Amien Rais Ikut Aksi FUI di Depan KPU, Naik di Atas Mobil Komando

Jakarta – Aksi massa dari Forum Umat Islam (FUI) di depan kantor KPU dihadiri Amien Rais. Tokoh dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu langsung disambut massa.

Pantauan di depan kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019), Amien Rais tiba pukul 14.25 WIB. Peserta aksi menyambut hangat kedatangan Amin Raies dengan teriakan takbir.

Sejumlah peserta aksi mengajaknya berfoto dan bersalaman. Amien Rais kemudian diajak ke atas mobil komando.

Amien Rais mengenakan baju kemeja kotak-kotak dan bertopi. Tidak lama kemudian dia naik ke atas mobil komando.

Selain Amien Rais, di atas mobil komando ada sekitar 10 orang dari FUI. Mereka mengenakan baju putih-putih.

“Saudara sekalian, hadir di tengah-tengah kita, guru besar kita Bapak Drs H Amien Rais,” kata orator.

“Aksi ini aksi damai, untuk mengingatkan kepada KPU agar pemilu 2019 tidak ada kecurangan-kecurangan,” kata orator lagi.

Aksi dari FUI ini bertujuan untuk mengawal Pemilu 2019 agar berjalan aman dan lancar. Selain massa FUI, hadir juga massa dari ‘Jaga Indonesia’.

Saat ini, Jalan Imam Bonjol di depan KPU sudah ditutup. Sementara arus lalu lintas di sekitar kantor KPU ramai lancar.

(mei/hri)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tangan Gaib di Balik Pembuatan Badik Pusaka Raja Bone

Liputan6.com, Bone – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak suku adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni suku Bugis, Makassar, dan Toraja.

Meski ketiga suku di Sulawesi Selatan tersebut memiliki ragam tradisi yang berbeda, ada satu yang sama. Yakni, senjata khas yang kemudian disakralkan bernama badik. Senjata tradisional ini juga digunakan suku Mandar di Sulawesi Barat (pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan).

Badik bagi suku-suku di Sulawesi Selatan memiliki fungsi sama. Selain dianggap benda pusaka, badik juga dianggap pelindung. Badik untuk membela harga diri, baik sifatnya individu maupun keluarga. Harga diri masyarakat Sulsel dan Sulbar memang dijunjung tinggi yang kemudian dikenal dengan istilah Siri atau Siri’ Na Pacce.

“Budaya Siri sudah menyatu dalam tingkah laku masyarakat Sulsel yang terdiri dari tiga suku besar tadi, yakni Bugis, Makassar dan Toraja,” ucap Puang Nasir seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bone, Sulsel kepada Liputan6.com, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Menurut Nasir, dahulunya badik tak bisa lepas dari pinggang seseorang ke mana pun ia pergi. Demikian juga ketika mereka merantau, badik menjadi barang sakral yang wajib ikut dan menemani dalam perantauan.

“Apalagi badik pusaka leluhur, tentunya selain digunakan untuk jaga diri dari gangguan orang jahat, badik demikian dianggap bisa menolak bala, nah badik pusaka masih diyakini dapat menjadi azimat dan berpengaruh ke arah baik atau buruknya bagi pemilik atau pemegang badik tersebut,” ujar Nasir.

Masyarakat Bugis Bone memiliki beberapa macam jenis badik khas. Yang paling dikenal dan disakralkan di Bone adalah badik jenis Gecong. Badik ini dahulunya hanya digunakan seorang raja atau kalangan bangsawan.

“Badik Gecong adalah badik Raja Bone yang paling disakralkan dan hampir di setiap acara adat masyarakat Bone, badik gecong hadir dalam rangkaian diantaranya pencucian badik pusaka raja Bone maupun acara tradisi tolak bala di Bone,” Nasir mengungkapkan.

Badik Gecong lebih akrab disebut oleh masyarakat Bugis Bone dengan nama kawali. Badik ini asalnya dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone yang disebut Kampung Kajuara.

Berdasarkan cerita dan keyakinan masyarakat Kajuara, badik Gecong milik raja tersebut dibuat langsung oleh makhluk halus dan pembuatannya pun di malam hari.

“Orang di Kajuara, Bone percaya badik raja (gecong) dibuat makhluk halus. Pada malam hari pembuatannya hanya didengar suara palu yang terus berbunyi bertalu-talu hingga jelang pagi. Paginya itu badik sudah jadi,” kata Nasir.

2 dari 2 halaman

Kesaktian Badik Lagecong

Badik gecong ukurannya hanya berkisar 20-25 sentimeter. Adapun cirinya mirip dengan badik khas suku Makassar yang bernama badik Lompo Battang (perut besar). Hanya saja, bilahnya agak membungkuk, di mana hulunya agak kecil dan melebar selanjutnya bagian ujung sangat meruncing.

Pada umumnya, badik gecong yang pada masa lalu hanya digunakan oleh raja maupun bangsawan suku Bugis Bone tersebut berbahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang tampak menonjol pada permukaannya.

“Badik gecong ini mempunyai pamor yang disebut oleh masyarakat Bugis sebagai timpalaja atau mallasoancale yang letaknya dekat hulunya. Bahannya pun dari besi baja yang berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol di permukaan,” Nasir menjelaskan.

Selain badik gecong, masyarakat Bugis Bone, menurut Nasir, juga mengenal badik jenis Lagecong. Senjata ini dikenal sebagai badik perang. Di mana badik tersebut memiliki racun yang mematikan.

“Jenis badik lagecong paling banyak dicari karena sangat dikenal dengan badik paling mematikan atau masyarakat bugis pada umumnya kenal dengan mosonya atau racunnya,” Nasir menerangkan.

Badik lagecong hingga saat ini jadi buruan karena diyakini bisa menaklukkan semua senjata lainnya jika berhadapan dengan badik lagecong.

“Iya, banyak orang percaya demikian bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik lagecong tersebut,” Nasir mengungkapkan.

Menurut Nasir, badik lagecong diambil dari nama sang empu atau masyarakat Bugis kenal dengan sebutan Pandre yang kala itu bernama lagecong. Namun, ada juga yang berpendapat badik jenis lagecong diambil dari bahasa Bugis, “Gecong” atau “Geco” yang bermakna sekali sentuh langsung mati.

“Sampai saat ini masih banyak yang percaya kalau badik lagecong yang asli terbuat dari daun nipah yang terapung di air dan melawan arus,” tokoh masyarakat Bugis itu memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

7 Tempat Wisata Palembang yang Kekinian

Jakarta – Kota Palembang di Sumatera Selatan dikenal akan berbagai adatnya maupun kuliner pempek yang khas. Wisata di Palembang juga tidak ketinggalan indah.

Anda bisa menikmati makanan yang nikmat dan lezat bahkan sudah populer hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Nah, jika memiliki rencana untuk pergi ke kota Palembang maka tidak sah rasanya jika Anda tidak pergi ke beberapa tempat kekinian yang ada di kota itu.

Selain dikenal sebagai Kota Pempek, Palembang juga punya banyak tempat wisata yang tidak kalah seru dan kece. Mulai dari wisata pantai Palembang, tempat kekinian di Palembang, sampai tempat-tempat bersejarah yang sekalian menjadi tempat wisata edukasi.

1. Wisata Alam Hutan Punti Kayu

Satu-satunya wisata hutan di Palembang yang sedang hits dan kekinian yang banyak dikunjungi oleh banyak wisatawan dan masyarakat sekitar yakni Hutan Punti Kayu. Hutan ini terkenal akan berbagai keindahannya dan luasnya yang kurang lebih 50 hektare. Objek wisata ini cukup populer dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan cukup menghibur. Tempat hiburan yang disediakan di antaranya adalah jembatan kayu, perahu, taman, atraksi gajah, berkuda, dan fasilitas lainnya. Terletak di Jalan Kol. Burlian, Karya Baru, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan, tempat wisata itu bisa dikunjungi dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum.

2. Palembang Bird Park

Ingin mengajak si kecil menikmati suasana menyenangkan dan berwisata edukasi burung? Anda bisa langsung datang ke Palembang Bird Park. Tempat ini dapat menjadi destinasi wisata untuk menikmati kicauan burung dan berinteraksi dengan burung secara langsung. Anak-anak sudah pasti senang ketika diajak ke sini, karena dapat berinteraksi langsung dengan berbagai jenis burung yang terbang bebas dan menyenangkan. Tentunya menjadi pengalaman yang tak terlupakan untuk Anda dan keluarga. Ada banyak jenis burung di lokasi wisata ini dan Anda pun bisa mengenali jenis-jenis burung. Tentunya bisa menambah pengetahuan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi Anda. Palembang Bird Park berlokasi di Jalan Gubernur H.A. Bastari, Jakabaring, Kawasan Opi Mall, sebelah Waterfun, Sungai Kedukan, Rambutan, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

3. Air Terjun Maung

Apabila ingin berwisata ke area yang terbuka dan menikmati keindahan alamnya, maka Anda wajib mengunjungi salah satu tempat wisata bernama air terjun yang ada di Palembang. Tempat ini banyak dikunjungi wisatawan karena airnya yang jernih dan banyak dinikmati oleh para pengunjung

Jika Anda ingin mengunjungi tempat ini maka langsung kunjungi area tersebut di Desa Padang Muaro Duo Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, Palembang. Jika Anda sudah sampai ke lokasi air terjun ini, sepanjang perjalanan akan melewati kebun kopi dan hutan dengan medan yang curam. Anda harus hati-hati ya saat di tempat ini.

Tempat wisata ini cocok bareng teman-teman dan sahabat. Namun kurang pas untuk keluarga terutama yang sudah berusia lanjut.

4. The Amanzi Waterpark

The Amanzi Waterpark merupakan destinasi terbaru di Palembang yang cukup banyak dikunjungi saat liburan. Bisa dikatakan wisata kekinian masyarakat Palembang. Waterpark yang belum lama dibuka ini terdapat berbagai jenis permainan yang menyenangkan dan menarik perhatian wisatawan. Lokasi ini berada di Jalan Tembus Alang-Alang Lebar KM. 12, Talang Kelapa, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Anda bisa menikmati berbagai wahana di antaranya Zimba dan Cora Pool, The Falls dengan seluncuran sepanjang 90 meter dan ketinggian 14 meter, The Raft dengan panjang 120 meter dan ketinggian 12 meter, Kilimmanjaro Tower, kolam arus River Nile sepanjang 500 meter serta deretan wahana lainnya yang bisa Anda nikmati jika berkunjung ke sini.

5. Fantasy Island Palembang

Fantasy Island Palembang merupakan objek wisata terbaru yang menawarkan aneka permainan lengkap layaknya The Amanzi waterpark. Namun di sini khusus bagi Anda yang tidak ingin membayar tiket terlalu mahal. Karena Fantasy Island Lembang menawarkan tiket yang murah dengan beragam permainan seru serta fasilitas yang tidak kalah dengan waterpark lainnya.

Anda bisa menikmati permainan seperti kolam luncur, kolam arus, hingga sungai tsunami yang mendebarkan. Untuk balita juga disediakan kolam khusus dengan kedalaman air 50 cm saja yang sudah pasti aman. Pengunjung yang tidak mau basah, bisa menikmati permainan kereta gantung. Namun Anda harus membayar biaya tambahan untuk menaiki wahananya. Jika ingin tidak terlalu ramai, Anda bisa berkunjung ketika weekday. Sedangkan jika ingin ramai Anda bisa datang saat weekend.

6. Kambang Iwak Family

Ingin berkunjung ke tempat yang indah nan eksotik bersama keluarga ataupun kekasih? Tidak masalah karena Anda bisa berkunjung ke Kambang Iwak Family yang terletak di danau yang berada di pusat kota. Tempat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Rindangnya pepohonan memberikan kesejukan ketika di pagi hari. Sementara pemandangan di malam hari terlihat semakin berwarna dengan air mancur warna-warni yang begitu menggoda.

Saat datang ke sini usahakan jangan musim hujan karena pemandangan danau akan tertutup kabut. Selain itu ketika musim hujan angin akan berhembus cukup kencang dan dingin.

7. Pulau Kemaro

7 Tempat Wisata Palembang yang KekinianFoto: (Raja Adil Siregar/detikTravel)

Pulau yang terletak tidak jauh dari Jembatan Ampera ini menjadi tempat wisata di Palembang yang wajib untuk Anda kunjungi. Apalagi jika Anda ingin mengunjungi tempat wisata yang memang kekinian ataupun masuk ke dalam tempat wisata favorit yang Instagramable. Anda juga bisa melihat bagaimana adat dan tradisi dari masyarakat Tionghoa berperan banyak dalam bangunan dan pulau ini. Banyaknya anak-anak muda yang berlibur bersama teman-teman serta sahabatnya saat berkunjung, menjadikan Pulau Kemaro ini cukup populer.

Pengunjung yang datang ke sini pasti mengabadikan momen mereka dalam sebuah gambar. Sudah pasti menjadikan Pulau Kemaro menjadi terkenal dan menjadi tempat kekinian di Kota Palembang.

Tempat kekinian memang lebih banyak menarik wisatawan. Namun harus diingat bahwa ketika Anda memutuskan untuk wisata maka jangan hanya berlibur atau berfoto saja. Kenali juga makna dari tempat liburan yang Anda kunjungi dan jaga agar tidak buang sampah atau merusak tempat tersebut.

Itulah deretan tempat wisata yang bisa dinikmati atau Anda kunjungi saat datang ke kota Pempek ini. Mulai sekarang tidak ada lagi alasan atau rasa bingung untuk pergi ke Palembang. Jadi segera pesan tiket ke Palembang! (nwy/rdy)

Datangi Polda Jatim, TKD Kaji Aksi Anarkis Pembakaran Atribut Jokowi

Surabaya – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mendatangi Mapolda Jatim. Machfud mengatakan kedatangannya ini untuk bersilaturahmi dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, juga membahas kondusivitas menjelang Pilpres 2019.

Selain itu Machfud sempat menceritakan terkait aksi-aksi anarkis yang terjadi menjelang Pilpres. Misalnya pembakaran atribut atau alat peraga kampanye (APK) di Sampang, Madura.

“Ya ini silaturahim. Kami meminta kepolisian untuk terus menjaga kondusivitas di tahun politik ini, apalagi belakangan ini mulai muncul aksi-aksi anarkis seperti adanya pembakaran kaus dan alat peraga kampanye Jokowi di Sampang, Madura,” ujar Machfud di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (28/2/2019).

Menurut Machfud komunikasi dengan kepolisian ini untuk memastikan semua pihak bisa menahan diri agar situasi politik tetap nyaman dan aman. Apalagi, ada agenda kampanye terbuka yang rencananya mulai bulan Maret.
“Khawatir bergesekan, karena situasi kan makin dinamis ini. Maka kehadiran aparat keamanan sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Selain itu, Machfud mengatakan ingin Jatim bisa menjalani demokrasi dengan gembira. Dia ingin tak ditemui lagi kampanye hitam hingga aksi anarkis.

“Intinya kami ingin demokrasi ini dijalani dengan gembira. Jangan ada bakar membakar. Makanya ketika kami diprovokasi dengan pembakaran APK Pak Jokowi di Sampang, saya sampaikan jangan sampai membalas. Keep calm. Biarkan kubu sebelah anarkis, nanti masyarakat malah semakin meninggalkan mereka,” imbuhnya.

Sementara terkait pembakaran kaos maupun APK lainnya di Sampang, Machfud mengatakan pihaknya masih memperdalam kajian hukumnya. Jika bisa diproses melalui hukum, pihaknya tak segan untuk melapor.

“Kami koordinasi dengan tim di Sampang. Saya besok ke Madura untuk memastikan semua pergerakan tim tak terganggu dengan aksi anarkis kubu sebelah,” ungkapnya.

Machfud menambahkan aksi anarkis yang dilakukan kubu pendukung Prabowo itu sebenarnya mencerminkan ketakutan dengan semakin besarnya arus perpindahan pemilih ke Jokowi.

“Itu menggambarkan semacam ketakutan di Madura. Ada migrasi pemilih, dari Madura sebagai basisnya Pak Prabowo menjadi semakin banyak yang pindah dukung Pak Jokowi dan Kiai Maruf,” pungkasnya.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

HEADLINE: Polemik Jaga Mata Jaga Telinga di Jabar dan Aceh

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat mengumumkan pembatasan siar sejumlah lagu berbahasa Inggris. Hal tersebut diumumkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dalam surat edaran nomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019.

Ada 17 lagu berbahasa Inggris yang hanya boleh ditayangkan pada jam tertentu. Lagu-lagu yang dibatasi penayangannya oleh KPID Jawa Barat  itu sebagai berikut:

1. Zayn Malik (Dusk Till Dawn)

2. Camila Cabello feat Pharrel (Sangria Wine)

3. The Killers (Mr Brightside)

4. Zayn Malik (Let Me)

5. Ariana Grande (Love Me Harder)

6. Marc E. Bassy (Plot Twist)

7. Ed Sheeran (Shape Of You)

8. Chris Brown feat Agnez Mo (Overdose)

9. Maroon 5 (Makes Me Wonder)

10. Bruno Mars (Thats What I Like)

11. Eamon (Fuck it I Dont Want You Back)

12. Camila Cabello feat Machine (Bad Things)

13. Bruno Mars (Versace On The Floor)

14. 88rising (Midsummer Madness)

15. DJ Khaled feat Rihanna (Wild Thoughts)

16. Yellow Claw (Till it Hurts)

17. Rita Ora (Your Song)

KPID Jawa Barat menetapkan bahwa lagu-lagu tersebut, baik dalam bentuk lagu, video klip, dan/atau sejenisnya hanya dapat disiarkan dan/atau ditayangkan pada lembaga penyiaran yang ada di wilayah layanan Jawa Barat mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.

“Dalam klasifikasi waktu Dewasa (D) ,” tulis penyataan KPID Jawa Barat.

2 dari 6 halaman

Polemik Pembatasan Lagu

Surat edaran yang bertajuk Pembatasan Siaran Lagu-Lagu Berbahasa Inggris ini menuai polemik. Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah pun angkat bicara. Dia menjelaskan latar belakang penetapan aturan tersebut.

Menurut dia, latar belakang ditetapkannya aturan ini berdasarkan pemantauan dan aduan masyarakat. Kemudian, setelah disesuaikan dengan Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), maka ditetapkanlah 17 lagu berbahasa Inggris termasuk kategori dewasa.

“Sebetulnya ada 86 item. Berdasarkan tupoksi KPI untuk mengawasi konten siaran, dan P3SPS, di mana di situ disebutkan, program siaran yang harus tepat waktu sesuai kategori usia, bahwa program siaran yang berupa lagu atau video clip yang berisi seks, cabul, atau aktivitas seks, masuk program dewasa, dan hanya ditayangkan jam 10 malam ke atas,” ujarnya.

“Dan pembatasan ini dilakukan di wilayah KPID Jawa Barat,” dia menegaskan.

Dedeh menyayangkan adanya anggapan negatif mengenai kebijakan tersebut. Pasalnya, KPID Jabar menetapkan aturan ini bertujuan untuk menjaga norma kesusilaan di kalangan anak-anak.

“Pasti ada pro dan kontra, tapi mudah-mudahan dengan surat edaran ini, masyarakat justru lebih aware. Itu kan lagu-lagunya mengajak ke persetubuhan, seks bebas, dan lain-lain. Tapi sekali lagi, kami bukan melarang (lagu itu), hanya membatasi jam siarnya,” ujar dia.

Dedeh menambahkan aturan ini bukan lah kali pertama. Pada 2016, KPID Jawa Barat bahkan sempat melarang penayangan lagu-lagu dangdut dengan lirik berkonten dewasa.

“Dulu ada lagu dangdut Hamil Duluan, kalau dinyanyikan anak-anak bagaimana? Ini 17 lagu bahasa Inggris masih mending karena tidak semua mengerti artinya, tapi bagi yang mengerti kan dengar anak-anak nyanyi lagu itu, jadi tidak baik,” dia menandaskan.

Surat yang ditandatangani Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah itu menyebutkan aturan tersebut berlandaskan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Penyiaran dan Peraturan KPI.

“Pasal 9 Ayat (1) & Ayat (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) program siaran wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia dan/atau latar belakang ekonomi dan (2) Program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat,” begitu bunyi peraturan landasan kebijakan mengenai pembatasan siaran lagu bahasa Inggris yang ditetapkan KPID Jawa Barat seperti diterima Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

“Pasal 20 Ayat (1) dan (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul dan/atau mengesankan aktivitas seks (2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks,” sambung pernyataan tersebut.

Aturan Bikin Penasaran

Pengamat sosial Budi Rajab menilai aturan itu di samping memberikan dampak positif yang sesuai dengan tujuan KPID Jawa Barat membatasi jam tayang lagu-lagu berkonten dewasa, tetapi ada dampak lain yang bakal terjadi di tengah masyarakat.

Menurut dosen Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Bandung ini, masyarakat justru akan penasaran dan mencoba mencari tahu mengenai lagu-lagu yang dibatasi penayangannya ini.

“Jadi awalnya mereka hanya menikmati lagu karena instrumentalnya yang enak, tetapi mereka tidak mengerti artinya karena menggunakan bahasa Inggris, tapi ada aturan ini justru mereka jadi penasaran, mengapa ini sampai dibatasi,” kata Budi Rajab kepada Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

Pasalnya, dia mengakui sulitnya membendung arus informasi saat ini. “Yang dibatasi, malah dicari-cari,” kata dia.

Untuk itu, Budi melanjutkan, KPID Jawa Barat harus memberikan penjelasan secara detail mengenai alasan penetapan aturan tersebut. “Diumumkan saja mengapa lagu ini dibatasi penayangannya. Semua harus jelas, sampai detail, kalau tidak detail, malah jadi banyak peluang,” dia menandaskan.

3 dari 6 halaman

Reaksi Praktisi Radio di Pantura

Edaran yang dikeluarkan KPID Jawa Barat tentang pembatasan siar 17 lagu berbahasa Inggris menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya para pegiat radio yang ada di Cirebon.

Mereka menganggap 17 lagu yang masuk dalam edaran KPID Jabar tersebut tengah hits di telinga masyarakat Cirebon. Station Manager Pilar Radio Cirebon Lutfi mengatakan, sudah mendengar kabar beredarnya batasan siar dari KPID Jabar.

“Secara resmi saya belum lihat suratnya mungkin ada di kantor nanti saya lihat. Tapi dari kabar tersebut jika benar akan kami ikuti imbauan KPID,” kata dia, Selasa (26/2/2019).

Dia mengatakan, 17 lagu tersebut banyak diminta pendengar kaum milenial Cirebon. Dia sempat menyesalkan sikap KPID Jabar yang mengeluarkan edaran tersebut.

Menurutnya, edaran tersebut terbilang terlambat karena lagu tersebut sudah beredar lama.

“Tapi kan kami tidak bisa menyamakan pendengar entah itu pendengar tahu atau tidaknya lirik. Mungkin ada yang tahu tapi tidak sedetail yang didengar KPID, hanya menikmati musiknya saja,” kata dia.

Lutfi mengaku akan segera menyosialisasikan edaran KPID ke internal radio jika surat tersebut sudah resmi diterima olehnya. Lutfi mengaku siap tidak menyiarkan 17 lagu tersebut di bawah jam 22.00 WIB.

Jika ada pendengar yang meminta diputarkan lagu tersebut, Lutfi akan meminta penyiar untuk menolak secara halus.

“Ya kami paling bilang maaf lagu tersebut tidak ada di playlist kami. Apa mungkin ini (pembatasan siar) terkait undang-undang permusikan,” kata dia.

Music Director Shelter FM Helmi mengatakan, lagu-lagu yang diputar radio komersial di Cirebon didapat dari label musik. Namun, lagu tersebut dikirim dalam dua versi.

Versi pertama adalah lagu yang sudah diedit oleh label tersebut. Sedangkan, versi kedua adalah lagu yang tidak diedit, tetapi tidak boleh disiarkan oleh radio.

“Versi yang edit itu ketika ada lirik yang berbau negatif biasanya dihilangkan sedangkan versi yang full itu biasanya untuk konsumsi pribadi,” kata dia.

Helmi mengaku siap mematuhi edaran KPID Jawa Barat sejauh memberikan dampak positif bagi radionya. Menurut dia, lirik berbau negatif tersebut sudah ada sebelum KPID menyebarkan edaran.

“Dari label juga sudah disensor kok jadi kami sebenarnya aman tapi kami menghormati imbauan KPID,” kata dia.

Dia mengaku tidak memahami apa tujuan utama KPID menyebarkan edaran terkait pembatasan siar terhadap 17 lagu berbahasa Inggris itu.

4 dari 6 halaman

Polemik Lain di Aceh

Aturan terkait kesusilaan di daerah lain juga menuai polemik. Ini terjadi di Aceh. 

Beredar selentingan dari kalangan traveler menyoal banyaknya aturan yang perlu ditaati saat plesiran di Aceh.

“Banyak aturan yang tidak jelas ukurannya, misal di pantai harus pakai pakaian sopan. Sopan itu ukurannya bagaimana?” kata Nisa yang juga perempuan asli Aceh.

“Mungkin ini juga ya yang membuat turis asing mikir dua kali untuk liburan ke Aceh. Di Aceh gak bisa pakai bikini sembarangan kayak di Bali,” katanya.

Dalam Qanun Aceh nomor 8 tahun 2013 pasal 83 tertulis setidaknya ada dua pasal yang dianggap samar dan tidak jelas, yaitu poin (1) yang berbunyi: bagi wisatawan nusantara dan mancanegara diwajibkan berbusana sopan di tempat-tempat wisata. Dan poin (4) yang berbunyi: bagi masyarakat yang menonton pertunjukan/hiburan, dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

“Itu kan aneh, bagaimana kalau yang menonton itu suami istri, masa mereka dipisah cuma karena menonton pertunjukan di Aceh, satu tempat cewek satu tempat cowok, untuk menunjukkan ini lho mereka dipisah laki-laki dan perempuan,” kata Nisa.

Kabupaten Bireuen bahkan lebih ekstrem. Pemkab setempat pada medio 2018 pernah menerbitkan surat edaran standardisasi kedai kopi dan restoran yang sesuai dengan syariat Islam.

Dari 14 poin imbauan dalam terbitan tersebut, setidaknya ada 2 poin yang paling menjadi sorotan, yaitu perihal larangan perempuan dan laki-laki bukan muhrim duduk satu meja, dan perihal larangan pramusaji melayani perempuan tanpa pendamping di atas pukul 21.00 WIB. Bagi Nisa, dua poin yang dipermasalahkan tersebut sangat aneh, membingungkan dan seperti dibuat-buat.

“Dilarang melayani wanita? Mengapa harus dilarang? Itu intimidatif sekali. Misal orang lapar, enggak boleh makan gitu? Haram satu meja, dari mana hukumnya kalau itu haram?” kata Nisa.

Nisa mengungkapkan, meski aturan Pemkab Bireuen secara teritori tidak masuk dalam wilayah tempatnya tinggal, namun Nisa mengaku kasihan dengan kaum wanita yang ada di Bireuen. Padahal sebagai anak Aceh, dirinya tahu betul bagaimana cara perempuan Aceh menempatkan diri dalam pergaulan.

Dia pun menyadari penerapan syariat Islam di Aceh memang harga mati dan tidak perlu dipersoalkan. Hanya saja, aturan yang dibuat perlu dilihat dari berbagai sudut pandang dan disosialisasikan terlebih dahulu agar tidak menjadi polemik dalam masyarakat.

5 dari 6 halaman

Permainan Sentimen dan Imajinasi

Negeri berjuluk Serambi Makkah ini sangat ketat memberlakukan berbagai aturan yang berkait dengan penegakan syariat.

Sejumlah payung hukum menjustifikasi pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Antara lain, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Istimewa Aceh, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Aceh.

Selanjutnya, terdapat Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang secara rinci menjelaskan sejumlah aturan, seperti berduaan dengan bukan muhrim, judi, dan zina. Penghakimannya terdapat dalam Qanun Aceh No.7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.

Belakangan, sejumlah kabupaten dan kota mengeluarkan berbagai aturan yang mengikat warganya dalam berprilaku. Sekali lagi, aturan-aturan ini muncul dalih Aceh merupakan selasar dari negeri dimana Islam berasal, yakni Makkah.

Sejak 7 Januari 2012 Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengeluarkan surat edaran yang melarang wanita dewasa duduk mengangkang saat berkendara. Pada 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengeluarkan surat edaran mengenai standarisasi kedai kopi dan restoran.

Surat edaran itu tertandatangani pada 30 Agustus 2018 oleh Bupati Bireuen, Saifannur. Salah satu isinya melarang perempuan dan pria duduk dalam satu meja, kecuali bersama dengan muhrimnya.

Di tahun yang sama, Bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli, Ms mewajibkan warganya berbusana Islami jika ingin mendapat pelayanan administrasi di instansi setempat. Sang bupati tak segan-segan memecat kepala dinas yang intansinya yang memberi pelayanan terhadap warga tak berbusana Islami.

Aturan-aturan berselimut syariat di Aceh bukan tidak mendapat kritikan. Ada yang melihat penggembar-gemboran syariat Islam dalih ketidakmampuan pemerintah melahirkan produk yang lebih pragmatis, berkaitan dengan ekonomi politik (ekopol), misalnya.

“Perda yang diklaim syariat sebenarnya tidak mewakili syariat. Harusnya, ketika syariat itu datang, dia merespon persoalan riil kehidupan orang Aceh tentang ekopol, pertarungan sumber daya alam, kemiskinan, eksploitasi, perdagangan atau ekonomi yang adil, sebagai bagian dari pemulihan pasca konflik,” ujar Sosiolog yang saat mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, Affan Ramli kepada Liputan6.com, Selasa malam (26/2/2019).

Perda syariat lahir akibat imajinasi sempit para politisi. Politikus di Aceh tidak memiliki imajinasi syariat yang aplikatif untuk mewarnai kehidupan ekopol di Aceh. Sehingga, yang lahir hanya aturan-aturan nirguna, yang hanya menyentuh sisi tak kasat mata individu-individu di Aceh, yang harusnya menjadi tanggungjawab si individu tersebut.

“Karena tidak ada ide, jadi harus ditutupi dengan permainan sentimen-sentimen syariat dengan imajinasi syariat yang sangat sempit,” tegas Affan.

Pemerintah menutupi kegagalan-kegagalan dalam melahirkan produk yang lebih populis dengan melahirkan produk-produk berselimut syariat. Pada satu titik, kondisi ini hendak mengesampingkan aturan liyan yang sejatinya juga sangat mendasar dan perlu bagi kehidupan orang Aceh.

“Kondisi ini memaksa para profesor mengikuti selera para politisi. Saya pernah bertanya kepada seorang profesor, kenapa dimulai dari yang 4 itu, yang khalwat, maisir, khamr. Kenapa tidak dimulai dari perbankan yang ribawi itu diperbaiki dulu. Profesor bilang, karena masyarakat kita inginnya syariat yang ada cambuknya,” kata Juru Bicara Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariat (JMSPS) ini.

6 dari 6 halaman

Tak Ada Keluhan dari Wisman

Sedikit banyak, aturan-aturan berbasis qanun atau Perda syariah itu sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Namun demikian Pemprov Aceh mengklaim kunjungan wisata ke daerah tersebut naik dari tahun ke tahun.

Data dari laman Pemprov Aceh mengungkap, pada 2017 terdapat peningkatan kunjungan wisata mencapai 2,9 juta orang, yang terdiri dari 2,8 juta wisatawan Nusantara, dan sisanya sekitar 78 ribu merupakan wisman.

Angka itu meningkat dibanding capaian 2016, yaitu 2,1 juta wisatawa Nusantara dan 76 ribu wisman. Pemprov memprediksi angka kunjungan wisatawan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018 saja pemprov Aceh berani menaikan target kunjungan wisman menjadi 100 ribu orang.

Kabid Destinasi Pariwisata Aceh, Muzakir, saat dihubungi Liputan6.com menolak jika qanun atau perda syariah dianggap membatasi wisatawan yang ingin berkunjung ke Aceh, khususnya wisatawan mancanegara.

“Sejauh ini tidak ada komplain dari wisman. Mereka kalau ke Sabang ikut arahan kita, ikut kita kok,” kata Muzakir.

Meski demikian, Muzakir tidak tahu persis apakah perda pariwisata di Aceh menjadi penghalang bagi wisatawan untuk menjelajahi keindahan wisata alam Aceh. Namun yang pasti dirinya meyakinkan jika belum ada wisatawan yang komplain soal qanun pariwisata di Aceh.

“Maldives malah lebih syariah dari kita, wisman banyak juga di sana,” kata Muzakir.

Terlepas dari perda pariwisata, ada beberapa hal yang membuat pariwisata Aceh diklaim semakin berkembang. Selain branding “The Light of Aceh”, makin banyaknya ragam paket wisata dan minat yang tinggi dari masyarakat yang ingin terlibat di pariwisata juga menjadi pemicu utamanya.

Sejalan dengan itu, promosi pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, penguatan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami, dan semangat branding wisata The Light of Aceh.

Mobil Kecelakaan di Tol Tomang, Lalin Arah Pluit Sempat Tersendat

Jakarta – Kecelakaan mobil terjadi di Tol Tomang mengarah ke Pluit. Mobil tersebut mengalami ringsek di bagian depan.

“Benar, informasinya ada (kecelakaan) di Km 15 Tol Tomang arah Pluit,” kata petugas call center PT Jasa Marga, Daus, saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 23.26 WIB.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.24 WIB. Daus mengatakan peristiwa itu merupakan kecelakaan tunggal.

“Melibatkan satu kendaraan. Kalau kronologi dan data korban, kami belum mendapatkan,” ucapnya.

Menurutnya, kecelakaan itu sudah dalam penanganan petugas. Arus lalu lintas sedikit mengalami kepadatan menjelang lokasi.

“Arus lalu lintas padat menjelang lokasi,” ujar Daus.

Informasi kecelakaan tersebut juga diunggah akun @TMCPoldaMetro pada pukul 23.06 WIB. Dalam video yang diunggah itu tampak kondisi kendaraan ringsek di bagian depan.
(ibh/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

RI & Negara Tetangga ‘Rebutan’ Jaring Investasi Masuk Unicorn

Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat modal asing yang masuk ke Indonesia untuk startup di Indonesia termasuk unicorn mencapai US$ 2-2,5 miliar per tahun, namun Indonesia perlu waspada.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, saat ini sejumlah negara sedang berupaya mendorong pertumbuhan startup di negaranya.

“Yang harus kita waspadai yang dikatakan Pak Menkominfo tadi, jadi negara-negara tetangga, saingan, itu mulai melek, mulai all out, habis-habisan mendorong startup mereka,” katanya di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Mereka tentu saja juga membutuhkan modal asing. Ini membuat Indonesia harus bersaing dengan negara lain dalam membawa masuk investasi untuk startup.
“Mereka mendorong ekonomi digital mereka untuk bisa berlomba-lomba menarik modal yang sama. Jadi mungkin ancaman utama kalau arus modal ini dialihkan ke negara tetangga, atau negara saingan,” paparnya.

Oleh karenanya, Indonesia harus bisa menjaga minat investor tetap mau menanamkan modalnya di Indonesia.

“Kita harus dengan kooperatif, dengan regulasi kondusif, dengan sentuhan yang baik, pendekatan yang bersahabat, karena kalau nggak, negara tetangga sudah siap untuk ambil,” tambahnya.

(fdl/fdl)

Alasan Unicorn Tumbuh Cepat di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Rudiantara menyebutkan, merupakan tugas pemerintah untuk mempermudah dari sisi regulasi untuk pertumbuhan unicorn di dalam negeri. 

Hal ini ia ungkapkan lantaran banyak kabar yang beredar, unicorn banyak didanai oleh pihak asing. Kata dia, unicorn justru membawa banyak kemudahan bagi hidup masyarakat.

“Unicorn itu cara baru untuk selesaikan masalah, kenapa startup di Indonesia tumbuh cepat karena mereka selesaikan permasalahan di masyarakat. Saya tanya, mau enggak gojek ditutup di Indonesia? Enggak? Mau pesen tiket harus ke travel biro karena tidak ada traveloka,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia menuturkan, pemerintah justru perlu mendukung keberlangsungan unicorn mengingat fungsinya sebagai alat yang mempermudah hidup banyak masyarakat.

“Teknologi ini bertindak sebagai enabler atau alat. Kita harus dorong startup di Indonesia karena muncul pemikiran-pemikiran baru, cara-cara baru,” ujar Rudiantara.

Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah perlu memfasilitasi kehadiran unicorn di dalam negeri.

“Juga pemerintah bukan hanya menerapkan laytouch regulation tapi juga fasilitasi dengan kembangkan 1.000 startup dengan ekosistem karena banyak anak muda jago teknologi. Kita fasilitasi properly bagaimana mereka bisa diakselerasi,” kata Rudiantara.

2 dari 2 halaman

Unicorn Selamatkan Investasi

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyebutkan investasi asing ke unicorn menyelamatkan iklim investasi asing di Indonesia secara keseluruhan.

“Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal yang deras masuk ke dalam unicorn  juga banyak ke start up lainya maka investasi internasional turun, bukan naik,” kata Thomas dalam sebuah acara diskusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Dia mengungkapkan, arus modal masuk ke ekonomi digital berasal dari dua sektor yang menyelamatkan investasi internasional menjadi naik. Pertama, adalah e – commerce kemudian yang kedua adalah smelter atau pabrik pengolahan dan pemurnian logam.

“Jadi, saya tentunya terimakasih atas trend ini. Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal deras yang masuk ke dalam unicorn dan juga ekonomi digital, investasi global itu malah turun loh,” ujar dia.

Dia melanjutkan, investasi untuk unicorn menjadi sorotan sebab memiliki valuasi yang cukup besar. 

Selain itu, unicorn juga dinilai sangat membantu dalam mengembangkan roda perekonomian masyarakat. Banyak kemudahan yang ditawarkan dan dinikmati oleh masyarkat luas dengan kehadiran unicorn tersebut.

“Nah saya ini selalu mengingatkan, kita harus melihat, tak hanya kuantitas investasi, tapi juga kualitas investasi. Kita kejar target, kita harapkan nilai besar. tapi juga berkualitas tinggi,” ujarnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Modal yang Masuk ke Unicorn Berbeda dengan Deposito Bank

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menekankan, modal yang ditanam pada unicorn terutama di e-commerce berbeda dengan deposito perbankan. 

Hal ini ia kemukakan mengingat maraknya pembicaraan mengenai unicorn dalam negeri yang dikuasai investor asing. 

“Perlu saya tekankan modal yang ditanam e-commerce sangat berbeda sekali dengan deposito di perbankan. Investor yang masuk ke e-commerce atau ekonomi digital sadar sekali bahwa sekali mereka masuk maka tidak akan bisa keluar,” ujar dia di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia menambahkan, hanya ada tiga cara bagi investor di sektor e-commerce dapat keluar dari platform ekonomi digital tersebut.

“Keluar hanya dengan 3 cara pertama yaitu IPO, kedua jual ke investor lain, atau ketiga nilainya di nol,” ujar dia.

Dia justru mengapresiasi dengan kehadiran unicorn di dalam negeri, investasi di sektor international berpotensi untuk dapat ditingkatkan.

“Karena kalau bukan karena investasi dan arus modal yang deras masuk ke dalam unicorn tapi juga banyak ke startup lainya maka investasi international ini turun bukan naik,” ujar Thomas.

2 dari 2 halaman

BKPM Kewalahan Hitung Derasnya Modal Asing

Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan, partisipasi investasi asing dalam perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi di atas USD 1 miliar atau unicorn cukup besar. Namun, dia menegaskan partisipasi modal domestik juga tak kalah besarnya.

“Memang partisipasi sektor asing itu besar. Tapi saya bisa membenarkan partisipasi modal domestik juga sangat besar. Jadi perkiraan saya, ya imbang,” kata Thomas dalam sebuah acara disukusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa 26 Februari 2019.

Dia mengungkapkan, besarnya arus modal asing ke unicorn sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Akan tetapi, hingga kini dia menyatakan, pihaknya belum memperoleh angka pasti besaran investasi asing di unicorn.

“Tiba – tiba muncul banyak soal fund rising ini itu. Kalau di jumlah gede juga. Tapi kok di BKPM tidak ada datanya. Karena munculnya anak muda semua yang kebanyakan pada tidak sadar ada prosedur pendaftaran di BKPM,” ujar dia.

Selain itu, pertumbuhan unicorn dinilai sangat pesat sekali sehingga sulit untuk melacar total investasinya.

“Pertumbuhan baik arus modal maupun unicorn itu tumbuh cepat. Jujur, kewalahan kita tracking ya. Tiga tahun ini saya kumpulkan data itu. Terus terang masih berlanjut. Karena luas dan dinamis. Kami kewalahan memang. Struktur financial juga ruwet. Misalnya, memisahkan kendali usaha dari modal yang disetor memakai struktur keuangan yang kompleks,” kata dia.

Namun, jika dilihat dari total Foreign direct investment ( FDI) atau investasi asing diperkirakan investasi untuk unicorn adalah 15-20 persen.

“Pada dasarnya yang namanya FDI itu kisarannya 9-12 miliar dolar AS per tahun. Perkiraan kami policy yang masuk ke e-commerce 15-20 persen. Ya 2-2,5 miliar dolar AS yang masuk per tahun,” kata Thomas.

Oleh karena itu, masifnya aliran modal asing tidak akan membuat dana unicorn kabur ke luar negeri.

Sebab menurut dia, para investor asing tidak akan mengambil alih kekuasaan pada perusahaan yang dia tanami modal.

Seperti diketahui Indonesia saat ini memiliki 4empat unicorn yaitu Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia.

“Di dalam investasi ventura ada perbedaan besar soal jumlah modal dan kendali atas usaha. Justru investor seperti saya dulu, tidak mau pegang kendali atas yang kita modali. kita mau jadi invesor pasif,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

BKPM Kewalahan Hitung Derasnya Investasi Asing Masuk ke Unicorn RI

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengatakan, partisipasi investasi asing dalam perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi di atas USD 1 miliar atau unicorn cukup besar.

Namun, dia menegaskan partisipasi modal domestik juga tak kalah besarnya.

“Memang partisipasi sektor asing itu besar. Tapi saya bisa membenarkan partisipasi modal domestik juga sangat besar. Jadi perkiraan saya, ya imbang,” kata Thomas dalam sebuah acara disukusi di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dia mengungkapkan besarnya arus modal asing ke unicorn sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Akan tetapi, hingga kini dia menyatakan, pihaknya belum memperoleh angka pasti besaran investasi asing di unicorn.

“Tiba – tiba muncul banyak soal fund rising ini itu. Kalau di jumlah gede juga. Tapi kok di BKPM tidak ada datanya. Karena munculnya anak muda semua yang kebanyakan pada tidak sadar ada prosedur pendaftaran di BKPM,” ujar dia.

Selain itu, pertumbuhan unicorn dinilai sangat pesat sekali sehingga sulit untuk melacak total investasinya.

“Pertumbuhan baik arus modal maupun unicorn itu tumbuh cepat. Jujur, kewalahan kita tracking ya. Tiga tahun ini saya kumpulkan data itu. Terus terang masih berlanjut. Karena luas dan dinamis. Kami kewalahan memang. Struktur financial juga ruwet. Misalnya, memisahkan kendali usaha dari modal yang disetor memakai struktur keuangan yang kompleks,” kata dia.

Namun, jika dilihat dari total Foreign direct investment ( FDI) atau investasi asing diperkirakan investasi untuk unicorn adalah 15-20 persen.

“Pada dasarnya yang namanya FDI itu kisarannya 9-12 miliar dolar AS per tahun. Perkiraan kami policy yang masuk ke e-commerce 15-20 persen. Ya 2-2,5 miliar dolar AS yang masuk per tahun,” kata Thomas.


Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Oleh karena itu, masifnya aliran modal asing tidak akan membuat dana unicorn kabur ke luar negeri.

Sebab menurut dia para investor asing tidak akan mengambil alih kekuasaan pada perusahaan yang dia tanami modal.

Seperti diketahui Indonesia saat ini memiliki empat unicorn yaitu Gojek, Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia.

“Di dalam investasi ventura ada perbedaan besar soal jumlah modal dan kendali atas usaha. Justru investor seperti saya dulu, tidak mau pegang kendali atas yang kita modali. Kita mau jadi invesor pasif,” ujar dia.


Saksikan video pilihan di bawah ini: