Anggota Komisi I DPR Kecam Penembakan di Masjid Selandia Baru

Dalam pernyataan resminya terkait penembakan saat salat Jumat tersebut, Charles yang berkeyakinan non-Muslim juga menyoroti ucapan yang dilontarkan oleh senator dari Queensland (Australia), Fraser Anning, yang menyebut bahwa tragedi itu adalah ‘harga yang pantas dibayar’ oleh Muslim.

“Saya juga mengutuk keras pernyataan resmi Senator Fraser Anning dari Queensland, Australia, yang pada intinya menganggap bahwa teror terhadap masjid di Christichursh adalah harga yang pantas dibayar Umat Islam dan bahwa Islam adalah ideologi kekerasan,” tegasnya.¬†

Menurutnya, kata-kata Anning telah melukai perasaan umat Islam dan non-Muslim, serta tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap upaya masyarakat dari berbagai pihak dalam membangun perdamaian dan pengertian antar umat beragama, termasuk di Selandia Baru.

“Pernyataan Fraser Anning menunjukkan ketidakpahaman dan kesalahan persepsi yang akut terhadap Islam dan umat islam. Pernyataan semacam itu hanya bisa keluar dari seorang tokoh politik yang miskin¬†‘wisdom’ (deficit of wisdom),” kata politikus PDIP ini.

Ia menilai perusakan, kekerasan dan penodaan terhadap tempat ibadah umat Islam maupun keyakinan lainnya adalah sesuatu yang tidak dapat dibenarkan, dengan alasan apa pun dan atas nama apa pun. Sebab bagi dirinya, tidak ada agama yang membenarkan kekerasan terhadap orang-orang sipil yang tidak berdosa.

“Tempat ibadah adalah tempat di mana kita menumbuhkan dan merawat perdamaian dan kedamaian. Kepada seluruh umat beragama, demi kemanusiaan, mari kita jadikan ektrimisme dan kekerasan sebagai musuh bersama,” tandas Charles.

Anggota DPR Ini Minta Pemerintah Larang Senator Australia Fraser Anning Masuk Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengecam pernyataan Senator Fraser Anning dari Queensland, Australia yang menyalahkan imigran muslim atas penembakan di 2 Masjid Selandia Baru. Menurutnya, pernyataan Fraser menunjukkan ketidakpahaman dan kesalahan persepsi terhadap umat Islam.

“Saya juga mengutuk keras pernyataan resmi Senator Fraser Anning dari Queensland, Australia, yang pada intinya menganggap bahwa teror terhadap masjid di Christichursh adalah harga yang pantas dibayar Umat Islam dan bahwa Islam adalah ideologi kekerasan,” kata Charles kepada wartawan seperti dikutip Antara, Sabtu (16/3).

Dia meminta pemerintah Indonesia melarang Fraser masuk ke Indonesia. Sebab, ucapan Fraser berpotensi memecah belah umat beragama.

“Atas nama seluruh bangsa Indonesia yang mencintai perdamaian, saya meminta Pemerintah Indonesia melarang Fraser Anning untuk memasuki wilayah Indonesia untuk alasan apapun agar tidak menularkan cara pandang yang dapat memacah belah umat beragama tersebut,” tegasnya.

Selain itu, kata Charles, ucapan Fraser akan melukai hati para umat beragama yang sudah berupaya keras membangun perdamaian dan toleransi.

“Pernyataan tersebut melukai perasaan Umat Islam dan Non- Muslim dan tidak berkontribusi apapun terhadap upaya kita membangun perdamaian dan saling pengertian antar umat beragama,” ujar Charles.

Meski demikian, Politikus PDIP ini menyebut aksi penembakan di 2 masjid di Christchurch, Selandia Baru bentuk kebiadaban. Dia juga menyampaikan belasungkawan kepada seluruh korban tewas dari insiden ini. Sejauh ini, 50 orang dikabarkan tewas akibat penembakan tersebut.

“Tindakan tersebut adalah ekspresi kebiadaban yang mencederai rasa kemanusiaan siapapun, khususnya karena dilakukan di tempat ibadah yang disucikan Umat Islam,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Charles juga memuji gerak cepat pemerintah Selandia Baru dalam menangani kasus ini. Dia berharap seluruh pelaku bisa segera ditangkap dan diadili. Sebab, aksi penembakan yang dilakukan para pelaku tidak dibenarkan atas dasar dan alasan apapun.

“Perusakan, kekerasan dan penodaan terhadap tempat ibadah Umat Islam maupun terhadap tempat ibadah agama manapun tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun dan atas nama apapun. Tidak ada agama yang membenarkan kekerasan terhadap orang-orang sipil yang tidak berdosa. Sebaliknya, tempat ibadah adalah tempat di mana kita menumbuhkan dan merawat perdamaian dan kedamaian,” tandasnya.

Anggota FBR Pose 2 Jari di Deklarasi Pro-Jokowi, TKN Tanggapi Santai

Jakarta – Video anggota Forum Betawi Rempug (FBR) berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat viral. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi santai hal itu.

“Menurutku susup-menyusup, atau indisipliner dalam kelompok ini banyak terjadi. Karena cair dan kerumunan, maka santai saja,” ujar Influencer TKN Jokowi-Ma’ruf, Eva Sundari, kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Eva pun mengapresiasi gerak cepat Ketua Umum FBR Lutfi Hakim yang telah mengambil tindakan. Menurutnya, hal itu memang harus dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait sikap organisasi.
“Jika yang bersangkutan keberatan tidak usah diundang di kegiatan FBR terkait kampanye Jokowi. Tunggu sampai coblosan kelar, baru gabung lagi toh pemilu 5 tahun sekali doang,” katanya.

Sebelumnya, Viral video anggota FBR berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. Dalam video tersebut, dua anggota FBR terlihat berpose gestur 2 jari khas pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim buka suara soal anggotanya yang berpose 2 jari. Dia mengatakan sudah mengambil tindakan terhadap anggotanya yang menunjukkan pose 2 jari.

Lutfi juga mengatakan, tiga anggota FBR tersebut sudah meminta maaf. Dia mengatakan FBR solid mendukung pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Kemarin itu yang hadir 36 ribu orang, dan itu cuma segelintir orang, ulah 3 orang, nggak mungkin merusak yang 36 ribu. Itu kita sudah ambil tindakan. Kalau dia masih melakukan hal yang sama, kita keluarkan. Selagi kita bisa bina, kita akan bina karena suara mereka 3, kan lumayan, sama anak istrinya. Kita perlu pendekatan ke masyarakat, jadi nggak perlu tindakan tegas. Selagi bisa kita bina, kita bina dan kasih pengertian kepada mereka, karena kita tak anggap sebagai hambatan. Harus dijadikan peluang kepemimpinan FBR di masing-masing wilayah harus bisa dibuktikan,” kata Lutfi saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3).
(mae/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Sesalkan FBR Tindak Anggota yang Pose 2 Jari: Itu Hak Warga Negara

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyayangkan Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim yang mengambil tindakan pada anggotanya yang berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. BPN menegaskan, memilih capres-cawapres merupakan hak individu setiap warga negara.

“Memilih capres dan cawapres adalah hak individual setiap warga negara. Jadi setiap warga negara memiliki hak secara pribadi untuk menentukan siapa capresnya. Kalau ada organisasi tertentu yang menyatakan untuk mendukung capres tertentu itu bagian kebijakan organisasi, tapi hak personal dari masing-masing individu itu dijamin oleh UU,” ujar juru debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, kepada wartawan, Kamis (13/3/2019).

Saleh mengatakan, kebebasan memilih capres-cawapres dijamin oleh undang-undang. Tidak boleh ada orang ataupun organisasi yang memaksakan untuk memilih capres tertentu. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi demokrasi.
“Tidak boleh ada yang memaksakan pilihan tertentu dalam negara demokrasi. Justru demokrasi itu bisa tumbuh dengan baik jika masyarakatnya diberikan kebebasan untuk memilih. Tapi jika ada penekanan untuk memilih calon tertentu ya bukan demokrasi. Kita ingin seluruh ormas dan parpol sekalipun itu tetap memberikan kebebasan pada anggotanya untuk memilih capres cawapresnya,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Saleh, dukungan anggota FBR itu menunjukkan besarnya dukungan rakyat kepada Prabowo-Sandiaga. Meski ada arahan-arahan untuk memilih calon presiden tertentu.

“Justru dengan tindakan seperti ini itu pasti disadari oleh mereka. Artinya mereka memang ingin mendukung 02. Itu memperlihatkan besarnya dukungan pada Prabowo-Sandi. Nanti pada saatnya di TPS mereka yang akan menentukan siapa yang akan mereka pilih. Seperti saat kepala daerah yang mendukung 01, kami tidak takut, karena itu kan hanya kepala daerahnya saja, warganya nggak,” ujar Politikus PAN itu.

Sebelumnya, Viral video anggota FBR berpose 2 jari saat deklarasi mendukung Jokowi di lapangan Puri Mansion, Jakarta Barat. Dalam video tersebut, dua anggota FBR terlihat berpose gestur 2 jari khas pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua Umum FBR Lutfi Hakim buka suara soal anggotanya yang berpose 2 jari. Dia mengatakan sudah mengambil tindakan terhadap anggotanya yang menunjukkan pose 2 jari.

Lutfi juga mengatakan, tiga anggota FBR tersebut sudah meminta maaf. Dia mengatakan FBR solid mendukung pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Kemarin itu yang hadir 36 ribu orang, dan itu cuma segelintir orang, ulah 3 orang, nggak mungkin merusak yang 36 ribu. Itu kita sudah ambil tindakan. Kalau dia masih melakukan hal yang sama, kita keluarkan. Selagi kita bisa bina, kita akan bina karena suara mereka 3, kan lumayan, sama anak istrinya. Kita perlu pendekatan ke masyarakat, jadi nggak perlu tindakan tegas. Selagi bisa kita bina, kita bina dan kasih pengertian kepada mereka, karena kita tak anggap sebagai hambatan. Harus dijadikan peluang kepemimpinan FBR di masing-masing wilayah harus bisa dibuktikan,” kata Lutfi saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/3/2019).
(mae/abw)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Begini Kondisi Anggota dan Warga yang Terkena Bom Teroris di Sibolga

Liputan6.com, Jakarta – Ledakan bom di rumah terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara melukai seorang anggota kepolisian dan warga setempat. Keduanya terkena serpihan bom rakitan milik terduga teroris bernama Husain alias Abu Hamzah yang meledak saat penyergapan.

“(Petugas) luka di bagian mata dan tangan. Saat ini proses perawatan RS di daerah Sibolga. Masyarakatnya juga kena luka di bagian wajah dan tangan, satu orang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Sementara tubuh istri dan anak Husain terkoyak menjadi beberapa bagian. Polisi telah mengidentifikasi bagian tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sebagai seorang wanita berusia sekitar 30 tahun lebih dan seorang balita berusia sekitar 2 tahun.

Hingga saat ini, TKP belum bisa dinyatakan aman. Polisi juga belum bisa bergerak bebas melakukan olah TKP karena dikhawatirkan masih ada bom rakitan yang dapat meledak kapan saja.

Police line aja belum bisa dipasang karena dikhawatirkan di balik reruntuhan bangunan itu masih ada sisa-sisa bom yang belum meledak. Kalau masih bisa dilihat, bom tersebut akan langsung diledakkan oleh tim Gegana dengan menggunakan robot. Jadi tidak bisa mendekat langsung karena cukup berbahaya,” ucap Dedi.

Penangkapan Husain alias Abu Hamzah dilakukan Densus 88 Antiteror Polri di Sibolga pada Selasa 12 Maret 2019 sekitar pukul 14.23 WIB. Dalam operasi itu, sebuah bom meledak dari dalam rumah pelaku yang melukai petugas kepolisian.

Pada operasi itu, polisi baru bisa menangkap Husain. Sementara istri dan anaknya memilih bertahan di dalam rumah. Aparat terus melakukan negosiasi untuk membujuk istri dan anak Husain menyerahkan diri.

Namun negosiasi akhirnya gagal setelah istri Husain memilih meledakkan diri menggunakan bom rakitan dari dalam rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Istri dan anak Husain tewas dalam peristiwa tersebut.

Anggota Satgas Pengawal Capres Prabowo Sampaikan Permohonan Maaf

Liputan6.com, Jakarta – Seorang anggota Satgas Pengawal Capres Prabowo Subianto, AKBP Rahmat Hakim menyampaikan permintaan maaf. Hal ini menyusul viralnya video capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang terlihat menegur seorang ketika berkampanye.

Video itu kemudian ramai dibicarakan publik, lantaran Prabowo diduga memarahi seorang warga yang ingin mendekatinya.

“Saya AKBP Rahmat Hakim, Satgas Pamdal VVIP Mabes Polri yang ditugaskan selaku ADC paslon Capres 02 Bapak H. Prabowo Subianto, kami memohon maaf pada masyarakat Cianjur, serta kepada Bapak H Prabowo Subianto atas kegiatan pengawalan yang kami laksanakan,” kata dia dikutip dari video Instagram @Indonesiaadilmakmur, seperti dilihat Liputan6.com, Selasa (12/3/2019).

Menurut Hakim, ketika itu Prabowo bukan sedang menegur seorang warga, melainkan anggota Satgas yang tengah melakukan pengawalan. Hakim mengatakan, situasi ketika itu cukup padat lantaran banyak masyarakat antusias mendekati Prabowo.

“Bapak Prabowo Subianto mengingatkan kami untuk menjaga keselamatan masyarakat dan bersikap lebih humanis kepada masyarakat,” terang AKBP Hakim.

Lewat surat terbuka ini, AKBP Hakim dan satuannya berharap dapat meluruskan pemberitaan publik yang simpang siur, terkait insiden yang terjadi.

“Demikian penyampaian kami untuk meluruskan berita-berita hoaks beredar, terimakasih,” tutup dia.

3 Hal Terkait Gugurnya Anggota TNI Usai Adu Tembak dengan KKB

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Yosua Pandit Sembiring menegaskan, kehadiran prajurit TNI di Papua untuk melindungi, bukan menakuti rakyat.

“TNI adalah pelindung rakyat,” tegas Yosua dalam upacara penerimaan Satgas TNI di Markas Yonif RK 751/VJS, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis 7 Maret 2019.

Pernyataan itu disampaikan di hadapan prajurit TNI dari Yonif Raider 321/Galuh Taruna dan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha yang akan bertugas di Bumi Cenderawasih.

“Kalian adalah prajurit-prajurit pilihan yang bertugas melindungi rakyat Indonesia, karena itu jangan sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat dimana ditugaskan,” katanya dilansir dari Antara.

Dia menambahkan, Papua adalah wilayah NKRI yang memiliki nilai strategis bagi pertahanan negara dan mempengaruhi langsung terhadap kedaulatan bangsa.

“Masih terdapat kelompok kriminal bersenjata yang aktif melakukan teror, pembunuhan dan tindak kriminal lainnya baik terhadap aparatur negara maupun warga masyarakat,” ujarnya.

Selain aksi kriminal, kelompok kriminal bersenjata juga aktif mengganggu program strategis nasional, seperti pengerjaan proyek Trans Papua di Kabupaten Nduga.

“Karena itu, saya perintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam setiap kegiatan,” ujar Pangdam.

3 Anggota TNI Gugur Ditembak di Papua, Pangdam: Kita Tak akan Mundur!

Jayapura – Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, menegaskan pihaknya tak akan mundur meski anggotanya gugur ditembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), di Nduga Papua. TNI tetap akan memburu KKSB hingga ke pelosok Papua.

“TNI akan terus mem-back up Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap aksi-aksi kelompok bersenjata yang meresahkan masyarakat Papua. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah mundur selangkah pun dalam menghadapi KKSB. Meskipun beberapa prajurit TNI-Polri telah gugur dalam tugas, namun kami tetap berkomitmen untuk melindungi warga masyarakat Papua dari teror yang dilakukan KKSB, ” tegas Yosua, dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (7/3/2019).

Pangdam Yosua mengatakan bahwa ke-3 prajurit TNI tersebut telah gugur demi menjalankan tugas mulia untuk menegakkan kedaulatan bangsa. Baginya, ketiga prajurit itu ialah pahlawan.

“Mereka adalah pahlawan kusuma bangsa yang telah rela mengorbankan nyawanya demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua,” tegasnya.

Namun demikian, Yosua menegaskan TNI tidak akan berhenti untuk mengamankan dan membantu pemerintah untuk membangun kabupaten Nduga. Dia dan Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya 3 prajurit terbaik bangsa.

“Kejadian ini juga sekaligus membuktikan bahwa kelompok separatis bersenjata lah yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat Papua. Mereka tidak segan membunuh aparat dan warga sipil yang tidak mendukung mereka,” ucap Yosua.
(rvk/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

3 Anggota TNI yang Gugur di Papua Diserang Puluhan KKSB

Timika – Tiga angoota TNI yang gugur dalam baku tembak dengan KKSB( Kelompok Kriminal Separatis Beraenjata) di wilayah Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Mereka diduga ditembak oleh 50-70 orang KKSB.

Kapendam Cenderawasih Kolonel M Aidi, mengatakan, pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang tersebut baru tiba di Distrik Mugi dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan. Tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.

“Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan, dan berhasil memukul mundur kelompok KKSB sampai menghilang kedalam hutan belantara,” tutur Aidi, kepada detikcom, Kamis (7/3/2019).

“Akibat serangan tersebut menyebabkan 3 orang prajurit gugur sebagai kusuma Bangsa atas nama Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu Aji,” sambungnya.

Ketiga anggota TNI yang gugur merupakan Pasukan yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum), yang sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena- Mumugu. Mereka mendapatkan serangan dari pihak KKSB pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi sekitar pukul 08.00 WIT, Kamis pagi.

Ketiga jenazah direncanakan akan diterbangkan ke kampung halamnya besok Jumat (8/3). Serda Mirwariyadin direncanakan akan diterbangkan ke NTB, Serda Yusdin akan di terbangkan ke Makassar (Palopo Sulsel) dan Serda Siswanto Bayu Aji akan diterbangkan ke Jawa Tengah (Grobokan Jateng).

(rvk/aud)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Identitas 3 Anggota TNI yang Gugur Ditembak Papua

Jayapura – Tiga anggota TNI gugur dalam baku tembak di Nduga, Papua. 3 Anggota TNI tersebut ditembak saat menjalani operasi di Distrik Yigi.

Kapendam Cendrawasih, Kolonel M Aidi, membenarkan info tersebut. 3 anggota TNI yang gugur adalah:

1. Serda Siswanto Bayu( 24)
2. Serda Yusdin (23)
3. Serda Mirwayadi( 25)

Ketiga korban telah dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Penerbad 412-HA5177. Sekitar pukul 15.20 WIT, ketiga jenazah itu tiba di Hanggar Heli Penerbad di Timika.

“Memang ada informasi bahwa ada kontak, tapi kami belum bisa menghubungi pos di Yigi, karena komunikasi hanya bisa lewat radio,” kata Kolonel M Aidi, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (7/3/2019).

Ketiga Jenazah disemayamkan di ruang jenazah RSUD Timika setelah kegiatan visum dilakukan. Rencana Proses evakuasi pengiriman jenazah masih menunggu dari kesatuannya.

(rvk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>