FOTO: Begini Suasana Planet Mars di China

1/8

Seorang staf wanita memperagakan menggunakan pakaian luar angkasa di markas simulasi C-Space Project Mars di Gurun Gobi, Jinchang, Provinsi Gansu, China (17/4). Tempat ini bekerja sama dengan Astronauts Center of China (ACC), yang nantinya menjadi pusat pelatihan astronot. (Reuters/Thomas Peter)

Mudah dan Cepat! Begini Trik Rebus dan Kupas Telur yang Benar

Jakarta – Membuat telur rebus tampak mudah. Tapi apabila kematangan, hasilnya tentu akan lebih keras. Agar pas dan enak, ikuti beberapa trik mudah ini.

Telur matang sempurna biasanya digunakan untuk resep deviled egg atau disajikan sebagai olahan makanan tradisional seperti telur balado. Namun, sering kali ketika Anda merebus telur bagian kulitnya sudah retak saat proses merebus.

Ada dua masalah utama yang terjadi saat membuat telur rebus. Pertama, pinggiran kuning telur berwarna hijau keabu-abuan dan tidak kuning sempurna. Kedua, kulit telur tak mudah dikupas yang membuat permukaan telur hasilnya tidak mulus.

Supaya bisa membuat telur rebus sempurna, ada beberapa trik dari laman Sunset.

Baca Juga: Ini Trik Jitu Bikin 5 Olahan Telur Enak dan Praktis Untuk Sarapan

1. Siapkan peralatan

Selain menyiapkan telur. Sebelum memasak, Anda harus menyiapkan peralatan sederhana seperti panci bertutup, saringan dan es batu.

Mudah dan Cepat! Begini Trik Rebus dan Kupas Telur yang BenarFoto: Istimewa

2. Ukuran panci

Jika Anda ingin merebus telur dalam jumlah yang banyak, Anda harus menggunakan panci besar dan air yang cukup sehingga seluruh bagian telur akan tertutupi dengan air. Tetapi apabila Anda hanya ingin merebus telur satu atau dua, gunakan panci kecil.

3. Rebus telur

Letakkan telur pelan-pelan ke dalam air mendidih dengan menggunakan saringan. Lalu jangan turunkan api kompor, jangan diaduk, jangan tambahkan soda kue, garam atau bumbu masak lainnya. Lalu tunggu sampai 10 menit.

Mudah dan Cepat! Begini Trik Rebus dan Kupas Telur yang BenarFoto: Istimewa

4. Berhenti merebus

Pertama, siapkan air dingin atau es batu. Kemudian tiriskan telur dengan menggunakan saringan. Lalu letakkan panci bekas merebus tersebut ke wastafel, masukkan telur kembali, lalu letakkan es batu didalamnya dan tambahkan air dingin. Hal ini dapat menghentikan telur terlalu matang karena panas dari sisa proses perebusan.

Tidak masalah apabila tidak menggunakan es batu. Bisa dengan air keran lalu biarkan air mengalir terus selama satu atau dua menit.

Mudah dan Cepat! Begini Trik Rebus dan Kupas Telur yang BenarFoto: Istimewa

5. Kupas telur

Pertama, tiriskan sebagian air dari panci, lalu tutup. Goyangkan panci perlahan sehingga telur akhirnya mengelupas lalu isi panci dengan air lagi. Mulailah kupas di bawah air keran.

Anda bisa juga menggosok telur dengan kedua tangan, kemudian setelah cangkang mulai retak, air akan lebih mudah mengupasnya.

Baca Juga: 8 Cara Goreng Telur Untuk Pecinta Telur (lus/lus)

Jokowi Unggul Quick Count, Begini ‘Pertarungan’ Rupiah vs Dolar AS

Jakarta
Nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 14.000 -13.900/US$ selama proses quick count alias hitung cepat pilpres 2019 versi lembaga survei. Dalam hitung cepat sementara, pasangan capres cawapres Joko Widodo-Ma’ru Amin unggul terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dolar AS tertekan ke level Rp 14.000 pada pukul 11.32 WIB. Kemudian pada pukul 13.30 WIB, dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat ke level Rp 14.080. Kondisi ini pun bertahan hingga kegiatan hitung cepat Pilpres alias quick count pada pukul 15.30 WIB.

Melansir Reuters, Rabu (17/4/2019), dolar AS masih betah di level Rp 14.080. Dolar AS berada di level tertingginya Rp 14.090 dan terendahnya Rp 14.000. Melansir data Reuters, Rabu (17/4/2019), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mengalami pelemahan. Bahkan dolar AS kini meninggalkan level Rp 14.000, namun setelah mayoritas survei dari quick count sementara keluar rupiah kian menguat. Pada pukul 18.30 WIB dolar AS berada di level Rp 13.985.

Selain soal rupiah yang menguat terhadap dolar AS, berita foto gaya nyoblos para menteri Jokowi juga masuk menjadi berita terpopuler detikFinance. Berikut 5 berita terpopuler detikFinance Rabu (17/4/2019). (hns/fdl)

Tanpa Drama, Begini Aksi Pasien Gangguan Jiwa Nyoblos di RSJ

Liputan6.com, Sleman Segilintir orang deg-degan atau khawatir bila nyoblos pada Pemilu 2019 bersama orang dengan gangguan jiwa. Nyatanya, pada Pemilu 2019 yang dilakukan di RS Jiwa Grhasia Yogyakarta para pasien gangguan jiwa mencoblos tanpa drama.

Ada lima pasien dengan gangguan jiwa RS Grhasia yang secara medis boleh mencoblos pada Pemilu 2019. Namun, hanya empat yang terverifikasi bisa mencoblos. Mereka mulai menyoblos sekitar pukul 09 pagi.

Didampingi para perawat mereka diantar dari kamar menuju Pendopo Keasistenan yang terletak di tengah-tengah RSJ Grhasia.

Langkah para pasien gangguan jiwa laki-laki itu tenang dan pasti. Tak terlihat ada yang mengamuk atau berteriak-teriak seperti yang orang takutkan.

Saat diminta untuk mengantre, mereka pun mengikuti permintaan petugas dan perawat. Bahkan, sesekali ketika duduk untuk antre mencoblos mereka tampak mengobrol layaknya orang sehat jiwa. Saat di bilik suara rata-rata hanya menghabiskan waktu 2-3 menit.

“Tadi, lihat tho, pasien tenang, kan seperti orang normal,” kata Direktur RSJ Grhasia Yogyakarta, dokter Akhmad Akhadi saat ditemui usai pencoblosan di rumah sakit yang terletak di Jalan Kaliurang Km 17 ini.

Akhmad menjelaskan memang empat orang ini secara medis sudah diukur kapasitas mentalnya. Mereka tahu apa yang akan mereka lakukan. Sehingga, para pasien gangguan jiwa ini tenang-tenang saja ketika bertemu banyak orang di TPS 23 Pakembinangun.

“Yang pasti mereka senang sekali sih kalau bisa keluar dari kamar,” kata Akhmad sembari tersenyum.

FOTO: Klaim Menang Exit Poll, Begini Gaya Capres Prabowo

1/9

Capres 02 Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh dan kader pendukung memberikan keterangan kepada awak media di depan Rumahnya, di Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4). ). Prabowo mengklaim menang Pilpres 2019 dengan persentase 54,4 persen, dan hasil quick count 52,2 persen. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Nicholas Saputra Posting Foto Selfie, Begini Reaksi Kocak Netizen

Liputan6.com, Jakarta Hari ini Rabu (17/4/2019) adalah pesta demokrasi bagi warga Indonesia. Pada pelaksanaan Pemilu 2019 kali ini, jagat media sosial tidak hanya diramaikan dengan foto-foto kelingking bertinta, atau kotak TPU hingga TPS. Jagat sosial media juga digemparkan dengan kehadiran foto selfie Nicholas Saputra setelah nyoblos.

Hal ini ramai lantaran ini merupakan momen langka di mana untuk pertama kalinya Nicholas Saputra mengunggah foto pribadinya. Untuk pertama kalinya, Nicholas Saputra mengunggah foto dirinya di akun Instagram. Ini merupakan bentuk pemenuhan janji yang diucapkan Nicholas dan rekan selebritis yang lain seperti Dian Sastrowardoyo, Jefri Nichole, Sherina, Lukman Sardi dan Ben Joshua.

Pasalnya Sepanjang Nicholas Saputra punya media sosial, ia diketahui jarang eksis memamerkan wajahnya. Foto-foto di timeline Instagram pribadinya sebagian besar adalah potret pemandangan maupun berbagai suasana yang pernah ia kunjungi. Foto selfie langka Nicholas Saputra ini langsung ramai direspon netizen. Berikut reaksi kocak netizen yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (17/4/2019).

Jempol-Telunjuk Bertinta, Begini Gaya Prabowo Salam 2 Jari Usai Nyoblos

Rabu 17 April 2019, 08:53 WIB

Foto News

Rifkianto Nugroho – detikNews

Bogor detikNews – Prabowo Subianto telah menggunakan hak suaranya untuk mencoblos dalam Pemilu 2019 di TPS 41 di Bogor, Jawa Barat. Ia pun tak lupa salam dua jari usai mencoblos.

Prabowo Subianto menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos di TPS 41 di Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/4/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Agar Tak Boros, Begini Cara Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Hidup tidak melulu bekerja dan bekerja. Tapi Anda juga harus meluangkan waktu dan menyediakan dana untuk liburan agar lebih menikmati hidup dan tidak stres.

Tentu saja, travelling adalah sebuah kebutuhan yang juga harus dipenuhi dalam anggaran keuangan. Tapi Anda harus membuat daftar seberapa kebutuhan travelling yang ideal harus dilakukan.

Sehingga Anda tahu kapan saatnya untuk travelling. Bukan hanya sekadar memenuhi keinginan travelling yang terus menerus tanpa menghiraukan kondisi keuangan dan mengabaikan kebutuhan utama lainnya selain liburan.

5. Memisahkan dalam Rekening yang Berbeda

Hindari untuk menyatukan seluruh uang Anda dalam satu rekening saja, sebab hal ini berisiko membuat Anda kesulitan untuk mengelolanya. Beda keperluan, beda juga rekeningnya.

Anda perlu membuat rekening yang terpisah antara kebutuhan dengan hal lainnya, sehingga semua dana untuk kebutuhan rumah tangga Anda tidak akan tercampur aduk dengan dana lain. Jika perlu, Anda bisa membuat 3 rekening terpisah, yakni rekening untuk kebutuhan pokok, rekening untuk simpanan, dan juga rekening buat sekadar keinginan atau hiburan.

Pemisahan rekening ini akan mempermudah Anda menentukan dan mengelola setiap dana yang dialokasikan. Anda juga bisa menempatkan porsi yang tepat dari penghasilan ke masing-masing rekening ini sejak awal, misal 50 persen untuk rekening kebutuhan, 30 persen ke rekening simpanan, dan 20 persen ke rekening keinginan.

Pembagian porsi yang tepat seperti ini akan memungkinkan Anda memenuhi semua keperluan rumah tangga Anda dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Pahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dengan baik

Kebutuhan dan keinginan kerap menjadi hal yang sulit dibedakan, bahkan oleh Anda yang sudah berumah tangga. Berikan perhatian untuk kedua hal ini, sehingga Anda benar-benar memahami dengan baik perbedaan keduanya.

Pastikan Anda selalu memenuhi dan menjadikan kebutuhan keluarga sebagai prioritas, sehingga kehidupan rumah tangga Anda bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Begini Cara Nyoblos Agar Surat Suara Sah, Yuk Perhatikan!

Jakarta – Pencoblosan Pemilu 2019 tinggal hitungan jam. Sebelum pergi ke TPS, Anda sebaiknya menyimak panduan mencoblos surat suara agar dinyatakan sah.

Setiap pemilih akan menerima lima jenis surat suara yakni surat suara untuk pemilihan presiden-wakil presiden, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota. Selain tulisan di surat suara, pemilih dapat membedakan kelima jenis surat suara ini melalui warna di masing-masing kertasnya. Untuk rinciannya, dapat dibaca di sini.

Pengecualian hanya berlaku di Provinsi DKI Jakarta. Pemilih hanya mendapatkan empat surat suara (minus surat suara DPRD Kabupaten/Kota).

Ilustrasi surat suara dinyatakan sah di Pemilu 2019.Ilustrasi surat suara dinyatakan sah di Pemilu 2019. (Foto: Dok. Istimewa)

Pada dokumen panduan KPPS untuk pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, terdapat panduan agar surat suara dinyatakan sah. Berikut penjelasannya:

1. Surat suara Presiden dan Wakil Presiden

Contoh surat suara sah untuk presiden dan wakil presiden.Contoh surat suara sah untuk presiden dan wakil presiden. (Foto: Dok. Istimewa)

Suara dinyatakan sah, jika:
* Tercoblos pada kolom pasangan calon yang memuat nomor urut, foto, atau nama pasangan calon, atau tanda gambar parpol pendukung.
* Tercoblos lebih dari 1 (satu) kali pada 1 (satu) kolom pasangan calon yang memuat nomor urut, foto pasangan calon, nama pasangan calon, atau tanda gambar parpol pendukung.
* Tercoblos tepat pada garis 1 (satu) kolom pasangan calon, foto pasangan calon, nama pasangan calon, atau tanda gambar parpol pendukung.

2. Surat suara DPR/DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota

Suara dinyatakan sah untuk parpol, jika:
* Tercoblos pada kolom yang memuat nomor urut parpol, tanda gambar parpol, atau nama parpol.
* Tercoblos pada kolom yang memuat nomor urut parpol, tanda gambar parpol, atau nama parpol, serta serta tanda coblos lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau nama calon dari parpol yang sama.
* Tercoblos lebih dari 1 (satu) calon pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau nama calon dari parpol yang sama.
* Tercoblos lebih dari 1 (satu) kali pada kolom yang memuat nomor urut parpol, tanda gambar parpol, atau nama parpol, tanpa
mencoblos salah satu calon pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau atau nama calon dari parpol yang sama.
* Tercoblos pada kolom di bawah nomor urut calon, atau nama calon terakhir yang masih di dalam satu kotak parpol.
* Tercoblos tepat pada garis kolom yang memuat nomor urut parpol, tanda gambar parpol, atau nama parpol tanpa mencoblos salah satu calon pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau nama calon dari parpol yang sama.
* Tercoblostepat pada garis yang memisahkan antara nomor urut calon, atau nama calon dengan nomor urut calon, atau nama calon lain dari parpol yang sama, sehingga tidak dapat dipastikan tanda coblos tersebut mengarah pada 1 (satu) nomor urut dan nama calon.
* Tercoblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor urut calon, nama calon atau tanpa nama calon disebabkan calon tersebut meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon.
* Tercoblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor urut parpol, tanda gambar parpol, atau nama parpol, serta tanda coblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor urut calon, nama calon atau tanpa nama calon disebabkan calon tersebut meninggal dunia atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon.

Contoh surat suara sah untuk DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten/KotaContoh surat suara sah untuk DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Foto: Dok. Istimewa

Dinyatakan sah untuk caleg, jika:
* Tercoblos pada kolom yang memuat nomor urut calon atau nama calon.
* Tercoblos pada kolom yang memuat nomor urut parpol, tanda gambar parpol, atau nama parpol serta tanda coblos pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau nama calon dari parpol yang bersangkutan.
* Tercoblos tepat pada garis kolom yang memuat 1 (satu) nomor urut calon atau nama calon.
* Tercoblos lebih dari 1 (satu) kali pada kolom yang memuat nomor urut calon, atau nama calon.
* Tercoblos pada 1 (satu) kolom yang memuat nomor urut calon, atau nama calon serta tanda coblos pada kolom di bawah nomor urut calon, atau nama calon terakhir yang masih di dalam satu kotak parpol dinyatakan sah untuk 1 (satu) calon yang memenuhi syarat.

3. Surat suara DPD RI

Contoh surat suara sah untuk DPD RI.Contoh surat suara sah untuk DPD RI. Foto: Dok. Istimewa

Dinyatakan sah untuk caleg, jika:
* Tercoblos pada kolom 1 (satu) calon yang memuat nomor urut calon, nama calon atau foto calon anggota DPD.
* Tercoblos lebih dari 1 (satu) kali pada kolom gambar calon anggota DPD dan nama calon anggota DPD.
* Tercoblos tepat pada garis kolom 1 (satu) calon yang memuat nomor urut calon, nama calon, atau foto calon anggota DPD.
(knv/knv)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TPS Dibuka Pukul 07.00, Begini Aturan Soal Waktu Pencoblosan

Jakarta – Hari pencoblosan Pemilu 2019 sudah tiba. Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dibuka sejak pukul 07.00. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemilih terkait waktu pencoblosan di TPS.

Seperti dirangkum detikcom, Rabu (17/4/2019), berikut ini tata cara, syarat dan waktu pencoblosan di TPS:

Daftar Pemilih Tetap (DPT)

1. Pemilih yang terdaftar di DPT dan mendapatkan C6

Bagi pemilih yang telah terdaftar dalam DPT dan menerima C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih), maka pemilih dapat langsung mendatangi TPS. Nantinya pemilih tinggal menyerahkan C6 dan e-KTP atau identitas lainnya (suket, kartu keluarga, paspor, atau SIM) ke panitia TPS.

Pemilih ini dapat menggunakan hak pilihnya dari pukul 07.00 hingga 13.00.

2. Pemilih yang terdaftar dalam DPT tapi tidak mendapatkan C6

Untuk pemilih yang terdaftar di DPT tapi tidak mendapatkan C6, pemilih tetap bisa ke TPS dari pukul 07.00 hingga 13.00. Pemilih hanya perlu mendatangi TPS dengan menunjukkan e-KTP atau identitas lainnya (suket, kartu keluarga, paspor, atau SIM).

Sebelum hari pencoblosan, pemilih yang belum mendapatkan formulir C6 atau pemberitahuan pemilih dapat meminta kepada panitia TPS. Namun KPU mengatakan C6 bukan sebagai syarat memilih pada Pemilu 2019. Sehingga pemilih yang terdaftar dalam DPT tetap dapat mencoblos meski tidak mendapatkan C6.

“Bukan sebagai syarat (mencoblos), C6 hanya pemberitahuan, bukan undangan,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Diketahui aturan pencoblosan tanpa C6 ini terdapat dalam, PKPU 3 Tahun 2019 Pasal 7 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. Berikut ini isi pasal tersebut:

(4) Dalam hal Pemilih yang terdaftar dalam DPT tidak dapat menunjukkan formulir Model C6-KPU, Pemilih dapat memberikan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP-el atau identitas lain sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

Identitas selain e-KTP yang dimaksud adalah Suket, Kartu Keluarga, Paspor, atau SIM.

Daftar Pemilih Tambahan (DPTb)

DPTb merupakan daftar pemilih yang pindah mencoblos, dengan mengurus formulir model A5 atau formulir pindah memilih. Nantinya pemilih ini dapat menggunakan hak pilihnya ke TPS, dengan menunjukkan A5 beserta dengan identitas diri berupa KTP elektronik, suket, maupun identitas diri lain.

Pemilih DPTb ini nantinya tetap dapat menggunakan hak pilihnya mulai dari pukul 07.00 hingga 13.00. Hal ini sesuai dalam aturan PKPU 3 Tahun 2019 Pasal 8, berikut ini isi pasal tersebut:

Pasal 8

(1) Pemilih yang terdaftar dalam DPTb sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b merupakan Pemilih jdih.kpu.go.id yang karena keadaan tertentu tidak dapat memberikan suara di TPS tempat asal Pemilih terdaftar dalam DPT dan memberikan suara di TPS lain atau TPSLN.

(14) Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi kesempatan untuk memberikan suara di TPS mulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 13.00 waktu setempat.

(15) Dalam memberikan suara di TPS sebagaimana dimaksud pada ayat (14), Pemilih menunjukkan formulir Model A.5-KPU beserta KTP-el atau identitas lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) kepada KPPS

Identitas selain e-KTP yang dimaksud adalah suket, kartu keluarga, paspor, atau SIM.

Daftar Pemilih Khusus (DPK)

DPK merupakan pemilih yang memiliki hak pilih namun belum terdaftar dalam DPT dan DPTb. Pemilih ini tetap dapat bisa mencoblos dengan membawa dan menunjukkan e-KTP maupun suket ke TPS.

Namun pemilih ini hanya dapat mencoblos di TPS yang berada di RT/RW sesuai dengan alamat yang tertera di e-KTP atau Suket. Suket yang digunakan juga haruslah suket yang dikeluarkan oleh Dukcapil sebagai bukti perekaman KTP elektronik.

“Mereka hanya bisa mencoblos di TPS sesuai dengan alamat e-KTP-nya atau suketnya,” ujar komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).
Aturan terkait DPK dengan penggunaan suket atau KTP elektronik ini juga terdapat dalam PKPU 9 Tahun 2019 Pasal 9, berikut ini isinya:

Pasal 9

(1) Pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP-el atau Suket kepada KPPS pada saat Pemungutan Suara.

(2) Hak pilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya dapat digunakan di TPS yang berada di rukun tetangga/rukun warga atau sebutan lain sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP-el atau Suket.

Apakah masih bisa mencoblos setelah pukul 13.00?

Pemilih yang sudah daftar namun masih antre mencoblos setelah TPS ditutup pada pukul 13.00 WIB tetap dapat diperbolehkan mencoblos. KPU mengatakan pemilih tetap dapat dilayani sepanjang telah tercatat dalam formulir C7 atau daftar hadir.

“Jadi sepanjang dia sudah datang dan sudah tercatat di C7, tetap akan dilayani,” ujar komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik.

Adapun aturan terkait tetap dapat mencoblos meski TPS telah ditutup dan aturan terkait diarahkannya pemilih ke TPS lain terdapat dalam PKPU 9 Tahun 2019 Pasal 40 dan 46 tentang Perubahan atas PKPU 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2019. Berikut ini isi pasal tersebut:

Pasal 46

(1) Pada pukul 13.00 waktu setempat, ketua KPPS mengumumkan yang diperbolehkan memberikan suara hanya Pemilih yang:
a. sedang menunggu gilirannya untuk memberikan suara dan telah dicatat kehadirannya dalam formulir Model C7.DPT KPU, Model C7.DPTb-KPU dan Model C7.DPK-KPU; atau
b. telah hadir dan sedang dalam antrean untuk mencatatkan kehadirannya dalam formulir Model C7.DPT-KPU, Model C7.DPTb-KPU dan Model C7.DPK-KPU.

(2) Setelah seluruh Pemilih selesai memberikan suara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ketua KPPS mengumumkan kepada yang hadir di TPS bahwa Pemungutan Suara telah selesai dan akan segera dilanjutkan rapat Penghitungan Suara di TPS.
(knv/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>