Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Terancam 3 Tahun Bui

Jakarta – Polisi menangkap Umar Kholid Harahap (28) yang diduga menyebarkan kabar bohong (hoax) Presiden Joko Widodo (Jokowi) berijazah palsu. Atas perbuatannya, Umar terancam pidana 3 tahun penjara.

“Betul, tersangka adalah ditangkap dan saat ini masih diperiksa,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (19/1/2019).

Umar disangkakan pasal berlapis yakni Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. Dari ketiga pasal tersebut, ancaman hukuman paling tinggi ada di Pasal 14 ayat 2 UU 1/1946.


Bunyinya sebagai berikut:

Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Polisi menangkap Umar pada Sabtu (19/1) dini hari pukul 00.30 WIB di kediamannya, Bekasi Timur, Jawa Barat.

Umar menyebarkan hoax ijazah Jokowi palsu lewat akun media sosial Facebook miliknya. Umar beralibi membuat posting-an untuk mencari tahu kebenaran soal ijazah Jokowi palsu.

Kepala SMAN 6 Surakarta memastikan ijazah Jokowi asliKepala SMAN 6 Surakarta memastikan ijazah Jokowi asli (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

“Yang bersangkutan sengaja menyebarkan berita hoax dengan menggunakan akun FB-nya. (Motif) untuk mengetahui kebenaran tentang berita ijazah tersebut,” ujar Dedi.

Sama seperti pernyataan pihak sekolah, Dedi menyatakan ijazah Jokowi asli. “Ijazah Pak Jokowi adalah asli, sesuai penjelasan sekolah,” ucap Dedi.

Umar tidak ditahan. Dia diperiksa di Direktorat Siber Bareskrim Polri. Penyidik menyita beberapa barang bukti dari tersangka, antara lain satu ponsel beserta dua buah SIM card, satu akun Facebook, dan e-mail milik tersangka. Untuk memperkuat alat bukti penyidikan, polisi melakukan tahapan digital forensik terhadap barang bukti yang disita.

Sebelumnya, ijazah SMA Jokowi dituding palsu lantaran tertulis lulus pada 1980. Netizen menganggap SMAN 6 Surakarta tempat Jokowi bersekolah baru berdiri pada 1986. Sementara di ijazah Jokowi tertuliskan SMPP. SMPP adalah Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan yang merupakan cikal bakal SMAN 6 Surakarta.

Kepala SMAN 6 Surakarta, Agung Wijayanto, mengatakan Jokowi merupakan siswa SMPP. Dia memastikan ijazah Jokowi tersebut asli.

“Iya benar ijazahnya asli. Cuma memang capnya berbeda, tulisannya SMPP (SMA 6),” kata Agung saat ditemui detikcom di SMAN 6 Surakarta, Kamis (17/1).
(jbr/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BMKG: Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang

Liputan6.com, Jakarta – Lewat laman resminya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperingati warga Ibu Kota potensi hujan disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah DKI Jakarta, Minggu (20/1/2019). 

“Waspada potensi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Jakbar, Jaksel, dan Jaktim pada siang dan malam hari,” bunyi peringatan dini dari BMKG tersebut. 

Selain ketiga wilayah di atas, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu juga diperkirakan diguyur hujan dari pagi hingga malam hari.

Kondisi yang sama juga dilaporkan terjadi di empat kota penyangga Ibu Kota, yaitu Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Curah hujan yang turun dari ringan hingga sedang.  

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Sabtu (19/1/2019):












 Kota   Pagi   Siang  Malam 
 Jakarta Barat  Hujan Lokal  Hujan Sedang  Hujan Lokal 
 Jakarta Pusat  Hujan Lokal  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Jakarta Timur  Hujan Lokal  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Jakarta Utara  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu  Hujan Petir   Hujan Lokal  Berawan
 Bekasi  Hujan Ringan  Hujan Sedang   Berawan
 Depok  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Berawan
 Bogor  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Berawan
 Tangerang  Hujan Lokal  Berawan  Hujan Sedang
2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pembangunan Jalan Tol Belum Bisa Turunkan Biaya Logistik

Liputan6.com, Jakarta – Konektivitas di Pulau Jawa kini semakin berkembang. Terutama dengan banyak dibukanya ruas-ruas jalan tol baru yang menghubungkan banyak daerah. Namun kondisi tersebut masih menyisakan satu permasalahan. Yaitu tarif yang tidak murah.

Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebutkan, persoalan tarif tersebut membuat tujuan utama pembangunan tol yaitu menekan biaya logistik atau logistic cost menjadi tidak tercapai.

Dia menyebutkan, tarif tol yang tinggi tidak akan menjadi masalah bagi pengguna kelas menengah ke atas yang menggunakan mobil pribadi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi truk-truk logistik.

“Tarif tol dari Jakarta – Surabaya andaikan itu mencapai lebih dari Rp 300 ribu sekali jalan, buat kelas menengah masih affordable. Pertanyaan pentingnya sebenarnya yang harus lebih dilihat adalah tuntutan dari jasa logistik yang mengeluh karena tarif tol yang lebih mahal dan berkali-kali lipat itu terjadinya lebih parah pada transportasi logistik. Karena dipisahkan yang mobil pribadi sama yang logistik dan harganya lebih mahal,” kata Bhima, Sabtu (19/1/2019).

Bhima mencontohkan, saat tol Cipali beroperasi berdasarkan data sebanyak 30 persen truk logistik malah beralih menggunakan jalan arteri atau jalan umum dalam perjalanannya.

Bhima mengungkapkan, ada hal lain selain tarif yang menjadi penyebab kondisi tersebut. Yaitu adanya faktor sosial budaya yang luput dari perhatian pemerintah saat membangun jalan tol.

“Kenapa truk dibikinin jalan tol masih lewat jalan arteri? yang pertama kalau soal tarif mahal itu masih rasional. Yang kedua miss di culture, di sini supir truk itu mau mampir bentar – bentar di Pantura. Sopir truk itu bukan sopirnya lamborghini atau Ferrari yang butuh kecepatan 100 km per jam atau 200 km per jam, truk itu jalannya 15 sampai 20 km per jam. Jadi buat apa saya masuk jalan bebas hambatan kalau speed sama dengan jalur arteri,” ujar Bhima.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Tol Dinikmati Kalangan Menengah ke Atas

Kemudian yang terjadi adalah jalan tol yang harusnya mampu menekan logistic cost tidak dapat tercapai. Jalan tol hanya dinikmati oleh kaum menengah ke atas yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi.

“Sudah susah payah dipaksakan harus membangun jalan tol, tetapi penikmat yang harusnya diprioritaskan itu angkutan logistik tidak mendapatkan kenikmatan, malah akhirnya kembali kepada jalan arteri. Dan saya masuk pada paham yang lebih radikal, jangan-jangan yang kita butuhkan di Indonesia khususnya menyambungkan Jawa itu bukan jalan tol, justru memperbesar jalur arteri itu multiplier efectnya lebih besar,” ujarnya.

Bhima mengungkapkan, ada alternatif solusi mahalnya jalan tol bagi kendaraan logistik. Yaitu adanya subsidi dari APBD. Sebab pengelola jalan tol tidak mungkin menurunkan tarif karena mereka mengejar waktu balik modal atau break event point secepat-cepatnya.

“Kecuali skemanya adalah APBD subsidi angkutan yang masuk ke jalan tol diskon 50 persen subsidinya masuk ke dalam APBD setiap daerah yang dilintasi jalan tol. Itu salah satu juga bagaimana konsep untuk menurunkan tarif tol,” tutupnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

FOTO: Melihat Monyet Ekor Panjang Mencari Makan di Suaka Margasatwa Muara Angke

Wakil Presiden, Jusuf Kalla saat melihat makanan prasmanan untuk jurnalis di Main Press Center (MPC) atau Media Center Asian Games di JCC, Jakarta, Selasa (14/8). (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Wapres Jusuf Kalla (JK) mendatangi TPS 03 Kelurahan Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (19/4). Ditemani istri, Mufidah Kalla dan sang cucu, JK memberikan suaranya pada Pilkada DKI putaran kedua di TPS bernuansa Betawi tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Ilustrasi hoax (iStockPhoto)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melukai 5 anggota TNI yang mengawal tim survei Papua Terang di Distrik Wagemuka, Paniai, Papua....
Jubir KPK Febri Diansyah memberi keterangan terkait dugaan TPPU di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/5). KPK menjerat korporasi dengan sangkaan TPPU berkaitan dengan kasus yang menimpa Bupati Kebumen Mohamad Yahya Fuad. (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

BMKG: Akhir Pekan, Jakarta Hujan Disertai Petir

Liputan6.com, Jakarta – Memasuki akhir pekan, sebagian wilayah Jakarta diprediksi turun hujan ringan. Info ini berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dilansir dari laman resminya, Sabtu (19/1/2019).

Di mulai pagi ini, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang diperkirakan turun hujan. Sementara, wilayah Ibu Kota bagian selatan dan timur, berawan.

Siang harinya, hujan yang turun akan terjadi di semua wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Waspada, adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dilaporkan BMKG lewat peringatan dininya.

“Waspada potensi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Jaktim, Jaksel, dan Jakbar antara siang dan sore hari,” begitu isinya.

Sementara itu, cuaca cerah berawan akan menyelimuti wilayah Bekasi, Depok, dan Bogor di pagi hari. 

Namun, kondisi ini diperkirakan tak bertahan lama. Siang harinya ketiga kota penyangga berikut Tangerang bakal diguyur hujan berintensitas sedang.

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG,  Sabtu (19/1/2019):












 Kota  Pagi   Siang  Malam 
 Jakarta Barat  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Lokal
 Jakarta Pusat  Hujan Ringan  Hujan Lokal  Hujan Lokal
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Petir  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Berawan  Hujan Petir  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Hujan Ringan  Hujan Lokal   Hujan Lokal
 Kepulauan Seribu  Hujan Ringan  Berawan   Hujan Lokal
 Bekasi  Cerah Berawan  Hujan Sedang  Berawan
 Depok  Cerah Berawan  Hujan Sedang   Berawan
 Bogor  Cerah Berawan  Hujan Sedang   Berawan
Tangerang Berawan Tebal Hujan Sedang Cerah Berawan
2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Indonesia Harus Mampu Tingkatkan Nilai Tambah Industri Manufaktur

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa tantangan untuk sektor manufaktur Indonesia adalah meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk.

Dia mengakui bahwa saat ini produk manufaktur Indonesia masih belum terlalu meyakinkan jika dilihat dari sisi nilai tambah maupun diversifikasi produk.

“Jadi tantangan buat industri manufaktur kita adalah meningkatkan nilai tambah karena industri manufatur secara umum nilai tambah relatif rendah, produk relatif tidak unik, sehingga persaingan dengan negara lain begitu kuat,” kata dia, saat ditemui, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Karena itu, inovasi di sektor manufaktur yang berujung pada produk bernilai tambah harus terus didorong. Hal tersebut penting, agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah dan ekspor komoditas.

“Maka yang harus didorong adalah inovasi, dan inovasi produk, sehingga nantinya produk kita akan punya nilai tambah yang lebih tinggi dan relatif lebih unik, kalau sudah seperti itu nantinya produk kita akan lebih kompetitif secara ekspor, tidak lagi kita bergantung kepada sawit, batu bara, tergantung kepada minyak untuk mendapatkan devisa,” jelasnya.

Karena itulah, kata dia, revolusi industri yang mendorong pengembangan produk manufaktur yang memiliki nilai tambah sudah selayaknya dilakukan.

“(Revolusi industri) Tentunya bukan sudah siap, tapi harus disiapkan, karena sekarang gini kalau kita lihat struktur industri manufaktur kita untuk eskpor belum terlalu meyakinkan, artinya masih kalah dengan komoditas, padahal ke depan kita tidak boleh lagi tergantung pada komoditas, harus digantikan dengan produk yang punya nilai tambah lebih,” tandasnya.

2 dari 3 halaman

Hadapi Era Digital, Pekerja Sektor Manufaktur Harus Tingkatkan Keahlian

Sebelumnya, industri manufaktur Indonesia saat ini perlu mendapat perhatian khusus. Industri tersebut juga perlu didorong seiring kemajuan teknologi dan digitalisasi.

Ekonom Indira Hapsari mengatakan saat ini ada beberapa bahkan banyak orang takut dengan adanya kemajuan teknologi dan adanya otomatisasi. Ketakutan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya banyak pihak yang memperkirakan bahwa lapangan pekerjaan akan banyak hilang dengan adanya otomatisasi. 


“Namun sebenarnya ini tidak akan hilang. Sebenarnya lapangan pekerjaan masih tetap, hanya para pekerjanya harus dipersenjatai dengan kemampuan yang lebih baik,” kata Indira pada Rabu 5 Desember 2018.

Dia menyebutkan, industri manufaktur Indonesia disebut mengalami pelambatan pasca krisis yang terjadi 20 tahun silam. Setelah krisis 1998, tepatnya mulai era tahun 2000 terdapat tren perlambatan dalam sektor manufaktur Indonesia. Namun sektor tersebut masih menjadi elemen penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Sektor manufkatur untuk maju ini harus dibantu dan diperbaharui,” ujarnya.

Dengan demikian, digitalisasi ekonomi harus dijadikan momen untuk kembali membangkitkan sektor tersebut. “Sebenarnya Digital ekonomi punya potensi besar untuk lebih bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia jika didukung faktor-faktor yang tepat,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Petugas Temukan Gelembung Air Mendidih di Lokasi Pembuangan Limbah Bekasi

Liputan6.com, Bekasi – Ramadhan, Denda, dan Rangga tiga bocah korban luka bakar akibat limbah B3 siap menjalani operasi. Ketiganya menjalani operasi di Rumah Sakit Koja Jakarta Utara. Sebelumnya, ramadhan menolak dirawat.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (16/1/2019), namun akhirnya dibawa ke rumah sakit setelah lukanya semakin parah. Sementara, Denda dan Rangga lebih dulu dirawat sejak mengalami luka.

“Indikasinya luka bakar, luka bakar yang parah terjadi di kaki kanan,” kata Tim Medis Puskesmas Segera Makmur Susi.

Kepolisian dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bekasi telah mengobservasi lokasi pembuangan limbah ilegal di Desa Segara Makmur, Bekasi, Jawa Barat.

Petugas menemukan adanya gelembung pada kubangan air layaknya air mendidih. Sampel tanah di sejumlah titik di lokasi ini telah diambil. Namun, hingga kini belum bisa disimpulkan penyebab melepuhnya tiga kaki bocah yang sedang bermain di kawasan ini.

3 orang saksi termasuk pemilik lahan telah diperiksa kepolisian. (Rio Audhitama Sihombing) 

78.216 Rumah Akan Menikmati Gas Bumi pada 2019

Liputan6.com, Jakarta – 78.216 rumah akan menikmati gas bumi sebagai bahan bakar, seiring dengan pembangunan jaringan gas rumah tangga yang dilakukan pada 2019.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto mengatakan, tahun ini akan dilakukan pembangunan 78.216 sambungan rumah tangga jaringan gas di 17 kabupaten dan kota. Anggaran pembangunan tersebut sebesar Rp 799,96 miliar‎.

“Total jumlah sambungan adalah 74.216 SR,” ‎ kata Djoko, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1/2018).

Djoko menuturkan, berdasarkan rencana awal tahun ini Kementerian ESDM akan membangun jaringan gas rumah tangga di 18 kabupaten, tapi satu dihilangkan yaitu Bojonegoro. Kemudian pembangunannya akan dilakukan pada 2020.

“Kita mundurkan karena kajian belum selesai, nanti akan dimasukkan ke anggaran tahun depan,” tutur Djoko.


2 dari 2 halaman

17 Kabupaten dan Kota yang Jadi Target

Adapun 17 kabupaten kota yang akan menjadi target pembangunan di antaranya adalah kabupaten Aceh Utara sebanyak 5 ribu SR, kota Dumai 4.300 SR, lalu kota Jambi 2 ribu SR. Berikutnya adalah kota Palembang 6 ribu SR, kota Depok 6.230 SR, kota Bekasi 6.720 SR.

Kabupaten Karawang 2.681 SR, kabupaten Purwakarta 4.180 SR, kabupaten Cirebon 6.105 SR lalu kabupaten Lamongan 4 ribu SR kemudian ada kabupaten dan kota Mojokerto masing-masing 4 ribu SR. ‎

Berikutnya adalah kebupaten Pasuruan 4 riu SR‎, kabupaten Probolinggo 4 ribu SR, kabupaten Banggai 4 ribu SR, kabupaten Wajo 2 ribu SRserta kabupaten Kutai Kertanegara 5 ribu SR.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

6 Penampilan Tak Neko-Neko Istri Sandiaga Uno Saat Mendukung Suami

Liputan6.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Indonesia nomor urut 02, Sandiaga Uno menerima banyak dukungan di masa kampanye saat ini. Tidak terkecuali dari sang istri, Nur Asia, yang terlihat kerap menemani sang suami di berbagai kesempatan.

Sandiaga Uno dan Nur Asia mengikat janji suci pernikahan pada 1996 silam. Mengarungi bahtera rumah tangga lebih dari dua dekade, keduanya dikarunia tiga buah hati yakni Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan Sulaiman Saladdin Uno.

Tak hanya Sandiaga Uno, sosok Nur Asia pun tidak jarang menjadi sorotan publik. Ia setia menemani sang suami untuk menghadiri ragam kegiatan baik dan dibagikan melalui akun Instagram pribadi, @nurasiauno.

Menarik pula melihat penampilan Nur Asia yang kerap memadukan outfit berwarna senada. Sebut saja sebuah potret yang mengabadikan kebersamaan Nur Asia dan sang suami.

Ia mengenakan sweater abu-abu dan hijab berwarna senada. Penampilan Nur Asia turut didukung dengan sling bag, jam tangan hitam, serta kalung bernuansa gold. Selain itu, seperti apa gaya istri Sandiaga Uno ini? Simak rangkumannya berikut ini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

Kemeja Stripes Biru

Nur Asia tampil cantik dalam balutan kemeja bermotif stripes berwarna biru muda bersama pin Burung Garuda merah di dada kanan. Hijabnya pun berwarna senada yang dibarengi dengan celana panjang khaki dan kacamata frame hitam dan tali kacamata gold.

Potret ini diunggah Nur Asia di akun Instagram pribadi pada 13 Januari 2019 lalu. Kala itu, ia menghadiri bakti sosial USG gratis dan khitanan di Bekasi Barat.

3 dari 6 halaman

Batik Mega Mendung

Nur Asia juga trelihat kerap mengenakan batik. Salah satunya ketika hari Batik Nasional, ia tampil cantik dalam balutan batik bermotif Mega Mendung dengan dasar yang didominasi biru muda dan coklat muda. Hijab Nur Asia pun berwarna coklat muda.

Ia menambahkan kalung sebagai aksesori. Melalui kolom komentar, Nur Asia menyampaikan kekagumannya pada batik Megan Mendung.

Kalau motif batik kesukaan saya adalah motif Mega Mendung dari Cirebon. Kalau motif batik kesukaan kalian apa?” tulis Nur Asia pada 2 Oktober 2018 lalu.

4 dari 6 halaman

Kebaya Putih

Nur Asia kali ini mengenakan kebaya Betawi berwarna putih dengan beberapa detail cantik di beberapa bagian termasuk pergelangan tangan. Ia pun memilih hijab berwarna muda dengan menyematkan bros di bagian tengah.

Kala itu, Nur Asia diundang dalam diskusi di sebuah talk show yang membahas budaya Betawi dalam acara Kartini menginspirasi perempuan Jakarta zaman now.

5 dari 6 halaman

Dalam Balutan Hijau Muda

Pada sebuah acara pada Maret 2018 lalu, Nur Asia tampak mengenakan kebaya yang didominasi hijau muda. Kebaya ini dihiasi oleh banyak detail cantik dan dipadukan dengan hijab berwarna oranye dan kain coklat tua beragam motif.

6 dari 6 halaman

Tampil Kasual

Selain menghadiri berbagai acara formal, Nur Asia juga tampil kasual ketika menemani Sandiaga Uno. Salah satunya ketika ia mengenakan kemeja bermotif stripes dengan hijab abu-abu dan memakai celana jeans.

Jalani Uji Laik, Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Tersambung Penuh

Liputan6.com, Jakarta Setelah beroperasi secara fungsional pada periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) menjalani uji laik pada tanggal 10 dan 11 Januari 2019. Uji laik ini merupakan kewajiban sebelum suatu ruas tol resmi beroperasi penuh.

Uji laik ini dilakukan sejumlah unsur terkait antara lain dari Ditjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Balai II Pengelola Transportasi Darat Medan, dan Korlantas.

“Meskipun ada beberapa hal kecil yang perlu disempurnakan yaitu perbaikan rounding, saluran air dan penambahan rumput di lereng jalan tol. Dan ini akan diselesaikan dalam waktu kurang dari dua minggu,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT) Agus Suharjanto, Selasa (15/1/2019).

“Mudah-mudahan izin laik fungsi dan operasional segera kita dapatkan,” sambung dia.

Terbentang sepanjang 9,3 kilometer, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) merupakan seksi terakhir ruas Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang telah selesai pembangunannya pada Desember 2018 lalu.

Sementara Seksi 2-6 (Kualanamu-Sei Rampah) telah dioperasikan sejak Oktober 2017 dan Seksi 1 (Tanjung Morawa-Parbarakan) telah dioperasikan sejak Agustus 2018. Keseluruhan ruas tol ini dikelola oleh PT JMKT yang merupakan kelompok usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Diharapkan, dalam Triwulan I 2019 ini, Seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) dapat beroperasi penuh. Jika sudah dapat beroperasi penuh, keberadaan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dinilai dapat mempersingkat flat waktu tempuh Medan-Tebing Tinggi, dari 2-3 jam menjadi sekitar 1 jam.

Selain itu, Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi juga diperkirakan bisa memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

2 dari 2 halaman

Waskita Karya Targetkan Jual 5 Ruas Tol pada 2019

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan menawarkan 18 ruas tol miliknya kepada investor. Pada 2019, lima ruas tol ditargetkan bisa dijual kepada pihak swasta.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, langkah bisnis perseroan dengan menjual ruas tol sebagai salah satu langkah untuk menjaga keuangan Waskita Karya tetap sehat. Selain itu, bisnis utama dari Waskita sebenarnya yaitu sebagai kontraktor, bukan operator tol.‎

“Kami bicara institusi keuangan selalu bicara, bagaimana me-maintenance keuangan Waskita tetap sehat. Kalau divestasi enggak jalan, Waskita tak mampu lagi investasi karena strategi awal Waskita masuk tol bukan sebagian operator tol tapi developer maka Waskita terus me-leverage asetnya bukan sebagai operator,” ujar dia di Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Namun, Putra belum bisa memastikan ruas tol mana saja yang akan dijual terlebih dulu. Menurut dia, ruas tol yang ditawarkan akan diprirotaskan pada tol yang sudah selesai pembangunannya.

“Terutama sudah operasi, sudah serah terima, sudah 100 persen, supaya tidak ada dispute. Kapan realisasinya saya juga enggak tahu,” kata dia. 

Sementara itu, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan menyatakan, pada tahun ini setidaknya ada 5 ruas tol yang dijual kepada investor. Untuk ruas tolnya, akan diserahkan kepada investor ingin membeli ruas tol yang mana sesuai dengan minat dan perhitungan bisnisnya.

“Kalau target cash belum bisa bicara. Tapi divestasi tahun ini targetnya 5 ruas tol yang ingin kita capai, kalau bisa lebih itu kita harapkan,” tandas dia.

Adapun 18 ruas tol Waskita Karya antara lain Depok-Antasari,‎ Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu,‎ Bogor-Ciawi-Sukabumi, Pemalang-Batang, Tol Krian Legundi-Bunder, ‎Kayu Agung-Palembang-Betung,‎ Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Medan-Kualanamu-Tebinggi Tinggi.

Selain itu, ada Tol Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Jakarta-Cikampek Elevated, Probolinggo-Banyuwangi, Cimanggis -Cibitung, Cibitung-Cilincing, Kanci-Pejagan, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Semarang-Batang.