Di Tengah Polemik, Pengiriman Sampah DKI ke Bantargebang Normal

Bekasi – Pengiriman sampah dari DKI Jakarta ke TPST Bantargebang masih normal di tengah polemik antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi. Truk sampah DKI Jakarta masih hilir mudik di TPST Bantargebang.

Pantauan detikcom di TPST Bantargebang, truk-truk bewarna oranye bertuliskan Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih hilir mudik di TPST Bantargebang. Antrean panjang sekitar 100 meter terlihat di pintu masuk.

Di pintu utama, truk ditimbang muatan awal. Setelah ditimbang, truk antre untuk membuang muatan sampah. Sembari antre, satu hingga dua orang naik ke atas truk untuk memilah sampah yang masih bisa didaur ulang.

Lalu truk ditimbang muatan kosong. Setelah ditimbang, beberapa truk ada yang kembali menuju Jakarta, ada pula yang dicuci terlebih dahulu.

Di Tengah Polemik, Pengiriman Sampah DKI ke Bantargebang NormalFoto: Suasana di TPST Bantargebang, Senin (22/10/2018). (Isal-detikcom)

Kepala Satuan Pelaksana Pengelolaan Energi Terbarukan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rizky Febriyanto mengatakan tidak ada masalah pengiriman sampah sejak minggu lalu. Pengiriman sampah dari DKI masih normal.

“Kalau di TPST Bantargebang ini nggak ada masalah dari minggu kemarin, yang ada kabar penghentian (razia) 15 truk itu. 1.200 hingga 1.300 truk perhari masih berdatangan dengan tonase yang masih sama yaitu 6.500 sampai 7.000 ton per hari,” ujar Rizky di kantor TPST Bantargebang, Bekasi, Senin (22/10/2018).

Rizky mengatakan penumpukan tersebut terjadi karena sopir truk menyuplai sampah berbarengan saat shift 2, yaitu pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Kalau penumpukan truk di TPST Bantargebang itu sudah lama. Rata-rata pengemudi kita itu maunya kerja di jam kerja, artinya di pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Kita sudah mengatur itu, agar tidak ada penumpukan di jam-jam tertentu,” ujar Rizky.

Rizky mengatakan truk sampah compactor (berpenutup) masih melalui rute Tol Bekasi Barat untuk menuju TPST Bantargebang. Sedangkan truk sampah non compactor melewati daerah Jatiasih, Bekasi.

“Saat ini truk-truk kita khususnya compactor masih lewat Tol Bekasi Barat. Karena menurut perjanjian, truk-truk compactor itu bisa bekerja 24 jam tapi khususnya pukul 05.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Truk lainnya (non-compactor) dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Kita tetap mengarahkan lewat Cipendawa sama Transyogi aja biar aman,” ujar Rizky.
(idh/idh)