Top 3 Berita Hari Ini: 4 Penyebab Lemak Perut Makin Banyak dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang lemak perut. Sebagian dari kita sangat ingin untuk mengurangi lemak perut. Bukan hanya untuk menunjang penampilan, tapi juga demi kesehatan.Ada berbagai cara yang bisa dilakukan.

Namun Anda bisa mencoba cara yang lebih aman dan alami. Misalnya dengan olahraga seperti melakukan sit-up. Walaupun begitu, ada sejumlah hal lain yang mungkin tidak disadari menjadi alasan sulitnya menyingkirkan lemak.

Salah satunya adalah pola makan yang baik dan sehat. Berita kedua yang banyak menarik perhatian adalah seputar foto bayi yang dikelilingi suntikan. Melihat bayi mungil baru lahir dikelilingi 1.616 suntikan mungkin membuat Anda mengerutkan dahi.

Di balik konsep pemotretan unik, ternyata ada kisah haru yang dilalui orangtua bocah bernama London O’Neill tersebut. Patricia dan Kimberly yang masing-masing sudah mempunyai seorang anak memutuskan untuk menjalin hubungan sebagai pasangan sejenis. Mereka bahkan sepakat memiliki bayi bersama.

Patricia sempat keguguran karena diketahui mengidap kelainan kondisi darah. Namun, mereka tak menyerah dan tetap berupaya memiliki anak. Berita ketiga yang banyak diminati adalah tentang Feby Febiola yang memakai hijab.  Feby membuat banyak warganet terkejut karena mengunggah foto dirinya berhijab dengan wajah tersenyum.

Sedangkan sang suami, Franky Sihombing terlihat mengenakan gamis panjang putih. Sejumlah warganet ikut memberikan komentar melihat unggahan Feby tersebut. Namun, lebih banyak yang bertanya apa maksud dari foto itu. Beberapa warganet menilai foto tersebut hanya editan.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, kita simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

4 Penyebab Lemak Perut Makin Banyak dan Cara Mengatasinya

Lemak perut atau bagian tubuh lainnya terkadang membuat seseorang tak percaya diri. Karena itu sebagian dari kita sangat ingin untuk mengurangi lemak perut. Bukan hanya untuk menunjang penampilan, tapi juga demi kesehatan.

Mengingat, lemak perut dapat menyebabkan penyakit serius seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Mereka yang ingin hasil cepat, biasanya mengunjungi klinik kecantikan yang banyak menawarkan layanan sedot lemak atau meniruskan sejumlah bagian tubuh yang berlemak.

Selanjutnya…

Cerita Haru di Balik Foto Bayi Dikelilingi 1.616 Suntikan

Melihat potret bayi mungil baru lahir dikelilingi 1.616 suntikan mungkin membuat Anda mengerutkan dahi. Di balik konsep pemotretan unik, nyatanya ada kisah haru yang dilalui orangtua, terutama ibu bocah bernama London O’Neill tersebut.

Patricia dan Kimberly O’Neill bertemu enam tahun lalu saat sama-sama bekerja di daycare. Keduanya telah punya anak dari hubungan sebelumnya, masing-masing bocah perempuan 7 tahun dan lelaki 14 tahun.

Selanjutnya…

Pakai Hijab dan Gamis, Potret Feby Febiola dan Franky Sihombing yang Bikin Penasaran

Feby Febiola membuat banyak warganet terkejut. Lewat akun Instagram pribadinya, Feby mengunggah foto berhijab biru dengan wajah tersenyum.

Lain halnya dengan Franky Sihombing yang mengenakan gamis panjang putih. Selain gamis, Franky juga menggunakan penutup kepala yang biasa disebut keffiyeh.

Selanjutnya…

2 dari 2 halaman


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Banyak KPPS Wafat, Mahfud Md: Penderitaan Dibangun Sistem Pemilu

Bandung – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md menilai perlu ada evaluasi pada pelaksanaan Pemilu 2019. Evaluasi dilakukan mulai dari sistem pemilu, ambang batas untuk mengusung capres-cawapres hingga pelaksanaan pemilihan serentak.

Ia melihat ada beberapa masalah yang muncul dalam Pemilu 2019 serentak kali ini. Contohnya saja, banyak petugas KPPS yang meninggal dunia akibat panjangnya proses dari mulai pencoblosan hingga penghitungan suara.

Berdasarkan informasi terakhir saja, telah ada 110 petugas yang berada di bawah koordinasi KPU dan 30 petugas dari pengawas pemilu meninggal dunia. Selain itu ada 600 petugas lainnya yang sakit usai menjalankan tugasnya.
“Sampai sekarang sudah mencapai lebih 140 ya. 110 dari KPU, 30 dari Bawaslu, yang sakit 600 lebih. Itu penderitaan yang dibangun oleh sistem Pemilu sekarang,” kata Mahfud usai mengisi kuliah umum di ITB, Kota Bandung, Rabu (24/4/2019).

Untuk itu, kata dia, perlu ada evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh terhadap pelaksanaan pemilu tahun ini. Ada tiga hal yang menurutnya perlu mendapat evaluasi dan harus dilakukan di tahun pertama pemerintahan yang baru nanti.

“Saya usulkan kepada pemerintah baru, siapapun yang terpilih baik Pak Jokowi atau Pak Prabowo dan kepada seluruh anggota DPR agar di tahun pertama pemerintah baru nanti segera diadakan perubahan UU Penyelenggara Pemilu,” ucapnya.

Menurutnya evaluasi sistem pemilu ini harus dilakukan di tahun pertama pemerintahan yang baru. Karena bila evaluasi dilakukan di tahun kedua atau ketiga, khawatir hasilnya tidak akan maksimal.

“Karena nanti di tahun ke empat masih ribut, karena semua punya kepentingan. Tapi kalau di tahun 2020 langsung digarap itu lebih fresh dan jernih,” ucapnya.

Dia juga mengusulkan, program legislasi nasional (prolegnas) DPR di tahun pertama adalah perubahan undang-undang penyelenggaraan pemilu. Terutama terkait pelaksanaan Pemilu Serentak yang saat ini menimbulkan banyak petugas meninggal dunia.

“Arti serentak apa harus sama hari, minggu, apa panitia berbeda agar tidak ada korban. Nanti itu diatur kembali agar tidak ada celah-celah,” ucapnya.

Kemudian, dia juga menyarankan agar President Treshold 20 persen sebagai sarat mengusung capres-cawapres bisa diturunkan. “Samakan saja dengan Parlementery Treshold 4 persen. Partai yang masuk di parlemen bisa mengusulkan sendiri atau bareng-bareng,” ujarnya.
(mso/tro)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kawal Suara Tanpa Banyak Bersuara Ala Sandiaga

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno memastikan pihaknya mengawal proses rekapitulasi suara. Namun, Sandiaga meminta semua pihak menahan komentar sembari bersabar.

Sandiaga meminta jangan terlalu banyak mengkritik. Meski begitu, Sandiaga mengatakan pihaknya mengingatkan jangan sampai proses rekapitulasi suara tercederai.

“Ini sekarang ini kita lagi tabulasi, jadi kita tentunya kawal dulu prosesnya. Jangan terlalu banyak mengkritik, mestinya ini, mestinya itu, tahan dulu komentarnya, kita sabar dulu. Kita pastikan proses ini berlangsung dari kecamatan dan tentunya kota sampai provinsi, jangan sampai proses ini tercederai,” kata Sandiaga di PPK Kecamatan Penjaringan, Jl Pluit Raya 1, Penjaringan, Jakut, Selasa (23/4/2019).


Sandiaga mengatakan itu saat ditanya soal masukannya untuk KPU. Sandiaga awalnya menyampaikan pendapatnya soal banyak petugas KPPS yang meninggal dunia usai pencoblosan.

Sandi lantas menyemangati relawannya. Dia ingin seluruh proses pemilu terkawal dengan baik.

“Bagi saya tentunya yang menjadi tugas seluruh wilayah untuk seluruh wilayah relawan jangan kendor, relawan terus bersemangat. Kita pastikan proses ini terkawal dengan baik,” ucap Sandi.
<!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

–>

Banyak Petugas KPPS Meninggal, Jokowi: Mereka Pejuang Demokrasi

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut berduka cita banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam Pemilu 2019. Jokowi menyebut para petugas KPPS tersebut sebagai pejuang demokrasi.

“Saya kemarin sudah menyampaikan ucapan berduka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas-petugas KPPS, juga beberapa yang di luar KPPS. Saya kira beliau ini adalah pejuang demokrasi yang meninggal dalam tugasnya,” ucap Jokowi di Rumah Makan Seribu Rasa Menteng Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

“Sekali lagi atas nama negara dan masyarakat saya mengucapkan duka yang sangat mendalam,” sambungnya.

Sebelumnya, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia kembali bertambah. Hingga Senin (22/4/2019) sekitar pukul 15.00 WIB, sebanyak 90 petugas KPPS dilaporkan meninggal dunia.

“Terkait jumlah sementara, pukul 15.00 WIB KPPS yang tertimpa musibah 90 orang meninggal dunia, 374 orang sakit,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman di Kantor KPU, Senin (22/4/2019).

Arief mengatakan, jumlah 90 petugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia itu berasal dari 19 provinsi.

Banyak Mana, Karangan Bunga Pilpres 2019 atau Pilkada 2017?

Jakarta – Pedagang bunga mendapat berkah dari pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu). Sebab, mereka mendapat pesanan atau order papan karangan bunga ucapan selamat untuk calon presiden.

Menariknya, order yang masuk untuk semua pasangan calon (paslon), Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Meski orderan mulai masuk, pedagang mengaku order itu belum bisa mengalahkan pesanan yang ditujukan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Sebagaimana diketahui, tahun 2017 lalu karangan bunga sempat memenuhi Kompleks Balai Kota. Karangan bunga itu sebagai bentuk terima kasih masyarakat atas kontribusi Ahok di DKI Jakarta. Berikut berita selengkapnya dirangkum detikFinance:

(ang/ang)

‘Menang Banyak’ dari Aneka Bisnis Sneakers

Jakarta – Mundur beberapa tahun ke belakang, sepatu yang sudah kotor lazimnya dicuci sendiri oleh pemiliknya atau asisten rumah tangga. Masih sangat langka orang yang mengandalkan jasa cuci sepatu lantaran saat itu memang masih jarang.

Demikian pula masyarakat yang terpilih untuk memodifikasi atau custom sepatunya dengan gambar-gambar keren demi tampil beda. Beberapa tahun lalu belum ada bisnis yang menawarkan jasa tersebut.

Namun kini, kedua bisnis sulap sepatu tersebut menjamur di mana-mana dan berlomba-lomba untuk menangkap konsumen. Bisnis yang seperti apa sih itu? Sebegitu menguntungkan kah?

Simak berita selengkapnya pada halaman selanjutnya. (ang/ang)

Banyak yang Meninggal, Petugas KPPS Harus Dapat Asuransi

Jakarta – Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia saat bertugas menyukseskan Pemilu Serentak 2019. Faktor yang disebut sebagai penyebabnya adalah kelelahan.

Wajar saja, banyak petugas KPPS yang bekerja dari pagi hingga ketemu pagi lagi demi mengawal kelancaran jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini.

Lantas, apakah mereka mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan? detikFinance merangkum selengkapnya pada halaman berikut.

(ang/ang)

Cegah Hoaks Pasca-Teror Kolombo, Pemerintah Sri Lanka Blokir Banyak Media Sosial

Pemblokiran sementara media sosial menjadi kebijakan umum di Sri Lanka setiap kali terjadi kekerasan skala besar.

Pada Maret tahun lalu, pemerintah Sri Lanka melarang Facebook dan situs media sosial lainnya, setelah laporan tentang serangan terhadap kuil Buddha di Abathanna memicu kerusuhan anti-muslim yang mematikan di Kandy, di mana ratusan rumah dan bisnis dihancurkan oleh kelompok-kelompok Budha garis keras.

Sanjana Hattotuwa, seorang peneliti senior di Pusat Alternatif Kebijakan, yang sedang meneliti media sosial di Sri Lanka, membenarkan bahwa ia telah menyaksikan penyebaran hoaks di media sosial tentang pelaku serangan Paskah.

“Pemerintah akan dibimbing untuk membendung aliran informasi yang salah yang mengarah pada kekerasan kinetik di lapangan,” katanya. “Yang tidak jelas adalah apakah ini membantu.”

Hattotuwa menambahkan: “Situasinya lancar dan fluktuatif. Apa yang kami temukan adalah bahwa komunitas menjadi sasaran tindakan individu. Karena sekarang berada di domain publik bahwa ini adalah bom bunuh diri, komunitas tertentu akan menjadi sasaran.”

3 Bidang Pekerjaan Pria yang Kini Banyak Diminati Perempuan

Gamer bukan hanya para pecinta game yang ada di YouTube. Namun termasuk juga mereka pecinta game yang sering ikut berbagai tingkat turnamen. Bidang ini memang dunia baru. Kebanyakan, para pria yang menggeluti bidang ini.

Walaupun begitu, kini mulai banyak gamer perempuan bermunculan. Salah satunya, Nixia yang sudah menggeluti dunia game sejak 2008. Lalu ada Olivia Gosandra, Sarah Viloid, FF Audrey, dan masih banyak lagi.

Pilot

Pilot dahulu didominasi oleh pria, bahkan identik dengan kaum pria. Namun belakangan ini sudah mulai banyak pilot perempuan bermunculan, termasuk di Indonesia.  Selain itu, para pilot perempuan yang mulai bermunculan di negeri ini usianya juga masih sangat muda.

Anda mungkin pernah mendengar Tania Artawidjaya, pilot Garuda Indonesia yang masih berusia 25 tahun. Lalu ada juga Patricia Yora, Mellisa Anggiarti, Tifany Wulan Maringka, Sari Ardisa, dan masih banyak lagi. (Karla Farhana/Fimela.com)

Banyak Petugas KPPS-Polisi Meninggal, Komisi II Buka Peluang Revisi UU

Jakarta – Komisi II DPR menganggap adanya sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) hingga anggota Polri yang meninggal dunia saat bertugas menyukseskan Pemilu Serentak 2019 sebagai kondisi darurat. Komisi II pun meminta evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan Pemilu.

“Pertama ini darurat. Nyawa manusia tidak seimbang dengan pelaksanaan demokrasi sebesar apapun. Harus ada evaluasi SOP menyeluruh. Data yang ada belum tentu semua terlaporkan. Kita harus amat menyayangi semua pejuang demokrasi,” kata Wakil Ketua Komisi II Mardani Ali Sera, Sabtu (20/4/2019) malam.

Dia mengatakan nyawa manusia tak sebanding dengan pesta demokrasi. Menurutnya, penyelenggaraan Pemilu harus dilakukan dengan ramah dan tidak melelahkan.

“Nyawa manusia tidak sebanding dengan pesta demokrasi. Harus kita buat pesta demokrasi yang tidak ramah dan tidak melelahkan,” ucapnya.

Mardani pun mengatakan ada peluang terjadinya revisi undang-undang Pemilu. Peluang revisi, katanya, bisa saja terjadi walau terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sangat berpeluang. Walau itu menyangkut keputusan MK,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi II lainnya, Herman Khaeron, mengatakan sejak awal Komisi II telah meminta KPU menggelar simulasi yang terukur terkait beban waktu pencoblosan dan perhitungan suara. Dia mengatakan waktu kerja harus relevan dengan beban kerja.

“Sejak awal kami meminta KPU menyelenggarakan simulasi yang terukur dan cermat atas beban waktu pencoblosan maupun perhitungan suara. Ini terkait dengan UU Pemilu dan peraturan turunannya yang wajib selesai dalam hari itu juga dan kemudian MK menambah 12 jam dengan syarat berturut-turut dan tanpa jeda. Waktu kerja tersedia harus relevan dengan beban kerja,” jelas Herman.

Dia menyebut pihaknya telah meminta adanya asuransi bagi penyelenggara pemilu yang bersifat ad hoc alias sementara. Dia juga menyinggung soal jumlah kertas suara yang bertambah sehingga pemilih kesulitan membuka di bilik suara.

“Kami juga sebenarnya telah mengusulkan adanya insentif atau honor yang memadai dan asuransi bagi penyelenggara pemilu ad hoc, karena mereka lah yang bekerja keras mempersiapkan dan melaksanakan Pemilu,” jelasnya.

Herman juga mengatakan revisi undang-undang Pemilu dapat dilakukan. Menurutnya, Pileg dan Pilpres sebaiknya dipisah.

“Mungkin juga ke depan sebaiknya Pemilu Legislatif memang dipisahkan dengan Pemilu Presiden dan bisa saja Pemilu Presiden dapat serentak dengan Pilkada, kita lihat perkembangan situsi politik ke depan. Merevisi UU dapat dilakukan sesuai dengan urgensinya, dan sesuai dengan aturan penyusunannya, bisa diinisiatif oleh DPR maupun oleh pemerintah,” jelasnya.

Diketahui, di sejumlah daerah ada petugas KPPS yang meninggal saat melaksanakan tugas memastikan kelancaran pesta demokrasi ini. Di Jawa Barat sendiri, dilaporkan ada 12 orang yang meninggal, kemudian di Jawa Timur dilaporkan 9 petugas di TPS yang meninggal saat bertugas, dan di Jawa Tengah ada 8 orang petugas di TPS yang dilaporkan meninggal saat Pemilu.

Sementara, sejauh ini ada 10 orang personel Polri yang meninggal saat mengawal proses Pemilu Serentak 2019. Ada juga petugas di TPS yang terserang stroke hingga keguguran pasca bertugas saat hari pencoblosan.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>