Singkirkan Bremen, Bayern Munich ke Final DFB-Pokal

BremenBayern Munich tinggal selangkah lagi dari gelar juara DFB-Pokal 2018/19. Bayern berhasil lolos ke final setelah mengatasi Werder Bremen 3-2 di semifinal.

Bertanding di Stadion Weser, Kamis (25/4/2019) dinihari WIB, Robert Lewandowski menginspirasi kemenangan Die Roten dengan mencetak sepasang gol. Satu gol Bayern lainnya dibuat Thomas Mueller.

Sementara itu gol-gol balasan Bremen dicetak hanya dalam dua menit dari Yuya Osako dan Milot Rashica.


Dengan demikian, Bayern akan berduel dengan RB Leipzig untuk berebut gelar juara di Olympia Stadion pada 25 Mei mendatang. Sebelumnya Leipzig mengatasi Hamburg SV 1-3.

Bayern membuka skor di menit ke-36. Dari tusukan David Alaba yang ditepis Jii Pavlenka, bola rebound langsung diceploskan Lewandowski dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Setelah turun minum, Mueller menggandakan keunggulan Bayern di menit ke-63. Umpan silang Alaba diamankan lini pertahanan Bremen, bola akhirnya jatuh ke jalur Leon Goretzka yang diteruskan dengan operan ke tengah kotak penalti. Mueller menyelesaikan dengan tembakan kaki kanan.

Bremen belum tamat meskipun tertinggal dua gol. Di menit ke-74, Osako membawa Bremen menipiskan skor menjadi 1-2, setelah menyelesaikan umpan tarik Rashica dengan tembakan ke sudut bawah gawang.

Cuma semenit kemudian, Bremen berhasil menyeimbangkan permainan. Giliran Rashica mengukir namanya di papan skor untuk mengubah skor 2-2.

Menyambut umpan terobosan Max Eggestein, Rashica melakukan penyelesaian dengan tembakan kaki kanan ke sudut bawah tiang jauh Bayern tanpa bisa dihalau Sven Ulreich.

Di menit ke-78, wasit menghadiahi Bayern dengan penalti setelah Kinglsey Coman dijatuhkan. Lewandowski maju sebagai eksekutor dan melepaskan tembakan yang sempat mengenai mistar gawang sebelum masuk.

Susunan Pemain

WERDER BREMEN: Pavlenka, Moisander, Gebre Selassie, Augustinusson (Harnik 81′), Veljkovic, Klaassen (Davy Eggestein 89′), Moehwald (Pizarro 65′), Rashica, Max Eggestein, Kruse, Osako

BAYERN MUNICH: Ulreich, Boateng, Hummels, Alaba, Kimmich, Javi Martinez, Thiago Alcantara (James Rodriguez 76′), Gnabry (Goretzka 58′), Coman, Mueller (Rafinha 89′), Lewandowski (rin/cas)


Bayern Munchen Dapat Kabar Buruk Jelang Akhir Musim

Liputan6.com, Munchen – Bayern Munchen mendapat kabar buruk jelang periode krusial pada akhir musim. FC Hollywood terancam tanpa kiper andalannya, Manuel Neuer karena cedera.

Manuel Neuer mengalami cedera saat Bayern Munchen bertanding melawan Fortuna Dusseldorf pada pekan ke-29 Bundesliga, Minggu (14/4/2019) malam WIB. Bayern menang dengan skor 4-1 pada laga di Merkur Spiel-Arena tersebut.

Cedera dialami oleh Neuer ketika laga memasuki menit ke-50. Penjaga gawang berusia 32 tahun tersebut lantas tidak bisa melanjutkan permainan. Die Rotten harus menarik keluar Manuel Neuer pada menit ke-53 dan digantikan oleh Sven Ulreich.

Pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac, mengatakan jika cedera Manuel Neuer memang cukup membuat pihak klub cemas. Sebab, yang dialami oleh eks penjaga gawang Schalke tersebut adalah cedera kambuhan. Neuer kembali mendapatkan cedera betis, sama dengan cedera sebelumnya.

“Itu adalah cedera betis yang sama dengan yang cedera yang dialami terakhir kali. Kami akan segera memeriksanya besok dan tentu saja kami berharap tidak ada hal yang serius dengan cederanya,” ucap Niko Kovac dikutip dari Sportsmole.

Empat gol Bayern ke gawang Fortuna Dusseldorf dicetak oleh Kingley Coman [2 gol], Serge Gnarby dan Leon Goretzka. Kemenangan ini membuat Bayern Munchen kembali ke puncak klasemen yang sehari sebelumnya sempat dikudeta oleh Borussia Dortmund. Die Rotten kini telah mengumpulkan 67 poin, unggul satu poin saja dari Dortmund di posisi kedua.

Pertahanan Bayern yang Bikin Kovac Gemas

MunichNiko Kovac marah dengan pertahanan Bayern Munich di laga perempatfinal DFB-Pokal. Jelang laga krusial melawan Borussia Dortmund, Bayern mesti memperbaikinya.

Die Roten harus bekerja ekstra keras menyingkirkan tim divisi dua Heidenheim dengan skor 5-4. Pasalnya, setelah comeback untuk berbalik unggul 4-2, Bayern lengah sehingga lawan mampu menyamakan skor meski pada akhirnya menang.

Kemenangan tersebut turut menandai bahwa itu adalah kesembilan kalinya Bayern kebobolan lebih dari satu gol di musim ini. Secara keseluruhan Bayern sampai saat ini sudah kemasukan 43 gol, dibandingkan 45 gol di akhir musim 2017/18.


“Sudah tentu, ini membuat saya jengkel [kesalahan dalam bertahan]. Tapi kalau saya mengganti seorang pemain setiap selesai membuat kesalahan, saya akan sulit menurunkan 11 pemain di atas lapangan,” pelatih Bayern itu mengatakan di ESPNFC.

“Siapapun yang membuat keputusan juga membuat kesalahan. Tapi bukan itu. Pertanyaannya adalah: Apakah saya ingin bertahan atau tidak, sekalipun tidak semenyenangkan daripada menyerang?”

“Semua pemain harus bertahan, bukan cuma bek. Anda harus siap untuk itu. Anda memenangi Liga Champions dengan sebuah pertahanan yang bagus, Anda memenangi titel-titel nasional dengan sebuah pertahanan yang bagus. Satu-satunya hal yang Anda bisa menangi dalam serangan? Pertandingan,” lugas Kovac.

Pada akhir pekan ini, Bayern akan menjamu Dortmund di Allianz Arena, Sabtu (6/4/2019) malam WIB. Kedua tim menempati dua posisi teratas di klasemen sementara Liga Jerman dengan selisih dua poin saja. Bukan tidak mungkin kalau hasil pertandingan itu akan menentukan gelar juara di akhir musim.

“Itulah mengapa saya tidak punya kekhawatiran untuk hari Sabtu. Kami semua sudah tahu apa taruhannya,” Kovac menambahkan. (rin/nds)


Drama 9 Gol di Allianz Arena, Bayern Munich Maju ke Semifinal DFB-Pokal

MunichBayern Munich bekerja ekstra keras untuk melewati tim divisi dua Heidenheim di perempatfinal DFB-Pokal. Bertanding di kandang sendiri, Bayern menang 5-4.

Dua gol disumbangkan Robert Lewandowski yang baru masuk di babak kedua. Gol-gol Bayern lainnya dicetak oleh Leon Goretzka, Thomas Mueller, dan Serge Gnabry.

Pada pertandingan di Allianz Arena, Kamis (4/4/2019) dinihari WIB, Bayern tertinggal 1-2 di babak pertama. Heidenheim memanfaatkan keunggulan jumlah pemain usai Die Roten bermain dengan 10 orang usai Niklas Suele dikartu merah kala pertandingan baru berjalan 13 menit.

Bayern akhirnya bangkit setelah restart dengan mencetak tiga gol tambahan untuk berbalik unggul. Namun, Heidenheim menolak menyerah sehingga mampu menyamakan skor 4-4, sebelum gol penalti Lewandowski mengakhiri perlawanan tim tamu.

Bayern, yang menyimpan beberapa pemain utamanya, memulai dengan menjanjikan. Die Roten sudah unggul di menit ke-12 setelah Goretzka membuka skor pertandingan.

Namun, arah pertandingan berbalik usai kartu merah Suele. Di menit ke-26, Robert Glatzel membawa timnya menyamakan skor menjadi 1-1 setelah memaksimalkan umpan Marc Schnatterer.

Heidenheim membungkam publik Bayern. Kini giliran Schnatterer yang menaklukkan penjagaan kiper Sven Ulreich sehingga Heidenheim unggul 2-1 di menit ke-39 untuk dipertahankan saat half-time.

Strategi memasukkan Lewandowski dan Kingsley Coman terbukti tepat. Hanya delapan menit setelah kickoff babak kedua, Lewandowski memberikan dampak instan.

Dari situasi tendangan sudut, Lewandowski menyundul bola yang diteruskan Thomas Mueller dengan sepakan voli dari tengah kotak penalti yang menembus gawang Heidenheim. Skor kini 2-2.

Hanya butuh tiga menit bagi Bayern untuk kembali di depan. Lewandowski mencetak gol ketiga tim tuan rumah sehingga berbalik unggul dalam kedudukan 3-2 di menit ke-56.

Serge Gnabry dengan leluasa menggiring bola menuju kotak penalti, sebelum mengirim operan kepada Mueller. Lewandowski menyelesaikan umpan akurat Mueller dengan sontekan dari jarak dekat yang menggetarkan gawang Heidenheim.

Gempuran serangan Bayern menghasilkan gol keempat kurang dari 10 menit kemudian. Mats Hummels menanduk bola sepak pojok, yang dituntaskan Gnabry dengan sontekan mudah dari dekat tiang. VAR dibutuhkan sebelum gol itu disahkan.

Heidenheim belum tamat. Di menit ke-74, Glatzel mencetak gol keduanya atau yang ketiga untuk Heidenheim usai memanfaatkan lengahnya lini belakang Bayern yang bertahan terlalu tinggi.

Hanya tiga menit kemudian, kedudukan seimbang lagi! Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran Hummels. Glatzel maju sebagai eksekutor dan mengecoh Ulreich dengan tembakan ke arah tengah gawang Bayern. Kedudukan 4-4.

Sepuluh menit sebelum waktu normal habis, Ulreich membuat dua penyelamatan gemilang yang menghindarkan Bayern dari kebobolan lagi. Heidenheim mulai bertahan lebih rapat.

Penalti kedua diberikan wasit di pertandingan ini, kali ini kepada Bayern. Setelah Marnon Busch melakukan handball saat mengawal Lewandowski.

Striker Polandia itu maju mengambil penalti tersebut untuk disarangkan ke gawang Heidenheim setelah mengirim Kevin Mueller ke arah yang salah. Bayern 5, Heindeheim 4.

Bayern hampir saja membunuh pertandingan. Akan tetapi, sepakan keras kaki kanan Gnabry hanya menghantam mistar gawang Heidenheim di menit ke-89.

Laga kian keras di masa injury time, di mana para pemain kedua kubu saling melakukan pelanggaran. Di detk-detik terakhir, Bayern memperoleh tendangan penjuru. Meski tak melahirkan gol tambahan, Bayern sukses mempertahankan keunggulan sampai laga bubar.

Susunan Pemain

BAYERN MUNICH: Ulreich, Kimmich, Rafinha (Lewandowski 46′), Hummels, Sule, Gnabry, James Rodriguez (Coman 46′), Thiago Alcantara, Goretzka, Ribery (Boateng 24′), Mueller

HEIDENHEIM: Kevin Mueller, Busch, Theuerkauf (Thomalla 73′), Mainka, Beermann, Dorsch (Feick 52′), Schnatterer (Multhaup 67′), Griesbeck, Andrich, Glatzel, Dovedan (rin/cas)


Eks Wonderkid Portugal Blak-blakan Tak Bahagia di Bayern Munchen

Persaingan di posisinya memang ketat. Javi Martinez, Thiago Alcantara dan Leon Goretzka berada di atas dia dalam antrean main.

Musim lalu, dia juga sempat dipinjamkan ke Swansea City, tapi hanya tampil 12 kali karena masalah cedera kaki. “Saya ingin sering bermain, mungkin bersama klub lain,” kata Renato Sanches.

Hasil Liga Jerman: Bantai Mainz, Bayern Kembali ke Puncak

MunichBayern Munich menggeser Borussia Dortmund dari puncak klasemen Bundesliga. Ini setelah Die Roten menggilas Mainz 6-0.

Pada laga yang dihelat di Allianz Arena, Senin (18/3/2019) dinihari WIB, Bayern dibayang-bayangi kegagalan lolos ke perempatfinal Liga Champions. Mereka melakukan lima pergantian dalam starting eleven.

Bermain menyerang sejak menit awal, Bayern sudah unggul pada menit ketiga ketika crossing David Alaba disambut sontekan Robert Lewandowski yang menjebol jala Florian Mueller.

Bayern sama sekali tak memberikan Mainz kesempatan mengembangkan permainan dan mereka terus menekan pertahanan lawan. Tapi, gol kedua baru didapat pada menit ke-33. Joshua Kimmich memberikan umpan silang kepada Leon Goretzka yang lantas menerima dengan dadanya dan diberikan kepada James Rodriguez yang menuntaskan lewat sepakan terukur ke gawang Mainz.
Bayern menutup babak pertama dengan keunggulan tiga gol saat Kingsley Coman menggiring bola membelah pertahanan Mainz dari sisi kiri dan melakukan cut-in sebelum melepaskan sepakan keras kaki kanan yang menjebol jala Mueller pada menit ke-39.

Masuk di babak kedua, Bayern masih tanpa ampun menyerang Mainz untuk mencari gol keempat yang didapat pada menit ke-51. James mencetak gol keduanya lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti dan tak bisa dihalau Mueller.

James! Pemain asal Kolombia itu menggenapkan hat-tricknya pada menit ke-55. Miskomunikasi antara Mueller dengan bek Mainz membuat James dengan mudah mencuri bola dan mencungkilnya ke gawang.

Pemain muda Alphonso Davies tak mau ketinggalan untuk ikut dalam pesta gol tersebut. Davies pada menit ke-70 berhasil menyambar bola rebound sepakan Lewandowski untuk membuat skor jadi 6-0.

Tak ada lagi gol tercipta hingga akhir laga dan Bayern pun menang enam gol tanpa balas untuk naik ke puncak klasemen. Tim Bavaria itu punya poin 60 poin, sama dengan Dortmund, tapi unggul selisih gol. Mainz di posisi ke-13 dengan 30 poin.

Susunan pemain

Bayern Munich: Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jerome Boateng, Niklas Sule, David Alaba (Alphonso Davies 59′); Thiago Alcantara, Leon Goretzka, Thomas Muller, James Rodriguez (Rafinha 73′), Kingsley Coman (Franck Ribery 66′); Robert Lewandowski.

Mainz: Florian Mueller; Daniel Brosinski, Moussa Niakhate, Alexander Hack, Stefan Bell; Levin Oztunali (Giulio Donati 75′), Jean-Philippe Gbamin, Danny Latza, Jean-Paul Boetius (Pierre Kunde 46′); Jean-Philippe Mateta (Aaron Martin 63′), Karim Onisiwo.

(mrp/rin)

Klopp Ungkap Rahasia Kemenangan Liverpool atas Bayern Munchen

Klopp masih belum melihat statistik, tapi dia percaya Bayern tidak banyak menciptakan peluang pada pertandingan tersebut. Dia sangat puas dengan torehan tersebut, sebab itu berarti pertahanan Liverpool berkembang pesat.

“Saya tidak tahu bagaimana statistiknya tetapi kesan saya adalah tidak terlalu banyak situasi sulit di dalam dan di sekitar kotak penalti kami. Itu pertanda yang masif,” kata Klopp di Liverpoolfc.com.

“Satu hal utama dalam memenangkan pertandingan seperti ini: bukan soal memainkan sepak bola terbaik anda, sepak bola mengalir, sebab itu tidak mungkin melawan tim dengan kualitas seperti ini.”

“Anda tidak bisa menggunakan kecepatan anda, sungguh, sebab tim lawan juga cepat. Itu bukan keunggulan besar, jadi anda harus menemukan cara untuk bermain, dan hari ini kami melakukan itu,” sambungnya.

Singkirkan Bayern Munchen, Liverpool Semakin Percaya Diri

“Efeknya sangat besar. Liverpool akan semakin percaya diri, meski hal itu bisa saja berubah ketika The Reds gagal pada fase berikutnya. Namun, sekarang mereka berada di level kepercayaan diri yang terus naik,” sebut Tim Sherwood, mantan pemain yang kini berstatus komentator.

Tim Sherwood menggaribawahi kekuatan utama Liverpool, yakni faktor kedewasaan. Kala menekuk Bayern Munchen, unsur kedewasaan itu pula yang membuat Liverpool sanggup membuat malu Robert Lewandowski dkk.

Titik kedewasaan itu pula yang bisa menjadi senjata andalan Liverpool guna mengarungi delapan pertarungan tersisa di pentas liga domestik. Jika itu terjadi, Manchester City tak boleh lengah atau terpeleset.

Menurut Sherwood, Liverpool nyaris kehilangan asa ketika secara mengejutkan mereka tampil tak konsisten sejak pergantian tahun. Tercatat, hanya menang sekali dari lima pertandingan sebelumnya, membuat Liverpool ‘tumbang’ setelah Manchester City tampil stabil.

“Mereka harus memanfaatkan libur internasional untuk membereskan beberapa kekurangan yang masih ada. Pada situasi sekarang, mentalitas lebih penting. Ingat, lawan mereka adalah diri sendiri, sebelum memilikirkan Manchester City,” tegas Sherwood.

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengakui analisis Tim Sherwood. Satu di antara pekerjaan besar Si Merah adalah memertahankan konsistensi bermain cepat, meski hal itu Klopp sangat sulit dengan jadwal padat di depan mata.

Sumber: Sky Sports/Bola.com

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Liverpool Kalahkan Bayern Munchen di Allianz Arena

Turun Minum, Bayern Vs Liverpool 1-1

Munich – Selesai sudah babak pertama Bayern Munich versus Liverpool di Allianz Arena. Skor sementara 1-1.

Bayern coba mengambil inisiatif lebih dulu menyerang lewat Serge Gnabry yang berada di sisi sayap kanan. Beberapa kali Gnabry merepotkan Andrew Robertson. Liverpool mendapat pukulan telak ketika kapten Jordan Henderson mendapat cedera pada engkelnya.

Sempat bertahan beberapa menit, Henderson akhirnya ditarik keluar pada menit ke-15 dan digantikan Fabinho. Liverpool mulai berani menyerang ketika laga memasuki di atas menit ke-15. Mereka mencoba melakukan serangan balik mengingat Bayern unggul dalam penguasaan bola.

Liverpool akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-26. Mendapat umpan dari Virgil van Dijk, Sadio Mane mampu mengecoh Nicklas Sule dan Manuel Neuer sebelum mengirimkan bola ke gawang yang kosong. Gol tandang berhasil didapat Liverpool.

Pada menit ke-34 Robertson nyaris membuat gol andaikan sepakan kerasnya ke pojok gawang tak ditepis Neuer dan hanya berujung korner.

Bayern menyamakan skor pada menit ke-39 ketika serbuan dari sisi kiri lewat Gnabry sukses menaklukkan Robertson yang lengah dalam penjagaan. Bola dikirim ke depan gawang dan Joel Matip yang mendapat tekanan dari Robert Lewandowski malah mengarahkan bola ke gawangnya sendiri.

Semenit sebelum turun minum, Bayern mendapat free kick namun eksekusi David Alaba masih tepat dalam tangkapan Alisson. Pada masa injury time, Alisson kembali menggagalkan peluang Bayern, kali ini sepakan Lewandowski dalam duel satu lawan satu berhasil ditepisnya.

Skor 1-1 menutup laga babak pertama.

Susunan pemain

Bayern Munich: Manuel Neuer; Rafinha, Niklas Sule, Mats Hummels, David Alaba; Javi Martinez, Thiago Alcantara; Serge Gnabry, James Rodriguez, Franck Ribery; Robert Lewandowski.

Liverpool: Alisson; Trent Alexander-Arnold, Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson; Jordan Henderson (Fabinho 15′), Georginio Wijnaldum, James Milner; Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino.
(mrp/cas)

Bayern vs Liverpool: FC Hollywood Kehilangan Banyak Pilar

Dengan cederanya beberapa pemain, Kovac percaya dengan kemampuan seorang Franck Ribery yang dalam beberapa pekan mampu bermain dengan baik. Pemain 36 tahun itu dipercaya oleh sang pelatih untuk membuat perbedaan dalam pertandingan.

“Adapun Franck, ada kualitas. Dia bisa menjadi pemain kunci dengan kemampuannya dan membuat perbedaan,” tutur Kovac

Munchen yang diuntungkan bermain di markas sendiri, Allianz Arena, tentunya hanya ingin meraih kemenangan. Dukungan dari suporter fanatik mereka menjadi suntikan semangat tambahan untuk Die Roten.

Hal tersebut sejalan dengan ambisi pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac. Dirinya tidak ingin ada hasil imbang apalagi sampai harus ke babak adu penlati. Pelatih Kroasia itu sudah menyiapkan taktik yang lebih efisien untuk membongkar pertahanan solid Liverpool.

“Bagaimanapun, kita harus menang. Tidak akan ada hasil nol-nol dan menuju ke babak adu penalti. Kita akan membuat gol, kita tidak bisa mengandalkan hasil imbang tanpa gol. Kami fokus untuk menang,” ujar pelatih 47 tahun itu.