Novel Bamukmin Resmi Mundur, PBB: Bagus Ketimbang Jadi Duri

JakartaNovel Bamukmin resmi menyatakan mundur sebagai caleg Partai Bulan Bintang (PBB) untuk DPRD DKI Jakarta dan mengalihkan dukungan pada caleg Gerindra. DPP PBB memandang sikap itu lebih baik ketimbang Novel tetap menjadi bagian dari PBB.

“Itu lebih bagus ketimbang dia berada di dalam tubuh Partai Bulan Bintang, menjadi duri-duri yang bisa menghambat pertumbuhan Partai Bulan Bintang,” kata Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor, saat dihubungi, Kamis (14/3/2019).

Ferry mengatakan, Novel yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pilpres tak sejalan dengan sikap politik PBB yang mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dia pun mengaku pihaknya telah 3 kali memanggil Novel terkait pernyataannya yang tak bisa dikontrol. Namun Novel tak pernah memenuhi panggilan itu.

“Ketika partai memutuskan dukung Jokowi, dia kecewa. Kekecewaan ini yang membuat dia marah dan ingin keluar dari PBB bahkan mengancam ingin menenggelamkan PBB. Akhirnya karena ada stetmen yang tidak bisa direm, DPW beberapa waktu yang lalu memanggil dia sebanyak 3 kali, ingin klarifikasi. Ternyata dia tidak pernah hadir dan membuat pernyataan mundur resmi,” ungkap Ferry.

Ferry pun mengapresiasi sikap jantan yang diambil Novel. Jika nanti Novel lolos menjadi anggota DPRD, PBB akan langsung menggantinya dengan figur lain.

“Saya mengangkat jempol dan salut kepada Novel Bamukmin yang secara jantan telah mundur dari PBB, mungkin secara undang-undang kami belum bisa menarik dia, tapi bahan kita adalah ketika dia terpilih kita akan mem-PAW dia langsung,” ucapnya.

Terkait beralihnya dukungan Novel ke Gerindra, PBB menilai itu sebagai sesuatu yang ngawur. PBB juga yakin Novel tak akan lolos ke DPRD DKI Jakarta.

“Saya rasa dia tidak akan pernah terpilih karena dia tidak mensosialisasikan diri. Ya nggak bisa lah (suara partai pindah), ngawur aja. Mana bisa suara partai dipindahkan ke partai lain. Kita lihat saja apakah ada yang mencoblos nama dia,” tutur Ferry.

Habib Novel Chaidir Hasan atau Novel Bamukmin sebelumnya mengumumkan pengunduran diri dari PBB. Novel mengundurkan diri karena menilai PBB tak berkomitmen menyetop kriminalisasi ulama.

“Mereka nggak ada iktikad baik lagi untuk bisa berjuang membela ulama, bersama-sama berjuang melawan penista agama. Itu tidak ada lagi. Komitmen mereka untuk melawan penista agama sampai ini hari saya belum pernah denger. Komitmen mereka untuk menyetop kriminalisasi ulama, saya belum pernah denger itu, sehingga saya meyakini, hari ini saya keluar. Dengan secara resmi, dengan surat yang tadi sudah saya buat, sudah saya tandatanganin, insyaallah hari ini saya antar surat resmi,” kata Novel di kantor ACTA, Jalan Utan Kayu Raya No 70B, Jakarta Timur, Rabu (13/3).
(abw/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Aksi Dukung Jual Saham Bir, Novel Bamukmin Tuding DPRD Pembela Miras

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin ikut dalam aksi mendukung Pemprov DKI menjual saham di produsen Anker Bir, PT PT Delta Djakarta Tbk (DLTA). Novel menuding anggota DPRD DKI punya agenda besar mempertahankan saham tersebut.

“Jangan kita pernah lupakan ini DPRD ini kebanyakan masih itu sisa-sisa pengkhianat yang kemarin mendukung penista agama, mereka yang berkhianat. Ini kemungkaran, ini mereka berani-beraninya, mereka ini punya agenda besar, bukan saja mempertahankan saham Pemprov DKI di PT Delta yang setahun keuntungan dari saham itu Rp 50 miliar,” kata Novel saat orasi di depan gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat (8/3/2019).

Novel juga menyebut keuntungan dari saham bir itu tidak sebanding dengan dampak negatif yang dialami konsumen minuman tersebut. Menurutnya, banyak terjadi perbuatan kriminal akibat pengaruh minuman keras.
“Dibandingkan (Rp) 50 miliar dengan kerusakan yang ada, 50 miliar tidak ada apa-apanya. Dibandingkan anak-anak muda yang rusak, yang bejat, terjadi karena minuman keras, anak perkosa ibu, bapak perkosa anak, anak bunuh bapak, bapak bunuh anak,” ujarnya.
Dia juga mengajak peserta aksi untuk menandai anggota DPRD yang menolak saham di pabrik bir dijual. Dia juga menjuluki anggota DPRD yang menolak penjualan saham sebagai pembela minuman keras.

“Jangan lupa tandai mereka anggota-anggota DPR yang lama ini untuk jangan pernah kita pilih, kalau perlu partainya kita tenggelamkan. Jakarta harus kita rebut, Jakarta harus ikuti ijtima’ ulama, Jakarta harus ikut komando ulama bukan anggota-anggota DPR pembela minuman keras,” tutur Novel.

“Hari ini pemanasan buat kita kalau memang besok tidak yang namanya penyetujuan untuk menarik sahamnya maka kita akan aksi lagi Jumat depan,” pungkasnya.

Saksikan juga video ‘Polemik Saham Bir, Sandi: Dijual Karena Tidak Strategis’:

[Gambas:Video 20detik]

(abw/idh)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jawab ‘Ancaman’ Novel Bamukmin, Komisioner KPU Ungkit Hoax 7 Kontainer

Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut masyarakat mengalami krisis kepercayaan dan menyebut akan membubarkan KPU jika tidak netral dalam pemilu. KPU mengatakan tudingan krisis kepercayaan tersebut tidak bijak.

“Tudingan krisis kepercayaan tidak bijak, karena hingga tingkat kepercayaan publik kepada penyelenggaraan pemilu terjaga,” ujar komisioner KPU Viryan Aziz kepada detikcom, Jumat (1/3/2019).

Menurut Viryan, saat ini yang terjadi banyak pihak berupaya mendelegitimasi pemilu dengan berita hoax. Salah satunya dengan adanya hoax 7 kontainer surat suara tercoblos yang sempat terjadi.

“Yang ada justru hoax pemilu yang berupaya mendelegitimasi pemilu, terbukti dengan hoax pemilu 7 kontainer surat suara sudah tercoblos, masa hoax pemilu delegitimasi pemilu lantas membuat krisis kepercayaan. Maknanya upaya membuat kabar bohong mendelegitimasi KPU tidak berhasil dilakukan,” kata Viryan.

Dia juga mengatakan perhitungan hasil pemilu dilakukan secara manual, sehingga tidak dimungkinkan adanya kecurangan memalui manipulasi IT. Selain itu, menurutnya perhitungan ini juga dilakukan secara terbuka yang disaksikan pengawas pemilu.

“Pemilu sejak 1955 sampai sekarang dilakukan secara manual, tidak mungkin IT bisa memanipulasi hasil pemilu karena Indonesia tidak menyelenggarakan pemilu elektronik. Yang dilakukan hanya publikasi hasil pemilu di TPS, kecamatan, dan sebagainya,” kata Viryan.

“Hasil pemilu dihitung dalam rapat pleno terbuka, rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan sampai dengan pusat. Rapat pleno dilakukan secara terbuka, diikuti saksi dari peserta pemilu, pengawas pemilu, pemantau dan masyarakat,” sambungnya.

Terkait adanya potensi kecurangan memalu kotak suara bila disimpan di kantor kecamatan. Viryan juga mengatakan tempat penyimpanan ini telah dilakukan sejak 1955 dan tidak menimbulkan masalah.

“Penyimpanan kotak suara di kantor kecamatan dilakukan sejak pemilu 1955 sampai sekarang, termasuk juga di pilkada. Penggunaan kantor kecamatan sudah berlangsung dan tidak ada masalah selama ini,” kata Viryan.

Sebelumnya, Novel Bamukmin meminta KPU netral sebagai penyelenggara Pemilu 2019. Dia menyebut KPU wajib dibubarkan jika tidak netral.

“Kita mendatangi KPU, tak lain tidak bukan tuntut keadilan. Betul? Siap tegakkan keadilan? Siap tegakkan persatuan? Takbir!” kata Novel di atas mobil komando di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Novel juga mengklaim masyarakat saat ini sudah mengalami krisis kepercayaan. Oknum aparat, baik sipil maupun Polri, disebut Novel dipertanyakan netralitasnya.

(dwia/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

F-PPP soal ‘Haram Coblos Novel Bamukmin’: Kepedean, Emang Ada yang Milih?

Jakarta – Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin menyerukan haram mencoblos dirinya di Pemilu 2019, karena dia telah mengundurkan diri. Fraksi PPP menilai Novel terlalu percaya diri (PD).

“Itu kepedean saja. Soal haram dan tidak itu bukan ditentukan oleh dirinya. Lagian memang sudah ada yang pasti memilih?” ujar anggota Komisi II DPR F-PPP, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Senin (25/2/2019).

Pria yang akrab disapa Awiek itu mengatakan, perihal haram atau tidak bukan Novel yang menentukan. Dia pun meminta Novel untuk tak asal bicara.
“Soal haram mengharamkan itu bahasa agama bukan bahasa politik jadi jangan dibuat mainan,” katanya.

Awiek juga heran dengan sikap Novel yang menyinggung soal pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. Dia mempertanyakan maksud pernyataan Novel itu.

“Lalu dibilang parpol pendukung penista agama dan kriminalisasi. Itu yang mana? Kalau ada figur menganiaya, menghina lalu dilaporkan dan diproses hukum itu namanya penegakan hukum bukan kriminalisasi. Yang kriminalisasi itu kalau tida ada kasus, tidak ada kejadian lalu diada-adakan. Itu yang tidak boleh,” tutur Awiek.

Sebelumnya, Novel Bamukmin menegaskan dirinya sudah mundur dari pencalegan di PBB, secara lisan. Dia menyerukan haram mencoblos namanya di Pemilu 2019.

“Saya sudah sampaikan di mana-mana bahwa haram mencoblos nama saya sehingga saya yakinkan saya tidak akan menjadi sebagai anggota dewan karena saya tidak mau satu suara saya pun mereka ambil untuk mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. Karena satu suara saya kalau masih ada yang mencoblos nama saya sama saja saya menzolimi imam besar saya Habib Rizieq Syihab dan ulama serta habaib serta aktivis islam lainya,” kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).
(mae/zap)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Novel Bamukmin Jawab PBB soal Seruan Haram: Saya Ingin Selamatkan PBB

Jakarta – Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono berencana akan melaporkan caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin jika terbukti melakukan kampanye hitam dengan menjelekkan citra PBB. Tak gentar, Novel pun mempersilakan Sukmo melaporkannya.

“Silahkan saja mau laporkan saya,” ujar Novel saat dihubungi, Minggu (24/2/2019).

Novel beralasan sikapnya tersebut bukan untuk menjatuhkan PBB, melainkan untuk menyelamatkan PBB dari oknum yang dinilai tidak paham dengan nilai-nilai Islam. Dia pun menjelaskan bahwa sikapnya itu lantaran PBB menjatuhkan dukungannya ke paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena saya justru ingin menyelamatkan PBB, satu-satunya partai Islam dari kehancuran dipegang oleh oknum-okmun yang nggak paham agama Islam itu sendiri. Sehingga, upaya oknum-oknum ini yang diduga memang sengaja ingin menenggelamkan partai islam satu satunya di Indonesia,” katanya.

Novel mengatakan mereka yang bertentangan dengannya adalah oknum yang menzalimi kader dan caleg karena telah berkoalisi dengan Jokowi-Ma’ruf. Dia merasa PBB telah membohongi dirinya yang sebelumnya telah menetapkan ke koalisi ‘Ganti Presiden’.

“Dan yang memang berhadapan dengan saya itulah oknum-oknum yang membawa partai Islam ini menjadi partai yang mendukung kelompok pendukung penista Islam, dan kriminalisasi ulama dengan oknum-oknum itulah menzalimi para kader dan calegnya,” tutur Novel.

“Bagaimana oknum-oknum tersebut mau bela rakyat, sementara calegnya dan kadernya mereka zalimi dan dikhianati, padahal mereka sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan ganti presiden. Yang jelas, yang sebagian banyak keputusan rezim ini merugikan umat islam dan mengkhianati ulama,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sukmo meminta Novel tak GR atau merasa hebat saat menanggapi seruan haram memilih Novel di Pileg 2019. Sukmo lantas menyebut saat ini sedang mencari bukti jika Novel melakukan black campaign terhadap PBB.

“Dalam hal ini Novel harus ingat Novel itu nebeng PBB, bukan PBB nebeng Novel, jangan GR dia. Bahkan saya sedang cari alat bukti jika Novel melakukan black campaign pada PBB saya akan seret ke ranah hukum,” ujar Sukmo kepada wartawan, Minggu (24/2).
(zap/mae)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soal ‘Haram Coblos Novel Bamukmin’, PBB: Jangan GR!

Jakarta – Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Novel Bamukmin menyerukan haram mencoblos dirinya di Pemilu 2019, karena dia telah mengundurkan diri. PBB meminta Novel jangan merasa hebat alias GR.

“Seruan Novel mengharamkan memilih dirinya itu sudah merendahkan harkat martabat dirinya sendiri, apalagi argumentasi sangat lemah, saya sudah cek semua komentar di Youtube yang menyikapi dirinya mundur orang akan tetap milih PBB,” kata Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).

Sukmo mengingatkan Novel bahwa dia lah yang menumpang di PBB, bukan sebaliknya. Dia juga sedang mencari bukti jika Novel melakukan black campaign terhadap PBB.
“Dalam hal ini Novel harus ingat Novel itu nebeng PBB, bukan PBB nebeng Novel, jangan GR dia. Bahkan saya sedang cari alat bukti jika Novel melakukan black campaign pada PBB saya akan seret ke ranah hukum,” ujar Sukmo.

“Novel ini sudah berkali-kali diimbau Sekjend untuk patuh pada PBB, kalau melawan dan merusak PBB, maka akan berhadapan dengan seluruh umat Islam yang telah mempercayai PBB sebagai saluran aspirasinya,” pungkasnya.

Profil picture WA Novel Bamukmin.Profil picture WA Novel Bamukmin. Foto: Novel Bamukmin (Dok Istimewa)

Sebelumnya, Novel Bamukmin menegaskan dirinya sudah mundur dari pencalegan di PBB, secara lisan. Dia menyerukan haram mencoblos namanya di Pemilu 2019.

“Saya sudah sampaikan di mana-mana bahwa haram mencoblos nama saya sehingga saya yakinkan saya tidak akan menjadi sebagai anggota dewan karena saya tidak mau satu suara saya pun mereka ambil untuk mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. Karena satu suara saya kalau masih ada yang mencoblos nama saya sama saja saya menzolimi imam besar saya Habib Rizieq Syihab dan ulama serta habaib serta aktivis islam lainya,” kata Novel Bamukmin kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).

Novel bahkan memasang seruan agar dirinya tak dipilih di profil picture WA-nya. Dia menegaskan tak ingin memberi keuntungan bagi PBB yang kini mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“InsyaAllah sampai saat ini saya masih membela agama dan taat kepada ijtima ulama ketimbang mejadi caleg yang dipimpin oleh orang-orang munafik yang menjual agama demi kepentingan politik mungkarnya,” imbuhnya.
(tor/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Disebut Ogah Mundur dari Caleg PBB karena Rugi, Novel Bamukmin: Ngawur!

Jakarta – Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer mengatakan Novel Bamukmin masih berstatus sebagai caleg dan rugi jika mundur dari pencalegan PBB. Merespon hal itu Novel mengaku pernyataan itu ngawur dan fitnah.

“Adapun pernyataan Sekjen PBB jelas-jelas ngawur, melakukan fitnah, dan kebohongan publik,” kata Novel, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/2/2019).

Ia mengatakan akan melaporkan Ferry terkait pernyataannya yang dinilai fitnah itu. Novel mengatakan Ferry mengada-ngada, ia mengaku belum pernah berkomunikasi lagi dengan Ferry usai Rakornas PBB lalu.

Sementara itu, terkait pencalegannya Novel mengaku sudah menyatakan mundur secara lisan sejak Rakornas PBB 27 Januari yang menyatakan dukungan pada Capres 01. Namun pengunduran diri sebagai caleg melalui administrasi belum dilakukan lantaran khawatir disanksi KPU jika mundur setelah ditetapkan.

“Hari itu juga saya sudah resmi secara lisan berikrar bahwa saya bukan caleg dari PBB lagi. Adapun secara adminitrasi memang saya belum mengundurkan diri dari pencalegan karena menghindarkan spekulasi antara kena sanksi atau tidak dari KPU dan secara adminitrasi saya akan urus pengunduran resmi secara tertulis dari caleg PBB setelah selesai pemilu,” ungkapnya.

Novel juga merespon pernyataan Sekjen PBB yang menyebut tidak akan merekomendasikannya untuk dilantik andai menang di Pileg 2019. Menurut Novel, dia sudah memberitahukan pada pendukungnya untuk tidak ada yang mencoblos namanya.

“Saya sudah sampaikan dimana-mana bahwa haram mencoblos nama saya sehingga saya yakinkan saya tidak akan menjadi sebagai anggota dewan karena saya tidak mau satu suara saya pun mereka ambil untuk mendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama. Karena satu suara saya kalau masih ada yang mencoblos nama saya sama saja saya menzolimi imam besar saya Habib Rizieq Syihab dan ulama serta habaib serta aktivis islam lainya,” ujarnya.

“InsyaAllah sampai saat ini saya masih membela agama dan taat kepada ijtima ulama ketimbang mejadi caleg yang dipimpin oleh orang-orang munafik yang menjual agama demi kepentingan politik mungkarnya,” imbuhnya.

Novel menilai Ferry sebagai orang yang sering diduga melakukan provokasi. Selain itu dia menyayangkan sikap Ferry yang dinilainya ingin menghancurkan PBB.

“Karena saya tahu sekjen yang mantan tim pemenangan Ahok ini adalah memang sering melakukan upaya provokasi provokasi dan adu domba yang diduga. Ingin menghancurkan partai islam satu satunya ini agar tidak lolos diparlemen sehingga tidak ada partai islam di Indonesia ini. Saya sangat sayangkan kok partai islam ini Sekjen-nya orang yang gagal paham terhadap agamanya sendiri sehingga apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW ‘kalau kepemimpinan di serahkan bukan kepada yang ahlinya maka tinggal tunggu kehancurannya ‘,” sambungnya.

Sebelumnya Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer mengatakan hingga kini Novel Bamukmin masih berstatus sebagai caleg. Kepada Ferry, Novel mengaku rugi jika mundur dari pencalegan PBB.

“Yang jelas sampai sekarang Novel masih tetap caleg PBB. Belum mengundurkan diri atau membuat surat pemunduran diri belum ada. Dan dia sendiri kemarin saya minta mundur dia bilang, ‘Rugi, Bang, kalau saya mundur’,” kata Ferry di Rumah Aspirasi, Jl Proklamasi, Menteng, Jakpus, Sabtu (23/2/2019).
(yld/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Novel Bamukmin Tepis Tuduhan Tak Mau Mundur dari Caleg PBB karena Rugi

Jakarta – Novel Bamukmin membantah Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer yang mengatakan Bamukmin masih berstatus sebagai caleg dan rugi jika mundur dari pencalegan PBB. Menurut Novel hal itu sangat tidak berdasar.

“Sampai saat ini sudah jelas dari semenjak Rakornas PBB tanggal 27 Januari 2019 yang telah memutuskan bahwa DPP PBB mendukung 01 maka hari itu juga saya sudah resmi secara lisan berikrar bahwa saya bukan caleg dari PBB lagi,” ungkap Novel kepada detikcom, Sabtu (23/2/2019).

Novel mengaku belum mengundurkan diri secara administrasi, ia baru menyatakan secara lisan. Novel mengaku baru akan mengurus pengunduran diri sebagai caleg usai pemilu.
“Adapun secara adminitrasi memang saya belum mengundurkan diri dari pencalegan karena menghindarkan spekulasi antara kena sanksi atau tidak dari KPU dan secara adminitrasi saya akan urus pengunduran resmi secara tertulis dari caleg PBB setelah selesai pemilu,” ungkapnya.
Sebelumnya Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer mengatakan hingga kini Novel Bamukmin masih berstatus sebagai caleg. Kepada Ferry, Novel mengaku rugi jika mundur dari pencalegan PBB.

“Yang jelas sampai sekarang Novel masih tetap caleg PBB. Belum mengundurkan diri atau membuat surat pemunduran diri belum ada. Dan dia sendiri kemarin saya minta mundur dia bilang, ‘Rugi, Bang, kalau saya mundur’,” kata Ferry di Rumah Aspirasi, Jl Proklamasi, Menteng, Jakpus, Sabtu (23/2/2019).

Dia pun meminta Novel serius membesarkan PBB. Menurut Ferry, saat ini Novel sudah bisa menerima keputusan PBB yang mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
(yld/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sekjen PBB: Novel Bamukmin Masih Caleg, Katanya Rugi Kalau Mundur

Jakarta – Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Ferry Noer mengatakan hingga kini Novel Bamukmin masih berstatus sebagai caleg. Kepada Ferry, Novel mengaku rugi jika mundur dari pencalegan PBB.

“Yang jelas sampai sekarang Novel masih tetap caleg PBB. Belum memundurkan diri atau membuat surat pemunduran diri belum ada. Dan dia sendiri kemarin saya minta mundur dia bilang, ‘rugi bang kalau saya mundur'” kata Ferry di Rumah Aspirasi, Jl. Proklamasi, Menteng, Jakpus, Sabtu (23/2/2019).

Dia pun meminta Novel serius membesarkan PBB. Menurut Ferry, saat ini Novel sudah bisa menerima keputusan PBB yang mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
“Saya bilang, sudahlah ini sudah keputusan organisasi partai. Novel sebagai caleg, kader, dan anggota partai harus patuh. Ya, kan proses ini berjalan sampai sekarang, adalah proses penyadaran buat dia. Proses yang awalnya emosional sekarang bisa nerima,” tuturnya.
Diberitakan, Novel merasa dibohongi setelah partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu resmi mendukung Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Saat itu, Novel mengaku akan mundur dari partai dan tak akan mengampanyekan PBB lagi.

“Saya vakum terhadap pencalegan dengan tidak lagi turun untuk sosialisasi ke masyarakat,” kata Novel, Senin (28/1).
(tsa/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detikcom Beber Kronologi Dugaan Persekusi Wartawannya di Munajat 212

Liputan6.com, Jakarta – Acara Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019 menyisakan cerita. Sejumlah wartawan dikabarkan mengalami persekusi.

Persekusi diduga dilakukan sejumlah massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis malam tersebut. Wartawan dari CNN Indonesia TV dan Detikcom diduga menjadi korban persekusi.

Detikcom memberikan konfirmasi terkait kebenaran karyawannya bernama Satria Kusuma yang mengalami persekusi.

Melalui laman resminya, Detikcom menjelaskan kejadian bermula saat Satria mengabadikan momen saat ada copet yang tertangkap.

Satria yang juga bersama wartawan lain, diminta untuk menghapus rekaman video yang diambilnya. Karena massa banyak, Satria menghapus video tersebut.

Namun kejadian tak berhenti sampai di situ. Satria justru digiring dibawa ke tenda VIP mereka. Di dalam tenda VIP tersebutlah diduga persekusi terhadap Satria semakin menjadi.

Ia sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang menggunanakan pakaian serba putih itu tahu jika Satria adalah wartawan detikcom, sehingga tindakan intimidatif dalam bentuk verbal pun terjadi.

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.

2 dari 3 halaman

Wartawan CNN Indonesia TV

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/2/2019) Koordinator Liputan (Korlip) CNN Indonesia TV Joni Aswira yang saat kejadian berada di lokasi menjelaskan, malam itu belasan jurnalis dari media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP dekat panggung acara. Mereka menunggu sejumlah narasumber untuk melakukan wawancara.

Namun pada pukul 21.00 WIB, terjadi keributan di tengah suara selawatan. Diduga ada pencopet yang ditangkap oleh sejumlah massa. Mendadak sontak kejadian itu memancing para jurnalis mendekati lokasi kejadian, termasuk pewarta foto CNN Indonesia TV.

Menurut pengakuan Joni, kamera jurnalis cukup mencolok, sehingga menjadi bahan buruan beberapa orang. Mereka mengintervensi wartawan foto tersebut untuk segera menghapus gambar kericuhan yang sempat tertangkap.

“Kalian dari media mana? Dibayar berapa? Kalau rekam yang bagus-bagus saja, yang jelek enggak usah,” ucap Joni menirukan oknum massa, Jumat (22/02/2019).

Joni melanjutkan, nasib serupa dialami wartawan Detikcom saat sedang merekam kericuhan. Massa menyuruhnya menghapus gambar, tapi wartawan itu tak mau memberikan ponselnya.

“Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang,” ucap dia.

Jurnalis CNNIndonesia yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Koordinaror Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menampik adanya penganiayaan terhadap wartawan. Namun, dia membenarkan ada pencopet yang diamankan oleh massa.

“Enggak ada. Namanya kan ada copet, jadi laskar (massa) tuh ngamanin semuanya, semuanya diamanin. Kan, kita enggak tahu mana beneran wartawan mana bukan, takutnya kan cuma¬†ngaku aja. Makanya diamanin,” katanya.

Novel juga menjelaskan, pada saat kejadian, tak terlihat tanda pengenal yang diduga wartawan tersebut. Namun, setelah diketahui kalau itu wartawan, pihaknya langsung melepasnya.

“Nah, itu enggak ada. Enggak dipakai. Pas diamanin, terus ditanya-tanya ya kita lepas pas tahu itu wartawan,” ucapnya memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: