Cuaca Hari Ini: Jakarta Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Sedang

Liputan6.com, Jakarta – Cuaca hari ini, langit cerah berawan diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi di seluruh wilayah DKi Jakarta dan sekitarnya, Selasa (5/2/2019) pagi.

Namun, kondisi cuaca cerah Ibu Kota tak bertahan lama. BMKG lewat laman resminya kembali melaporkan bakal terjadi hujan disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jakbar, Jakpus, Jaksel, dan Jaktim antara siang dan sore hari,” tulis BMKG lewat peringatan dininya.

Sementara itu, cuaca berawan akan menyelimuti wilyah Depok, Bekasi, dan Bogor pada pagi hari. Sedangkan Tangerang dilaporkan cerah berawan.

Siang harinya empat kota penyangga Jakarta ini diprediksi berawan hingga turun hujan dengan intensitas ringan.

Menjelang malam, cuaca cerah berawan akan kembali menyelimuti wilayah Ibu Kota.

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Selasa (5/2/2019):












 Kota  Pagi    Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Cerah Berawan  Hujan Lokal  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu  Cerah   Berawan  Cerah Berawan
 Bekasi  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
Depok Berawan Hujan Ringan Berawan
 Bogor   Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 Tangerang  Cerah Berawan  Berawan   Hujan Lokal 
2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Serangan Kian Garang Menghantam KPK

Liputan6.com, Jakarta – Dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memantau gerak-gerak Gubernur Papua Lukas Enembe di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu 2 Februari 2019. Pemantauan dilakukan untuk menyelidiki dugaan praktik korupsi.

Saat itu, Lukas bersama Ketua DPRD Papua Yunus Yonda, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menggelar rapat di lantai 19 hotel bintang lima tersebut. Rapat bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap APBD Papua.

Di tengah pertemuan itu, penyelidik yang membuntuti Lukas Enembe memotret kegiatan tersebut. Pengambilan gambar berlangsung sukses.

Usai rapat, beberapa orang dari Papua melakukan santap makan dan turun ke lobi hotel. Di tempat ini, penyelidik KPK bernama Muhammad Gilang W memotret kegiatan tersebut.

“Motret kan tidak izin ya, terus yang motret ini didatangi lalu ditanya dan cekcok terjadi keributan akhirnya teman-teman kita itu dibawa ke Polda Metro Jaya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/2/2019).

Argo menegaskan, alasan pegawai tersebut digiring ke Polda Metro Jaya untuk memastikan kalau dua orang itu adalah pegawai KPK.

“Karena dia ngaku dari KPK, karena sekarang kan banyak orang yang ngaku-ngaku KPK, untuk memastikan dia dibawa ke KPK dan diterima Jatanras Krimum,” kata Argo.

“Dan kemudian teman kita di KPK membuat laporan kemarin hari Minggu jam 14.30 WIB, ya tentunya penyidik akan melidik dulu penyidik sudah ke TKP kita juga sudah mintakan visum di sana nanti langkah selanjutnya tunggu saja,” sambungnya.

Dari kejadian itu, seorang terpaksa mendapatkan perawatan medis usai diduga dianiaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (Liputan6.com/Yoppy Renato)


“(Dua orang yang motret?) Iya. Jadi korban satu. (Terlapor) Kita belum kita ketahui masih lidik ya, jangan sampai keliru ya,” pungkas Argo.

Sementara itu, juru bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, kedua pegawai KPK yang mendapat tindakan tak pantas itu menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh kendati telah ditunjukkan identitas KPK.

“Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” ucap Febri.

Sementara tim yang melaporkan ke Polda Metro Jaya menyampaikan beberapa informasi visual untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi ketika ditanya, Pegawai KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi,” ujar Febri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan terkait dugaan korupsi Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, Jakarta, Senin (30/4/). Dalam pengeledahan rumah Mustofa, KPK benyita sejumlah mobil dan uang sebesar 4 millyar. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Sehingga menurut Febri, KPK memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas.

KPK berkoordinasi dengan Polda dan berharap setelah laporan ini agar segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” tegas Febri.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda menyebut, petugas KPK tiba-tiba mengambil gambar para pejabat Papua yang baru menggelar rapat membahas RAPBD bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pengambilan gambar dilakukan di lobi hotel. Selain anggota DPRP, di lobi itu juga ada Gubernur Papua Lukas Enembe dan jajaran pejabat Pemprov Papua.

“Acara sudah selesai dan kami akan pulang (ke Papua),” ungkap Yunus seperti dikutip Cendrawasih Pos.

Para pejabat itu merasa risih dengan gelagat dua pegawai KPK itu. Spontan, beberapa orang yang diduga bagian dari petugas pengamanan rombongan pejabat tersebut langsung menangkap pegawai KPK.

Mereka melakukan pemeriksaan, mulai mengecek identitas hingga memeriksa hasil jepretan. Bahkan, mereka memeriksa chat WhatsApp para pegawai KPK untuk memastikan identitas.

“Kami merasa tidak nyaman, seperti dicurigai. Kami pikir mereka mau melakukan operasi tangkap tangan. Kami tegaskan, kami tidak ada deal-deal dengan pihak mana pun. Semua sesuai aturan,” tegas politikus Partai Demokrat tersebut.

2 dari 3 halaman

Teror di Rumah Pimpinan KPK

Upaya teror untuk membuat ciut nyali KPK datang bertubi-tubi. Bahkan serangan itu kian garang.

Kasus serangan terhadap KPK tak hanya hanya menimpa dua penyelidik, rumah pimpinan KPK juga tak luput dari sasaran teror.

Rabu 9 Januari 2019, pukul 05.30 WIB, botol berisi spirtus dengan sumbu, mirip bom molotov ditemukan di depan kediaman Wakil Ketua Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan.

Rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjadi sasaran teror. (Merdeka.com/Ronald)

Setelah dicek melalui CCTV, sekitar pukul 01.00 WIB, terekam dua orang mencurigakan beraktivitas di depan rumahnya. Laode tak ambil pusing dengan kejadian ini.

“Biasa lah itu kerja di KPK, saya santai aja,” kata Laode saat ditemui di kedamaian di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Jakarta Selatan, Rabu 9 Januari 2019.

Masih hari yang sama, sebuah benda mirip bom juga ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat. Benda itu terdiri dari beberapa kabel, pipa, paku, detonator, baterai, dan serbuk itu sebagai bom rakitan atau fake bomb (bom palsu).

“Senyawa tersebut disimpulkan adalah semen putih,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, 22 Januari 2019.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Polri belum menetapkan tersangka terkait kasus ini lantaran Puslabfor Polri kesulitan menganalisis kualitas video yang standar.

“Kami analisis DVR-nya ini sampai kirim ke London, kita bekerja sama dengan Inafis di kepolisian metropolitan di London,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 21 Januari 2019.

Serangan paling menyita perhatian publik adalah yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. Ia disiram air keras oleh dua pria pengendara motor usai menunaikan salat subuh di masjid dekat rumahnya, Selasa 11 April 2017.

Penyidik KPK Novel Baswedan (Merdeka.com/Hari Ariyanti)

Tindakan biadab itu menyebabkan mata Novel menjadi rusak. Presiden Jokowi memerintahkan Polri untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas. Namun, hingga kini, pelaku tak juga terjerat meski peristiwa telah terjadi hampir dua tahun.

Kemampuan satgas yang dibentuk Kapolri untuk mempercepat penuntasan kasus ini pun diragukan. Novel mengatakan tim tersebut tidak jauh berbeda dengan tim lama yang gagal menyelidiki kasusnya hingga tuntas.

“Kalau penyidiknya saja diberi surat tugas baru, rasanya permasalahannya bukan di situ,” kata Novel, 15 Januari lalu.

3 dari 3 halaman

Perlindungan Anggota

Sejak teror menerpa Novel Baswedan, komisioner KPK meminta perlindungan lebih untuk para pengungkap kasus korupsi di lembaganya.

“Untuk melindungi, mengantisipasi, dan mitigasi risiko terhadap penyerangan itu sudah kami koordinasikan dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya,” ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 17 Mei 2017.

Dia mengatakan, beberapa penyidik, penyelidik, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK kini diberikan izin memegang senjata api. Hal itu untuk melindungi diri dari berbagai serangan teror.

“Beberapa jaksa yang menangani perkara yang kita nilai risikonya tinggi ada pengawalan juga, termasuk ke penyidik. Dan kita juga sudah mengajukan izin penggunaan senjata api, kita punya hampir 100. Selain pengawalan dari aparat kepolisian, kita akan persenjatai,” jelas Alex.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (dua kiri) berjabat tangan dengan mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kanan) di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7). Novel disambut langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo dan jajarannya. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Namun, tak semua jaksa, penyidik, dan penyelidik KPK bersedia memegang senjata api. Termasuk Alex, dirinya enggan untuk memegang senjata api.

“Ya ada sebagian (yang pegang senjata api), enggak semua. Enggak mau ambil risiko juga, kalau enggak bisa tanggung emosi kan juga sulit. Kita tawarkan juga, enggak semua mau kok,” ucap Alex.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengiyakan perkataan Alex. Dia menegaskan KPK mengurus izin memegang senjata bagi penyidik, penyelidik, dan jaksa di lingkungan lembaga itu.

“Kita sedang mengurus senjata yang izinnya sempat tertunda supaya segera dikeluarkan. Ini adalah langkah pengamanan lebih lanjut bagi penyidik, penyelidik, dan jaksa KPK, akan terus dilakukan. Mudah-mudahan bisa kita cegah (teror kepada pegawai KPK),” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, di Gedung KPK, Jumat 19 Mei 2017.

Agus menambahkan, KPK akan terus memperbaiki sistem pengamanan bagi mereka. Perbaikan itu bisa meliputi penambahan pengawalan dan juga nomor kontak darurat saat serangan terjadi.

“Kita akan tambah pengawalan. Kita akan lakukan siapa yang bisa dihubungi kalau ada apa-apa,” ujar Agus.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Sidang Suap Meikarta, Sekretaris Lippo Bantah Beri Duit Rp 10 M

BandungSekretaris Direksi PT Lippo Cikarang, Melda Peni Lestari membantah memberikan uang Rp 10,5 miliar ke Kadiv Lippo Cikarang, Edi Dwi Soesianto terkait suap Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin.

“Apakah saudara saksi pernah mengeluarkan uang Rp 10,5 miliar? tanya jaksa dalam persidangan di PN Bandung, Senin (4/2/2019).

“Saya nggak pernah mengeluarkan uang Rp 10 miliar,” jawab Melda.

Melda juga membantah pernah berkomunikasi dengan pegawai Lippo Group, Henry Jasmen Sitohan yang juga berstatus terdakwa.

“Tidak pernah (komunikasi),” jawab Melda.

Jaksa pada KPK kemudian menampilkan tangkapan pesan WhatsApp antara Melda dan Henry. Dalam komunikasi WA itu, Henry menanyakan perihal ‘paket’ yang ada di Melda.

“Tadi siang saya dapat info dari Crish bahwa ada paket yg dititipkan ke ibu untuk saya dan Pak Fitra?,” tanya Henry dalam tampilan percakapan WA sebagaimana ditunjukkan dalam layar di persidangan.

“Ada di aku pak,” jawab Melda dalam chatingan WA.

Jaksa menanyakan maksud dari istilah ‘paket’ dalam percakapan. Melda mengaku tidak mengetahuinya.

“Maksudnya apa paket itu?,” cecar jaksa.

“Saya tidak tidak tahu,” jawab Melda.

“Lalu yang ada di aku itu apa?,” tanya jaksa lagi.

“Setahu saya Pak Crish pernah ketinggalan headset di kantor saya. Saya kira maksudnya paket itu headset,” kata Melda.

Dalam surat dakwaan, Melda disebut memberikan Rp 10,5 miliar kepada Edi Dwi Soesianto selaku Kepala Divisi Land Acquisition and Permit PT Lippo Cikarang.

Melda memberikan uang itu kepada Edi Dwi atas persetujuan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto untuk menyuap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, yang telah mengeluarkan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPTT) proyek Meikarta. Pemberian uang itu disebut dalam dakwaan dilakukan di helipad PT Lippo Cikarang.
(mud/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Teror Menerpa Pegawai hingga Pimpinan KPK

Liputan6.com, Jakarta – Lagi, pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan teror. Teror yang baru saja terjadi adalah dua pegawai KPK dianiaya orang tak dikenal di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 2 Februari 2019.

“Dua Pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sebelum peristiwa terjadi kedua pegawai tersebut tengah bertugas untuk mengintai adanya dugaan praktek korupsi. Sedangkan saat penganiayaan terjadi, kedua pegawai sempat memperlihatkan surat tugas yang dikantonginya. Akan tetapi, penganiayaan tersebut terus berlangsung.

Namun jauh sebelum itu, penyidik KPK Kompol Apip Julian Miftah juga pernah diteror. Saat itu, sebuah kotak yang diduga bom ditemukan di depan rumah Apip, Minggu 5 Juni 2015 malam.

Berikut rangkaian teror yang sempat dialami pegawai hingga pimpinan KPK dihimpun Liputan6.com:

2 dari 7 halaman

1. Teror Bom Palsu

Penyidik KPK Kompol Apip Julian Miftah juga pernah diteror. Saat itu, sebuah kotak yang diduga bom ditemukan di depan rumah Apip, Minggu 5 Juni 2015 malam.

Rumah yang beralamat di Jalan Anggrek, Blok A Nomor 160, Perumahan Mediterania Regency, Kelurahan Cikunir, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi itu diteror oleh orang tidak dikenal dengan cara menyimpan kotak yang isinya lilitan dibungkus lakban di depan pagar rumah Apip, sekitar pukul 23.00 WIB.

Kepala Polresta Bekasi Kota AKBP Asep Edi Suheri memastikan bahwa kotak tersebut bukan alat peledak bom. Dari hasil pengecekan Tim Gegana diketahui bahwa isi kotak hanya styrofoam yang dililit kabel dan tidak memiliki daya ledak apa pun.

“Kepastian itu setelah Tim Gegana melakukan pengecekan benda diduga bom di lokasi kejadian,” kata Asep Edi Suheri kepada wartawan di Bekasi, kala itu.

Asep mengatakan, kejadian itu murni ulah dari pihak yang tidak bertanggung jawab, dan hanya ingin membuat korbannya khawatir dengan aksi teror yang dilakukan.

Namun, bukan kali ini saja Apip mendapatkan teror. Sebelumnya dia juga pernah diteror dengan cara yang berbeda-beda dalam sepekan ini. Teror pertama pelemparan telur busuk dan pengempesan ban menggunakan benda tajam, penyiraman air keras ke mobil, dan terakhir ancaman bom yang diletakkan di gerbang rumah korban.

3 dari 7 halaman

2. Kasus Novel Baswedan

Novel Baswedan kala itu sedang berjalan kaki sendirian di kompleks rumahnya usai melaksanakan salat Subuh pada Selasa, 11 April 2017. Ia rupanya menjadi target penyerangan.

Dua orang yang berboncengan sepeda motor menyiramkan air keras ke wajahnya. Cairan asam pekat tersebut mengenai bagian mata. Sakitnya bukan kepalang. Menurut Novel, rasanya seperti bola mata dicabut paksa dari akarnya.

Operasi demi operasi dijalani hingga ke Singapura. Namun, baru mata kanannya yang pulih. Peristiwa itu membekas dalam diri Novel Baswedan, secara fisik juga psikis.

Apa yang dialami Novel Baswedan ini juga membuka mata banyak orang, tentang risiko yang dihadapi para penyelidik KPK. Namun, hingga kini, kasus tersebut belum juga terungkap. Puluhan saksi sudah diperiksa dan nomor hotline center sudah disebar untuk membuat kasus ini terang. Hasilnya, nihil.

Komjen Ari Dono Sukmanto yang saat itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri mengungkapkan, penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan masuk dalam kategori hit and run. Kasus semacam ini, kata dia, sulit untuk diungkap.

“Jadi itulah yang saya sampaikan, kalau model kasus-kasus hit and run ini memang relatif sulit,” kata Ari di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 2 November 2017.

Bahkan, menurut Ari, kasus semacam ini baru bisa terungkap setelah bertahun-tahun diselidiki. Artinya, butuh waktu lama untuk mengungkapnya.

“Ada yang sudah empat tahun baru ketangkap dia pelakunya,” ucap Ari.

4 dari 7 halaman

3. Teror Pimpinan KPK

Sebuah botol berisi spirtus dengan sumbu, mirip bom molotov, ditemukan di depan garasi sebuah rumah di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan. Jam masih menunjukkan pukul 05.30 WIB, hari itu, Rabu 9 Januari 2019.

Rumah tersebut merupakan kediaman Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhamad Syarif.

Setelah dicek melalui CCTV, rupanya, sekitar pukul 01.00 WIB, ada dua orang mencurigakan beraktivitas di depan rumah Laode Syarif.

Laode mengaku tak tahu kejadian ini berhubungan dengan kasus yang tengah ditangani KPK atau tidak. Dia mengatakan, hal tersebut merupakan risiko dari sebuah pekerjaan.

“Biasa lah itu kerja di KPK , saya santai aja. Iya ada pengamanan dari Polri ya yang mengamati rumah, insyaallah oke, aman. (Kaitan dengan kasus yang tengah ditangani KPK?) Kami juga enggak tahu ya,” kata Laode saat ditemui di kedamaian di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Jakarta Selatan, Rabu 9 Januari 2019.

Sementara itu, sebuah benda mirip bom ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat. Benda itu terdiri dari beberapa kabel, pipa, paku, detonator, baterai, dan serbuk itu sebagai bom rakitan atau fake bomb (bom palsu).

Polri pun memastikan benda mencurigakan yang ditemukan di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo adalah fake bomb atau bom palsu. Kesimpulan itu diperoleh setelah benda menyerupai bom rakitan itu diuji di laboratorium forensik Polri.

“Yang di rumah Pak Agus itu adalah fake bomb atau bom palsu, jadi itu bukan bom,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal.

Memang benda yang ditemukan terdiri dari beberapa kabel, pipa paralon, baterai dan material lain menyerupai bom rakitan. Namun polisi memastikan benda itu tidak berbahaya. Serbuk putih yang ditemukan juga bukan kategori bahan peledak.

“Tidak merupakan firing divices yang selayaknya bom. Detonator tidak ada sama sekali,” tuturnya.

5 dari 7 halaman

4. Ditabrak Motor

Kejadian pegawai KPK ditabrak motor terjadi saat penangkapan mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Wisnu Wardhana. Penangkapan terpidana kasus korupsi itu berlangsung dramatis sebelum akhirnya digelandang menuju Kejaksaan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

Tidak seperti koruptor lain ketika terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), Wisnu diciduk di jalanan. Dia ditangkap dalam mobil yang dikendarai anaknya.

Menurut Kasi Penkum Kejati Jatim, Richard Marpung, mobil yang membawa Wisnu tak mau berhenti ketika dikejar. Bahkan, sampai masuk ke gang-gang.

Tak kehabisan akal, tim kejaksaan mengejar menggunakan sepeda motor.

“Saat penggerebekan Wisnu mengenakan jaket, topi dan masker. Mobil tersebut sengaja tidak bersedia menghentikan laju kendaraannya ketika petugas menghentikannya,” tutur Richard, Rabu, 9 Januari 2019.

Richard mengungkap, Wisnu Wardana telah menjadi kejaran tim kejaksaan selama sebulan terakhir.

Pada akhirnya, tim Kejari Surabaya berhasil mengadang mobil yang membawa Wisnu. Tim menahan laju mobil tersebut di tengah jalan.

Namun bukannya berhenti, mobil tersebut justru tetap melaju dengan sengaja. Akibatnya, salah satu sepeda motor yang dikendarai tim kejaksaan ditrabak dengan cukup kencang.

“Setelah Wisnu berhasil didahului, sepeda motor petugas itu langsung berhenti di tengah jalan untuk menghalangi laju mobilnya. Namun, mobil tersebut justru menabrakkan mobilnya ke sepeda motor petugas,” kata Richard.

Akibatnya, ban depan mobil itu tersangkut sepeda motor yang ditabrak. Mobil tersebut tidak dapat melaju lagi.

6 dari 7 halaman

5. Pegawai KPK Dianiaya

Dua pegawai KPK dianiaya orang tak dikenal di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 2 Februari 2019.

“Dua Pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi di Jakarta Minggu, 3 Februari 2019.

Febri menjelaskan, sebelum peristiwa terjadi kedua pegawai tersebut tengah bertugas untuk mengintai adanya dugaan praktek korupsi. Sedangkan saat penganiayaan terjadi, kedua pegawai sempat memperlihatkan surat tugas yang dikantonginya.

Akan tetapi, kata Febri, penganiayaan tersebut terus berlangsung. Bahkan saat ini kedua pegawai harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi, karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah,” paparnya.

Karena hal itu, Febri mengatakan pihaknya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya. Dia juga mengaku sangat menyesalkan adanya perbuatan melanggar hukum tersebut.

“Kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” jelasnya.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Timnas Indonesia U-22 Tantang Bhayangkara FC di Stadion Patriot

Jakarta – Timnas Indonesia U-22 bakal meladeni Bhayangkara FC pada uji coba di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (6/2/2019). Direktur Teknik Bhayangkara FC Yeyen Tumena mengungkapkan hal tersebut. 

Meski telah mengungkapkan jadwal dan tempat agenda uji coba, Yeyen belum membocorkan terkait harga dan jumlah tiket yang akan didistribusikan kepada masyarakat.

“Untuk pertandingan melawan Timnas Indonesia U-22 akan digelar di Stadion Patriot pada 6 Februari 2019 pukul 15.30 WIB. Pertandingan tersebut bisa disaksikan oleh umum dan kami akan jual tiket,” kata Yeyen kepada wartawan.

“Kami mau koordinasi dahulu dengan PSSI. Panpelnya itu dari Bhayangkara FC, tetapi perangkat pertandingan dan tanggung jawab itu dari PSSI,” ujar Yeyen.

Uji coba melawan Bhayangkara FC merupakan agenda pertama Timnas Indonesia U-22 setelah pemusatan latihan, sejak 7 Januari 2019. Laga ini digelar untuk mempersiapkan Garuda Muda tampil di Piala AFF U-22 2019.

Setelah bersua Bhayangkara FC, Timnas Indonesia U-22 kembali melakoni uji coba melawan Arema FC. Rencananya, duel tersebut bakal diselenggarakan pada 10 Februari 2019.


Sumber: Bola.com

Lebih Murah, Sebagian Besar Jalur LRT Cibubur-Bogor Dibangun Menapak Tanah

Liputan6.com, Jakarta – Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero), Budi Harto, mengatakan bahwa 70 persen lintasan LRT Jabodebek Fase II rute Cibubur-Bogor bakal dibangun landed atau menapak tanah.

“70 persen menapak di tanah. ke arah Bogor banyak yang luang jadi bisa grounded,” kata dia, saat ditemui, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

“Perlintasan sebidang yang berat elevated. Perlintasan sebidang yang berat itu pilihan ada dua elevated atau underground,” lanjut Budi.

Dia pun mengakui bahwa pembangunan lintasan yang menapak di tanah (landed) jauh lebih murah dibandingkan jika dibuat melayang atau elevated.

“Beda antara elevated dan menapak tanah, di pekerjaan sipilnya saja. Kira-kira bisa turun banyak,” katanya.

“(Bisa turun) Rp 150 miliar sampai 250 miliar bisa. Memang mahal elevated. Karena tahu sendiri kan buat pondasi 40 meter, tiangnya,” jelas dia.

Akhir Karya mengaku siap mengerjakan proyek LRT Fase II tersebut. Namun dia menegaskan bahwa untuk memulai pembangunan, tentu harus ada instruksi lebih dulu dari pemerintah.

“Bogor-Cibubur kami sudah siap dengan desain. Kalau diinstruksikan oleh pemerintah untuk mulai kami siap mulai. Ini kan belum diinstruksikan pemerintah. Kalau besok perintah, lusa kerja,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Adhi Karya Ungkap Perbandingan Biaya Bangun LRT di Berbagai Negara

Sebelumnya, manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) klaim pembangunan proyek light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) Tahap I terbilang murah.

Dibanding negara-negara tetangga, Indonesia bahkan menawarkan biaya yang kompetitif untuk pembangunan proyek LRT.

“Sebagai perbandingan untuk pembangunan LRT Manila di Filipina sebesar Rp 904 miliar/km, LRT Kelana Jaya di Malaysia sebesar Rp 807miliar/km, LRT Lahore di Pakistan Rp 797 miliar/km,” ucap Direktur Operasi II PT Adhi Karya (Persero) Tbk Pundjung Setya Brata di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dia menggambarkan, pembangunan LRT di negara-negara besar lain di dunia bahkan menelan biaya yang cukup fantastis. 


“Untuk perbandingan, LRT Lahore di Pakistan Rp 797 miliar/km dan LRT Dubai di Uni Emirat Arab Rp1,026 miliar/km, LRT Calgary di Kanada sebesar Rp 2,197 miliar/km dan LRT Houston di Amerika Serikat sebesar Rp 688 mlliar/km,” ujar dia.

Oleh sebab itu, dia menegaskan, pembangunan LRT ini telah sesuai dengan pertimbangan Perseroan. Perusahaan juga telah mensurvei secara detail terkait pembangunan LRT dengan skema elevated itu.

“Kami sudah berusaha memikirkan semuanya supaya lebih optimum. Jadi kalau mau kita compare, atau bolehlah dicek pembangunan di luar negeri ya. Supaya bisa clearperbandinganya,” ujar dia.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla kritik pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) yang menelan biaya sampai Rp 500 miliar per kilometernya (km).

Dia menuturkan, pembangunan LRT dengan skema elevated atau melayang tersebut terlalu mahal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Mesin Bor Raksasa Tiba, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Liputan6.com, Jakarta – Pelaksanaan Konstruksi Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dikebut dengan hadirnya Tunnel Boring Machine (TBM) yaitu alat bor yang didatangkan khusus dari Negeri Tirai Bambu dan telah mendarat di Lokasi Tunnel #1 Halim Km 3+600, Jakarta.

TBM KCJB tersebut berangkat dari Zhanghuabang Wharf, Shanghai, China, dengan kapal ‘Phoenix Pine’ ke Tanjung Priok.

Proses administrasi dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Utama, Tanjung Priok, mendukung tibanya TBM di lokasi Tunnel #1 Halim dengan tepat waktu.

“Tunnel Boring Machine ini nantinya mampu membuat terowongan untuk dua jalur kereta cepat sehingga saya yakin, progres pembangunan kereta cepat yang ditargetkan 60 persen dapat tercapai,” tegas Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra, Kamis (31/1/2019).

Metode Shield Tunneling dengan Tunnel Boring Machine di Tunnel #1, Tunnel boring machine super besar yang berbobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 m dan panjang mencapai 105 m ini akan beroperasi di daerah Halim.

Cara kerja mesin bor ini menggunakan Metode Shield Tunneling untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 m yang merupakan bagian dari 22 titik penting pekerjaan konstruksi KCJB.

Pengerjaannya menggunakan metode Shield Tunneling dikarenakan titik kritis ini berlokasi di Km 3+600 melewati jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang notabene merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.

2 dari 3 halaman

Tak Akan Ganggu Lalu Lintas

Penggunaan TBM ini diyakini oleh Chandra sama sekali tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta – Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan Shield Tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode Drill, blasting atau metode lainnya.

Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah dimana pengerjaannya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas yang ada diatasnya. Selain itu, TBM juga digunakan pada titik ini karena sesuai dengan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma yang mengatur ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan.

Perakitan alat TBM akan memakan waktu sekitar 45 hari dengan target di bulan Maret akan segera dilanjutkan dengan operasi.

“TBM akan bekerja secara signifikan dengan pengeboran selama 24 jam tanpa henti. Optimalisasi pengeboran pada titik ini rata-rata sebesar 8 – 10 meter per hari sehingga diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di titik ini,” ungkap Chandra.

Dia juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung ini pada tahun 2021.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sindiran Keras Menko Luhut ke Prabowo: Neneknya Menteri Utang

Liputan6.com, Jakarta – Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto sebelumnya sempat menyinggung soal menteri pencetak utang. Pernyataan ini membuat Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara di DBS Insights Conference di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Luhut mengatakan apa yang dikatakan oleh Prabowo tidak seharusnya diucapkan, karena menurutnya utang yang dimiliki oleh Indonesia untuk meningkatkan prasarana yang ada di Indonesia. Seperti misalnya pembangungan kawasan ekonomi terpadu yang ada di kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta (BEKAPUR).

“Saat ini kita akan segera finalisasikan kawasan BEKAPUR, karena 60 persen kawasan industri kita berada di sana dan akan dijadikan kawasan ekonomi terpadu. Di situ akan kita buat dan sekarang sedang di finalisasi dan negosiasi oleh Hyundai mobil listrik,” jelasnya.

“Karena nanti Patimban juga akan menjadi tempat pelabuhan, jadi semua mobil besar (truk) tidak akan melewati priok lagi. Dan ini akan mengurangin trafic truk yang ada di Jakara,” sambungnya.

Luhut pun menambahkan bahwa saat ini, ia telah membuat perjanjian dengan Australia dan akan mendistribusikan mobil listrik ke Marowali dan itu akan memakan biaya USD 4 miliar. Hal ini lah yang menjadikan alasan mengapa Indonesia membutuhkan untuk berhutang.

“ Saya tidak akan mengkhianati anak buah dan komandan saya yang telah gugur di daerah operasi, dan saya telah berjanji pada diri saya bahwa di hari tua ini, dan karena saya juga sebagai salah satu pengambil keputusan, saya akan membangun Indonesia dan tidak menjadikan Indonesia sebagai benteng kredit, jadi orang yang bilang menterinya utang maka neneknya menteri utang,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Sri Mulyani: Utang Itu Bukan Sesuatu yang Najis

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menghadiri acara rapat kerja nasional Kementerian Agama (Kemenag) RI di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (23/1). Dalam sambutannya, dia meminta bantuan Kemenag agar dapat ikut mengedukasi masyarakat terkait utang negara yang banyak disalahartikan oleh masyarakat.

Dia menyebutkan, saat ini utang menjadi topik yang sangat seksi dan banyak diperbincangkan publik. Terlebih saat ini merupakan tahun politik di mana isu tersebut digoreng banyak pihak.

“Saya memohon bantuan. Pertama saya mohon kemenag ikut membantu saya menjelaskan mengenai masalah utang. Susah ya. Kenapa? Enggak bisa bu, nanti bisa juga,” kata Menkeu Sri Mulyani di hadapan Menteri Agama RI Lukman Hakim dan seluruh peserta rakernas. 


Dia menanyakan di antara peserta rakernas yang hadir berapa jumlah dosen IAIN. Hadirin serempak menjawab dan bersuara.

“Berapa di sini yang merupakan dosen IAIN? atau pengurus? Berapa banyak kampusnya yang dibangun oleh uang negara? Berapa banyak yang kampusnya dibangun dengan surat berharga syariah negara?,” ujarnya.

Semua serentak kompak menjawab “Semua”.

Kemudian Menkeu menyatakan seharusnya para pengajar tersebut ikut mengedukasi terkait utang negara. Sebab kampus tersebut didanai oleh instrumen utang.

“Ya itu mestinya bapak bicara dong (mengenai utang). Itu adalah instrumen utang. Utang itu bukan sesuatu yang najis,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahkan pengelolaan utang diatur dalam kitab suci umat islam yaitu Al-Quran. Tepatnya ada di surat Al-Baqarah. Dia mengaku mengacu pada ayat tersebut dalam mengelola utang negara.

“Harusnya kamu di dalam mengelola utang harusnya teliti gitukan kalau kita lihat isinya. Catatlah utang secara teliti dan hati-hati. Ya saya mengikuti itulah. Kalau saya enggak mengikuti itu enggak mungkin saya menjadi Menteri Keuangan terbaik di dunia,” ujarnya disambut tawa para peserta rakernas.

Dia menegaskan pihaknya mengelola APBN secara hati-hati dan bertanggungjawab. “Itu bukan karena saya makhluk bergama tapi juga prinsip profesionalisme kita mengelola keuangan negara,” tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Berita dari Bekasi: Ada Meikarta, Sampah, Hingga Udang Jokowi

detikFlash

Cerita kembali datang dari Bekasi, di mana sebelumnya ramai soal korupsi proyek Meikarta yang menyeret Bupati Bekasi Neneng Khasanah, lalu heboh juga soal Kali Pisang Batu yang dipenuhi sampah.  Nah yang terbaru ini, tangan Presiden Joko Widodo  terluka dipatil udang saat memanen hasil udang di Muara Gembong, Bekasi.

Embed Video

Nugroho Tri Laksono – 20DETIK
Kamis, 31 Jan 2019 08:40 WIB

Top 3: Menteri PANRB Ungkap Hasil Tes CPNS Kahiyang Ayu

Liputan6.com, Jakarta Putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu pernah mengikuti seleksi tes CPNS 2017 sebagai Pemeriksa Pertama Pemerintah Kota Surakarta. Dalam tes tersebut, Kahiyang tidak berhasil lolos CPNS.

Total capaian poin Kahiyang adalah 300, terdiri dari nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 50, Tes Intelegensia Umum (TIU) 95, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 155.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan fakta hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2017 (CPNS 2017) milik putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu.

Artikel tentang Kahiyang Ayu menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Kamis (31/1/2019)

1. Menteri PANRB Ungkap Hasil Tes CPNS Kahiyang Ayu

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan fakta hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2017 (CPNS 2017) milik putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu.

Dikutip dari Antara, Kahiyang Ayu memang pernah mengikuti seleksi tes CPNS 2017 sebagai Pemeriksa Pertama Pemerintah Kota Surakarta. Lantas, bagaimana hasilnya?

Berita selengkapnya

2. Jokowi Ajak Ibu-Ibu Tukar Sampah Jadi Emas

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hari ini kembali bertemu dengan 616 nasabah program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi. Seperti pertemuan sebelumnya, Jokowi berpesan untuk bisa menggunakan pinjaman dana Mekaar lebih produktif.

Hanya saja di kesempatan ini, Jokowi juga mengajak para ibu-ibu nasabah Mekaar untuk mulai peduli terhadap lingkungan. Caranya dengan mengumpulkan sampah dan ditukarkan dengan tabungan emas.

Program tukar sampah dengan tabungan emas ini merupakan sinergi antara PNM dengan PT Pegadaian (Persero), yang salah satu produknya adalah tabungan emas.

Berita selengkapnya

3. Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam 8 Bulan

Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam delapan bulan pada perdagangan Selasa, di tengah keraguan seputar hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China dan menjelang pengumuman Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Rabu (30/1/2019), harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.310,60 per ounce pada pukul 2.53 siang waktu New York. Pada sesi ini, harga emas sempat mencapai level tertinggi sejak 15 Mei atau selama 8 bulan di USD 1.311,67 per ounce.

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik USD 5,80 ke level USD 1.308,90 per ounce.

Berita selengkapnya