Bali Kembali Gelar Turnamen Basket Nasional

Liputan6.com, Jakarta Bola basket benar-benar sedang bergairah di Bali. Setelah menjadi tuan rumah Seri I Srikandi Cup 2018-2019, akan menggelar salah satu seri IBL dan menghelat Kadispora Cup 2018, Bali kali ini akan menggelar turnamen basket nasional, ASW Cup 2018.

Turnamen ini digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali dan All Star Winner (ASW) bermitra dengan Perbasi Kota Denpasar. ASW Cup 2018 akan diselenggarakan di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada tanggal 2 sampai 8 Desember 2018. 

ASW Cup 2018 merupakan turnamen bola basket yang dibagi dalam 2 kategori umur, yakni Kelompok Umur (KU) 14 tahun dan Senior Putra. Tujuan diadakannya ASW Cup 2018, selain ingin memajukan olahraga di Bali, turnamen ini diharapkan dapat menjaring talenta-talenta muda Bali khususnya di kelompok umur 14 tahun.

Event yang digagas oleh pendiri ASW yakni Ali Santoso Wibowo ini juga akan diagendakan untuk menjadi kegiatan tahunan yang akan sangat berperan dalam kemajuan perbola basketan Bali. 

“Komitmen kami yang utama adalah ingin memajukan olahraga di Bali. Namun untuk saat ini fokus kami adalah cabor bola basket. Kedepannya kami ingin Bali menjadi salah satu sentral percontohan tidak hanya dari segi pembinaan olahraga di berbagai cabang, tapi juga dari segi pelaksana kegiaatan olahraganya. Bali jika didukung dengan sarana dan prasarana olahraga yang baik akan sangat memungkinkan menggelar berbagai kegiatan olahraga yang bertaraf Nasional maupun Internasional.” ujar Ali Santoso Wibowo.

Pada jumpa pers ASW Cup 2018 yang berlangsung siang tadi (Sabtu, 1/12/2018) di Grand Zuri Hotel, Kuta Bali, Cokorda Raka Satrya Wibawa, selaku ketua panitia dari ASW Cup 2018 juga berharap dengan diselenggarakannya event ini bisa menjadi ajang untuk menambah jam terbang para pemain muda di klub-klub basket di Bali.

Cokorda menyadari bahwa perkembangan bola basket di seluruh daerah tidak bisa dipisahkan dari peran serta klub-klub yang ada. Karena umumnya klub lah yang melakukan pembinaan dari level terbawah hingga puncaknya.

“Saya berharap banyaknya mantan pemain profesional yang ikut berpartisipasi di kategori senior seperti Andrie Ekayana, Dimaz Muhari, Merio Ferdiansyah dan lainnya bisa mengedukasi para pemain muda di kelompok umur 14 tahun agar bisa lebih maju,” ungkap pria yang akrab di sapa Cok Raka, eks atlet basket Nasional yang juga bekerja di Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Provinsi Bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *