Bawaslu DKI Hentikan Kasus Guru Nelty: Tak Ada Pelanggaran

Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI menghentikan penyelidikan soal guru Nelty Khairiyah yang dituduh mendoktrin siswa SMA 87 untuk anti-Jokowi. Bawaslu DKI tidak menemukan pelanggaran pidana pada Nelty

“Ya (dihentikan), artinya sudah pasti karena tidak ada dugaan pelanggaran pidana. Karena disampaikan berdasarkan fakta-fakta di lapangan,” kata Komisioner Bawaslu DKI Puadi saat dihubungi, Kamis (1/11/2018).

Puadi mengatakan Bawaslu DKI sudah menggunakan waktu 14 hari untuk memeriksa Nelty. Penyidikan kepada Nelty dihentikan sejak Rabu (31/10).

“Kan kita sudah semuanya, klarifikasi siswanya dan lain-lain,” ucapnya.

Puadi mengimbau pihak terkait seperti Dinas Pendidikan DKI untuk segera melihat putusan Bawaslu tersebut. Dia menyerahkan keputusan Nelty bisa mengajar kembali atau tidak kepada pihak-pihak yang terkait.

“Paling tidak instansi terkait membaca status pemberintahuan, mereka harus baca,” sebut Puadi.

Sebelumnya, rapat pleno yang telah dilakukan oleh Bawaslu DKI bersama tim penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) pada Rabu (17/10) juga tidak menemukan titik terang. Dari hasil klarifikasi pihak terkait, guru Nelty, Kepala SMA 87 Patra Patiah, dan lima siswa SMA 87, jelas Puadi, tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran pidana.
(fdu/rna)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *