Pohon Tumbang di Bogor Timpa Motor, Satu Keluarga Terluka

Liputan6.com, Bogor – Hujan deras dan angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Abdullah bin Nuh, Kota Bogor, Sabtu sore. Satu unit sepeda motor tertimpa pohon kenari sehingga mengakibatkan tiga orang terluka.

“Tiga orang yang tertimpa pohon tumbang terdiri bapak, ibu dan anaknya yang masih balita,” ujar petugas Dalops BPBD Kota Bogor Achmad Maulana, Sabtu (23/2/2019).

Kejadian bermula saat sepeda motor Honda Beat yang dikemudikan Piki Dahrani (24) dan dua penumpang Dewi Nilam Cahya (23), Afika (2 tahun) melintasi ruas Jalan Abdullah bin Nuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat tiba di lokasi kejadian, pohon setinggi 9 meter dengan diameter 30 cm ini roboh dan menimpa sepeda motor bernopol F 4704 FCL itu.

Ketiganya sempat terjebak di antara batang dan dahan pohon yang tumbang di bahu jalan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban.

“Ketiganya langsung dibawa ke RS Hermina untuk mendapat penanganan medis,” kata Achmad.

Dari keterangan pihak dokter, Piki Dahrani mengalami syok, sedangkan istrinya Dewi Nilam Cahya mengalami luka di bagian wajah dan di kepala. Sementara anaknya, Afika mengalami luka sobek di bagian dahi akibat pohon tumbang.

2 dari 3 halaman

Timpa Lapak PKL

Sementara itu, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, juga terjadi pohon tumbang dan menimpa lapak pedagang kaki lima milik Yono.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun batang dan dahan pohon tumbang sempat menutup sebagian badan jalan.

“Saat ini dua pohon tumbang itu sudah ditangani tim TRC BPBD dan sudah disingkirkan dari badan jalan,” kata Achmad.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Oppo Ungkap Smartphone 5G Pertama Besutannya, Kapan Dirilis?

Liputan6.com, Barcelona – Bersamaan dengan pengumuman teknologi kamera 10x lossless zoom di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, Oppo secara resmi memperkenalkan smartphone 5G pertamanya ke publik.

Menurut  VP Oppo, Anyi Jiang, Oppo menyadari 5G merupakan teknologi smartphone masa depan. Karenanya, perusahaan asal Tiongkok itu tidak ingin ketinggalan menghadirkan teknologi ini. 

“Kami terus bekerja sama dengan perusahaan teknologi lain, mulai dari chipset dan operator untuk membawa teknologi 5G bersama-sama,” tuturnya saat gelaran MWC 2019 di Barcelona Sabtu (23/2/2019) waktu Spanyol. 

Senada dengan Anyi, Director of Standars Research Oppo, Henry Tang, mengatakan Oppo selalu berupaya menghadirkan teknologi terbaru ke penggunanya, tidak terkecuali layanan 5G.

Dia mengatakan Oppo sudah memulai tim standarisasi 5G sejak 2015. Sejak itu, pengembangan 5G terus dilakukan hingga akhirnya tahun lalu, Oppo memperkenalkan purwarupa smartphone 5G besutannya.

Menurut Henry, kehadiran smartphone 5G Oppo tidak hanya menghadirkan konektivitas yang lebih baik, tapi juga cara menikmati konten yang lebih beragam.

“Kami berencana menghadirkan layanan 5G cloud gaming yang dapat menghadirkan gim AAA ke perangkat mobile,” tuturnya menjelaskan.

Tidak hanya itu, kehadiran smartphone 5G pertama Oppo ini nantinya turut merevolusi kehidupan pengguna smartphone dalam menikmati konten video 4K, 8K, hingga tiga dimensi (3D).

Turut hadir dalam acara itu adalah President Qualcomm, Cristiano Amon, yang menyebut Oppo sebagai salah satu rekanan dengan visi dan misi sama untuk menghadirkan teknologi baru ke industri.

Sebagai bagian dari pengembangan 5G ini, Oppo juga mengumumkan telah memulai sebuah proyek khusus 5G bersama sejumlah rekanan, seperti Telstra, Swisscom, Optus, dan Singtel.

2 dari 2 halaman

Oppo Resmi Umumkan Kehadiran Kamera 10x Lossless Zoom

Dalam kesempatan tersebut, VP Oppo Anyi Jiang juga menuturkan Oppo terus berupaya menjangkau pasar global secara lebih luas. Karenanya, Oppo selalu mengadopsi teknologi baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

“Kami selalu berupaya untuk selalu satu langkah lebih dekat dengan konsumen,” tuturnya saat konferensi pers di MWC 2019, Sabtu (23/2/2019), waktu Barcelona. Salah satu yang diperkenalkan Oppo dalam ajang tahun ini adalah teknologi 10x lossless zoom.

Menurut Product Manager Oppo, Chuck Wang, teknologi ini dihadirkan Oppo agar lebih banyak pengguna smartphone dapat mengeksplosari fotografi dan membuat hasil karya yang tidak kalah dari fotografer profesional.

“Dengan teknologi yang kami perkenalkan ini, pengguna perangkat Oppo dapat mengambil gambar yang menakjubkan dengan sangat mudah,” ujarnya menjelaskan. Untuk memungkinkan hal tersebut, Oppo menggunakan konfigurasi tiga lensa kamera belakang.

Chuck menuturkan tiga kamera tersebut itu terdiri dari lensa utama beresolusi 48MP, satu lensa ultra wide 120 derajat, dan satu lensa telephoto. Ketiga lensa itu mampu menangkap focal lenghts yang luas mulai dari 16mm-160mm, sehingga menghasilkan 10x lossless zoom.

Lebih lanjut Chuck menuturkan agar lensa ini dapat disematkan di smartphone, Oppo mengembangkan modul periskop berstruktur horizontal. Hal itu memungkinan ketebalan lensa berkurang hingga hanya sekitar 6,76mm, hampir setara dengan Oppo R17 Pro.

“Biasanya, saat mengambil foto zoom, hasil foto akan menjadi buram. Untuk mengatasi hal tersebut, kami menyertakan optical image stabilization (OIS) di lensa utama dan telephoto. Presisi stabilitasi lensa telephoto ini mencapai 0.001445 derajat,” tutur Chuck.

Lantas, kapan produk smartphone Oppo dengan teknologi 10x lossless zoom akan rilis? Chuck menuturkan smartphone Oppo yang hadir dengan teknologi baru ini siap diproduksi dan direncanakan hadir pada kuartal kedua 2019.

(Sulung/Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Temui Penghuni Apartemen se-Jakarta, M Taufik Puji Anies Pro-rakyat

Jakarta – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengadakan pertemuan dengan perwakilan penghuni apartemen se-Jakarta. Dia mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di pihak warga yang bersengketa dengan pengembang terkait mahalnya iuran pengelolaan lingkungan (IPL).

“Anda (pengelola) berhadapan dengan Gubernur yang tidak punya urusan dengan pengembang manapun juga,” kata M Taufik di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019).

Mendengar perkataan tersebut, para perwakilan penghuni apartemen bertepuk tangan. Kepada mereka, M Taufik meminta bantuan untuk mengawasi penerapan Pergub DKI Nomor 132/ 2018 tentang Pembinaan, Pengelolaan Rumah Susun Milik di mana pengurus lingkungan berasal diisi oleh orang yang benar-benar menghuni apartemen dan bukan bagian dari pengembang.

“Bersyukur akhirnya isi Pergubnya saya kira sebagian besar berpihak pada kita. Kalau sudah begini, kita dalam posisi yang menang. Pengembang nggak mungkin lawan pemerintah. Pengembang banyak masalahnya. IMB belum, IPL belum. PPJB dipajak sama kita. Perlu diketahui,” ujar Taufik.

Taufik meminta para penghuni apartemen agar segera rapat, membentuk pengurus lingkungan. Namun Taufik berpesan agar orang-orang yang dipilih sebagai pengurus benar-benar pro-penghuni.

“Pilih warga yang berpihak ke bapak, ibu. Jangan yang kelakuannya sama seperti yang lalu. Pengalaman saya di Rasuna Said, mereka pilih pengurus, kelakuannya sama dengan yang sebelumnya, akhirnya mereka rapatkan lagi. Sekarang masalahnya sudah selesai,” terang Taufik.

Selain warga, Taufik menjelaskan pengawasan penerapan pergub akan dilakukan Satpol PP.

“Nanti dikontrol satpol. Saat buat rapat anggota, kasih reportnya ke kita, nanti kita kawal. Ini Pak Gubernur yang merespon keluhan masyarakat. Berjuang itu ada proses yang harus dilakui. Alhamdulillah prosesnya dilalui dan hasilnya menggembirakan,” ungkap Taufik.

Taufik pun meminta para penghuni melaporkan jika ada tindakan intimidasi dari pengembang apartemen. “Kalau pengembang mau mengintimidasi bapak-ibu, mereka sama dengan mengintimidasi pemerintah. Karena ini ada pergubnya,” ucap Taufik.

(aud/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Kehebatannya?

Barcelona – Tidak hanya membeberkan kesiapannya dalam menyongsong era 5G, Oppo turut memamerkan kehebatan teknologi 10x Lossless Zoom.

Product Manager Oppo Chuck Wang menjelaskan pihaknya membesut struktur tiga kamera belakang untuk mengatasi tantangan beragam jarak fokus dan zoom. Struktur ini terdiri dari kamera utama yang berukuran 48 MP.

Kamera kedua menggunakan lensa dengan ulta-wide-angle 120 derajat. Lalu kamera ketiga yang memakai lensa telephoto yang bertanggung jawab atas beragam jarak fokus.

“Panjang fokus lensa telephoto sepuluh kali dari lensa ultra wide angle, Dari 160 mm ke 160mm,” ungkap Wang.

Kendalanya ponsel saat ini harus tampil ramping dan bagian belakang flat. Tapi Oppo punya cara agar tetap ponselnya bisa men-zoom 10 kali tapi membuat modul kamera dengan ketebalan 15 mm saja. Modul periscope menjadi kuncinya.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

“Kami menempatkan struktur kamera dalam layout horizontal. Lalu kami gunakan kaca prisma dalam sistem lensa sehingga secara signifikan mengurangi ketebalan lensa,” jelas Wang.

“Bayangkan modul kamera hanya punya ketebalan 6,76mm, mengurangi 55% ketebalan. Nyaris sama tebalnya dengan lensa yang dipiliki R17 Pro,” imbuhnya.

Tapi tidak hanya itu rahasianya. Oppo turut menempatkan dua motor auto fokus pada kamera utama dan wide-angle-lens pada modul yang sama. Hal ini mengurangi 13% ruang sehingga pihaknya dapat menempatkan sensor besar pada lensa telephoto agar kualitas gambar lebih tajam dan realistis.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

Agar tidak blur ketika melakukan zoom, Oppo menempatkan Optical Image Stabilization pada kamera utama dan telephoto.

“Ketika kita menggunakan 10x Lossless Zoom, presisi stabilisasinya mencapai 0,001445 derajat. Ini 73% peningkatan dari teknologi Oppo 5X Lossless Zoom,” terang Wang.

Kabar baiknya, pengguna tidak harus menunggu lama untuk mencicipi inovasi Oppo ini. Vendor asal China itu telah memastikan akan memproduksi massal.

“Teknologi ini akan hadir di ponsel baru kami yang akan dirilis di kuartal kedua tahun ini. Sehingga pengguna dapat satu langkah lebih depat ke setiap momen hebat dalam hidupnya,” pungkas Wang.

Oppo Pamer Teknologi Zoom 10x, Apa Hebatnya?Foto: Anggoro Suryo Jati/detikINET

(afr/afr)

Raih Kecepatan Tanpa Batas dengan Taylormade Golf M5 dan M6

Liputan6.com, Jakarta – TaylorMade Golf adalah salah satu perusahaan yang kerap berinovasi dan menjadi pelopor utama dalam industri Driver Golf selama 17 tahun terakhir. Inovasi dan teknologi terbaru mereka bisa dirasakan di generasi terbaru line M yang berbahan kayu logam lewat produk M5 dan M6.

Teknisi ahli TaylorMade Golf sudah mengembangkan produk ini sejak tahun lalu dengan teknologi Twist Face. Di tahun ini, produk dari Amerika Serikat ini memperkenalkan teknologi injected Twist Face terbaru.

Ada empat fitur kunci dalam desain kecepatan Speed Injected Twist Face yang mampu memaksimalkan kecepatan bola tanpa batas. Yang pertama adalah permukaan titanium yang sangat tipis yang didesain ulang Inverted Cone Technology (ICT). Yang kedua adalah direkayasa ulang menjadi lebih fleksibel dengan menempatkan Hammerhead 2.0.

Ketiga adalah busa dalam sebagai pendukung yang telah didukung resin pada bagian isi dengan jumlah yang disesuaikan. Yang keempat adalah algoritma paten untuk dapat disetel di setiap kepala.

TaylorMade memiliki teknik rekayasa baru dan proses pembuatan yang efektif, sehingga memastikan setiap pemain golf mendapatkan sebuah kepala driver yang hebat dan cepat. Tongkat pemain didesain dengan lebih tipis serta permukaan yang lebih fleksibel.

Untuk memperkenalkan M5 dan M6 untuk para penggemar golf di Indonesia, TaylorMade Golf bekerjasama dengan PT MAP Aktif Adiperkasa, Tbk menggelar acara bertajuk “Make Everybody Faster with Speed Injected Twist Face” di Pondok Indah Driving Range, Jakarta Selatan, pada Jumat, 22 Februari 2019.

2 dari 2 halaman

Terbang Lebih Cepat

Selain dihadiri para pecinta golf, acara ini juga dihadiri tiga Pegolf Indonesia yaitu Adrian Halimi, Rinaldi Adiyandono, dan Danny Masrin. Rinaldi mengapresiasi kehadiran TaylorMade M5 dan M6.

Menurut Rinaldi pada Liputan6.com, bola yang dipukul terasa terbang lebih cepat. Usai sesi demo oleh Danny Masrin dan Rinaldi, giliran para penggemar golf menjajal M5 dan M6. 

“Kita membuat demo dengan produk M5 dan M6. Kita menyediakan simulator untuk bisa melihat kecepatan dan jarak bola terbang,” kata Tinneke Agustina, Golf Division General Manager PT MAP Aktif Adiperkasa, Tbk. Sebelum acara demo, TaylorMade lebih dulu memaparkan mengenai keunggulan M5 dan M6 kepada media dan pecinta golf yang hadir.

Sesi tersebut disampaikan oleh Sim Simon selaku TaylorMade Senior Sales Manager SG & MY & Export. TaylorMade M5 dan M6 dapat diperoleh di gerai-gerai Golf House dan di sejumlah toko jaringan PT MAP Aktif Adiperkasa, Tbk.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ketum PBVSI Kagum dengan Persaingan di Proliga 2019

Liputan6.com, Yogyakarta – Proliga 2019 telah memasuki babak akhir. Di bagian putri, Jakarta PGN Popsivo Polwan tampil sebagai juara usai mengalahkan Jakarta Pertamina Energi pada laga final di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

Popsivo mengalahkan sang juara bertahan Proliga lewat pertandingan ketat dan menegangkan dengan skor 3-2 (15-25, 25-22, 21-25, 25-23,15-21). Sementara posisi ketiga ditempati Jakarta BNI 46 usai mengalahkan Bandung Bank BJB Pakuan dengan skor 3-1 (18-25, 25-15, 25-18, 25-19).

Ketua Umum PBVSI Imam Sudjarwo mengungkapkan kekagumannya atas laga grand final. “Grand final dan perebutan tempat ketiga serta sangat luar biasa,” ucapnya usai pertandingan.

Menurut Imam, sengitnya laga grand final Proliga 2019 menunjukkan kekuatan pemain di semua klub telah merata. “Ini artinya upaya pembinaan ke depan semakin bagus. Yang dilakukan klub-klub dan PB PBVSI ada sebuah kemajuan,” kata Imam.

2 dari 3 halaman

Ajang Selanjutnya

Imam menyebut Proliga 2019 sebagai persiapan untuk timnas bola voli Indonesia guna menghadapi ajang berikutnya. Pada Agustus mendatang, timnas voli putri akan ambil bagian dalam Asian Senior Women’s Volley Ball Championship di Seoul, Korea.

Begitu juga dengan timnas putra yang akan tampil pada ajang serupa yang akan berlangsung di Teheran, Iran, pada September mendatang.

3 dari 3 halaman

Enam Klub

Kembali Proliga, Imam mengatakan pihaknya akan berupaya untuk jumlah peserta baik di putra dan putri berjumlah enam tim. “Ke depan kita akan berupaya menambah jumlah peserta, minimal ada enam tim putra dan putri.

Pada Proliga 2019, di bagian putra ada enam tim. Sedangkan di putri hanya diikuti lima tim setelah Petrokimia Gresik mundur pada musim ini.

Penjelasan Lengkap ITDC soal Biaya Bangun Sirkuit MotoGP Mandalika

Jakarta – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata the Mandalika, Lombok NTB, menegaskan pembangunan sirkuit Mandalika bukan dibangun dengan biaya Rp 3,6 triliun.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan sejumlah pemberitaan yang mengaitkan antara pembangunan sirkuit Mandalika dengan biaya Rp 3,6 triliun, Yang disebut dengan sirkuit Mandalika sebenarnya adalah sirkuit jalan raya atau street circuit yang dibangun sebagai bagian dari distrik sports & entertainment di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata the Mandalika.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer menjelaskan, pembangunan street circuit Mandalika merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan distrik Sports & Entertainment seluas 131 ha di zona tengah the Mandalika. “Selain street circuit sepanjang 4,32 km yang didisain mengelilingi distrik, juga akan dibangun 10 hotel dengan kapasitas sekitar 2500-an kamar/room keys, COEX (Convention – Exhibition) Building, Rumah Sakit dan Water Park berstandar internasional,” ujar Abdulbar dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/2/2019).

Investor untuk pembangunan distrik ini adalah Vinci Construction Grands Projets (VCGP), anak usaha Vinci, sebuah perusahaan berskala global asal Prancis yang bergerak di bidang desain, pembiayaan, pembangunan dan operasional proyek-proyek infrastruktur dan fasilitas besar di seluruh dunia.

Penandatanganan master LUDA antara ITDC dengan VCGP untuk pembangunan distrik Sports & Entertainment telah dilakukan pada 8 Agustus 2018, yang akan membawa nilai investasi sebesar US$ 1 Miliar selama 15 tahun.

Pembangunan street circuit di distrik ini akan menjadi prioritas bagi ITDC dengan akan diselenggarakannya kejuaraan MotoGP dan World Superbike di the Mandalika pada 2021.

“Dalam pembangunan street circuit ini, kami sebagai pengembang kawasan akan membangun infrastruktur jalan atau badan jalannya, sedangkan fasilitas jalan sebagai street circuit akan dilanjutkan oleh Vinci,” terang Abdulbar.

ITDC mencanangkan pembangunan badan jalan di distrik ini dimulai pada Oktober 2019 yang diharapkan selesai pada Triwulan II 2020, kemudian Vinci akan melanjutkan penyelesaian street circuit, sehingga bisa digunakan pada 2021.

Terkait biaya Rp 3,6 Triliun yang disebut-sebut, Abdulbar M. Mansoer menegaskan angka tersebut merupakan biaya pembangunan infrastruktur pariwisata di KEK The Mandalika yang difasilitasi oleh Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar US$ 248,4 juta (setara Rp 3,6 T) melalui program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP).

MUTIP akan mencakup pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar di dalam kawasan the Mandalika, seperti pembangunan jalan dalam kawasan, penyediaan air bersih, sanitasi dan drainase, pengolahan air limbah dan limbah padat, distribusi listrik dan juga fasilitas pengelolaan risiko bencana, berbagai fasilitas publik dan ruang publik terbuka.

“Jadi pembangunan street circuit Mandalika bukan dibangun dengan biaya Rp 3,6 Triliun,” tegas Abdulbar M. Mansoer. (hns/rvk)

Jalan Beton Belum Tentu Jadi Penyebab Kecelakaan

Liputan6.com, Jakarta – Belum lama ini Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa, menyebut jalan Tol Trans Jawa dapat membuat ban cepat aus dan mudah meletus sehingga membahayakan keselamatan para pengguna karena berbentuk rigid pavement atau menggunakan beton.

Lalu bagaimana tanggapan produsen ban mengenai hal ini? Hendra Himawan selaku GM Sales Admin & Planning Dunlop Indonesia mengaku tidak sepakat dengan pendapat tersebut.

“Jalan kasar menjadi penyebab kecelakaan itu tidak linier. Karena kecelakaan ada banyak faktor. Jadi (menurut saya komentar) itu tidak linier,” katanya di Jakarta belum lama ini.

Menurut Hendra, beton memiliki karakteristik yang berbeda dengan aspal. Dan ia tidak menampik jika beton memungkinkan membuat ban lebih cepat aus.

“Jadi gini, beton dibanding aspal tentu beda. Kalau beton jauh lebih keras, aspal lebih lentur. Itu bumpy-nya pasti akan terasa beda.

Nah efeknya kepada ban kalau jalan itu keras permukaan kasar, keausan lebih cepat,” jelasnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Jadi kolerasi beton menyebabkan ban pecah, menurut Hendra, tak bisa dipastikan benar atau salah dan perlu diteliti. Karena menurutnya, penyebab ban pecah bisa macam-macam.

“Jadi penyebab ban aus itu macam-macam, karena kondisi jalan, tekanan angin juga bisa.

Kalau tekanan angin kurang itu ban akan semakin beban berat. Gesekan akan semakin besar. Dan biasanya kalau kurang angin yang aus bagian tepinya. Kalau kekerasan, tengahnya yang cepat aus,”

“Lalu jumlah muatan juga pengaruh.

Yang jelas penyebab keausan adalah kondisi permukaan jalan, kedua cara mengemudi, ketiga pola telapak, keempat kondisi kendaraan misalnya setting kaki-kaki tidak benar. Itu bisa menyebabkan kondisi keausan tidak rata,” tutup Hendra.

Kisah Anak Difabel yang Diam-diam Punya Kehidupan Online Menakjubkan

Oslo

Robert dan Trude meratapi kehidupan sepi dan terkungkung yang mereka pikir dijalani Mats, anak mereka yang difabel. Namun ketika Mats wafat, pasangan itu baru sadar bahwa banyak orang di Eropa menyalakan lilin tanda berkabung untuk putra mereka.

Artikel ini pertama kali terbit di situs radio Norwegia, NRK.

“Pola pikir kami sangat tradisional. Kami tak ingin dia mengubah atau mengacaukan ritme kesehariannya.”

Duduk di sebuah kafe dekat kantornya di alun-alun kota Oslo, Norwegia, Robert Steen (56) memaparkan betapa ia kerap khawatir jika anaknya tak kunjung terlelap hingga tengah malam.

“Jika melihat ke belakang, saya rasa kami seharusnya lebih tertarik pada gim, dunia di mana putra kami menghabiskan hampir seluruh waktunya,” kata Robert.

“Karena kami tak punya ketertarikan itu, kami kehilangan kesempatan untuk mengetahui yang tidak kami pahami,” tuturnya.

Robert menyampaikan kata-kata terakhir tentang Mats akhir tahun 2014 di sebuah kapel di satu pemakaman di ibu kota Norwegia.

Di antara mereka yang duduk mendengarkan pidato itu, termasuk sanak famili dan sejumlah tenaga medis yang mengenal dekat Mats, ada sekelompok orang asing.

Hanya Robert yang pernah bertemu mereka. Itu pun baru sekali: malam sebelum pemakaman.

Beberapa tahun di akhir hidupnya, Mats hampir tidak pernah meninggalkan ruang bawah tanah di flat milik keluarganya.

Jadi cukup aneh bahwa ada orang-orang tak dikenal datang ke pemakamannya. Mats sendiri bahkan tidak pernah berjumpa dengan mereka.

Sebelum kematiannya, tamu-tamu yang berduka itu tidak mengenal Mats sebagai Mats, tapi Ibelin, seorang keturunan ningrat, perayu ulung, dan detektif.

Beberapa orang asing yang menghadiri pemakaman itu tinggal di dekat rumah Mats, tapi sebagian lainnya datang dari jauh. Kedatangan mereka dilandasi satu tujuan: meratapi kawan baik.

Di upacara pemakaman, salah satu dari orang asing itu tampil ke depan dan memberi sepatah kata. Ia berkata bahwa banyak orang di Eropa berkumpul dan menyalakan lilin untuk Mats.

Nasib telah tersurat di bintang-bintang, dan kenyataan tercantum dalam DNA-nya.

Mats, yang berlarian keliiling rumah sambil mengenakan mahkota saat ulang tahun keempat pada Juli 1993, akan menghadapi kenyataan bahwa ia bakal segera lumpuh.

Robert dan Trude mendengar vonis medis itu pada Mei 1993 di Rumah Sakit Ulleval.

Mereka belakangan paham mengapa putra mereka selalu jatuh dari ayunan dan menyakiti diri sendiri.

Sama halnya dengan kenapa Mats tidak memanjat tangga papan luncur di taman anak-anak, meski ia gemar merosot.

Juga penyebab Mats kerap menekuk lutut seperti orang tua saat beranjak dari posisi duduk dan alasannya tak berusaha berlomba dengan anak-anak seusianya.

Tim dokter berkata kepada Robert dan Trude bahwa Mats mengidap duchenne muscular dystrophy (DMD), sebuah gangguan yang menyebabkan pengenduran otot dan kerap menyerang anak laki-laki.

Gen dalam tubuh Mats mengandung kekeliruan yang mencegah ototnya berkembang secara normal. Itu pula yang akhirnya menghancurkan otot-ototnya.

“Setelah kami menidurkan Mats, malam itu kami memanggil dokter. Kami mendapat hak istimewa itu. Kami dapat menelepon dokter kapan pun kami membutuhkan informasi,” kata Robert.

Bersama Trude, Robert berbicara kepada dokter via telepon selama lebih dari setengah jam. “Setidaknya (penyakit) ini tidak akan membunuh anak saya!” kata Robert.

“Dokter terdiam beberapa saat, lalu berkata, ‘Tidak, tapi pengalaman kami menunjukkan, pasien kami yang menderita penyakit ini tidak akan bertahan lebih dari umur 20 tahun,'” tuturnya.

Robert terdiam. “Mats mampu mencapai 25 tahun.”

Di kediaman keluarga di Ostensjo, sebelah tenggara Oslo, Robert dan Trude mengupayakan segala cara untuk putra mereka.

Mats diyakini tidak akan menjalani kehidupan normal seperti yang ada dalam bayangan orang tuanya. Dia akan mati muda dan dipisahkan dari mereka tanpa memberi arti apapun kepada dunia.

Namun seluruh anggapan itu keliru.

Jika DNA telah merancang kehidupan kita sebelum kita dilahirkan, mampukah kita memilih masa depan kita sendiri?

Faktanya, Mats menemukan jalan keluar dan menciptakan sosok baru atas dirinya sendiri.

Di awal dekade 2000-an, Robert dan keluarganya pindah ke sebuah rumah di Langhus, sebelah selatan Oslo. Rumah itu dirancang agar ramah kursi roda.

Walaupun Mats diizinkan bermain konsol permainan grafis Game Boy selama libur sekolah, sosok Mario Bros tetap tak dapat memahami rasanya menjadi sosok yang berbeda.

Mats terus duduk di kursi roda bersama asisten yang mendampinginya ke mana pun.

Robert dan Trude terus memikirkan aktivitas yang mungkin disenangi Mats pada waktu senggang, terutama ketika kawan-kawan sekelasnya bermain sepakbola atau berlarian di luar ruangan.

Barangkali gim online? Robert memberi Mats kata sandi komputer keluarga. Dan sejak saat itu, sebuah dunia yang baru terbuka bagi anak berusia 11 tahun tersebut.

“Selama 10 tahun terakhir hidupnya, Mats bermain antara 15 ribu hingga 20 ribu jam. Itu setara dengan bekerja penuh waktu selama 10 tahun,” kata Robert.

Namun gim itu ternyata menimbulkan percekcokan dalam keluarga.

“Ketika perawat datang pukul 10 malam, Mats sudah tidur. Pekerjaan mereka mengawasi Mats di tempat tidur, bukan memaksanya untuk tidur.”

“Mats protes, ogah-ogahan mengikuti perintah itu,” ujar Robert.

Mats ternyata telah berevolusi menjadi pemain gim. Dan pemain gim tidak tidur sebelum larut.

Lantas siapakah Mats selama jam permainan itu? Dia menjadi Lord Ibelin Redmoore dan kadang-kadang Jerome Walker.

“Ibelin dan Jerome adalah perpanjangan diri saya. Mereka mewakili sisi lain kepribadian saya,” tulis Mats.

Mats membenamkan diri ke planet Azeroth dalam gim populer World of Warcraft.

Azeroth adalah dunia fantasi yang mistis. Terdapat sejumlah benua, lautan, hutan, tebing dan tanah datar, perkampungan serta kota.

Mats menghabiskan hampir seluruh waktunya di sebuah wilayah yang bernama Eastern Kingdoms.

Sebagai pemain gim online, Anda akan memahami dunia itu satu per satu, seperti halnya Anda mengenal dunia nyata secara fisik.

Di dunia khayalan itu terdapat tempat untuk berwisata, wilayah dan kota yang akan Anda kuasaisebagian lebih baik dibandingkan lainnya.

Di area tertentu, Anda wajib berhati-hati, sementara di wilayah lainnya Anda akan dengan senang hati menjelajah. Anda akan menemukan penginapan di suatu kawasan, lalu bertemu orang-orang baru yang menarik.

Begitulah semestinya dunia berjalan. Dan seperti itu pula Azeroth bergulir.

Mats menempuh perjalanan hidupnya di sana dan menemukan lingkaran pertemanan dengan orang-orang menyenangkan.

“Saat saya melewati ruang bawah tanah Mats pada siang hari, gordennya tertutup. Itu adalah kepedihan yang saya ingat betul,” ucap Robert yang bekerja di bagian keuangan kantor wakil wali kota Oslo.

“Oh tidak, saya pikir dia belum memulai harinya. Saya sedih karena dunianya sangat terbatas.”

Tapi mereka yang tak bermain gim tidak dapat melihat gambaran utuhnya. Mereka tidak tahu bahwa gim lebih dari sekadar menembak dan mendapatkan poin.

“Kami pikir ini semua hanyalah permainan. Kami kira itu sebuah kompetisi yang seharusnya dimenangkan,” kata Robert.

Lalu muncul pula persoalan ritme sirkadian di tubuh Mats, di setiap waktu selama 24 jam kesehariannya.

“Kami tidak mengerti mengapa sangat penting bagi Mats untuk terus online saat petang dan malam.”

“Tentu saja orang tidak bermain pagi atau siang hari karena itu adalah waktu di mana mereka berada di sekolah atau tengah bekerja.”

“Kami awalnya memahami semua ini setelah ia wafat. Di akhir hayatnya, kami masih berkeras ia harus tidur jam 11 malam, seperti orang-orang normal lainnya,” ujar Robert.

Lisette Roovers adalah salah satu kawan Mats di dunia gim online yang berasal dari Breda, Belanda. Ia hadir dalam pemakaman Mats tahun 2014.

Lisette juga datang ke Norwegia untuk mengunjungi temannya, Kai Simon Fredriksen, yang juga bermain gim online bersama Mats.

“Saya mengenal Mats bertahun-tahun. Sangat mengejutkan mendengar kabar ia meninggal dan itu berdampak pada saya,” kata Lisette.

Lisette kini berusia 28 tahun. Ia berumur 15 tahun ketika bertemu Mats yang kala itu berusia 16 tahun. Atau tepatnya, ketika karakter gim Lisette, Rumour, bertemu Ibelin.

“Kami bertemu di Goldshire,” kata Lisette.

“Itu bukan tempat yang nyaman lagi, tapi saat itu Goldshire adalah kampung kecil yang menyenangkan, di mana Anda bisa bertemu karakter baru yang menarik.”

“Saya mencari seseorang untuk bermain. Di antara mereka yang di duduk di api unggun adalah sosok yang belakangan saya kenal sebagai Ibelin,” kata Lisette.

“Sayaatau Rumourbertingkah laku impulsif. Saya keluar dari semak-semak dan merebut topi Ibelin. Kami berdiri dan saling menatap beberapa saat, lalu saya kabur membawa lari topinya.”

Lisette tersenyum kecil.

Mats juga menulis perjumpaan pertamanya dengan Lisette di sebuah unggahan blog berjudul Love.

“Di dunia yang lain ini, seorang anak perempuan tidak akan melihat kursi roda atau hal-hal lain sebagai pembeda. Mereka akan menemukan jiwa, hati, dan pikiran saya yang hidup dalam tubuh yang kuat dan cakap,” tutur Mats.

“Untungnya, hampir sebagian besar karakter di dunia virtual ini terlihat menawan,” tambahnya.

Di sisi lain, Lisette berkata, “Mats adalah kawan baik, kadang-kadang ia teman yang sangat dekat.”

“Kami saling bertukar pesan tentang apapun, tapi dia tidak menceritakan kondisinya. Saya kira kehidupannya sama sepertinya saya, contohnya kami sama-sama membenci sekolah.”

Tapi ada hal-hal yang sempat tidak mereka sepakati.

“Dia menulis bahwa ia membenci salju, sedangkan saya menyukainya. Saya tidak mengerti bahwa ketidaksukaannya itu berkaitan dengan kursi roda. Saya tidak tahu sama sekali,” kata Lisette.

Kecintaan Lisette pada gim membuat orang tuanya khawatir. Mereka takut studinya terganggu dan Lisette tak akan memiliki kehidupan sosial.

Keputusan yang diambil orang tuanya adalah memutus akses Lisette kepada gim online. “Dijauhkan dari kawan-kawan di permainan itu sangat berat bagi saya,” tuturnya.

Namun Mats bersiasat untuk melanggengkan perkawanan itu. Meski ia tak menemukan Lisette di gim itu, Mats berkomunikasi dengannya melalui saluran lain.

“Dia menulis surat yang sangat serius untuk orang tua saya dan mendorong mereka memahami betapa penting gim itu bagi saya. Saya menyimpan surat itu,” kata Lisette.

Robert dan Trude tahu putra mereka saling berbalas pesan dengan seseorang bernama Lisette.

“Mats sempat berbicara tentang karakter gim itu sejumlah avatartapi kami tidak memperhatikan secara khusus. Dia cerita pada kami tentang Rumour, dan tentang hal-hal lainnya,” kata Robert.

“Dia atau Lisette mengirimnya kado, termasuk pada hari ulang tahunnya. Itu sangat menyentuh dan kami menggodanya. Dia tersipu dan sangat malu.”

“Kami pikir Lisette adalah teman baik karena hadiah-hadiah itu. Anda bisa menyebut kado itu sebagai bukti nyata pertemanan.”

“Kami tidak menyebut orang-orang yang bersentuhan dengannya sebagai kawan. Kami menyebut mereka avatar. Persepsi kami tentang pertemanan sangatlah tradisional,” ujar Robert.

Dalam gim World of Warcraft, Anda dapat bermain sendiri atau bergabung dengan orang lain dan membentuk kelompok atau serikat.

Mats adalah bagian dari kelompok seperti itu yang bernama Starlight. Kawanan itu berisi 30 anggota.

“Tidak ada yang hanya sekadar menjadi anggota Starlight,” kata Robert yang kini memahami gim itu.

“Untuk menjadi anggota, Anda harus direkomendasikan seseorang yang telah lebih dulu masuk. Anda harus lulus masa percobaan selama satu hingga dua bulan,” ujarnya.

Starlight bertahan selama lebih dari 12 tahun dan kelompok ini masih aktif hingga kini.

“Starlight adalah grup yang spesial karena terus bersama dalam waktu yang sangat panjang. Itu barangkali didasarkan pada pertemanan yang sangat mendalam,” kata Robert.

Kai Simondikenal sebagai Nomine dalam permainan ituberusia 40 tahun. Ia adalah pemimpin Starlight.

Setiap tahun sejak Mats meninggal tahun 2014, Starlight menggelar peringatan khusus untuk mengenang kawan mereka itu.

Tahun 2018, saat tengah mengenang Lord Ibelin Redmoore, Kai Simon berkata kepada rekan-rekannya agar lebih fokus berlari dan berenang.

“Ibelin adalah seorang pelari,” kata Kai. “Sangat penting baginya untuk berlari dan berbagi pengalaman berlari itu dengan orang lain.”

Apakah Kai tengah berbicara tentang Mats atau karakter yang dimainkan Mats? Mungkin itu tidak penting. Barangkali memang seperti itu jika seseorang telah menyatu dengan karakter permainan.

Pada musim panas tahun 2013, Mats berusia 24 tahun. Keluarganya berlibur di Mallorca, Spanyol, sementara ia tak bisa ikut plesir dan tinggal di ruang bawah tanah bersama pendampingnya.

Mats sama sekali tidak boleh sendirian. Selama bertahun-tahun ia memiliki pendamping yang berbeda-beda, termasuk pamannya.

Mats beruntung, beberapa pendampingnya juga punya kesenangan yang sama terhadap gim online.

Ketika orang tuanya berada di Spanyol, Mats memulai blognya yang berjudul Musings of Life (Renungan Hidup). Dalam unggahan berjudul My Escape (Pelarian Saya), dia menulis tentang kehidupan di Azeroth.

“Keterbatasan saya tidak dipersoalkan, belenggu saya hancur dan saya bisa menjadi siapapun yang saya inginkan. Di sana saya merasa normal,” tulisnya.

Mats membagikan tulisannya itu kepada para anggota Starlight. Satu per satu. Itulah proses bagimana mereka akhirnya mengetahui kondisi yang dihadapi Mats dalam dunia offline.

Lisette mengingat kembali saat-saat ia membaca blog milik Mats pertama kali.

“Saya tumbang. Hati nurani saya terluka karena saya beberapa kali menggodanya di permainan gim dan tak pernah betul-betul sengaja melakukannya.”

“Lalu saya berpikir, ‘Apakah saya harus mengubah perilaku terhadapnya?’ Namun saya memutuskan tetap bersikap seperti biasanya. Dia juga menuliskan itu sebagai keinginannya.”

Tanggal 18 November 2014, Mats meninggal.

Dalam kondisi kritis, Mats dilarikan ke rumah sakit. Dokter sempat berhasil membuat kondisinya stabil dan mempertimbangkan untuk memulangkannya.

Namun belakangan seluruh keluarga Mats diminta segera datang ke rumah sakit.

“Dia berada di lantai empat, di ruangan di ujung koridor. Setiap detik sangat berharga. Koridor itu sangat panjang,” kata Robert.

Robert dan istrinya, Trude, datang terlambat.

Foto yang diabadikan Robert memperlihatkan seorang anak muda yang pucat dengan rambut berombak. Foto itu menggambarkan mata, hidung mancung dan mulut yang selama ini selalu ditutup masker pernafasan.

Mats terlihat seperti tengah tertidur pulas.

Beberapa tahun sebelum itu, Lisette membuatkan Mats sebuah gambar. Ibelin menopang Rumour. Syal menutup hidung dan mulut Ibelin.

“Mats menerima gambar itu melalui email,” kata Robert. “Sekarang gambar itu tergantung di tembok rumah kami.”

Sehari setelah Mats wafat, seluruh keluarganya berada di rumah. “Bel terus berbunyi, karangan bunga dan tetangga berdatangan. Kami menangis,” kata Robert.

Robert memikirkan orang yang harus ia beri kabar tentang kematian Mats. Dia mengingat para pemain gim dan mencari cara berkomunikasi dengan mereka secara langsung.

“Sebelum Mats meninggal, saya tidak pernah berpikir dapat memiliki kata sandinya.” Tapi kini Robert sangat membutuhkannya.

“Ketika itu, pikiran saya lalu tertuju pada blognya.”

Faktanya, Mats pernah memberi ayahnya kata sandi untuk masuk ke blognya. Saat itu, tujuannya agar Robert dapat terus-menerus memeriksa seberapa sering unggahan Mats dibaca publik.

“Anda tidak tahu siapa yang berperan dalam kehidupan anak Anda jika Anda tak mengenal dunia digital mereka,” kata Anne Hamill alias Chit, pakar psikologi berusia 65 tahun asal Inggris, yang juga berstatus anggota Starlight.

“Buat kesepakatan dengan anak Anda tentang bagaimana berkomunikasi dengan kawan-kawan dunia digital mereka, kalau-kalau sesuatu terjadi.”

“Kalau tidak, mereka memiliki sekelompok teman yang akan terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi,” kata Anne.

Di akhir unggahan blog tentang kematian Mats, Robert menuliskan alamat email bagi siapapun yang ingin berkomunikasi dengannya.

“Saya menulis itu lalu menangis. Saya mengetuk tanda ‘terbitkan’. Saya tidak tahu apakah akan ada balasan yang masuk sampai email pertama datang, sebuah pesan belasungkawa dari salah satu anggota Starlight.”

“Saya membaca email itu keras-keras, ‘Sangat pedih menulis pesan untuk seseorang yang tidak pernah saya temui, tapi sangat saya kenal.’ Pesan itu menghadirkan kesan mendalam,” ujar Robert.

Setelah itu datang lebih banyak pesan berisi ucapan duka cita dan tentu kehidupan Mats dalam permainan online itu.

“Mats melampaui batasan fisik dan memperkaya banyak orang di dunia,” begitu salah satu pesan itu.

“Kepergian Mats sangat memukul saya. Saya tak dapat menuliskan kata-kata betapa rindunya saya pada dia.”

“Saya tak percaya satupun orang di Starlight. Tapi jika saya harus memilih, saya hanya akan mempercayainya,” demikian pesan lain untuk Mats.

Ketika Starlight mengetahui kematian Mats, mereka mengumpulkan uang sehingga mereka yang berkantong tipis berkesempatan pergi ke Norwegia untuk menghadiri pemakaman.

Robert berkata, keluarganya sangat tersentuh.

“Kami mengangis dan terus menangsis akibat kebahagiaan emosional yang datang dari kenyataan tentang kehidupan Mats.”

“Dengan kawan-kawan yang nyata, orang-orang baik yang sangat peduli dan bersedia datang dari negara lain untuk melihat pemakaman orang yang tidak pernah mereka temui. Ikatan itu sangat kuat,” kata Robert.

Lisette datang dari Belanda. Begitu pula Anne yang terbang dari Inggris, Janina dari Finlandia, dan Rikke dari Denmark.

Atas nama anggota Starlight, Kai yang asli Oslo juga menggelar kebaktian.

“Saat kita berkumpul di sini, sebuah lilin dinyalakan bagi Mats di Belanda. Lilin lain dihidupkan di pusat Irlandia, dan di sebuah perpustakaan di Swedia.”

“Peringatan terhadapnya dilakukan di salon kecantikan di Finlandia, kantor pemerintahan di Denmark, dan banyak tempat di Inggris.”

“Di seluruh Eropa, Mats diingat oleh lebih banyak orang dibandingkan mereka yang punya kesempatan datang ke pemakaman ini.”

“Saya bertemu Mats di dunia di mana tidak ada persoalan tentang siapa dirimu, tubuh seperti apa yang kamu miliki atau bagaimana kamu terlihat di dunia nyata, di balik papan tuts,” ujar Kai.

“Di dunia itu, yang terpenting adalah sosok apa yang kamu pilih dan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain.”

“Yang menentukan siapa dirimu, adalah apa yang ada di sini (Kai meletakkan tangannya ke tempat peribadatannya) dan di sini (Kai menyentuh hatinya).”

Dalam blog miliknya, Mats menulis tentang monitor komputer yang ditatapnya hampir seumur hidupnya, “Ini bukan monitor, ini adalah gerbang ke manapun hatimu berkehendak.”

Vicky Schaubert bekerja untuk stasiun radio publik milik pemerintah Norwegia, Norsk rikskringkasting (NRK) di Oslo. Anda dapat membaca karyanya melalui tautan ini.

Kredit foto paling atas: Blizzard Entertainment/Patrick da Silva Saether/NRK


(ita/ita)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Demi Redam Agresivitas di Penjara, Narapidana di Australia Diberikan Omega-3

Liputan6.com, South Nowra – Peneliti dari Universitas Wollongong Australia akan mengujicobakan pemberian asupan Omega-3 untuk melihat dampaknya pada perilaku agresif serta kesehatan mental para narapidana.

Dikutip dari ABC News Indonesia, Sabtu (23/2/2019), para napi di penjara Kota Nowra akan diminta ambil bagian dalam penelitian yang dilakukan Professor Barbara Meyers dan Professor Mitchell Byrne ini.

Narapidana akan dipilih berdasarkan kecenderungan perilaku agresif, impulsif, dan tingkat Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang terkait dengan hiperaktif dan kurangnya konsentrasi.

Menurut Profesor Meyers dari Australia, studi percontohan sebelumnya menunjukkan hasil positif namun sampelnya tak cukup besar untuk menetapkan dampaknya pada perilaku agresif.

“Salah seorang tahanan mengaku memiliki rentang perhatian yang lebih besar ketika ikut penelitin ini. Dia jadi lebih tertarik belajar daripada hanya memandangi jendela,” ujarnya.

Sementara Prof Byrne akan menilai dampak asam lemak dalam tubuh terhadap perilaku para tahanan.

“Sudah lama ada bukti bahwa Omega-3 memiliki manfaat kardiovaskular dan kesehatan fisik secara umum,” katanya.

“Namun sekitar sepuluh tahun terakhir muncul penelitian yang menunjukkan peran penting Omega-dalam fungsi dan kesehatan kognitif, termasuk kesehatan mental dan cara kita memproses informasi,” papar Prof Byrne.

Omega-3 terlibat dalam struktur seluler seluruh sel serta membentuk membran sel. Selain itu juga mendukung komunikasi antarseluler dengan menghasilkan proses berpikir yang lebih cepat.

Manfaat lain Omega-3 yaitu mendorong produksi bahan kimia neuro seperti serotonin dan dopamin.

“Jadi, tanpa Omega-3 yang cukup, kita tidak dapat berfungsi pada kapasitas optimal,” jelas Prof. Byrne.

Kecukupan Omega-3 dalam makanan dan dalam sel-sel, katanya, mendorong berfungsinya otak dengan lebih baik.

“Karenanya seluruh kondisi yang melibatkan kognisi atau fungsi manusia yang lebih baik memerlukan dukungan Omega-3,” jelasnya.


Saksikan video pilihan terkait Australia di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Uji Coba di South Coast Correctional Center

Uji coba akan dilakukan pada narapidana di South Coast Correctional Center Kota Nowra untuk membuktikan hal ini lebih lanjut.

Dia menjelaskan bahwa dari studi percontohan sebelumnya, peneliti mengidentifikasi adanya kaitan antara jumlah Omega-3 dalam darah seseorang dengan gejala-gejala agresif dan ADHD.

Tes ini juga akan dikembangkan ke penjara lainnya di berbagai kota di Australia hingga tahun depan.

Prof. Meyer menjelaskan sekitar 600 napi yang akan ambil bagian dalam penelitian.

Dalam prosesnya, para sampel akan diberikan asupan Omega-3 a atau plasebo secara acak dan dipantau selama 16 minggu.

“Kami juga mengukur kekuatan otot, karena Omega-3 sebenarnya meningkatkan kekuatan otot,” jelas Prof. Meyer.

Dia menambahkan, kandungan Omega-3 dalam darah para napi akan diukur juga karena jika kadarnya sudah tinggi, mereka tak akan mendapatkan manfaat dari uji coba ini.