategi yang diinginkan pelatih.

“Adaptasi lagi itu pasti. Kita mulai lembaran baru bersama-sama membangun tim sama pelatih baru juga,” katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

Debat Capres, Ini Program Jokowi-Ma’ruf Vs Prabowo-Sandiaga Berantas Korupsi

Jakarta – Capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beradu gagasan dan program di debat Pilpres 2019 perdana. Kedua pasangan calon akan bicara dan saling bertanya soal hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

Ada 6 segmen debat capres 2019 yang digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Dua segmen di antaranya, masing-masing paslon akan menjawab pertanyaan yang diajukan moderator. Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga juga saling bertanya pada dua segmen debat Pilpres 2019.

Dikutip dari visi-misi Jokowi-Ma’ruf “Meneruskan Jalan Perubahan untuk Indonesia Maju: Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”, paslon nomor urut 01 ini memiliki program penegakan sistem hukum yang bebas dari korupsi, bermartabat dan tepercaya.

Khusus untuk program pencegahan dan pemberantasan korupsi, Jokowi-Ma’ruf menyebut korupsi adalah kejahatan luar biasa yang bisa meruntuhkan sendi-sendi perekonomian bangsa serta membawa dampak pada pemiskinan struktural. Untuk melawan korupsi, aspek pencegahan sama pentingnya dengan aspek penegakan hukum yang tegas.

Pencegahan dan pemberantasan korupsi ini dikonsepkan Jokowi-Ma’ruf dengan program:

– Melaksanakan secara konsisten strategi nasional pencegahan korupsi yang fokus pada perizinan dan tata niaga, keuangan negara serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi di setiap kementerian, lembaga, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya
– Meningkatkan kapasitas aparat pengawas intern pemerintah (APIP)
– Memperkuat KPK
– Meningkatkan sinergi dan kerja sama antar institusi penegak hukum dam pemberantasan kejahatan korupsi
– Menggiatkan transaksi non tunai sebagai tindakan pencegahan penggunaan uang tunai dalam tindak korupsi dan pencucian uang
– Mempertegas penindakan kejahatan perbankan dan pencucian uang

Sementara itu, paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga dalam visi misi dengan tagline Indonesia Menang memiliki lima fokus program kerja nasional.

Khusus pada program aksi menguatkan gerakan pemberantasan korupsi, Prabowo-Sandiaga mengatakan, peran masyarakat semakin penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih. Demi memperkuat peran tersebut, pemerintah menurut Prabowo-Sandiaga harus menunjukkan komitmen terhadap gerakan pemberantasn korupsi.

Dalam program pemberantasan korupsi, Prabowo-Sandiaga menyatakan berkomitmen terhadap sejumlah hal yakni:

– Memperkuat gerakan pemberantasan korupsi secara lebih sistematis dengan memperkuat KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman
– Menjamin untuk tidak mengintervensi KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman dalam penegakan kasus-kasus korupsi
– Merevisi Inpres Nomor 1 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional di mana Jaksa Agung dan Kapolri diinstruksikan untuk mendahulukan proses administrasi pemerintahan sebelum melakukan penyidikan atas laporan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang dan detil lainnya yang justru berpotensi melindungi koruptor
– Memperkuat program edukasi antikorupsi bagi generasi muda, serta bekerja sama dengan swasta untuk menguatkan sinergi gerakan antikorupsi di sektor swasta dan publik
– Mengatur sistem pendanaan dan pembiayaan politik yang menjamin independensi transparansi, mencegah korupsi dan menjaga keberlangsungan demokrasi
– Mendorong peran serta elemen masyarakat untuk menjadikan pemberantasan korupsi sebagai gerakan kolektif dimulai dengan keteladanan para pemimpin di semua lini.
(fdn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Lolos dari Serangan 9/11, Pria AS Tewas dalam Aksi Teror di Kenya

Washington – Setidaknya 21 orang tewas dalam serangan teror di hotel mewah di ibu kota Kenya, Nairobi. Korban tewas termasuk warga Amerika yang pernah lolos dari maut dalam serangan teroris 9/11 di gedung World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada 11 September 2001 lalu.

Otoritas AS belum secara resmi menyebutkan Jason Spindler sebagai salah satu korban jiwa, namun ibunya Sarah dan saudara laki-lakinya Jonathan mengonfirmasi kematiannya via Facebook dan kepada sejumlah media AS.

“Dengan berat hati saya harus melaporkan bahwa saudara laki-laki saya, Jason Spindler, meninggal pagi tadi saat serangan teror di Nairobi,” tulis Jonathan di Facebook seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/1/2019).

“Jason adalah survivor 9/11 dan seorang pejuang,” demikian ditulis Jonathan.

Serangan di Nairobi tersebut diklaim oleh Al-Shabaab, kelompok militan Somalia yang terkait Al-Qaeda. Al-Shabaab telah menargetkan Kenya sejak negara itu mengirimkan militernya ke Somalia pada Oktober 2011 untuk memerangi kelompok tersebut.

Spindler merupakan lulusan University of Texas-Austin dan sekolah hukum New York University. Pria AS berumur 40 tahun tersebut juga pernah bergabung dengan Korps Perdamaian di Peru.

Pada 11 September 2001, Spindler bekerja untuk bank investasi Salomon Smith Barney di World Trade Center (WTC). Saat itu gedung tersebut hancur setelah dihantam dua pesawat penumpang yang dibajak oleh para anggota Al-Qaeda. Hampir 3 ribu orang dilaporkan tewas dalam serangan teroris 9/11 itu.

Kevin Yu, yang pernah kuliah di University of Texas-Austin bersama Spindler, mengatakan bahwa pria itu membantu menyelamatkan orang-orang yang terjebak dalam reruntuhan WTC.

“Orang seperti itulah dia,” ujar Yu kepada media The Washington Post. “Saya tak ragu bahwa ketika dia mendengar ledakan di luar hotel, dia salah satu orang yang mencoba untuk membantu,” imbuhnya.

Setelah menyelesaikan sekolah hukumnya, Spindler ikut mendirikan firma konsultan dan investasi I-Dev, dan bekerja di Kenya untuk proyek jaringan listrik mini yang dirancang untuk daerah-daerah terpencil.

“Jason berbasis di Nairobi, namun sering bepergian ke San Francisco dan keliling Amerika Latin, Afrika, Eropa,” kata juru bicara perusahaan I-Dev.

Ibunya, Sarah mengatakan kepada NBC News bahwa putranya itu berusaha membuat perubahan positif di dunia ketiga. “Kami semua sangat kehilangan dia. Dan sangat menyedihkan bahwa anak muda yang begitu cemerlang telah direnggut oleh terorisme,” cetusnya.

(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akankah Ira Koesno Bikin Debat Capres Gagal Fokus Seperti di Pilkada DKI?

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memilih Ira Koesno dan Imam Prasojo sebagai moderator debat perdana calon presiden dan wakil presiden 2019.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan alasan dipilihnya Ira Koesno adalah untuk membuktikan bahwa ‘orang media’ bisa independen meski Ira sendiri sudah lama tak aktif.

Ira sendiri pernah menjadi moderator debat saat Pilkada DKI 2017 lalu. Perempuan bernama lengkap Dwi Noviratri Koesno itu langsung menjadi sorotan usai memimpin Debat Pilkada DKI 2017 pada putaran pertama. Kala itu, banyak pihak terkesima dengan pesona Ira ketimbang memperhatikan paparan visi misi tiap pasangan calon gubernur dan wakilnya.

Ira pun menuai banjir pujian di malam debat tersebut. Bahkan, tak sedikit media yang menyoroti kehidupan pribadi Ira guna lebih dekat lagi dengan sosok perempuan tersebut.

Sandiaga Uno, yang saat itu menjadi calon wakil gubernur mendampingi Anies Baswedan juga antusias saat mengetahui presenter Ira Koesno kembali dipilih oleh KPUD DKI Jakarta untuk jadi moderator debat Pilkada DKI putaran kedua.

“Saya lihat, mungkin karena Beliau sudah lama enggak kelihatan di TV dan membawakannya sangat lugas. Jadi banyak yang gagal fokus,” kata Sandi ketika itu.

Sandi mengatakan, pada debat pilkada pertama, kehadiran Ira Koesno sempat membuat heboh. Hal inilah yang membuat masyarakat mau menonton debat pilkada sehingga program masing-masing pasangan calon bisa tersampaikan.

2 dari 4 halaman

Hal yang Bikin Gagal Fokus

Banyak masyarakat yang memuji kecantikan mantan jurnalis itu. Di usianya yang sudah 47 tahun, ia masih tampak muda dan cantik.

Perempuan yang pernah menjadi pembaca berita di SCTV itu dianggap awet muda.

Selain rutin melakukan perawatan ke dokter, seperti informasi yang tersebar di media sosial, Ira Koesno juga memerhatikan betul pola makan sehari-hari.

Selain itu, tak bisa dimungkiri gayanya yang lugas dan tegas juga membuat para penonton gagal fokus ketika menyaksikan penampilan Ira Koesno di debat pilkada DKI putaran pertama.

Calon wakil gubernur DKI saat itu, Djarot Saiful Hidayat pun mengakui kepintaran dan kecerdasan mantan jurnalis itu. “Tegas, cantik, cerdas, adil, profesional,” tandas Djarot.

Meski cantik dan cerdas, ternyata Ira Koesno belum juga menikah hingga kini. Banyak yang mengagumi kecantikan dan kepintarannya, tapi rupanya Ira belum menemukan sosok yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.

Ira yakin pada waktunya dia pasti bertemu dengan pria pilihannya. “Orang yang paham dengan dunia saya dan konsekuensinya,” ujar lulusan Broadcast Journalism di University of Westminster ini beberapa waktu lalu.

3 dari 4 halaman

Mengenal Ira Koesno

Seperti dikutip dari buku Di Balik Layar Liputan 6, menjadi pembawa berita bukanlah cita-cita perempuan kelahiran Jakarta tersebut. Sarjana akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini bercita-cita menjadi auditor.

Pada 1994, Ira Koesno meniti karier sesuai bidang ilmu yang dikuasainya: akuntansi. Dia bekerja di Auditor KPMG Hanadi Sujandro. Ia bertanggung jawab untuk audit pos neraca, verifikasi, konfirmasi, dan stock opname.

Cita-cita pun terangkai dalam pikirannya. Ketika itu, kata Ira, “Saya ingin melanjutkan pendidikan S2. Jurusan yang akan saya ambil tentunya harus sesuai dengan jalur karier. Karena saya ingin jadi auditor, maka saya harus ambil jurusan keuangan lagi”.

Namun, Ira menyadari masih ada passion dalam dirinya yang belum dikembangkan, yaitu menulis. Rupanya, minatnya di bidang menulis menemui jalan, saat ia membaca iklan di surat kabar:

“Dicari, reporter untuk televisi swasta”. Ia menganggap ini kesempatan untuk mengembangkan minatnya di bidang menulis.

Jalan hidup Ira Koesno pun berubah setelah melamar dan diterima bekerja di Liputan 6 SCTV. Cita-citanya menggeluti karier di bidang finansial ditinggalkan. Ia memasuki dunia baru: jurnalisme televisi.

Bungsu dari dua bersaudara pasangan Koesno Martoatmodjo dan Sri Utami ini beruntung karena menjalani profesi yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

“Saya punya dua dunia yang saya senangi, pertama finansial dan yang kedua tulis menulis. Setelah mencoba menjadi akuntan, saya ingin mencoba jadi wartawan,” tutur Ira seperti dikutip dalam laman Biografi Tokoh Indonesia.

Akankah Ira Koesno juga akan bikin debat capres cawapres malam ini gagal fokus?

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mobil Made in Bandung Ini Punya 8 Roda, Bagaimana Cara Jalannya?

Bandung – Mobil Toyota All New Limo keluaran 2013 asal Bandung memang memiliki tampilan unik. Mobil ini memiliki delapan roda yang seluruh bisa bergerak secara bersamaan.

Pemilik mobil beroda delapan Roni Gunawan menjelaskan, proses pembuatan mobil roda delapan ini telah dimulai sejak Agustus 2018 lalu. Dalam pembuatannya dia dibantu oleh dua tukang las dan dua tukang cat.

Ide awal pembuatannya juga dari coba-coba. Roni memanfaatkan beberapa bagian kendaran yang sudah tidak terpakai di bengkel GR Taksi tempatnya bekerja. Kebetulan dia merupakan kepala bengkel di perusahaan taksi tersebut.
” Kita modifikasi mobil ini kita tidak dikonsep. Hanya coba-coba saja, langsung praktekin,” katanya, saat ditemui di bengkel GR Taksi, Jalan Babakan Cibeureum, Kota Bandung, Rabu (16/1/2018).

Untuk mewujudkan idenya itu, ada beberapa bagian body mobil yang diubah. Terutama di bagian body mobil belakang dan roda belakang. Dia mengubah bagian saya bagian roda bawah dan mengubah sasis agar tambahan roda bisa terpasang dengan baik.

“Bagian yang diubah, body dalem, ubah sasis. Pintu belakang jadi enggak ada. Terus ban juga kita pasang enam di belakang,” ucapnya.

Istimewanya, ke enam roda belakang yang terpasang semuanya bisa bergerak. Dia menggunakan sistem layaknya gear penggerak di sebuah mesin. Dua roda yang menempel di bagian tanah dan satu roda di bagian atas menempel ke roda lainnya.

Roda bagian belakang juga tidak tersambung dengan mesin, karena Toyota All New Limo tahun 2013 memiliki penggerak mesin di bagian depan. “(Ban) yang di atas kan bisa berputar. Supaya nempel terus (ban satu dengan laiinnya) di tarik sama per (yang dipasang di antara ban bagian bawah dan atas),” ucapnya.

Dia menambahkan, pembuatan mobil roda delapan ini belum selesai seluruhnya. Saat ini dia perkirakan progresnya baru sekitar 80 persen. Karena bagian interior belum mendapat sentuhan apapun.

“Sampe sekarang belum selesai. Interior kan belum ini baru 80 persen lebih,” katanya. (dry/ddn)

Penyanyi hingga Asisten Artis Terjerat Narkoba, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta – Apa pun profesinya, jika sudah terjerat narkoba maka sulit untuk dihindari. Di kalangan selebritis Ibu Kota misalnya, sudah berapa banyak artis dan aktor yang kini mendekam di penjara karena tertangkap tangan atau sudah jadi incaran polisi karena kepemilikan narkoba.

Belum lama ini, dunia hiburan kembali dibuat geger. Polisi menciduk asisten artis Ivan Gunawan dan seorang pria yang mengaku sebagai mantan kekasih Syahrini berinisial HS. Demikian pula dengan Januarisma Runtuwene atau yang lebih dikenal dengan Aris Idol.

Dari tangan sang asisten, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendapati 1 paket serbuk kokain, 2 paket serbuk metilendioksi-metamfetamina (MDMA), dan 1 pil ekstasi.

Sementara, pria berinisial HS ditangkap bersama ketiga temannya di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, karena diduga sebagai bandar narkoba.

Berikut faktanya:

2 dari 5 halaman

1. AJA, Asisten Pribadi Ivan Gunawan

AJA (36) ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, pada Senin, 14 Januari 2019.

Penangkapan dilakukan di rumah kost pelaku di Jalan H Najihun Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Polisi menyita barang bukti 1 paket serbuk kokain, 2 paket serbuk MDMA, dan 1 pil ekstasi,” ucap Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz dalam keterangan tertulis, Rabu 16 Januari kemarin.

Rencananya penyidik juga akan meminta keterangan dari Igun, sapaan akrab Ivan Gunawan, yang mempekerjakan AJA sebagai asisten pribadinya.

“Igun akan segera dipanggil dan diperiksa keterangannya sebagai saksi,” ucap Kasat Narkoba AKBP Erick Frendiz, Rabu (16/1/2019).

3 dari 5 halaman

2. Januarisma Runtuwene atau Aris Idol

Januarisma Runtuwene atau yang lebih dikenal dengan Aris Idol ditangkap di sebuah apartemen di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Saat ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu bersama keempat temannya yaitu YSP, AS, AY dan AN sedang berpesta narkoba. Dan dari hasil tes urine yang dilakukan mereka positif menggunakan narkoba jenis sabu.

“Hasil penuturan dia (Aris) baru makai. Tapi hasil penelusuran BAP (berita acara pemeriksaan) sudah tiga kali menggunakan,” kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara Iptu Edi Suprayitno di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, 16 Januari 2019.

“Kami mengamankan 0,23 gram sabu. Kami juga masih memburu dua orang pelaku lainnya yakni TA seorang pria dan A wanita,” ungkap Edi.

4 dari 5 halaman

3. HS, Pria yang Mengaku Eks Pacar Syahrini

HS ditangkap jajaran Direktorat Resnarkoba Polda Metro Jaya. Dia ditangkap polisi karena terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu bersama tiga tersangka lainnya yakni SN, TP, dan FK.

Kasubdit 2 Psikotropika Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander mengatakan, barang haram yang sudah siap edar ini sudah masuk ke wilayah Jakarta, khususnya untuk diedarkan ke kalangan menengah ke atas.

Keempatnya diciduk di dua lokasi berbeda, yakni di Restorant Yosinoya Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara dan di Jalan Panarukan, Menteng, Jakarta Pusat.

“Jadi untuk kelas-kelas menengah ke atas kemungkinan merekalah yang menyalurkan, tapi ini masih dalam tahap penyelidikan kami,” sambung Dony.

Lantas apa peran HS? HS bekerja sebagai kurir untuk mengedarkan narkoba jenis sabu.

“Iya sih (mantan Syahrini), tapi ya kami kan tidak mengejar terkait masalah pribadi. Tapi kalau kami dengar dari media, kami cek keliatannya benar. Tapi kami dalam proses penyelidikan, kami tidak pernah mencampuri masalah pribadi. Sempat saya tanya ke yang bersangkutan (Hans) iya benar. Dia membenarkan,” jelas Dony.

Dalam penangkapan empat tersangka, polisi telah menyita sabu seberat 2.362,84 gram, enam buah handphone, satu buah cincin, satu unit mobil Toyota Fortuner dan satu unit mobil Toyota Agya.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Soal Kekhawatiran Amien Rais, Tjahjo Kumolo Minta Semua Pihak Percaya KPU

Liputan6.com, Jakarta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo enggan mengomentari ucapan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang mengancam akan menggempur Komisi Pemilihan Umum (KPU) jika melakukan kecurangan di Pemilu 2019. Namun, Tjahjo meminta semua pihak untuk lebih percaya KPU.

“Setiap orang kan punya logat bahasa yang berbeda, saya tidak berhak komentari pendapat para politisi, yang penting percayalah pada KPU,” kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 16 Januari 2019.

Menurutnya KPU sudah memiliki tugas dan wajib sesuai perundang-undangan. Karena itu, Tjahjo meminta semua pihak mendukung kinerja KPU dalam menyelenggarakan pemilu.

“Dari sisi semuanya ya keabsahan konsolidasi demokrasi ini ya kuncinya ada pada penyelengara, pemerintah percaya sebagaimana UU, parpol percaya setiap diundang KPU hadir terus, berarti juga percaya,” ujarnya.

“Ya mari kita dukung tugas-tugas KPU baik sosialisasinya baik pelaksanaannya dalam konteks konsolidasi demokrasi itu sukses dengan baik, data kependudukan kami serahkan, yang nyusul DPT adalah pihak KPU sendiri,” sambungnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menjelaskan cara membantu penyelenggara pemilu untuk mewujudkan pemilu yang baik dan bermartabat. Salah satunya dengan menghentikan politik uang, dan kampanye provokasi fitnah.

“Ya mari kita lawan sama-sama racun demokrasi itu, politik uang, kampanye beraroma fitnah, nuansa kebencian mari kita lawan dan mari kita wujudkan kampanye yang punya integritas. Bermatartabat, adu konsep, ada gagasan yang besok kita liat debat capres pertama,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Kekhawatiran Amien Rais

Sebelumnya, Amien Rais mengajak para pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bekerja militan. Dia ingin para simpatisan mengawasi Komisi Pemilihan Umum supaya proses Pemilu tidak dicurangi.

Hal itu disampaikan saat diskusi bertajuk ‘Refleksi Malari Ganti Nakhoda Negeri?’ di Sekretaris Nasional Prabowo-Sandi.

“Jadi (Jokowi) ini tidak boleh menang. Ini harus militan. Awas kalau sampai KPU curang kita gempur bersama. Kita lebih pandai dari pemerintah. Bayangkan 31 juta daftar bodong, KTP dibuang di tong, di sawah ini kan kurang ajar,” ujar Amien.

Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Fakta-fakta Baru Nan Mengejutkan Kasus Abu Tours

Jakarta – Sejumlah fakta baru nan mengejutkan terkait kasus Abu Tours terungkap dalam persidangan. Fakta itu mengungkap latar belakang manajer keuangan Abu Tours, Muhammad Kasim, hingga istri bos Abu Tours, Nursyariah, yang memiliki emas seberat 7 kg.

Hal itu terungkap dalam sidang dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang jemaah Abu Tours di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jalan RA Kartini, Makassar, Rabu (16/1/2019). Duduk sebagai ketua majelis hakim Denny Lumban Tobing.

Berikut fakta baru yang terungkap dalam persidangan:

1. Manajer Keuangan Abu Tours Hanya Tamatan SD

Hakim Denny awalnya menayakan riwayat pendidikan Kasim dalam persidangan. Kasim menjawab bahwa dirinya hanya tamatan SD.

“Saya tamatan sekolah dasar, Pak Hakim,” kata Kasim di hadapan majelis hakim.

Kasim menuturkan dirinya sempat menjadi customer service pada 2014 sebelum diangkat menjadi manajer keuangan Abu Tours. Beberapa tahun kemudian, bos Abu Tours mengangkatnya sebagai manajer keuangan.

“Tahun 2016 saya diangkat dan mengurus keuangan dari Abu Tours,” kata dia.

Salah satu tugas utama Kasim sebagai manajer keuangan adalah mengajukan dana yang diminta oleh cabang-cabang Abu Tours untuk kegiatan operasional mereka. Dana ini diajukan kepada Hamzah Mamba. Namun, di luar dana operasional, Hamzah Mamba sendiri yang langsung berhubungan dengan orang-orang di cabang dan anak-anak perusahaan Abu Tours yang tergabung dalam Abu Corps.

Hal ini juga berlaku pada pembelian aset, seperti rumah. Kasim mengaku hanya bertugas melakukan transfer jika diminta Hamzah Mamba.

“Uang dari rekening Abu Tours ditransferkan ke rekening Hamzah Mamba,” ungkapnya.

2. Pekerjaan Pertama Bos Abu Tours Pelayan Kedai Piza

Fakta lain yang terungkap dalam persidangan tersebut adalah pekerjaan bos Abu Tours Hamzah Hamba sebagai pelayan kedai piza. Hal itu terungkap berdasarkan keterangan istri Hamba, Nursyariah, saat bersaksi di persidangan.

Nursyariah mengatakan, pada tahun 2003, Hamzah pernah bekerja sebagai pelayan piza di Makassar. Setelah itu, Hamzah membeli sebuah gerobak dan ditempatkan di sekitar Pantai Losari, Makassar. Gerobak ini pun menjual makanan dan minuman untuk masyarakat.

“Sejak dulu punya gerobak makanan dan minuman. Mertua saya juga jualan sop di Pantai Losari,” ujarnya.

Usaha Hamzah Mamba kemudian berkembang. Pada tahun 2006, dia mencoba peruntungan dengan pindah ke Jakarta. Di kawasan Cilandak, Hamzah berjualan es teler dan es kopi. Usahanya ini dia franchise-kan sehingga tersebar 400 gerobak di seluruh Indonesia.

“Lalu kami juga membuka rumah nakan di Yogyakarta pada tahun 2001 dan semua usaha kami berjalan lancar. Akhirnya kami punya rumah di wilayah Cinere,” kata Nursyariah dengan suara pelan.

Perkenalan Hamzah Mamba dengan dunia travel umrah saat keduanya berangkat ke tanah suci pada tahun 2012. Dari sana, Hamzah ditawari temannya untuk menjadi agen perjalanan umrah. Saat itulah, kata Nursyariah, Hamzah terjun ke bisnis umrah.

“2014 Baru pakai bendera sendiri. Sejak 2012 sudah berangkat dengan menggunakan travel lain,” sebutnya.

Fakta-fakta Baru Nan Mengejutkan Kasus Abu ToursFoto: Istri CEO Abu Tours, Nusyariah jadi tersangka dan ditahan (ist.)

3. Istri Bos Abu Tours Beli Emas 7 Kg

Sidang kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang itu juga mengungkap fakta Nursyariah memiliki emas seberat 7 kg. Awalnya hakim Denny bertanya soal adanya trasnfer uang dari rekening Abu Tours ke pegadaian terkait angsuran emas.

“Itu ada transfer pembayaran untuk emas. Emas itu punya siapa?” tanya Denny kepada Nursyariah.

Nursyariah lalu menerangkan bahwa emas miliknya memang digadaikan oleh suaminya Hamzah untuk membantu keuangan Abu Tours. Oleh karennya, perusahaan Abu Tours yang membayarkan cicilan emas tersebut. Merasa janggal atas pernyataan itu, Denny kembali mencecar soal dari mana dia mendapatkan uang membeli emas tersebut.

“Tapi kan dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli emas yang jumlahnya banyak itu?” tanya Denny lagi.

“Saya beli emas-emas itu dari usaha saya sebelumnya Pak. Emas saya dua kg sudah ada sebelum Abu Tours,” jawab Nursyariah yang mengenakan rompi tahanan ini.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang menyebutkan beberapa transferan uang kepada Pegadaian untuk membayarkan cicilan emas. Dari sana lah terungkap bahwa jumlah emas miliknya sangatlah banyak.

“Ada beberapa kali transferan uang dan nilai emasnya mencapai sekitar 7 kg apakah benar?” tanya Nanang.

“Iya benar (emas saya), tetapi saya dapat dari sejak lama,” kata Nursyariah dengan tegas.
(knv/mae)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Polda Metro Jaya: Polisi Serius Ungkap Kasus Novel Baswedan

Liputan6.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan, pihaknya sangat serius mengungkap siapa pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada 11 April 2017. Untuk mengungkap kasus ini bukan hanya internal polisi saja, tapi juga melibatkan instansi lain.

“Dari instansi eksternal ada Ombudsman RI, Kompolnas, Komnas HAM dan masyarakat. Kemudian dari internal, ada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, dan Profesi dan Pengamanan (Propam). Semuanya sudah bekerja. Polisi serius untuk mengungkap siapa pelakunya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Untuk mengungkap kasus penyerangan Novel Baswedan ini, Komnas HAM memberikan rekomendasi terhadap Polri. Rekomendasi itu pun diterima Polri, dan akhirnya Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian membentuk tim satuan tugas dalam penyidikan kasus Novel.

“Tim itu terdiri dari KPK, pakar dan penyidik,” jelas Argo.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi pertama kalinya pada Senin 14 Januari 2019. Rapat itu dihadiri seluruh orang yang tergabung dalam tim. 

“Penyidik memaparkan apa yang sudah dilakukan mulai dari metode induktif, olah TKP, mendapatkan saksi, mendapat petunjuk itu sudah dipaparkan tim penyidik Polda Metro Jaya,” ungkap Argo.

Ia berharap, masyarakat juga ikut berpartisipasi untuk menyelesaikan kasus penyerangan air keras terhadap Novel Baswedan. Dia berharap, masyarakat bisa memberikan informasi jika mengetahui hal tersebut.

“Kita sudah ada call center yang sudah kita buat di nomor 081398844474. Itu bagian transparasi pihak kepolisan untuk kasus Novel Baswedan. Masyarakat tahu silakan laporkan, jadi kita serius mengungkap pelaku,” pungkas Argo.

2 dari 3 halaman

Tim Gabungan

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengeluarkan surat perintah pembentukan tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan,” tutur Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat 11 Januari 2019.

Rekomendasi Komnas HAM itu diserahkan ke Polri pada 21 Desember 2018. Hampir sebulan setelah diterima, Kapolri Tito kemudian meneken tanda tangan pembentukan tim gabungan tersebut pada 8 Januari 2019.

“Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima,” jelas Iqbal.

Dalam surat bernomor sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, Kapolri memimpin langsung tim. Ada 65 nama gabungan komponen Polri dan masyarakat yang tercantum dalam daftar tim gabungan untuk penyidikan kasus Novel.



Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kala Menpora Imam Kena Tipu Gocekan Bola di Tasikmalaya

Liputan6.com, Tasikmalaya – Ada pemandangan menarik saat kunjungan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi, ke Lapangan Sepakbola Lodaya Sakti yang berlisensi FIFA, di Desa Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dipandu dua mantan pemain nasional Atep Rizal dan Tantan yang tengah memberikan coaching clinic, puluhan anak-anak pelajar sekaligus peserta sekolah sepakbola (SSB) terlihat  menikmati  teknik passing, shooting dan kontrol bola yang diberikan dua pemain Persib tersebut.

Di tengah keseriusan itu, Menteri Imam sepertinya terpanggil untuk gabung ikut dalam salah satu game, ia kemudian mengajak Atep bagaimana menunjukkan operan yang baik, sekaligus cara menendang yang benar di antara peserta didik.

“Horeee…,” teriakan salah satu peserta pelatihan meneriaki Menteri Imam, setelah berhasil melintasi kedua kakinya, sekaligus mengelabui sang Menteri dengan riang. “Kamu memang bagus,” ujar Imam, sambil memeluk salah satu anak yang telah berhasil mengelabuinya itu.

Menurut Imam, perbaikan sejumlah fasilitas lapangan sepakbola di tiap desa sangat dinantikan masyarakat. Untuk mendukung itu, bahkan pemerintah tidak ragu menggelontorkan dana desa yang cukup besar, agar kehadiran infrastruktur yang memadai benar-benar dinikmati seluruh masyarakat.

“Silahkan para Kepala Desa mencontoh desa Cisayong,” kata dia.

Lapangan Bola Lodaya Sakti desa Cisayong ini memang tengah menjadi buah bibir saat ini, menggunakan jenis rumput lapangan Zoysia Matrella dari Eropa, yang biasa digunakan stadion di benua biru, Lapangan bola Cisayong memang pengecualian dibanding seluruh lapangan bola milik desa di Indonesia.

Dengan jenis rumput itu, lapangan sepakbola lebih optimal digunakan seluruh pemain. Selain empuk, karena memiliki ketebalan dan kerapatan rumput yang seimbang, juga memiliki elastisitas dalam menahan beban.

Kemudian rumput itu memiliki pemulihan diri lebih cepat dalam pertumbuhan sehingga ketebalan tetap terjaga, yang memungkinkan terjadinya resiko cedera pemain bisa dihindari sejak dini.

“Ini bukan standar Tasik lagi tetapi standar internasional,” ujar dia yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan penonton yang hadir.


2 dari 2 halaman

Berharap Penambahan Fasilitas Lapangan

Sejak pertama kali dibuka tahun lalu, animo masyarakat untuk menggunakan lapangan sepakbola berstandar FIFA itu memang tidak terelakan lagi, meskipun tribun penonton belum terbangun akibat minimnya anggaran. Namun keinginan mereka menikmati main sepakbola di lapangan tersebut tinggi.

Untuk itu, Kepala Desa Cisayong, Yudi Cahyudin selaku penggagas dan pengelola lapangan baru tersebut, meminta adanya tambahan bantuan anggaran untuk mempercantik kondisi Lapangan Cisayong.  “Sekarang ada space lima meter di sebelah utara dan selatan lapangan, nanti bisa dibangun tribun untuk kapasitas 1000 orang lah,” ujarnya.

Imam yang sejak awal memasuki lapangan, langsung menjajal kualitas rumput. Di sela-sela itu, Ia pun memberikan isyarat adanya bantuan untuk memenuhi permintaan Yudi, meskipun tidak seluruhnya.

“Kita lihat dulu yang lima meter itu seperti apa, tetapi yang paling mungkin, apa dulu yg perlu kita bantu lebih awal, kamar ganti, tribun, atau apa,” papar dia.

Dengan semakin baiknya fasilitas lapangan, Imam berharap dalam waktu dekat Lapangan Cisayong bisa menjadi salah satu alternatif kejuaraan nasional dan internasional.

“Dengan saya hadir, nambah semangat saya untuk terus bantu masyarakat di sini,” ungkap dia bangga.

Coaching Clinic  Pemain Persib

Selain didatangi Menpora Imam Nahrowi, keceriaan lain yang dirasakan ratusan anak –anak yang hadir di tengah lapangan Cisayong, adalah transfer ilmu yang diberikan dua pemain Persib Bandung Atep Rizal dan Tantan.

Bahkan untuk menguji kemampuan dua mantan pemain timnas itu, panitia penyambutan kunjungan Menpora sengaja membuat laga antara Menteri Iman yang dibantu Atep, Tantan dan satu pemain timnas U15 asal Ciamis, melawan tiga tim SSB sekaligus dibawah usia 10 tahun.

Menurut Atep, latihan teknik permainan sepakbola mesti dilakukan dengan penuh suka cita tanpa tekanan siapapun. Ia mencontohkan Leonel Messi, Cristiano Ronaldo, dua masetro pesepakbola terbaik dunia saat ini, nampak menikmati seluruh pertandingan yang mereka jalani. “Tetapi tetap saja dari semua itu, anak-anak harus bekerja keras agar bisa meraih mimpi,” ujar dia.

Ia pun tak pelit berbagi ilmu, beberapa teknik dasar bermain sepakbola mulai shooting, operan pendek hingga game kecil, ia perlihatkan di depan puluhan siswa didik. “Latihan itu jangan terbebani, ketika teman-teman punya mimpi besar tapi tidak bekerja keras, maka akan sulit meraihnya,” papar dia.

Dengan pola latihan penuh kerja keras, serta memahami dan menguasai teknik permainan sepakbola yang benar, Atep berharap suatu saat ini, dari desa Cisayong akan lahir pemain sepakbola dunia.

“Saya doakan satu di antara peserta yang banyak ini nanti akan menjadi pemain nasional,” ujar dia yang diamini seluruh peserta siswa SSB yang hadir.