Sahabat: Ahok Nggak akan Balas Dendam ke PA 212 Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Adi Prayitno mengungkap PA 212 curiga Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan balas dendam lewat PDIP. Jubir PA 212, Novel Bamukmin, mengklarifikasi bahwa hal tersebut harapan, bukan kecurigaan. Sahabat Ahok yang juga politikus PDIP, Charles Honoris, menegaskan isu itu sama sekali tidak benar.

“Nah itu, saya bilang nggak mungkin balas dendam. Karena gini, Pak Ahok sudah memilih masuk PDI Perjuangan bukan untuk aktif berpolitik tetapi memilih PDI Perjuangan sebagai rumah untuk menyalurkan aspirasi politiknya,” kata politikus PDIP, Charles Honoris, di Resto Es Teler 77, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Charles sekali lagi menepis anggapan bahwa Ahok akan balas dendam. Menurutnya, meskipun bergabung ke PDIP, Ahok tak tertarik menjadi pejabat negara.
“Jadi saya rasa tidak benar anggapan bahwa Pak Ahok ingin balas dendam ya, karena sekali lagi Pak Ahok sendiri sudah mengatakan bahwa masuk PDI Perjuangan itu bukan untuk menjadi pengurus ya, tidak tertarik menjadi pejabat negara, tapi hanya merasa bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis sehingga rumah yang cocok untuk bisa menyalurkan aspirasi politiknya,” ungkapnya.

“Bahwa Pak Ahok masuk PDI ya sebagai kader, bukan sebagai pengurus partai. Tidak punya kewenangan khusus untuk bisa mengatur kebijakan partai juga, atau tidak juga memiliki keinginan untuk menjadi pejabat negara. Misalkan ikut pilkada, atau ikut pemilu legislatif ya, hanya sebagai kader yang ingin memberikan kontribusi pemikiran, menyalurkan aspirasi politiknya ke PDI Perjuangan,” imbuh Charles.

Charles sekali lagi menegaskan Ahok tak akan balas dendam. Baginya, partai politik bukan alat untuk balas dendam, tetapi untuk kesejahteraan rakyat.

“Pasti tidak (akan balas dendam), pasti tidak. Karena PDI Perjuangan partai politik, partai PDI Perjuangan bukan alat untuk balas dendam ya, tapi partai politik adalah alat untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Adi Prayitno mengungkapkan, PA 212 curiga bergabungnya Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam kepada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.

Novel Bamukmin sudah meluruskan pernyataan Adi. Novel hanya berharap PDIP bisa membina Ahok agar tak lagi bikin gaduh.

“Saya hanya mengkhawatirkan semoga bergabungnya BTP ini tidak menjadi ajang balas dendam atas masalah yang pernah terjadi dengan kasus hukum BTP ini. Semoga PDIP bisa membina BTP dengan baik agar BTP tidak kembali membuat kegaduhan dan kekisruhan negara ini,” kata Novel, hari ini.
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dosen UIN Ungkap PA 212 Curiga Ahok akan Balas Dendam Lewat PDIP

Jakarta – Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengungkapkan PA 212 curiga bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke PDIP lantaran ingin balas dendam. Ahok dicurigai ingin menjadikan PDIP sebagai alat untuk membalas dendam pada kelompok yang memenjarakannya.

“Semalam saya diskusi dengan Alumni 212 Novel Bamukmin, dia ngomong bahwa di PA 212 itu mencurigai kembalinya Ahok ke PDIP dikhawatirkan menjadi ajang untuk membalas dendam kepada kelompok yang mengkriminalkan Ahok,” ujar Adi di restoran Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2019).

Adi mengaku mendapat informasi langsung dari Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Ahok dicurigai akan menggunakan PDIP sebagai kendaraan politik untuk memperoleh lagi kekuasaan.
“Jadi kelompok 212 sekalipun Ahok hanya anggota biasa di PDIP dikhawatirkan dia mengakumulasi kekuatan politiknya di PDIP apalagi berpotensi jadi menteri dan seterusnya. Ini akan menjadi ancaman besar terhadap 212,” katanya.

Di sisi lain, menurut Adi, bergabungnya Ahok ke PDIP juga untuk menggaet suara para Ahoker yang belum menentukan pilihan. Dengan demikian, Ahoker akan ikut melabuhkan dukungannya ke PDIP dan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ahokers minimal tidak galau. Mereka tidak galau apalagi mengancam golput untuk memilih di 2019. Ahokers kan timbuh di mana-mana, menantikan kiprah Ahok di politik. Setelag Ahok ke politik masuk ke PDIP ini, loyalis-loyalis Ahok ini akan berdenyut di mana-mana,” tutur Adi.

Sebelumnya diberitakan, Ahok resmi menjadi kader PDIP sejak 26 Januari 2019. Dia mengaku PDIP sejalan dengan ideologi perjuangannya. Dia pun mengaku mantap menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

“Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya,” kata Ahok ketika ditanya alasannya menjadi kader PDIP.
(mae/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PA 212 Laporkan Grace Natalie dan Immanuel Ebenezer ke Bareskrim

JakartaPersatuan Alumni (PA) 212 melaporkan Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Ketua Umum Ahok Mania Immanuel Ebenezer ke Bareskrim Polri. Keduanya dilaporkan untuk aduan yang berbeda.

Grace dilaporkan karena diduga memberikan pernyataan yang menentang syariat Islam dengan melarang kadernya berpoligami.

“Dilarang umat islam untuk menghujat apalagi melarang syariat yang di Indonesia dilindungi oleh pancasila. Pernyataan Grace Natalie ini telah menyinggung pancasila, menyinggung agama, menyinggung unsur golongan, melakukan hatespeech secara terbuka di media elektronik,” ujar Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi) Novel Bamukmin di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).

Laporan atas nama Soni Pradhana Putra dengan nomor LP/B/0151/II/2019/Bareskrim. Grace dilaporkan dengan UU No. 19 tahun 2016 pasal 28 ayat (2) dan pasal 16 soal ujaran kebencian dan UU No. 1 tahun 1946 pasal 156a tentang penistaan agama.
Sementara, Ketua Umum Ahok Mania Immanuel Ebenezer karena diduga melakukan pencemaran nama baik. Immanuel dilaporkan karena pernyataannya soal kelompok 212 “Penghamba Uang”.

“Imanuel Ebenezer juga telah kami laporkan, ia telah melakukan penistaan agama dan mengatakan bahwa 212 adalah kelompok penistaan agama yang mengatakan bahwa kelompok 212 adalah wisatawan penghamba uang yang Tuhan mereka adalah duit,” katanya.

Laporan atas nama Musa Marasabessy dengan nomor LP/B/0150/II/2019/Bareskrim. Immanuel dilaporkan dengan UU No. 19 tahun 2016 tentang ITE pasal 27 ayat (3) dan UU No. 1 tahun 1946 pasal 156a tentang penistaan agama.

Novel berharap agar laporan ini dapat diproses dengan cepat. Ia pun membandingkan dengan laporan kasus yang dilaporkan dari kubu petahana Joko Widodo (Jokowi) yang dengan cepatnya polisi bergerak.

“Kita berharap untuk Mabes Polri segera memproses ini sebagaimana sebelumnya. Jangan ketika lawan kita pihak petahana yang melaporkan cepat-cepat ditangkap seperti Jonru Ginting begitu Ahmad Dhani, Buni Yani ditangkap. Kita minta dan tak pernah bosan untuk meminta keadilan untuk bisa tegak. Terutama di rezim ini,” pungkas Novel.
(mae/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Manuver Yusril dan Dukungan yang Dicicil

Jakarta – Dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) ke pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 memunculkan polemik. Internal partai tak satu suara mendukung pasangan 01 tersebut.

Novel Bamukmin misalnya, sebagai kader sekaligus caleg PBB, Novel menolak keras arah langkah partainya. Bahkan, Novel menyatakan tak segan-segan mundur dari partai karena merasa terus-terusan dibohongi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM).

“Maunya saya mundur jadi caleg, namun kan tidak bisa karena jelas ada sanksinya. Namun saya akan mundur dari partai karena jelas saya sudah dibohongi bertubi-tubi sama YIM,” ujar Novel kepada wartawan, Senin (28/1).


Novel, yang terdaftar sebagai caleg PBB tingkat DPRD DKI Jakarta dapil 8, mengaku akan vakum dari proses pencalegan nya. Dia tidak akan melakukan sosialisasi lagi.

Selain Novel, sejumlah caleg PBB yang tergabung dalam Gerakan Nasional Caleg PBB Poros Makkah menyatakan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka mengatakan dukungan itu didasari hasil Ijtimak Ulama.

Namun, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku tak heran PBB akhirnya melabuhkan pilihan ke Jokowi. Menurut Muzani, sejak awal Yusril memang telah ‘mencicil’ untuk mendukung Jokowi.

“Kan dari awal sudah dicicil Pak Yusril. Pertama sebagai kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf,” kata Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Muzani yakin tak sepenuhnya kehilangan PBB. Sebab, menurut dia, banyak kader PBB mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Muzani mengatakan hal serupa terjadi di partai koalisi Jokowi-Ma’ruf lainnya.

Senada dengan ucapan Muzani, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria yakin masih banyak kader dan simpatisan PBB yang mendukung Prabowo.

“Kami yakini simpatisan, caleg, kader (PBB), sejauh kami ketahui mendukung Prabowo-Sandi. Kami rasakan pas ke daerah banyak di daerah hadir. Jadi tidak apa-apa, yang penting kader, simpatisan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi,” kata Ahmad Riza di gedung DPR, Senin (28/1).

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono berharap dukungan PBB dapat meningkatkan aksesibilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin khususnya di kalangan umat Islam.

“Dan PBB kami sambut gembira dan mudah-mudahan ini menambah semakin meluasnya dan aksesibilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di kalangan umat Islam semakin meluas,” ujar Agung, Senin (28/1).

Seperti diketahui keputusan PBB untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 diambil dari rapat pleno yang telah dilakukan pada 19 Januari 2019 lalu. Ketum PBB Yusril Izha Mahendra mengatakan keputusan tersebut sudah sah dan demokratis.

“Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019,” kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (27/1).
(rna/rvk)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ketua PBB: Saya Tunggu Surat Off Novel Bamukmin Jadi Caleg!

Jakarta – Calon legislatif PBB tingkat DPRD DKI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin akan vakum dari proses pencalegan lantaran partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. PBB menunggu surat resmi Novel Bamukmin off dari proses pencalegan.

“Saya tunggu surat resmi dia kalau mau off jadi caleg,” ujar Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Sukmo menyebut Novel sebagai orang yang lupa. Dia juga berbicara soal rekam jejak dan kontribusi Novel Bamukmin yang menurutnya masih minim untuk PBB.
“Novel ini tipikal orang yang tak taat asas dan suka memprovokasi. Berkali-kali saya sampaikan lebih baik diam dan buktikan bisa dapat suara, atau diam dan tak usah banyak omong,” ucap Sukmo.

“Baru hitungan hari jadi anggota PBB dan jadi caleg tapi seolah hebohnya sudah berbuat banyak buat partai. Novel lupa dia jadi caleg itu yang tanda tangan pencalonannya adalah Pak Yusril dan Afriansyah Noor selalu ketum dan sekjen,” tegas Sukmo.

Sebelumnya diberitakan, Novel merasa dibohongi usai partai besutan Yusril Ihza Mahendra (YIM) itu resmi mendukung Jokowi untuk Pilpres 2019. Selain vakum dari proses pencalegan, Bamukmin mengaku akan mundur dari partai.

“Maunya saya mundur jadi caleg namun kan tidak bisa karena jelas ada sanksinya. Namun saya akan mundur dari partai karena jelas saya sudah dibohongi bertubi-tubi sama YIM,” ujar Bamukmin.
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Novel Bamukmin Serang Yusril, PBB: Tidak Tahu Diri!

Jakarta – Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin menyerang ketum Yusril Ihza Mahendra terkait dukungan parpol kepada Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. PBB balik menyerang Novel.

“Novel Bamukmin adalah tipikal orang tidak tahu diri, tidak bersyukur karena kerapkali tidak taat kepada organisasi. Karena sering tidak taat pada organisasi maka dia dipecat dari FPI. Kali ini kebiasaan dia yang tidak taat organisasi itu juga terjadi di PBB,” ujar Wasekjen Bidang Bidang Komunikasi dan Opini Publik DPP PBB, Solihin Pure kepada wartawan, Minggu (27/1/2019).

Dalam pernyataannya, Novel menyebut Yusril telah mengambil langkah keliru dan menyebut mantan Mensesneg itu biang kekisruhan PBB. Atas kritikan itu, PBB menjelaskan dukungan yang diberikan partai kepada Jokowi sudah diputuskan secara final dan harus ditaati seluruh kader dan caleg.

“Dalam rakornas, Ketua Majelis Syura dan Ketum PBB sudah sangat tegas mengatakan pahwa dengan adanya putusan DPP PBB mendukung paslon capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin adalah putusan tertinggi partai yang harus ditaati dan wajib dijalankan oleh seluruh kader dan caleg PBB di seluruh Indonesia,” jelas Solihin.
Sebelumnya Novel meminta Yusril jangan berdalih PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan aspirasi kader. Menurut dia, dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf semata-mata diberikan karena ada tekanan dari Yusril.

“Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya karena Yusril biang kekisruhan dan dan yang akan menenggelamkan PBB karena umat islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah mengkhianati amanat umat Islam,” ujar Novel saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1).

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(dkp/ibh)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pro Kontra Yusril Bawa PBB Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

Jakarta – Dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) ke pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menuai pro dan kontra. Sambutan hangat datang dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, namun kecaman justru datang dari caleg dan kader PBB, Novel Bamukmin.

Keputusan PBB untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019 diambil dari rapat pleno yang telah dilakukan pada 19 Januari 2019 lalu. Ketum PBB Yusril Izha Mahendra mengatakan keputusan tersebut sudah sah dan demokratis.

“Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019,” kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (27/1/2019).

Menurut Yusril, rapat pleno PBB juga menugaskan kepada Ketua Majelis Syuro MS Kaban, Ketua Umum DPP Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Mahkamah Partai Yasin Ardi untuk merumuskan kalimat-kalimat dukungan politis kepada Jokowi-Ma’ruf. Hasil dari rumusan kalimat tersebut ditandatangani sebagai keputusan rapat pleno yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBB Eddy Wahyudin selaku pimpinan rapat pleno.

“Hasil rumusan yang dituangkan dalam Keputusan Rapat Pleno itu kemudian dituangkan lagi dalam Surat Keputusan DPP PBB yang ditandatangani oleh Ketum Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen PBB Afriansyah Noor. Jadi proses pengambilan keputusan telah dilakukan secara demokratis dan sesuai dengan mekanisme partai sebagaimana diatur dalam AD dan ART PBB,” sebutnya.

Lawyer capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin itu mengatakan, meski PBB telah memutuskan memberikan dukungan resmi kepada Jokowi-Ma’ruf, partai tetap menghargai dan menghormati apabila ada fungsionaris dan anggota partai yang berbeda pilihan dan dukungan, selain dari apa yang telah diputuskan.

PBB juga meminta semua fungsionaris dan simpatisan partai menghormati perbedaan pendapat dalam partai, tidak boleh saling menyerang dan tetap menjaga ukhuwah islamiyah. Demikian halnya dengan caleg PBB yang mendukung Prabowo-Sandi, Yusril tak mempermasalahkannya.

“Jumlah caleg PBB di DPR RI ada 497 orang. Sedangkan caleg PBB di seluruh provinsi dan kabupaten/kota ada sekitar 14.500 orang. Jadi caleg PBB seluruh Tanah Air ada sekitar 15.000 orang. Dari 80 orang caleg yang kemarin menyebut diri mereka sebagai ‘caleg poros Mekah’ yang mendukung Prabowo-Sandi itu, adalah terdiri atas caleg DPR RI, caleg provinsi dan juga caleg kabupaten/kota dari berbagai daerah. DPP PBB mengetahui persis jumlah para caleg itu dan mempunyai data lengkap tentang mereka,” kata Yusril.

“Di Sumatera Utara misalnya, Dari 668 caleg yang ada, 23 orang deklarasi dukung Prabowo-Sandi. Di Sumbar dari 536 caleg yang ada, yang deklarasi 30 orang. Di DKI Jakarta ada 140 caleg, yang dukung Prabowo-Sandi ada sekitar 26 orang. Jadi mayoritas caleg ikut keputusan DPP PBB,” tegas dia.

TKN Jokowi-Ma’ruf menyambut hangat dukungan PBB ke pihaknya. Wakil Direktur Kampanye TKN, Daniel Johan mengaku senang dan berharap seluruh kekuatan PBB bisa langsung mengampanyekan Jokowi-Ma’ruf.

“Welcome to the winner,” ujar Daniel kepada wartawan, Minggu (27/1).

“Kami ikut senang tentunya, akan menambah kekuatan kemenangan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin. Berharap seluruh caleg dan kader PBB bisa langsung bergerak ke basis-basis mengampanyekan Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin,” lanjut Daniel.

Namun, Caleg dan kader PBB Novel Bamukmin menilai Yusril telah mengambil langkah keliru yang akan menenggelamkan PBB. Novel meyebut Yusril membela kepentingan politik pribadinya dengan mengatasnamakan aspirasi kader atau sebagian caleg.

“YIM (Yusril Izha Mahendra) sendiri yang sudah memberikan isyarat mengarahkan ke 01 diibaratkan ‘guru kencing berdiri murid kencing berlari’ YIM jadi pengacara KORUF maka para keder dan calegnya langsung deklarasi ke 01,” kata Novel saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2019).

Novel mengatakan Yusril jangan berdalih PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan aspirasi kader. Menurut dia, dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf semata-mata diberikan karena ada tekanan dari Yusril.

“Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya karena Yusril biang kekisruhan dan dan yang akan menenggelamkan PBB karena umat islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah mengkhianati amanat umat Islam,” ujarnya.

“Saya melihat PBB sudah sangat terhina saat ini dengan ulah YIM dan begundal begundalnya yang menjadikan PBB ini menjadi partai pendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama,” sambung Novel.

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu
(nvl/dkp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PBB Dukung Jokowi-Ma’ruf, Novel Bamukmin: Yusril Biang Kekisruhan

Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Caleg dan kader PBB Novel Bamukmin menilai Ketua Umum PBB Yusril Izha Mahendra salah langkah dan akan membuat PBB tenggelam.

“Saya melihat YIM telah mengambil langkah keliru yg akan menenggelamkan partai Islam satu satunya itu demi membela kepentingan politik mungkarnya dgn alasan berdasarkan apirasi kader atau sebagian caleg karna para kader dan caleg bisa bertindak seperti itu krna YIM sendiri yang sudah memberikan isyarat mengarahkan ke 01 diibaratkan “guru kencing berdiri murid kencing berlari” YIM jadi pengacara KORUF maka para keder dan calegnya langsung deklarasi ke 01,” kata Novel Saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2019).

Novel mengatakan Yusril jangan berdalih PBB mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan aspirasi kader. Menurut dia, dukungan PBB ke Jokowi-Ma’ruf semata-mata karena tekanan dari Yusril.


“Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya karna yusril biang kekisruhan dan dan yang akan menenggelamkan PBB karna umat islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah menghianati amanat umat Islam,” ujarnya.

“Saya melihat PBB sudah sangat terhina saat ini dengan ulah YIM dan begundal begundalnya yang menjadikan PBB ini menjadi Partai pendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama,” sambung Novel.

Novel menambahkan, dirinya merasa miris dengan Yusril. Dia menilai Yusril belakangan sudah jauh dari tuntunan Islam baik di kehidupan pribadi maupun dalam berpolitik.

“Saya dkk sudah maksimal ingin menyelamatkan PBB dari kehancuran yang kami taat dengan amanat ulama pendiri partai PBB dan ijtima ulama saat ini namun kami sudah berusaha dengan menggalang kekuatan bersama ulama dengan mendeklarasikan PAS lantang sebagai amannat ijtima ulama namun hasilnya kita serahkan kepada Allah karna yang Allah lihat adalah perjuangannya bukan hasilnya,” jelas Novel.

Novel mengatakan dirinya dan rekan-rekannya di PBB yang bersebrangan dengan Yusril tidak akan tinggal diam. “Mungkin langkah berikutnya adalah tetap kita mengupayakan ada kubu PBB ijtima ulama,” ucapnya.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sebelumnya menegaskan keputusan politik partai mendukung Jokowi-Ma’ruf bukan sikap pribadi.

“Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019,” kata Yusril.
(hri/nvl)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

PBB Akan Laporkan Balik Eks Kader yang Polisikan Ajudan Yusril

Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) mempertimbangkan untuk melaporkan balik Ali Wardi, pria yang mengaku dianiaya oleh puluhan orang dan salah satunya merupakan ajudan Yusril Ihza Mahendra bernama Yosep Ferdinan alias Sinyo. Ali akan dilaporkan karena sudah membuah gaduh internal PPP.

“Ya sepertinya akan melihat perkembangan ini, kemungkinan besar karena dia ini dianggap memprovokasi teman-teman yang hadir di DPP, jadi kita ingin mengambil sikap juga, sepertinya ada beberapa pihak yang menghendaki saya melaporkan juga karena sudah mengganggu DPP,” kata Sekjen DPP PBB Afriansyah Ferry Noer saat dihubungi, Senin (21/1/2019).

Ferry mengatakan Ali Wardi bukan lagi pengurus dan kader PBB. Ali, menurut Ferry, sudah lama dipecat dari kepengurusan DPC Kabupaten Bogor.
“Dia bukan ketua DPC, dia hanya pengurus DPC biasa, dia dipecat. Saya nggak ngerti (alasan dipecat) karena persoalan internal, yang jelas diusulkan oleh ketua DPC untuk diberhentikan,” ujarnya.

Menurut Ferry, Ali juga kerap memaki Ketua Umum DPP PBB Yusril Ihza Mahendra dan pengurus DPP PBB lainnya di media sosial. Sejumlah kader dan simpatisan PBB berang atas sikap Ali. Keributan pun akhirnya tak terhindarkan di halaman DPP PBB pada Sabtu (19/1).

“Ya memang ada insiden kecil yang terjadi ketika DPP PBB sedang melakukan rapat pleno, rapat pleno itu sendiri kan dihadiri oleh sejumlah dewan pimpinan pusat, departemen dan anggota departemen, memang selama ini saya dapat info dari teman-teman yang datang, Ali Wardi ini semua membuat berita di sosmed, di Facebook, di Twitter, di Instagram, segala macam, selalu menjelek-jelekkan ketua umum dengan DPP, termasuk saya, sekjen goblok dan tolol. Buat kami itu tidak masalah, cuman rupanya ada pihak-pihak yang tersinggung dengan ulah-ulah ini,” ujarnya.

Ferry heran mengapa Ali hadir dalam rapat pleno pengurus DPP PBB padahal dia sendiri bukan merupakan kader dan caleg dari PBB. Kader dan simpatisan PBB yang hadir dalam pleno itu, kata Ferry, merasa terganggu dengan sikap Ali.

“Kemudian ya namanya pada saat pleno itu, kader dan simpatisan PBB itu mau bertemu dengan ketua umum, bertemu dengan ketua majelis syuro, untuk berfoto-foto begitu, karena ketemu ketua umum kan susah, nah ini tahu bahwa akan ada pleno dan pasti ketua umum hadir, mereka dateng, ada yang dari Tangerang, macem-macem. Cuman memang intinya keributan itu kita tidak menyadari juga, tidak menyangka, tapi saya dengar begitu karena dia selalu menghina ketua umum dan pengurus-pengurus DPP yang lain,” imbuh Ferry.

Terkait ajudan Yusril yang turut mengeroyok Ali, Ferry mengaku sudah memanggil yang bersangkutan. Menurut Ferry, Sinyo awalnya ingin melerai perselisihan di kantor halaman DPP PBB namun terjadi salah paham.

“Setelah kejadian, saya sudah panggil, pengawalnya pak Yusril dan juga driver. Bukan ajudan lah, jadi Sinyo ini saya panggil. Saya mau melerai bang, mau pisahkan tetapi saya juga dipukul sama dia. Intinya Ali Wardi ini, mau dilerai malah mau mukul, mungkin dia pikir Sinyo ini mau ikut ngeroyok dia, terjadi salah paham,” tutur dia.

Sebelumnya, Ali Wardi yang mengaku sebagai kader PBB melaporkan ajudan Yusril bernama Sinyo ke Polres Jakarta Selatan. Sinyo dilaporkan atas dugaan pengeroyokan.

“Saya sebagai kader. Wakil Partai Bulan Bintang, mantan pengurus Ketua DPC Kabupaten Bogor. Sekarang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Prabowo-Sandi Partai Bulan Bintang (Pas Lantang). Keberpihakan saya terhadap Prabowo-Sandi mungkin jadi membuat Yusril dan kawan-kawan yang mengarahkan PBB ke 01 merasa tersinggung, merasa terusik, sehingga saya menjadi sasaran,” kata Ali di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Ali didampingi Novel Bamukmin dan Ketua Tim Advokasi Pas Lantang yang juga Wasekjen DPP PBB Bidang Hukum dan HAM Ismar Syafrudin melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan berdasarkan laporan polisi nomor LP/173/K/I/2019/PMJ/Restro Jaksel. Ali melaporkan Yosep Ferdinan alias Sinyo dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Dia melakukan pelaporan dengan membawa sejumlah bukti salah satunya hasil visum.

(knv/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kader PBB Laporkan Ajudan Yusril Atas Kasus Pengeroyokan

Jakarta – Kader Partai Bulan Bintang (PBB) Ali Wardi melapor ke Polres Jakarta Selatan. Dia mengaku dianiaya oleh puluhan orang, salah satunya disebut merupakan ajudan Yusril Ihza Mahendra bernama Yosep Ferdinan alias Sinyo.

Ali mengatakan, penganiayaan ini terjadi pada Sabtu (19/1) malam sekitar pukul 19.21 WIB. Dia mengaku dikeroyok puluhan orang di halaman kantor DPP PBB di Pasar Minggu, Jaksel.

“Saya sebagai kader. Wakil Partai Bulan Bintang, mantan pengurus Ketua DPC Kabupaten Bogor. Sekarang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Prabowo-Sandi Partai Bulan Bintang (PAS Lantang). Keberpihakan saya terhadap Prabowo-Sandi mungkin jadi membuat Yusril dan kawan-kawan yang mengarahkan PBB ke 01 merasa tersinggung, merasa terusik, sehingga saya menjadi sasaran,” kata Ali di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Diceritakan Ali sore itu dirinya datang ke kantor DPP PBB di Pasar Minggu. Menurutnya saat itu di dalam ruangan akan ada rapat bersama Yusril soal penentuan keberpihakan PBB di Pilpres 2019 apakah ke Jokowi-Ma’ruf Amin atau Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ali Wardi melapor ke Polres Metro Jakarta SelatanAli Wardi melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan Foto: Farih Maulana/detikcom

“Setelah itu habis magrib kami salat maghrib. Pas Isya kami salat di musala DPP. Begitu masuk (ke ruangan-red) sudah rame orang, feeling saya sudah ada, saya masuk saja berdua dengan kawan saya. Ada orang yang nanya dari belakang? Ali Wardi ya? Belum sempat saya jawab saya langsung dipukul,” ujarnya.

Ali mengaku, saat itu orang yang mengeroyoknya makin banyak. Dari puluhan orang yang mengeroyoknya, sebagian besar wajahnya tidak dia kenali. Usai pengeroyokan itu dia dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, untuk dirawat dan kemudian melakukan visum. Dia sempat dirawat semalam di rumah sakit tersebut.

Ali mengaku mengalami lebam di seluruh tubuh usai dikeroyok. Saat datang ke Polres Metro Jakarta Selatan, dia juga menggunakan penyangga leher.

“Ada banyak yang melihat kejadian itu. Video? Ada yg mau ambil video tapi videonya diambil. Salah satu saksi adalah sekjen PBB bernama Yunasdi. Dia juga sempat terpukul saat melerai saya,” ucapnya.

“Iya tangan kosong. Saya tidak terlalu ingat karena setengah sadar. Saya jatuh dan diinjak-injak. Dikeroyokin 30 orang,” sambung Aldi saat ditanya bagaimana dirinya dianiaya. Ali menyebut pelaku utama dalam kasus pengeroyokan dirinya adalah ajudan Yusril, Yosep Ferdinan alias Sinyo.

Menurut Ali sebelum kasus ini, dirinya sudah sering mendapat ancaman karena bersikap kritis di media sosialnya seperti Facebook. Dia menduga ini ada kaitannya dengan sikapnya yang bersebrangan dengan Yusril. Ini menurutnya dimulai saat Yusril menjadi pengacara Jokowi jelang Pilpres 2019.

“Sekali lagi karena saya mungkin dianggap paling kritis, saya sempat berdebat di medsos dengan Yusril, waktu itu juga sempat ya sampai akhirnya waktu itu dia nggak bisa jawab, apa alasannya menjadi lawyer (Jokowi-red) begitu, saya kritis begitu sejak dia jadi lawyer, sebelum dia jadi lawyer saya sangat mensupport dia, sangat mengidolakan dia,” ucapnya.

“Sampai hari ini Ketua PBB Yusril Izha Mahendra tidak pernah menghubungi saya, sekjennya juga tidak pernah, wakil ketumnya juga tidak pernah menanyakan kondisi, tidak pernah. Saya kader, demi Allah saya kader,” sambung Ali.

Ali didampingi Novel Bamukmin, dan Ketua Tim Advokasi Pas Lantang yang juga Wasekjen DPP PBB Bidang Hukum dan HAM Ismar Syafrudin melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan berdasarkan laporan polisi nomor LP/173/K/I/2019/PMJ/Restro Jaksel. Ali melaporkan Yosep Ferdinan alias Sinyo dengan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Dia melakukan pelaporan dengan membawa sejumlah bukti salah satunya hasil visum.

Ismar Syafrudin dan Novel Bamukmin menambahkan, mereka berharap polisi segera bergerak mengusut kasus ini. Dia berharap siapapun yang terbukti terlibat bisa diproses hukum.

“Ini betul-betul pihak dari penyidik Polres Jaksel harus melakukan tindakan tegas karena ini berbahaya dan bisa menimbulkan gejolak yang lebih besar karena pelakunya. Karena saksi-saksi sudah menyatakan langsung kepada kami bahwa pelaku adalah salah satu ajudan Ketua Umum PBB. ini yang perlu diluruskan karena dia sudah sebagai terlapor yaitu Sinyo alias Yosep Ferdinan cs,” ucap Ismar.
(hri/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>