Jadi Underdog, Chelsea Siap Jungkalkan Prediksi

Liputan6.com, London – Willy Caballero mengaku siap untuk menjadi kiper andalan saat Chelsea menantang Manchester City di final Piala Liga Inggris, Minggu (24/2/2019). Ia percaya mampu tampil maksimal jika dipercaya manajer Maurizio Sarri.

Kiper utama Chelsea, Kepa Arrizabalaga diragukan tampil untuk duel besok. Pasalnya, ia dikabarkan mengalami cedera hamstring.

Meski demikian Caballero meminta fans Chelsea tetap tenang. Eks kiper City itu malah yakin bisa membawa Chelsea juara jika tampil di Wembley.

“Saya tidak tahu bagaimana keadaan Kepa. Namun jika dia tidak bisa bermain maka saya siap menggantikannya,” kata Caballero seperti dilansir Evening Standard.

“Saya tampil saat melawan City di Community Shield lalu. Dan saya senang mereka masih mengingat saya,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Berbeda

Caballero hanya menjadi cadangan saat Chelsea dibantai City 0-6 dua pekan lalu. Ia pun sadar Chelsea hanya menjadi underdog dalam final kali ini.

“Saya pikir semuanya akan berbeda. Ini adalah final dan kami akan berjuang untuk menang sejak menit pertama,” katanya.

“Lagipula kami juga pernah mengalahkan mereka di Stamford Bridge. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang beda,” ujarnya.

3 dari 3 halaman

Jadwal

Berikut jadwal final Piala Liga Inggris:

Minggu (24/2/2019)

23.30 WIB Chelsea Vs Manchester City (TVRI)

Saksikan video pilihan di bawah ini

Upi Avianto Siapkan Petualangan Beda di ‘My Stupid Boss 2’

Jakarta – ‘My Stupid Boss’ berhasil menarik 3 juta penonton di tahun 2016. Kesuksesan itu pun membawa kembalinya Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari.

Hari ini, Falcon Pictures merilis trailer perdana ‘My Stupid Boss 2’. Dari sana sudah terlihat sebuah kisah yang berbeda disiapkan.

“Pengen banget tahu reaksi orang setelah melihat trailernya. Karena My Stupid Boss 2 ini kita kasih petualangan yang berbeda,” kata sutradara Upi Avianto.

Menurutnya, bakal ada kejutan lain juga yang sudah dipersiapkan. Terlebih film kedua ini juga punya kisah yang benar-benar baru.

“Ada kejutan dan petualangan berbeda, lebih chaotic,” tukasnya.
Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari kembali duet dalam film ‘My Stupid Boss 2’. Falcon Pictures kini merilis poster dan trailer resmi film yang diangkat dari novel karya chaos@work.

‘My Stupid Boss 2’ kembali menceritakan kisah konyol tentang sosok Bossman (Reza Rahadian), Kerani (Bunga Citra Lestari), dan kehidupan karyawan di kantor tersebut. Dalam trailer berdurasi 2 menit 19 detik, menampilkan karyawan di pabrik Bossman yang mengundurkan diri.
(nu2/tia)

Photo Gallery

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Ini Poin Pidato Politik Jokowi di Konvensi Rakyat Besok

Liputan6.com, Jakarta Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan pidato politik di ‘Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju’ di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat pada Minggu 24 Februari 2019.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengungkapkan poin-poin yang akan disampaikan Jokowi pada acara tersebut. Hal itu disampaikan Erick usai menjadi pembicara di acara seminar bertajuk ‘Mengapa Harus Memilih’ yang diselenggatakan Alumni Theresia Bersatu di Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

“Pasti kan apa yang selama ini dipertanyakan, rencana ke depan Pak Jokowi mau apa, akan dijawab,” ujar Erick.

Dia memastikan, pemaparan pada pidato politik nanti berbeda dengan visi misi yang disampaikan saat debat capres. Dia juga tak menampik Jokowi akan menyampaikan program baru untuk pemerintahan periode berikutnya.

“Pasti akan menekankan mengenai data-data yang saya presentasikan tadi, mengenai SDM di mana kita lihat pertumbuhan kita bagus, hasilnya bagus, tapi masih ada kebutuhan yang penting untuk pembangunan SDM ke depan,” tutur Erick.

Dia juga mengklaim bahwa pemerintahan Jokowi saat ini telah berhasil menciptakan 10,4 juta lapangan pekerjaan di Indonesia. Jokowi, kata dia, berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah lapangan kerja di Indonesia untuk memperbaiki ekonomi rakyat.

“Yang menarik itu akan terus ditingkatkan, dipersiapkan. Jangan sampai nanti kita ribut-ribut 2019, tapi 2024 ke atas kita tidak siap atas perubahan yang terjadi di dunia,” ucap Erick.

2 dari 2 halaman

Bukan Tiru Prabowo

Erick menampik tudingan pidato politik Jokowi itu meniru capres nomor urut 2, Prabowo Subianto. Apa yang dilakukan Jokowi besok, berbeda dengan kubu penantang di Pilpres 2019.

“Enggak. Yang suka meniru bukan kita kok. Saya rasa ini, konvensi rakyat optimis Indonesia maju, saya rasa beda. Jadi ini buat rakyat semuanya. Dan program pemerintah jelas semua menuju ke rakyat, mulai KIS, KIP, dana desa, dan lain-lain,” katanya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jalan Beton Belum Tentu Jadi Penyebab Kecelakaan

Liputan6.com, Jakarta – Belum lama ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa, menyebut jalan Tol Trans Jawa dapat membuat ban cepat aus dan mudah meletus sehingga membahayakan keselamatan para pengguna karena berbentuk rigid pavement atau menggunakan beton.

Lalu bagaimana tanggapan produsen ban mengenai hal ini? Hendra Himawan selaku GM Sales Admin & Planning Dunlop Indonesia mengaku tidak sepakat dengan pendapat tersebut.

“Jalan kasar menjadi penyebab kecelakaan itu tidak linier. Karena kecelakaan ada banyak faktor. Jadi (menurut saya komentar) itu tidak linier,” katanya di Jakarta belum lama ini.

Menurut Hendra, beton memiliki karakteristik yang berbeda dengan aspal. Dan ia tidak menampik jika beton memungkinkan membuat ban lebih cepat aus.

“Jadi gini, beton dibanding aspal tentu beda. Kalau beton jauh lebih keras, aspal lebih lentur. Itu bumpy-nya pasti akan terasa beda.

Nah efeknya kepada ban kalau jalan itu keras permukaan kasar, keausan lebih cepat,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Jadi kolerasi beton menyebabkan ban pecah, menurut Hendra, tak bisa dipastikan benar atau salah dan perlu diteliti. Karena menurutnya, penyebab ban pecah bisa macam-macam.

“Jadi penyebab ban aus itu macam-macam, karena kondisi jalan, tekanan angin juga bisa.

Kalau tekanan angin kurang itu ban akan semakin beban berat. Gesekan akan semakin besar. Dan biasanya kalau kurang angin yang aus bagian tepinya. Kalau kekerasan, tengahnya yang cepat aus,”

“Lalu jumlah muatan juga pengaruh.

Yang jelas penyebab keausan adalah kondisi permukaan jalan, kedua cara mengemudi, ketiga pola telapak, keempat kondisi kendaraan misalnya setting kaki-kaki tidak benar. Itu bisa menyebabkan kondisi keausan tidak rata,” tutup Hendra.

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Erick Thohir: Jokowi akan Sampaikan Program Baru dalam Konvensi Rakyat

Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, mengatakan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) akan menyampaikan program baru dalam acara Konvensi Rakyat yang digelar besok. Program baru tersebut salah satunya mengenai pengembangan sumber daya manusia.

“Pasti, pasti (ada program baru). Bedalah, besok aja lihat. Ya pasti akan menekankan dengan yang tadi mengenai sumber daya manusia, di mana kita lihat pertumbuhan kita bagus, hasilnya bagus, tapi masih ada kebutuhan yang penting untuk pembangunan sumber daya manusia ke depan,” kata Erick di Hotel Alila, Pecenongan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Menurut Erick, pemerintah akan meningkatkan jumlah lapangan kerja. Pemerintah disebutnya akan mempersiapkan hampir 104 juta lapangan kerja baru.

“Yang alhamdulillah sebenarnya pemerintah sudah menyelesaikan tugasnya hampir 104 juta pekerjaan berhasil diciptakan, dan akan terus ditingkatkan. Yang menarik itu akan terus ditingkatkan, dipersiapkan. Jangan sampai nanti kita ribut-ribut 2019, 2024 ke atas kita nggak siap atas perubahan yang terjadi di dunia. Karena kita harus mempersiapkan hampir 104 juta lapangan kerja, di mana 37 juta (untuk) milenials, 67 juta switching jobs,” jelasnya.

Erick tak khawatir jika Konvensi Rakyat yang akan disampaikan Jokowi besok disebut meniru pidato kebangsaan capres Prabowo Subianto. Erick menegaskan yang akan disampaikan Jokowi besok berbeda dengan pidato kebangsaan Prabowo.

“Nggak, yang suka niru bukan kita kok. Saya rasa ini konvensi kebangsaan, di situ ada konvensi rakyat, ‘Optimis Indonesia Maju’, saya rasa beda. Ini konvensi rakyat, ‘Optimis Indonesia Maju’. Jadi bukan kebangsaan, ini buat rakyat semuanya,” ucapnya.

“Program pemerintah jelas, semua menuju ke rakyat. Mau dibilang Kartu Indonesia Sehat, (Kartu Indonesia) Pintar, dana desa, dan lain-lain, impactnya udah ada,” imbuh Erick.

Acara Konvensi Rakyat ini akan digelar pada Minggu (24/2) di Sentul International Convention Center, Jawa Barat. Konvensi yang mengusung tema ‘Optimis Indonesia Maju’ itu akan mulai sekitar pukul 17.00 WIB.

TKN berharap Konvensi Rakyat itu dapat memberikan informasi dan data kepada masyarakat terkait capaian yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi. Konvensi itu juga disebut sebagai momentum untuk menyampaikan program yang akan dilakukan Jokowi-Ma’ruf jika terpilih kembali pada Pilpres 2019.

“Karena pidato ini atau penyampaian pikiran inilah yang selama ini ditunggu. Karena selalu media bertanya apa yang akan dilakukan dan apa yang akan dikerjakan atau harapan apa yang akan dibangun oleh Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024. Ini momentumnya,” kata Wakil Ketua Pelaksana Konvensi Rakyat Bahlil Lahadalia di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/2).

(azr/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Beda Pendapat MUI Pusat dan MUI DKI soal Polemik Munajat 212

Jakarta – Malam Munajat 212 di Monas menuai polemik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta memastikan kegiatan itu bukan acara politik. Namun, MUI Pusat menilai kegiatan Munajat 212 sudah menjurus ke politik praktis.

Malam Munajat 212 digelar di Monas pada Kamis 21 Februari 2019. Acara ini diselenggarakan oleh MUI DKI Jakarta. Sejumlah tokoh pun hadir di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto, Ketua MPR Zulkifli Hasan,, Wakil Ketua MPR yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Gelaran malam Munajat 212 pun menjadi sorotan publik mulai dari momen salam dua jari Fadli dan Fahri hingga teriakan ‘nomor dua’ menggema dari massa yang merespons pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan terkait gelaran pilpres di malam Munajat 212 itu.
MUI DKI Jakarta menyatakan acara dengan tajuk ‘senandung selawat dan zikir’ ini digelar pada tanggal ‘212’ lantaran untuk mencegah ada pihak yang memanfaatkan momentum tertentu berkaitan dengan tanggal acara. MUI DKI juga menyatakan acara ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik tertentu.

“Itu kan cuma penafsiran. Niat kita cuma satu, bermunajat. Dari awal sudah kami sampaikan MUI DKI punya hajat melaksanakan senandung selawat dan doa. Makanya acara dari awal sampai akhir, kita bermunajat. Ada sedikit masukan begitu, dari awal kita kan nggak ada berpolitik. Makanya nggak ada atribut partai yang ada di dalam,” ujar Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar kepada wartawan, Jumat (22/2/2019) malam.

Lain MUI DKI, lain pula pendapat MUI Pusat. MUI Pusat menyayangkan MUI DKI yang dinilai tidak mampu mengendalikan kegiatan Malam Munajat 212 seperti tujuan semula: berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT. MUI menyebut kegiatan Munajat 212 sudah menjurus ke politik praktis.

“Kami sangat menyayangkan atas sikap MUI Provinsi DKI sebagai salah satu pemrakarsa acara Munajat 212 yang tidak mampu mengendalikan kegiatan tersebut agar tetap berada pada arah dan tujuan semula, yaitu untuk kegiatan berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah SWT, untuk memohon keselamatan bangsa dan negara. Bukan untuk tujuan lain yang menjurus ke arah politik praktis dengan melibatkan diri aksi dukung-mendukung salah satu paslon capres tertentu,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Zainut mengimbau MUI tidak terseret dalam kegiatan politik praktis. MUI diminta tetap memposisikan diri sebagai institusi yang netral dan independen. “Untuk hal tersebut, MUI harus memposisikan diri sebagai institusi yang netral, independen, menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik yang ada dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah politik praktis apalagi diperalat dan dijadikan kendaraan politik oleh kelompok tertentu,” kata Zainut.

Meski demikian, Zainut menegaskan MUI tidak melarang pengurusnya terjun ke politik praktis asalkan tidak membawa nama institusi. MUI menjamin hak tersebut kepada pengurusnya. “MUI tidak pernah melarang pengurusnya untuk berkecimpung di bidang politik praktis sepanjang hal tersebut dilakukan atas nama pribadi bukan atas nama institusi. Karena hal itu merupakan hak asasi yang dilindungi oleh konstitusi,” terang Zainut.

Atas dugaan pelanggaran pemilu di malam Munajat 212, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) turun tangan mengumpulkan bukti-bukti.
“Jadi sementara ini saya sama teman-teman masih mengumpulkan hasil pengawasan teman-teman pengawas kelurahan, panwas kecamatan, Bawaslu kota. Saya lagi minta mereka ini hasil pengawasannya seperti apa,” ujar anggota Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin.

Bawaslu akan mengumpulkan bukti berupa ada-tidaknya alat peraga kampanye hingga memeriksa isi pidato yang disampaikan beberapa tokoh.
“Mengumpulkan bukti-bukti semua terkait pengawasan, apakah ada pidato yang mengarah ke kampanye, misalnya, atau adakah atribut kampanye dan sebagainya itu masih saya kumpulin,” kata Burhan.

Bukti-bukti itu selanjutnya akan dijadikan bentuk temuan Bawaslu untuk diproses. Burhan juga mempersilakan masyarakat yang menganggap telah terjadi pelanggaran dan memiliki bukti untuk melapor.
(aan/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kisah Ilmuwan India Temukan Matematika Ratusan Tahun Sebelum Eropa

New DelhiAn explosion of coloursIndia menghasilkan penemuan matematika menakjubkan beberapa abad sebelum ilmuwan negara Barat. (Getty Images)

Seperti Cina, sejak lama India telah mendapatkan manfaat besar dari desimal atau sistem bilangan yang menggunakan basis sepuluh.

India mulai menerapkan sistem desimal setidaknya pada abad ketiga.

Desimal masih terus kita gunakan hingga saat ini. Dalam sistem ini, posisi angka menunjukkan satuan, puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya.

Kita tak tahu bagaimana India menemukan sistem desimal. Tapi mereka tentu menyempurnakan dan meletakkan dasar angka satu hingga sembilan yang digunakan di seluruh dunia.

Lebih dari itu, India bahkan menciptakan angka baru: nol.

Tak lebih dari ruang kosong

Penggunaan desimal pertama di India diketahui muncul pada abad ke-9, meski banyak pihak yang yakin masyarakat India telah gunakan desimal ratusan tahun sebelumnya.

Angka desimal itu ditemukan di sebuah tembok di candi kecil di dalam kawasan Benteng Gwailor, India bagian tengah.

Tempat itu merupakan pemujaan terhadap matematika karena menyimpan angka nol.

Gwalior FortressSebuah candi kecil di benteng India diketahui sebagai tempat pertama penggunaan angka nol. (Getty Images)

Yang mengejutkan, sebelum India menemukan angka itu, nol tidak pernah ada dalam ilmu pengetahuan.

Peradaban Mesir Kuno, Mesopotamia, dan Cina memang mengenal simbol nol, tapi bukan sebagai angka, melainkan sebuah ruang kosong.

Adalah orang-orang India yang mengubah nol menjadi angka secara tetap. Konsep itu lantas merevolusi matematika.

Sejak saat itu hingga sekarang, angka nol memungkinkan kita membuat angka dalam jumlah besar dalam cara yang sangat efisien.

The zero in GwailorAngka nol tertua ditemukan di tembok sebuah candi di India. (BBC)

Bagaimana mereka menemukan nol?

Kita tidak akan pernah tahu secara persis.

Tapi sepertinya ide dan simbol nol berasal dari hitung-hitungan bermedium batu di atas tanah.

Ketika batu-batu itu diambil, sebuah lekukan tetap tertinggal di tempatnya. Ini dianggap merepresentasikan perubahan dari ada menjadi tiada.

Namun mungkin juga ada alasan kultural di balik penemuan angka nol ini.

Hole on the groundKalkulasi yang dibuat di atas tanah meninggalkan lubang bulat setelah pengurangan. (BBC)

Konsep ketiadaan dan keabadian adalah bagian dari sistem kepercayaan India kuno.

Baik agama Buddha maupun Hindu meyakini konsep ketiadaan dalam ajaran mereka.

Oleh karena itu, tak mengherankan bahwa sebuah budaya yang antusias terhadap ketiadaan dapat mengakomodasi gagasan angka nol.

Masyarakat India bahkan menggunakan terminologi shunya yang merepresentasikan ide filosofis tentang kekosongan sebagai istilah baru ilmu matematika.

Shunya mudra
Ini adalah shunya mudra, sebuah gestur yang dikultuskan dalam ajaran Buddha dan Hindu. Dalam bahasa sansekerta, shunya berarti kekosongan, pembukaan, atau ruang. (Getty Images)

Dari nol hingga jumlah tak terbatas

Pakar matematika termashyur India, Brahmagupta, menunjukkan sejumlah penggunaan dasar angka nol pada abad ke-7.

Aturan dasar tersebut masih terus diajarkan di sekolah di berbagai penjuru dunia hingga sekarang.

1 + 0 = 1

1 – 0 = 1

1 x 0 = 0

Indian numbers of the 9th centuryPenciptaan angka nol memungkinkan temuan-temuan lain dalam matematika (BBC)

Namun Brahmagupta kesulitan tatkala berusaha membagi angka satu dengan nol.

Pernyataannya, angka apa yang jika dikalikan nol maka hasilnya sama dengan satu?

Solusinya membutuhkan konsep matematis baru: ketidakterbatasan.

The infinity symbolKonsep ketidakterbatasan memecahkan teka-teki pembagian angka nol. (Getty Images)

Hanya ketidakterbatasan yang masuk akal dalam pembagian angka nol.

Dan pembaruan ilmu itu juga disumbangkan ahli matematika asal India lainnya, yaitu Bhaskara, pada abad ke-12.

Bagaimana logika hitung-hitungan itu?

Jika Anda mengambil satu buah dan membaginya menjadi dua, maka Anda mendapatkan dua buah.

Jika Anda memotongnya menjadi tiga, Anda akan memegang tiga buah.

Pembagian lebih lanjut akan menghasilkan pecahan-pecahan yang lebih kecil, tapi dengan jumlah yang lebih banyak.

Pada akhirnya, Anda akan mendapatkan jumlah buah yang tak terbatas.

Bhaskara lalu sampai pada pemikiran bahwa angka satu dibagi nol sama dengan tak terbatas.

Sliced avocado used as an example of fractioningAkhirnya, angka pecahan menghasilkan angka tak terbatas. (Getty Images)

Namun kalkulasi menggunakan angka nol berkembang lebih dari itu.

Meski disepakati bahwa tiga dikurangi tiga sama dengan nol, lantas apa hasil dari tiga dibagi empat?

Sepertinya jawaban Anda atas soal itu adalah ‘tidak ada’. Namun orang-orang India menemukan bentuk baru dari ketiadaan: angka negatif.

Masyarakat India mengenal angka negatif dan nol karena mereka meyakini nominal itu sebagai entitas abstrak.

Numbers floatingMasyarakat India yakin angka adalah entitas yang abstrak. (Getty Images)

Angka-angka bukan sekedar untuk menghitung atau mengukur, tapi juga memiliki nyawa, mengambang tanpa seutas tali di dunia nyata.

Pemikiran itu menghasilkan ledakan ide matematis.

X dan Y

Pendekatan abstrak orang India terhadap matematika mengungkap cara baru menyelesaikan persamaan kuadrat.

Pemahaman Brahmagupta soal angka negatif memungkinkannya melihat bahwa persamaan kuadrat akan selalu memiliki dua solusi. Salah satu dari jawaban itu dapat berupa angka negatif.

Brahmagupta bahkan mampu memecahkan persamaan kuadrat dengan dua variabel (X dan Y).

Perkembangan itu baru terjadi di dunia belahan barat tahun 1657.

Ketika itu, pakar matematika asal Prancis, Pierre de Fermat, mempresentasikan hal yang sama, tanpa sadar itu telah ditemukan di India ratusan tahun sebelumnya.

Pierre de FermatPierre de Fermat ‘memecahkan’ persamaan kuadrat tahun 1657. (Getty Images)

Brahmagupta juga mengembangkan bahasa baru untuk mengekspresikan solusi atas persamaan itu.

Saat bereksperimen, ia menggunakan inisial dua warna untuk menunjukkan variabel.

Itulah yang memunculkan penggunaan X dan Y, dua inisial yang masih kita gunakan hingga sekarang.

Tak berhenti di situ

Para ahli matematika di India juga bertanggung jawab atas penemuan baru dalam ilmu trigonometri.

The Earth, the Moon and the Sun in a right triangleAhli astronomi India mampu menghitung perkiraan jarak antara bumi, bulan, dan matahari dengan pendekatan trigonometri. (BBC)

Benar bahwa orang-orang Yunani adalah yang pertama kali mengembangkan ‘kamus’ yang menerjemahkan geometeri ke angka dan sebaliknya.

Namun ahli matematika membawa pengetahuan itu tahap yang lebih jauh.

Mereka menggunakan trigonometri untuk mempelajari dunia di sekitar mereka, termasuk navigasi laut dan menghitung jarak antar galaksi.

Para pakar matematika India itu mengkalkulasi jarak antara bumi dan bulan serta rentang antara bumi dan matahari.

PiKonsep Pi yang sulit dipahami. (Getty Images)

Mereka juga memecahkan misteri salah satu angka paling penting dalam matematika: Pi.

Pi adalah rasio numerik antara keliling dan diameter lingkaran. Angka ini muncul dalam setiap kalkulasi dan sangat berguna bagi para arsitek, karena perhitungan lingkaran selalu membutuhkan Pi.

Selama berabad-abad, ahli matematika mencari nilai pasti Pi, tapi baru pada abad ke-6, seorang pakar asal India bernama Aryabhata menemukan perkiraan yang tepat: 3,1416.

Aryabhata saat itu juga menggunakan nilai Pi untuk menghitung keliling bumi. Ia menemukan angka 39.968 kilometer, tak beda jauh dengan yang kita yakini benar saat ini, yakni 40.075 kilometer.

A Pi formed of sticks and stonesFormula nilai Pi masih dianggap sebagai penemuan bangsa Eropa. (Getty Images)

Madhava menyadari bahwa dengan menambah dan mengurangi pecahan berbeda, perhitungan formula Pi yang tepat dapat ditemukan.

Formula itu kini masih terus diajarkan di banyak universitas di seluruh dunia, seolah-olah itu ditemukan pakar matematika asal Jerman bernama Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17.

(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Balas Neno Warisman, Irma TKN Bikin Puisi ‘Bermunajat Bagimu Indonesia’

Jakarta – Video saat Neno Warisman membacakan puisi di Munajat 212 ramai disorot. Merespons puisi yang dibacakan Neno, Irma Suryani selaku Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf Amin membuat puisi tandingan berjudul ‘Bermunajat bagimu Indonesia’.

“Buat Neno Warisman dan penggemarnya tentu,” ujar Irma kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Berkut isi puisi yang dituliskan Irma:

Bermunajat bagimu Indonesia

Wahai yang Maha Memiliki,
Hamba bermunajat sepenuh hati karena Iman, karena ikhlas dan karena ingin mendapat kemurahan hati-Mu,

Ampunkan kami ya rabb, jika ada yang mengatasnamakan munajat untuk mendikte-Mu bahkan mengancam-Mu

Duhai yang Maha Rahman dan yang Maha Rahim,
Kuasa-Mu atas segala kami serta semesta alam yang Kau ciptakan, tolong ampuni manusia yang berusaha “mengancam-Mu” hanya karena dunia.

Sebaik-baik umat yang mencintai-Mu dan Mengimani Engkau adalah yang pandai mengaji dan mampu menjadi imam sholat setidaknya bagi keluarganya, jika dia pemimpin tentu bagi makmumnya.

Ya Mujib pengabul semua doa,
Tak kan kami tumpahkan air mata kami hanya untuk dunia,
Tapi akan kami tumpahkan air mata kami hanya untuk akhirat.

Wahai dzat yang membolak balik kan hati (Ya muqollibal quluubi ) beri mereka yang mengancam-Mu hidayah, beri mereka ilmu dan balik kan hati mereka se-bersih bayi.
Agar mereka berhenti menebar
Benci dan kotor hati.

Ya Al Wadud ..
Jangan Engkau biarkan pemimpin yang sholeh dan yang bersama dengan Ma’ruf didzolimi oleh manusia manusia yang kufur nikmat,
Manusia manusia yang menebar kebencian dan pemutus silaturahim sesama umat hanya karena beda pilihan.

Ya Malik…
Hanya Engkau ber “HAK” atas semua yg Engkau ciptakan
Dan tidak boleh ada satupun yang mengambil HAK-Mu atas keputusan-Mu.
Dia yang pandai memimpin sholat dan Beliau yang Bertauziah untuk umat, beri kami rezeki-Mu ya Rabb.

Sebelumnya Neno membacakan puisi seperti seolah mendoakan calon presiden Prabowo Subianto. Namun, belum diketahui secara pasti tujuan dan maksud dari puisi yang dibacakannya itu.

Berikut ini isi potongan puisi Neno dari video yang beredar:

jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, yang juga hadir di acara itu, menyebutnya sebagai potongan doa. Menurut Fahri, doa itu tidak menyebutkan siapa pihak yang didoakan untuk menang. Fahri juga mengaku tidak tahu siapa yang dimaksud pihak yang didoakan menang di puisi Neno itu karena doa bersifat rahasia.

“Itu potongan doa, jangan diralat,” kata Fahri, saat dihubungi, Jumat (22/2).

detikcom telah menghubungi Neno lewat telepon tapi belum mendapat jawaban hingga hari Sabtu (23/2). Pesan singkat kepada Neno juga belum dibalas.
(eva/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKD Jatim Anggap ‘Gangguan’ ke Prabowo-Sandi Sebagai Penyambutan

Surabaya – Saat berkampanye di beberapa daerah di Jawa Timur, paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat gangguan. Keduanya disambut massa dan spanduk yang berisi dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf.

Menanggapi hal ini, Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf di Jatim, Irjen (Purn) Machfud Arifin mengatakan hal tersebut bukan gangguan, namun merupakan penyambutan.

“Ndak ada penolakan, penyambutan itu. Keliru lah, tidak ada penghadangan tapi adalah penyambutan, cuma yel-yelnya beda dengan yang datang gitu aja,” kata Machfud di Posko Pemenangan TKD Jatim Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Jumat (22/2/2019).


Machfud menambahkan tak ada unsur rekayasa atau membayar sejumlah pihak. Karena memang di beberapa daerah yang disinggahi Prabowo atau Sandiaga merupakan kawasan pendukung Jokowi.

“Semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada unsur rekayasa, gak ada unsur bayaran, itu memang masuk di kawasan memang militan dari pendukungnya Pak Jokowi,” imbuhnya.

Namun, Machfud berharap agar hal ini tak lantas berkembang ke daerah-daerah lain. Pasalnya dia ingin situasi menjelang Pilpres ini damai dan kondusif.

“Itu juga spontan, tidak ada yang direkayasa, di Bojonegoro juga sama. Tapi mudah-mudahan ini ndak terus berkembang, pemilihan umum harus bisa berjalan dengan baik, dengan membuat orang tidak takut, orang semuanya tenang,” harapnya.
(iwd/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>