Puting Beliung Terjang Binjai Sumut

Medan – Kawasan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, diterjang angin puting beliung. Akibat terjangan angin kencang tersebut 2 unit rumah mengalami kerusakan sedang, dan satu warga mengalami luka-luka akibat terkena puing bangunan..

Koordinator petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai, Muhammmad Surya, mengatakan angin puting beliung terjadi akibat hujan deras yang melanda Kecamatan Binjai Selatan dan Binjai Kota. Selain itu, menurut dia, juga terjadi pohon tumbang yang menutupi badan jalan di Jalan Gunung Kerinci Kelurahan Tanah Merah dan Kelurahan Bakti Karya.

“Akibat angin puting beliung, juga mengakibatkan ambruknya sebuah tenda acara yang dilaksanakan di lapangan Merdeka Kota Binjai,” ujar Surya yang dikutip dari Antara, Minggu (24/2/2019).

Angin puting beliung tersebut menerjang Binjari, Sabtu (23/2) sekitar pukul 15.30 WIB. Pantauan di lapangan BPBD Binjai menurunkan satu regu yang terdiri dari 30 personel untuk melakukan evakuasi dan melaksanakan patroli.

Bahkan, petugas BPBD Binjai kelihatan membersihkan puing-puing dan melakukan pemotongan pohon yang tumbang.

Kemudian, melakukan pendataan dan evakuasi rumah yang mengalami rusak sedang.

Akibat bencana puting beliung di Binjai, rumah milik Novianti (31) yang tengah ditempati dan juga rumah kosong mengalami rusak sedang, Satu unit tempat usaha ternak ayam milik Fulay di Binjai mengalami rusak sedang.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo Mau Turunkan Harga Telur, Timses: Mas Bowo Tulus

Jakarta – Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto berjanji jika terpilih nanti akan menurunkan harga telur dalam program 100 hari.Janji tersebut disampaikan langsung usai mendapat aspirasi dari emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Pertemuan tersebut digelar di kediaman Prabowo Subianto di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2/2019).

Ekonom Dradjad Wibowo, anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan penurunan harga sudah menjadi komitmen capres 02. Bukan hanya telur ayam, melainkan harga pangan lainnya juga akan dibuat terjangkau.

“Saya tidak mau hanya bicara telur. Kita bicara pangan. Mas Bowo (Prabowo Subianto) itu tulus dan serius untuk menurunkan harga pangan bagi rakyat, sekaligus memberi harga jual yang layak bagi produsen,” kata Drajad saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Sikap tulus Prabowo yang berpihak kepada nasib peternak hingga petani pun menjadi pembeda dengan Capres Petahana.
“Prabowo punya keberpihakan yang sangat kuat kepada petani, peternak, petambak, nelayan maupun kepada emak-emak konsumen dan rakyat banyak,” ujar dia.

Menurut Drajad, Prabowo-Sandi sudah mengantongi strategi yang bisa menurunkan harga telur ayam cs. Oleh karena itu, tim sukses Prabowo-Sandi pun optimis bisa berhasil menurunkan harga telur cs.

“Apakah Prabowo-Sandi bisa? Sangat bisa. Dalam pidatonya, Mas Prabowo menyebut salah satu langkahnya adalah memangkas keuntungan,” tutur Dradjad. (hek/hns)

Luhut Kritik Keras yang Janji Turunkan Harga Telur dalam 100 Hari

Jakarta – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengkritik tokoh yang berjanji akan turunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Menurut Luhut justru yang terpenting adalah menjaga keseimbangan harga.

Luhut menegaskan jika harga bahan pangan dipaksa untuk diturunkan, maka nasib petani dan peternak justru akan tertekan.

“Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah ya costnya ada,” ujar Luhut dalam acara Lecture Series on Indonesia’s Maritime Diplomacy: The Current Challenges di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Sebelumnya Capres nomor Urut 02 Prabowo Subianto berjanji menurunkan harga pangan. Dia berjanji akan menurunkan harga telur di program 100 hari kerja jika dia terpilih jadi presiden.

“Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan,” tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2/2019).

Mau tahu isi lengkap sindiran Luhut? Baca di sini informasinya (das/hns)

Awas, Obesitas Bikin Libido Pria Terjun Bebas

Liputan6.com, Jakarta Performa seksual dapat terhambat karena obesitas. Hal ini kemungkinan terkait dengan kadar testosteron yang rendah pada pria dengan kelebihan berat badan. 

Direktur Medis dan Spesialis IVF dari Mother’s Lap IVF Center, Shobha Gupta, menjelaskan, kelebihan berat badan akan menghambat stamina untuk mempertahankan kinerja seksual. Ini juga mengganggu keseimbangan hormon, yang pada gilirannya memengaruhi kadar testosteron.

“Hal ini akan menyebabkan hilangnya libido (dorongan seksual) atau libido rendah. Obesitas juga memengaruhi aliran darah ke alat kelamin dan kurangnya sirkulasi darah yang menyebabkan disfungsi ereksi,” jelas Gupta, dilansir dari NDTV, Jumat, 22 Februari 2019.

Tingkat testosteron mulai meningkat pada masa pubertas dan memuncak pada awal masa dewasa. Kelebihan lemak di paha bagian dalam dan daerah kemaluan menghasilkan suhu testis yang tinggi lebih dari 35 derajat Celsius.




Simak video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Diet kelola berat badan

Diet mengelola berat badan dapat dilakukan. Ada beberapa saran dari Gupta agar tubuh tidak menjadi obesitas.

  1. Konsumsi lebih banyak protein dalam diet Anda. Vegetarian dapat makan banyak lentil dan kacang-kacangan.
  2. Pilihlah daging tanpa lemak, seperti ayam dan salmon. Walaupun daging merah kaya akan protein, daging ini juga mengandung lemak. Protein membantu mendorong perasaan kenyang dan mencegah keinginan untuk makan berlebihan.
  3. Pastikan Anda konsumsi banyak buah dan sayuran. Tubuh akan punya sebagian besar serat untuk penurunan berat badan. Serat membutuhkan waktu lama untuk dipecah dan dicerna sehingga membantu Anda merasa kenyang lebih lama.
  4. Hindari trans-lemak dan makanan olahan. Misal, kentang goreng, sosis, burger, dan roti.

6 Barang Termahal di Dunia, Apa Saja?

Liputan6.com, New York – Kebanyakan orang pastinya akan mencari sesuatu yang murah untuk dibeli atau dikonsumsi, namun tahukah Anda ternyata ada beberapa orang yang rela untuk mengeluarkan jutaan bahkan ratusan juta rupiah hanya untuk membeli barang yang mereka inginkan.

Mau tahu barang apa sajakah yang termahal di dunia? Dilansir dari laman MSN, berikut merupakan 6 barang termahal di dunia:

1. Mobil Termahal – USD 52 Juta

Berdasarkan bloomberg, ada seorang yang tidak diketahui identitasnya telah membeli sebuah mobil balap Ferrari 250 GTO seharga USD 52 juta atau setara Rp 731 miliar dan membuat mobil ini menjadi mobil termahal di dunia. Sebelumnya, pemilik mobil ini adalah Paul Pappalardo, seorang Kolektor di Connecticut, Amerika.

2 dari 6 halaman

2. Pizza Termahal – USD 150

Pizza termahal di dunia yang pernah dijual seharga USD 150 setara Rp 2,1 juta di kedai pizza Gordon Ramzey’s Maze. Pizza tipis ini bertopingkan bawang bombay, keju fontina, baby mozzarella, pancetta, jamur, serta jamur italia yang sangat langka.

3 dari 6 halaman

3. Sup Termahal – USD 190

Restoran The Kai Mayfair telah menjual sup termahalnya “Budha Jumps Over the Wall” seharga USD 190 setara Rp 2,6 juta. Sup ini berisikan sirip ikan hiu, abalone, jamur jepang, rumput laut, scallop kering, daging ayam, daging babi, huan ham, dan gingseng.

4 dari 6 halaman

4. Sarung Tangan Termahal – USD 420 ribu

Sarung tangan milik pendiang Michael Jackson menjadi sarung tangan termahal yang pernah dijual di dunia. Sarung tangan ini dihargai USD 420 ribu pada lelang yang ada di Manhattan, Amerika pada 21 November 2009. Sarung tangan ini dibeli oleh Ponte 16 Resort, New York Amerika.

5 dari 6 halaman

5. Sushi Termahal – USD 1.978

Chef Angelito Araneta Jr Filipina pernah menyajikan sushi termahal seharga USD 1.978 atau setara Rp 27 juta. Nigiri sushi ini menajadi sangat mahal karena dilapisi dengan berlian dan lembaran emas 24 karat.

6 dari 6 halaman

6. Ikan Tuna Termahal – USD 1,7 Juta

Ikan tuna bluefin dengan berat 222 kilogram (kg) yang tertangkap di perairan Aomori, Jepang dan dilelang dengan harga USD 1,7 juta di Tsukiji fish market, Jepang pada 5 Januari 2013.

Luhut Serang soal Harga Telur, BPN: Prabowo Tak akan Buat Petani-Peternak Rugi

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir soal sosok yang mau menurunkan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berbicara tentang jalur distribusi yang bermasalah.

“Selama ini yang terjadi atas harga bahan pokok, letak persoalannya ada pada jalur distribusi,” kata juru bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara, kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

“Pelaku distribusi banyak mengambil keuntungan atas harga bahan pokok. Mereka beli dari petani dengan harga rendah, lalu menjualnya dengan harga yang tinggi,” sambungnya.


Suhendra mengatakan perhatian Prabowo diletakkan pada persoalan kontrol distribusi itu. Menurut dia, jalur distribusi yang tak terkontrol merugikan konsumen, khususnya emak-emak.

Di lain sisi, Suhendra menegaskan kesejahteraan petani dan peternak tak dilupakan oleh pasangan nomor urut 02 itu. Ia menyebut petani dan peternak harus mendapatkan keuntungan sepadan.

“Jadi dalam hal ini pihak yang dirugikan adalah para petani (produsen) dan para pembeli (konsumen). Terutama emak-emak. Ini yang dimaksukan Pak Prabowo sangat mungkin untuk menurunkan harga bahan pokok, tapi tidak membuat para petani dan peternak rugi, mereka harus dapatkan keuntungan yang sepadan,” ujar Suhendra.

Menurut Suhendra, pemerintah gagal mengontrol jalur distribusi ini. Karena itu, stabilitas harga bahan pokok tak terjaga.

“Hanya buktinya pemerintah sekarang ini tidak mampu mengontrol jalur distribusi tersebut, juga tidak mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok,” tuturnya.

Sebelumnya, Luhut menyinggung tokoh yang berjanji akan turunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Dia menilai justru yang terpenting adalah titik keseimbangan.

Luhut mengatakan, jika harga bahan pangan dipaksa diturunkan, nasib petani dan peternak justru akan tertekan. “Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah, ya, cost-nya ada,” ujar Luhut di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.

Janji itu soal penurunan harga telur itu disampaikan Prabowo di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Dia berjanji akan menurunkan harga telur dalam program 100 hari kerja jika terpilih menjadi presiden 2019-2024.

“Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan,” tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2).
(tsa/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Luhut Sindir Prabowo Soal Harga Telur, BPN: Nggak Ada yang Mustahil

Jakarta – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyindir soal sosok yang mau menurunkan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir balik Luhut.

“Makanya nggak bisa asal kerja. Nggak bisa tuh, cuma kerja, kerja, kerja saja. Kita tuh harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas. Kalau cuma asal kerja ya, nggak terarah,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Semboyan ‘kerja, kerja, kerja’ merupakan ciri khas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Andre, Jokowi bekerja tanpa kreativitas.
“Kerja harus mikir dikit. Kalau nggak mikir ya, nggak ada kreativitas,” ujarnya.

Andre mengatakan penurunan harga beras hingga telur dalam kurun 100 hari tak mustahil. Ia menyebut Sandiaga pernah berhasil menjaga stabilitas harga telur di DKI Jakarta saat menjabat sebagai wakil gubernur.

“Nggak ada yang mustahil. Semuanya bisa dilakukan asal pemerintah mau kerja keras. Dulu Sandi sudah pernah melakukan hal itu di DKI Jakarta. Ingat nggak, ketika di beberapa tempat harga telur di atas Rp 30 ribu, tapi Jakarta bisa tetap Rp 19 ribu per kilo. Waktu itu Sandi melakukan terobosan jemput bola. Bahwa rantai distribusi itu dari produsen telur itu dibikin distribusi sederhana, transparan, dan berkeadilan sehingga harga terjaga,” ucap Andre.

“Nah, itu akan kita adopsi supaya bisa berjalan di seluruh Indonesia. Di Jakarta kami buktinya mampu. Makanya, ini lho jangan asal kerja,” imbuh dia.

Sebelumnya, Luhut menyinggung tokoh yang berjanji akan turunkan harga beras hingga telur dalam waktu 100 hari. Dia menilai justru yang terpenting adalah titik keseimbangan.

Luhut mengatakan, jika harga bahan pangan dipaksa untuk diturunkan, maka nasib petani dan peternak justru akan tertekan. “Orang bilang mau nurunin beras, beras diturunin beras, gula diturunin, telur murah, lah petaninya? Kalau berasnya terlalu murah ya costnya ada,” ujar Luhut di Auditorium Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.

Janji itu disampaikan capres nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Dia berjanji akan menurunkan harga telur di program 100 hari kerja jika terpilih jadi Presiden 2019-2024.

Hal itu diutarakannya di hadapan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API).

“Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan,” tegas Prabowo di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Babakan Madang, Bogor, Jumat (8/2).
(tsa/elz)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jelang Akhir Pekan, Harga Cabai dan Bawang Putih Naik

Liputan6.com, Jakarta Pada akhir pekan di minggu ketiga Februari ini, harga bahan pokok bergerak bervariasi di Pasar Pulo Gadung, Jakarta. Kenaikan harga terjadi pada cabai yang lebih mahal hingga Rp 5.000 per kg.

Suhadi (36), pedagang bahan pokok di Pasar Pulo Gadung, mengatakan kenaikan harga berlaku untuk semua jenis cabai. Cabai rawit merah naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kg, cabai keriting naik dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg dan cabai rawit hijau naik dari Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg.

Kenaikan juga berlaku pada komoditas bawang putih. Minggu lalu, bawang putih cutting dihargai Rp 35 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu per kg.

Suhadi menyatakan, kenaikan harga ini disebabkan semakin berkurangnya petani cabai. “Kalau untuk cabai, katanya orang sana sih karena petaninya pada cari pekerjaan lain, gitu. Makanya jadi mahal,” jelas dia di Pasar Pulo Gadung, Jumat (22/2/209).

Ayam potong pun mengalami kenaikan harga, yang tadinya sempat turun jadi Rp 38 ribu, kini naik menjadi Rp 46 ribu per kg. Sementara daging sapi masih stabil di angka Rp 135 ribu per kg.

2 dari 2 halaman

Pantauan di Awal Pekan

Memasuki pertengahan Februari 2019, sejumlah harga bahan pokok di pasar mengalami pergerakan yang cukup variatif. Ada yang mengalami kenaikan, turun dan ada juga yang tetap.

Hasil pantauan Liputan6.com di Pasar Mampang, Jakarta Selatan, untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga setidaknya ada lima jenis. Kenaikan paling tinggi untuk jenis cabai rawit merah.

“Rawit merah ini sekarang Rp 40 ribu per kilonya, kalau dibandingkan beberapa hari lali sudah naik Rp 10 ribu,” kata Winarti (38), salah satu pedagang saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Kenaikan juga terjadi untuk jenis cabai merah besar yang kini dijual dengan harga Rp 36 ribu per kg, atau naik Rp 4.000 per kg. Dan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan Rp 4.000 per kg menjadi Rp 24 ribu per kg.

Tidak hanya itu, bahan pangan yang mengalami kenaikan adalah bawang putih yang kini dijual dengan harga Rp 28 ribu per kg. Padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp 24 ribu per kg. Sedangkan kenaikan juga terjadi untuk jenis tomat yang hanya naik Rp 1.000 per kg menjadi Rp 15 ribu per kg.

Mentan Lepas Ekspor Manggis dan Beri Bantuan untuk 10 Ribu Petani Milenial

Liputan6.com, Sukabumi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Tiongkok. Pelepasan ekspor dilakukan dalam acara Apresiasi Kementerian Pertanian Terhadap Kinerja Ketahanan Pangan di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung program Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, Kamis (21/2/2019).

Amran menjelaskan, Indonesia merupakan negara eksportir manggis dan menempati peringkat ke-lima dunia sebagai negara produsen manggis, setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis diekspor ke beberapa negara, seperti ke China, Hongkong, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia, Arab Saudi, Kuwait, Oman, Qatar, Amerika, Australia, Prancis, dan Belanda.

Melansir data BPS, volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton atau naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Sementara itu, nilai ekspor 2018 mencapai Rp 474 miliar, naik 778 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp 54 miliar.

“Ini merupakan peningkatan yang sangat besar. Karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu poin pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkatkan karena added value dinikmati petani,” ucap Amran, saat melepas ekspor manggis sebanyak 92 ton yang nilainya mencapai Rp 2,76 miliar.

Menilik data BPS, imbuhnya, hasil kerja keras Kementan dalam mengurus ekspor komoditas pertanian secara keseluruhan dari 2016 hingga 2018 naik 29 persen. Nilai ekspor 2016 sebesar Rp 384,9 triliun, sedangkan pada 2018 angkanya naik menjadi Rp 499,3 triliun.

“Kemudian ada yang menarik jarang terekspor, yakni kurun waktu empat tahun terakhir, Produk Domestik Bruto sektor pertanian terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Tahun 2014 sebesar Rp 906,1 Triliun dan di 2018 meningkat menjadi Rp 1.460 triliun, sehingga naik kurang lebih Rp 470 sampai Rp 500 triliun,” kata Amran.

Menurutnya, akumulai kenaikan PDB sektor pertanian 2014 hingga 2018 adalah Rp 1.370 triliun, lebih dari separuh APBN per tahun. Dengan demikian, terjadi kenaikan PDB sektor pertanian yang sangat tajam selama pemerintahan Jokowi-JK.

“Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung. Di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian,” ujar Amran.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, mengatakan bahwa pada 2018, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor buah manggis sebanyak 16.271 ton atau senilai Rp 448,127 milyar. Dari jumlah itu, ekspor manggis yang berasal dari kabupaten Sukabumi mencapai 2.211 ton atau senilai Rp 66,327 milyar.

“Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya.

Dalam acara sama, Anggota DPR RI, Dewi Asmara mengakui keberhasilan pembangunan sektor pertanian di pemerintahan Jokowi-JK. Menurutnya, dari capaian produksi dan ekspor, kinerja pertanian semakin membaik.

“Kinerja pertanian di Sukabumi pun semakin lama semakin baik. Ini yang harus kita syukuri. Petani Sukabumi pada sejahtera,” kata dia.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi, mengaku optimis terhadap ekspor hortikultura, khususnya manggis. Sesuai arahan Amran untuk mendorong ekspor, upaya yang dilakukan adalah mendorong kawasan sentra manggis terbesar, yaitu Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Banten untuk meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis 2019 ada sekitar 211 ribu batang.

“Dan bersama Badan Ketahanan Pangan membina packaging house, sehingga memenuhi standar ekspor. Bibit manggis pun sudah disiapkan dalam jumlah besar,” ujarnya.

Suwandi melanjutkan, pengurusan dokumen ekspor benih hortikultura sudah cepat.

“Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean. Ini terobosan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot ekspor dan investasi,” ucapnya.

Dalam acara tersebut, Amran juga menyalurkan bantuan kepada petani dan santri milenial berupa bantuan domba untuk 40 kelompok ternak, masing-masing 25 ekor. Juga 4.00 ekor bibit ayam berikut pakan 8 ton, obat-obatan dan vitamin untuk Kelompok Usaha Bersama santri milenial Pondok Pesantren Nurul Huda. Selanjutnya, bibit ayam 567.950 ekor untuk 11.359 rumah tangga miskin (RTM), bantuan berupa mangga, durian dan manggis 500 pohon, aneka benih sayuran dan 150 unit pengemasan untuk pengembangan kawasan fasilitasi pasca panen dan pengolahan, serta benih pala dan kelapa. Diberikan pula bantuan berupa traktor roda dua, cultivator, dan pompa air.

Acara ini dihadiri Anggota DPR RI Dewi Asmara, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, serta lebih dari 10.000 petani dan santri tani milenial.



(*)


Dorong Pertanian Madura, Menteri Amran Beri Bantuan Rp 135 Miliar

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan bantuan senilai Rp 135 miliar untuk empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur. Pemberian itu dilakukannya saat berkunjung ke Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019).

“Kami tidak akan menginjak Madura kalau tidak bawa oleh-oleh berupa bantuan. Berapa bantuan yang dibawa ke Madura? Rp 10 miliar. Nanti aku tambah lagi kalau mau ditambah,” ujar dia.

Adapun nominal Rp 10 miliar tersebut merupakan bentuk bantuan Kementerian Pertanian dalam wujud alat mesin pertanian (alsintan) seperti hand tractor dan pompa air, benih tanaman pertanian, hingga hewan ternak seperti sapi, kambing dan ayam.

Amran juga menyebutkan, Kementerian Pertanian juga mengalokasikan anggaran 2019 kepada Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep senilai Rp 125 miliar. Dengan begitu, total pemberian untuk Madura mencapai Rp 135 miliar.

Lebih lanjut, ia juga turut memuji keberhasilan Madura sebagai salah satu daerah penghasil jagung untuk pakan ternak. Padahal, sambungnya, produksi jagung untuk pakan ternak di wilayah tersebut dulunya lebih banyak mengandalkan hasil impor yang dikirimkan lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

“Kita dulu impor jagung dari Argentina dan Amerika 3,5 juta ton, kurang lebih Rp 10 triliun. Empat kali kunjungan ke Madura, kami mau jangan Surabaya disuplai dari negara lain. Kini Madura sudah bisa suplai di tanah sendiri,” ujar dia.

2 dari 3 halaman

Mentan Angkat Bicara soal Masih Adanya Impor Pangan

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menanggapi pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang mengkritik langkah pemerintah Jokowi-JK lantaran banyak impor sejumlah bahan pangan seperti jagung dan beras.

Dia menuturkan, itu merupakan ungkapan yang keliru, sebab pemerintah kini sudah banyak mengekspor bahan pangan ketimbang mengimpornya. “Kita sudah ekspor kok diceritakannya impor,” kata dia di Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (19/2/2019).

Meski beberapa waktu lalu pemerintah masih mendatangkan segelintir produk pangan dari luar negeri, ia meneruskan, jumlahnya sudah banyak dikurangi. Sebagai contoh, sebutnya, yakni produksi jagung untuk pakan ternak yang 2018 lalu alokasi impornya telah jauh menipis.

“Ini yang masalah impor khususnya jagung, memang terjadi penurunan drastis seperti disampaikan pak Presiden (Jokowi). Itu berkurang lebih dari 3 juta ton jadi 180 ribu impor di tahun 2018,” ungkap dia. 


Impor jagung untuk pakan ternak ini, ia melanjutkan, bahkan telah dihentikan untuk di Surabaya dan sekitarnya, dan lebih mengandalkan produksi lokal dari petani jagung di Madura.

“Dulu kita impor jagung dari Argentina dan Amerika (Serikat) masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Alhamdulillah sekarang kami berterimakasih kepada petani jagung di Madura ini, karena bisa menyuplai Jawa timur ini, khususnya Surabaya,” tutur dia. 

“Dan kita impor jagung tidak masuk lagi, jangan cuma impor. Tahun lalu kita ekspor 380 ribu ton ke Filipina dan negara lainnya. Doakan ekspor tahun ini meningkat,” dia menambahkan.

Adapun secara target, Amran berharap, jumlah produksi jagung nasional yang bisa diekspor  bisa meningkat pada 2019. “Doakan mudah-mudahan kita bisa ekspor 500 ribu ton,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: