Basarnas: Tim SAR Tetap Siaga Walau Pencarian Korban Lion Air Dihentikan

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Basarnas M Syaugi menegaskan, pihaknya akan tetap bersiaga selama 24 jam di perairan Tanjung Karawang dan Pesisir Pantai Tanjung Pakis, Jawa Barat. Walaupun, pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610 resmi dihentikan.

“Tim SAR atau Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi SAR. Kalau-kalau masih ada informasi, baik itu dari nelayan atau siapapun juga yang menemukan ada korban di daerah tersebut. Kantor SAR Jakarta maupun Bandung siap melaksanakan tugas tersebut. Mereka siaga 24 jam, tidak berhenti, tapi secara terpusat ditutup,” kata Syaugi di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2018).

“Kalau kemarin hari ke 10 potensi SAR selesai. Sekarang hari ke 13 tim pusat selesai, diteruskan oleh Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung,” tambahnya.

Syaugi mengatakan, meskipun secara resmi menghentikan pencarian korban pesawat Lion Air, Basarnas tetap akan membantu tim Komite Nasional Kesalamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR) yang masih belum ditemukan.

“Berikutnya tim dari KNKT akan terus melanjutkan tugasnya untuk mencari CVR. Tentunya bersinergi dan kami dukung dari Basarnas dengan 10 orang penyelam handal untuk bisa menyelesaikan tugas dari KNKT,” ujar dia.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di Tanjung Karawang setelah dilaporkan hilang kontak pada sekitar pukul 06.33 WIB, Senin 29 Oktober 2019. Pesawat tersebut membawa 189 orang, termasuk penumpang dan kru pesawat.

Penumpang itu terdiri dari 178 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 bayi (infant). Untuk kru pesawat terdiri dari 2 kokpit kru dan 6 orang awak kabin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *