Toyota Avanza Masih Terlalu Tangguh untuk Mitsubishi Xpander

Liputan6.com, Jakarta – Persaingan di pasar low multi purpose vehicle (LMPV) di Tanah Air, masih didominasi dua model, yaitu Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander. Mobil keluarga tujuh penumpang asal Jepang ini, saling salip-menyalip untuk menjadi yang terlaris, setiap bulannya.

Namun, berdasarkan data Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), untuk wholesale (pabrik ke dealer) masih didominasi Toyota Avanza. Mobil sejuta umat ini mampu terdistribusi sebanyak 8.538 unit sepanjang bulan ketiga tahun ini.

Sedangkan Mitsubishi Xpander harus rela berada di posisi kedua, dengan penjualan sebanyak 8.115 unit di periode yang sama.

Selain dua model tersebut, persaingan papan tengah untuk LMPV di Indonesia masih diikuti Daihatsu Xenia dengan mampu terjual sebanyak 3.663 unit. Posisi keempat, diraih oleh Suzuki Ertiga dengan 2.893 unit.

Nah, untuk posisi kelima, terdapat pergeseran posisi, dengan masuknya Nissan Livina ke lima besar, dengan penjualan sebanyak 2.435 unit, dan Honda Mobilio yang digeser dengan menempati posisi keenam dengan penjualan 1.558 unit.

Mending Beli Avanza Bekas atau Mobil China Baru?

Jakarta – Mobil-mobil baru keluaran produsen China memiliki banderol harga yang jauh lebih murah dibandingkan kompetitornya dari Jepang seperti Avanza Cs. Banyak memang yang menyebut Avanza dijual dengan harga tinggi namun tak diimbangi dengan fitur canggih di dalamnya.

Meski begitu, Avanza masih kuat dari sisi penjualan baik di pasar mobil baru ataupun bekas. Seiring berjalannya waktu, penjualan mobil bekas Avanza terus tergerus dengan hadirnya kompetitor baru, termasuk Low MPV asal China Wuling Confero.

Avanza sendiri memang sempat menjadi primadona di pasar mobil bekas. Bahkan sebelum digempur para kompetitor, menjual mobil seperti Avanza bisa menguntungkan. Harga jual kembali mobil bisa lebih tinggi dibandingkan ketika membelinya.
Namun kini peminat mobil bekas Avanza mulai berkurang. Dengan harga yang mirip-mirip dengan Avanza, mobil China justru lebih dilirik.

“Banyak yang juga saya lihat yang beli itu mobil China. Ya murah meriah dan bagus dia (mobil China) dibanding Avanza,” ujar Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih saat dihubungi detikcom, Jumat lalu.

Di pasar mobil bekas sebut Herjanto, merek-merek China seperti Wuling dan DFSK masih jarang ditemukan. Pasar mobil bekas memang masih didominasi oleh para pabrikan Jepang terutama mobil Low MPV atau LCGC berkapasitas tujuh penumpang.

“Mobil China nggak ada secondnya karena di buy back sama prinsipalnya. Barangnya kemana itu dibikin rental, taksi-taksi itu juga udah pakai,” kata Herjanto lagi. (dry/ddn)


Daftar Mobil Terlaris di Indonesia, Avanza Sukses Geser Xpander

Untuk posisi keempat berhasil ditempati Toyota Rush dengan angka penjualan 4.341 unit. Sedangkan urutan lima ditempati Daihatsu Sigra dengan catatan penjualan 4.327 unit.

Berikut daftar 10 mobil terlaris di Indonesia sepanjang Februari 2019 yang dirilis Gaikindo.

1. Toyota Avanza 5.700 unit

2. Mitsubishi Xpander 5.532 unit

3. Honda Brio Satya 4.688 unit

4. Toyota Rush 4.341 unit

5. Daihatsu Sigra 4.327 unit

6. Toyota Kijang Innova 4.261 unit

7. Suzuki Carry Pick-up 3.684 unit

8. Daihatsu Xenia 3.207 unit

9. Daihatsu Granmax Pickup 2.657 unit

10. Toyota Calya 2.569 unit

Bukan Toyota Avanza, Ini Mobil Paling Laris di Asia Tenggara

Liputan6.com, Jakarta – Penjualan mobil di kawasan Asia tenggara termasuk yang menjanjikan di pasar otomotif global. Bahkan, secara total permintaan kendaraan penumpang dan ringan tahun lalu di ASEAN naik hingga 6,6 persen dibanding periode sebelumnya, mencapai 3.338.000 unit.

Melansir data dari Focus2Move, Selasa (19/3/2019), jika melihat dari model paling laris, masih dipegang oleh Toyota Hilux yang mampu terjual hingga 192 ribu unit atau naik 27,3 persen dari tahun sebelumnya.

Untuk tempat kedua, ditempati Isuzu D-Max dengan penjualan 156.340 unit atau naik 6 persen dibanding periode sebelumnya.

Sedangkan di tempat ketiga, ada mobil paling laris di Malaysia, Perodua Axia dengan mampu terjual sebanyak 102 ribu unit atau naik 27 persen.

Selanjutnya, ada Toyota Vios dengan penjualan sebesar 101.630 unit atau turun 16,6 persen dibanding periode sebelumnya, kemudian ada Toyota Avanza yang terjual 97.017 unit atau turun 28,6 persen dibanding periode sebelumnya.

Mengikuti Toyota Avanza, ada Innova yang mampu terjual 94.900 unit atau turun 6,3 persen, Honda City 94 ribu atau naik 4,5 persen.

Posisi berikutnya, ada pendatang baru yang penjualannya di Indonesia juga cukup bagus, yaitu Mitsubishi Xpander dengan mampu terkirim sebanyak 91.807 unit, lalu Honda HR-V 88.600 unit, dan posisi 10 ada Ford Ranger dengan penjualan 84.200 unit.

Xpander Mau Kalahkan Penjualan Avanza, Toyota: Buktikan Saja

Jakarta – Hadirnya Mitsubishi Xpander di segmen low MPV, makin membuat pasar ini semakin marak. Kompetisi di segmen ini pun semakin ketat, karena mobil sejuta umat Toyota Avanza sempat dikalahkan beberapa kali penjualannya oleh Xpander.

Meski hadir dengan wajah yang lebih baru, Xpander belum bisa mengalahkan data wholesales Avanza di tahun 2018. Menurut catatan Gaikindo Avanza model lama sukses terdistribusi sebanyak 86.167 unit, sementara Xpander terdistribusi 75.075 unit.

Dalam beberapa kesempatan, pihak PT MMKSI (Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia), selalu mengatakan bahwa penjualan Avanza terbantu dengan varian 1.300 cc nya, sementara Xpander hanya mengandalkan varian mesin 1.500 cc.

Menanggapi hal itu, PT Toyota Astra Motor (TAM) pun angkat bicara.

“Sekarang kan gini, waktu dulu kan nggak ada bicara 1.300 cc dan 1.500 cc. Intinya bicara bahwa Xpander itu adalah Avanza killer. Dan sampai sekarang kan nggak di-kill-kill,” ujar Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Franciscus Soerjopranoto, di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Soerjo sendiri mengatakan jika pihak TAM melihat industri otomotif secara keseluruhan. “Saya bilang dari awal itu kami nggak mau ada kill meng-kill, karena kami melihatnya totally industri otomotif. Kalau bisa tetap jualan 6.000, 7.000 unit, Xpander bisa jualan 7.000, kita juga merasa udah untung,” lanjut Soerjo.

“Tapi kalau Xpander mau ngalahin Avanza ya dibuktikan saja. Jangan dibagi segmennya 1.300 cc – 1.500 cc. Jelas Avanza keunggulannya 1.300 G Manual Transmission itu yang paling besar. Kenapa? Disitulah kekuatannya. Powernya cukup dan bahan bakar lebih irit,” pungkasnya. (lua/lth)


Harga Toyota Land Cruiser Prado Ada yang Setara Avanza, Ini Buktinya

Khusus Australia, harga baru Toyota Land Cruiser Prado berada di angka $84.490 atau setara dengan Rp 851 jutaan. Apabila masuk Indonesia, harga mobil dengan status on the road diperkirakan di atas Rp 1,4 miliar.

Sebagai informasi, Land Cruiser Prado menggendong mesin 2,8 liter empat silinder diesel turbo yang dikawinkan dengan sistem transmisi enam percepatan otomatis dan disalurkan ke semua roda.

Dengan mesin tersebut, tenaga yang dihasilkan mencapai 174 Tk dan torsi 450 Nm. Khusus tangki bahan bakar, mobil ini mampu menampung 87 liter untuk setiap pengisian.

Terpesan 4.000-an Unit, Inden Daihatsu Xenia Tidak Selama Toyota Avanza

Liputan6.com, Jakarta – Sejak diluncurkan pertama kali pada 15 Januari 2019 lalu, model baru LMPV andalan PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Xenia sudah mencapai sekitar 4 ribuan unit (1,5 bulanan). Hasil tersebut, sudah melebihi penjualan model lawas, yang hanya sekitar 3 ribuan unit per bulan.

“Saya belum monitor yang terakhir ya, pasti di atas 4 ribuan unit,” jelas Direktur Pemasaran PT ADM, Amelia Tjandra, saat berbincang dengan wartawan di Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, jika melihat sang model kembaran yang juga diproduksi PT ADM, Toyota Avanza, sudah mendapatkan pesanan 15 ribuan unit. Dengan jumlah pesanan tersebut, waktu tunggu alias inden untuk pesaing Mitsubishi Xpander ini, mencapai 2 bulanan unit. Lalu bagaimana dengan Daihatsu Xenia?

“Saya tidak tahu untuk Toyota Avanza, karena 15 ribu dua bulan. Suplai Januari jika melihat data Gaikindo 6 ribuan unit, Februari 6 ribuan unit. Kalau dilihat sudah 12 ribuan, dan dapat SPK 12 ribuan (Toyota Avanza), inden dua bulan, aku juga bingung,” tambah Amel.

“Kalau di Daihatsu, kita dapat SPK 4.000 sampai 5.000 unit, kemudian suplai 3 ribu (Januari-Februari), jadi enam ribu, kalau lihat begitu tipe by tipe berbeda, ada daerah yang butuh waktu panjang. Inden kita sekitar sebulanan paling lama,” tegasnya lagi.

Untuk produksi Daihatsu Xenia sendiri, pihak ADM sudah mengklaim dalam jumlah normal. Bahkan, Februari yang jumlah hari kerjanya lebih sedikit, produksinya lebih banyak dari Januari.

Berniat Ganti Ban Toyota Avanza, Lihat Dulu Harganya

Liputan6.com, Jakarta – Bagi pemilik Toyota Avanza yang hendak mengganti ban, harus tetap memperhatikan spesifikasi standarnya. Untuk mobil sejuta umat milik raksasa asal Jepang ini, ukuran bannya 185/70, dengan diameter 14 inci.

Namun, tidak jarang pemilik Toyota Avanza juga memodifikasi bannya agar terlihat lebih gagah dan sporty.

Saat ini, beragam pilihan ban untuk Toyota Avanza. Dan berikut, tiga merek ban yang cukup direkomendasikan, seperti Liputan6.com sitat dari situs kiosban.com:

1)Bridgestone B-Series B-250

Ban ini merupakan ban Original Equipment Manufacturer (OEM) dari Toyota Avanza.

Soal kualitas ban mobil buatan Bridgestone ini sudah tidak perlu diragukan lagi, karena sudah terbukti dengan digunakannya sebagai bawaan dari Toyota Avanza.

Harganya, Bridgestone B-Series B250 185/70 R14 dibandrol dengan harga Rp616.165 per ban.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

2) Bridgestone Eco EP150

Ban ini dilengkapi beragam ukuran, mulai dari ring 12 sampai 16 inci. Lalu, berapa harga terbaru Bridgestone Ecopia EP150?

Bridgestone Ecopia EP150 ini dibanderol mulai Rp300 ribu untuk ukuran 155/80 R12 sampai Rp820 ribu untuk ukuran 195/55 R16.

Untuk diketahui, Bridgestone Ecopia EP150 ini memiliki hambatan gulir yang cukup rendah, sehingga diklaim memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih rendah atau efisien, dan juga menurunkan emisi CO2.

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

3) Dunlop SP10

Ban ini memiliki kompon yang cukup soft. Selain itu, kulit bundar ini juga mampu memberikan sejumlah keunggulan yang dapat menunjang performa dari mobil Anda. Namun, berbarengan dengan keunggulan tadi, ban dengan kompon yang cukup soft biasanya memiliki satu kelemahan, yaitu cepat habis.

Tapi, tentu saja ban dengan kompon lembut juga memiliki daya cengkram yang cukup tinggi. Harganya, Dunlop SP10 185/70R14 dibanderol Rp439.269 per buah.

Kembar Siam, Nissan Livina Bisa Servis di Bengkel Mitsubishi?

Liputan6.com, Jakarta – Kehadiran Nissan Livina 2019 yang menggunakan platform Mitsubishi Xpander merupakan bukti dari aliansi Nissan dengan Mitsubishi. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan baru, apakah Nissan Livina dan Mitsubishi Xpander bisa bertukar tempat servis.


Pasalnya, hal itu yang selama ini terjadi pada Avanza dan Xenia. Tempat servis mereka bisa bersama mengingat keduanya berada di bawah payung Astra.

Lantas bagaimana dengan Livina dan Xpander? Kehadiran Livina sendiri sampai saat ini sejatinya masih berada di dua sisi, antara menjadi pilihan sejajar dan pesaing Xpander.

Direktur Sales and Marketing Division MMKSI Iwan Kuncoro memberikan jawaban.

“Secara umum kami mengucapkan selamat atas diluncurkannya Livina. Kami melihat positif. Dengan masuknya produk baru di pasar small MPV ini, pasarnya semakin besar sehingga menjadi peluang lagi buat Mitsubishi. Memang ini Nissan-Mitsubishi aliansi ya. Namun kami tidak bisa mengomentari merek lain,” kata dia.

Iwan menegaskan bahwa secara umum pasarnya semakin besar sehingga menjadi peluang lagi buat mereka karena konsumen kemudian memiliki banyak pilihan. Walau demikian, isu satu rumah termasuk pemasaran dan jaringan sampai saat ini dibantah.

“Kami memang aliansi. Tetapi jika bicara marketing, kami sendiri-sendiri. Jadi kami punya network, mereka punya network. Kami manage sendiri, mereka manage sendiri,” kata dia.

Sumber: Otosia.com

2 dari 3 halaman

Mobilio Facelift Minim Pembaruan, Honda Menyanggah

PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi meluncurkan Honda Mobilio awal tahun 2014. Mobil ini merupakan model Low Multi Purpose Vehicle (MPV) pertama dari Honda yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia.

Setelah 5 tahun memeriahkan pasar otomotif Tanah Air, Honda masih enggan memberikan banyak perubahan pada Mobilio, meski model terbarunya telah resmi meluncur minggu lalu.






Salah satu fitur yang tidak dimiliki mobil keluarga tersebut ialah start stop engine. Meski persaingan di kelas ini semakin ketat, Jonfis Fandy selaku Marketing & After Sales Service Director HPM mengaku Mobilio masih layak bersaing dikelas Low MPV saat ini.

“Belum (start stop engine). Tahun ini kan sudah diluncurkan (facelift Mobilio). Kalau bicara semua fitur, saya bilang Mobilio itu semua fitur ada di awal sewaktu kita luncurkan. Fitur kita banyak waktu keluar pertama,” ujarnya di Ancol, Jakarta Utara.


Selain itu, Jonfis menegaskan fitur unggulan yang seharusnya ada pada sebuah kendaraan ialah yang tidak bisa didapatkan konsumen dari bengkel aftermarket.

“Yang dimaksud fitur di tempat kita juga kita pisahin. Ada fitur yang aksesori seperti foglamp bisa dibeli di aftermarket. Bukan fitur ATPM gitu. Kalau CVT, hemat bahan bakar, power yang besar, itu tidak bisa beli di market. Jadi fitur bagi kita memang fitur yang tidak bisa dibeli dan Honda cukup banyak di sana,” ujarnya.

Adanya penambahan fitur diakui Jonfis akan dilakukan apabila terdapat kompetitor dengan fitur unggulan yang ternyata bisa menarik konsumen di segmen tersebut.

“Kalau kompetitor datang, otomatis dia buat tambahannya dong. Kalau tidak pasti drop. Ke depan, kalau ada model baru mungkin kita akan up lagi,” tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Penjualan Toyota Avanza Kembali Diasapi Mitsubishi Xpander

Liputan6.com, Jakarta – Penjualan mobil keluarga kelas bawah di Indonesia masih dikuasai oleh dua model, yaitu Toyota Avanza dan Mitsubishi Xpander. Dua produk asal Jepang ini masih terus bersaing ketat, dan saling salip distribusi kendaraannya di setiap bulan.

Namun membuka awal tahun, penjualan wholesale (pabrik ke dealer) Mitsubishi Xpander kembali asapi Toyota Avanza. Tercatat, pada bulan pertama 2019, Mitsubishi Xpander berhasil terkirim sebanyak 5.708 unit. Sedangkan Toyota Avanza hanya mampu terdistribusi 5.568 unit.

Menanggapi kondisi ini, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi menjelaskan jika tujuan utama Toyota di Indonesia adalah menjual mobil dan melayani konsumen.

“Poin kedua, setiap kami meluncurkan atau memproduksi produk baru, pasti akan ada lead time, leaning curve untuk mereka memproduksi dalam jumlah yang kami inginkan,” jelas Anton saat berbincang dengan wartawan di acara media test drive new Toyota Avanza, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2019).

Lanjutnya, Toyota mulai melakukan pengiriman Avanza dan Veloz baru relatif pada pertengahan bulan. Jadi, jumlahnya memang tidak akan bisa banyak, dan jumlah itulah yang bisa diproduksi pada Januari 2019.

“Pada awal bulan kami sudah distribusi (Toyota Avanza baru), tapi itu lebih banyak untuk persiapan peluncuran, Kita kirim unit ke seluruh Indonesia untuk peluncuran di dealer. Jadi sebetulnya, konsumen itu setelah tanggal 15 baru mulai pengirimannya,” tegasnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Sementara itu, pada Februari 2019, rencananya Toyota bisa mengirimkan 6.000-an unit Toyota Avanza baru. Namun, untuk jumlah pastinya masih menunggu, karena masih ada beberapa hari lagi.

“Jadi mungkin, awal Maret nanti kita akan info wholesale angkanya berapa. Untuk ritelnya sendiri, kira-kira 5.400-an unit, dan sisanya masih ada sedikit di pipeline. Kalau ditanya di cabang, ya jujur masih ada yang inden, 1,5 sampai dua bulan, apalagi untuk Veloz ya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, jumlah surat pemesan kendaraan (SPK) Toyota Avanza baru mulai dari peluncuran, diklaim sudah mencapai angka sekitar 15 ribuan unit.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini: