Banjir Surut, Jalur Selatan Garut Kembali Normal

Jakarta – Banjir bandang terjadi di kawasan Cisurupan, Garut akibat air dari sungai meluap hingga ke jalan raya. Sejumlah kendaraan sempat terjebak, tetapi tidak ada korban jiwa.

Banjir bandang tersebut berlangsung Sabtu (23/02/2019) di Jalan Raya Cisurupan-Cikajang, Garut. Hujan deras yang mengguyur kawasan Garut sejak sore membuat anak Sungai Cimanuk yang ada di kawasan Kampung Ciharemas Ciburial, Cisurupan meluap.

Luapan air dari sungai itu naik ke jalan raya yang merupakan akses utama penghubung Kota Garut dengan kawasan Garut selatan.

“Ini diakibatkan hujan lebat selama dua jam. Banjir lumpur di jalan sepanjang 100 meter,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Garut Dadi Djakaria kepada wartawan di lokasi, Sabtu (23/02/2019).

100 meter Jalan Raya Cisurupan-Cikajang tertutup lumpur. Akibatnya, arus lalin di kawasan tersebut sempat tertahan beberapa jam.

Enam unit kendaraan dikabarkan sempat terjebak di lokasi banjir. Namun semua penumpang bisa dievakuasi dengan selamat.
“Enam kendaraan terjebak. Tidak ada korban jiwa,” katanya.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Pukul 00.20 WIB ini, arus lalin sudah kembali normal setelah petugas dari Dinas PU Garut menerjunkan alat berat ke lokasi.
(yld/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Negara dengan Tingkat Kelaparan Terparah di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Krisis pangan masih menjadi ancaman di sejumlah negara. Akibatnya, banyak orang yang mengalami kelaparan dan gizi buruk.

Masalah krisis pangan, gizi buruk, dan kelaparan banyak dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya masalah iklim di negara tersebut. Alasan lain juga ada, misalnya karena adanya perang yang berkecamuk di negara itu.

Masalah ini tentu mengkhawatirkan. Pasalnya, banyak jiwa yang telah tewas akibat permasalahan ini. PBB pun telah melakukan banyak usaha untuk masalah ini.

Seperti dikutip dari laman Concernusa.org, Sabtu (23/2/2019), berikut 5 negara dengan masalah kelaparan terbesar di dunia:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Republik Afrika Tengah

Republik Afrika Tengah (CAR) tetap berada di urutan teratas dalam daftar ini sebagai “negara paling lapar di dunia.”

Republik Afrika Tengah telah mengalami ketidakstabilan, kekerasan etnis dan konflik sejak 2012. Hal ini mengganggu produksi pangan dan menggusur lebih dari satu juta orang. Lebih dari separuh penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan.

3 dari 6 halaman

2. Chad

Di Chad, kekeringan terus-menerus terjadi dan kehadiran hujan yang sulit diprediksi. Hal semacam ini akhirnya menyebabkan petani gagal panen.

Negara ini telah berjuang melawan krisis kelaparan selama bertahun-tahun. Sekitar sepertiga dari populasi mengalami kekurangan gizi kronis dan 40 persen anak di bawah lima tahun menjadi kerdil. Konflik di wilayah itu telah menyebabkan ratusan ribu pengungsi dari Nigeria, Republik Afrika Tengah, dan Sudan yang memasuki Chad. Kesemua pencari suaka itu pun membutuhkan bantuan makanan darurat.

4 dari 6 halaman

3. Yaman

Yaman berada dalam cengkeraman konflik brutal yang telah mendorong sebagian besar penduduk harus keluar dari negaranya.

Perang saudara terus memicu krisis pangan. Sekitar 18 juta orang menghadapi kelaparan dan delapan juta orang berisiko kelaparan.

Lebih dari 11 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan hanya untuk bertahan hidup.

5 dari 6 halaman

4. Sierra Leone

Sierra Leone adalah satu dari lima negara dengan tingkat kelaparan yang mengkhawatirkan. Meskipun stabilitas politik dan perdamaian relatif setelah perang saudara selama satu dekade, kemiskinan yang merajalela terus meninggalkan Sierra Leone ke bagian bawah Indeks Pembangunan Manusia.

Sierra Leone dihantam keras oleh Ebola beberapa tahun yang lalu, yang dengan cepat diikuti oleh kekurangan pangan yang meluas. Negara ini terus terkena dampak banjir dan tanah longsor, yang terakhir menewaskan ratusan orang.

6 dari 6 halaman

5. Haiti

Haiti juga memiliki tingkat kelaparan tertinggi di dunia. Negara kepulauan ini telah menderita akibat ketidakstabilan politik dan bencana alam seperti badai, banjir, dan gempa bumi.

Lebih dari setengah populasi hidup dengan kurang dari US$ 2 per hari, dan degradasi lingkungan yang parah telah membatasi produksi pangan.

Sungai Citarum Meluap, Banjir 1 Meter Rendam Kampung Bojong Asih Bandung

Liputan6.com, Bandung – Banjir akibat luapan Sungai Citarum di Kabupaten Bandung, Jawa Barat semakin parah. Di sejumlah titik, ketinggian air sudah lebih dari 1 meter.  

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Sabtu (23/2/2019), banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, semakin meluas. Situasi itu akibat intensitas hujan yang sangat tinggi di hulu Sungai Citarum, seperti di Majalaya dan Pangalengan.

Bojongasih merupakan daerah paling parah terdampak banjir dengan total hampir 300 rumah.  BPBD bahkan mencatat banjir juga meluas ke Bojongsoang dan Baleendah. Warga mengaku lelah menghadapi luapan Sungai Citarum.  

“Sudah seminggu banjir di wilayah ini dan merendam rumah-rumah,” ujar salah satu warga Dayeuhkolot, Sumardi.  

Banjir hampir sepekan memaksa ratusan warga mengungsi ke posko pengungsian di aula Kecamatan Dayeuhkolot. Pengungsi didominasi lansia, ibu rumah tangga dan anak-anak. Pengungsi merasa lelah mengungsi.  

“Sudah tiga hari di tempat pengungsian lalu pulang. Pas pulang air naik lagi. Capek ya bolak balik,” keluh Rani Rodiah.

Kini, hampir seribu rumah warga di bantaran Sungai Citarum, terendam. Ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi lantaran luapan Sungai Citarum yang tak kunjung surut.  (Karlina Sintia Dewi)

Fungsi Lain GPS Tracker pada Kendaraan Bermotor

Liputan6.com, Jakarta – Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Indonesia masih sering terjadi dan tergolong tinggi. Setiap hari ada saja laporan ataupun informasi mengenai kendaraan yang hilang dicuri.

Meskipun telah menambah kunci pengaman pada kendaraan, nyatanya pelaku curanmor masih mampu melakukan aksinya. Untuk itu, agar kendaraan kesayangan dapat terpantau setiap waktu, memasang GPS Tracker bisa menjadi solusi.

Di pasaran, banyak tersedia beragam produk GPS Tracker. Salah satunya Juragan GPS yang ditawarkan PT. Globaltrackindo Profesional Sistem (GPS).

Juragan GPS memiliki tiga produk yakni tipe GT 06N dan GT303 untuk sepeda motor dan mobil, serta GT103 untuk truk dan bus.

Tidak hanya berfungsi sebagai monitoring aset, produk ini turut berperan sebagai provider yang memberikan solusi lengkap dalam bidang Fleet Management Transportasi.

Artinya, pergerakan kendaraan yang terpasang GPS Tracker bisa terpantau secara lengkap, mulai dari laporan jarak tempuh hingga estimasi penggunaan bahan bakar.

Selain itu, jika kendaraan keluar dari zona yang telah ditentukan maka akan ada notifikasi yang masuk ke aplikasi.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Briyan Alamanda selaku Head of Operation Juragan GPS mengatakan, Juragan GPS telah mempersiapkan produk dan teknologi untuk dapat bertahan pada iklim di Indonesia, baik dari panasnya cuaca hingga besarnya curah hujan yang mengakibatkan banjir.

“Banjir menjadi salah satu perhatian yang sangat penting bagi kami. Untuk itu setiap unit Juragan GPS telah melewati pengujian akan ketahanan terhadap air bahkan metode pengetesan dilakukan dengan memasukkan produk ke dalam air sedalam lima meter dan hasilnya masih berfungsi dengan baik,” jelas Briyan dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut ia menyebutkan, Juragan GPS memberikan garansi software dan hardware untuk tiap produknya.

“Untuk garansi penggantian unit baru berlaku selama satu tahun untuk tipe GT 06N dan GT303 (roda dua dan roda empat). Sementara varian GT103 untuk kendaraan jenis truck dan bus memiliki garansi selama dua tahun,” katanya.

Mengenai harga, GPS Tracker GT 06N untuk sepeda motor dilepas seharga Rp 1,1 juta dengan garansi 1 tahun, free abodemen data selama 2 bulan serta free instalasi.

“Sedangkan varian GPS Tracker berkode GT 303 dihargai Rp 1,4 juta dengan garansi 1 tahun, free abodemen data 3 bulan dan gratis jasa pemasangan,” pungkas Briyan.

22-2-2011: Jerit Histeris Warga Saat Gempa Porak Poranda Satu Kota di Selandia Baru

Liputan6.com, Christchurch – Gempa magnitudo 6,3 mengguncang Christchurch, Selandia Baru pada 22 Januari 2011 pukul 12.51 waktu setempat. Tepat pada jam makan siang, di mana kebanyakan warga sedang berada di jalanan kota saat itu.

Meski tak sekuat lindu berkekuatan 7,1 yang mengguncang pada 4 September 2010, gempa kali itu terjadi pada garis patahan dangkal di daratan yang berada dekat dengan kota. Kedalamannya hanya 5 kilometer, sehingga guncangannya pun sangat merusak.

Lebih dari 130 orang tewas akibat runtuhnya gedung Canterbury Television dan Pyne Gould Corporation. Puing dan bata yang berjatuhan menewaskan 11 orang yang berada di dekatnya.

Teriakan histeris juga terdengar dari reruntuhan bangunan. Pejabat mengatakan teriakan itu milik sekitar 30 orang yang terperangkap di Gedung Pyne Gould Guinness yang telah hancur.

Sementara delapan manusia lain meninggal dunia ketika tembok yang runtuh menimpa dua bus yang sedang melaju.

Kendaraan itu hancur oleh bangunan yang ambruk secara tiba-tiba. Semburat api juga terlihat keluar dari puing kendaraan.

Helikopter pembawa air segera diterjunkan. Mereka mengguyur api dengan air dari dekat atap sebuah rumah, sebagaimana dikutip dari BBC News pada Kamis (21/2/2019).

Tebing batu juga ambrol di area Sumner dan Redcliffs, batu-batu besar berjatuhan di Port Hills, lima orang terbunuh karenanya. Total korban gempa dilaporkan mencapai 185 orang.

Gempa juga merubuhkan sejumlah bangunan yang rusak akibat gempa pada September 2010, terutama gedung-gedung tua. Sejumlah bangunan warisan bersejarah mengalami kerusakan parah, termasuk Provincial Council Chambers, Lyttelton’s Timeball Station, Anglican Christchurch Cathedral dan Catholic Cathedral of the Blessed Sacrament.

Seperti dikutip dari nzhistory.govt.nz, lebih dari setengah bangunan di kawasan pusat bisnis di Christchurch Selandia Baru rusak, termasuk bangunan tertinggi di kota tersebut, Hotel Grand Chancellor.

Situasi kacau pasca-gempa, para penyintas yang syok terlihat lalu-lalang di jalan penuh puing. Mereka mondar-mandir melintasi jalanan retak yang terbuka saat tanah di bawahnya longsor akibat gempa.

Di waktu yang sama, gempa juga menyebabkan pecahnya pipa air di jalanan bagian timur laut Bexley, daerah suburban tepi barat Sungai Avon, Selandia Baru. Bertepatan dengan hujan, sontak terjadilah banjir di lokasi tersebut.


Simak pula video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Kesaksian Korban Selamat

Seorang warga bernama Rhys Taylor selamat dari kejadian nahas dan berhasil mengambil video di Oxford Terrace. Lokasi itu berada dekat dengan tempat kejadian, tepatnya 50 meter dari rumah sakit utama kota.

“Mobil digunakan untuk ambulans, mengangkut yang terluka,” kata Taylor memberi kesaksian.

Tidak seberuntung Rhys Taylor, Anne Voss tak bisa bergerak. Ia terperangkap di bawah meja di dalam sebuah gedung. Tanpa berpikir panjang, ia menghubungi Saluran Tujuh Australia melalui telepon genggamnya. Beruntung, panggilan itu diangkat.

Voss menuturkan keadaannya kepada penerima panggilan.

Ia sebut dirinya sudah tidak lagi tahan, ingin segera keluar. Selain gelap, ia merasa tanah di bawahnya telah basah oleh darah. Cairan itu keluar dari tubuhnya. Ia benar-benar merasakan penderitaan.

“Dan ini mengerikan!,” kata Voss sambil mengerang kesakitan, mengiba untuk sebuah pertolongan.

Pelajar Jepang Turut Jadi Korban

Tidak hanya warga lokal, belasan pelajar asal Jepang turut dilaporkan hilang. Ternyata, mereka terjabak di dalam puing-puing bangunan.

Saksi mata lari berdatangan, membantu dengan tangan kosong mencoba membebaskan. Tampak beberapa orang menyusul, membawa tandu. Dengan sigap, tandu digunakan untuk mengangkat korban. Miris, alat pengangkut itu tampak seperti terendam darah.

Sebagian pelajar Negeri Sakura berhasil keluar dengan merangkak. Beberapa yang lain diselamatkan dengan tali yang diturunkan dari menara sebuah bangunan.

Sementara itu, tak jauh dari lokasi tempat evakuasi pelajar Jepang, gempa menyebabkan 30 juta ton massa es bergeser dari gletser terbesar di Selandia Baru. Sebuah gunung es raksasa terbentuk saat Gletser Tasman di Taman Nasional Aorak pecah, melemparkan es dari danau yang beku.

Wali Kota Bob Parker segera memberikan tanggapan atas bencana luar biasa yang terjadi.

“Ini adalah korban yang sangat mengerikan di kota kami,” katanya.

Tak ketinggalan, Perdana Menteri John Key turut berbicara. Ia sebut tragedi itu sebagai “kehancuran total,” sambil mengajak orang-orangnya bekerja cepat, demi menemukan lebih banyak korban selamat.

Sementara itu, pada tanggal yang sama pada tahun 1825, Rusia dan Inggris menetapkan batas Alaska dan Kanada. Masih di tanggal yang sama, pada tahun 1967, sejumlah 25.000 tentara AS dan Vietnam Selatan meluncurkan operasi melawan Viet Cong. Operasi militer itu disebut sebagai serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

Aktivitas Vulkanik Gunung Karangetang Belum Stabil

Liputan6.com, Jakarta Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara belum stabil atau masih proses erupsi walaupun intensitasnya fluktuatif. Demikian disampaikan Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Devy Kamil Syahbana.

“Aktivitasnya masih tetap tinggi, masih merekam adanya aktivitas embusan dan guguran, begitu pun dengan gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal,” jelas Devy melalui sambungan telepon di Manado, Kamis (21/2/2019).

Terjadinya guguran mengindikasikan masih terjadi lelehan lava, sedangkan embusan menandakan masih ada gas yang dilepaskan. Dia mengatakan, gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal menunjukkan masih terjadi pergerakan magma dari kedalaman ke permukaan.

Saat ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di zona bahaya, yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan).

Demikian pula di area perluasan sektoral dari kawah dua ke arah barat-barat laut sejauh tiga kilometer, dan ke arah barat laut-utara sejauh empat kilometer.

Masyarakat sekitar Gunung Karangetang di area barat laut-utara dari kawah dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba, dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara itu, yaitu di luar zona bahaya.

“Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu,” katanya seperti dikutip Antara.

Dia berharap, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga pantai.

2 dari 3 halaman

Sudah 3 Pekan

Gunung api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, menunjukkan peningkatan aktivitasnya sejak Sabtu 2 Februari 2019 siang. Bahkan puluhan penduduk sekitar harus dievakuasi akibat guguran lava.

“Proses evakuasi dilakukan aparat gabungan TNI, Polri dan BPBD Kabupaten Sitaro. Ada 22 warga Kampung Batubulan, Kecamatan Siau Barat Utara yang diungsikan,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten.

Berdasarkan data yang diperoleh, 22 warga yang dievakuasi itu terbagi atas 6 KK dengan rincian 8 orang laki-laki, 10 orang perempuan, serta 4 anak-anak.

Mereka pun ditempatkan oleh petugas di rumah-rumah warga Kampung Batubulan lainnya yang dianggap aman dari ancaman guguran lava.

“Kami terus memantau perkembangan disana sambil mendata ulang identitas warga. Kebetulan petugas kami dibantu aparat TNI maupun Polri tetap standby dilokasi,” ujar Bob.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Kementerian PUPR Beri Contoh Kawasan Hijau di Kampus Ini

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mengembangkan Kampus PUPR sebagai percontohan kawasan hijau atau Greenship Neighborhood yang dikeluarkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap, diantaranya pembangunan Gedung Utama Kementerian PUPR yang rampung 2015 dan telah mendapatkan sertifikasi bangunan hijau dari GBCI.

Berdasarkan informasi Kementerian PUPR, pengembangan kawasan Kampus PUPR yang berada di Jalan Pattimura 20, Jakarta Selatan dilanjutkan dengan target mencapai kategori Greenship Neighborhood dengan standar tertinggi yakni Platinum. Pada 2017-2018, dilakukan pembangunan pengendali banjir, gedung parkir dan tampungan air bawah tanah (ground water tank).

Mengusung konsep ini, disamping ramah lingkungan dan hemat energi, manfaat lainnya meliputi kenyamanan dalam bekerja sehingga menstimulasi kreatifitas bagi ASN Kementerian PUPR dalam menjalankan tugasnya dalam pelayanan infrastruktur di Indonesia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran ruang terbuka hijau (RTH) bisa dimanfaatkan sebagai ruang untuk beristirahat diluar ruang, dan selain akses penghubung antar bangunan juga dapat dinikmati dari dalam ruang kerja.

“Dengan kawasan kerja yang nyaman akan mendukung kualitas kerja. Apa yang sudah dibangun harus dipelihara dan dijaga kebersihannya,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/2/2019).

Dalam pengembangan kawasan, Kampus PUPR juga menargetkan zero run off dengan melakukan rain water harvesting, recycling dan reuse. Air hujan turun di area resapan kemudian dialirkan masuk dalam drainase kawasan.

Pada saat terjadi curah hujan tinggi, kelebihan aliran air disalurkan ke dua tampungan air bawah tanah dengan kapasitas total 1.200 m3 yang kemudian didaur ulang sebagai air untuk menyiram tanaman, flushing urinoir dan air cooling tower.

Sementara untuk gedung parkir motor dibangun setinggi 5 lantai dengan kapasitas sekitar 1.250 motor. Sebelum ada gedung parkir, parkir motor mengambil area yang cukup luas dan tidak tertata rapi.

Di sisi lain, atap gedung dipasang panel surya dilengkapi teknologi PVROOF hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Balitbang Kementerian PUPR, sehingga dapat mengurangi penggunaan daya listrik PLN bagi operasional gedung parkir yang dilengkapi lift tersebut. Dengan pemakaian PVROOF maka biaya pemakaian listrik gedung parkir bisa dihemat 50 persen.

Komitmen ramah lingkungan juga ditunjukan dengan pembangunan jalan kawasan menggunakan aspal plastik.

Selain itu juga dilengkapi jalur pejalan kaki dilengkapi guiding blok untuk difabel, sculpture, taman sanita, taman abipraya, jalur sepeda, prototipe rumah adat papua yaitu rumah honai, area batu refleksi 1 x 3 meter, dan drinking water fountain.

Pekerjaan Kampus PUPR ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero), Konsultan Perencana PT Arkonin dan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Di sisi lain, atap gedung dipasang panel surya dilengkapi teknologi PVROOF hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman, Balitbang Kementerian PUPR, sehingga dapat mengurangi penggunaan daya listrik PLN bagi operasional gedung parkir yang dilengkapi lift tersebut.

Dengan pemakaian PVROOF maka biaya pemakaian listrik gedung parkir bisa dihemat 50 persen.

Komitmen ramah lingkungan juga ditunjukan dengan pembangunan jalan kawasan menggunakan aspal plastik.

Selain itu juga dilengkapi jalur pejalan kaki dilengkapi guiding blok untuk difabel, sculpture, taman sanita, taman abipraya, jalur sepeda, prototipe rumah adat papua yaitu rumah honai, area batu refleksi 1 x 3 meter, dan drinking water fountain.

Pekerjaan Kampus PUPR ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero), Konsultan Perencana PT Arkonin dan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Banjir di Tambang Emas Zimbabwe, 24 Mayat Ditemukan

Zimbabwe – Sebanyak 24 mayat penambang emas berhasil ditemukan di lubang tambang emas tradisional di Zimbabwe yang kebanjiran. Delapan di antaranya telah berhasil dikeluarkan dari lubang tambang tersebut.

Dilansir dari CNN, Selasa (19/2/2019), poros dan terowongan bawah tanah tambang emas itu banjir akibat bendungan meledak, pada Selasa (12/2). Para penambang emas itu pun terperangkap. Diperkirakan ada sekitar 70 orang yang saat itu tengah bekerja.

Sementara itu, sejumlah pekerja yang selamat telah berhasil dievakuasi pada Sabtu (16/2). Mereka ditemukan di tambang yang terletak 90 mil barat daya dari Ibu Kota, Harare.


Karena itu, Wakil Menteri Pertambangan Zimbabwe, Polite Kambamura mengatakan pencarian di sekitar lokasi masih akan terus dilakukan. Namun, dia mengakui saat ini ada kendala yang dihadapi tim penyelamat karena kondisi terowongan yang dipenuhi air. Selain itu, Federasi Penambang Zimbabwe, Victor Rupende, mengatakan hujan lebat yang terus turun juga menjadi salah satu faktor penghambat penyelamatan.

Saat ini, Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa telah menyatakan kejadian ini sebagai bencana nasional. Mnangagwa mengatakan pemerintah Zimbabwe akan terus memberikan bantuan dalam penyelamatan ini.

Para keluarga dan rekan korban kini bermukim di lokasi penambangan di Battlefields. Battlefields adalah pemukiman pedesaan yang kaya akan simpanan emas dan merupakan tempat penambangan rakyat.
(tsa/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detik-Detik Retakan Tanah Muncul Mendadak dan Memanjang di Cilacap

Liputan6.com, Cilacap – Cilacap dikenal sebagai daerah dengan risiko tertinggi bencana alam di Provinsi Jawa Tengah. Banjir, longsor hingga ancaman gempa, dan tsunami berpotensi terjadi di kabupaten ini.

Pasalnya, secara geografis, Cilacap terbagi menjadi dua wilayah yang kontras. Sisi selatan adalah dataran rendah pesisir, adapun di sisi utara membentang pegunungan tengah Jawa dengan kontur curamnya perbukitan. Longsor, gerakan tanah atau retakan tanah silih berganti terjadi di wilayah ini.

Nyaris seluruh kecamatan di sisi utara Cilacap merupakan zona merah bencana tanah longsor.

Jumat, 15 Februari 2019, BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda Kabupaten Banyumas, Cilacap hingga Brebes. Perkiraan itu nyata. Sekitar pukul 15.00 WIB, hujan ekstrem dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.

Itu termasuk Desa Ujungbarang Kecamatan Majenang, Cilacap. Di desa pegunungan ini, air hujan bak tumpah dari langit.

Menjelang pukul 17.00 WIB, sejumlah warga di Dusun Ujungbarang I Desa Ujungbarang mendengar gemeretak gerakan tanah. Beberapa lainnya, merasa rumahnya turut bergoncang.

Warga pun panik. Mereka mendapati tanah mendadak retak memanjang puluhan meter. Retakan tanah itu merusak dua rumah warga di RT 02/1 Ujungbarang, serta mengancam 13 rumah lainnya.

Lantai rumah retak. Pondasi sedikit terangkat. Dinding juga retak dan menyebabkan dua keluarga yang terdiri dari lima jiwa mengungsi.

“Yang satu titik yang dipermukiman yang sudah mengungsi, dua KK, lima jiwa. Yang terkena garis retakan tanah itu, di mahkotanya. Panjangnya sekitar 50-60 meter,” kata petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulanga Bencana Daerah (BPBD) Majenang, Muhadi, Minggu (17/2/2019)

2 dari 2 halaman

Kajian Badan Geologi

Rupanya, munculnya retakan tanah di RT 02/1 bukan satu-satunya. Retakan lainnya juga muncul di RT 3/1, sepanjang 30 meter.

“Retakan pertama meliputi area seluas satu hektare. Adpun retakan kedua seluas 0,5 hektare,” Muhadi menambahkan.

Selain merusak rumah, terjadi pula amblesan di pekarangan penduduk yang berimpitan dengan perumahan warga. Tanah itu ambles dengan kedalaman sekitar satu meter.

Yang berbahaya, retakan ini muncul di tengah permukiman penduduk. Kawasan padat ini pun berada di perbukitan curam dengan kemiringan antara 40-50 derajat.

Dikhawatirkan, gerakan tanah akan berlanjut dan membahayakan jiwa penduduk. Karenanya, selain dua keluarga yang rumahnya rusak, 15 keluarga lain yang berada di zona bahaya pun mengungsi saat turun hujan lebat.

Muhadi mengemukakan, BPBD Cilacap bakal melayangkan permohonan kepada Badan Geologi untuk mengkaji dua retakan tanah yang muncul di tengah permukiman ini. Kajian oleh badan geologi dilakukan untuk menyimpulkan apakah perumahan perlu direlokasi atau tidak.

Dia berharap Badan Geologi segera turun ke Cilacap. Pasalnya, selain retakan Ujungbarang, BPBD Cilacap juga telah melayangkan permohonan penelitian tanah untuk longsor di Sadabumi Kecamatan Majenang, yang merusak gedung sekolah, gedung PAUD, musala dan mengancam 16 keluarga, pekan lalu.

“BPBD induk akan mengajukan permohanan ke Badan Geologi untuk diadakan penelitian tanah. Mungkin nanti pelaksanaannya bareng dengan (longsoran) yang di Sadabumi itu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi gerakan tanah susulan, warga bersama petugas BPBD dan relawan telah menutup retakan tanah dengan tanah. Ini dilakukan untuk mengantisipasi merembesnya air hujan yang bisa memicu retakan lebih besar atau bahkan longsor.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Pelaminan Direndam Banjir, Tamu Dijemput Perahu Karet

Jambi – Pasangan pengantin baru Ari dan Tania terlihat tetap bahagia di hari pernikahannya itu meski dalam keadaan dilanda banjir. Air memenuhi pelaminan warga RT 51, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi itu.

Ketinggian banjir dari 80 cm hingga mencapai 100 cm tersebut tidak menjadi hambatan bagi mereka dalam melangsungkan resepsi pernikahannya itu.

“Terpaksa kita adakan juga resepsi pernikahan ini. Kita juga tidak menyangka bisa banjir seperti ini,” kata Ketua RT 51, Ruslan kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Tidak hanya menggenangi pesta pernikahan pasangan pengantin itu. Banjir ini juga merendam 65 rumah di kawasan Kecamatan Jelutung tersebut. Pihak orang tua juga tampak enggan berkomentar atas kejadian banjir yang melanda resepsi pernikahan anaknya itu.
Namun mereka juga terlihat tersenyum bahagia saat para tamu undangan yang hadir.

Sejumlah tamu undangan yang hadir juga terlihat memberikan selamat kepada kedua mempelai. Warga yang ada di lokasi juga turut membantu menyukseskan acara pernikahan itu dengan menyediakan perahu karet serta mobil buat para tamu undangan yang akan hadir.

“Karena kita khawatir tamu yang akan hadir di pesta pernikahan ini karena banjir, maka kita sediakan perahu karet serta mobil buat tamu undangan. Tujuannya agar para tamu undangan tidak terlalu kesulitan untuk menuju lokasi pernikahan itu,” ujar Ruslan.

Diketahui banjir ini terjadi kala hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Jambi sejak kemarin dan malam tadi. Banjir ini juga disebabkan atas buruknya aliran drenase dikawasan itu. Tidak hanya itu saja intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Jambi juga menjadi penyebab banjir itu terjadi.

Warga juga berharap dengan kondisi banjir seperti ini. Pemerintah Kota Jambi dapat menindaklanjuti dan mencari solusi persoalan banjir kali ini. Kawasan ini juga kerap kali menjadi langganan banjir kala hujan deras yang mengguyur.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>