Sebagian Kapal Ikan yang Terbakar di Muara Baru Mulai Padam

Jakarta – Sebagian kapal ikan yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara sudah mulai padam. Namun petugas juga masih melakukan pemadaman pada kapal yang masih terbakar.

“Sudah ada yang padam sebagian, tapi masih berjalan,” kata petugas call center Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Subarlan saat dihubungi, Minggu (24/2/2019).

Ia mengatakan saat ini situasi angin kencang sehingga masih memungkinkan ada perambatan. Saat ini petugas masih melakukan upaya pemadaman.

“Perambatan masih ada, petugas kami masih bekerja,” ujarnya.

Ia mengatakan ada 21 unit dan 2 boat pemadam kebakaran yang diluncurkan. Sebelumnya Kasudin Damkar Jakut, Satriadi Gunawan mengatakan api merambat ke kapal ikan lainnya, ia memperkirakan ada sekitar 20 kapal yang terbakar.

“Iya segitu lah (20),” kata Satriadi.

Sementara itu di Twitter akun DPKP DKI Jakarta @humasjakfire menyebutkan sebagian kapal yang sudah dipadamkan mulai diangkut. Namun ada 8 kapal lainnya yang masih dipadamkan.

“Sabtu, 23 Februari 2019 | Kondisi terkini, kapal yg berhasil di padamkan sdg dilakukan penyisiran ke dermaga pelabuhan, seluruh kapal yg sudah padam dlm proses pengangkutan. Saat ini masih sekitar kurang lebih 8 kapal yg masih terbakar,” tulis akun @humasjakfire.

(yld/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tak Perlu Panik, Ini Cara Mudah Dapet Tiket Kereta Api untuk Mudik!

Liputan6.com, Jakarta Mudik Lebaran tinggal menghitung bulan. Namun, jika kamu mudik menggunakan kereta api tentu perlu persiapan membeli tiket dari jauh-jauh hari. Yap, moda transportasi ini masih menjadi primadona untuk pulang ke kampung halaman.

Dengan harga yang terjangkau, menggunakan moda transportasi itu dinilai sudah sangat nyaman dan aman. Terlebih PT KAI selalu berbenah dari segi kualitas dan kenyaman untuk para penumpang.

Namun demikian, Anda juga perlu mengikuti beberapa tips berikut agar mudik Lebaran menggunakan kereta api menjadi lebih aman, tenang, nyaman dan anti panik.

Beli online

Zaman serba digital saat ini dinilai lebih memudahkan dalam membeli sesuatu, termasuk berburu tiket kereta api secara online. Salah satu caranya ialah memesan melalui aplikasi Pegipegi.

Pegipegi memberikan kemudahan Anda dan keluarga untuk memesan tiket kereta api untuk mudik tahun ini. Terlebih lagi, Anda bisa memesannya kapan saja dan dimana saja tanpa harus datang ke gerai tiket kereta api. Cukup gunakan smartphone, pilih rute mudik yang kamu pilih, lalu bayar. Semudah itu Anda mendapatkan tiket untuk mudik.

Menariknya, bakal ada diskon sampai Rp 30 ribu untuk setiap pemesanan tiket kereta api mudik di Pegipegi. Catat agar tidak kehabisan, periode diskon akan berlangsung pada 25 Februari – 12 Maret 2019. Tak hanya diskon, melalui Pegipegi rute kereta mudik pun sangat lengkap. Jadi, mudik Anda dan keluarga pasti tenang. Anda bisa mengecek promo kereta mudik Pegipegi di sini.

Bawa barang seperlunya

Sudah tidak zaman mudik lebaran membawa dus banyak-banyak ke dalam kereta api. Jika memang mengharuskan membawa barang lebih banyak, kamu bisa kok gunakan layanan jasa antar paket.

Di samping lebih praktis, kamu tidak direpotkan dengan membawa barang yang banyak saat mudik naik kereta api. Walaupun harus membayar lebih, setidaknya perjalanan kamu dan keluarga jadi lebih lancar dan nggak khawatir bawaan hilang dicuri orang karena sudah diantarkan sampai ke rumah di kampung halaman.

Siapkan gadget agar tidak bosan

Saat mudik lebaran naik kereta api tentu akan memakan waktu yang cukup lama karena perjalanan jauh. Namun, tidak ada salahnya kamu menyiapkan gadget kamu agar tidak bosan.

Lagi pula, saat ini, kereta api Indonesia melengkapi setiap tempat duduk memiliki stop kontak. Jadi, kamu tak perlu khawatir kehabisan daya saat mudik.

Tak lupa, isi kuota kamu biar bisa tetap internetan, dengar streaming-an musik, atau main game mobile kesukaanmu sepanjang perjalanan.

Pakai baju senyaman mungkin

Biasanya saat musim mudik telah tiba, stasiun kereta akan dipenuhi oleh banyak orang. Nah, memakai baju yang nyaman adalah hal yang mutlak dalam situasi tersebut.

Kalaupun kamu nyaman menggunakan celana pendek, pakai saja. Intinya, buatlah busana kamu senyaman mungkin agar perjalananmu lebih tenang, nggak khawatir resah gara-gara salah kostum. Jangan lupa sediakan jaket kalau naik kereta api kelas eksekutif karena hawa di dalam gerbong biasanya sangat dingin di malam hari.

Mentaati peraturan di kereta api

Fasilitas dari PT KAI terhadap kereta api Indonesia sudah sangat nyaman. Maka dari itu, tidak ada salahnya kamu menjaga fasilitas itu demi kenyamanan setiap penumpang. Misalnya merokok. Jangan sampai Anda merokok di dalam gerbong kereta api. Jika melanggar, kamu akan diturunkan di stasiun terdekat.

Itulah lima tips mudik nyaman dan aman naik kereta api sampai ke kampung halaman. Selain hal-hal di atas, jangan lupa berdoa sebelum berangkat dan waspada terhadap barang bawaan sepanjang perjalanan. Semoga kamu selamat sampai tujuan, bertemu kembali dengan keluarga tercinta.

Kalau sudah begitu, catat tanggal pembelian tiket kereta mudik Anda agar tidak kehabisan.

Mau mudik anti panik? Pegipegi yuk!


(*)

Polisi: Tak Ada Korban Tewas Dalam Insiden Kebakaran Kapal di Muara Baru

Liputan6.com, Jakarta – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold EP Hutagalung memastikan tidak ada korban jiwa pada kebakaran yang menghanguskan belasan kapal di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 23 Februari 2019. 

“Korban jiwa tidak ada, karena kami bersama stake holder terkait menjaga agar tetap aman baik untuk pekerja maupun pabrik,” ucap Reynold di lokasi kebakaran. 

Namun, Reynold menyampaikan terdapat dua orang menderita sesak napas karena menghirup asap yang terbawa angin dari lokasi kebakaran. Keduanya, hingga kini telah menjalani perawatan di Rumah Sakit.

“Itu kami imbau. Tadi ada yang mendekat, karena asap yang begitu pekat ada yang menderita sesak napas. Tapi bukan dari kebakaran atau berada di atas kapal,” Reynold menegaskan.

Dia juga meminta kepada warga untuk menjauh dari lokasi kebakaran.

“Kami juga mengimbau warga di sekitar lokasi untuk bergeser agar dapat dilakukan pemadaman segera. Insyaallah api dapat segera dipadamkan,” ucap Reynold seperti dilansir dari Antara. 

 

2 dari 2 halaman

Karena Korsleting Listrik

Reynold menyebutkan dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting yang dipicu oleh aktivitas pengelasan di Kapal Motor (KM) Arta Minajaya. Saat ini, polisi juga telah memeriksa enam orang saksi terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Mengenai taksiran kerugian materil akibat kebakaran tersebut, Reynold mengatakan belum bisa memberikan angka pasti karena belum bertemu dengan pemilik kapal.

“Belum ditaksir. Karena pemiliknya belum ada,” ujarnya.

Hingga jelang dini hari,upaya pemadaman masih berlangsung. Sementara itu, jumlah kapal yang terbakar dilaporkan mencapai 18 unit. Sebanyak 23 unit kendaraan pemadam kebakaran telah dikerahkan di lokasi kebakaran. 

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Polisi Periksa 7 Orang Terkait Kebakaran Kapal di Muara Baru

Jakarta – Kebakaran sejumlah kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, belum padam. Polisi sudah memeriksa 7 orang terkait kebakaran kapal tersebut.

“Lebih kurang 7 orang kita periksa,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, di Lokasi kebakaran, Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jaktim, Sabtu (23/2/2019)

Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih fokus pada pemadaman api. Mengenai potensi adanya kelalaian Eddy menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Kita bisa menentukan dari hasil pemeriksaan laboratorium,” tuturnya.

Dia menduga kebakaran tersebut akibat adanya percikan api dari kapal yang sedang dilas. Percikan api itu, lanjut Eddy, menyambar ke mesin dan menimbulkan kebakaran.

“Dugaan sementara ini kan ada alat penyedot air di sebuah kapal itu yang patah. Kemudian dilas, ada percikan api yang menuju ke mesin. Ini dugaan sementara, nanti akan kita pastikan dari pemeriksaan laboratorium forensik,” pungkasnya.

Petugas Damkar awalnya menerima informasi kebakaran pukul 15.19 WIB. Hingga pukul 23.01 WIB, api masih berkobar.
(rvk/yld)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sociopreneur Harus Hati-Hati Saat Gabungkan Bisnis dengan Kegiatan Sosial

Liputan6.com, Jakarta – Acara Awarding Night Secangkir Semangat #BuatTujuanmuNyata yang digelar Kapal Api di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta diwarnai dengan sesi Coffee Talk menarik. Salah satu narasumber yang hadir adalah Iwan Murty, CEO PT Tristar Service Indonesia.

Selaku investor, Iwan menilai ide usaha yang dikemukakan para peserta Secangkir Semangat luar biasa. Mereka dapat mengambil peluang bisnis yang berasal dari masalah sosial.

Meski begitu, Iwan mengatakan hendaknya para sociopreneur berhati-hati dengan tujuan bisnisnya. Salah-salah, usaha yang sudah berkembang malah mengarah jadi organisasi non profit.

“Idenya sangat bagus dan idealis, menangkap semua peluang, namun dari kacamata bisnis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Modal, target pasar, setelah dapat modal alokasi dana kemana saja, dan sebagainya. Harus ada rencana yang rinci agar nantinya bisnis tidak salah arah jadi organisasi non profit,” ungkap Iwan dalam sesi Coffee Talk di Jakarta, Sabtu (22/2/2019).

Sekadar informasi, beragam ide usaha unik dan berkelanjutan telah dipresentasikan oleh 20 peserta Secangkir Semangat. Ada yang bergerak di sektor pangan, cinderamata hingga konstruksi. 

Sebut saja Titik Balik Coffee yang memberdayakan para warga binaan untuk menjadi karyawan, Ecopaving yang memanfaatkan sampah plastik untuk dijadikan bahan konstruksi dan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia yang bergerak di sektor pendidikan dan pertanian.

Ketiga ide bisnis ini merupakan pemenang dalam program Secangkir Semangat dan telah mendapatkan bantuan dana pembinaan dari Kapal Api.

2 dari 2 halaman

Tiga Pemenang

Sebelumnya, Kapal Api resmi tutup program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu dengan menggelar acara Awarding Night di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Dalam acara ini kemudian didapat tiga pemenang utama dengan ide usaha terbaik. Setelah melewati beragam seleksi, akhirnya tiga ide usaha dari anak muda Indonesia berhasil meyakinkan para juri, ide mereka nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Pemenang pertama ialah Meybi Agnesia Lomanledo asal Nusa Tenggara Timur dengan ide bisnis pengolahan daun kelor yang dimulai dengan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia, pemenang kedua ialah Azis Pusakantara asal Jakarta dengan ide usaha Ecopaving dan pemenang ketiga ialah Elven Aprilnico dengan ide usaha Titik Balik Coffee.

Meybi mengatakan, belum meratanya sekolah di daerah terpencil NTT menginspirasinya untuk mengedukasi masyarakat akan kemampuan soft skill di berbagai sektor.

“Warga mendambakan keterampilan yang peka terhadap kebutuhan sosial. Oleh karenanya kami dirikan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL TMOI) untuk mencapai tujuan itu,” ujar Meybi di Jakarta, Sabtu 22 Februari 2019.

Ketiga pemenang mendapatkan hadiah uang binaan dengan jumlah yang bervariatif. Untuk juara 1 mendapatkan Rp 250 juta, untuk juara 2 mendapatkan Rp 150 juta dan untuk juara 3 mendapatkan Rp 50 juta.

Para pemenang menegaskan, Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menjadi bekal luar biasa bagi mereka.

Ilmu dan pengalaman dari para mentor sangat berharga untuk kelanjutan bisnis mereka ke depan. Diharapkan, pemuda-pemuda ini dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya dapat berbisnis namun memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tiga Ide Usaha Terbaik Raih Penghargaan Kapal Api

Liputan6.com, Jakarta – Kapal Api resmi tutup program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu dengan menggelar acara Awarding Night di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Dalam acara ini kemudian didapat tiga pemenang utama dengan ide usaha terbaik. Setelah melewati beragam seleksi, akhirnya tiga ide usaha dari anak muda Indonesia berhasil meyakinkan para juri, ide mereka nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Pemenang pertama ialah Meybi Agnesia Lomanledo asal Nusa Tenggara Timur dengan ide bisnis pengolahan daun kelor yang dimulai dengan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia, pemenang kedua ialah Azis Pusakantara asal Jakarta dengan ide usaha Ecopaving dan pemenang ketiga ialah Elven Aprilnico dengan ide usaha Titik Balik Coffee.

Meybi mengatakan, belum meratanya sekolah di daerah terpencil NTT menginspirasinya untuk mengedukasi masyarakat akan kemampuan soft skill di berbagai sektor.

“Warga mendambakan keterampilan yang peka terhadap kebutuhan sosial. Oleh karenanya kami dirikan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL TMOI) untuk mencapai tujuan itu,” ujar Meybi di Jakarta, Sabtu (22/2/2019).

Ketiga pemenang mendapatkan hadiah uang binaan dengan jumlah yang bervariatif. Untuk juara 1 mendapatkan Rp 250 juta, untuk juara 2 mendapatkan Rp 150 juta dan untuk juara 3 mendapatkan Rp 50 juta.

Para pemenang menegaskan, Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu menjadi bekal luar biasa bagi mereka.

Ilmu dan pengalaman dari para mentor sangat berharga untuk kelanjutan bisnis mereka ke depan. Diharapkan, pemuda-pemuda ini dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya dapat berbisnis namun memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.


2 dari 2 halaman

Tingkatkan Sosial-Ekonomi Masyarakat

Sebelumnya, berkolaborasi dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sejak tahun lalu, Kapal Api luncurkan program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu yang digadang dapat menguatkan sosial-ekonomi masyarakat.

Program yang mengangkat tema Sociopreneur ini berusaha merangkul anak muda Indonesia untuk dapat berinovasi dalam bisnis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Program ini merupakan wadah bagi anak muda dengan ide dan semangat sociopreneur sehingga dapat menyalurkan aspirasinya.

“Kapal Api menyediakan wadah bagi anak muda agar berani membuat nyata tujuannya lewat mentoring sepanjang program. Kami optimis siapapun yang menang di akhir akan menjadi sociopreneur yang benar-benar bekerja nyata untuk negeri,” ujar Group Brand Manager Kapal Api, Johnway Suwarsono di Jakarta, Sabtu (22/2/2019).

Dari sekian ribu pelamar, hanya 20 peserta yang diundang untuk melakukan presentasi di acara Awarding Night kepada para juri dan investor.

Banyak ide usaha unik dan berkelanjutan yang dikemukakan, mulai dari ide usaha paving dari sampah plastik hingga pendirian sekolah untuk memberdayakan petani dan masyarakat akan sumber daya alam.

“Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu adalah wujud bahwa Kapal Api merupakan teman dan fasilitator bagi anak muda untuk mengembangkan bisnis besarnya,” tambah Johnway.

Program ini berlangsung dengan serangkaian kegiatan yaitu Networking Day, Apprenticeship, Workshop Sociopreneur with PLUS (Platform Usaha Sosial), Campus Talk serta Mentoring dan Prototyping yang dilaksanakan di 6 kota besar di Indonesia. Program ini diakhiri dengan acara Awarding Night di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Sociopreneur Bakal Kuatkan Sosial-Ekonomi Masyarakat

Liputan6.com, Jakarta – Berkolaborasi dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) sejak tahun lalu, Kapal Api luncurkan program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu yang digadang dapat menguatkan sosial-ekonomi masyarakat.

Program yang mengangkat tema Sociopreneur ini berusaha merangkul anak muda Indonesia untuk dapat berinovasi dalam bisnis sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Program ini merupakan wadah bagi anak muda dengan ide dan semangat sociopreneur sehingga dapat menyalurkan aspirasinya.

“Kapal Api menyediakan wadah bagi anak muda agar berani membuat nyata tujuannya lewat mentoring sepanjang program. Kami optimis siapapun yang menang di akhir akan menjadi sociopreneur yang benar-benar bekerja nyata untuk negeri,” ujar Group Brand Manager Kapal Api, Johnway Suwarsono di Jakarta, Sabtu (22/2/2019).

Dari sekian ribu pelamar, hanya 20 peserta yang diundang untuk melakukan presentasi di acara Awarding Night kepada para juri dan investor.

Banyak ide usaha unik dan berkelanjutan yang dikemukakan, mulai dari ide usaha paving dari sampah plastik hingga pendirian sekolah untuk memberdayakan petani dan masyarakat akan sumber daya alam.

“Program Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu adalah wujud bahwa Kapal Api merupakan teman dan fasilitator bagi anak muda untuk mengembangkan bisnis besarnya,” tambah Johnway.

Program ini berlangsung dengan serangkaian kegiatan yaitu Networking Day, Apprenticeship, Workshop Sociopreneur with PLUS (Platform Usaha Sosial), Campus Talk serta Mentoring dan Prototyping yang dilaksanakan di enam kota besar di Indonesia. Program ini diakhiri dengan acara Awarding Night di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

2 dari 2 halaman

Lahirkan Sociopreneur

Sebelumnya, Pemerintah dukung penuh para sociopreneurs dalam presentasi ide usaha di acara Awarding Night Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu.

Program yang merupakan inisiasi produsen kopi Kapal Api ini bertujuan menggerakan semangat sociopreneurship pada pemuda-pemuda Indonesia.

Dengan program ini, Kapal Api hendak lahirkan para sociopreneur yang tidak hanya andal dalam mengambil peluang bisnis namun dapat berkontribusi nyata untuk lingkungan dan masyarakat.

Roostiawati, Direktur Pengembangan Pasar Ditjen Binapeta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan mewakili Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri serta Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf turut hadir langsung untuk mendukung para peserta.

Sejak awal, pemerintah memang menyambut baik program ini karena dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sociopreneurs dapat menjadi agen perubahan dan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Seorang sociopreneur harus jeli dalam melihat dan menciptakan peluang serta memiliki komitmen dan upaya penuh terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar agar dapat menciptakan perubahan yang berbuah pada kesejahteraan bersama,” ujar Roostiawati di Hotel Grand Hyatt, Sabtu (23/02/2019).

Dalam acara ini, 20 peserta terbaik dengan ide usaha yang beragam beradu keunggulan produk dalam sesi Pitch The Deck.

Ide usaha mereka beragam, mulai dari pembuatan bahan pangan, home-made souvenir, hingga pemanfaatan sampah untuk dijadikan paving. Nantinya, para investor yang turut hadir akan menggali lebih lanjut mengenai produk di sesi pertanyaan.

Selain sesi Pitch The Deck, ada pula sesi Coffee Talk dengan beragam narasumber dibalut dengan acara hiburan. Acara Awarding Night ditutup dengan pengumuman dan pemberian hadiah kepada tiga pemenang serta pemberian penghargaan kepada para juri dan mentor.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

18 Kapal Terbakar di Pelabuhan Muara Baru

Liputan6.com, Jakarta – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melaporkan ada 18 kapal yang terbakar di dermaga Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019).

“Hingga saat ini ada 18 kapal yang terbakar,” demikian disampaikan Kasudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Satriadi Gunawan, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (23/2/2019). 

Api hingga pukul 20.30 WIB belum bisa dipadamkan meski 15 unit kendaraan pemadam yang terdiri dari tujuh unit pompa, tujuh unit pendukung dan 1 unit kapal pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan sumber api tersebut.

Suara ledakan sempat terdengar pada sekitar pukul 15.44 WIB dari salah satu kapal yang terbakar di Pelabuhan Muara Baru.

Selain petugas pemadam kebakaran, personel dari PMI, AGD, Satpol PP, Kepolisian, TNI, dan dinas perhubungan turut dikerahkan untuk membantu pemadaman.

2 dari 2 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

5 Negara dengan Tingkat Kelaparan Terparah di Dunia

Liputan6.com, Jakarta – Krisis pangan masih menjadi ancaman di sejumlah negara. Akibatnya, banyak orang yang mengalami kelaparan dan gizi buruk.

Masalah krisis pangan, gizi buruk, dan kelaparan banyak dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Di antaranya masalah iklim di negara tersebut. Alasan lain juga ada, misalnya karena adanya perang yang berkecamuk di negara itu.

Masalah ini tentu mengkhawatirkan. Pasalnya, banyak jiwa yang telah tewas akibat permasalahan ini. PBB pun telah melakukan banyak usaha untuk masalah ini.

Seperti dikutip dari laman Concernusa.org, Sabtu (23/2/2019), berikut 5 negara dengan masalah kelaparan terbesar di dunia:


Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Republik Afrika Tengah

Republik Afrika Tengah (CAR) tetap berada di urutan teratas dalam daftar ini sebagai “negara paling lapar di dunia.”

Republik Afrika Tengah telah mengalami ketidakstabilan, kekerasan etnis dan konflik sejak 2012. Hal ini mengganggu produksi pangan dan menggusur lebih dari satu juta orang. Lebih dari separuh penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan.

3 dari 6 halaman

2. Chad

Di Chad, kekeringan terus-menerus terjadi dan kehadiran hujan yang sulit diprediksi. Hal semacam ini akhirnya menyebabkan petani gagal panen.

Negara ini telah berjuang melawan krisis kelaparan selama bertahun-tahun. Sekitar sepertiga dari populasi mengalami kekurangan gizi kronis dan 40 persen anak di bawah lima tahun menjadi kerdil. Konflik di wilayah itu telah menyebabkan ratusan ribu pengungsi dari Nigeria, Republik Afrika Tengah, dan Sudan yang memasuki Chad. Kesemua pencari suaka itu pun membutuhkan bantuan makanan darurat.

4 dari 6 halaman

3. Yaman

Yaman berada dalam cengkeraman konflik brutal yang telah mendorong sebagian besar penduduk harus keluar dari negaranya.

Perang saudara terus memicu krisis pangan. Sekitar 18 juta orang menghadapi kelaparan dan delapan juta orang berisiko kelaparan.

Lebih dari 11 juta membutuhkan bantuan kemanusiaan hanya untuk bertahan hidup.

5 dari 6 halaman

4. Sierra Leone

Sierra Leone adalah satu dari lima negara dengan tingkat kelaparan yang mengkhawatirkan. Meskipun stabilitas politik dan perdamaian relatif setelah perang saudara selama satu dekade, kemiskinan yang merajalela terus meninggalkan Sierra Leone ke bagian bawah Indeks Pembangunan Manusia.

Sierra Leone dihantam keras oleh Ebola beberapa tahun yang lalu, yang dengan cepat diikuti oleh kekurangan pangan yang meluas. Negara ini terus terkena dampak banjir dan tanah longsor, yang terakhir menewaskan ratusan orang.

6 dari 6 halaman

5. Haiti

Haiti juga memiliki tingkat kelaparan tertinggi di dunia. Negara kepulauan ini telah menderita akibat ketidakstabilan politik dan bencana alam seperti badai, banjir, dan gempa bumi.

Lebih dari setengah populasi hidup dengan kurang dari US$ 2 per hari, dan degradasi lingkungan yang parah telah membatasi produksi pangan.

Cegah Api Meluas, Damkar Lokalisir Kapal-Kapal Nelayan di Muara Baru

Jakarta – Petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang melalap kapal-kapal nelayan di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Petugas melokalisir area kebakaran dan menggeser kapal yang belum terbakar.

“Hambatan karena memang kanan kirinya potensi perambatan kebakarannya lebih memungkinkan. Kita lokalisir dulu,” kata Kasudin Damkar Jakut, Satriadi Gunawan di lokasi, Sabtu (23/2/2019).

Informasi terakhir, kata Satriadi, 18 kapal sudah terbakar baik kapal besar maupun kecil. Seluruh kapal-kapal itu terbuat dari kayu.
Satriadi belum memastikan muatan kapal-kapal itu. “Ya kalau muatan sih kita belum cek bener, tapi yang pasti ini kan kapal untuk nelayan kemungkinan ada yang persiapan untuk berangkat atau yang memang sedang bersandar” ucapnya.

Sebanyak 98 personel damkar dan 20 unit damkar telah dikerahkan ke lokasi. Petugas masih berjibaku memadamkan api.

“Kita masih belum bisa prediksikan (kapan pemadaman selesai). Pokoknya prinsipnya secepatnya atasi semuanya. Pantang pulang sebelum padam,” ujarnya.

Petugas damkar awalnya menerima informasi kebakaran pukul 15.19 WIB. Hingga pukul 19.49 WIB, api masih berkobar.
(idh/knv)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>