Mensos Tinjau Lokasi Kebakaran di Krukut Jakbar, Beri Bantuan Rp 781 Juta

Agus menjelaskan, sejauh ini pembangunan hunian sementara tidak bisa dilakukan karena keadaan lokasi. Namun, tenda pengungsian yang telah disiapkan pihaknya dinilainya juga sudah mencukupi. 

“Tenda-tenda kami saya kira juga bisa menampung secara baik para pengungsi, karena banyak tenda-tenda kami yang sudah digunakan di daerah-daerah bencana lain yang memang medannya jauh lebih berat. Seperti misalnya di Lombok, Palu, di Selat Sunda, dan lain sebagainya,” tukas dia. 

“Tapi tentu yang saya sampaikan bahwa kami cukup lega sudah cukup banyak korban yang kemudian sudah ditampung oleh keluarga korban masing-masing,” lanjut Agus.

Selain itu, dia menyebut pihaknya juga telah sigap memberikan perlindungan bagi korban kebakaran.

Perlindungan ini berupa tenda, makanan, kebutuhan pokok, selimut, dan pakaian. Bantuan stimulan yang akan diberikan juga diharapkan dapat meringankan warga dalam upaya membangun kembali rumahnya.

“Ya kita harus semuanya vary value dulu. Rumahnya seperti apa, rusaknya seperti apa, nah baru kita rumuskan bantuannya seperti apa,” Agus menandaskan.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Penyandang disabilitas se-Jabodetabek gelar aksi damai tuntut Mensos Agus Gumiwang cabut Permensos No. 18 Tahun 2018. Mereka menganggap peraturan bisa batasi pendidikan dan mengurangi kewajiban negara memelihara penyandang disabilitas.

Bandung Barat Dapat Bantuan Alsintan 1.000 Traktor

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada para petani di KBB. Bantuan alat-alat pertanian berupa 1.000 traktor, pompa air, 200.000 bibit tanaman, dan 200.000 ayam kampung.

Bantuan itu diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Disaksikan Wabup KBB Hengki Kurniawan dan Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Mentan Amran menyebutkan, bantuan traktor, bibit benih kopi, dan ayam, semata-mata untuk menstimulan petani lebih produktif lagi. Sehingga, dalam 4 tahun terakhir ini pihaknya telah melihat peningkatan produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 460 triliun, dengan nilaI ekspor naik 29% atau Rp 1,3 triliun.

“Saya melihat Pak Bupati Bandung Barat ini sangat sayang pada petani, karena beliau backgroundnya petani dan peternak sehingga paham apa yang dibutuhkan petani,” tutur Mentan Amran, Kamis (21/3).

Dia menambahkan, pada periode yang sama bantuan pertanian yang digelontorkan untuk para petani di Jawa Barat mencapai Rp 30 triliun. Selain dari Kementan, kata dia, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga turut memberikan bantuan.

“Tahun 2015 kami ingat, dulu bantuan kurang lebih hanya Rp 1 triliun. Kami angkat menjadi Rp 2 triliun. Kemudian alat mesin pertanian, sampai dengan hari ini di seluruh Jawa Barat ini totalnya kurang lebih 26.185 unit, totalnya Rp 500 miliar,” ucapnya.

Bupati Aa Umbara mengatakan, wilayah Bandung Barat merupakan salah satu kawasan pertanian sehingga pemerintah daerah harus men-support. Pertanian yang juga didukung dari Kementerian Pertanian ini sebagai upaya untuk membuat petani di KBB lebih maju dan sejahtera.

“Saya berharap dengan disalurkannya ribuan traktor dan alat-alat pertanian lainnya ini dapat menambah sejahtera dan kemajuan para petani di Bandung Barat. Ini juga sebagai bentuk komitmen dan janji yang saya tepati untuk memberikan traktor dan alat-alat pendukung pertanian kepada petani,” ucapnya.

Dirinya merasa bangga karena banyak petani dari KBB yang sudah berhasil. Bukan hanya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonominya, tapi juga membuka lapangan kerja bagi orang lain.

Sehingga, secara tidak langsung ikut membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran. Terlebih ada juga petani asal Lembang, yang telah mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Oleh sebab itu, lanjut Umbara, generasi muda jangan minder atau malu untuk menekuni bidang pertanian. Pihaknya akan mendukung para generasi milenial yang ingin sukses dalam pertanian.

“Generasi milenial bisa sukses dari sektor pertanian. Tunjukkan kegigihan, kerja keras, dan pantang menyerah. Biar pemerintah daerah nanti yang support untuk dukungan alat-alat pertaniannya,” kata dia.

Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, modernisasi pertanian ini diharapkan dapat merangsang petani milenial untuk menciptakan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

“Saya sampaikan ini semua sebagai wujud nyata Kementerian Pertanian yang diamanatkan melalui APBN tiap tahunnya. Ini suatu hal yang luar biasa adanya perhatian dari Kementerian Pertanian dalam memberikan bantuan alsintan,” kata Cucun.

Ia pun sangat mengapresiasi terhadap Kementerian Pertanian yang selalu melakukan modernisasi pertanian dalam melakukan langkah-langkah inovatif dalam bidang pertanian berkelanjutan.

“Bicara lumbung pangan, jangan berpikir padi saja. Negara lain enggak punya, Indonesia mampu menciptakan. Untuk itu, kita dari Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Jabar dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung. Sudah cukup luar biasa perhatian pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla ini,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy mengatakan, fasilitasi alsintan oleh pemerintah bukan sekadar membantu memudahkan dalam pengolahan lahan maupun panen, tetapi merupakan barang modal yang harus dikelola secara profesional menjadi unit usaha jasa yang menguntungkan.

Sarwo Edhy berharap, dengan adanya penyaluran bantuan alsintan, Pemda diharapkan gencar menggelar bintek perbengkelan alsintan, dalam pelaksanaan progran percepatan tanam dan kebutuhan produksi pertanian tertanggulangi untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Bintek perbengkelan alsintan langsung praktek ini penting dilaksanakan. Karena bagi kelompok tani yang baru menerima bantuan alsintan dari sisi pemeliharaan maupun penggunaannya belum optimal,” ungkapnya.

(*)

Anies Sambangi Lokasi Kebakaran di Krukut, Beri Bantuan Rp 100 Juta

Liputan6.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi lokasi kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Saat tiba, Anies menyempatkan mengelilingi lokasi kebakaran.

Tak hanya itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan bantuan kepada korban berupa uang yang dapat dimanfaatkan secara bersama.

“Tadi saya serahkan bantuan senilai Rp 100 juta kepada Pak RW nanti dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan yang membutuhkan sifatnya dana. Karena dari pemerintah sifatnya barang,” kata Anies Baswedan, Senin (18/3/2019).

Anies mengatakan, terdapat sekitar 225 rumah dengan 660 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran. Tak hanya itu, dia juga menyebut Pemprov DKI Jakarta memberikan modal untuk perbaikan rumah.

“Nanti pemerintah akan memberikan bantuan untuk modal awal perbaikan Rp 2,5 juta per rumah untuk nanti mereka memperbaiki lagi tempatnya,” ucapnya.

Selain itu, Anies Baswedan menyebut Pemprov DKI Jakarta langsung memberikan bantuan saat dan usai peristiwa itu terjadi. Dia menyebut mulai dari pemadaman yang cepat hingga penanganan kebutuhan.

“Mulai tempat pengungsian sementara, makan minum kebutuhan dasar MCK semua disiapkan dan khusus anak-anak sekolah disiapkan lengkap setiap anak akan mendapatkan seragam dan kebutuhan sekolahnya,” kata Anies.

Berkat Bantuan 3 Ekor Anjing, Pria Tunanetra Cetak Sejarah Lomba Maraton

Prestasi membanggakan juga datang dari Richard Bernstein. Meski Rtidak dapat melihat sejak lahir, bukan berarti membuat ia tak mampu melakukan apa-apa. Buktinya, pada acara maraton ke-18 di New York City tahun 2013, Amerika Serikat, pria itu berhasil menyentuh garis finis walaupun harus berada di urutan terakhir.

Menurut catatan akhir, Richard ini berhasil menyelesaikan perlombaan itu dalam waktu 5 jam, 51 menit, dan 22 detik.

Seperti dilansir laman Fox News, Bernstein ternyata sempat terdaftar sebagai peserta lomba lari maraton ke-17 setahun lalu. Namun sayang, sebulan sebelum bertanding, ia mengalami kecelakaan yang membuatnya harus menjalani proses pemulihan.

Ketika sedang berjalan di bagian pejalan kaki di Central Park, seorang pengendara sepeda tiba-tiba saja menabrak dari belakang dan membuatnya tersungkur.

Akibat dari peristiwa nahas itu, Bernstein mengalami luka yang cukup serius, termasuk pinggul dan panggul sebelah kiri yang retak, yang membuatnya harus menjalani perawatan selama 10 minggu di Mount Sinai Hospital di New York City, Amerika Serikat.

Anies Beri Bantuan Rp 100 Juta untuk Korban Kebakaran Krukut Jakbar

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan bantuan untuk korban kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Anies memberikan bantuan berupa uang untuk pembangunan pascakebakaran.

Anies menyebut, terdapat sekitar 225 rumah di RW 05, yang hangus terbakar. Masing-masing rumah akan mendapat bantuan sebesar Rp 2,5 juta. Sedangkan khusus untuk RW mendapat Rp 100 juta rupiah.

“Insyaallah, kita bantu perumahan Rp 2,5 juta. Insyaallah jadi modal awal. Saya titipkan kepada Pak RW bekal, yang nilai Rp 100 juta dipegang untuk uang mendadak. Musyawarahkan pemanfaatan, bukan untuk keluarga satu per satu tapi bersama. Jadi dipakai untuk hari ke depan,” ujar Anies kepada warga di lokasi, Senin (18/3/2019).

Anies menjamin Pemprov DKI Jakarta mencukupi kebutuhan pengungsi. Dia berpesan kepada masyarakat menjaga kesehatan selama dalam pengungsian.

“Kebutuhan dasar insyaallah Pemprov akan bantu. Tempat tinggal sementara, kebutuhan makan, pakaian. Makan ada. Bapak Ibu jaga kesehatan. Bapak Ibu harus cukup istirahat. Anak juga sempatkan istirahat. Pastikan makanan anak bergizi sehat, dari dinas sosial insyaallah aman,” ucap Anies.

Kepada wartawan, Anies menyebut bantuan Rp 2,5 juta berasal dari pemerintah. Pemerintah akan mencari pos anggaran untuk membantu.

“Nanti anggarannya kita atur tapi seperti yang kemarin kita menggunakan Bazis. Kita lihat apakah nanti posnya masih ada. Tapi langkahnya sama seperti ketika kejadian dua bulan lalu (kebakaran di Tomang),” kata Anies.

Namun, bantuan Rp 100 juta kepada RW, berasal dari uang pribadinya. “Iya, kalau itu dana dari saya,” sebutnya.
(aik/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bamsoet Pastikan Kemenper Manfaatkan APBN 2019 untuk Bantuan Sarana Agroindustri

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet menyerahkan bantuan sarana pertanian kepada 13 kelompok tani di berbagai desa di Purbalingga, Jawa Tengah. Dia berharap, bantuan ini mampu meningkatkan angka produksi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan warga.

“Saya berharap berbagai bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para kelompok tani. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Purbalingga, yang pada gilirannya juga akan mendongkrak tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di Bobotsari, Purbalingga, Jumat (15/03/2019).

Bantuan tersebut berupa 30 traktor roda dua, 10 cultivator, dan 20 pompa air. Adapun alat lainnya meliputi 5 power thresher, 5 corn sheller, dan 1 dryer UV.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan, DPR mendukung alokasi anggaran Kementerian Pertanian (Kemenper) untuk program bantuan sarana agroindustri. Tahun ini, anggaran Kemenper ditaksir mencapai Rp 21,68 triliun.

“Sebagai salah satu kementerian tang langsung berhubungan dengan rakyat, DPR RI selalu memastikan agar Kementerian Pertanian memanfaatkan anggaran dalam APBN 2019 untuk menggulirkan berbagai program bantuan kepada masyarakat. Penyerahan berbagai bantuam menjadi bukti nyata bahwa DPR RI dan pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat,” katanya menandasi.

Selain itu, kata Bamsoet, DPR dan pemerintah juga turut memerhatikan aspek pemasaran dan pengembangan industri hilir. Lantaran, harga jual produk pertanian dinilai rentan mengalami fluktuasi harga.

“Dengan memerhatikan unsur input dan output komoditas, diharapkan stabilitas harga pertanian dapat terjaga. Sehingga pada musim panen harganya tidak jeblok dan petani masih bisa mendapat keuntungan,” pungkasnya.

(Liputan6.com/Rifqy Aufal Sutisna)

Dapat Bantuan, Istri Rasilu Tukang Becak yang Dipenjara Bayar Utang

Kendari – Wa Oni, istri Rasilu, tukang becak yang dipenjara, mendapat bantuan uang Rp 20 juta. Bantuan itu dimanfaatkan Wa Oni untuk membayar utang.

“Bantuannya lumayan banyak, sudah sekitar Rp 20 juta lebih. Tapi saya mau jujur kalau bantuan tersebut sebagiannya saya bayarkan utang,” ujar Wa Oni kepada detikcom, Selasa (12/3/2019).

Wa Oni menceritakan utangnya yang menumpuk. Wa Oni tinggal bersama lima anaknya di Desa Lolibu, Mawasangka Tengah, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra).


“Utang saya hampir Rp 10 juta. Itu karena saya pinjam untuk kebutuhan sehari-hari dan saya kirimkan juga untuk kakaknya bapak (Rasilu) di Ambon karena dia yang urus suami saya waktu sudah ada masalah. Jadi saya bantu juga ongkosnya,” imbuhnya.

Sisa uang bantuan disimpan Wa Oni untuk keperluan biaya sekolah putri sulungnya, Aisyah yang akan masuk ke SMA.

Suami Wa Oni, Rasilu divonis penjara 1 tahun 6 bulan oleh PN Ambon. Dia divonis bersalah karena dinilai lalai dan mengakibatkan seorang penumpangnya meninggal.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kementan Beri Bantuan Alsintan Senilai Rp 677 Juta ke Petani Karawang

Liputan6.com, Karawang Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada petani Karawang. Penyerahan dilakukan di acara Kunjungan Kerja Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil di Desa Pamekaran, Kecamatan Banyu Sari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Penyerahan Alsintan senilai 677.915.000 ini diserahkan secara simbolis kepada sejumlah kelompok tani. Adapun Alsintan yang diberikan berupa Traktor Roda Dua 10 unit, Cultivator  5 unit, Pompa Air 4 inch  10 unit, dan Power Thresher Multiguna 5 unit.

“Kepada kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini, kami harap agar dapat dipergunakan semestinya. Alat pertanian ini harus dijaga dengan baik serta dirawat selepas pemakaian. Mudah-mudahan dengan alat ini hasil yang diperoleh petani bisa lebih meningkat lagi,” ujar Dirjen PSP Kementan Sarwo Edhy, Selasa (12/3).

Tercatat, penerima Alsintan Traktor Roda Dua yakni Poktan Tani Mukti 2 Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Poktan Sukamaju, Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari dan Poktan Saluyu 1, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari. Alsintan Cultivator diterima Poktan Subur, Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes dan

Poktan Alam Jaya, Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari.

Sementara, bantuan Pompa Air diberikan kepada Poktan Harapan 3, Desa Sumur Gede, Kecamatan Cilamaya Kulon, Poktan Sri Mukti 2, Desa Cicinde Selatan, Kecamatan Banyusari

dan Poktan Sahabat, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari. Bantuan Power Thresher diterima Poktan Subur Makmur, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari dan bantuan Power Thresher Multiguna diterima Poktan Bina Sri Lestari, Desa Ciptasari, Kecamatan Pangkalan.

“Kami siap membantu tidak hanya tanaman pangan, tetapi bila di Karawang mengembangkan perkebunan, hortikuotura atau peternakan kami juga siap membantu,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy mengapresiasi Karawang yang konsisten mempertahankan lahan pertaniannya, bahkan terus berusaha menambah luasannya. Seperti diketahui, Karawang termasuk daerah yang diincar sektor industri, yang berpotensi mengancam lahan pertanian teralih fungsi.

“Tadi Ibu Bupati menyampaikan komitmennya akan mempertahankan lahan pertaniannya agar tidak dialih fungsi. Itu sangat kami apresiasi, sebab produksi beras dari Karawang adalah salah satu penompang kebutuhan nasional,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo menambahkan, bila ada jaringan irigasi di Karawang yang rusak, juga bisa mengajukan bantuan ke Kementan. Begitu juga dengan asuransi pertanian, Kementan juga siap memberikan subsidi.

“Di Kementan ada bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Apabila Karawang membutuhkan RJIT atau pembangunan embun untuk mengairi persawahan, silakan ajukan ke kami,” tutur Sarwo Edhy.

Sarwo menyebutkan, Kabupaten Karawang salah satu yang paling tinggi kepeduliannya terhadap asuransi pertanian. Tercatat, pada 2018, dari PAGU Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 29 ribu hektare, terealisasi 24,7 ribu hektare. Sementara klaim yang terjadi seluas 385 hektare.

“Pemerintah memberi subsidi Rp 144.000 dan petani hanya dibebani Rp 36.000/ha. Sejauh ini, respon petani Karawang terhadap program asuransi pertanian cukup baik,” pungkas Sarwo Edhy.

Anggota IV BPK Rizal Djalil mengatakan, kontribusi Karawang terhadap ketahanan beras sangat penting. Pasokan beras Karawang selama ini yang membuat kondisi politik pangan kondusif. Saat ini, pasokan beras dari Karawang sebesar 800 ribu ton.

“Karawang harus mempertahankan lahan pertaniannya. Karena pasokan beras dari Karawang sangat penting. Semoga dengan bantuan Alsintan dari Kementan membuat surplus produksi padinya makin meningkat,” ujar Rizal Djalil.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengungkapkan apresiasinya atas bantuan yang diberikan Kementan. Dikatakannya, Pemerintah Pusat sudah banyak sekali membantu pertanian Karawang. Sebab, Karawang merupakan salah satu daerah lumbung padi.

Pemkab Karawang sudah menyalurkan 93 unit bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian kepada puluhan kelompok tani di Karawang. Bantuan prapanen dan pascapanen tersebut bertujuan membantu meningkatkan produktivitas pertanian di Karawang.

“Bantuan alsintan dari pemerintah pusat menandakan sebuah perhatian khusus dari Kementerian Pertanian kepada Karawang,” ujarnya.

Cellica meminta kelompok tani yang menerima bantuan, menjaga, mengoptimalkan, dan mengelola bantuan tersebut dengan hati dan tekad untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Kami meminta komitmen untuk menjaga dan mengoptimalkan bantuan tersebut sehingga berkorelasi meningkatkan kesehatan para petani,” tambahnya.

Cellica mengatakan, produksi Karawang mencapai 1,3 ton gabah dari 97.000 hektar dan menghasilkan 800.000 ton beras. Sementara kebutuhan masyarakat Karawang hanya 300.000 ton beras.

“Sisanya 500.000 ton untuk membantu kebutuhan beras nasional. Kami bertekad mewujudkan ketahanan pangan dengan mempertahankan Karawang sebagai lumbung padi,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Cellica, Pemkab Karawang, telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), di mana 87.000 hektar lahan pertanian tidak boleh dialihfungsikan.

“Hingga 2030 hanya 10.000 hektar yang dapat dialihfungsikan lahan pertanian,” pungkasnya.

Kementan Siap Berikan Bantuan Alsintain Gratis untuk Petani

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) secara gratis untuk para petani. Hal ini dilakukan dalam rangka mengatasi berkurangnya tenaga kerja pertanian. Alsintan yang diberikan Kementan mulai dari traktor roda dua, traktor roda tiga, alat mesin tanam (rice planter), hingga bantuan alsintan untuk panen (combine harvester).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy, mengatakan bahwa bila petani diminta biaya tebus atau semacamnya, itu adalah perbuatan oknum. Apabila petani mempunyai informasi adanya pungutan liar (pungli) terkait Alsintan, diharapkan melaporkan ke pihak yang berwenang.

“Semua sumber pembiayaan alsintan sudah diatur dalam Buku Pedoman Umum Bantuan Alsintan sejak tahun 2015. Sumber pembiayaan untuk penyediaan dan penyaluran alsintan bersumber dari DIPA Satuan Kerja Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada belanja barang (belanja peralatan dan mesin) untuk diserahkan kepada pemerintah desa dan petani. Jadi tidak ada biaya yang dibebankan ke petani selain bahan bakar dan perawatan mesin saja,” ujarnya, Jumat (8/3/2019).

Sarwo mengatakan, pemberian bantuan alsintan tersebut dilakukan untuk mengubah wajah pertanian. Jika selama ini bertani identik dengan sesuatu yang kotor, maka dengan alsintan petani bisa langsung mengolah lahan secara modern.

“Kita berikan peralatan modern, tidak tradisional seperti cangkul, sabit, atau semacamnya. Gratis,” ucapnya.

Pengguna alsintan bantuan pemerintah tersebut diatur bersama dan ditetapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota setelah melalui proses verifikasi petugas Dinas Pertanian Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Direktorat Alat dan Mesin Pertanian.

“Kadang di lapangan terjadi salah paham mengenai bantuan alsintan yang pemerintah berikan. Petani kerap beranggapan alsintan yang pemerintah berikan itu bisa langsung dibawa pulang. Padahal, alsintan tersebut untuk didistribusikan kepada kelompok yang sudah terdata mendapat bantuan pemerintah,” kata Sarwo.

Dirinya pun menjamin semua kelompok petani akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Memang masih banyak kelompok petani yang belum mendapatkan alsintan. Ini hanya masalah waktu saja,” ujar Sarwo.

Sebagai informasi, pemerintah telah memberikan kelonggaran bagi kelompok tani atau gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk tak harus memiliki badan hukum, cukup melampirkan Surat Keputusan Bupati saja. Namun, bagi kelompok penerima alsintan, baik kelompok tani (Gapoktan)/UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) maupun unit Brigade Tanam, harus diorganisir Pemda Kabupaten/Kota di masing-masing daerah.

Masing-masing kelompok tani penerima bantuan alsintan wajib membentuk unit UPJA. UPJA adalah suatu lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian untuk mendapatkan keuntungan usaha baik di dalam maupun di luar kelompok tani/Gapoktan.

Hasil usaha jasa alsintan akan digunakan untuk biaya operasional, perawatan ,dan investasi alsintan yang baru. UPJA juga bisa mendapatkan bantuan alsintan dari program pemerintah, baik berupa bantuan uang muka pembelian alsintan maupun bantuan kepemilikan alsintan.

“UPJA yang merupakan bagian dari Gapoktan akan melayani jasa sewa alsintan untuk kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan. Tapi harga sewanya pun tidak sampai jutaan dan memberatkan petani,” ucap Sarwo.

(*)

Menpora Bersama BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Bantuan untuk Almarhum Atlet Bisbol Ramon Setiyono

Liputan6.com, Pemalang Indonesia kehilangan atlet bisbol terbaik. Almarhum Ramon meninggal dunia pada 19 Februari 2019 di Semarang, Jawa Tengah di usia 31 tahun. 

Menpora Imam Nahrawi menyampaikan pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan hak dari almarhum Ramon Setiyono yang menjadi peserta jaminan BPJS Ketenagakerjaan. 


Menpora berharap semua atlet semestinya dapat mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya resiko para atlet ini khususnya harus betul-betul dilayani dan disiapkan jika terjadi sesuatu sewaktu-waktu. 


“Semua atlet Asian Games dicover BPJS semua tak terkecuali Ramon yang akan mendapat bantuan santunan dan manfaat dari BPJS karena Ramon selain atlet juga guru olahraga di Kota Semarang,” kata Menpora saat mengunjungi rumah duka Ramon di Desa Banglarangan, Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (6/3) siang.


“Ini adalah tindaklanjut dari kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dan KOI yang didukung pemerintah bahwa seluruh atlet Asian Games termasuk atlet pelatnas, pelatda dan yang dilindungi daerah wajib dilindungi dicover dan mendapat jaminan kesejahteraan dan jaminan sosial serta jaminan kesehatan,” urai Menpora.


Dirpel BPJS Ketenagakerjaan Krisna Syarif mengatakan ini adalah bentuk negara melindungi atlet dan melindungi non-ASN.


“Jaminan sosial merupakan hak individu dan hak asasi semua warga negara diatas 18 tahun termasuk kepada alm Ramon Setiyono,” katanya.


“Terima kasih kepada Menpora yang melibatkan seluruh atletnya untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan juga Pemda Jateng dan daerah setempat untuk mendapatkan jaminan ini bagi tenaga honorer dan lainnya yang non ASN untuk mendapatnya,” tuturnya.


“Hak almarhum ini rinciannya yakni santunan kematian Rp 45 juta dan bantuan manfaat Rp 75 juta sehingga total Rp 120 juta saya harap kedepan kita semua dapat mendaftarkan diri di BPJS Ketenagakerjaan,” harap Krisna.


Ketua Umum PB Perbasasi Andika Manoarfa ditempat yang sama menyampaikan baseball nasional kehilangan seorang atlet yang merupakan atlet terbaik Indonesia saat ini.


“Alm. Ramon adalah pitcher terbaik Indonesia saat ini yang sampai saat ini masih tergabung dengan di timnas yang disiapkan membela Indonesia di East Asia Cup dan SEA Games 2019,” kata Andika.


“Saya ingin tahu tim yang ditinggal almarhum di Semarang statusnya ada dimana, apa yang bisa kita bantu atas nama almarhum semoga menjadi kenangan dan motivasi juniornya untuk menjadi atlet terbaik Indonesia mencontoh seniornya,” tutupnya.