BMKG: Hujan Sepanjang Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang

Liputan6.com, Jakarta – Lewat laman resminya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memperingati warga Ibu Kota potensi hujan disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah DKI Jakarta, Minggu (20/1/2019). 

“Waspada potensi hujan disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Jakbar, Jaksel, dan Jaktim pada siang dan malam hari,” bunyi peringatan dini dari BMKG tersebut. 

Selain ketiga wilayah di atas, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu juga diperkirakan diguyur hujan dari pagi hingga malam hari.

Kondisi yang sama juga dilaporkan terjadi di empat kota penyangga Ibu Kota, yaitu Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Curah hujan yang turun dari ringan hingga sedang.  

Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Sabtu (19/1/2019):












 Kota   Pagi   Siang  Malam 
 Jakarta Barat  Hujan Lokal  Hujan Sedang  Hujan Lokal 
 Jakarta Pusat  Hujan Lokal  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Jakarta Timur  Hujan Lokal  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Jakarta Utara  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu  Hujan Petir   Hujan Lokal  Berawan
 Bekasi  Hujan Ringan  Hujan Sedang   Berawan
 Depok  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Berawan
 Bogor  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Berawan
 Tangerang  Hujan Lokal  Berawan  Hujan Sedang
2 dari 2 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ducati Resmi Luncurkan Tunggangan Anyar untuk MotoGP 2019

Liputan6.com, Jakarta – Tim balap Ducati resmi meluncurkan Desmosedici GP19 sebagai tunggangan terbaru Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci di MotoGP 2019. Ajang perkenalannya sendiri, dilakukan di Philip Morris R&D Cube, Neuchatel, Swiss, dan dihadiri oleh CEO Ducati, Claudio Domenicali, General Manager, Gigi Dall’Igna, serta Direktur Olahraga, Paolo Ciabatti.

Melnasir Crash, Sabtu (19/1/2019), Ducati Desmosedici GP19 hadir dengan livery baru, dengan memadukan warna merah yang terlihat lebih gahar. Padahal, untuk musim sebelumnya motor balap dari pabrikan asal Italia ini memadukan kelir merah dan putih.

Selain itu, tulisan yang menempel pada fairing Desmosedici GP19 ini juga berganti dengan kata-kata Mission Winnow, yang merupakan bagian dari slogan perusahaan rokok asal Amerika Serikat, milik Philip Morris yang juga sponsor utama tim Ducati.

Dengan penambahan tulisan tersebut, untuk MotoGP 2019, tim balap dari Negeri Pizza ini juga berganti nama menjadi Mission Winnow Ducati Team.

Slogan Mission Winnow sendiri memiliki arti buang pendekatan lama, belajar dari kesalahan masa lalu, dan gunakan untuk membentuk masa depan.

Slogan tersebut sekaligus menjadi motivasi Ducati untuk meraih titel juara dunia MotoGP 2019, dan mengalahkan tim pabrikan besar lainnya, seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki.



2 dari 3 halaman

Selama MotoGP 2018, di Sirkuit Mana yang Paling Banyak Kecelakaan?

Balapan motor paling bergengsi di dunia, MotoGP pastinya tidak lepas dari yang namanya kecelakaan atau insiden lainnya. Terkadang, kecelakaan ini yang semakin membuat seru jalannya pertarungan antar pembalap, baik hasil akhir di garis finish ataupun posisi klasemen.

Tercatat, selama musim lalu atau 2018, telah terjadi sebanyak 303 insiden, dan 80 di antaranya terjadi saat race atau balapan berlangsung.

Melansir Motorsport.com, Sabtu (5/1/2018), jika dilihat lebih detail sepanjang akhir pekan, seri MotoGP di Catalunya dan Valencia menjadi balapan yang paling rawan. Masing-masing mencatatkan 32 kecelakaan sejak latihan bebas pertama hingga balapan.

Sementara itu, untuk angka kecelakaan terendah, terjadi di MotoGP Argentina. Meskipun menjadi balapan paling kontroversial sepanjang musim lalu, hanya mencatatkan empat insiden, termasuk kontroversi antara Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Untuk kecelakaan yang terjadi selama balapan, sirkuit Valencia menjadi yang terbanyak, dengan 12 kecelakaan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Anggota Dewan Mengaku Gaptek, Tak Lapor Harta ke KPK

Jakarta

Gagap teknologi (gaptek) jadi alasan sejumlah anggota dewan tak melaporkan harta kekayaan (LHKPN) ke KPK.

Dari data yang dirilis KPK, DPRD DKI Jakarta, DPRD Lampung, DPRD Sulteng dan DPRD Sulawesi Utara, menjadi lembaga legislatif daerah dengan tingkat kepatuhan LHKPN terendah.

KPK menyebut tidak ada satu pun wajib lapor di keempat DPRD tersebut yang menyerahkan LHKPN alias nol persen.

Sementara itu, tingkat kepatuhan laporan harta kekayaan anggota DPRD Banten hanya 1,19 persen. Dari total 84 orang anggota, hanya satu orang yang melaporkan LHKPN.


Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan pihaknya sudah mengirimkan instruksi ke anggota untuk melaporkan kekayaan ke KPK.

Tapi, instruksi tidak dijalankan karena laporan kekayaan yang dinilai rumit. Sebagian anggota DPRD juga gagap teknologi karena pelaporan secara online.

“Sebetulnya bukan ketidakpatuhan, pemahaman pelaporan itu kan persoalannya ada hal njelimet nggak paham, sebagian ‘gaptek’,” kata Asep saat dihubungi detikcom, Sabtu (19/1/2019).

Secara kelembagaan, pimpinan fraksi menginstruksikan agar setiap anggota melaporkan kekayaan ke KPK. Namun tindak lanjutnya kembali ke personal anggota.

Menurut Asep, perlu ada panduan bagi anggota DPRD yang akan melaporkan LHKPN ke KPK.

Hal ini juga terjadi di DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi D DPRD DKI, Syarif, mengaku butuh pendampingan mengisi LHKPN. Dia tidak begitu mengerti teknis pengisian LHKPN tersebut.

“Saya mengatakan sih banyak yang gaptek (gagap teknologi) itu. Saya sendiri gaptek, agak rumit, harus didampingi,” kata Syarif saat dihubungi, Jumat (18/1).

Sementara itu, anggota Komisi A Gembong Warsono berkomitmen akan mengisinya pada bulan depan. Menurutnya, banyak data yang belum terkumpul untuk mengisi LHKPN.

“Pelaporan kan mesti dilengkapi dengan bukti-bukti kepemilikan atas harta yang dia miliki. Itu yang bikin agak lama,” sebut Gembong saat dikonfirmasi terpisah.

Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik juga merasa kesulitan mengisi LHKPN. Dia mengatakan tidak ada penyuluhan dari Sekretariat Dewan mengenai cara mengisi LHKPN.


“Tanyain Sekwan kenapa tidak melakukan (pendampingan) kan katanya mau bersama-sama. Ada panduannya di paripurna,” sebut Taufik.

Sekretaris Dewan Muhamm Yuliardi menuturkan sudah melakukan sosialisasi LHKPN pada rapat paripurna 2018. Pihaknya mengatakan siap membimbing anggota DPRD yang ingin mengisi LHKPN.


(fdn/jbr) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Murkanya Sarri pada Chelsea

LondonChelsea gagal memberikan perlawanan sepadan saat tumbang 0-2 di markas Arsenal. Performa Chelsea tidak bisa diterima sang manajer, Maurizio Sarri.

Bertandang ke Stadion Emirates, Minggu (20/1/2019) dinihari WIB, the Blues tumbang setelah kemasukan gol-gol Arsenal dari Alexandre Lacazette dan Laurent Koscielny di babak pertama.

Marcos Alonso nyaris membuat Chelsea menciptakan gol penyama setelah sepakannya mengenai tiang gawang. Namun, secara keseluruhan Si Biru tampil lesu dan kesulitan menciptakan ancaman berarti.


Sarri menilai Chelsea memperlihatkan penampilan serupa saat ditekuk Tottenham Hotspur 1-3 pada November 2018. Pelatih Italia itu mengaku sangat marah dengan sikap anak-anak asuhannya.

“Saya sangat marah dengan pendekatan yang kami lakukan pada hari ini,” sungut Sarri kepada BT Sport, melalui seorang penerjemah. “Saya paham bahwa melawan tim-tim tangguh Anda bisa bisa menemui banyak kesulitan tapi kami seharusnya bereaksi jauh lebih baik.”

“Ini adalah sebuah pendekatan yang tidak bisa diterima. Sama seperti saat melawan Tottenham. Kami pikir kami sudah mengatasi masalah itu tapi menurut saya, kami kadang-kadang sangat sulit dimotivasi, untuk bangkit di pertandingan-pertandingan semacam ini.”

“Saya tidak masalah sih kalah, tapi saya tidak suka kalau caranya begini. Saya sangat marah karena kekalahan ini akibat mentalitas kami,” sembur dia di konferensi pers.

“Kami bermain melawan tim yang jauh lebih berdeterminasi dan ini adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima. Sepertinya sebagai sebuah tim yang terdiri dari banyak pemain, mereka tidak agresif dari sudut pandang mental. Ini sulit diubah karena Anda harus memengaruhi mentalitas mereka dan butuh waktu melakukannya.”

(rin/cas)


Kebijakan Jokowi untuk Ba’asyir

Minggu 20 Januari 2019, 05:32 WIB

Infografis

Sudrajat – detikNews

Kebijakan Jokowi untuk Baasyir

(jat/jat)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com

Liverpool Tak Berniat Pulangkan Coutinho

Liputan6.com, Jakarta Gelandang serang Philippe Coutinho tengah mengalami masa-masa suram di Barcelona. Coutinho dikabarkan bakal kembali ke klub yang membesarkan namanya, Liverpool.

Coutinho gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya di Barcelona. Pria Brasil itu pun tak jadi pilihan utama pelatih Ernesto Valverde dalam beberapa pertandingan terakhir Blaugrana. 

Eks pemain Inter Milan itu kalah bersaing dengan Ousmane Dembele, Ivan Rakitic maupun Arturo Vidal. Coutinho konon akan dijual kembali oleh Barcelona dalam waktu dekat ini.

Coutinho disebut-sebut akan kembali ke Inggris. Manchester United konon siap menampung Coutinho. Liverpool juga dikabarkan tertarik memulangkan pemain 26 tahun itu.

Namun menurut laporan terbaru dari The Telegraph, Liverpool tidak tertarik memulangkan Coutinho. The Reds pun tidak akan mengajukan penawaran untuk Coutinho.

2 dari 2 halaman

Pemain Muda

Manajer Liverpool Philippe Coutinho tak tertarik dengan Coutinho karena ingin fokus mendatangkan pemain yang berusia lebih muda di musim panas nanti.

Alasan lainnya, skuat Liverpool saat ini sudah mumpuni di lini depan. Liverpool memiliki Sadio Mane, Mohammed Salah, Roberto Firmino dan Xherdan Shaqiri.

Soal Debat Perdana Capres, KPU Dinilai Gagal Penuhi Janji ke Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigit Pamungkas mengkritik pelaksanaan debat capres-cawapres tahap pertama 17 Januari lalu. Sigit menilai KPU periode kali ini gagal memenuhi janji untuk membuat suasana debat yang memuaskan hasrat keingin tahuan publik.

“Pertama itu tadi bahwa janji untuk membuat suatu debat yang membuat publik terpuaskan tidak terpenuhi,” kata Sigit di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).

Sigit menilai hal itu terjadi karena KPU memberikan kisi-kisi pertanyaan pada peserta debat capres. Sehingga peserta debat tidak bisa mejawab pertanyaan panelis secara spontan.

“KPU menyampaikan kisi-kisi ke kanidat ternyata bukan kisi-kisi, yang disampaikan adalah pernyataan 20 pertanyaan yang ternyata berbeda sepeti yang disampaikan,” ungkapnya.

Selain itu, Sigit juga menilai waktu untuk menjawab pertanyaan bagi pasangan calon terlalu singkat. Moderator debat capres juga dianggap selalu memaksa pasangan calon menjawab sesuai dengan waktu yang ditentukan.

“Moderator sering memaksa kandidat berbicara padahal waktu itu kandidat tidak harus menghabiskan waktu,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Kritik Durasi

Di tempat yang sama, Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Sudirman Said juga mengkritik jumlah waktu yang diberikan moderator untuk menjawab pertanyaan. Kata dia, seharusnya, pasangan calon diberi waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan.

“Respons spontan yang ditunggu publik masyarakat ingin melihat seberapa bagus,” ungkapnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga mengimbau KPU tidak memberikan kisi-kisi. Sebab, kisi-kisi bisa menghilangkan orisinal jawaban dari pasangan calon.


Reporter: Sania Mashabi

Sumber: Merdeka.com.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Debat Capres Gereget Tanpa Kisi-kisi

JakartaKPU memutuskan tidak akan memberikan kisi-kisi untuk pasangan calon untuk Debat Pilpres 2019. Tanpa ada kisi-kisi, debat pilpres dianggap akan lebih gereget lagi.

“Salah satu evaluasi, kita rekomendasikan untuk debat berikutnya, abstraksi soal yang dibuat panelis tidak diberitahukan kepada paslon,” ujar komisioner KPU, Wahyu Setiawan, saat dihubungi, Sabtu (19/1/2019).

Soal tak ada kisi-kisi itu, KPU mengaku memutuskannya setelah mendapat masukan dari banyak pihak. KPU juga punya alasan tersendiri memutuskan tak akan memberikan kisi-kisi kepada pasangan calon.

“Agar debat kedua lebih substansial, edukatif, menarik, sekaligus mengeksplorasi performa kandidat,” ucap Wahyu.
Tak hanya soal kisi-kisi, KPU juga melakukan sejumlah evaluasi lainnya. Seperti soal durasi yang menurut Wahyu kini dipertimbangkan akan lebih diperpanjang.

“Durasi jadi bagian dalam evaluasi, kita sudah punya rekomendasi dari evaluasi, misal waktu pemaparan visi misi program dari kandidat kita tambah waktunya, kemudian waktu untuk saling bertanya kita rekomendasikan ditambah waktunya,” kata dia.

KPU pun mempertimbangkan moderator untuk memiliki peran yang lebih besar. Nantinya moderator bisa lebih mempertajam pertanyaan kepada pasangan calon.

Debat Capres Gereget Tanpa Kisi-kisiFoto: Komisioner KPU (Yulida-detikcom).

“Kemudian moderator, juga dimungkinkan untuk mempertajam pertanyaan sepanjang dalam konteks soal yang sudah dibuat panelis. Meskipun tidak boleh keluar dari konteks,” urai Wahyu.

“Ini kita simulasikan sedemikian rupa agar moderator berperan mengatur lalu lintas debat tetapi tetap dalam koridor sesuai dengan pertanyaan yang dibuat panelis,” sambungnya.

Evaluasi dari KPU mendapat apresiasi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiga Uno. Kubu pasangan nomor urut 02 itu memang mengharapkan agar pemberian kisi-kisi dihilangkan dan moderator bisa berperan lebih.

“Moderator harus tanggap ketika salah satu paslon mengajukan pertanyaan yang cenderung menyimpang dari kesepakatan,” kata Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman.

Sementara itu, juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Daulay menilai debat akan lebih menarik dengan tidak adanya kisi-kisi. Jawaban atau respons dari masing-masing pasangan calon nantinya tidak akan terprediksi.

“Kebijakan untuk tidak lagi membagi kisi-kisi pertanyaan sudah betul. Dengan begitu, akan kelihatan nanti mana paslon yang betul-betul menguasai persoalan, mana yang selama ini hasil polesan,” ungkap Saleh.

Kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin juga tidak mempersalahkan KPU tak memberi kisi-kisi lagi. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yakin pasangan nomor urut 01 itu tetap tampil baik tanpa adanya bocoran pertanyaan.

“Ya buat kami tidak ada persoalan, karena apa yang disampaikan Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin merupakan hal yang menjadi problematika rakyat dan bangsa kita, dan beliau hadir karena untuk memberikan jawaban itu,” kata Hasto.

Pernyataan Hasto juga diamini Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Moeldoko. Menurut Kepala Staf Kepresidenan ini, debat justru akan lebih bagus tanpa ada kisi-kisi.

“Ya, lebih bagus, lepas sajalah bicara, ya. Toh semuanya punya pengalaman mengelola negara dengan baik, khususnya ya Pak Jokowi. Jadi menurut saya sih oke-oke aja gitu, ya,” sebut Moeldoko.

Keputusan KPU pun sejalan dengan harapan cawapres Sandiaga Uno. Debat pilpres dinilainya akan lebih gereget dengan tidak adanya kisi-kisi bagi pasangan calon.

“Sekarang sudah kelihatan dengan adanya kisi-kisi tidak membuat debat terlalu greget. Dua-tiga hari lewat, kelihatannya perlu dievaluasi,” ungkap Sandiaga.

Bukan hanya soal ketiadaan kisi-kisi saja yang diharapkan Eks Wagub DKI tersebut. Ia berharap debat berlangsung lebih rileks. Sandiaga pun mengusulkan agar KPU memakai format debat pada Pilgub DKI Jakarta yang dinilainya lebih sederhana.

“Karena debatnya panjang, harus dibuat lebih rileks. Kita berdiri terus, sangat melelahkan, perlu pijet, he-he-he…. Apalagi usia Pak Prabowo sudah mendekati 70 tahun, Pak Kiai juga. Akan lebih baik kalau jadi fleksibel cara menyampaikannya,” ujarnya.

“Pilkada DKI debatnya bagus. Itu format yang bisa dipakai dan sederhana. Bisa kan di studio TV, duduk, dan undang milenial. Nggak usah pakai yel-yel. Itu sudah lewat lah. Kita sudah melewati fase ingar-bingar,” imbuh Sandiaga.
(elz/fdn)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

4 Tiang Emas Masjid Al Alam yang Berdiri Sejak Zaman Portugis di Jakarta

Liputan6.com, Jakarta – Kawasan tempat ibadah Cilincing juga memiliki masjid yang bersejarah. Masjid tersebut sudah ada sejak 400 tahun yang lalu, kala bangsa Portugis datang dan menjajah daerah Jakarta.

Terletak di Jalan Marunda, Cilincing, masjid ini bersebelahan dengan pasar ikan. Cukup mudah menemukan masjid ini bahkan dari jalan raya, karena ada plang yang terpasang di ujung Jalan Marunda.

Melihat bangunan masjidnya, kita bisa melihat warna coklat mendominasi tersebut. Atapnya tidak berbentuk kubah, melainkan limas segiempat berlapis. Ketika kita memasuki masjid tersebut, terdapat bedug dan kentongan di sebelah kiri Masjid Al-Alam.

Rabu siang, 16 Januari 2019, ada Haji Warmah, seorang pengurus Masjid Al-Aman yang menjadi pemandu rombongan saat itu. Beliau bercerita mengenai sejarah berdirinya masjid ini.

“Masjid ini kurang lebih terbentuk sejak 1521, zaman penjajahan Portugis,” kata Warmah memulai cerita.

Kala itu, Jakarta masih bernama Batavia. Tak hanya menjadi tempat ibadah, Masjid Al-Alam ini menjadi tempat perlindungan tentara Batavia dari serangan musuh.

Karena dibangun pada abad tersebut, bangunan masjid ini terpengaruh oleh kebudayaan Portugis. Pengaruhnya terlihat pada ruangan salat yang berada di tengah masjid tersebut.

Ada empat tiang emas yang menghiasi bagian depan masjid Al-Alam. Keempat tiang emas tersebut berhiaskan bunga yang dijejer sebanyak empat buah tiap sisinya. Ada juga aksen hiasan lainnya, semua dicat warna perunggu.

Di tengah masjid tersebut terdapat ruangan salat dengan jendela di tiap sisinya. Ruangan ini pun masih mempertahankan nuansa jadulnya yang terlihat dari dinding bagian luarnya yang dicat dengan warna coklat kayu dan keramik putih di bagian bawahnya. Ukiran persegi panjang berwarna emas juga menghiasi pintu dan jendela yang berengsel tersebut.

Warmah mengungkapkan bahwa masjid ini telah berulangkali mengalami perbaikan. “Waktu pertama kali dibangun, penampakan Masjid Al-Alam tidak seperti sekarang,” jelasnya. Bagian-bagian masjid yang rusak diperbaiki dan fasilitas yang belum ada di zaman sebelumnya pun dibangun.  (Esther Novita Inochi)

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ritual Sakral Menyambut Air di Pulau Adonara

Liputan6.com, Kupang – Kalau mendengar kata Flores, mungkin sahabat traveler langsung tertuju pada Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende, NTT yang menawan.

Keindahan Labuan Bajo dan danau Kelimutu yang memiliki tiga warna berbeda itu memang tidak bisa dipungkiri. Flores sendiri pun populer akan wisata alam.

Salah satu wisata alam yang tidak hanya indah namun memiliki nilai-nilai sosial adalah Pulau Adonara.

Pulau Adonara terletak di Kabupaten Flores Timur. Pulau ini dekat sekali dengan Larantuka, ibu kota Flores Timur. Hanya perlu menyebrang menggunakan perahu motor sekitar 5 menit dari Larantuka, Anda sudah tiba di Pulau Adonara.

Pulau Adonara memiliki sejumlah pantai menawan, sebut saja Pantai Watotena yang memiliki pasir putih bersih dan air laut bergradasi hijau kebiruan.

Keistimewaan pantai ini adalah adanya batu-batu magma bermacam bentuk yang berada di bibir pantai. Teman traveler juga bisa menikmati matahari terbenam di pantai ini, yang dapat memanjakan mata.

Selain itu, terdapat Pantai Pasir Meko di Desa Meko, Kecamatan Witihama. Ada tiga keunikan Pantai Pasir Meko. Pertama, bentuk pantai sangat kecil memanjang di tengah-tengah laut.

Kedua, pasirnya berwarna putih agak merah muda. Dan ketiga, pantai ini diapit tiga gunung berapi yang masih aktif, yakni gunung api Ile Ape, gunung api Ile Boleng, dan gunung Batubara.

Selain memiliki beragam pantai yang indah, Pulau Adonara juga memiliki ragam budaya yang unik. Salah satu budaya yang masih dilestarikan adalah ritual penyambutan atau peresmian air minum.

Masyarakat adat Adonara menyebutnya ‘Wai Gere Lewo’. Ritual ini digelar saat warga desa berhasil mengalirkan air dari mata air ke kampung.

Sebelum ritual adat digelar, masyarakat Adonara belum berani mengkonsumsi air, karena mereka berkeyakinan, air yang belum diresmikan secara adat membawa malapetaka bagi diri dan keluarganya.

Seluruh masyarakat Adonara punya keyakinan, air adalah jelmaan leluhur perempuan yang harus dihormati. Ritual adat penjemputan pun dilakukan perempuan. Air dan perempuan bagi masyarakat Adonara adalah sumber kehidupan yang harus dilindungi dan dijaga hingga akhir hayat.

Saat hari digelarnya ritual adat, seluruh masyarakat desa berkumpul di rumah adat kepala suku. Semua aktivitas lain dihentikan.

2 dari 2 halaman

Ritual Bau Lolon

Tibalah saatnya ritual sakral itu dilakukan. Beberapa kepala suku melakukan ritual ‘Bau Lolon’ sebagai simbol ritual peresmian air minum mulai digelar. Delapan perempuan yang hanya mengenakan sarung adat berdiri mengelilingi pipa air.

Di atas kepalanya mereka menjunjung guci dari tanah liat. Sambil menunggu selesainya ritual Bau Lolon oleh kepala suku, delapan perempuan itu duduk bersilah menghadap pipa air.

Suasana berubah jadi hening. Sambil bersujud, satu diantara perempuan itu maju bersilah. Dari sarungnya, dia mengeluarkan sebuah sarung adat dan sirih pinang yang telah disiapkan. Sarung itu dikalungkannya di atas pipa air yang sedang mengalir.

Setelah mengalungkan sarung adat, perempuan itu lalu menyimpan sirih pinang persis di bawah pipa air. Saat itu juga, gong gendang ditabuh.

Usai ritual sakral itu digelar, delapan perempuan itu mengisi gucinya dengan air. Prosesi perarakan pun dimulai diiringi bunyi gong gendang dan tarian adat.

Delapan perempuan yang menjunjung guci berisi air menjadi orang terdepan diiringi tarian dan ribuan warga desa. Prosesi perarakan air itu terhenti di rumah adat kepala kampung. Air yang dibawah delapan perempuan itu kemudian diisi ke dalam guci berukuran besar persis di sudut rumah adat.

Ritual itu pun berakhir dengan pesta adat seluruh masyarakat kampung. Usai ritual adat, air yang sudah resmi secara adat sudah bisa digunakan warga desa.

Ritual pengalungan sarung adat dan sirih pinang itu sebagai simbol bahwa seorang perempuan Adonara tidak terlepas dari tenun dan sirih pinang.

Meraka berkeyakinan, air adalah jelmaan leluhur perempuan yang wajib disambut dengan meriah secara adat bak seorang tamu agung. Menjaga kelestarian air, bagi masyarakat Adonara, sama seperti menjaga dan melindungi ibu atau saudari, mereka adalah sumber kehidupan seluruh makhluk di dunia.

Saksikan video pilihan berikut ini: