Lika-liku Isu Jalan Desa 191 Ribu Km

Jakarta – Isu jalan desa 191 ribu km belum berhenti bergulir sejak debat kedua Pilpres 2019. Mulai dari ucapan Jokowi di debat, dipertanyakan Dahnil, dibalas Jokowi lagi, hingga kembali dijawab Dahnil.

Begini lika-likunya:

1. Jokowi klaim sudah bangun 119 ribu km jalan desa

Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) bicara soal penggelontoran dana desa di awal debat yang berlangsung pada Minggu (17/2/2019). Saat itu, Jokowi sedang memaparkan visi dan misinya sesuai tema debat yaitu infrastruktur, energi, pangan, lingkungan hidup, dan sumber daya alam.

“Kita tahu dalam tiga tahun ini telah kita gelontorkan 187 triliun dana desa ke desa desa. Apa yang kita dapatkan dari dana ini? Telah dibangun 191 ribu kilometer jalan di desa. Ini jalan produksi yang sangat bermanfaat bagi para petani dan juga 58 ribu unit irigasi yang telah kita bangun dari dana desa,” kata Jokowi saat debat.

Jokowi saat debat / Jokowi saat debat / Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

2. Dahnil pertanyakan klaim Jokowi

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mempertanyakan klaim yang disampaikan Joko Widodo (Jokowi) saat debat soal 119 ribu km jalan desa sudah dibangun. Dia mengaitkannya dengan diameter bumi.

“Jokowi klaim membangun jalan desa 191.000 km. Ini sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi. Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” cuit Dahnil di Twitter pada Selasa (19/2/2019) kemarin.

Dahnil Anzar Simanjuntak / Dahnil Anzar Simanjuntak / Foto: Ari Saputra

3. Jokowi balas pertanyaan Dahnil

Pertanyaan Dahnil itu bergulir dengan ragam komentar dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Hingga akhirnya, Jokowi sendiri angkat bicara.

Pada Rabu (20/2/2019), Jokowi memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Ecovention Ocean Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Dalam arahannya itu, dia bicara soal 191 ribu km jalan desa.

“Kalau, ini kan kita sudah 4 tahun lebih banyak konsen ke infrastruktur. Catatan saya sampai akhir 2018 kemarin telah dibangun 191 ribu km jalan desa. Ada yang tanya nggak mungkin 191 ribu, itu panjang banget. Panjang gimana? Kalau itu dikerjakan 4 tahun untuk 74.900 desa artinya per desa hanya 600 meter,” ujar Jokowi.

Lika-liku Isu Jalan Desa 191 Ribu KmFoto: Jokowi (Andhika/detikcom)

Jokowi menekankan, hasil dari dana desa tidak melulu dibangun jalan. Ada yang dibangun infrastruktur lain seperti PAUD atau irigasi.

“Setiap desa tidak hanya bangun jalan. Ada PAUD, pasar desa, dan lain-lain. Irigasi saja sudah diselesaikan 58 ribu unit irigasi, 8.900 pasar desa. 24.000 pasar desa. 1,1 juta meter jembatan. Artinya ini jadi barang. Kalau ada yang sangsikan 191 ribu km tidak mungkin, ya silakan ukur sendiri,” ucap Jokowi.

“Wong satu desa setahun 600 meter hanya 0.5 Km kira-kira. Pendek banget,” katanya.

4. Dahnil jawab Jokowi

“Itu tugas pemerintah untuk meyakinkan kita,” ujar Dahnil saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (21/2/2019).

Bagi Dahnil, tugas pemerintah memang meyakinkan masyarakat akan data-data yang dipertanyakan. Jika tak mau, dia menyebut pemimpin terpilih lewat Pilpres 2019–yang mana dia yakin itu adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno–bakal melakukannya.

“Kalau beliau tidak mau meyakinkan publik terkait kebenaran data itu, ya serahkan saja pemerintahan pada Pemilu 2019 nanti secara legal kepada Pak Prabowo, karena meyakinkan publik terkait dengan data dan fakta itu adalah tugas pemerintah, dan saya yakin Pak Prabowo tidak akan pernah jawab keraguan publik dengan cara begitu,” sebut Dahnil.
(imk/imk)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Hap! Jaksa Tangkap Koruptor Marzuki Saat Sedang Beli Makanan

Lampung – Tim gabungan intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menangkap Ahmad Marzuki pada Rabu pagi di Tuban, Jawa Timur. Terpidana korupsi itu ditangkap saat sedang membeli makanan.

Ahmad Marzuki masuk dalam DPO sudah berjalan empat tahun lalu atau sejak tahun 2014. Dirinya dinyatakan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi (TPK) atas penjualan produk Uniliver di PT PPI cabang Bandarlampung yang merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Marzuki merupakan tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung. Ia dijatuhi selama enam tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara.

Terdakwa yang saat menjabat sebagai direktur telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 986 juta. Atas perbuatannya, pengadilan memutus agar terpidana membayar denda sesuai dengan kerugian negara sudsider tiga tahun kurungan penjara.
Dalam putusan pengadilan, terpidana dijatuhi dengan Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor. Namun saat akan dieksekusi, ia kabur sejak 2014. Jaksa terus melacak keberdaannya dan menangkap di Tuban.

“Terpidana menjual rumah di Jalan Pulau Singkep Karang Sari, Kelurahan Sukarame, Bandarlampung. Dia menjual rumah itu untuk modal kabur,” kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Ari Wibowo, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (21/2/2019).

Ari menjelaskan, Marzuki menjadi buron sejak tahun 2014 dan kemudian bersembunyi di Tuban, Jawa Timur. Uang hasil penjualan rumah tersebut digunakannya untuk modal usaha di sana.

“Dengan modal itu, terpidana membuka usaha menjual mainan anak,” kata dia.
(asp/rvk)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Isu Panas Jalan Desa: Dikaitkan Lingkar Bumi, Disuruh Ukur Sendiri

Isu Panas Jalan Desa: Dikaitkan Lingkar Bumi, Disuruh Ukur Sendiri Joko Widodo (Foto: Andhika Prasetia)

Jakarta – Isu 119 ribu km jalan desa yang terangkat usai debat kedua Pilpres 2019 masih panas dibahas. Setelah dikaitkan dengan diameter bumi, kini pihak yang sangsi diminta untuk mengukur sendiri.

Awalnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mempertanyakan klaim yang disampaikan Joko Widodo (Jokowi) saat debat soal 119 ribu km jalan desa sudah dibangun. Dia mengaitkannya dengan diameter bumi.

“Jokowi klaim membangun jalan desa 191.000 km. Ini sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi. Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” cuit Dahnil di Twitter pada Selasa (19/2/2019) kemarin.

Dahnil Anzar Simanjuntak / Dahnil Anzar Simanjuntak / Foto: Ari Saputra

Pertanyaan Dahnil itu bergulir dengan ragam komentar dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Hingga akhirnya, Jokowi sendiri angkat bicara.

Pada Rabu (20/2/2019), Jokowi memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Ecovention Ocean Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Dalam arahannya itu, dia bicara soal 191 ribu km jalan desa.

“Kalau, ini kan kita sudah 4 tahun lebih banyak konsen ke infrastruktur. Catatan saya sampai akhir 2018 kemarin telah dibangun 191 ribu km jalan desa. Ada yang tanya nggak mungkin 191 ribu, itu panjang banget. Panjang gimana? Kalau itu dikerjakan 4 tahun untuk 74.900 desa artinya per desa hanya 600 meter,” ujar Jokowi.

Isu Panas Jalan Desa: Dikaitkan Lingkar Bumi, Disuruh Ukur SendiriFoto: Jokowi (Andhika/detikcom)

Jokowi menekankan, hasil dari dana desa tidak melulu dibangun jalan. Ada yang dibangun infrastruktur lain seperti PAUD atau irigasi.

“Setiap desa tidak hanya bangun jalan. Ada PAUD, pasar desa, dan lain-lain. Irigasi saja sudah diselesaikan 58 ribu unit irigasi, 8.900 pasar desa. 24.000 pasar desa. 1,1 juta meter jembatan. Artinya ini jadi barang. Kalau ada yang sangsikan 191 ribu km tidak mungkin, ya silakan ukur sendiri,” ucap Jokowi.

“Wong satu desa setahun 600 meter hanya 0.5 Km kira-kira. Pendek banget,” katanya.
(imk/gbr)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

NU Bersyarat Ala Ahmad Dhani

Jakarta – Ahmad Dhani menulis surat tentang Nahdlatul Ulama (NU). Lewat surat itu, Dhani menegaskan dirinya merupakan bagian dari ‘NU Gusdurian’.

Surat itu dia tulis di Rutan Klas 1 Surabaya sebagai sebagai Pondok Pesantren Medaeng. Surat kemudian dibagikan menjelang sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik atau kasus ‘idiot’ di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/2/2019).

NU yang diikuti Dhani adalah NU yang bukan Islam Nusantara. Dhani juga menyebut dirinya bukan bagian dari NU yang mendukung Joko Widodo.
“Saya NU pengikut Hadratussyekh Hasyim Asy’ari,” demikian petikan tulisan Dhani.

NU Bersyarat Ala Ahmad DhaniFoto: Deny Prastyo Utomo

Bagi Dhani, NU juga bukanlah orang yang menganggap kelompoknya paling benar. Dia menegaskan sejak dulu merupakan pengikut ‘NU Gusdurian’.

Berikut tulisan lengkap Dhani tentang NU:

Jika NU adalah…
1. ISLAM NUSANTARA
Saya bukan bagian dari ini
2. Harus Jadi PENDUKUNG JOKOWI
Apalagi ini, saya pasti bukan bagian dari ini
3. MEREKA YANG MENGANGGAP KELOMPOKNYA YANG PALING BENAR
Obviously Not My Kinda Gruoup
4. MEREKA YANG TIDAK BELAJAR DARI MASA LALU
Apalagi ini, jelas bukan golongan saya

MAKA SAYA BUKAN “NU” JENIS INI
Saya NU pengikut Hadratussyekh Hasyim Asy’ari

Saya NU GUSDURIAN
100 % Islamnya Gus Dur
Dari dulu hingga sekarang.
Ahmad Dhani, Pondok Pesantren Medaeng, 19-02-19

Sebelum tulisan tersebut dibuat, putra Pengasuh Ponpes KH Wahab Hasbulloh Tambak Beras, Jombang, Kiai Wahib Wahab atau Gus Aam menemui Dhani selepas sidang lanjutan kasus ‘idiot’ di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/2). Gus Aam memberikan serban putih kepada pentolan grup musik Dewa 19 itu.

Gus Aam juga memberikan kesaksiaAnnya tentang sosok Dhani. Menurut dia, Dhani merupakan warga NU.

“Beliau ini orang Surabaya. Beliau juga Nahdlatul Ulama, warga Nahdlatul Ulama,” kata Gus Aam.

Namun pernyataan itu seolah dibantah oleh Ketum PBNU Said Aqil Siradj. Said mengatakan Dhani bukan anggota NU sebab sudah menghina organisasi yang didirikan oleh Hasyim Asy’ari itu.

“Sudah menghina NU, bukan warga NU dong,” kata Said kepada wartawan di sela Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2).

Dhani dianggap menghina warga NU karena sudah mengaitkan NU dengan Nasakom. Padahal, menurut Said, Dhani pernah dibela Gus Dur dan PBNU pada 2005 silam.

“Nyatakan soal nasakom, NU dan PDIP itu,” jelasnya.

Said pun menegaskan pihaknya enggan kembali merangkul Dhani. Bagi Said, warga NU sudah sangat kecewa terhadap Dhani karena secara terang-terangan menghina NU.

“Biarin aja, nggak usah dimasukin (beri masukan dan nasihat). Nanti kualat, kualat sendiri,” kata Said.

(knv/idh)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Usai Debat Capres Kedua, Swing Voters Dinilai Cenderung Pilih Jokowi

Jakarta – Hasil debat capres kedua dinilai memberi pengaruh memilih terhadap swing voters dan undecided voters. Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo yakin para voters yang masih ragu akan mengarah ke capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi ada 3 kategori membacanya, kalau untuk pemilih loyal, itu tidak akan berubah, yang kita baca sebenarnya pemilih yang di tengah, baik undecided voters dan swing voters. Kalau kemarin saya memposisikan sebagai undecided voters atau swing voters, atau saya masih bimbang, mereka akan lebih cenderung punya tren preferensi ke 01 (Jokowi),” kata Ari kepada wartawan di kantornya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

Ari menjelaskan hal ini karena saat debat kedua capres, Jokowi lebih baik dalam memaparkan capaian, program, dan rencana selanjutnya. Sementara Prabowo tidak menjelaskan secara konkret.

“Itu jelas kemarin bicara menggunakan data dan memang program solusinya untuk nextnya jelas. dan kemudian tidak nampak di 02 (Prabowo),” ungkap Ari.

Ari mengatakan para swing voters dan undecided voters merupakan pemilih rasional. Jadi pemaparan yang rasional yang akan menjadi pilihan mereka.

“Pemilih swing voters dan undecided voters yang cenderung rasional mereka ini, mereka akan terdorong untuk preferensinya ke 01 daripada 02, dan daya pengaruh atau magnet elektoralnya lebih kuat untuk ke 01, karena memang panggungnya 01 lebih unggul,” ucap Ari.
(idn/idn)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengenal Bukit Tuamese, Raja Ampatnya NTT

Liputan6.com, NTT Jika menyaksikan keindahan Raja Ampat masih sebatas impian karena harga tiket pesawat yang mahal, jangan sedih, pasalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) ada panorama keindahan alam yang bisa disandingkan dengan Raja Ampat. Masyarakat setempat menyebutnya dengan Bukit Tuamese.

Meski belum banyak yang mengenalnya, bukit yang berada di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) itu memiliki panorama yang tak kalah dengan Wayag di Raja Ampat atau pulau Padar di Labuan Bajo.

Di puncak bukit itu siapapun bisa melihat hamparan tambak yang berubah layaknya danau. Di sisi sebelah Barat, birunya laut membentang sejauh mata memandang, dipadu dengan hijaunya vegetasi dari pohon lontar di pesisir pantai.

Hanya cukup mendaki 200 meter ke atas bukit, pengunjung bisa mencapai Bukit Tuamese. Namun saat mendaki harus berhati-hati karena jalur tracking yang curam dan berpasir. Di lokasi itu belum tersedia infrastruktur tangga seperti misalnya di Pulau Padar. 

Keindahan bukit yang dalam beberapa waktu terakhir populer di media sosial ini, makin naik pamornya saat dijadikan lokasi film garapan sutradara dan aktor Ari Sihasale. Bintang muda Pevita Pearce menjadi pemain utama, ibarat influencer yang makin menjadikan Bukit Tuamese membuat siapapun penasaran.

Lokasi Tuamese sendiri dekat dengan Kota Atambua yang merupakan pusat kota dari Kabupaten Belu. Hanya dibutuhkan sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Atambua. Jarak Tuamese juga relatif dekat dari negara tetangga Timor Leste.

2 dari 2 halaman

Cara Menuju ke Bukit Tuamese

Untuk menuju lokasi Tuamese, pengunjung bisa menyewa kendaraan roda empat dengan pengemudi asal Atambua, opsi itu menjadi pilihan yang tepat. Sebab dibutuhkan pengemudi berpengalaman dan paham medan agar waktu tak terbuang sia-sia lantaran salah jalan. Terlebih lokasi tersebut juga belum dikenali oleh aplikasi Google Maps.

Jalur yang dilalui juga terbilang mulus meski masih ditemui beberapa jalan bebatuan. Pengunjung juga akan melewati bendungan Rotiklot yang baru rampung pengerjaannya. Sesampainya didaerah Ponu SP 1, desa terakhir sebelum sampai tujuan, lalu belok ke kanan menuju Bukit Tuamese.

Ada baiknya bertanya dan menyapa warga setempat dimana letak Bukit Tuamese. Jangan kaget dengan jawabannya sebab warga setempat banyak yang menamainya Raja Ampat.

Sepanjang perjalanan dari Atambua, pengunjung harus berhati-hati dan waspada karena masih banyak hewan peliharaan warga seperti babi, anjing, dan sapi yang bebas berkeliaran melintasi jalanan.

Waktu terbaik untuk ke Tuamese bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari. Terlebih saat matahari terbenam. Sebelum mendaki, wisatawan biasanya dipandu dengan pemandu-pemandu cilik atau warga setempat. Mereka tidak meminta uang melainkan hanya menemani hingga ke atas. Karena jauh sebelum tempat itu dikenal banyak orang, di sanalah arena bermain anak-anak pedesaan itu.

Untuk menuju TTU, bisa menggunakan jalur melalui Atambua. Terdapat 2 penerbangan dari Kupang menuju Bandar Udara A. A. Bere Tallo. Penerbangan ke Atambua dilayani menggunakan pesawat ATR dari maskapai Wings Air pada pagi dan siang hari. Memang sampai saat ini belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Atambua. Jalur lain yang dapat digunakan sebagai alternatif yakni melalui jalan darat dari Kupang menuju Atambua dengan waktu perjalanan mencapai 7 jam.

Meski harus menempuh perjalanan yang tak sebentar, yakinlah bahwa semuanya akan terbayar dengan keindahan yang menyambut di Bukit Tuamese. Siapapun tak akan menyesal mengenalnya.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Profil Madura United, Laskar Sape Kerap yang Bertabur Pemain Bintang

Liputan6.com, Jakarta Madura United meraih kemenangan atas Sriwijaya FC dengan skor 5-0 (3-0) dalam leg pertama babak 16 besar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu malam (17/2/2019). Andik Vermansah berhasil mencetak dua gol (19′ dan 72′) di laga ini. Sedangkan tiga sisanya masing-masing disumbang oleh Jaimerson Xavier (12′), Greg Nwokolo (39), dan Aleksandar Rakic (90′).

Ini merupakan kemenangan besar pertama Madura United pada 2019. Sebelumnya mereka pernah menang 2-0 atas Cilegon United. Sementara dua hasil lainnya berakhir imbang.

Laga Madura United vs Sriwijaya FC ini merupakan duel berbeda level. Sriwijaya kini hanyalah klub Liga 2 yang tak memiliki pemain tenar. Sementara Madura United adalah kontestan Liga 1 yang bertabur pemain bintang.

2 dari 4 halaman

Profil Madura United

Madura United FC merupakan klub sepak bola asal Indonesia yang berbasis di Pamekasan, Madura. Pada 10 Januari 2016 PT Pola Bola Madura Bersatu mengakuisisi kepemilikan sekaligus lisensi klub ISL, Pelita Bandung Raya (PBR) yang sebelumnya sempat berubah menjadi Persipasi Bandung Raya (PR) yang waktu itu berlaga di Liga Super Indonesia.

Pemilik Persipasi Bandung Raya, Ari D. Sutedi akhirnya menjual klubnya ke Achsanul Qosasi, dan kemudian bertransformasi menjadi Madura United FC.

Achsanul Qosasi, yang sekarang menjabat sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, menjadi CEO PT Polana Bola Madura Bersatu. Bahkan Achsanul berstatus sebagai pemilik Madura United. Kini, Madura United menjelma menjadi salah satu klub terkuat di liga utama Indonesia.

3 dari 4 halaman

Bertabur pemain bintang

Madura United atau yang berjuluk Laskar Sapeh Kerrab ini dinilai merupakan salah satu tim yang paling siap mengarungi liga 1 2019 nanti. Dilihat dari komposisi pemain yang ada saat ini, Madura United sudah lengkap dengan para pemain bintangnya. Bahkan Madura United mendapat sebutan Los Galacticos Indonesia.

Sebutan Los Galacticos Indonesia diberikan kepada Madura United di awal musim ini. Istilah itu muncul dari warganet melihat kedatangan pemain bintang macam Aleksandar Rakic, Jaimerson Xavier, Beto Goncalves, Andik Vermansah, dan masih banyak lagi pemain bintang lainnya ke klub tersebut.

Seperti diketahui, julukan Los Galacticos yang berarti “Para Galaksi” muncul pada 2000-an ditujukan untuk raksasa asal Spanyol, Real Madrid. Klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu mendatangkan pemain bintang dari berbagai negara dengan ambisi juara.

Situasi ini sangat mirip dengan Madura United. Selain nama-nama tersebut di atas, mereka masih memiliki Greg Nwokolo, Zah Rahan, dan Dane Milovanovic. Pemain Timnas Indonesia juga melimpah seperti Zulfiandi, Fachruddin Aryanto, Alfath Faathier, dan Ridho Djazulie.

4 dari 4 halaman

Kandidat kuat juara musim 2019

Skuat Madura United saat ini dianggap sebagai tim bertabur bintang dan menjadi kandidat kuat juara musim ini. Nama-nama pemain itu telah tercatat memiliki prestasi gemilang dalam sepak bola Indonesia.

Madura United melakukan perombakan tim secara besar-besaran menyambut musim 2019. Sempat mempertahankan 11 pemain, kini hanya tersisa sembilan pemain musim lalu yang bertahan. Sembilan pemain tersisa di antaranya adalah Satria Tama, Guntur Ariyadi, Fachruddin Aryanto, Andik Rendika, Alfath Faathier, Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, Zah Rahan, dan Greg Nwokolo.

Madura United telah melengkapkan tiga pemain asing baru, yaitu Jaimerson Xavier (bek/Brasil), Dane Milovanovic (gelandang/Australia), dan Aleksandar Rakic (striker/Serbia). Sisanya, terdapat sembilan rekrutan baru yang berstatus pemain lokal didatangkan dari berbagai klub.

Sembilan pemain anyar lokal yang membela Madura United dan siap memberikan gelar juara saat ini adalah Muhammad Ridho Djazulie, Fandry Imbiri, Kadek Raditya Maheswara, Marckho Meraudje, Zulfiandi, Syahrian Abimanyu, Ghufroni Al Maruf, Andik Vermansah dan Beto Goncalves.

INACA Yakin Harga Avtur Turun Bakal Kerek Sektor Pariwisata

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Ari Askhara mengungkapkan, penurunan harga avtur dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp 7.960 per liter merupakan langkah yang baik diambil PT Pertamina (Persero). Keputusan ini dinilai akan berdampak pada industri pariwisata RI.

“Dan atas hal itu kami berterima kasih kepada Pertamina, karena ini merupakan aksi nyata Perseroan atas kepedulian secara langsung kepada industri penerbangan dan tidak langsung kepada industri pariwisata,” ujarnya saat dihubungi Liputan6.com, Senin (18/2/2019).

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan bahwa okupansi hotel khususnya di daerah Lombok turun hingga 30 persen. Hal ini akibat mahalnya harga tiket pesawat yang disinyalir berasal dari tingginya harga avtur sebagai bahan bakar minyak (BBM) pihak maskapai penerbangan.

Merespon hal ini, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk itu mengatakan, bahwa penurunan harga avtur dipastikan akan berdampak positif pada industri penerbangan.

Kendati begitu, pihaknya belum memastikan sebarapa besar keuntungan yang diperoleh pasca turunnya harga avtur pada Sabtu (16/2/2019).

“Bentuk penurunan komponen biaya pastinya akan ber-impact positif buat maskapai penerbangan. Namun untuk penurunan harga tiket itu kan karena komposisi biaya masing-masing segmen kan juga berbeda-beda,” ungkap dia.

2 dari 2 halaman

Menhub: Harga Avtur Turun Tiket Pesawat Bakal Lebih murah

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yakin maskapai penerbangan akan menurunkan harga tiket pesawat. Hal tersebut terjadi setelah PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur.

Budi mengatakan, komponen pembentukan harga tiket pesawat adalah avtur, dengan adanya penurunan harga avtur yang dilakukan Pertamina, diharapkan dapat menurunkan harga tiket pesawat.

“Hari ini saya dengar ada penurunan avtur, jadi ada suatu hal yang konstruktif dimana avtur turun maka tarif turun,” kata Budi, di Kemandoran, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Penurunan harga avtur Pertamina merupakan buah dari penerapan formula harga avtur yang tercantum dalam Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

“Penurunan avtur kalau tidak salah sekitar 8 persen, yang mengeluarkan penurunan harga itu Menteri ESDM,” tuturnya.

Keyakinan Budi terhadap penurunan harga tiket pesawat pun bertambah, setelah Garuda Indonesia menurunkan harga tiket. Menurutnya keputusan maskapai penerbangan plat merah tersebut akan diikuti maskapai penerbangan lain.

“Saya mengapresiasi Garuda sudah menurunkan tarifnya sebanyak 20 peresen. Tentu memerlukan suatu perjuangan. Sebagai mekanisme bisnis biasanya Garuda sebagai market leader kalau Garuda turun yang lain turun,” ‎paparnya.

Namun Budi mengaku, sebagai regulator tidak bisa melakukan intervensi harga tiket, sebab itu dirinya menyerahkan penetapan besaran harga tiket melaui mekanisme pasar.

‎”Saya regulator sebenarnya hanya mengatur batas atas batas bawah, sekarang mereka itu masih dalam range batas atas batas bawah. Tetapi ini memang ada komplain masyarakat karena selama ini ada di batas bawah ke batas atas oleh karenanya dialog dilakukan,”tandasnya.

Pelaminan Direndam Banjir, Tamu Dijemput Perahu Karet

Jambi – Pasangan pengantin baru Ari dan Tania terlihat tetap bahagia di hari pernikahannya itu meski dalam keadaan dilanda banjir. Air memenuhi pelaminan warga RT 51, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi itu.

Ketinggian banjir dari 80 cm hingga mencapai 100 cm tersebut tidak menjadi hambatan bagi mereka dalam melangsungkan resepsi pernikahannya itu.

“Terpaksa kita adakan juga resepsi pernikahan ini. Kita juga tidak menyangka bisa banjir seperti ini,” kata Ketua RT 51, Ruslan kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Tidak hanya menggenangi pesta pernikahan pasangan pengantin itu. Banjir ini juga merendam 65 rumah di kawasan Kecamatan Jelutung tersebut. Pihak orang tua juga tampak enggan berkomentar atas kejadian banjir yang melanda resepsi pernikahan anaknya itu.
Namun mereka juga terlihat tersenyum bahagia saat para tamu undangan yang hadir.

Sejumlah tamu undangan yang hadir juga terlihat memberikan selamat kepada kedua mempelai. Warga yang ada di lokasi juga turut membantu menyukseskan acara pernikahan itu dengan menyediakan perahu karet serta mobil buat para tamu undangan yang akan hadir.

“Karena kita khawatir tamu yang akan hadir di pesta pernikahan ini karena banjir, maka kita sediakan perahu karet serta mobil buat tamu undangan. Tujuannya agar para tamu undangan tidak terlalu kesulitan untuk menuju lokasi pernikahan itu,” ujar Ruslan.

Diketahui banjir ini terjadi kala hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kota Jambi sejak kemarin dan malam tadi. Banjir ini juga disebabkan atas buruknya aliran drenase dikawasan itu. Tidak hanya itu saja intensitas hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Jambi juga menjadi penyebab banjir itu terjadi.

Warga juga berharap dengan kondisi banjir seperti ini. Pemerintah Kota Jambi dapat menindaklanjuti dan mencari solusi persoalan banjir kali ini. Kawasan ini juga kerap kali menjadi langganan banjir kala hujan deras yang mengguyur.
(asp/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Fadli Zon Minta Maaf ke Mbah Moen karena Dampak Puisi ‘Doa yang Ditukar’

Jakarta – Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kembali menegaskan dirinya tidak menyasar KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dengan puisi ‘Doa yang Ditukar’. Fadli meminta maaf kepada Mbah Moen karena puisinya menurutnya telah disalahartikan dan menimbulkan ketidaknyamanan.

“Puisi saya, ‘Doa yang Ditukar’, hingga hari ini terus digoreng oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan fitnah dan memanipulasi informasi. Saya difitnah sebagai telah menyerang KH Maimoen Zubair melalui puisi tersebut. Tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal, mengingat saya sangat menghormati KH Maimoen Zubair dan keluarganya,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Fadli tak ingin timbul fitnah akibat berlarut-larutnya polemik puisi ‘Doa yang Ditukar‘ yang terus dipermasalahkan sejumlah pihak. Intinya, Fadli meminta maaf kepada Mbah Moen dan dia menegaskan puisi itu bukan ditujukan kepada sang ulama kharismatik itu.

“Dalam waktu dekat Insyaallah saya mungkin akan bersilaturahim ke KH Maimoen Zubair. Meskipun puisi saya-sekali lagi-tidak pernah ditujukan untuk beliau, sebagai salah satu aktor politik saya ingin meminta maaf karena kontestasi politik yang terjadi saat ini mungkin telah membuat beliau dan keluarga menjadi tidak nyaman akibat gorengan orang-orang yang tak bertanggung jawab,” kata Fadli dalam salah satu poin klarifikasinya.

Berikut klarifikasi lengkap Fadli Zon soal puisi ‘Doa yang Ditukar’:

Puisi saya, “Doa yang Ditukar”, hingga hari ini terus digoreng oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan fitnah dan memanipulasi informasi. Saya difitnah sebagai telah menyerang K.H. Maimoen Zubair melalui puisi tersebut. Tuduhan tersebut sangat tidak masuk akal, mengingat saya sangat menghormati K.H. Maimoen Zubair dan keluarganya.

Untuk menghindari agar fitnah tersebut tak dianggap sebagai kenyataan, saya merasa perlu untuk menyampaikan klarifikasi tertulis sebagai berikut:

1. Saya sangat menghormati KH Maimoen Zubair, baik sebagai ulama, maupun sebagai pribadi yang santun dan ramah. Beberapa kali saya bertemu dengan beliau. Beberapa di antaranya kebetulan bahkan bertemu di tanah suci Mekah, di pesantren Syekh Ahmad bin Muhammad Alawy Al Maliki, di Rusaifah.

2. Di tengah pembelahan dikotomis akibat situasi perpolitikan di Tanah Air, saya selalu berpandangan agar penilaian kita terhadap para ulama sebaiknya tidak dipengaruhi oleh penilaian atas preferensi politik mereka. Hormati para ulama sama seperti halnya kita menghormati para guru atau orang tua kita.

3. Justru karena saya sangat menghormati KH Maimoen Zubair, saya tidak rela melihat beliau diperlakukan tidak pantas hanya demi memuluskan ambisi politik seseorang ataupun sejumlah orang. Inilah yang telah mendorong saya menulis puisi tersebut. Saya tidak rela ada ulama kita dibegal dan dipermalukan semacam itu.

4. Secara bahasa, puisi yang saya tulis tidaklah rumit. Bahasanya sengaja dibuat sederhana agar dipahami luas. Hanya ada tiga kata ganti dalam puisi tersebut, yaitu ‘kau’, ‘kami’ dan ‘-Mu’. Tak perlu punya keterampilan bahasa yang tinggi untuk mengetahui siapa ‘kau’, ‘kami’ dan ‘-Mu’ di situ. Apalagi, dalam bait ketiga, saya memberikan atribut yang jelas mengenai siapa ‘kau’ yang dimaksud oleh puisi tersebut.

5. Pemelintiran seolah kata ganti ‘kau’ dalam puisi tersebut ditujukan kepada KH Maimoen Zubair jelas mengada-ada dan merupakan bentuk fitnah. Tuduhan tersebut bukan hanya telah membuat saya tidak nyaman, tapi juga mungkin telah membuat tidak nyaman keluarga KH Maimoen Zubair. Kami dipaksa seolah saling berhadapan, padahal di antara kami tidak ada masalah dan ganjalan apa-apa.

6. Keluarga KH Maimoen Zubair, melalui puteranya, KH Muhammad Najih Maimoen, telah memberikan penjelasan bahwa beliau menerima klarifikasi saya bahwa kata ganti ‘kau’ memang tidak ditujukan kepada KH Maimoen Zubair. Tanpa klarifikasi dari sayapun, beliau sendiri berpandangan jika kata ganti ‘kau’ memang ditujukan kepada orang lain, bukan Mbah Moen. Beliau juga menjelaskan jika aksi massa yang telah menggoreng isu ini bukan berasal dari kalangan santrinya, melainkan digoreng oleh pihak luar.

7. Sekali lagi saya sampaikan bahwa puisi itu sama sekali tidak pernah ditujukan kepada KH Maimoen Zubair. Penjelasan ini sejak dini juga telah saya sampaikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat ia tabayun melalui akun media sosialnya. Sudah saya jawab dengan tegas dalam tabayun bahwa kata ganti ‘kau’ pada puisi itu adalah ‘penguasa’, bukan KH Maimoen Zubair.

8. Guru-guru saya banyak berasal dari ulama dan kiai NU, termasuk almarhum KH Yusuf Hasyim, putra Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Saya juga bersahabat karib dengan KH Irfan Yusuf dan keluarganya, yang merupakan cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Begitu juga halnya dengan putera pendiri NU yang lain. KH Hasib Wahab Abdullah, yang merupakan putera KH Wahab Hasbullah, adalah sahabat saya sejak puluhan tahun silam. Saya bahkan pernah jadi Dewan Penasihat Pencak Silat NU Pagar Nusa. Itu sebabnya saya juga sangat menghormati NU.

9. Itu sebabnya saya tidak pernah mendudukkan para ulama dan kiai berdasarkan preferensi politiknya. Politik mudah sekali berubah, sementara penghormatan kita kepada orang-orang alim seharusnya selalu ajeg.

10. Dalam waktu dekat Insyaallah saya mungkin akan bersilaturahim ke KH Maimoen Zubair. Meskipun puisi saya-sekali lagi-tidak pernah ditujukan untuk beliau, sebagai salah satu aktor politik saya ingin meminta maaf karena kontestasi politik yang terjadi saat ini mungkin telah membuat beliau dan keluarga menjadi tidak nyaman akibat gorengan orang-orang yang tak bertanggung jawab.


(gbr/tor) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>