Area Tanam Bawang Putih Akan Diperluas untuk Kejar Swasembada

Liputan6.com, Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk memperluas area tanam bawang putih untuk mengejar target swasembada pada 2021. Bila ini sudah terpenuhi maka pada saat itu, impor bawang putih akan dihentikan.

Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro mengatakan, kegiatan impor bawang putih saat ini memang masih diperbolehkan. Dengan syarat, importir diwajibkan untuk memproduksi 5 persen dari total pengajuan rekomendasi impornya.

“(Swasembada bawang putih 2021) sedang dalam proses. Artinya, kita sedang melakukan upaya-upaya untuk melepaskan ketergantungan dari impor,” ujar dia di Bogor, Minggu (21/4/2019).

Penanaman bibit bawang putih pada 2019 ini rencananya akan dilakukan di atas total lahan seluas 20-30 ribu hektare (ha). Ke depan, luas tanah produksi ini target bakal dikembangkan hingga 69 ribu ha.

Demi mengejar target tersebut, Syukur menyebutkan, Kementan telah memetakan sentra-sentra produksi yang cocok dengan bibit bawang putih, baik di Pulau Jawa hingga di luar Jawa. Notabene, lahan tanam ini musti berada di dataran tinggi

“Sudah dipetakan sentra-sentra produksi yang cocok dengan bawang putih, di ketinggian berapa. Ada di Jawa, di luar Jawa, dataran tinggi. Seperti yang kemarin dilihat Presiden (Jokowi) di Sumatera Utara,” urainya.

Dia pun bersyukur, pemerintah daerah turut mendukung program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) atau penanaman bawang putih di lokasi baru oleh pihak importir.

“Beberapa daerah response-nya juga sudah positif. Akhirnya kita dapat dukungan banyak, tidak hanya dari importir, tapi dari pemerintah daerah juga,” Syukur menandaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *