Australia Umumkan Perubahan Kebijakan Visa untuk Pekerja Musiman

Kelompok lobi pertanian Growcom mengatakan perubahan visa ini disambut baik namun bukan merupakan solusi jangka panjang bagi industri pertanian di Australia.

“Saya kira ini adalah opsi pertama yang bisa dilakukan dan menunjukkan pemerintah serius memperhatikan masalah kurangnya tenaga kerja.” kata ketua grup lobi tersebut Rachel Mackenzie.

“Ini akan memungkinkan para backpackers yang ingin bekerja di bidang pertanian terus bekerja di sana dan bekerja lebih lama.”

Para backpacker yang sekarang ini bekerja di ladang pertanian sekarang ini hanya bisa bekerja selama enam bulan di sana, namun menurut MacKenzie, dengan adanya perubahan mereka bisa bekerja di sana selama satu tahun di bawah satu majikan saja.

“Ini penting sekali khususnya bagi beberapa pertanian besar khususnya di NT. Mereka memerlukan pekerja-pekerja trampil di sana.” katanya.

Presidem Federasi Petani Nasional Australia Fiona Simson mengatakan perubahan visa ini merupakan langkah maju yang besar.

Saya kira perubahan yang diumumkan hari ini akan menjadi hal yang sangat melegakan bagi petani dalam hal opsi yang tersedia bagi mereka sekarang.” katanya.

Menurut Simson, menaikkan pembatasan usia dari 30 menjadi 35 tahun bagi pekerja dari beberapa negara konsisten dengan masukan yang diberikan oleh petani.

“Banyak yang masih melakukan backpacking di usia 30-an dan mereka senang saja bekerja di pertanian, bisa mendapat pengalaman bekerja di regional Australia, bekerja selama beberapa bulan dan kemudian melanjutkan perjalanan.” kata Simson.

Angin Positif

Petani sayuran asal Queensland Selatan Anthony Staatz setuju bahwa perubahan visa ini merupakan hal yang positif.

“Setiap kali ada backpacker baru yang mulai bekerja, ada biaya untuk melatih mereka sampai trampil, sehingga semakin lama mereka bisa bersama kami, semakin baik bagi bisnis.” kata Staatz.

Tetapi Staatz mengatakan perubahan yang dilakukan pemerintah Australia saat ini tidak menyelesaikan masalah mengenai kurangnya pekerja trampil yang bisa menjadi pemimpin.

Masalahnya adalah ketika kita kedatangan para pekerja di masa panen, beberapa diantaranya menunjukkan potensi bisa menjadi pemimpin tetapi mereka tidak bertahan cukup lama sehingga kami bisa membina mereka.”

Staatz mengatakan dia menghendaki adanhya visa khusus bagi pekerja ladang pertanian sehingga dia bisa mempekerjakan staf lebih lama.

“Ketrampilan itu tidak jatuh dari pohon begitu saja. Kami harus melihat dan mempekerjaan ratusan orang untuk bisa melihat satu dua orang yang memiliki bakat jadi pemimpin.” katanya.

“Kalau kami bisa memilih orang-orang itu untuk posisi permanen, ini akan sangat membantu bagi kami.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *