Eko Roni dan Dwi Ani Retno Bawa Pelajaran Berharga dari Manila

Atlet penyumbang medali perak bagi Indonesia di ajang SEA Games ini, mengaku bahwa ia kerap tampil agresif dalam gulat. Hal ini nampaknya terbawa saat ia tampil, dimana ia sempat membanting lawan di awal stanza.

“Saya pikir saya unggul dari segi poin sebelum terkena sikutan. Satu hal yang dapat saya petik sebagai pelajaran adalah bagaimana mengatur ritme,” katanya.

“Di gulat, bisa saja maju terus untuk menyerang, namun di MMA, adakalanya saya harus mundur,” ujarnya.

“Rekan setim saya di Evolve, Alex Silva, mengatakan bahwa terlalu agresif di awal laga bukan strategi yang bagus, kecuali kalau sudah memasuki ronde akhir.”

Selepas laga, banyak yang menanyakan kondisinya, termasuk CEO One Championship Chatri Sidyodtong. Eko menjawab bahwa kondisinya baik-baik saja dan siap untuk kembali bertanding.

“Saya akan beristirahat seminggu, sebelum melakukan persiapan untuk laga selanjutnya. Saya siap untuk laga selanjutnya, karena ada rasa penasaran juga,” ujar Eko, yang saat ini berada di Samarinda, Kalimantan Timur bersama keluarga besarnya.

Terbaring di Ranjang RS, Ani Yudhoyono Nyoblos di Singapura

Singapura – Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019. Sambil terbaring di RS, istri Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mencoblos di Singapura.

Dalam foto yang diterima, Minggu (14/4/2019), petugas TPS PPLN Singapura mendatangi National University Hospital Singapura, di mana Ani tengah menjalani perawatan. SBY yang akan mencoblos di KBRI Singapura ikut mendampingi Ani di RS.

Bilik suara disediakan untuk Ani guna menggunakan hak pilihnya. Setelahnya, TPS PPLN Singapura memasukkan dua buah surat suara yang sudah dicoblos Ani ke dalam kotak suara. Surat suara tersebut untuk Pileg 2019 dan Pilpres 2019.

Petugas TPS PPLN Singapura memasukan surat suara yang dicoblos Ani di kotak suara.Petugas TPS PPLN Singapura memasukan surat suara yang dicoblos Ani di kotak suara. (Foto: Dok. Istimewa)

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief turut membagikan momen Ani mencoblos di Singapura. Andi berharap masyarakat juga menggunakan hak pilihnya ke TPS.

“Ibu Ani yang sedang terbaring sakit mencoblos, mudah-mudahan yang sehat walafiat mau ke TPS,” ujar Andi lewat Twitter.

Andi mengatakan, Ani mencoblos sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Sedangkan SBY mencoblos pukul 16.00 waktu setempat di KBRI Singapura.

“Ibu Ani akan mencoblos di ruangan perawatan. Petugas TPS PPLN Singapura akan hadir pukul 14.30 waktu Singapura,” sebut Andi.
(dkp/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

SBY Nyoblos di KBRI Singapura, Bu Ani di Ruang Perawatan

Jakarta – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istri, Ani Yudhoyono, akan menggunakan hak pilih mereka di Pilpres 2019 hari ini. Keduanya akan mencoblos di Singapura di tempat yang berbeda.

Politikus Andi Arief mengatakan SBY akan mencoblos di KBRI Singapura. SBY mencoblos pada sore harinya waktu setempat

“Pukul 16.00 SBY akan mencoblos di KBRI,” ujar Andi Arief.

Sementara itu, Ani Yudhoyono, karena masih dirawat di NUH Singapura, akan mencoblos di ruang perawatan. Seperti diketahui, Ani Yudhoyono tengah berjuang melawan kanker darah.

“Ibu Ani akan mencoblos di ruangan perawatan. Petugas TPS PPLN Singapura akan hadir pukul 14.30 waktu Singapura,” sebut Andi.

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(gbr/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

AHY Mohon Doa Kesembuhan Ibu Ani Saat Kampanye di Cirebon

Di hadapan para kader, relawan dan caleg Partai Demokrat, AHY optimis akan membuat suara partai lebih soild di Cirebon dan Indramayu.

Dia menyebutkan, ditengah kerja kerasnya safari politik, dia menargetkan penambahan 2 suara di DPR RI, serta 3 suara di DPRD.

“Prinsip Demokrat yang sampai saat ini menjadi semangat perjuangan adalah selalu berpihak kepada rakyat. Perlu ada perhatian dan bantuan langsung yang diberikan negara maupun pemerintah daerah melalui program pro rakyat,” ujar dia.

Dalam menyikapi isu politik saat ini, AHY menegaskan Partai Demokrat selalu mengedepankan isu persatuan. Dia meyakini, pesrsatuan dan kemajemukan menjadi kekuatan Indonesia.

Namun, dia mengakui, isu politik yang berkembang saat ini memiliki kerawanan ketika masyarakat terlalu mudah diadu domba. Sehingga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Ada kerawanan ketika terlalu mudah dibenturkan sesama anak bangsa apalagi diperkeruh dengan isu politik yang seharusnya bisa dimoderasi sehingga jangan sampai masyarakat pendukung 01 atau 02 saling bertabrakan. Isu ini sudah sampai ke akar rumput loh dan ini jadi konsen kita semua agar tidak saling bertabrakan,” ujar dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Sikap politik Partai Demokrat memungkinkan partai besutan SBY bergabung dengan pemerintah

SBY dan Bu Ani Nyoblos di Singapura 14 April

Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya, Ani Yudhoyono, akan menggunakan hak suara mereka untuk Pemilu 2019 di Singapura. Keduanya akan mencoblos pada 14 April 2019.

“Pada tanggal 14 April, Pak SBY dan Ibu Ani Yudhoyono akan menjalankan haknya sebagai warga negara dalam Pemilu 2019 di Singapura,” kata Wasekjen PD Rachland Nashidik kepada wartawan, Senin (8/4/2019).

SBY dan Bu Ani Nyoblos di Singapura 14 AprilFoto: Wasekjen PD Rachland Nashidik. (Farih-detikcom)

SBY akan mencoblos di Kedubes RI di Singapura. Sementara itu, Ani Yudhoyono akan mencoblos di rumah sakit lantaran harus berjuang melawan kanker darah. Untuk diketahui, Ani Yudhoyono sedang dirawat di National University Hospital di Singapura.

“Pak SBY akan memberikan suaranya di Kedubes RI di Singapura. Ibu Ani, karena masih dalam perawatan, akan diatur oleh pihak Kedubes RI agar dapat memberikan suaranya di rumah sakit,” sebut Rachland.

Untuk diketahui, pemungutan suara di luar negeri dilaksanakan bertahap sejak tanggal 8 sampai 14 April 2019. Pemungutan suara di luar negeri lebih awal dari pemungutan suara di dalam negeri.
(gbr/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Annisa Pohan Ungkap Kondisi Terkini Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta – Ibu mertua Annisa Pohan, Ani Yudhoyono, masih berjuang melawan sakit kanker yang dideritanya. Seperti diketahui, istri Susilo Bambang Yudhoyono itu menjalani pengobatan intensif di Singapura.

Sang menantu Annisa Pohan memberi kabar terbaru mengenai kondisi Ani. Lewat Instagram, ia mengunggah foto mertuanya yang terbaring di kamar Intensive Care Unit (ICU).

Annisa Pohan yang kebetulan sedang bertugas menemani Ani Yudhoyono bersama anaknya, Aira menceritakan keadaan sang mertua saat ini. Perpindahan Ani Yudhoyono ke ruang ICU bukanlah tanpa alasan.

Jadi selama beberapa hari kemarin Memo dipindahkan ke ICU untuk lebih dimonitor lebih dekat karena sempat demam tinggi,” tulis Annisa Pohan di keterangan foto.

Istri Agus Harimurti ini juga menjelaskan mengapa putrinya tidak bisa ikut masuk menjenguk nenek tercinta.

Di ICU NUH patient boleh ditemani 2 orang dewasa dalam satu waktu tapi usia di bawah 12 tahun tidak boleh masuk. Jadilah Aira menunggu di ruang tunggu saja,” jelasnya.

Cerita AHY tentang Kondisi Terkini Ani Yudhoyono

Liputan6.com, Jakarta – Sudah hampir 2 bulan, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono dirawat di Singapura karena kanker darah. Putra sulung SBY dan Ani, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun menceritakan kondisi ibunya saat ini sudah stabil.

Walaupun, kata dia, Ani Yudhoyono masih dalam pengobatan.

“Mendapatkan kabar langsung dari Singapura kebetulan saat ini yang sedang menjadi suster jaganya adalah istri saya Annisa dan alhamdulillah secara umum stabil walaupun tentunya masih dirawat secara intensif dan sekarang Ibu Ani masih dalam siklus kedua dalam pengobatan terhadap kanker darahnya,” kata AHY di Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019) malam.

AHY menjelaskan, saat ini, Ani Yudhoyono sedang menjalani beberapa treatment. Dia berharap, kondisi Ani Yudhoyono akan semakin membaik.

“Yang lebih penting lagi adalah fighting spirit, sehingga bisa memiliki ketabahan dan kekuatan untuk mengalahkan kanker darahnya ya memang agresif,” kata AHY.

Dia pun berharap masyarakat selalu mendoakan Ani Yudhoyono. Juga berharap bisa kembali pulih dan beraktivitas seperti biasanya.

“Mudah-mudahan semakin baik saya mohon doanya juga pada teman-teman sekalian dari masyarakat,” ungkap AHY.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

AHY: Kondisi Ibu Ani Stabil dan Punya Semangat Melawan Kanker Darah

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan kondisi terkini ibundanya, Ani Yudhoyono yang menderit penyakit kanker darah atau leukimia. Hal itu disampaikan dalam acara Grand Launching Metode At-Taisir Cara Cepat Menghafal Al-Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

“Sampai dengan hari ini Ibu Ani masih menjalani perawatan dan pengobatan yang intensif,” kata AHY di lokasi, Minggu (31/3/2019).

Dia melanjutkan, sampai ini Ibu Ani masih bersemangat menjalani pengobatan. Meskipun setiap proses pengobatannya memiliki efek samping yang cukup berat.

“Masih dalam kondisi yang stabil, karena untuk melawan kanker darah diperlukan daya tahan yang baik. Obat-obat yang dikonsumsi pun memiliki efek samping yang berat,” ungkap AHY.

“Tapi alhamdulillah Ibu Ani sekarang stabil dan terus memiliki semangat untuk mengalahkan kanker atau fighting spirit yang kuat untuk bisa melawan kanker darah,” sambung dia.

Sementara, Ketua MPR Zulkifli Hasan yang ikut menghadiri acara Grand Launching Cara Cepat Menghapal Al Quran Metode At-Taisir di Masjid Istiqlal, juga sempat mendoakan Ibu Ani Yudhoyono.

“Hari ini kita juga bersama-sama mendoakan Ibu Ani supaya diberikan kesabaran dan segera diangkat penyakitnya,” kata Zulkifli.

Selain itu, dia juga sempat mendoakan hal lainnya untuk AHY. Dia mendoakan AHY untuk bisa menjadi the next leader.

“Mas AHY ini kita doakan jadi next pemimpin kita, kalau saya dari dulu sudah mendukung” ungkap Zulkifli.

 

Reporter: Sania Mashabi

Puan Jenguk Ani Yudhoyono, AHY: Hubungan Manusiawi, Tak Ada Unsur Politik

Jakarta – Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan tak ada unsur politik saat Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura. Bagi AHY, kunjungan Puan itu semata-mata hubungan manusiawi.

“Saya tidak melihat secara politik, ini adalah hubungan yang sangat manusiawi sangat humanis di mana, ibu Puan Maharani berkenan untuk mengunjungi RS di Singapura memberikan doa dan perhatian untuk kesembuhan ibu Ani walau tidak bisa bertemu secara langsung tapi diterima oleh pak SBY dan istri saya yang sedang jaga di sana,” kata AHY di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).

AHY mengatakan Puan disambut langsung oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain itu, AHY juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan perhatian kepada ibundanya yang tengah berjuang melawan kanker darah.

“Saya tidak melihat ada unsur politik di sana saya justru berterima kasih kepada beliau dan siapapun para tokoh yang berkenaan meluangkan waktu dan tenaganya untuk bisa datang dan memberikan atensi ataupun doa yang baik untuk ibu Ani,” ujarnya.

Puan sebelumnya menjenguk Ani Yudhoyono yang tengah dirawat di NUH Singapura, Kamis (21/3/2019) sore waktu setempat. Puan didampingi MenPAN-RB Syafruddin dan Wakil Ketua DPR F-PDIP Utut Adianto.

Pengamat politik Rico Marbun menganggap kunjungan Puan tersebut bisa dilihat dalam dua makna. Pertama, sisi kemanusiaan; dan kedua, urusan politik antara PDIP dan Partai Demokrat (PD).

“Ada dua sisi. Kemanusiaan dan politis. Dari sisi kemanusiaan sebenarnya apa yang dilakukan Mbak Puan ini teladan yang juga dicontohkan oleh founding fathers kita. Beda pendapat tak berarti rusak hubungan pribadi. Namun secara politis, ini juga bisa mencairkan hubungan yang dingin antara SBY dengan Megawati,” kata Rico saat dihubungi, Kamis (21/3/2019) malam.

Dia mengatakan kehadiran Puan dianggap mampu mencairkan hubungan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memuluskan kerja sama politik dua partai. Apalagi, menurutnya, PD tidak memberi sanksi bagi kadernya yang merapat ke kubu 01. Maka dia melihat pertemuan Puan dengan SBY saat menjenguk Ani Yudhoyono sebagai ‘back door’ politik antara PD dan PDIP.

(knv/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dua Makna Puan Maharani Jenguk Ani Yudhoyono

Jakarta – Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani menjenguk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang tengah dirawat di Singapura. Puan disambut langsung oleh SBY.

Pakar politik Rico Marbun menganggap, kunjungan Puan tersebut bisa dilihat dalam dua makna. Pertama sisi kemanusiaan, dan yang kedua urusan politik antara PDIP-Partai Demokrat (PD).

“Ada dua sisi. Kemanusiaan dan politis. Dari sisi kemanusiaan sebenarnya apa yang dilakukan Mbak Puan ini teladan yang juga dicontohkan oleh founding fathers kita. Beda pendapat tak berarti rusak hubungan pribadi. Namun secara politis, ini juga bisa mencairkan hubungan yang dingin antara SBY dengan Megawati,” kata Rico saat dihubungi, Kamis (21/3/2019) malam.

Dia mengatakan, kehadiran Puan dianggap mampu mencairkan hubungan antara Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memuluskan kerjasama politik dua partai. Apalagi, menurutnya, PD tidak memberi sanksi bagi kadernya yang merapat ke kubu 01. Maka dia melihat, pertemuan Puan dengan SBY saat menjenguk Ani Yudhoyono sebagai ‘back door’ politik antara PD-PDIP.

“Bukan rahasia lagi, hubungan yang masih dingin ini menghambat banyak kemungkinan kerjasama politik yang besar antara PDIP dan Demokrat. Hubungan informal ini bila berlanjut bisa memuluskan kerjasama politik, minimal sekarang ini Demokrat secara struktural tidak terdengar memberi sanksi dan hukuman yang kuat bila ada kadernya atau kepala daerah yang berasal dari Demokrat mendukung Jokowi. Jadi ini semacam ‘back door’ politik antara Demokrat dan PDIP,” paparnya.

Menko PMK Puan Maharani menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura.Menko PMK Puan Maharani menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura. Foto: Menko PMK Puan Maharani menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura. (dok Partai Demokrat)

Senada dengan Rico, pengamat politik Hendri Satrio juga melihat ada sinyal politik dari kunjungan Puan ke Singapura menjenguk Ani Yudhoyono. Apalagi, Puan terbang didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PANRB) Syafruddin dan Wakil Ketua DPR F-PDIP Utut Adianto. Sehingga menurutnya, kedatangan Puan juga bisa dimaknai untuk mendinginkan suhu politik persaingan Megawati dan SBY.

“Memang yang menarik itu justru yang menemani Puan itu Pak Syaf sama Pak Utut, makanya jadi menarik. Tapi intinya ini mendinginkan suhu politik antara dua kubu dan persaingan antara SBY sama Bu Mega. Jadi artinya selain pertemanan ini juga membawa misi-misi politik, ” kata Hendri dihubungi terpisah.

Misi politik yang dikatakan Hendri yakni terkait beberapa kader PD yang membelot mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia memaknai, kader Demokrat yang berlabuh ke 01 ini akan diakomodasi oleh PDIP.

“Seperti kita tahu kan ada beberapa kader Demokrat yang juga menyatakan dukungan pada Jokowi, maka dengan kehadiran lengkap ini Pak BG datang, Pak Utut juga ketua fraksi DPR PDIP, ini memang sebuah langkah politik juga yang seolah diharapkan ditafsirkan oleh pendukung Demokrat sebagai akomodasi atau sifat akomodatif dari SBY menerima berbagai sisi kelompok,” tuturnya.

“Jadi dua hal itu, yang pertama humanis dari sisi kemanusiaan dan pertemanan, kedua dari sisi politis melambangkan simbol akan diterimanya, akan diakomodasinya para pendukung Demokrat yang memutuskan mendukung Pak Jokowi,” sambung Hendri.

Meski demikian, dia menyebut, dari dua poin kunjungan Puan ke Singapura lebih kepada sisi kemanusiaan. Apalagi, katanya, SBY dan Megawati memiliki hubungan yang kental.

“Sisi humanis, itu kan pasti ada kaitannya dengan kemanusiaan, menjenguk, persahabatan itu kan Pak SBY dan Ibu Mega pernah punya sejarah yang manis dan kedua orang ini persahabatannya juga cukup kental waktu Pak TK (Taufiq Kiemas) meninggal, Pak SBY juga langsung memberikan belasungkawa, jadi sepertinya ini hubungan pertemanaa saja. Saya rasa humanisnya lebih besar di sini. sebaiknya kita tidak menarik kesimpulan ke poin politik, tapi ke poin humanis. Mudah-mudahan Ibu Ani cepat sembuh,” jelas Hendri.
(idn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>