Top 3 Berita Hari Ini: 4 Trik Memasak Ayam Goreng agar Empuk Dikunyah

Liputan6.com, Jakarta – Top 3 Berita Hari Ini tentang cara memasak ayam goreng agar empuk. Bisa menghasilkan ayam goreng dengan daging super empuk, anti-keras, tentu jadi goals yang ingin Anda raih. Caranya ternyata tidak sulit.

Yang pertama adalah tusuk daging ayam dengan garpu atau tusuk gigi. Daging ayam yang sudah dibersihkan dan dibumbui bisa ditusuk-tusuk dengan garpu atau tusuk gigi di beberapa bagian.

Cara ini bisa membuat serat daging lebih lunak. Jadi, saat digoreng, bumbu bisa lebih meresap dan daging ayam tak terlalu alot. Berita kedua yang banyak diminati adalah tentang mendeteksi kamera tersembunyi.

Selain hotel, opsi penginapan saat traveling sekarang sudah sangat beragam. Harga sewanya juga ada yang murah dan terjangkau. Di balik semua keuntungan tersebut, Anda harus berhati-hati karena kamera tersembunyi terdapat di cukup banyak pengingapan. Lalu bagaimana cara mendeteksinya?

Langkah pertama adalah mencari benda yang diletakkan tidak pada tempatnya. Berita ketiga yang menarik perhatian adalah seputar inovasi unik di bidang kuliner yaitu Indomie es jeruk.

Diunggah salah satu akun review makanan di Instagram dan tengah jadi buah bibir warganet, sajian ini ternyata merupakan kreasi seorang ibu asal Australia Lewat keterangan foto, ia pun berbagai resep sajian yang disebut sebagai noodle pop tersebut.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Yuk, kita simak rangkuman selengkapnya berikut ini.

4 Trik Memasak Ayam Goreng agar Empuk Dikunyah

Super praktis, ayam goreng adalah hidangan andalan Anda di sekian banyak kesempatan? Entah saat ingin dimakan sendiri atau ketika tengah menjamu tamu, sajian ini jadi satu menu yang sering kali dihidangkan.

Karenanya, menghasilkan ayam goreng dengan daging super empuk, anti-keras, tentu jadi goals yang ingin Anda raih. Tak sebegitu sulit ternyata. Langsung saja simak deretan tips berikut sebagaimana dirangkum Fimela.com.

Selanjutnya…

Deteksi Kamera Tersembunyi di Penginapan Saat Traveling dengan 4 Cara Ini

Tak melulu hotel, opsi penginapan saat traveling sekarang sudah sangat beragam. Pemilihannya bisa disesuaikan dengan jadwal, banyak orang yang ikut berlibur, dan, tentunya, sisihan budget untuk akomodasi.

Menyewa Airbnb jadi salah satu opsi yang belakangan dipertimbangkan banyak pelancong. Di samping harga sewa menggiurkan, jenis penginapan ini juga dapat menampung cukup banyak orang.

Selanjutnya…

Bikin Sendiri Indomie Es Jeruk yang Lagi Viral, Intip Resepnya di Sini

Telah lama sejak mi instan jadi makanan andalan tak sedikit orang. Dengan ragam bumbu sajian, makanan satu ini acap kali jadi teman setia ketika lapar melanda. Seiring waktu, penyajiannya semakin inovatif. indomie es jeruk, jadi salah satunya.

Sebagaimana diketahui, kreasi sajian mi instan memang sudah sangat beragam, mulai dari penambahan sederet topping, hingga beberapa waktu lalu, disajikan dalam bentuk donat. Tapi, Anda tentu belakangan mulai tergelitik mendengar Indomie es jeruk.

Selanjutnya…

2 dari 2 halaman


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ritual Dabba Ae di Sabu Raijua, Saat Sabung Ayam Jadi Wujud Perdamaian

Salah satu peserta ritual dari Ada Manu Nadaibu, Melkianus Huke Lomi mengatakan, ritual Dabba Ae menjadi bukti bahwa persaudaraan dan kebersaman itu akan menciptakan perdamaian.

Ia berharap agar generasi-generasi yang akan datang tetap melestarikan budaya ini.

Terpisah, Jefrison Hariyanto Fernando sebagai salah satu pegiat budaya Sabu Raijua mengatakan, ritual Dabba Ae merupakan bentuk dari resolusi konflik yang telah dilakukan oleh orang Sabu Raijua pada ribuan tahun silam.

Berbicara tentang HAM, maka sejak ribuan tahun lalu, orang Sabu Raijua sudah punya rasa peduli dan menjunjung tinggi terhadap HAM khususnya hak hidup seseorang.

“Ini harus tetap dijaga dan dilestarikan. Karena ini kebanggaan orang Sabu Raijua, yang mana orang Sabu Raijua sudah memahami HAM walaupun nenek moyang kita waktu itu belum sekolah,” katanya.

“Ritual ini menjadi awal orang Sabu Raijua mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu suku di dunia yang peduli terhadap hak hidup sesamanya dan peduli perdamaian” pungkasnya. (Ola Keda)

Batu Wowadu Wopio, batu ini berbentuk bulat besar yang diyakini punya kekuatan gaib yg bisa menjauhkan dari kesusahan hidup. Batu ini dipercayai sebagai batu yang akan membawa keberuntungan bagi siapapun.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ribuan warga Nusa Tenggara Timur ikuti festival tenun ikat di Jalan Eltari, Kupang.

Ini Kisah Monique Si Ayam Lucu yang Suka Diajak Traveling Pemiliknya

Seorang pria asal Prancis bernama Guirce Siudee yang berprofesi sebagai pelaut, mengajak ayam betinanya kemanapun ia pergi. Guirce sudah hampir selama 5 tahun kepergiannya untuk berlayar dan keliling dunia, ia ditemani oleh seekor ayam kesayangannya.

Ayam tersebut merupakan ayam betina yang diberi nama Monique oleh Guirce. Ayam ini sendiri telah berlayar bersama Guirce setidaknya sejak tahun 2014 lalu, seperti yang Liputan6.com lansir dari Asian Town, Selasa (9/4/2019).

Guirce telah mengajak Monique berlayar keliling dunia dan mengunjungi berbagai tempat dengan menggunakan kapal boat pribadinya. Membawa Monique berlayar dan menjadi teman di kapalnya yang sederhana membuat Guirce nyaman.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Guirce mengungkapkan bahwa ia membawa Monique karena ia ingin mendapatkan makanan dari diri Monique.

Stok Berlebih, Harga Daging Ayam Bakal Stabil saat Ramadan?

Liputan6.com, Jakarta – Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (GOPAN) memperkirakan harga pokok penjualan (HPP) ayam potong stabil selama bulan suci Ramadan. Sebab, stok ayam yang ada di rumah potong saat ini tercukupi hingga dua bulan mendatang. Dengan begitu, harga pokok penjualan (HPP) ayam potong pun diprediksi normal.

Sekretaris Jendera GOPAN, Sugeng Wahyudi, mengatakan bahwa stok ayam hingga bulan Ramadan dipastikan berlebih. Saat ini stok ayam di rumah potong rata-rata mencapai 63 juta per bulan. Sedangkan kebutuhan konsumsi daging secara nasional hanya berkisar 58 juta sampai 60 juta per bulan.

“Stok daging ayam untuk bulan Ramadan tidak kurang, malah berlebih,” kata Sugeng seperti dikutip Sabtu (6/4/2019).

Kendati ada kenaikan, namun tidak akan separah pada tahun sebelumnya dimana harga daging ayam di pasaran bisa mencapai Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu.

“Kalau ada kenaikan harga pada Ramadan kali ini dianggap masih stabil. Ya naik sedikit wajar, untuk menutupi kerugian,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Sugeng, stok ayam berlebih justru berdampak pada harga jual ayam yang menurun untuk saat ini. Karena itu, ia meminta pemerintah agar memperhatikan para peternak, baik itu peternak rakyat maupun mandiri.

Sebab, dengan adanya Permendag Nomor 96/2018 dinilai belum efektif. Banyak peternak ayam yang kerap mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Dari 63 juta ayam potong, sekitar 20 persen dikuasai oleh peternak rakyat.

“Karenanya kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk menstabilkan harga ayam potong,” ujarnya.

Menurut Sugeng yang juga juru bicara dari Peternak Rakyat dan Peternak Mandiri (PRPM) ini, kerugian ini sudah dialami oleh peternak sejak Januari sampai Maret 2019. Para pertenak mengalami kerugian sekitar Rp 4.000 per kg sampai Rp 5.000 per kg.

Saat ini, harga produksi atau modal ayam potong antara Rp 18.300 per kg sampai Rp 19.300 per kg, sedangkan saat dijual hanya berkisar Rp 14 ribu per kg.

“Ini jadi problem besar untuk para peternak. Jika hal ini terus menerus, para peternak rakyat banyak yang akan gulung tikar,” ucapnya.

Tak Sengaja Tabrak Ayam, Bocah Ini Pergi ke RS dan Gunakan Uang Tabungannya

Sayangnya, anak ayam yang ia tabrak sudah tak tertolong nyawanya. Meski demikian, aksinya itu mendapat banyak pujian dari pengguna Facebook. Pasalnya, alih-alih lempar batu sembunyi tangan, bocah 6 tahun itu justru mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Alhasil, unggahan di Facebook tersebut hingga kini telah dibagikan 89 ribu kali dan meraup 11 ribu komentar. Hampir seluruh komentar memuji kedewasaan Derek di usianya yang masih muda.

“Dia sangat menggemaskan. Dan apa yang dia lakukan tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata,” tulis Balambika Krishnakumar.

“Anak kecil dengan hati yang besar! Aku salut dengan hati dan niatnya yang suci, dan caranya belajar tanggungjawab sejak dini!” imbuh Si Dee.

Dan akun Dharma Rio yang menuliskan, “Karakter terbaik.. Orangtuanya harus bangga kepadanya.. Menggemaskan,”

Pria Taiwan Ini Gagal Ereksi karena Hobi Makan Ayam Goreng Cepat Saji

Liputan6.com, Taiwan Hobi makan ayam goreng cepat saji membuat pemuda asal Kaohsiung, Taiwan berusia 17 tahun tak bisa ereksi. Kesukaannya mengonsumsi ayam goreng cepat saji membuat timbunan lemak jahat menumpuk di tubuhnya.

Selain senang makan ayam goreng, pemuda yang tak disebut namanya ini juga tidak menjalani olahraga. Penasaran dengan kondisi yang dideritanya, ia pergi ke dokter.

Setelah diperiksa, kadar kolesterol pemuda tersebut mencapai 300 mg/dL. Normalnya sekitar 200 mg/dL.

“Dia makan ayam goreng dari restoran cepat saji hampir tiga kali sehari dan tidak berolahraga. Dengan tinggi badan 165 cm dan berat 80 kg, ia  termasuk kategori obesitas. Alat kelaminnya pun terlihat kecil,” ungkap Direktur Pusat Kesehatan Pria RS Yi Dachang, Wang Qijie, dikutip dari UDN, Selasa, 2 April 2019.

Pemeriksaan medis juga menunjukkan, konsentrasi testosteron (hormon seks pria) di bawah normal.

Demi memulihkan fungsi seksualnya, dokter membantu mengatur pola makan. Pemuda itu diminta menurunkan berat badan. Ia juga diberikan obat penurun kolesterol dan vasodilator dosis rendah, seperti Viagra untuk mengembalikan fungsi seksual.

Vasodilator adalah golongan obat yang digunakan melebarkan pembuluh darah. Aliran darah kembali mengalir lebih lancar sehingga tidak membebani jantung dalam memompa darah.

Simak video menarik berikut ini:

Difungsi Ereksi atau dalam bahasa awamnya impotensi, ketidak mampuan mempertahankan ereksi

Mau Bisnis Jualan Ayam Geprek? Siapkan Modal Segini

Jakarta – Dengan keinginan menciptakan konsep baru untuk sebuah restoran yang dapat terjangkau bagi seluruh kalangan, empat orang yang berdomisili di Yogyakarta berinisasi mendirikan gerai Chicken Crush!. Adalah Stefanus Roy, Tony Hidayat, Nathaniel Malvin, dan Teddy Agus Heryawan, anak muda yang berhasil membuka usaha ayam geprek di Yogyakarta.

Latar belakang Chicken Crush! sendiri diciptakan berdasarkan niat utama para inisiator, yaitu membuka usaha makanan yang dapat dikonsumsi setiap harinya. Selain itu, melihat tren di Yogyakarta, para inisiator memilih untuk membuka restoran ayam geprek.

Chicken Crush! pertama kali didirikan pada bulan Maret 2017 dengan modal utama Rp 400 juta. Kini, Chicken Crush! dapat menghasilkan omzet Rp 150 juta hingga Rp 200 juta per bulannya. Dengan omzet tersebut, Chicken Crush! dapat meraup untung Rp 10 juta – 50 juta per bulan.


Tanpa melakukan promosi dengan situs atau media sosial, Chicken Crush! berhasil mengandalkan gerainya untuk balik modal dalam kurun waktu kurang dari 8 bulan. “Perkembangan gerai kami bagus sekali. Dari situ banyak yang berminat membuka mitra dengan kami,” kata Stefanus Roy selaku Direktur Chicken Crush! yang biasa disapa dengan Roy kepada detikFinance, Senin (1/4/2019).

Chicken Crush! merupakan kombinasi antara rempah nusantara dengan western food. Konsep western food sendiri dibuat dalam lauk utamanya, yaitu ayam yang diolah menjadi ayam goreng tepung. “Dengan konsep fusion food, pengolahan produk kami tidak memerlukan proses yang sulit seperti makanan nusantara pada umumnya. Hanya dengan standar SOP yang ada, makanan kami dapat diolah dengan mudah dan menciptakan rasa yang unik,” kata Roy.

Chicken Crush! memiliki tiga menu andalan, yaitu ayam goreng original, ayam geprek (crushed) pedas, dan ayam keju. Uniknya, ayam geprek Chicken Crush! menggunakan proses deep fried yang membedakannya dari kompetitor. Selain itu, Chicken Crush! juga menyediakan tingkat kepedasan yang bervariasi khusus untuk ayam geprek, yaitu level 2 (0-3 cabai), level 3 (4-6 cabai), dan level 4 (7-9 cabai).

Tanpa harus menguras kantong, Chicken Crush! mematok harga cukup murah, yaitu Rp 10.000 hingga Rp 15.000. Tak heran Chicken Crush! menjadi tempat makan favorit bagi kalangan siswa, mahasiswa, pekerja kantoran/pabrik, dan juga keluarga.

Berkat pengalaman mereka sebagai pengusaha, Chicken Crush! mampu berkembang sangat pesat. 8 gerai pertama sukses dibuka di kota-kota besar Pulau Jawa dibuka dalam kurun waktu 8 bulan sejak pembukaan gerai pertama di Yogyakarta. Kini, Chicken Crush! telah sukses dengan 23 cabang yang tersebar di Indonesia. “Hari ini Chicken Crush! buka cabang di kota Batam. Rencananya, bulan ini Chicken Crush membuka 7 cabang di Medan,” jelas Roy.

Pada tahun 2019 ini, target Chicken Crush! adalah merentangkan sayapnya hingga 45 cabang di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, Chicken Crush! membuka peluang bisnis bagi orang-orang yang berminat untuk bergabung dengan Chicken Crush!.

Peluang bisnis tersebut tak jauh berbeda dengan persyaratan waralaba pada umumnya. Untuk bergabung dengan peluang bisnis Chicken Crush!, diperlukan modal atau total investasi mulai Rp 200 juta dengan keuntungan return on investment 12 hingga 36 bulan tergantung performa gerai. “Namun, apabila peminat sudah memiliki tempat, modal yang perlu disiapkan dapat lebih rendah. Karena sudah tidak perlu sewa tempat,” tambah Roy.

Roy mengaku tidak gentar dengan adanya persaingan, mengingat restoran ayam geprek saat ini sudah menjamur di Indonesia.

“Selama kita bisa bawa faktor rasa, pelayanan, kebersihan, dan efisiensi serta harga, kita yakin bisa tetap eksis,” tuturnya.

Informasi mengenai menu, cabang, dan peluang bisnis Chicken Crush! dapat diakses melalui instagram @chickencrush.id. (zlf/zlf)

Harga Daging Ayam Stabil di Pasar Rawa Badak

Liputan6.com, Jakarta – Harga bahan pokok terpantau stabil pada pekan terakhir Maret 2019. Seperti daging ayam yang tidak mengalami perubahan harga, berada di angka Rp 35 ribu per kilogram (kg).

Terhitung sudah beberapa pekan sejak harga daging ayam di Pasar Rawa Badak turun dan menjadi stabil.

Salah satu pedagang daging ayam di pasar Rawa Badak, Rusli (55) menyatakan harga daging ayam turun sejak dua minggu lalu dan tidak berubah hingga saat ini. Semula, harga daging ayam di pasar Rawa Badak adalah Rp 37 ribu per kilogram.

“Sampai sekarang tidak ada perubahan harga, stabil saja Rp 35 ribu per kilogram. Kita jual ayam, tetap ada pembelinya. Minggu kemarin sempat sepi,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (25/3/2019).

Tidak hanya Rusli, Laksmi (30) yang menjual daging ayam mentah lengkap dengan jeroan-jeroannya masih menjual dagangannya seharga Rp 37 ribu per kilogram.

Laksmi yang sudah berjualan kurang lebih 2 tahun di Pasar Rawa Badak mengakui harga daging ayam kini tidak bisa ditebak.

“Kemarin kaget karena turunnya drastis banget, tapi sekarang sudah biasa (stabil) lagi. Rasanya jadi seperti jualan sayur, tidak bisa ditebak,” ujar dia.

Laksmi menambahkan ada kemungkinan harga daging ayam naik karena waktu semakin dekat dengan bulan Ramadan. Sementara untuk harga telur, Laksmi mengatakan tidak ada penaikan atau penurunan harga, tetap di angka Rp 26 ribu per kilogramnya.

“Telur ayam ras hampir enggak berubah sebulan ini. Kalau nanti bulan puasa enggak tahu,” tutupnya.

Harga Telur Ayam Stabil Rp 23 Ribu per Kg di Pasar Tradisional

Pada awal Minggu ini, harga daging ayam di Pasar Kelapa Gading stabil di angka Rp 35 ribu per kilogram. Beberapa pedagang menuturkan harga daging ayam tidak berubah sepekan ini.

Ang (50), salah seorang pedagang daging ayam mengatakan, daging ayam sampai saat ini masih diminati pembeli di daerah Kelapa Gading. Namun dia juga mengaku, beberapa hari ke belakang dirinya sempat sepi pembeli.

“Daging ayam banyak yang beli, tapi kemarin sedang sepi. Tapi kalau untuk penjualan keseluruhan tidak berpengaruh,” ujarnya pada Liputan6.com, Senin, 18 Maret 2019.

Ang juga menuturkan, selain harga daging ayam, bagian ayam yang lain juga masih di angka yang stabil. Untuk kepala ayam dia menjual seharga Rp 15 ribu per kilogram, sedangkan ceker Rp 25 ribu per kilogram. Untuk ati ampela, dijual seharga Rp 3 ribu.

Sementara untuk telur, harga cenderung stabil di angka Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. Rini (55) menuturkan telur yang dia jual tidak mengalami perubahan harga.

“Untuk telur stabil. Sudah lama sih sempat naik sampai Rp 28 ribu, terus turun jadi Rp 25 ribu dan sekarang stabil di Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Harga Ayam Potong di Jakarta Bakal Naik, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Jakarta – Beredar kabar bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mulai melarang pemotongan ayam di Jakarta pada akhir Maret 2019. Sebelumnya, wacana mengenai pelarangan pemotongan unggas ini sudah mencuat pada zaman Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Alasannya, pencemaran pemotongan unggas akan menyebabkan berbagai penyakit di masyarakat.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Rumput, Setiabudi, Fadli (35) menyebutkan, kabar bahwa akan ada larangan pemotongan unggas seperti ayam, bebek dan burung di DKI Jakarta kembali mencuat. 

“katanya mulai akhir bulan ini sudah tidak boleh lagi potong ayam di daerah DKI Jakarta. Jadi, pemotongan ayam harus dilakukan di luar di wilayah DKI Jakarta seperti Bekasi dan Tangerang. Ayam yang masuk di pasar-pasar DKI harus sudah di potong, jadi dalam keadaan mati,” ujarnya saat ditemui Liputan6.com di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Jumat (22/3/2019).

Sebagai dampak, Fadli menjelaskan harga ayam akan naik sekitar Rp 2.000 per kilogram (kg). “Dampaknya harga ayam pasti akan naik. Naiknya sekitar Rp 2.000 karena ada biaya transportasi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pelarangan pemotongan unggas juga menurutnya akan menghabiskan waktunya untuk berjualan di pasar.

“Waktu kami juga banyak terbuang di jalan. Karena untuk beli ayam yang sudah diipotong kami harus ke Bekasi atau Tangerang. Belum macet di jalan. Jadinya mau jualan jam berapa. Waktu benar-benar terbuang di jalan, kalau dari bekasi nyampe jam berapa di pasar? Kan macet,” kata dia.

Sementara itu, harga ayam di Pasar Rumput sampai dengan hari ini masih terpantau normal.

“Harganya standar. Untuk ayam fillet Rp 40 ribu per kg. Bahkan ayam hidup harganya turun. Sebelumnya harga ayam hidup antara Rp 27.000 sampai Rp 28.000 per kg tapi sekarang harganya turun menjadi Rp 23.000 hingga Rp 24.000 per kg,” jelasnya.

Terkonfirmasi, pedagang lain Doni (32) mengungkapkan harga ayam kini dipatok sebesar Rp 35 ribu per kg. Harga tersebut tercatat normal untuk harga ayam ras atau broiler.