Truk Mogok di Perlintasan Kereta, KRL Jakarta Kota-Cikarang Hanya Sampai Bekasi

Liputan6.com, Jakarta – Sebuah truk alat berat mogok di pintu perlintasan kereta commuter line JPL 78 antara Stasiun Tambun dengan Stasiun Bekasi. Akibatnya, truk tersebut menghalangi jalur rel KRL antara Tambun-Bekasi.

“Hingga saat ini petugas dari berbagai instansi terkait masih berusaha mengevakuasi truk tersebut agar tidak menghalangi jalur rel antara Tambun-Bekasi,” tulis Vice President Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa dalam pesan singkatnya, Kamis (10/1/2019).

Sejak pukul 02.20 WIB, kata Eva berbagai metode telah dicoba untuk evakuasi. Pada pukul 06.10 WIB Listrik Aliran Atas di Stasiun Bekasi dan sekitarnya dipadamkan untuk membantu proses evakuasi.

Akibat kejadian ini, kata Eva perjalanan KRL antara Cikarang-Bekasi terganggu dan harus diatur bergantian melewati satu jalur rel yang tidak terhalang truk.

Sebagian perjalanan KRL juga mengalami rekayasa pola operasi dengan perjalanan diatur hanya sampai Stasiun Bekasi untuk selanjutnya kembali ke arah Jakarta Kota.

Belum Tuntas Air Keras Novel Baswedan, Kini Teror Bom ke Pimpinan

Jakarta – Enam ratus hari lebih penyidik KPK Novel Baswedan samar-samar menatap kejelasan siapa pelaku yang menyiramkan air keras pada wajahnya. Dan kini teror kembali mengusik tubuh lembaga antirasuah.

Tak tanggung-tanggung, dua teror sekaligus ditujukan pada dua sosok pimpinan KPK: Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Tas berisi benda diduga bom pipa paralon tercantol di pagar rumah Agus di Jatiasih, Kota Bekasi. Sedangkan kediaman Syarif di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov.

“Dengan adanya serangan tersebut, semakin jelas bahwa serangan-serangan seperti itu pada dasarnya adalah serangan terhadap KPK,” ucap Novel pada detikcom, Rabu (9/1) kemarin.

Novel sendiri mengaku sudah sering menerima teror hingga yang terparah mengalami penyiraman air keras pada 11 April 2017. Novel hampir kehilangan kedua penglihatannya karena teror itu bila tidak mendapat perawatan hingga operasi dari dokter yang mumpuni.

Suami dari Rina Emilda itu juga menyebut bila teror-teror pada KPK tidak hanya itu saja. Dia mengklaim banyak penyerangan yang terjadi pada pegawai KPK lainnya yang tidak jelas siapa pelakunya.

“Karena semua teror terhadap orang-orang KPK tidak ada satu pun yang terungkap, maka ini harus menjadi perhatian pemerintah,” kata Novel.

Pemerintah bukan hanya tinggal diam. Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa kali memberi perintah pada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera dan segera menuntaskan kasus penyiraman air keras itu.

Tito juga sempat menghadap Jokowi dengan maksud menjelaskan perkembangan penanganan kasus itu. Polisi juga pernah mengeluarkan sketsa terduga pelaku penyiraman air keras ke Novel, Ombudsman hingga Komnas HAM turut digandeng. Namun sampai kini siapa peneror itu masih misterius.

“Saya sudah mendapat laporan mengenai progress perkembangan dari Kapolri yang juga sudah bekerja sama dengan KPK, Kompolnas, Ombudsman, Komnas HAM,” kata Jokowi saat ditemui seusai peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2018 di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Namun saat ditanya bagaimana perkembangannya, Jokowi melemparkannya ke Tito. “Tanyakan ke Kapolri,” imbuh Jokowi.

Kini teror terjadi lagi, namun bukan pada Novel melainkan Agus dan Syarif. Kabar beredar pada Rabu, 9 Januari 2019, pagi yang menyebutkan adanya dugaan bom molotov di rumah Syarif. Bom berupa botol berisi bahan bakar dengan sumbunya itu diduga dilemparkan dua pria berboncengan sepeda motor saat lewat tengah malam harinya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut ada dua bom molotov di rumah Syarif. Satu botol pecah, sedangkan satunya masih utuh.

“Sekali tidak menyala, utuh, yang kedua pecah,” kata Argo di Mabes Polri.

Jejak molotov yang menyala itu tampak dari dinding rumah Syarif yang menghitam. Bagian balkon lantai dua rumah Syarif, tepatnya di atas garasi, tampak berjelaga.

Sejurus kemudian, kabar rumah Agus yang diteror benda berupa tas warna hitam digantungkan di pagar rumah Agus. Isinya mirip dengan bom pipa paralon.

Argo menyebut di dalam pipa paralon itu terdapat paku, kabel, bubuk berwarna putih, dan kabel. Belakangan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut benda mirip bom pipa paralon itu tidak mengandung bahan peledak.

“Seperti fake bomb, yang ditemukan bubuk semen putih,” ucap Dedi.

Namun, untuk lebih memastikan, Dedi menyebut benda itu tengah diteliti di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Selain itu, polisi langsung membentuk tim yang di dalamnya termasuk Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Mereka langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi. Namun sampai saat ini tim itu belum mencapai pada titik kesimpulan siapa di balik teror itu.

Di sisi lain, Agus dan Syarif tetap berkegiatan seperti biasa. Agus sempat menjadi pembicara di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sedangkan Syarif beraktivitas di kantornya.

“Pimpinan juga ke kantor seperti halnya penugasan selama ini sesuai agenda yang sudah dibicarakan sebelumnya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Kegiatan penegakan hukum di KPK pun, disebut Febri, berlangsung seperti biasa. Suara-suara dukungan bagi KPK juga bermunculan baik dari mantan pimpinan KPK hingga para politikus, termasuk pimpinan DPR.
(dhn/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BMKG: Hujan Petir Disertai Angin Kencang Landa Jakarta Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan petir disertai angin kencang melanda sejumlah titik wilayah Ibu Kota, pada hari ini, Kamis (10/1/2019).

Peringatan dini tersebut dikeluarkan BMKG lewat laman resminya, bmkg.go.id. “Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakbar, Jaksel, dan Jaktim pada siang dan sore hari.”

Sementara itu, kondisi cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta pada pagi dan malam hari dilaporkan berawan.

Cuaca Ibu Kota yang cukup bersahabat diperkirakan bakal terjadi di daerah Bekasi, Depok, dan Bogor. Langit di tiga kota penyangga ini diramalkan cerah berawan pada pagi hari. 

Sedangkan siang hingga malam harinya dilaporkan turun hujan ringan.

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Kamis (10/1/2019):












 Kota   Pagi   Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Berawan
 Jakarta Pusat  Berawan  Berawan  Berawan
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Jakarta Timur  Berawan  Hujan Lokal  Berawan
 Jakarta Utara  Berawan  Berawan  Berawan
 Kepulauan Seribu  Berawan  Berawan  Berawan
 Bekasi   Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Depok  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Bogor  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Sedang
Tangerang  Berawan Hujan Lokal Hujan Lokal

Atas Macet, Anies Akan Bangun Lahan Parkir di Luar Jakarta

Sementara itu, guna mengurai kemacetan di Anies menyebut nantinya jalan-jalan nasional di Jakarta akan dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta. Dari jumlah total yaitu 38 jalan baru 25 yang dikelola oleh Pemprov dan sisanya 13 baru akan diserahkan.

“Kemarin sudah diberikan arahan itu Pak Menteri PUPR juga menyampaikan bahwa itu nanti akan 100 persen diserahkan,” jelasnya.

13 jalan tersebut diantaranya yaitu Jalan Daan Mogot, Jalan Bekasi Raya, Jalan Lingkar Barat, Jalan Pelabuhan, Jalan Jampea dan Jalan Cilincing Raya.

Selanjutnya yaitu Jalan Ciputat Raya, Jalan Pasar Jumat, Jalan Kartini, Jalan Bogor Raya, Jalan TB Simatupang, Jalan Cakung-Cilincing dan Jalan Akses Marunda.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gubernur Anies Baswedan prihatin dengan pembakaran Mapolsek Metro Ciracas. Pemicunya adalah pengeroyokan anggota TNi oleh juru parkir. Anies Berjanji akan menertibkan lahan parkir di DKI Jakarta

Jalan Nasional di Jakarta akan Dikelola Pemprov DKI

Jakarta – Pemprov DKI akan segera menguasai seluruh pengelolaan jalan nasional. Dengan begitu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta punya otoritas mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

“Jalan-jalan nasional itu nanti akan 100% dikelola oleh Pemprov DKI. Kemarin sudah diberikan arahan itu, Pak Menteri PUPR juga menyampaikan bahwa itu nanti akan 100% diserahkan,” ucap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menyebut, saat ini DKI Jakarta telah menguasai 25 dari 38 jalan nasional. Sisanya, 13 jalan akan diserahkan kepada DKI Jakarta.

Anies menekankan, yang diserahkan kepada Provinsi DKI Jakarta adalah pengelolaan, bukan status kepemilikan. “Pengelolaannya ya, bukan asetnya, tapi pengelolaannya. Termasuk pengaturan lalu lintas di jalan jalan itu,” kata Anies.

Sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Pekerjaan Umum Nomor 631 tahun 2009, jalan-jalan di Jakarta yang berstatus jalan nasional meliputi Jalan Akses Cengkareng, Jalan Lingkar Barat, Jalan Pejompongan-Kebayoran Lama, Jalan Arteri Kebayoran Lama, Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Pasar Jumat, Jalan Ciputat Raya, Jalan Kartini, Jalan TB Simatupang, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Raya Bogor, Jalan Cakung-Cilincing, dan Jalan Akses Marunda.

Kemudian Jalan Daan Mogot, Jalan S Parman, Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan DI Panjaitan, Jalan Jend A Yani, Jalan Perintis kemerdekaan, Jalan Bekasi Raya, Jalan Laks Yos Sudarso, Jalan Sulawesi, Jalan Raya Pelabuhan, Jalan Jampea, Jalan Cilincing Raya, Jalan Enggano, Jalan Taman Stasiun Priok, Jalan Laks Martadinata, Jalan Lodan, Jalan Krapu, Jalan Pakin, Jalan Gedong Panjang, Jalan Pluit Selatan Raya, Jalan Jembatan Tiga, Jalan Jembatan Dua dan Jalan Latumenten.
(aik/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bom Pipa di Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo Digantung di Pagar

Liputan6.com, Bekasi – Teror bom juga dikirimkan ke rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat. Bom berjenis pipa itu diketahui asisten rumah tangga (ART) Ketua KPK saat sudah tergantung di pagar rumah terbungkus sebuah tas hitam.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (9/1/2018), sejumlah polisi dan anggota TNI masih bersiaga di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Perumahan Graha Inddah, Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Jati Asih hingga siang tadi. 

Seorang saksi mata menuturkan, saat mereka curiga terhadap tas hitam yang dimaksud, ART membawa masuk tas tersebut. Di situlah diketahui tas itu berisi bom berjenis pipa. 

Kini, barang bukti itu sudah diamankan Tim Gegana Polda Metro Jaya. Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi juga diselidiki. Namun, belum ada pernyataan resmi terkait teror bom pipa itu. (Rio Audhitama Sihombing) 

Momen Ustaz Arifin Ilham Tunjukkan Video Berkuda ke Prabowo

Rabu 09 Januari 2019, 17:18 WIB

Foto News

Pool – detikNews

Jakarta detikNews – Capres Prabowo Subianto menjenguk Ustaz Arifin Ilham di RSCM. Keakraban terlihat saat Ustaz Arifin Ilham menunjukkan video berkuda. Ini foto-fotonya

Prabowo tiba di RSCM pada pukul 16.26 WIB. Dia sempat menyapa beberapa orang dan langsung masuk ke ruang perawatan. 

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Benda di Rumah Ketua KPK Diduga Rakitan Bom Paralon

JakartaBenda yang ditemukan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo diduga rakitan bom paralon. Tim Labfor masih mengidentifikasi temuan diduga bom tersebut.

“Patut diduga (rakitan bom), masih proses pemeriksaan dari Puslabfor dan Inafis Polri,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).


Benda diduga bom ini ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB di rumah Agus di Perum Graha Indah, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi. Ada pipa paralon dan detonator serta semen putih yang ditemukan.

Selain di rumah Agus Rahardjo, teror bom molotov terjadi di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Polisi masih menyelidiki keterkaitan teror di rumah pimpinan KPK ini.

Saksikan juga video ‘Rumah Wakil Ketua KPK Laode Syarif Dilempari Bom Molotov’:

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pimpinan KPK Diteror, Benda Diduga Molotov Ditemukan di Depan Rumah Agus

JakartaBenda diduga bom molotov ditemukan di halaman rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi. Polisi masih mengidentifikasi benda tersebut.

“Tentang benda yang diduga mirip bom, Polri sudah menurunkan beberapa tim ke situ,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

Polisi menurut Iqbal sudah memeriksa saksi dan mengecek rekaman CCTV. Masih diselidiki kaitan pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, dengan benda diduga molotov yang ditemukan di halaman rumah Agus Rahardjo.

“Ditemukan (molotov), tetapi di kediaman Pak Laode ada saksi menyatakan ada bunyi sedikit. Di rumah Pak Agus tak ada bunyi sama sekali,” kata Iqbal.

Menurutnya, tidak ada kerusakan akibat pelemparan molotov. Situasi di perumahan lokasi kejadian kondusif.

Sementara Agus Rahardjo saat ditemui di Kemendikbud menolak berkomentar dugaan teror ini.
(fdn/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>