Launching Kampanye Hologram, Ma’ruf Amin: Ini Buatan Anak Bangsa

Lebak – Pasangan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meluncurkan kampanye Hologram saat Tabligh Akbar di Lebak, Banten. Ma’ruf Amin mengatakan teknologi digital itu adalah buatan anak bangsa.

“Iya buatan anak-anak kita sendiri. Saya saja baru tadi pagi, itu sudah bisa jadi. Saya kira ini luar biasa,” ujar Ma’ruf di Jayabaya Group, Lebak, Banten, Senin (25/3/2019).

Hologram 3D itu di setting di sebuah mobil jenis colt diesel. Saat dioperasikan, akan muncul sosok Jokowi dan Ma’ruf Amin seolah-oleh seperti nyata. Selanjutnya Jokowi dan Ma’ruf Amin menyampaikan orasi politik secara bergantian.

Peluncuran kampanye hologram Jokowi-Ma'ruf.Peluncuran kampanye hologram Jokowi-Ma’ruf. Foto: dok. TKN

Ma’ruf mengaku video hologram itu baru direkam Senin (25/3) pagi. Dia menambahkan, penggunaan hologram dalam kampanye merupakan salah satu pemanfaatan dari teknologi yang harus dipraktikkan.

“Ya di mana-mana ada. Ini lah teknologi kita coba, bukan hanya pelajar. Tapi kita coba, manfaatkan, praktikkan dan ini juga pembelajaran dan buatan anak-anak kita sendiri,” lanjutnya.

Ma’ruf mengaku dalam kampanye yang dibatasi oleh waktu dan jarak, membuat penggunaan holigram sangat efektif. Selain itu penggunaan hologram juga sebagai pengenalan teknologi pada masyarakat Indonesia.

“Ya pertama tentu tidak mungkin datang ke semua daerah. Sehingga perlu adanya media yang bisa Pak Jokowi dan saya datang ke berbagai daerah lebih banyak melalui hologram. Kedua, juga kita ingin memberikan semacam pembelajaran pada masyarakat terutama milenial bahwa kita bisa menggunakan teknologi untuk berkomunikasi,” lanjutnya.
(idn/idn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mbak Tutut: Kita Ingin Bangsa yang Bersatu, Tidak Saling Cakar

Nasihat lain Soeharto kepada anak-anaknya adalah tidak boleh dendam. Sebab, dendam tidak menyelesaikan masalah, tapi membuat masalah baru.

Mbak Tutut juga bercerita jelang Soeharto mengambil keputusan berhenti sebagai presiden. Cerita dimulai saat Soeharto memanggil seluruh anaknya, dan menyampaikan keinginan mengundurkan diri.

“Bagaimana menurut kalian? Masyarakat sudah ramai meminta bapak berhenti,” Mbak Tutut menirukan kata-kata sang ayah. “Saya jawab, apa pun keputusan bapak kami tetap mendukung bapak berhenti karena sudah tidak dikehendaki rakyat,” lanjut Mbak Tutut.

Yang juga tidak bisa dilupakan Mbak Tutut adalah ketika Pak Harto memintanya mencarikan buku UUD 45. Saat itu, Soeharto mengatakan; “Bapak mau berhenti jadi presiden tapi saya mau memakai kata yang sesuai UUD 45. Bapak tidak mau mengatakan mengundurkan diri, tapi berhenti dari presiden.”

“Saya katakan kepada bapak, kan berhenti dan mengundurkan diri sama,” cerita Mbak Tutut.

Namun tidak menurut ayahandanya. Mengundurkan diri artinya sebagai mandataris rakyat, Soeharto mundur karena tidak mampu melaksanakan tugas. Berhenti artinya sang ayah sebagai mandataris rakyat, disuruh berhenti karena tidak dipercaya lagi.

“Bukan karena kemauan bapak, tapi kaena kehendak masyarakat.” ujar Mbak Tutut menirukan ayahandanya.

Jadi, apa yang Soeharto lakukan selalu berdasarkan UUD 45.

“Malam hari, bapak memanggil kami berenam dan menyampaikan keputusan berhenti, Adik saya mengatakan jangan dulu berhenti, beri kami kesempatan membuktikan bahwa sebagian besar rakyat Indonesia mencintai bapak,” kata Mbak Tutut dengan suara tersendat menahan tangis.

Menanggapi itu, Soeharto hanya meminta keluarganya untuk bersabar. Selain itu tidak boleh dendam. Karena Dendam tidak menyelesaikan masalah, tapi membuat masalah lebih besar.

“Tidak hanya sekali Pak Harto mengingatkan anak-anaknya untuk tidak dendam, tapi setiap hari,” ucap dia.

Tidak jarang pula dia menambah nasihatnya dengan ucapan bahwa Allah tidak tidur. Suatu saat rakyat akan tahu mana yang salah dan benar.

Menurut Mbak Tutut, dari hari ke hari nasihat itu menyadarkan dia dan adik-adiknya bahwa keputusan ayahanda mengundurkan diri adalah yang terbaik untuk bapak dan keluarga.

“Setelah belajar Alquran, saya akhirnya tahu semua nasihat bapak adalah ajaran Allah SWT. Pak Harto selalu bersandar kepada Allah SWT,” Mbak Tutut mengakhiri, dan semua yang hadir terharu bahwa ada yang menitikkan air mata.

Habib Luthfi: Jangan Beri Kesempatan Orang Ingin Pecah Belah Bangsa

Jakarta – Habib Luthfi bin Yahya mengajak seluruh umat memumpuk rasa kecintaan kepada bangsa dan negara. Menurutnya, bila rasa cinta kepada bangsa dan negara digerogoti, akan mudah terpecah-belah.

“Jangan sampai kita digerogoti cinta kita kepada Allah SWT, kepada Rasulullah, cinta kepada bangsa dan Tanah Air. Ini kalau sudah digerogoti cinta kepada Allah, Rasulullah, dan Tanah Air, ini jangan harap. Ini cara menghancurkan umat dan menghancurkan bangsa,” kata Habib Luthfi saat mengisi ceramah acara ‘Doa Bersama untuk Negeri’ di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019).

Ia mengatakan, dalam upaya memecah-belah bangsa, para oknum ini biasanya menghasut umat agar membenci alim ulama hingga pemerintahan. Ia menambahkan, ketika umat sudah saling membenci, bangsa ini akan mudah dipecah-belah.
“Diobok-obok dahulu semua umat ini benci kepada pemerintahnya, kepada aparatur negaranya, benci kepada alim ulama. Kalau sudah diobok-obok, ini baru Indonesia bisa dibelah. Ini jujur saja, saya mau tanya, kalau Indonesia ini dipecah-belah, kita semua enak atau tidak?” ujar Habib Luthfi yang kemudian dijawab tidak oleh jemaah.
“Kalau tidak, jangan beri kesempatan orang yang ingin memecah-belah umat dan bangsa ini,” imbuhnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh umat bersatu menggalang kekuatan agar tidak mudah dipecah-belah oleh pihak luar. Hal itu dilakukan dengan cara semakin meningkatkan rasa cinta kepada Allah SWT, Rasulullah, hingga kepada sesama warga negara.

“Ayo, kita galang kekuatan agar kita tidak mudah dipecah-belah, yang akhirnya memberikan kesempatan orang lain bertepuk melihat Indonesia mudah dipecah-belah. Mari kita tingkatkan mahabbah (kecintaan) ke Allah SWT, Rasulullah, mahabbah ke alim ulama, mahabbah ke sesama kita dan tidak memberikan sedikit pun, memberikan kesempatan ke oknum yang ingin memecah-belah negara ini, bangsa Indonesia ini,” sebut Habib Luthfi.

(ibh/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Bamsoet Dorong Forum Silaturahmi Anak Bangsa Sebarkan Perdamaian Nasional

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo atau Bamsoet mendukung upaya Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) dalam menyebarkan perdamaian ke seluruh penjuru tanah air. Dia mengatakan, pertikaian di masa lalu hendaknya tidak diteruskan ke masa mendatang.

“Sebagai organisasi yang berdiri sejak tahun 2003, FSAB telah menjadi landasan bagi bangsa Indonesia bahwa konflik yang terjadi di masa lalu tak boleh diwariskan ke generasi selanjutnya. FSAB telah membuktikan bahwa benih-benih konflik antar anak bangsa sebenarnya bisa diredam dan diselesaikan,” tutur Bamsoet saat menjamu pengurus FSAB di ruang kerjanya, Jakarta, Selasa (12/03/2019).

Bamsoet menilai, bersikap terbuka dan membangun dialog merupakan kunci perdamaian. Dia kemudian mengajak FSAB turut membendung berbagai potensi konflik yang belakangan terjadi sehingga tidak semakin berlarut di kemudian hari.

“Pemilu bukanlah ajang perang untuk saling menghabisi satu sama lain. Pemilu adalah kegiatan kenegaraan dan kebangsaan yang dilakukan secara berkala lima tahun sekali. Mari kita sambut dengan suka cita, bukan dengan semangat kebencian atau permusuhan,” jelas Politisi Partai Golkar itu.

TGB: Pilpres Jangan Jauhkan Sesama Anak Bangsa

Liputan6.com, Jakarta – Pendiri Wasathiyah Center Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan, pilpres jangan menimbulkan dampak buruk dan menjauhkan sesama anak bangsa hanya karena perbedaan pilihan.

“Tidak boleh menjauhkan kita sebagai sesama anak bangsa, itu benang merahnya,” kata TGB di IPC Corporate University Bogor, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019.

TGB menyatakan, Indonesia merupakan bangsa besar dengan keragaman yang harus dijaga. Jangan sampai terjadi perpecahan yang dapat merugikan seluruh bangsa Indonesia.

“Ini wadah menyatukan kita selama ini, semangat keberagamaan, kebangsaan,” kata TGB dilansir dari Antara.

Koordinator Bidang Keumatan DPP Golkar ini mengungkapkan, banyak bangsa lain yang negaranya sebagai wadah sudah rusak, akibatnya seluruh daya pembangunan ikut hancur. Hal seperti itu jangan sampai terjadi di Indonesia.

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi, bersama membangun bangsa Indonesia dalam bingkai kebinekaan.

“Kita boleh berbeda pandangan, tapi kita harus membangun kolaborasi jangan sampai perbedaan pandangan itu menjauhkan,” kata TGB.

Rekomendasi NU soal Sebutan Kafir, Ma’ruf: Untuk Jaga Keutuhan Bangsa

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menyebut rekomendasi Munas Alim Ulama dan Konbes NU soal larangan penyebutan kafir bagi non-muslim merupakan upaya menjaga keutuhan bangsa.

“Kalau itu disepakati ulama berarti ada hal yang diperlukan pada saat tertentu, untuk menjaga keutuhan bangsa. Istilah-istilah yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan itu harus dihindari,” ujar Ma’ruf kepada wartawan di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

Dia mengatakan penyebutan kafir malah bisa membuat tindakan diskriminatif. Hal ini disebut Ma’ruf harus dihindari.

“Ya mungkin supaya kita menjaga keutuhan sehingga tidak menggunakan kata-kata yang seperti menjauhkan, mendiskriminasikan,” imbuh Ma’ruf.

Sebelumnya dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Ponpes Miftahul Huda Al Azhar, Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3), ditetapkan 5 rekomendasi.

Salah satunya, soal istilah kafir. Istilah kafir menurut Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj tidak dikenal dalam sistem kewarganegaraan pada suatu negara dan bangsa. Maka setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata konstitusi. Maka yang ada adalah nonmuslim bukan kafir.

Said Aqil, mengisahkan istilah kafir berlaku ketika Nabi Muhammad SAW di Makkah untuk menyebut orang yang menyembah berhala, tidak memiliki kitab suci dan agama yang benar.

“Tapi ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Tidak ada istilah kafir bagi warga Madinah. Ada tiga suku non muslim di Madinah, di sana disebut nonmuslim tidak disebut kafir,” kata Said Aqil.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kepala BNPB Ingatkan Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan masyarakat terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah minim air. Dia mengingatkan soal pentingnya mitigasi bencana.

“Bangsa kita harus mencari solusi untuk mengatasi karhutla yang melibatkan masyarakat yang juga dalam bagian pentahelic,” ujarnya dalam acara gelar peralatan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (1/3/2019).

Dia pun menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kobaran api menjalar dalam ranah perhutanan. Di antaranya adalah fakror alam dan non-alam.

“Penyebabnya adalah faktor alam, non alam manusia yang tidak sengaja, dan faktor non alam yang disengaja bakar oleh manusia. Hal ini yang harus BNPB ditindaklanjuti,” katanya menandasi.

Mantan Sesjen Wantannas ini mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk menghemat listrik dan air bersih. Dia juga mengimbau agar mengurangi sampah pelastik.

Menurutnya, BNPB penting bekerja dengan jujur untuk meraih kepercayaan masyarakat. “Kita bangun kepercayaan publik. BNPB menjadi lembaga yang layak dijadikan contoh dan menjadi yang terbaik,” ucapnya.

2 dari 2 halaman

Peringatan BMKG

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah memperingati potensi kebakaran hutan di wilayah Sumatera, khususnya Riau. Hal tersebut dikarenakan kurangnya intensitas hujan.

“Kondisi kurang hujan di wilayah-wilayah tersebut didukung oleh kondisi troposfer bagian tengah yang didominasi kelembapan udara yang relatif rendah. Ini sesuai dengan peta prediksi spasial anomali radiasi balik matahari gelombang panjang (OLR),” kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal dikutip dari laman BMKG, Jumat 22 Febuari 2019. (rifqi aufal sutisna)


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bantah Tudingan Minim Program, Ini Strategi Ekonomi Jokowi-Ma’ruf

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menjelaskan bahwa akan ada enam program aksi besar yang akan dilakukan capres petahana Joko Widodo apabila terpilih kembali menjadi presiden.

Hal ini merespon keluhan para pengusaha yang menyampaikan bahwa kampanye tahun ini hanya terlihat saling tuding dan kurang memperlihatkan program yang dibawakan kedua pasangan calon (paslon).

Sebelumnya, taipan Sofjan Wanandi mengeluhkan iklim politik Indonesia di tengah gelaran Pemilu 2019. Dia menilai para paslon hanya saling tuding dan minim menjelaskan apa program yang ingin diperkenalkan ke publik.

“Saya kemarin bertemu dengan banyak pengusaha, itu semua mempersoalkan kok kita kampanye kali ini tidak bicara program banyak ya? Cuma saling menghujat satu sama lain, ini gimana kita, ini mana yang harus kita pegang, nah ini yang menimbulkan was-was terhadap para pengusaha maka wait and see itu terjadi,” ungkap Sofjan pada saat menghadiri CNBC Economic Outlook 2019, Kamis (28/2/2019).
Berikut ini daftar program-program aksi besar yang disampaikan oleh Juru bicara TKN, TB Ace Hasan Syadzily kepada detikFinance, Jumat (1/3/2019).

1. Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional yang Berlandaskan Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa perlu diwujudkan dalam sistem ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah sistematis untuk memantapkan penyelenggaraan sistem ekonomi yang berlandaskan Pancasila.
– Menyelesaikan penyusunan peraturan dan perundangan
tentang Sistem Perekonomian Nasional yang berlandaskan
ideologi Pancasila.
– Mewujudkan pelaksanaan Sistem Perekonomian Nasional
yang berlandaskan ideologi Pancasila.
– Pengembangan Ekonomi Kerakyatan yang berkelanjutan.

2. Meningkatkan Nilai Tambah dari Pemanfaatan Infrastruktur.
Percepatan pembangun infrastruktur dalam empat tahun terakhir telah memberikan manfaat pada kelancaran konektivitas dan penurunan biaya logistik. Tahapan berikutnya adalah meningkatkan pemanfaatan infrastruktur pada penciptaan nilai tambah ekonomi melalui langkah-langkah:
– Mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur untuk menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru dengan mengembangkan pembiayaan kreatif dan inovatif yang melibatkan Swasta, BUMN, maupun BUMD.
– Mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri.
– Meningkatkan pemanfaatan infrastruktur bagi pengembangan UMKM.
– Memperluas akses perumahan/tempat tinggal/hunian dan bedah rumah bagi 5 juta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), buruh, ASN, prajurit TNI, dan anggota Polri.
– Mengembangkan infrastruktur perkotaan: perumahan/ tempat tinggal/hunian, transportasi massal, sentra-sentra ekonomi yang terintegrasi, serta memastikan ketersediaan infrastruktur air bersih, tenaga listrik, dan pengolahan limbah/sampah.
– Mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk pengembangan ekonomi digital.
– Mengembangkan sistem angkutan umum terintegrasi antar- permukiman, desa, kota, dan provinsi, dengan kerja sama antara pemerintah dan badan-badan usaha.

3. Melanjutkan revitalisasi industri dan infrastruktur Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0.
Agar perekonomian Indonesia memiliki daya saing, maka revitalisasi industri merupakan keniscayaan. Untuk itu, ada beberapa langkah yang akan dilakukan:
– Menguatkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dari berbasis komoditas menjadi lokomotif pembangunan ekonomi.
– Mempercepat pengembangan industri prioritas nasional, terutama di industri manufaktur, industri pangan, industri energi, serta industri kelautan/maritim, untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta memperkokoh struktur ekonomi menuju kemandirian.
– Menciptakan keterkaitan industri, baik ke depan maupun ke belakang melalui sinergi seluruh pelaku ekonomi nasional.
– Meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) untuk memperkuat industri nasional serta membuka lapangan kerja yang lebih luas di dalam negeri.
– Mengembangkan sentra-sentra inovasi serta peningkatan anggaran riset untuk mendorong inovasi teknologi serta revitalisasi science-technopark untuk keperluan masyarakat serta pengembangan teknologi yang diperlukan di era revolusi industri 4.0.
– Revitalisasi industri pengolahan pascapanen sub-sektor pangan, hortikultura, hingga perkebunan.
– Meneruskan program peningkatan produksi dan pemanfaatan energi fosil secara efisien serta meningkatkan nilai tambah untuk kemajuan perekonomian nasional.
– Meneruskan dan mengokohkan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai target yang terukur pada tahun 2025, termasuk memberikan akses kepada rakyat untuk mengembangkan dan mengelola sumber- sumber energi terbarukan.
– Meneruskan revitalisasi dan pembangunan sarana dan prasarana logistik domestik dan internasional, seperti pelabuhan dan gudang dengan fasilitas pengolahan pascapanen, agar biaya logistik dapat bersaing dengan memanfaatkan kemajuan digital.
– Mengembangkan industri kelautan/kemaritiman, serta mendorong investasi infrastruktur pendukungnya.

4. Mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru.
Selain ekonomi berbasis sumber daya alam, kita juga memiliki beberapa potensi ekonomi baru yang perlu dikembangkan secara merata. Potensi ekonomi baru itu berbasis kekayaan alam dan juga modal sosial budaya yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas. Langkah- langkah yang bisa dilakukan:
– Mempercepat pengembangan sektor pariwisata yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitarnya. Fokus pada melanjutkan pembangunan 10 destinasi wisata baru (“Bali Baru”).
– Mempercepat pengembangan ekonomi dan industri kreatif dengan terobosan strategi kebijakan dan insentif melalui Badan Ekonomi Kreatif.
– Mengembangkan industri jasa keuangan berbasis syariah.
– Memfasilitasi berkembangnya ekonomi digital, termasuk transportasi online, dengan menciptakan peluang bisnis, kepastian hukum pada pelaku usaha dan perlindungan pada konsumen, serta meningkatkan daya saing demi kepentingan nasional.

5. Mempertajam reformasi struktural dan fiskal.
Reformasi struktural dan reformasi fiskal adalah kunci peningkatan daya saing perekonomian nasional. Arahnya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kemudahan berusaha, dan menciptakan level of playing field yang berkeadilan. Langkah yang akan dilakukan:
– Melanjutkan reformasi struktural dan kemudahan berusaha secara terpadu dan berbasis teknologi informasi.
– Melanjutkan reformasi kebijakan fiskal untuk menghadirkan APBN yang sehat, adil, dan mandiri, serta mendukung peningkatan kesejahteraan, penurunan tingkat kesenjangan, dan peningkatan produktivitas rakyat.
– Melanjutkan reformasi perpajakan yang berkelanjutan untuk mewujudkan keadilan dan kemandirian ekonomi nasional, dengan target terukur, serta memperhatikan iklim usaha dan peningkatan daya saing.
– Optimalisasi PNBP dengan sistem yang terintegrasi serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
– Memperkuat sinergi tiga pilar (kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil) guna memperbaiki ketersediaan sumber pembiayaan, menurunkan tingkat bunga, sekaligus mendorong produksi nasional.
– Meningkatkan penyimpanan devisa hasil ekspor di dalam negeri sehingga bisa dimanfaatkan untuk ekonomi nasional.

6. Mengembangkan reformasi ketenagakerjaan.
Sektor ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas dan daya saing bangsa. Untuk itu, upaya perlindungan dan penguatan dilakukan dengan:
– Membangun sistem perburuhan dan pengupahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan buruh sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
– Meningkatkan keterampilan pencari kerja dan buruh dengan pelatihan vokasi dan sertifikasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan kalangan pendidikan.
– Memperluas akses buruh untuk mendapatkan dana beasiswa pendidikan dan peningkatan keterampilan.
– Meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja di sektor informal.
– Mempercepat pembenahan sistem, pelayanan dan kualitas buruh migran, akses pembiayaan KUR, serta meningkatkan perlindungan bagi buruh migran secara terintegrasi. (dna/dna)

Keluarga Uno di Gorontalo Dukung Jokowi, BPN Prabowo: Acting Saja

Jakarta – Capres petahaha Joko Widodo mendapat dukungan dari keluarga Uno, yang merupakan keluarga dari cawapres saingannya, Sandiaga Uno. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga pun mengaku tak masalah.

“Uno itu kan nama family name. Besar sekali. Sangat besar sekali. Seperti Luhut Binsar Pandjaitan. Apa semua marga Pandjaitan mendukung Pak Luhut? Kan nggak harus. Jadi biasa, kita kan nggak bisa mengontrol pilihan politik keluarga,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Ini uno yang mana? bagian tengah, depan belakang?” imbuhnya.


Dian mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan hal yang biasa. Hal itu menunjukkan warna demokrasi yang dewasa di Indonesia. Namun, menurutnya, hal itu tak menutupi banjirnya dukungan masyarakat kepada Sandiaga.

“Ini warna demokrasi. Kita nggak harus sama. Ini bagaimana berdemokrasi secara dewasa. Tapi pendukung Mas Sandi ini lebih besar dari yang nggak (dukung). Mas Sandi ini luar biasa, dari pengusaha yang tidak dikenal, jadi cawagub, hingga cawapres,” katanya.

“Kalau mas Sandi muncul, (pendukung) histeris. Saya nggak kecil hati. Ini dinamika dalam keluarga, bukti demokrasi dalam keluarga dan Indonesia,” imbuh Dian.

Selain itu, menurut Politikus PAN itu, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, dia meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” katanya.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.

Seperti diketahui, keluarga Uno di Gorontalo mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Jokowi pun hadir dalam deklarasi dukungan itu.

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno mengungkap mengapa tak mendukung saudaranya di Pilpres. Sepanjang pembacaan deklarasi yang digelar di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2) malam itu, teriakan Jokowi menggema ke seluruh ruangan.

“Mencermati kinerja pemerintah Bapak Presiden Joko Widodo selama hampir satu periode ini, terutama perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi Gorontalo, yang sungguh-sungguh telah kami rasakan selama ini, maka kami keluarga Uno telah bersepakat untuk mendukung sekali lagi Bapak Jokowi sebagai Presiden RI,” ungkap Rudi Uno.

“Memang kami menyadari ada salah satu bagian dari keluarga besar kami yang juga ikut dalam kontestasi pemilihan presiden/wakil presiden saat ini. Namun dengan besar hati, kami harus menyampaikan bahwa kepentingan bangsa dan negara sungguh jauh lebih penting dari sekadar kepentingan keluarga,” sambungnya.
(mae/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wiranto: Pilih Pemimpin Harus yang Punya Pengalaman

Liputan6.com, Batam – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan perbedaan pilihan dalam pemilu jangan sampai merusak persatuan.

“Pilihan boleh beda tetapi persatuan harus terjaga. Kalau pilihan beda tidak ada pemilu, sistem suatu negara demokrasi harus pemilu,” kata Wiranto di Batam, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, perbedaan dalam sistem demokrasi dipaksa oleh satu kontitusi. Hal itu berbeda dengan sistem monarki atau kerajaan. Untuk itu, tidak patut jika pesta demokrasi diwarnai dengan konflik, memfitnah mencela menjelek-jelekkan.

“Pemilu itu memilih pemimpin. Pemimpin inilah yang kemudian harus bertanggung jawab terhadap Rakyatnya,” ujar dia.

Menurut dia, pemimpin dipilih rakyat tentunya punya akuntibilitas dalam mempertanggungjawabkan kepada rakyat.

“Maka pemimpin harus pandai, akrab (dengan Rakyat), punya pengalaman, track recordnya jelas,” imbuh Wiranto.

Ia menambahkan bahwa pemilu menentukan negara selama 5 tahun ke depan. Selain itu Wiranto juga mengimbau agar pemilu berjalan dengan damai. Dia mengingatkan agar tidak saling mencela hingga membuat informasi hoax.

Wiranto meminta pihak-pihak tertentu dalam proses penyelenggaraan pemilu (Kompanye) tidak menggunakan politik identitas, agama dan suku karena dapat berdampak buruk terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.


Saksikan video pilihan berikut ini: