Ada Petugas KPPS Meninggal, Perludem: Beban Kerja Tak Rasional

Jakarta – Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal karena diduga kelelahan. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai pemilu serentak dengan 5 surat suara membuat beban kerja para petugas KPPS menjadi tidak rasional.

“Jadi ini membuktikan bahwa (pemilu) serentak 5 surat suara itu tidak kompetibel dengan kapasitas dan kemampuan manusiawi orang-orang yang menyelenggarakannya. Jadi pemilu serentak 5 surat suara itu tidak kompetibel dengan kapasitas manusiawi para orang-orang yang bertugas. Karena beban (kerjanya) menjadi tidak rasional dan sangat berlebihan di luar kapasitas dan kemampuan normal,” ujar Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini saat dihubungi, Jumat (20/4/2019).

Titi menekankan pemilu bukan hanya mampu diselenggarakan atau tidak, namun juga harus diselenggarakan dengan efektif dan profesional. Menurut Titi, pada pemilu serentak kali kuantitas para penyelenggara yang meninggal dalam tugas meningkat dibanding pemilu sebelumnya.

“Memang di pemilu sebelunnya khususnya di Pemilu legislatif juga dihadapi sejumlah penyelenggara yang sakit karena kelelahan dan atau juga ada yang meninggal dunia. Tetapi memang di pemilu serentak kali ini kuantitasnya meroket, dalam artian bertambah banyak, karena ada polisi (yang meninggal), 10 petugas di Jawa Barat, belum lagi ada di beberapa daerah lain,” ujarnya.
Titi menilai pada pemilu serentak kali ini sulit membuat para petugas KPPS bekerja dengan efektif dan optimal di TPS karena beban kerja yang sangat besar. Hal ini ditambah tekanan yang begitu besar dari publik.

“Makanya kalau kemudian dalam beberapa hal terjadi ketidaksengajaan, ketidakcermatan, ketidakakurasian dalam proses perhitungan suara itu menjadi sangat manusiawi, karena beban yang mereka (dapat) bisa dikatakan hampir tidak masuk diakal,” tuturnya.

Perludem pun memberikan rekomendasi untuk pemilu serentak yang akan datang, tanpa harus kembali ke pola pemilu yang lama. Titi mengusulkan pemilu yang akan datang dipisahkan antara pilpres, pileg DPR RI, dan DPD RI, dan DPRD.

“Yang kami usulkan itu jadi ada dua pemilu serentaknya itu, jadi pemilu serentak nasional memilih presiden, DPR dan DPD. Jadi isunya itu adalah isu-isu nasional karena kan yang dipilih itu adalah presiden, DPR, dan DPD. Menurut saya baik dari sisi beban pemilih, peserta, penyelenggara itu sangat rasional, sangat masuk akal,” jelasnya.

“Nah terus dalam jarak 30 bulan atau 2 setengah tahun diikuti dengan pemilu serentak daerah, ini untuk memilih kepala daerah dan DPRD. Ini juga sekaligus untuk mengakhiri diskursus soal pilkada itu langsung atau tidak langsung, dan juga membuat isu lokal itu betul-betul menjadi perhatian ketika proses pilkada,” lanjutnya.

Perludem juga merekomendasikan ke depan agar proses rekapitulasi pemilu sudah menerapkan rekapitulasi elektronik. Beban petugas KPPS dalam mengisi rekapitulasi secara manual juga memberatkan petugas.

“Terus terang beban mengisi formulir memberatkan. Jadi beban tambahan yang sangat luar biasa, karena banyak sekali, formulir untuk saksi, formulir untuk pengawas, bayangkan pesertanya ada 16 berarti kan 16 salinan. Itu kan butuh waktu dan kerja keras. Jadi selain mengubah skema keserentakan pemilu juga diikuti dengan kita mulai harus mempertimbangkan, memberlakukan rekapitulasi suara secara elektronik,” imbuhnya.

Titi juga mengungkapkan jika pada pemilu kali ini para petugas KPPS tidak didukung oleh daya dukung yang memadai dan berimbang. “Dari sisi jaminan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan kan memang mereka nggak dapat kan. Padahal apa yang mereka lakukan itu sangat beresiko,” ujarnya.
(nvl/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PKS dan Gerindra Serahkan 2 Nama Cawagub DKI ke Anies Baswedan Hari Ini

Liputan6.com, Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra menyampaikan dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta kepada Gubernur Anies Baswedan untuk dilanjutkan ke Pimpinan DPRD DKI Jakarta. Dua nama cawagub tersebut adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, Sakhir Purnomo, yang mewakili Pimpinan PKS dan Gerindra DKI Jakarta, sudah menyampaikan surat ajuan tersebut melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah.

“Pemberkasan sudah selesai semua, Alhamdulillah, dan sudah diterima Sekda Pak Saefullah,” ujar Sakhir di Balai Kota, Jakarta, Jum’at (1/3/2019).

Sakhir mengatakan, dua nama tersebut juga sudah ditandatangani oleh kedua partai pengusung, baik di tingkat Pusat maupun Provinsi. Selain itu, saat menyampaikan surat tersebut, Sakhir menjelaskan bahwa Anies Baswedan berhalangan menerima dikarenakan sedang ada agenda penting lainnya.

“Kami memohon doa dan dukungan seluruh warga Jakarta, semoga Allah memudahkan proses-proses berikutnya hingga pelantikan dan pelaksanaan tugas Wakil Gubernur definitif kedepannya,” tandas Sakhir.

2 dari 3 halaman

Imbangi Kelemahan Anies Baswedan

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif menyebut tim panelis fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Wakil Gubernur (cawagub) DKI, menginginkan sosok yang dapat mengimbangi Anies Baswedan.

“Peran wagub akan mengisi kelemahan gubernur selama ini,” kata Syarif saat dihubungi, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Para cawagub DKI sebelumnya harus menjalani uji kepatutan dan kelayakan. Saat fit and proper test tim panelis menghadirkan sejumlah tokoh, mulai dari pengamat hingga akademisi. Kata Syarif, hal itu guna meminta masukan mengenai isu yang ditanyakan kepada cawagub.

Syarif menyebut beberapa isu itu yakni mengenai perencanaan dan penyerapan APBD DKI, kebijakan percepatan pembangunan dan aspirasi kalangan pengusaha dan pelaku UMKM terutama PKL.

“Selanjutnya, polarelasi politik partai dan konflik tata ruang dan lingkungan hidup serta pengentasan kemiskinan,” ucap dia.

Oleh karena itu, dia menilai nantinya, wagub terpilih banyak memikul beban sebagai eksekutor.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Di Gorontalo, Jokowi Ajak Relawan Counter Isu Negatif-Jelaskan 3 Kartu Baru

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mengajak jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD) dan relawan Gorontalo ikut aktif melawan isu negatif yang dialamatkan ke paslon nomor urut 01. Jokowi meminta TKD dan relawan Gorontalo fokus bekerja di lapangan.

“Saya ingin kita semuanya fokus, tidak ada lagi pertemuan, yang ada pekerjaan-pekerjaan lapangan. Apa itu, dari pintu ke pintu, door to door, baik kader maupun relawan, tidak ada lagi rapat. Sampaikan mengenai visi kita, program kita, counter kalau ada isu yang merugikan elektabilitas partai maupun capres dan cawapres, sehingga terang-benderang masyarakat mengerti,” kata Jokowi di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2/2019).

“Pekerjaan kita sekarang cuma itu, memberikan klarifikasi, penjelasan atas isu-isu negatif, termasuk dalam infrastruktur yang sudah dikerjakan itu apa, apa, apa,” imbuhnya.
Selain itu, Jokowi meminta TKD dan relawan mendorong masyarakat menggunakan hak pilih saat 17 April 2019. Ia pun mengingatkan agar mereka ikut mengawal suara untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Semakin banyak kita dorong, apalagi yang dorong sambil bisik-bisik itu bisa 100 persen, itu keuntungan yang lebih besar lagi. Semua. Tidak caleg, kader, relawan, pekerjaan akhirnya itu. Dan jangan lupa, yang jadi saksi maupun tidak jadi, tetap harus mengawasi, mengawal suara yang kita sudah menangkan. Jangan sampai hilang satu suara pun, betul-betul dikontrol, diawasi, apakah sesuai dengan angka yang kita dapatkan di TPS,” tutur Jokowi.

Di hadapan para relawan Gorontalo itu, Jokowi juga sempat memamerkan tiga program kerja yang diwujudkan dalam bentuk kartu, yaitu KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja. Soal KIP Kuliah, Jokowi mengaku tahu betul rasanya menjadi ‘orang kecil’ yang ketakutan tak bisa melanjutkan sekolah.

“Jadi keluarga kurang mampu seperti saya alami waktu kecil, waktu saya remaja, ketakutan saya dulu kalau saya tidak bisa sekolah dan kuliah, saya kira Bapak-Ibu sudah tahu saya lahir di pinggir sungai, orang tua saya jualan bambu dan kayu di pasar gilingan. Kadang-kadang bapak saya nyambi sopir, sehingga ketakutan tidak bisa menyekolahkan anak, masuk kuliah, selalu masuk dalam otak saya. Inilah keluar KIP Kuliah,” ucap Jokowi.

Ia kemudian memaparkan kartu berikutnya, yaitu Kartu Prakerja. Kartu Prakerja ini dijanjikan berfungsi memfasilitasi pelatihan kerja bagi para pencari kerja.

“Akan keluar lagi Kartu Prakerja. Yang sudah lulus baik SMK/SMA maupun kuliah untuk masuk ke industri, masuk ke pasar kerja itu nanti kita bekali dengan kartu Prakerja. Ini akan disesuaikan, di-link-kan, dengan kebutuhan yang ada. Artinya ada training, vokasional, SDM premium, politeknik, semuanya masuk di sini,” jelasnya.

Terakhir adalah Kartu Sembako Murah. Jokowi berharap kartu ini bisa meringankan beban belanja keluarga. “Ini didapatkan dari survei keinginan masyarakat. Jadi kartu itu nanti kita rancang bisa dipakai untuk keluarga kita membeli sembako tertentu dengan diskon. Nggak tahu nanti baru diputuskan setelah April, bisa saja memegang kartu diberi diskon 50 persen beli beras misalnya, misalnya atau beli minyak, misalnya beli telur, ini rancangannya,” kata Jokowi.
(tsa/gbr)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kasus Prostitusi, Begini Kondisi Terkini Artis VA

Liputan6.com, Surabaya – Tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA sudah hampir sebulan ini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati menduga artis VA mengalami gangguan psikologis akibat terlalu lama berada dalam sel.

Hal tersebut diungkapkannya saat mendatangi Mapolda Jatim untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi itu.

Dia menilai, artis VA butuh konseling untuk meringankan beban psikologisnya.

“Kami tadi mengusulkan kepada penyidik supaya VA bisa dilakukan pemulihan secara psikologis melalui konseling,” tutur Sri di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, secara kasat mata, artis VA terlihat sehat. Namun, tak berarti VA baik-baik saja.

“Dia sehat, hanya saja merasa tidak nyaman. Mungkin karena didalam sel. Kami usulkan bisa dilakukan pemulihan dengan cara konseling yang akan dilakukan lembaga layanan yang ada di Surabaya,” ujar Sri.

Sebelumnya, artis VA menjalani rawat inap di rumah sakit Bhayangkara Polda Jatim Surabaya, Sabtu 2 Februari 2019.

Artis VA rencananya dipindahkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jatim pada hari ini. Namun, pemindahan tersebut batal atau ditunda lantaran VA mendadak terserang penyakit diare.

“Kita percaya saja kalau memang VA mengatakan sakit diare. Tentunya alasan yang sampaikan butuh penjelasan dokter,” tutur Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera.

Barung memastikan Polri menjamin kesehatan setiap tahanan. Jika ada keluhan dari pasien, tentunya dokter akan memeriksan dan melakukan observasi. “Dokter pastinya akan melakukan observasi untuk memastikan sakit yang dikatakan VA,” ujar Barung.

Artis VA juga pernah mengidap penyakit sinus yang sudah lama dideritanya. Hal itu sempat disampaikan kuasa hukum Vanessa, Rahmat Santoso di Surabaya yang dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

“Iya, memang VA juga sakit sinus. Dokter juga ngomong kok,” kata Barung di Mapolda Jatim.

Artis VA masih menjadi tahanan Polda Jatim yang dirawat di rumah sakit. Namun sayang belum ada kejelasan hingga kapan VA harus menjalani perawatan.

2 dari 3 halaman

Pernah Dirawat karena Maag Akut

Dia juga sempat menderita sakit maag akut usai menjalani serangkaian pemeriksaan selama 12 jam di gedung Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.

Artis VA akhirnya dirawat di Ruang Anggrek 4 Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat 1 Februari 2019.

Salah satu tim penasehat hukum, VA Rahmat Santoso menuturkan, akibat sakit tersebut berat badan VA turun hingga 6 kilogaram. “Kondisi VA masih drop. Sekarang VA masih sakit. Sekarang berat badannya turun 6 kilogram,” tutur Rahmat pada saat itu.

Rahmat menegaskan, kliennya akan kooperatif dalam menjalani pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik. Pihaknya berharap masalah hukum yang menjerat VA segera selesai. Sebab VA masih muda, yang mana masa depannya masih panjang.

“Saya mendampingi VA karena terdorong rasa kemanusian. Semoga VA bisa melalui persoalan ini dan proses hukum segera selesai,” ujar Rahmat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Gejala Sinusitis Pada Anak, Jangan Panik Ketahui Cara Mengatasinya di Sini

Liputan6.com, Jakarta Sinusitis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang cukup menyiksa dan mengangggu pernapasan. Sinusitis dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala yang ditimbulkan oleh sinusitis mirip dengan gejala flu biasa.

Jika tak segera ditangani, sinusitis dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi tulang. Meski jarang terjadi, sinusitis juga dapat menyebabkan infeksi dan menyebar ke daerah sekitar mata, tulang, darah atau otak.

Sinusitis juga kerap terjadi pada anak. Jika Anda mendapati anak mengalami pilek yang tak kunjung sembuh atau sering kambuh Anda perlu mencurigai penyakit sinusitis pada anak.

Nah agar Anda dapat mewaspadai sinusitis pada anak, berikut penjelasan mengenai penyakit sinusitis dari penyebab, cara menangani dan gejala sinusitis pada anak yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis(28/2/2019).

2 dari 5 halaman

Mengenal Sinus dan Sinusitis

Sinus sendiri adalah struktur berupa rongga yang terletak di wajah. Rongga kosong ini terletak di ulang pipi (maxillary), bagian bawah dahi (frontal), bagian belakang rongga hidung (sphenoid), serta di antara hidung dan matang (ethmoid). Rongga sinus tidak tampak dari luar, tetapi fungsinya penting untuk mengurangi beban berat pada tengkorak kepala.

Salah satu tugas sinus adalah untuk menghasilkan mukus (cairan lengket dan tebal) di hidung. Mukus turut bekerja untuk mencegah masuknya kuman, allergen penyebab alergi, dan benda-benda asing yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh.

Rongga sinus memiliki saluran yang menyambung dengan hidung. Karena itu, infeksi atau peradangan yang terjadi pada hidung, misalnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dapat merambat ke sinus dan menyebabkan sinusitis. Sinusitis merupakan gangguan pada rongga sinus yang terjadi akibat sebuah peradangan.

Sebagian besar sinusitis sudah dapat didiagnosa hanya berdasarkan gejala yang dirasakan serta pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik dokter akan melihat adanya kemerahan dan pembengkakan pada rongga hidung, ingus yang mirip nanah, serta pembengkakan disekitar mata dan dahi.

Selain itu diagnosa juga bisa dilakukan melalui pemeriksaan rhinoskopi. Ini adalah sebuah cara untuk melihat langsung ke dalam rongga hidung. Tujuannya adalah untuk melihat lokasi sumbatan.

Terkadang juga diperlukan penyedotan cairan sinus dengan menggunakan jarum suntik untuk pemeriksaan kuman. Pemeriksaan kuman berguna untuk menentukan jenis infeksi yang terjadi. Pemeriksaan menggunakan CT Scan dan MRI hanya diperlukan bila sinusitis gagal disembuhkan dengan pengobatan awal.

3 dari 5 halaman

Sinusitis Pada Anak

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang sering terjadi pada anak-anak. Anak-anak memang sering mengalami ISPA, sehingga risiko mereka untuk terkena sinusitis juga terbilang besar.

Setiap tahunnya, rata-rata anak mengalami 6-8 kali ISPA dibandingkan orang dewasa. Diperkirakan sebanyak 0,5%-10% ISPA mengakibatkan komplikasi sinusitis. Penelitian juga menemukan bahwa sebanyak 6%-13% anak sampai usia 3 tahun pernah menderita sinusitis.

Penyebab Sinusitis pada Anak

Pada kondisi normal, sel dinding sinus akan menghasilkan lendir (mukus) untuk membantu mengeluarkan alergen atau polutan dari rongga hidung.

Namun, bila terinfeksi lendir ini akan terperangkap, volumenya akan bertambah, dan berisi bakteri atau virus. Karena terinfeksi, sel-sel yang ada di dalamnya pun akan meradang.

Sinusitis dapat terjadi akibat infeksi maupun tanpa infeksi kuman (noninfeksi). Kuman yang paling sering menyebabkan sinusitis adalah virus, yang dapat diperparah dengan tambahan infeksi dari bakteri. Pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah, sinusitis juga dapat dipicu oleh bakteri yang lebih kuat maupun jamur. Sedangkan penyebab noninfeksi pada sinusitis adalah kondisi alergi.

4 dari 5 halaman

Gejala Sinusitis Pada Anak

Gejala sinusitis pada anak maupun orang dewasa mirip dengan gejala flu, yaitu hidung mampet atau berair, keluar lendir berwarna kuning kehijauan dari hidung dan demam ringan. Namun, pada sinusitis terdapat nyeri di wajah terutama sekitar pipi, mata, dan dahi, penurunan indra penciuman, sakit gigi, dan bau mulut.

Anda dapat membedakan pilek biasa dari sinusitis dengan melihat perjalanan penyakit yang terjadi. Umumnya sinusitis ditandai dengan pilek yang tidak kunjung sembuh bahkan hingga 10 hari. Gejala pilek yang sempat membaik, namun memburuk kembali juga dapat menunjukkan adanya sinusitis. Batuk dan pilek yang sangat berat juga dapat dicurigai telah dikomplikasi dengan sinusitis.

Berikut gejala sinusitis pada anak yang perlu diwaspadai dan segera ditangani :

· Hidung tersumbat

· Pilek yang berlangsung lama atau kambuh berulang

· Dapat terjadi demam

· Bau mulut

· Ingus kental, dan terkadang ingus seperti mengalir di belakang hidung dan tenggorokan (disebut post-nasal drip). Post-nasal drip akan menyebabkan seseorang kerap berdeham untuk membersihkan lendir yang terasa mengalir di belakang tenggorokan

· Sakit kepala, misalnya saat menunduk (menandakan radang di sinus frontalis)

· Nyeri pada area wajah, misalnya pipi ketika sinus maksilaris mengalami radang

· Bengkak di area mata

Selain gejala sinusitis pada anak di atas, anak yang mengalami sinusitis biasanya menjadi lebih rewel, susah makan, dan suara yang terdengar bindeng.

5 dari 5 halaman

Penanganan Sinusitis

Gejala sinusitis pada anak memang mirip dengan flu biasa. Dengan mengenalinya Anda dapat memberikan penanganan tepat untuk mengurangi gejala sinusitis pada anak.

Setelah mengetahui gejala sinusitis pada anak maka Anda perlu mengetahui cara menangani sinusitis agar tidak terus menganggu aktivitas anak. Sinusitis dapat sembuh dengan sendirinya meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan flu biasa, yaitu sekitar 7–10 hari atau bahkan hingga 2 minggu.

Sinusitis yang ringan bisa dikatakan tidak berbahaya. Namun, tetap saja dapat mengurangi kualitas tidur, nafsu makan, serta aktivitas belajar dan bermain anak. Meski sangat jarang terjadi, sinusitis memang bisa menjadi sumber infeksi ke otak dan menyebabkan meningitis.

Periksakanlah anak ke dokter jika mencurigai adanya gejala sinusitis pada anak. Antibiotik adalah obat yang paling sering diresepkan untuk menangani sinusitis. Anda juga dapat memberikan asupan cairan yang cukup untuk anak. Selain itu, bila ingus anak sangat kental dan sulit dikeluarkan, gunakan cairan saline untuk mengencerkan ingus.

Kisah Pilu Ayah Gantikan Wisuda Almarhumah Anak: Dia 3 Kali Gagal Sidang

Jakarta – Kisah seorang ayah menggantikan almarhumah putrinya yang wisuda di UIN Ar-Raniry, Aceh viral dan membuat haru. Sang ayah, Bukhari, dengan tegar mengambil ijazah Rina Muharrami. Bukhari menuturkan momen itu.

Bukhari berkisah, pada saat wisuda digelar pada Rabu (27/2/2019) kemarin, dirinya pagi-pagi dihubungi seorang dosen. Dia diminta datang ke kampus lebih cepat karena tidak ada undangan layaknya orang tua lain.

Tiba di UIN Ar-Raniry, Bukhari bertemu sang dosen. Dia ditemani masuk ke tempat wisuda dan bergabung bersama tamu undangan lain.

“Waktu itu bapak dosen itu sudah bilang agar saya mengambil ijazah Rina. Menurut beliau sayang kan ijazah tidak diambil,” kata Bukhari dengan mata berkaca-kaca saat ditemui rumah duka di Desa Cut Rumpun, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Kamis (28/2).

Jelang prosesi wisuda digelar, Bukhari kembali diberi tahu tata caranya. Saat mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah dipanggil, Bukhari ikut maju.

Pria berusia 59 tahun itu ikut berbaris bersama wisudawan lainnya untuk naik ke panggung. Saat wisudawan lainnya bertoga, Bukhari memakai kemeja lengan panjang dan peci. Dia lalu menerima ijazah Rina lalu bersalaman dengan rektor dan dekan di atas panggung. Bukhari juga dipeluk lalu mendekap erat ijazah putrinya itu dan turun dari panggung.

“Saat bersalaman itu, pak Rektor bilang ‘sabar pak, sabar’. Itu yang membuat saya haru sampai keluar air mata,” jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan tersebut.

Usai menerima ijazah, air mata Bukhari tak terbendung terlebih kala melihat semua orang menangis. Bukhari sempat minta langsung pulang, tapi dicegah.

Kisah Pilu Ayah Gantikan Wisuda Almarhumah Anak: Dia 3 Kali Gagal SidangFoto: Ayah gantikan almarhumah anak saat wisuda (Dok. UIN Ar-Raniry)

Menurut Bukhari, putrinya Rina mulai mengalami sakit beberapa hari menjelang sidang. Putri sulungnya dibawa ke rumah sakit oleh teman-teman kampusnya karena tiba-tiba demam.

Beberapa jam di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, dia dibolehkan pulang. Esok harinya, Rina kembali kuliah seperti biasa.

“Rina tiga kali gagal sidang karena sakit dan akhirnya dia sidang pada tanggal 24 Januari. Dua hari usai sidang, dia kembali sakit dirawat di Puskesmas Blang Bintang karena kembali demam,” ungkap Bukhari.

Empat malam dirawat di rumah Puskesmas, dokter membolehkannya pulang. Namun tiba di rumah, kondisi Rina agak berlainan. Malam itu, dia sudah tidak tidur.

Pihak keluarga membawa Rina ke Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh. Usai diinfus, Rina koma selama tiga hari sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 5 Februari pagi.

“Hasil diagnosa dokter dia menderita tipes. Tapi menurut dokter penyakitnya diperparah karena Rina beban sehingga menyerang otaknya,” beber Bukhari.

“Selama hidup, dia anak cerdas dan tidak pernah membebankan orang tua. Dia gak pernah mengeluh,” ungkap Bukhari didampingi istrinya Nur Bayani (48).
(agse/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Caleg PKS Fransisca Santa Clause Akui Namanya Sempat Jadi Beban

Sleman – Viral di media sosial, caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sleman bernama Fransisca Santa Clause. Sosoknya menjadi perbincangan para netizen karena namanya.

Saat berbincang dengan detikcom di sela acara kampanye capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Grand Pacific Hall, Sleman, Rabu (27/2/2019), Fransisca mengaku tidak ambil pusing sosoknya viral. Fransisca pun menegaskan apapun nama yang dia sandang, yang terpenting adalah imannya.

Namun Fransisca tak menampik jika nama pemberian orang tuanya yang berlatar belakang berbeda, sempat menjadi beban pada dirinya.


“Beban awalnya dulu, ya waktu mulai paham, awal sekolah, banyak yang bertanya. Tapi sekarang sudah saya anggap biasa saja, kan yang penting imannya,” ujar ibu muda usia 32 tahun itu.

Fransisca juga mengaku sempat down ketika berniat mendaftar sebagai caleg PKS. Langkahnya ikut pemilihan legislatif tahun ini akhirnya tetap dilakoni setelah mendapat suntikan moral dari keluarga dan internal PKS.

“Sempat down sih, tapi sekarang insyaallah sudah mantap. Keluarga dan partai mendukung,” tuturnya.

Fransisca kembali menegaskan dia tidak memusingkan saat ini sosoknya viral di media sosial. “Senyumin aja, apapun namanya yang penting imannya,” tutup Fransisca.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Terbebani Harga Avtur, Air Asia Rugi Rp 998 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID) mencatatkan kenaikan pendapatan 54 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,32 triliun dari Rp 1,02 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.

Meski begitu, perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 998 miliar. Beban usaha ini disebabkan pelemahan nilai mata uang rupiah dan juga tingginya harga avtur.

Adapun total avtur di tahun 2018 naik 53 persen dengan harga avtur rata-rata sebesar USD 85 per barel dibandingkan harga rata-rata 2017 sebesar USD 64 per barel.

Beban usaha lainnya seperti biaya sewa, pemeliharaan, dan perbaikan pesawat juga meningkat disebabkan oleh pelemahan rupiah dan tambahan pesawat pada kuartal IV-2018.

“2018 merupakan tahun yang sangat penuh tantangan bagi operasional kami. Profitabilitas kamu juga sangat terdampak oleh meningkatnya biaya operasional yang didorong oleh peningkatan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah sepanjang tahun,” ujar Direktur Utama PT AirAsia Tbk Dendy Kurniawan di Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Dia melanjutkan, pada tahun ini, dirinya optimistis dapat memperbaiki kinerja perseroan dan memperbesar pangsa pasar yang tanda-tanda perbaikanya telah terlihat di awal tahun 2019.

“Dengan kondusifnya lingkungan usaha, serta penurunan harga bahan bakar dan penguatan nilai mata uang rupiah, kami berencana untuk membuka hub baru di Lombok dan menambah 3 unit pesawat ke dalam armada kami sejalan dengan perluasan operasi ke bagian Timur Indonesia,” jelas dia.

2 dari 2 halaman

Pertamina Turunkan Harga Avtur

PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai jam 00.00 waktu setempat.

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga avtur secara periodik, yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan.

Untuk periode 16 Februari 2019, harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

“Harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara,” kata Arya, Di Jakarta, Sabtu (15/2/2019).

Arya mencontohkan, harga avtur (published rate) untuk Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp .7.960 per liter.

Harga ini lebih rendah sekitar 26 persen dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sekitar Rp 10.769 per liter.

“Penyesuaian harga avtur dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya,” tuturnya.

100 Persen Desa di Wilayah Terluar Sumbar Menikmati Listrik

Liputan6.com, Jakarta – Masyarakat di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) Sumatera Barat (Sumbar) telah menikmati listrik.

Hal ini ditandai dengan elektrifikasi desa 100 persen untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai. Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan, dengan ada  program Ekspedisi Mentawai Terang, yang dicanangkan PLN UIW Sumbar pada 2018, PLN dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik masyarakat di daerah 3T.

Untuk Kepulauan Mentawai saat ini dipasok dari sembilan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang tersebar di beberapa kecamatan dengan total 43 unit mesin pembangkit yang beroperasi dengan kapasitas 5.345 Klio Watt (kW) dan  beban puncak saat ini sebesar 3.364 kW.

“Khusus untuk PLTD Tua Pejat yang memiliki 8 unit mesin pembangkit dengan daya terpasang 4.120 kW. Saat ini melayani beban puncak sebesar 1.688 kW sehingga surplus 1.187 kW,” kata Wiluyo, di Jakarta Rabu (27/2/2019).

Saat ini Sumbar, memiliki pasokan listrik dengan kapasitas Pembangkit 703 Mega Watt (MW) dengan  beban puncak sebesar 593 MW. Selain dipasok dari pembangkit sendiri, Sumatera Barat juga dipasok dari Sistem interkoneksi 150 kV.

2 dari 2 halaman

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata

PLN tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sumatera Barat melainkan juga siap mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Sumatera Barat. Khususnya Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui ketersediaan pasokan listrik.

“Meski banyak halangan dalam proses melistriki seluruh negeri, tentu sudah menjadi kewajiban dan harapan kami agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan listrik mengingat listrik adalah kebutuhan vital dan sudah menjadi kewajiban bagi PLN untuk memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat,” papar Wiluyo.

Program Listrik Desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai ini merupakan bagian dari Program Listrik Desa di seluruh Regional Sumatera, pada  2018 telah membangun sebanyak 1.954 kms Jaringan Tegangan Menengah, 1.710 kms Jaringan Tegangan Rendah  dan 647 gardu dengan kapasitas 50.000 kVA. 

Infrastruktur tersebut dapat melayani kebutuhan listrik 378 desa di Regional Sumatera. Jaringan baru sepanjang 19,2 KMs (JTM) dan 7,7 KMs (JTR) dengan memiliki lima unit gardu dengan kapasitas 250 KVA.

Adapun tiga gardu di Desa Bosua sebesar 150 KVA dan dua gardu di Desa Beriulou sebesar 100 KVA yang diharap harapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kedua desa.

Dengan ada program ini rasio elektrifikasi di Sumatera Barat meningkat 4,43 persen dari 88,53 persen menjadi 92,96 persen terhitung dari Desember 2017 hingga Desember 2018. Khusus di Kabupaten Kepulauan Mentawai Rasio Elektrifikasi meningkat 13,43 persen  dari 43,07 persen menjadi 56,50 persen. 

Rasio Desa Berlistrik Sumatera Barat pada 2018 telah mencapai 100 persen, dengan rincian 1.141 desa atau 98,5 persen berlistrik dari PLN dan 17 desa 1,4 persen berlistrik non PLN dengan total 1.158 desa.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan komitmen para insan PLN untuk mewujudkan mimpi masyarakat Desa Bosua dan Desa Beriulou untuk menikmati listrik selama 24 jam,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:




Jalan Terjal Layanan Kesehatan di Perbatasan

Liputan6.com, Jakarta – Berbeda dengan kebanyakan daerah di Jawa, kondisi prasarana perhubungan di wilayah terluar Indonesia menjadi penentu mustahil atau tidaknya masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan. Tengoklah sebuah dusun di Desa Gunung Bulat, misalnya. Jalan akses satu-satunya menuju puskesmas terdekat belum beraspal. Bila hujan, jalan ini tak dapat dilalui.

Nita, Kepala Puskesmas Kecamatan Paloh, sudah “menjeritkan” rintangan ini. Nita, yang sudah bertugas enam tahun, menjelaskan parahnya jalan itu sangat dipengaruhi oleh lalu lalangnya kegiatan pengangkutan sawit.

Beban penggunaan yang tinggi tak dibarengi upaya pemeliharaan, baik pemerintah maupun perusahaan sawit mengabaikannya. Tiada pilihan lain, warga setempat terpaksa tidak bisa berobat ke puskesmas di musim penghujan.

Gunung Bulat adalah salah satu desa di Kecamatan Paloh, wilayah di ujung perbatasan darat Kabupaten Sambas dengan Malaysia. Di pucuk wilayah lain, Desa Temajuk, desa terluar di Kecamatan Paloh, situasinya jauh lebih rumit.

Kepala Puskesmas Temajuk Jumaini menceritakan kondisi puskesmas di desa itu tidak cukup memadai untuk melayani pasien dengan penyakit dan kondisi tertentu. Padahal bila warga hendak mengakses Puskesmas Kecamatan atau rumah sakit umum daerah, mereka harus berhadapan dengan Sungai Sumpit. Ketika surut, sungai ini tidak dapat diseberangi, orang harus menunggu air pasang.

Ada cara lain, sebetulnya, yaitu menggunakan kapal. Sayangnya jaringan sinyal di wilayah itu tak selalu bagus sehingga menghambat komunikasi warga dengan pihak dermaga di Pelabuhan Prigi Pigai–salah satu dermaga yang harus dilintasi untuk menuju ke kota–ketika membutuhkan feri untuk mengangkut pasien.

Dalam keadaan normal pun feri tak beroperasi 24 jam. Faktor lain yang memberatkan warga ialah pungutan Rp 300-400 ribu untuk setiap ambulans yang akan menyeberang menggunakan feri.

Yang paling terancam menghadapi kondisi serupa itu adalah pasien kritis atau pasien yang membutuhkan penanganan segera. Seorang aktivis Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Kabupaten Sambas menginformasikan bahwa angka kelahiran di Desa Temajuk sangat tinggi.

Setiap bulan pasti ada yang melahirkan. Akibat kondisi jalan dan transportasi secara umum, sepanjang 2017 di desa itu tercatat tiga kasus ibu melahirkan di tengah jalan.

Tak mengherankan bila, misalnya, warga Kecamatan Paloh, khususnya di Desa Temajuk, juga kecamatan lain seperti Sajingan Besar, harus dilarikan ke Rumah Sakit di Kuching, Malaysia. Mahal biayanya, tentu saja. Tapi hal ini tetap terpaksa dilakukan karena waktu tempuhnya yang lebih pendek, sekitar setengah jam dari Sajingan dan tiga jam dari Paloh, ketimbang ke rumah sakit milik pemerintah daerah di pusat Kota Sambas.

Untuk menuju Rumah Sakit Sambas, warga harus menyeberangi dua sungai dengan feri dan menempuh jalur darat berlumpur hingga ke kota, memakan waktu normal sekitar enam jam dari Sajingan. Itu pun jika cuaca sedang tidak hujan. Sering warga tak bisa dirujukkan ke rumah sakit jika kondisinya hujan, karena ambulans tidak dapat melewati jalur berlumpur yang berat.

Pengaruh kondisi jalan itu sangat besar, khususnya untuk wilayah terdepan di Kabupaten Sambas, itu tadi, Kecamatan Sajingan Besar dan Kecamatan Paloh.

Dewi Anggraeni, seorang bidan desa, menuturkan betapa sulitnya penduduk desa-desa terjauh di Sajingan mengakses puskesmas kecamatan. Dari dua desa terjauh, Desa Sebunga dan Desa SeiBening, perjalanan menuju puskesmas memerlukan waktu antara 3-4 jam dalam cuaca normal. Kondisi jalan serta jarak kedua desa dengan puskesmas kecamatan menjadi sebab lamanya waktu tempuh itu.

Sebagai wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia, baik di darat maupun laut, Sambas berpenduduk sekitar setengah juta orang yang masalah kesehatannya kompleks. Rasio kemiskinan, 8,545 persen dari total populasi, ikut berkontribusi terhadap kondisi kesehatan.

Angka Kematian Bayi (2016: 113 kasus) dan Angka Kematian Ibu Melahirkan (2016: 12 kasus) masih cukup tinggi, bahkan ada sekitar 20 persen atau 2.696 ibu hamil yang diperiksa tergolong dalam kasus risiko tinggi/komplikasi yang membutuhkan rujukan.

Faktor penyebab yang paling dominan adalah keterbatasan akses pelayanan kesehatan, juga tingkat pendidikan dan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi yang masih rendah. Hal ini sangat dipengaruhi oleh minimnya sumber daya keuangan yang dialokasikan untuk kesehatan.

Masalah lainnya berkaitan dengan ketersediaan akses layanan kesehatan, kurang cukupnya tenaga kesehatan, program-program sosial khususnya untuk kesehatan belum tepat sasaran, serta belum meratanya penunjang konektivitas bagi warga.

Alokasi anggaran kesehatan yang bersumber dari daerah juga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar layanan kesehatan. Proporsinya memang sudah lebih dari 10 persen dari total anggaran daerah, sekitar Rp250 miliar.

Tapi, melihat kondisi yang ada, angka ini belum cukup. Dan angka ini pun sebetulnya bersumber dari kucuran dana pusat serta provinsi. Untuk program afirmasi dalam bidang kesehatan di wilayah perbatasan ini, pemerintah pusat maupun provinsi sudah memberikan anggaran khusus. Masalahnya, jangkauannya belum sampai di seluruh desa di wilayah perbatasan.

2 dari 2 halaman

Tantangan-Tantangan

Kecamatan Paloh dan Kecamatan Sajingan Besar memang tergolong daerah di Sambas yang unit layanan kesehatannya masih jauh dari memadai. Kuantitas layanan kesehatan yang ada tak sebanding dengan jumlah penduduk yang harus dilayani, yang tersebar di wilayah yang sangat luas.

Keberadaan rumah sakit baru ada di ibu kota kabupaten tak sepenuhnya membantu, sebab penduduk di perbatasan harus menempuh waktu lebih dari 10 jam untuk bisa memanfaatkannya. Hal ini juga diperparah oleh pasokan aliran listrik yang tidak menyala 24 jam. Tenaga kesehatannya pun masih sangat jauh dari cukup.

Program-program sosial yang berkaitan dengan kesehatan pun, misalnya Kartu Indonesia Sehat (KIS), banyak yang belum tepat sasaran. Tertibnya identitas warga menjadi salah satu persoalan dasar untuk mendapatkan KIS. Di daerah perbatasan masih banyak warga tak mampu yang tidak mendapatkan jaminan kesehatan gratis, karena tidak memiliki KTP elektronik maupun kartu keluarga.

Tantangan lain yang sangat mempengaruhi layanan kesehatan di wilayah perbatasan ini adalah belum meratanya akses infrastruktur jalan, jembatan yang melewati sungai besar, dan jaringan sinyal.

Di Temajuk, desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia, untuk merujuk pasien, petugas puskesmas harus melakukan perjalanan lebih dari 10 jam, karena mesti melewati jalan ratusan kilometer yang masih berlumpur dan menyeberangi dua sungai dengan menggunakan feri. Mengakses informasi kesehatan juga sangat sulit karena jaringan telepon yang terbatas.


Simak video pilihan berikut ini: