AP I Ajak Pengusaha Ritel Investasi di Bandara Juanda

Liputan6.com, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) memperbesar saluran dan intensitas komunikasi serta peluang kerja sama dengan para calon mitra tenant di Bandara Juanda, Jawa Timur. Ini seiring rencana pengembangan Bandara Juanda, Jawa Timur hingga 2021.

Bandara Juanda merupakan bandara kedua terbesar dari sisi trafik penumpang pesawat di antara tiga belas bandara yang dikelola Angkasa Pura I setelah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Pada 2017, trafik penumpang di Bandara Juanda mencapai 20,1 juta orang. Pada 2018 ini, trafik penumpang di Bandara Juanda diprediksi meningkat menjadi 21,2 juta penumpang, tumbuh 5,5 persen.

“Angka 20 jutaan penumpang setiap tahunnya di Bandara Juanda ini merupakan pasar potensial bagi para pemilik bisnis ritel. Oleh karena itu kami mengundang para pemilik bisnis dan merek untuk hadir sebagai tenant di Bandara Juanda Surabaya untuk memberikan pelayanan kepada penumpang dan tumbuh bersama Angkasa Pura I,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji dalam keterangan tertulis, Kamis (25/10/2018).

Selain memberikan pelayanan jasa kebandarudaraan yang mengutamakan aspek safety, security, service, and compliance (3S 1C), Angkasa Pura I juga sangat memperhatikan kenyamanan penumpang pesawat. 

Kenyamanan di bandara merupakan faktor utama untuk mendorong penumpang dan calon penumpang berlama-lama berada di terminal bandara dan membelanjakan uang mereka di bandara. Oleh karena itu, Angkasa Pura I terus berupaya untuk meningkatkan kenyamanan di Bandara Juanda.

Salah satu upaya yang dilakukan baru-baru ini untuk meningkatkan kenyamanan adalah dengan menghadirkan fasilitas check-in (lapor diri) mandiri melalui Kiosk.

Fasilitas ini yang tersedia di Terminal 1A sebanyak 4 unit dan Terminal 1B sebanyak 7 unit ini mempermudah penumpang yang bepergian tanpa bagasi tercatat atau hanya membawa tas untuk dibawa ke kabin pesawat. 

Upaya ini dilakukan untuk menjaga raihan ketepatan waktu Bandara Juanda yang diakui secara internasional sebagai “Bandara Tepat Waktu se-Asia Tenggara” pada Agustus 2018 berdasarkan laporan bulanan lembaga analis perjalanan udara asal Inggris OAG. 

Dalam laporan tersebut, kinerja on-time performance (OTP) mencapai 93,7 persen di mana dengan angka ini menempatkan Bandara Juanda pada posisi pertama di atas Bandara Don Mueang Bangkok (83,9 persen) pada posisi dua dan Bandara Changi Singapura (82,8 persen) pada posisi ketiga.

Penghargaan serupa dari OAG pada konteks waktu satu tahun dan pada tingkat dunia, yaitu pada 2017, juga diraih oleh Bandara Juanda.

Bandara Juanda mencatatkan diri sebagai bandara paling tepat waktu di dunia pada kategori bandara besar (bandara dengan 10-20 juta penumpang per tahun), dengan tingkat OTP rata-rata 90,30 persen, bersaing dengan Bandara Honolulu di Amerika Serikat (87,53 persen), Bandara Salt Lake City di Amerika Serikat (87,2 persen), Bandara Brasilia di Brazil (87,07 persen), dan Bandara Brisbane di Australia (86,71 persen). 

Tingkat ketepatan waktu ini menunjukkan proses keberangkatan penumpang yang relatif cepat dan meminimalisir antrean di konter check-in. Hal ini merupakan salah satu indikator kenyamanan suatu bandara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *