Arab Saudi Akhirnya Akui Khashoggi Tewas Tapi Dimana Jasadnya?

Washington – Setelah selama dua pekan berbohong mengenai Jamal Khashoggi, pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis kawakan tersebut tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat meragukan pernyataan otoritas Saudi tersebut.

Senator Lindsey Graham dari partai Republik meragukan kredibilitas otoritas Saudi, yang selama dua pekan ini bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan Konsulat Arab Saudi pada 2 Oktober lalu.

Diketahui bahwa sejak awal menghilangnya Khashoggi usai mendatangi gedung Konsulat Saudi di Istanbul, otoritas Saudi mengatakan bahwa jurnalis kawakan itu telah meninggalkan Konsulat pada 2 Oktober. Bahkan ketika pejabat-pejabat Turki mulai terang-terangan menyatakan keyakinan mereka bahwa Khashoggi telah tewas di Konsulat, otoritas Saudi tetap membantah hal itu.

Politikus partai Republik lainnya, Eric Swalwell bahkan mempertanyakan di mana jasad Khashoggi jika dia benar tewas dalam perkelahian di gedung Konsulat.

“Dimana jasadnya?” tulis Swalwell dalam postingan di akun Twitter-nya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (20/10/2018). “Keluarga Khashoggi berhak untuk segera mendapatkan jenazahnya di saat mereka mencari penyelesaian,” tulisnya.

Senator Bob Menendez dari partai Demokrat mengatakan, bahwa pemerintah AS harus mengupayakan sanksi-sanksi terhadap warga Saudi yang terlibat dalam kematian Khashoggi sesuai hukum Amerika, UU Global Magnitsky.

“UU Global Magnitsky tak punya pengecualian untuk kecelakaan. Bahkan jika Khashoggi meninggal karena pertengkaran, itu bukan alasan untuk pembunuhannya,” tulis Menendez lewat Twitter. “Ini jauh dari selesai dan kita perlu mempertahankan tekanan internasional,” imbuhnya.

(ita/ita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *