Gagal ke DPR: Tsamara Digoda Andi Arief, Dilamar Cak Imin

Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) gagal menembus Senayan jika merujuk ke quick count Pileg 2019 mayoritas lembaga survei. Ketua DPP PSI Tsamara Amany yang juga seorang caleg, lantas jadi atensi politisi RI.

Dirangkum detikcom, Kamis (18/4/2019), ada dua politikus yang me-mention Tsamara Amany setelah quick count sejumlah lembaga survei keluar dan menampilkan angka perolehan suara PSI. Partai yang diawaki Grace Natalie itu rata-rata hanya mendapatkan sekitar 2% suara.

Adalah Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang pertama kali menyenggol Tsamara Amany. Andi awalnya berterima kasih ke PSI karena telah meramaikan pemilu.


Andi Arief menyelipkan godaan dan sindiran dalam ucapan terima kasih itu. Secara khusus, dia memanggil Tsamara dengan sebutan ‘beib’.

“Jangan bubar, berubah saja jadi LSM. Beib @TsamaraDKI anda hebat,” cuit Andi.

Apa kata Tsamara Amany?

Ucapan Selamat Jalan Menpar Arief untuk Dynand Fariz

Hingga pada 5 Agustus 2007, yakni pada JFC 6, Dynand mencanangkan Jember sebagai The World Fashion Carnival City. Penonton yang datang semakin banyak, acara pun semakin riuh.

Dengan pencanangan itu, JFC tidak saja diharapkan menjadi milik Jember, tetapi juga milik Indonesia, bahkan dunia. Tema yang dipilih juga tak lagi isu regional, tetapi sudah mengglobal, yakni Save Our World.

Sejarah baru juga tercipta pada JFC 10. Saat itu, jalanan kota sepanjang 3,6 kilometer disulap menjadi catwalk panjang bagi sekitar 600 peserta. Ribuan fotografer dan penonton berdatangan merekam acara yang menampilkan sembilan defile tersebut.

Imbasnya, ekonomi Jember ikut terangkat. Masyarakat setempat memanfaatkan peluang tersebut untuk membuka penginapan atau jasa rumah makan. Di sisi lain, akses dari dan ke Jember semakin terbuka.

Namun, JFC tahun ini tak akan sama lagi. Dynand Fariz, otak acara itu, tak akan bisa melihat hasil karyanya ditampilkan di catwalk sepanjang 3,6 kilometer itu walau ia yang meluncurkannya secara resmi.

Andi Arief Tak Pernah Jalankan Rehabilitasi, Ini Penjelasan RSKO

Liputan6.com, Jakarta – Pihak Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta Timur mengakui, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief tidak pernah menjalani rehabilitasi.

Hal itu disampaikan oleh Kabag Humas RSKO, dokter Bagus Ario Wibowo saat dikonfirmasi, Kamis (28/3/2019).

“Kami tidak merehabilitasi Andi Arief karena dia saat itu datang sebagai pasien sukarela,” ucap Bagus.

Bagus mengatakan, pihaknya tidak memiliki hak untuk menahan Andi Arief untuk menjalani rehabilitasi di RSKO. Alasannya, pertama karena hasil tes urine yang dikeluarkan oleh RSKO menyatakan Andi Arief negatif narkoba.

Kedua, Bagus melanjutkan pihaknya tidak pernah menerima surat permintaan dari instansi kepolisian, kejaksaan atau pengadilan untuk melakukan tes lanjutan.

“Waktu di periksa di sini kan negatif tuh. Nggak ada hak kita untuk menahan dia, kecuali ada pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan lebih lanjut itu juga atas permintaan dari kepolisian atau kejaksaan atau pengadilan,” jelas Bagus.

Andi Arief: Anak Saya Drop Banget

Liputan6.com, Jakarta – Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengaku kecewa terhadap pemberitaan dirinya ketika diamankan atas dugaan penyalahgunaan narkotika di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat.

Bahkan, ia membandingkan pemberitaan dirinya dengan vokalis Zivilia, Zul yang jadi tersangka penyalahguna narkotika dengan barang bukti sabu 9,5 kilogram sabu-sabu dan 24.000 butir ekstasi.

“Penangkapan sabu-sabu artis yang nyanyi Aishiteru apa ada diperlakukan seperti saya? kan enggak. Itu bandar besar,” kata Andi Arief di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019).

Andi Arief juga menyesalkan beredarnya foto dirinya yang tengah diamanakan polisi. Padahal foto-foto itu, tidak sepatutnya disebarluaskan ke publik.

“Foto-foto itu bagian dari penyelidikan, penyelidikan itu tidak boleh dimuat di televisi

Menurut Andi Arief, tersebarnya foto-foto itu telah mencoreng nama baik keluarganya. Bahkan, telah membuat mental kedua anaknya jatuh hingga harus mendapat penanganan secara medis.

“Yang jelas anak saya drop banget. Saya sedang menjadwalkan (konsultasi) bagaimana kedua anak saya yang sudah terpengaruh dengan berita-berita di media,” ujarnya.

Andi Arief lagi-lagi menegaskan bahwa dirinya bukan kriminal. “Di mana keadilan buat saya dan keluarga. Kalau pun saya tersangka, ini saya enggak tersangka sama sekali. Kan orang multitafsir, ada perempuan di situ, ada macam-macam alat, tapi apa orang minta penjelasan saya bagaimana saya datang ke sana dan sebagainya?,” pungkasnya.

Karni Ilyas Jawab Protes Andi Arief, Jelaskan Struktur tvOne

Jakarta – Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Karni Ilyas, menjawab tudingan politikus Partai Demokrat Andi Arief. Karni disebut Andi mengutus reporter tvOne untuk mengambil gambar ke Bareskrim Polri dan sengaja menyebarkannya.

Karni membantah dirinya menggerakan reporter tvOne. Ia mengatakan dirinya tak punya kapasitas mengutus reporter.

“Maaf Andi Arief, Anda keliru, di TV One bukan saya yg menggerakan reporter, tapi kordinator peliputan. Di atas korlip ada manager dan general manejer baru wapemred,” kata Karni lewat akun Twitter, @karniilyas, Minggu (10/3/2019).
Selain itu, Karni mengaku baru mengetahu perihal penangkapan Andi pada Senin (4/3) siang. Andi diberitakan ditangkap polisi terkait narkoba pada hari itu.

“Perisitiwa yg menimpa Anda saya baru tahu Senin sekitar pkl 14.00. Sebab Senin itu saya tidur subuh dan bangun siang,” cuit Karni.

Sebelumnya, Andi Arief menyampaikan protes kepada Karni Ilyas lewat akun Twitter-nya, @AndiArief__. Andi merasa dihabisi Karni Ilyas dalam episode ‘Andi Arief Terjerat Narkoba: Pukulan Bagi Kubu 02?’ ILC.

“Ketimbang bang @karniilyas menghabisi saya secara kejam melalui foto2 yg saya tidak bisa klarifikasi, lebih baik angkat isu Shambar. Persoalan bang Karni menghabisi saya lewat tayangan foto, pada waktunya saya akan melakukan perhitungan,” kata Andi.

Episode yang membahas kasus narkoba Andi itu tayang pada Selasa (5/3). Andi menyebut foto-foto yang disebarkan Karni Ilyas terkesan sangat menyudutkan. Ia menyebut Karni melibatkan reporter TVOne untuk menghabisi dirinya.

“Saya tahu bang @karniilyas salah satu yang terlibat menghabisi saya dengan mengutus reporter TV One ke bareskrim dir 4 senin pk10.00 WiB untuk kemudian menyebarka sesuka hati foto-foto yang benar2 menyudutkan saya. Saya bukan tersangka bang Karni. Abang wartawan senior tapi abai,” tulis Andi.
(tsa/rna)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Andi Arief Serang Budiman Sudjatmiko Soal Aksi Rocky Gerung Naik Ambulans

Jakarta – Politikus Partai Demokrat yang terjerat kasus narkoba jenis sabu, Andi Arief, makin aktif ‘berkicau’ di Twitter. Usai Mahfud Md, Andi Arief kini menyerang Budiman Sudjatmiko yang mengkritik Rocky Gerung dan Said Didu karena aksi mereka naik ambulans untuk menghadiri diskusi di Jember, Jawa Timur.

Serangan tersebut dilontarkan Andi Arief lewat akun Twitter-nya @AndiArief__, Sabtu (9/3/2019). Andi menilai Budiman tampak bodoh membahas-bahas soal ambulans.

“Beberapa hari tidak melihat Twitter ternyata orang naik ambulans dibahas konyol dan memalukan oleh alumni cambridge @budimandjatmiko, itulah konsekuensi kau salah milih kawan bud. Malu aku kau tampak bodoh. Soal ambulans aja kau gak ngerti,” tulis Andi Arief.


Budiman memang ikut mengomentari aksi Rocky Gerung dan Said Didu naik ambulans untuk menghadiri sebuah acara diskusi di Jember. Dia menyesalkan kejadian tersebut.

“Mayat lebih pantas pakai ambulans dari pada pejabat. Apalagi penjahat…,” cuitnya lewat akun @budimandjatmiko.
(bar/hri)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Andi Arief: For All Terutama Cebong, Saya Tak Tersangka Hanya Terperiksa

Jakarta – Politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief kembali ‘berkicau’ di Twitter. Dia mengatakan, hukum tidak menyatakan dirinya melakukan tindakan kriminal.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Arief lewat akun Twitter-nya @AndiArief__, Sabtu (9/3/2019). Andi menegaskan dirinya tidak sampai jadi tersangka terkait kasus narkoba jenis sabu yang menjeratnya.

“For all, terutama cebong: saya tidak tersangka, hanya terperiksa. Apa yg saya alami tidak pro justisia. Hukum tidak menyatakan saya melakukan tindakan kriminal,” tulis Andi.

Andi juga mengunggah sejumlah fotonya saat memeriksa kesehatan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (8/3) kemarin. Andi mengaku diantar 2 orang penyidik dari Bareskrim, dua orang dokter dan dua petugas lab. Dia mengatakan Selasa (12/3) nanti akan kembali datang untuk periksa darah.

Saat ditanya wartawan usai pemeriksaan di RSKO, Andi Arief juga menyampaikan hal senada. Dia menyatakan dirinya bukanlah seorang kriminal. Dia mengaku mengikuti apa yang diinstruksikan Bareskrim dengan menjalani pemeriksaan di RSKO.
“Saya sudah mengundurkan diri dari partai. Saya sudah menjalani, polisi menyatakan bahwa saya tidak bisa dilanjutkan secara hukum. Saya bukan seorang kriminal. Kemudian saya menjalankan kewajiban saya untuk diperiksa, untuk memeriksakan diri saya, saya sudah datang hari ini. hasilnya urine saya negatif, kemudian saya akan segera periksa darah, periksa lain-lainnya supaya semua jelas. Saya bukan warga negara istimewa, but i’m not criminal,” kata Andi Arief saat itu.

Polri telah menegaskan penangkapan Andi Arief terkait kasus sabu tidak naik ke tingkat penyidikan. Penanganan Andi Arief dilakukan dengan asesmen dan rehabilitasi di BNN.

“Pada pukul 19.00 WIB, kembali dilakukan gelar perkara dengan melibatkan Biro Wasidik Bareskrim dan disimpulkan bahwa tidak ada barbuk narkotika pada kasus ini, kecuali alat atau sarana menggunakan narkotika jenis sabu,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3).

Iqbal mengatakan Andi Arief dikategorikan sebagai pengguna narkotika. Polri merekomendasikan asesmen Andi Arief berdasarkan Surat Edaran Kabareskrim SE 01/II/Bareskrim tertanggal 15 Februari 2018 tentang Pelayanan Rehabilitasi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam Panti Rehabilitasi Sosial dan Medis.

“Saudara AA dikategorikan sebagai pengguna narkotika. Terhadap kasus ini tidak dilanjutkan ke penyidikan,” tegas Iqbal.

Andi Arief ditangkap di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, sekitar pukul 18.30, Minggu (3/3). Dari kamar hotel, polisi menemukan sejumlah barang bukti terkait pemakaian narkoba. Di kamar itu juga ada seorang perempuan berinisial R alias L. Sedangkan untuk hasil tes urine, Andi Arief dinyatakan positif mengonsumsi sabu. Perempuan yang bersama Andi juga dites urine, tapi hasilnya negatif.
(hri/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kala Pemred Obor Rakyat dan Andi Arief Saling Tanya Kabar

Jakarta – Pimpinan redaksi tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono tengah menjalani program cuti bersyarat. Setiyardi mengaku saling bertukar kabar dengan kader Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

“Saya dan Andi Arief baru berbincang lewat telpon. Kami saling bertanya kabar. Saling mendoakan,” tulis Setiyardi melalui akun Facebook-nya, Jumat (8/3/2019).

Dalam posting-an tersebut, Setiyardi juga menyertakan foto hasil uji laboratorium Andi Arief dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. Posting-an itu mendapat sejumlah respons dari pengguna Facebook lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM sempat menyatakan tidak mencabut cuti bersyarat Setiyardi. Namun, Setiyardi memiliki kewajiban menaati syarat umum dan khusus.

“Syarat umum dimaksud adalah tidak melakukan pelanggaran hukum dan syarat khusus adalah tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat, tidak melaksanakan kewajiban lapor kepada Bapas, tidak mengikuti atau mematuhi program pembimbingan yang ditetapkan Bapas,” papar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) dan Protokol Ditjen Pas Ade Kusmanto dalam keterangannya, Jumat (8/3).

Ade mengatakan petugas pembimbing kemasyarakatan Bapas Jakarta Timur sempat mendatangi Setiyardi di kediamannya. Saat itu, petugas mengingatkan Setiyardi agar tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Sebab, beredar kabar bila Setiyardi hendak menghadiri peluncuran tabloid ‘Obor Rakyat’ yang direncanakan digelar hari ini.

“Setelah kunjungan rumah, Setiyardi datang ke Bapas Jakarta Timur Utara untuk melakukan kewajiban lapor dan pada saat itu diingatkan kembali perihal kewajiban dan larangan sebagai klien dalam menanggapi kondisi sosial masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang akan menimbulkan keresahan dalam masyarakat, karena apabila dilanggar maka petugas pembimbing kemasyarakatan Bapas dapat mengusulkan pencabutan cuti bersyarat klien,” ujar Ade.
(zak/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cuitan Andi Arief Usai Tertangkap: Serang Mahfud Hingga Minta Maaf

Jakarta – Politikus Partai Demokrat, Andi Arief kembali beraksi di Twitter. Pasca ditangkap karena kasus narkoba pada Minggu (3/3) malam, Andi telah mencuit permintaan maafnya hingga menyerang Mahfud Md.

Cuitan pertama diunggah Andi pada Selasa (5/3) kemarin malam, sesaat setelah diizinkan pulang usai menjalani pemeriksaan. Dia meminta maaf karena membuat marah dan kecewa usai ditangkap karena mengonsumsi narkoba. Dia juga minta didoakan.

“Tak Ingin berakhir di sini. Kesalahan bisa saja membenamkan, namun upaya menjadi titik awal pencarian jalan hidup dengan kualitas berbeda jika benar-benar tak putus asa. Mohon maaf, saya telah membuat marah dan kecewa. Doakan saya bisa memperbaiki salah menuju benar,” tulis Andi.


Cuitan Andi tak berhenti di situ. Siang ini, Andi tancap gas lagi dengan cuitannya. Dia meminta Mahfud Md tidak berspekulasi soal peristiwa yang menimpanya dan mengancam lanjut ke proses hukum.

“Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami. Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener,” tulis Andi di Twitter, Rabu (6/3).

“Serahkan dan percayakan pada Polri yang sedang sedang menangani yang saya alami. Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd,” sambung Andi Arief.

Sesaat pasca mengancam Mahfud, Andi kembali mencuit. Dia mengatakan, cuitan untuk Mahfud itu merupakan cuitan terakhirnya.

“Ini tuit terakhir saya sama.saya menjalani semua yang diproses Polri. Saya terpaksa mentuit karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” tulis Andi di Twitter, Rabu (6/3/2019).

Cuitan Andi Arief Usai Tertangkap: Serang Mahfud Hingga Minta Maaf Foto: Mahfud Md (Grandyos Zafna/detikcom)

Ditengarai, cuitan itu terkait dengan beberapa cuitan yang dibuat Mahfud pada Selasa (5/3) setelah Andi ditangkap. Mahfud mengomentari cuitan netizen yang me-mention cuitannya dulu.

Menurut Mahfud, cuitan itu dia tulis saat Andi Arief ‘menyerang’ dirinya di Twitter. Mahfud kala itu menyebut isu 7 kontainer surat suara tercoblos yang disuarakan Andi Arief adalah hoax alias berita bohong.

“Trims atas reposting cuitan sy (10/1/19). Waktu itu AA nyerang sy trs krn isu 7 kontainer SS sy bilang hoax. Maka daripada ikut ngawur sy titip pesan kpd AA dgn miminjam adresat “Anak2 Milenial” agar menjauhi narkoba sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan,” tulis Mahfud.

“Bro, anak2 milenial. Nikmatilah demokrasi, jagalah negara ini. Perang membela negara yg kamu hadapi skrang adl proksi, termasuk narkoba. Jgn dekat2 narkoba. Sekali terjerat narkoba kalian merusak kemanusiaanmu; akan berani membohongi orang tuamu, isterimu, anakmu, dan rakyatmu,” demikian cuitan Mahfud pada 10 Januari 2019.

Mendapat ancaman dari Andi Arief, Mahfud merespons dengan tertawa. Dia merasa heran terhadap Andi Arief yang mengancam akan mencabut gelar profesornya. Menurut Mahfud, gelar profesornya hanya bisa dicabut jika terbukti plagiat. Tak ada urusan dengan hal lain.

“Siiip… ha-ha-ha…,” ujar Mahfud Md saat diperlihatkan cuitan Andi Arief itu Hotel Sari Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

“Apa ada orang yang bisa mencabut gelar profesor? Profesor itu hanya bisa dicabut kalau plagiat. Ini ndak pernah plagiat nih. Semua karyanya asli,” kata Mahfud seraya tersenyum.

(mae/imk)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tabir Perempuan L di Kamar Andi Arief Mulai Tersingkap

Jakarta – Tabir perempuan yang bersama kader Partai Demokrat (PD) Andi Arief saat penangkapan mulai tersingkap. Polri yang awalnya menyebut tidak ada perempuan di kamar tempat Andi Arief ditangkap mulai ‘berkoar’.

Penjelasan dari polisi, saat penangkapan digelar, perempuan tersebut berada di kamar mandi. Perempuan itu juga diperiksa oleh polisi, namun di kamar berbeda.

“Ketika dilakukan pemeriksaan oleh tim, ternyata pada saat (tim) tiba, di kamar mandi, di WC, ditemukan seorang wanita,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019).

“Dan setelah itu dilakukan pemeriksaan, menggeledah, disampaikan Pak Iqbal (Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal) hanya satu petunjuk, yaitu hasil tes urine. Sedangkan pada dirinya (Andi Arief) tidak kita temukan narkotika,” terang Eko.

Perempuan tersebut berinisial L, yang awalnya dikaitkan dengan caleg Parta NasDem Livy Andriany, namun dibantah. Polisi menyebut berdasarkan hasil tes urine, peremupuan berinisial L itu negatif narkoba.

“Untuk masalah wanitanya kita lakukan pemeriksaan, kita pisah, saya tidak mau (dia) dipengaruhi atau takut. Tim memeriksa di kamar sebelah, untuk wanita tes urine negatif,” kata Eko.

Usai pemeriksaan, polisi mengaku langsung menghubungi pihak keluarga perempuan itu untuk meminta penjemputan. Perempuan berinisial L itu juga menandatangani surat perjanjian.

“Karena ini negatif tanpa ada narkoba,” ucap Eko.

Andi Arief sendiri tak berkomentar banyak mengenai sosok perempuan berinisial L yang bersamanya di kamar hotel. Andi Arief menyerahkan penilaian kepada publik.

“Silakan dinilai sendiri, silakan dinilai sendiri,” ujar Andi Arief kepada wartawan saat berjalan menuju gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (6/3).

(zak/nvl)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>