Slank Tolak Artis Nyaleg Ikut Gerakan #BarengJokowi

Bukan tanpa alasan, menurut Bimbim bila ada artis dan seniman yang mencalonkan diri ikut dalam gerakannya, akan ada ucapan tak sedap nantinya. Ia mau gerakannya ini murni mendukung Jokowi tanpa dibayar secuil pun. 

“Kenapa enggak boleh ikut,  takutnya disebut enggak pure nanti gerakannya. Kita non partai dan non politik, jadi tidak dibayar,” kata Bimbim. 

Jelang Debat, Sandi Lari Pagi dan Main Basket Bareng Artis

Jakarta – Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, memilih berolahraga jelang debat cawapres Pilpres 2019. Sandi berolahraga lari pagi hingga bermain basket.

Pantauan detikcom, , Sabtu (16/3/2019), Sandi memulai lari pagi dari kediamannya di Jalan Pulobangkeng nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hingga ke Lapangan Basket Bulungan.

Setelahnya, Sandi melanjutkan olahraga dengan bermain basket. Tampak para artis ikut bergabung bermain basket bersama Sandi di antaranya Teuku Wisnu, Adrian Maulana, Ricky Harun, hingga Dimas Seto.
“Saya beruntung sekali dikelilingi oleh orang-orang keren ini dan kita komit memulai pola hidup sehat, 22 menit per hari untuk beraktivitas olahraga, mulai dengan jalan cepat, lari kecil. Mencegah sakit lebih baik dari pada mengobati penyakit,” ujar Sandiaga Uno di Lapangan Basket Bulungan, Jakarta Selatan.
Bagi Sandi, berolahraga bersama para artis dapat memberikan inspirasi serta masukan jelang debat, khususnya masalah ekonomi.

“Semua itu untuk menunjukkan jati diri bangsa. Kalau kita terbiasa dengan produk-produk impor, semuanya impor. Kita akan semakin tertinggal ekonomi kita. Kalau anak-anak muda ini memulai usaha, menjadi pilar kekuatan ekonomi kita, membuka peluang usaha, dan ini akan memperkuat struktur ekonomi kita,” ujar Sandi.

Sandi berharap para artis di Indonesia dapat menjadi pelaku usaha. Dengan begitu, lapangan pekerjaan terbuka lebar.

“Harapan dari tokoh-tokoh muda ini adalah menjadi pemain, menjadi pelaku usaha, menciptakan lapangan kerja,” ujar Sandi.
(jbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Pilu TKI Siti Aisyah Jadi ‘Artis’ Reality Show di Negeri Jiran

Liputan6.com, Banten – Siti Aisyah telah bebas dari dakwaan hukuman mati di Pengadilan Tinggi Malaysia, atas tuduhan meracun Kim Jong-nam, saudara tiri dari Kim Jong-un, pimpinan tertinggi Korea Utara (Korut).

Aisyah bercerita di tahun 2017, tak hanya di Indonesia, tapi juga di Malaysia, marak acara reality show yang ‘ngerjain’ orang, kalau kini kerap disebut ‘prank’.

“Lagi (tahun) 2016 itu kan lagi musim yang jail itu, di Malaysia lagi musim juga,” kata Siti Aisyah, di kediamannya beberapa waktu lalu.

Aisyah tak pernah terpikirkan ia dijebak oleh orang yang baru dikenalnya dan menawarkan tampil di acara reality show, yang berakhir ke meja hijau.

Orang yang menawarkan dia sebagai ‘artis’ pun baru dikenalnya di Malaysia.

“Saya (baru) kenal sama orang yang ngajak. (Pelaku asal Vietnam) saya kenal dia di kantor polisi, ketemu sama dia disana. Saya kenalnya setelah ditangkep, dia duluan yang ditangkep,” ujarnya.

Aisyah bersukur Jaksa Penuntut Umum (JPU) di pengadilan tinggi Malaysia mencabut tuntutannya. Meski begitu, wanita desa yang tak mengerti hukum ini, berharap tidak lagi berhadapan masalah hukum di negeri Jiran maupun Indonesia.

“Selama dua tahun di Malaysia, pemerintah selalu mendampingi saya. Dari Indonesia yang dari kedutaan Indonesia,” terangnya.

Selama menjalani proses hukum di Malaysia, Siti Aisyah merasa sedih. Lantaran baru pertama kali menghadapi kasus hukum.

Meski orang tuanya ingin bertemu Siti di penjara, namun dia melarangnya karena tak ingin membuat semakin sedih kedua orangtuanya.

“Saya banyakin berdoa, dapat dukungan dari pihak kedutaan, pihak pengacara,” jelasnya.

Siti berpesan untuk siapapun warga Indonesia, terutama yang bekerja diluar negeri, untuk tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenalnya.

Kini, Siti hanya ingin menghabiskan waktu nya bersama keluarga besar dan teman karibnya dikampung halaman.

“Mungkin bisa lanjut sekolah. Saya ingin istirahat aja dulu, karena hobinya saya jalan-jalan,” ucap Siti.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Presiden Jokowi menerima Siti Aisyah di Istana usai dinyatakan bebas oleh majelis hakim di Malaysia.

5 Cara Menjadi Artis Buat Kamu yang Suka Dunia Entertainment

1. Audisi

Dunia hiburan tidak hanya sebatas hubungan artis dan penggemarnya. Di balik acara televisi yang beragam, ada banyak agensi manajemen artis sebagai naungan para artis Tanah Air.

Contoh agensi manajemen artis di Indonesia adalah 8 Management yang dipimpin oleh Jusuf Long. Selain itu, ada pula Zema Management, Twentyone Millimeters Management, Platinvm Indonesia dan banyak lainnya.

Biasanya agensi-agensi tersebut akan membuka audisi untuk merekrut artis-artis baru. Untuk itu, kamu harus selalu update jadwal audisi yang mungkin akan diadakan agensi favoritmu.

Pencarian bakat berupa audisi juga mungkin diadakan oleh stasiun televisi Tanah Air. Bahkan, majalah-majalah terkenal pun memiliki peluang besar untuk merekrut seseorang untuk menjadi artis.

Selain agensi, stasiun televisi, dan majalah terkenal, kamu juga bisa menilik jadwal ajang pencarian bakat lain seperti Indonesian Idol, X-Factor Indonesia, Indonesia Mencari Bakat, atau ajang lain yang sesuai dengan minat kamu.

2. Foto Model

Pada poin pertama cara menjadi artis, telah disebutkan bahwa majalah-majalah terkenal mungkin akan mengadakan audisi untuk merekrut model baru. Biasanya, syarat yang dibutuhkan adalah postur tubuh yang ideal serta ekspresi muka yang fleksibel sesuai arahan sutradara.

Dengan menjadi seorang foto model, pintu gerbang menjadi artis akan semakin terbuka lebar. Tidak harus secara instan menjadi artis, karena lewat foto model kamu bisa dilirik oleh produser terkenal berkat keahlianmu dalam bergaya.

3. Portofolio

Selain tiga cara menjadi artis di atas, kamu juga bisa melamar langsung ke sejumlah agensi dan manajemen artis yang sudah terkenal namanya. Lamaran dapat berupa portofolio yang berisi rekam jejakmu dalam dunia seni serta biodata dan profil diri secara lengkap.

Portofolio tidak hanya melulu coretan tinta yang ditulis di atas kertas. Kamu bisa melampirkan video dirimu saat berakting ataupun suara emasmu saat bernyanyi. Portofolio dapat dikirim langsung ke perusahaan melalui pos. Namun bisa juga melalui email karena teknologi kini sudah semakin maju.

4. Terima Peran Figuran

Tidak ada yang instan di dunia ini. Begitu juga dengan cara menjadi artis terkenal. Kamu boleh berharap namun harus tetap bisa dilogika. Misalnya adalah dengan menerima peran-peran figuran. Seperti peribahasa ‘berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian’, kamu harus sabar menunggu waktu bersinarmu.

5. Magang dengan Artis

Cara menjadi artis yang ke-lima ini mungkin terdengar asing di telinga kamu. Tapi kamu bisa mengajukan diri sebagai seorang asisten artis terkenal agar bisa tertular.

Kamu bisa mengajukan lamaran kepada artis pilihanmu. Dengan cara menjadi artis yang satu ini, kamu akan bertemu dengan banyak orang yang berkutat di dunia hiburan.

Artis Ibukota Gelar Konser Hadapi Dengan Senyuman untuk Ahmad Dhani

Liputan6.com, Jakarta Sejumlah artis Ibu Kota akan menggelar konser solidaritas untuk terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebenciaan, Ahmad Dhani Prasetyo, di Surabaya Jawa Timur, pada Minggu 10 Maret mendatang.

Konser bertajuk Hadapi Dengan Senyuman ini digelar sebagai bentuk dukungan kepada pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani Prasetyo, yang saat ini sedang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo Jawa Timur.

“Artisnya ada Dewa 19, Mulan, Virzha, Al sama Dul, Dewa-Dewi ini semua datang. Insyaallah Anang Ashanti, Judika. Rencana kita Ari Lasso. RCM semua,” tutur Ketua Panitia, Didik Darmadi di Surabaya, Minggu (3/3/2019).

Dia mengatakan, konser ini terinspirasi dari konser Reuni Dewa 19 yang digelar di Malaysia pada awal Februari lalu, tanpa Ahmad Dhani. Teman-teman Dhani saat sekolah terketuk untuk melanjutkan konser tersebut di Surabaya sebagai wujud kepedulian. “Karena mas Dhani sendiri kan asli Surabaya,” kata Didik.

Didik menyampaikan, semua yang tampil dalam konser ini tanpa dibayar karena konser ini merupakan konser solidaritas. “Artis – artis tersebut tampil tanpa dibayar, konsernya konser solidaritas. Panitianya urunan,” ucapnya.

Konser solidaritas ini rencananya akan digelar pada Minggu 10 Maret 2019 di Grand City Surabaya. tiket untuk konser ini sudah bisa dipesan mulai hari ini. Harganya mulai dari Rp 200 ribu untuk tiket reguler dan VIP seharga Rp 750 ribu di Iki Wae Organizer Maspion Square Blok C1-C3.

“Untuk hasil penjualan tiket, nantinya akan langsung diserahkan ke mas Dhani,” ujar Didik.

2 dari 3 halaman

Dijenguk Anak-Anak

Sebelumnya, anak terdakwa dugaan kasus pencemaran nama baik ujaran Idiot, Ahmad Dhani Prasetyo, Ahmad Al-Ghazali Kohler alias Al dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul berkunjung ke Rumah Tahanan (Rutan) klas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, Sabtu (2/3/2019).

Tanpa ditemani anak kedua pasangan Ahmad Dhani dan Maia Estianti, Ahmad Jalaluddin Rumi alia El, Al dan dan Dul mengunjungi bapaknya yang dititipkan di Rutan Medaeng.

Kedatangan Al dan Dul tidak bersamaan. Dul yang lebih dulu datang ke rutan Medaeng mengenakan kaos abu-abu dan bertopi.

Setengah jam kemudian, yakni sekitar pukul 10.47 Wib, Al juga tiba di Rutan Medaeng dengan mengenakan jaket hitam, peci dan kacamata berwarna senada.

“Kami membawa cinta,” kata Dul.

3 dari 3 halaman

Ditahan

Ahmad Dhani mulai dititipkan daei rutan Cipinang Jakarta Selatan ke rutan Medaeng setelah ada keputusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya sejak Kamis, (7/2) lalu, berdasarkan surat penetapan nomor 386/Pen.PID/2019/PT.DKI tertanggal 29 Januari 2019.

Di Surabaya, ia menjalani sidang perkara ujaran kebencian “Idiot” melalui vlognya saat berencana menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam.

Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE.

Sementara pada kasus sebelumnya, Majelis hakim PN Jakarta Selatan telah menjatuhkan vonis 1,6 tahun penjara kepada Ahmad Dhani terkait kasus ujaran kebencian di media sosial.

Ahmad Dhani dianggap telah melanggar pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Soimah Kolaborasi dengan Dewa Budjana di Java Jazz Festival 2019

Jakarta Ajang musik tahunan, Java Jazz Festival kembali hadir di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada tanggal 1-3 Maret 2019. Ratusan artis dari dalam dan luar negeri akan dihadirkan di acara musik ini.

Nikita Dompas selaku pihak penyelenggara Java Jazz Festival 2019 membocorkan bahwa akan ada pedangdut sekaligus sinden Soimah yang menjadi salah satu penampilan spesial dalam acara tersebut. Soimah dikabarkan akan berkolaborasi dengan Dewa Budjana dan juga bassist asal India, Mohini Dey.

“Special performance nanti ada Sonny Project, Warner Music Project dan Yamaha. Ada juga Budjana sama Soimah,” ujar Nikita Dompas saat jumpa pers Java Jazz Festival 2019 ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

2 dari 3 halaman

Bocoran

Namun, Nikita mengaku belum bisa membocorkan lagu apa dan jenis musik apa yang nantinya akan dibawakan oleh juri ajang Dangdut Academy itu. Sebab, dia memang belum mengetahui dan belum melihat seperti apa mereka latihan.

“Nggak tahu nih (lagu apa). Saya belum lihat latihannya seperti apa. Tugas saya cuma bagimana konsep mereka saja,” lanjut Nikita Dompas.

3 dari 3 halaman

Tribute

Selain Soimah, Nikita juga mengatakan akan ada beberapa kejutan lainnya yang akan tampil dalam acara musik Java Jazz Festival 2019 nanti.

“Ada banyak kolaborasi juga pokoknya. Kita akan buat pertunjukan tribute untuk mereka yang pernah main di Special Show Java Jazz,” pungkas Nikita Dompas.

Komnas Perempuan Minta Polda Jatim Kabulkan Penangguhan Penahanan Artis VA

Liputan6.com, Jakarta Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA. Usai menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Komnas Perempuan meminta penyidik Polda Jatim untuk mengabulkan penangguhan Penahanan terhadap artis VA.

“Yang harus menjadi pertimbangan dalam kebijakan Polda Jatim yakni bisa mengabulkan penangguhan penahanan. Karena sebagai pertimbangan pemulihan kondisi psikis korban kasus prostitusi,” tuturnya di Mapolda Jatim, Kamis (28/2/2019).

Menurutnya, dalam paripurna Komnas Perempuan, terakhir melihat bahwa perempuan yang ada di dalam kasus prostitusi merupakan korban yang dilacurkan. Sehingga apapun status hukumnya penyidik tetap memberikan haknya sebagai korban.

“Mempertimbangkan dan mengabulkan dengan melihat kapasitasnya sebagai korban yang dilacurkan,” katanya.

Dia mengatakan, seharusnya yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan user atau pelanggan artis VA. Alasannya, mereka lah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi.

“Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” ucapnya.

Dalam kunjungannya ke Polda Jatim, ia sempat bertemu dengan artis VA dan bincang bincang dengan penyidik berkaitan dengan modus yang kerap dilakukan muncikari dalam menjerat korbannya kedalam pusaran prostitusi.

“Komnas Perempuan akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” ujarnya.

Komnas perempuan juga mendorong pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual. Sehingga kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Polisi

Menanggapi permintaan Komnas Perempuan mengenai penangguhan penahanan artis VA, Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan apa yang menjadi masukan dari Komnas perempuan.

“Kita akan maksimalkan sesuai dengan harapan Komnas maupun pemerhati, selama tidak menganggu kepentingan penyidikan,” ujar polisi pelopor E-Tilang tersebut.


Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES. “Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki di Mapolda Jatim, Rabu 16 Januari 2019.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

Luki menyatakan akan membuat surat panggilan kepada VA terkait status barunya yang kini naik menjadi tersangka. “Kami layangkan untuk Senin. kami undang yang bersangkutan untuk hadir ke Polda Jatim,” sambungnya.

Dari hasil penyidikan, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan foto dan video mesum artis VA. Gambar tak senonoh itu ditemukan dalam ponsel milik mucikari ES. Fakta baru ini terungkap dari hasil penyelidikan digital forensik beberapa hari terakhir.

Selain foto pose telanjang, ada pula video tak pantas dan melanggar norma susila. Foto dan video itu dikirim ke mucikari agar user tertarik dan menggunakan jasa seks VA.

“Ini mungkin sesuatu yang baru dimana yang sebelumnya jadi saksi korban (dalam kasus prostitusi), bisa menjadi tersangka. Ini akan jadi yurisprudensi,” ujar Luki.

Dalam perkara ini, VA dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu berbunyi, ‘Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Komnas Perempuan: Artis VA Adalah Korban, Muncikari dan User Harus Ditindak

Liputan6.com, Surabaya – Komisioner Komnas Perempuan, Sri Nurherwati mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur (Jatim) untuk menemui tersangka kasus dugaan pornografi, artis VA, Kamis, 28 Februari 2019.

Setelah menjenguk artis VA dan berdiskusi dengan penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Sri menyampaikan bahwa dalam rapat paripurna Komnas Perempuan terakhir, pihaknya melihat bahwa perempuan yang terjerat dalam kasus prostitusi tak lain merupakan korban.

“Yang paling penting untuk segera dilakukan penindakan adalah muncikari dan pelanggan atau user. Karena merekalah yang membuat jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi. Sedangkan perempuan selalu menjadi korbannya. Ini yang perlu diperhatikan,” katanya.

Ia juga sempat berbincang dengan penyidik Polda Jatim tentang modus-modus yang dilakukan muncikari, serta bagaimana seorang perempuan terjebak dalam pusaran prostitusi. Meski demikian dalam kasus ini VA tetaplah korban yang harus dilindungi haknya.

“Makanya kami mengusulkan untuk bisa dilakukan pemulihan. Saya akan terus memantau dan menyikapi kasus kasus yang berkaitan dengan perempuan. Dan kami juga mengajak masyarakat untuk tetap mendukung pemulihan korban agar kasus prostitusi bisa dihentikan,” katanya.

“Sesuai mandat Komnas Perempuan yakni menciptakan situasi kondusif bagi penghapusan kekerasan dalam perempuan,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan, melalui kasus artis VA ini pihaknya ingin mengetahui langsung bagaimana situasi didalam tahanan, langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi penyiksaan didalam tahanan, dan bagaimana memahami perempuan dalam industri hiburan, yang mana mengindikasikan terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

“Pintu masuk nya melalui kasus VA yang sekarang ditahan di Polda. Kasus VA merupakan contoh bahwa industri hiburan sangat dekat dengan kekerasan terhadap perempuan,” ujarnya.

2 dari 3 halaman

Prostitusi Online

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) secara resmi menahan artis Film Televisi (FTV) VA terkait kasus dugaan prostitusi online di Surabaya yang sempat menghebohkan beberapa hari yang lalu.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan bahwa penetapan tersangka VA ini berdasarkan rekam jejak digital dari tersangka mucikari ES.

“Dari situ jelas ada foto dan video dan keterlibatan aktif VA dalam prostitusi online. Termasuk penyebaran foto dan video,” tutur Luki.

Luki menegaskan, penetapan VA sebagai tersangka itu juga sesuai dengan hasil gelar, dan berdasarkan pendapat dari beberapa ahli.

“Ada ahli pidana, ahli bahasa, ahli ITE dan ahli Kementerian Agama dan MUI dan beberapa bukti yang sangat mengaitkan dalam transasksi komunikasi ini sangat menguatkan saudari VA menjadi tersangka,” tambah Luki.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jerat Pidana Hoaks Ratna Sarumpaet

Liputan6.com, Jakarta – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akhirnya duduk di kursi pesakitan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali pertama menggelar sidang dugaan hoaks yang dilakukan ibunda artis Atiqah Hasiholan tersebut, Kamis 28 Februari 2019.

Jaksa mendakwa Ratna Sarumpaet telah menyebarkan berita bohong kepada banyak orang yang dapat menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Apalagi, berita bohong yang disebarkannya itu dinilai telah menimbulkan pro dan kontra.

Jaksa penuntut umum mendakwa Ratna Sarumpaet dengan dakwaan alternatif.

“Dakwaan kesatu Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua Pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa. 

Sementara pada dakwaan kedua, jaksa menduga Ratna Sarumpaet, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, ras atau antar golongan (SARA).

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tutur jaksa.

Dalam dakwaan, terungkap bahwa Ratna menangis mengaku dipukuli sehingga mukanya lebam dan bengkak. Jaksa menyatakan, pada Jumat 21 September 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Ratna Sarumpaet memberitahukan kepada saksi Ahmad Rubangi, Saharudin, dan Makmur Julianto alias Pele akan pergi ke Bandung.

“Namun ternyata, terdakwa tidak pergi ke Bandung melainkan pergi ke Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan tindakan medis operasi perbaikan muka (facelift) atau tarik muka (pengencangan kulit muka),” kata jaksa.

Bedah medis tersebut, sudah dijadwalkan dengan dr Sidik Setiamihardja. Kemudian Ratna Sarumpaet ditempatkan di ruang perawatan kamar B1 lantai 3 untuk menjalani rawat inap sejak Jumat, 21 September 2018 sampai dengan Senin 24 September 2018.

“Bahwa selama menjalani rawat inap tersebut, terdakwa beberapa kali mengambil foto wajahnya dalam kondisl lebam dan bengkak akibat tindakan medis dengan menggunakan handphone merk Iphone. Setelah selesai menjalani rawat inap. Pada hari Senin tanggal 24 September 2018, terdakwa pulang ke rumah,” kata jaksa.

Di dalam perjalanan, Ratna mengirim beberapa foto wajah dalam kondisi lebam dan bengkak tersebut melalui whatsappnya kepada saksi Ahmad Rubangi. Saksi Ahmad kemudian menanggapi foto tersebut dengan membalas pesan Ya Allah, Kak sampai begitu.

Ratna pun membalas. “Dipukulin 2 laki-laki,” kata Jaksa.

Jaksa mengatakan, sesampainya di rumah, Ratna meminta Ahmad Rubangi untuk memanggil saksi Saharudin dan saksi Makmur Julianto alias Pele masuk ke kamar.

Ratna Sarumpaet lalu bercerita sambil menangis bahwa dipukuli orang dengan menunjukkan wajah lebam dan bangkak.

“Kemudian terdakwa mengatakan ingin istirahat. Selelah itu saksi Ahmad Rubangi dan saksi Makmur Julianto alias Pele dan saksi Saharudin keluar dari kamar terdakwa,” kata jaksa.

Keesokan harinya pukul 20.43 WIB, terdakwa mengirimkan foto yang sama ke Rocky Gerung dengan pesan, “21 September jam 18.50 WIB, area bandara Bandung”. Pukul 20.44 WIB, dia mengirim pesan lagi, “Not For Public”.

Rabu 26 September 2018 di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, terdakwa bertemu dengan Deden Syarifuddin dan bercerita habis dipukuli. Dia pun kembali sambil menangis.

Pukul 16.30 WIB, Kamis 27 September 2018, saksi mengirim pesan lagi ke Rocky Gerung dengan pesan, “Hei Rocky negrinya makin gila n hancur – need badly :)”, dan pukul 16.33 WIB dengan pesan, “Need you badly”, pukul 16.36 WIB dengan pesan “Pasti kamu bahagia sekali disana ya, Penghormatan pada alam, bless you”.

Pada Jumat 28 September pukul 19.22 WIB, terdakwa kembali mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan “Day 7th”.

Pukul 23.00 WIB, Ratna Sarumpaet meminta Saharudin menelepon Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Setelah terhubung, dia curhat telah dianiaya sembari menangis. Dia meminta Said Iqbal ke rumahnya.

Ketika Said Iqbal datang, terdakwa berkata, “Kakak dianiaya” dan menceritakan kronologi penganiayaannya. Dia juga menunjukkan foto wajahnya yang lebam.

Dia lalu minta dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna mengaku sudah berbicara dengan Fadli Zon dan mendapat informasi tengah diatur waktu untuk bertemu Prabowo.

Dia kemudian mengirimkan foto wajah lebamnya ke Saiq Iqbal untuk diteruskan ke ajudan Prabowo atas nama Dani.

Pukul 23.01 WIB, Sabtu 29 September 2018, Ratna Sarumpaet mengirim foto wajahnya ke Rocky Gerung dengan pesan, “Mungkin aku tidak harus ngotot membantu memperbaiki bangsa yang sudah terlanjur rusak ini. It’s painful.”

Pukul 23.42 WIB dia juga kembali mengirimkan 3 foto wajahnya ke Basariaja alias Basari dan 3 menit kemudian dia mengirim pesan, “KK sedang sangat kesakitan/menderita saat KK minta tolong ingin bicara dengan Pak Joksan.”

Tak berhenti di situ, dia mengirim 3 foto wajahnya ke Simon Aloysius Mantiri dengan pesan, “Ini terjadi di area parkir Bandara Bandung 21 sept 2018, Saya harus bertemu 08 segera Pak Simon, Saya mohon …..” dan mendapat jawaban, “Kurang ajar sekali Bu itu pelakunya.”





2 dari 3 halaman

Akui Salah dan Ajukan Penangguhan Penahanan

Ratna Sarumpaet mengakui kesalahan di hadapan majelis hakim saat sidang perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Saya ingin menyampaikan sebagai warga negara yang harus berhadapan dengan pengadilan. Pengalaman dari saya ditangkap dan apa yang saya ketahui baik melalui bacaan saya betul melakukan kesalahan,” ucap Ratna, Kamis 28 Februari 2019.

Meski begitu, Ratna merasa ada beberapa poin yang tidak sesuai fakta. Dia melihat kasusnya bernuasa politik.

“Yang terjadi di lapangan dan terjadi peristiwa penyidikan ada ketegangan bahwa memang ini politik,” ucap dia.

Karenanya Ratna berharap majelis hakim mengutamakan keadilan dibandingkan kekuasaan.

“Dengan semua unsur yang ada di sini, marilah menjadi hero untuk bangsa ini. Bukan untuk saya. Tapi di atas segalanya hukum bukan untuk kekuasaan,” tutup dia.

Namun, tudingan nuansa politis ini dibantah kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi. Dia menyanggah adanya muatan politis yang disebut disebut kliennya.

“Tidak ada motif politik sama sekali. Dakwaan kedua kita lihat kebohongan itu diproduksi untuk meyakinkan masyarakat saja, dan bahkan untuk meyakinkan BPN Prabowo-Sandi,” katanya usai persidangan.

Desmihardi mengatakan, lontaran kebohongan yang disebut Ratna murni karena malu dengan keluarga. Dia menegaskan, kebohongan itu hanya dibuat untuk keluarga, tidak ada tujuan menyebarkannya kepada publik.

“Ini murni karena beliau malu lebamnya diketahui oleh keluarga, sehingga harus mengarang cerita bahwa beliau dipukuli. Ini kebohongannya hanya untuk keluarga, karena beliau ingin keluarga tidak tahu beliau operasi plastik,” katanya menandasi.

Pada sidang tersebut, pengacara juga mengajukan permohonan kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan status penahanan kliennya dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau kota.

Desmihardi membacakan pertimbangan mengajukan permohonan tersebut. Dia menyebutkan dua pertimbangan pengajuan penangguhan tahanan bagi kliennya, yakni berdasarkan hukum dan sisi kemanusian.

Ia menyatakan, Ratna Sarumpaet tidak ada niat melarikan diri. Kemudian, terdakwa tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat dianggap mempersulit jalannya proses hukum.

“Bahwa selama proses pemeriksaan di tingkat kepolisian dan tingkat Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan terdakwa Ratna Sarumpaet sangat kooperatif dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Selanjutnya terdakwa maupun keluarga dalam hal ini anak-anak menjamin bahwa terdakwa akan selalu menghadiri persidangan dengan tidak sulit jalannya sidang pengadilan ini,” ucap Desmihardi.

Sementara itu, dari sisi kemanusiaan, terdakwa adalah seorang perempuan lemah yang telah berusia senja. Pada usia 69 tahun, dia sangat rentan dalam penyakit terbukti selama penahanan dilakukan terdakwa sering sakit-sakitan dan selama penahanan beberapa kali terdakwa harus diperiksa di Bidokkes Polda Metro Jaya.

Apabila terus-menerus ditahan, lanjut dia, akan memperburuk kesehatan Ratna Sarumpaet baik secara fisik maupun secara mentalnya.

“Tidak berlebihan melalui permohonan ini kami minta kemudian lagi sakit yang teramat agar terdakwa dapat dialihkan status,” ucap Desmihardi.

Desmihardi mengatakan, anak kandung terdakwa yakni Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina akan menjadi penjamin penangguhan penahanan Ratna Sarumpaet.

Oleh karena itu, pengacara memohon kearifan dan kebijaksanaan ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk mengalihkan jenis penahanan rutan menjadi penahanan rumah atau kota atas terdakwa Ratna Sarumpaet.

“Tujuan permohonan kami bukan untuk ditangguhkan akan tetapi hanya sebatas pada pengalihan jenis penahanan yang semula penahanan rumah tahanan negara menjadi penahanan rumah tahanan kota sebagaimana yang diatur dalam KUHP,” kata Desmihardi.

3 dari 3 halaman

Siapkan 20 Saksi Ahli

Jaksa Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan berencana menghadirkan 20 saksi untuk sidang kasus penyebaran berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet. Hanya, jaksa enggan membeber siapa 20 saksi tersebut.

“20 saksi fakta, 5 saksi ahli, dan saksi meringankan,” kata Jaksa kasus Ratna Sarumpaet, Panyaman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 28 Februari 2019.

Panyaman menegaskan nama Prabowo dan Fadli Zon tidak masuk dalam daftar itu. Hanya Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga yang disebut akan dihadirkan senagai saksi di persidangan.

“Dalam bacaan saya tidak ada nama Prabowo dan Fadli Zon,” imbuhnya.