Dianggap Biarkan Hoax Beredar, Ma’ruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin dilaporkan anggota Advokat Peduli Pemilu (APP), Wahid Hasyim ke Bawaslu RI. Ma’ruf dilaporkan karena dianggap membiarkan saat seseorang berceramah di hadapannya dengan menyebut tak akan ada lagi acara zikir di Istana jika Jokowi kalah di Pilpres 2019.

“Jadi kedatangan kami ke Bawaslu bermaksud melaporkan KH Ma’ruf Amin telah melakukan pembiaran terhadap hoax yang sudah berkembang. Jadi hoax itu terjadi dalam pengajian, posisinya di Kemang itu, dihadiri oleh KH Ma’ruf yang intinya mengatakan bahwa kalau capres 01 itu kalah, maka tidak akan ada lagi zikir dan tahlil akan berkumandang di Istana,” kata kuasa hukum Wahid, Papang Sapari di Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2019).

Memang beredar video seseorang sedang ceramah di hadapan Ma’ruf. Dalam video tersebut, penceramah itu resah Hari Santri dan acara zikir di Istana tinggal kenangan jika Jokowi-Ma’ruf kalah di Pilpres 2019.

Pelapor menilai cawapres nomor urut 01 itu tidak mengkampanyekan antihoax karena tidak menegur penceramah dimaksud. Ma’ruf dilaporkan dengan Pasal 280 ayat 1 huruf c dan d juncto Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Ya kan ungkapan itu belum tentu ada kebenarannya. Kenapa mesti kalau berarti itu kan ada tuduhan kepada 02 ketika 02 akan memenangkan pemilihan ini berarti itu artinya tidak akan ada lagi zikir dan tahlil di Istana. Memang dalam hal ini diucapkan oleh seorang ustad dalam ceramah itu dan dihadiri KH Ma’ruf Amin. Sebagai cawapres kenapa melakukan pembiaran, gitu loh. Yang kami sesalkan itu,” papar Papang.

“Sementara kan beliau kalau berkampanye itu menyatakan antihoax. Ya kalau antihoax sementara ada hoax di depan matanya, didengarkan langsung, dilihat langsung, kenapa dia tidak melakukan pencegahan? Kenapa melakukan pembiaran? Ini yang kami sesalkan sehingga kami lakukan pelaporan,” imbuhnya.

Dalam video yang beredar, penceramah tersebut mengutarakan kekhawatirannya jika Ma’ruf kalah di Pilpres 2019. Dia resah apabila Ma’ruf kalah, NU dan Hari Santri tinggal kenangan. Bahkan, ulama itu juga khawatir tidak akan ada lagi acara zikir di Istana jika cawapres nomor urut 01 itu kalah.

“Mereka ini akan membuat sebuah kekuatan yang apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream, seperti NU ini, seperti pesantren ini hanya akan menjadi fosil di masa depan,” kata penceramah tersebut seperti dalam video yang dilihat detikcom.

“Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir ada Hari Santri apabila sampai Kiai Ma’ruf ini kalah,” imbuhnya.

Tanggapan Ma’ruf Amin Soal Video Itu

Saat dimintai konfirmasi tentang video tersebut, Ma’ruf menyebutnya hoax. Begitu pula saat ditanya ihwal keberadaannya seperti dalam video yang viral itu. Ma’ruf menuturkan esensi dari pilpres yakni mencari pemimpin yang baik.

“Ah itu hoax itu, itu bohong saja, isu fitnah,” ujar Ma’ruf di sela-sela acara diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (19/3).

“Wah nggak ada, ngga ada. Pokoknya pilpres itu mencari pemimpin yang baik,” jelasnya.

Sementara itu, putra Ma’ruf, Ahmad Syauqi memprediksi ayahnya belum melihat video itu. Syauqi menuturkan bahwa Ma’ruf tengah sibuk kunjungan ke daerah.

“Ya beliau kayaknya (belum lihat videonya), karena kemarin habis debat langsung keliling dan ini baru saja kembali langsung menghadiri ini (acara diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya),” terang Syauqi.

Menurutnya, Ma’ruf juga terlihat kebingungan saat ditanya wartawan soal video tersebut.

“Ya ketika teman-teman wartwan menanyakan soal video, saya juga nggak hafal redaksinya Abah (Ma’ruf) juga kebingungan juga karena belum tahu informasi apa-apa, karena barusan melakukan safari,” ujarnya.

Orang Dekat Ma’ruf Beri Penjelasan

Wasekjen NU yang juga orang dekat Ma’ruf, Masduki Baidlowi menjelaskan mengenai orasi yang disampaikan tokoh tersebut. Masduki saat itu tidak ikut dalam acara doa bersama pada Sabtu (16/3) malam, namun ia mengatakan apa yang disampaikan tokoh tersebut dalam konteks bahwa ada sebuah gerakan takfiri yang menganggap Indonesia kafir harbi.

“Pertama saya nggak hadir, tapi konteksmya begini, memang sebagaimana kita ketahui bersama dalam dekade terkahir ada sejumlah gerakan yang disebut gerakan takfiri menganggap bahwa Indonesia dianggap daerah kafir harbi. Gerakan ini berjalan, kira-kira konteksnya begitu. Ada sebuah gerakan yang sangat ekstrem,” kata Masduki.

Masduki mengatakan, bahwa ciri khas keislaman di Indonesia adalah wasathiyah atau moderat. Namun pandangan tersebut, kata Masduki mengalami ancaman.

“Ini mengahdapi ancaman, ada takfiri, golongan yang gampang mengkafirkan, ada juga kelompok yang tidak mau paham agama-kebangsaan menyatu dalam bingkai NKRI. Misalnya kalau tidak khilafah tidak mau. Ada gerakan yang dalam istilah intelek timur tengah sindrom khilafah. Saya tidak perlu sebut satu-satu. Kira-kira itu pidato yang disampaikan tokoh dalam video,” jelasnya.

Terkait penekanan bahwa hari santri hingga zikir di Istana tetap ada jika Jokowi-Ma’ruf menang, Masduki menyebut bisa jadi tokoh tersebut sedang memberikan kalimat yang memotivasi peserta.

“Mungkin memotivasi dalam bentuk, itu kan kampanye dalam konteks politik praktis. Tapi sebenarnya yang saya bicarakan ini tidak semata-mata dalam konteks politik praktis, kalau kita berpikir ke depan mengenai bangsa dan negara ini, salah satu bentuk ancaman seperti itu,” tuturnya.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Ketua Bidang Hukum dan HAM PBNU Robikin Emhas meminta ucapan tokoh tersebut harus dilihat secara utuh dan tidak sepotong-sepotong, seperti video yang beredar. Robikin meyakini Ma’ruf tidak melakukan kampanye hitam selama Pilpres.

“Memaksakan komentar tanpa tahu keseluruhan isi video dan konteks pembicaraan hemat saya harus dihindarkan. Tak sedikit energi bangsa kita terbuang justru karena banyaknya orang melibatkan diri dalam suatu persoalan yang ia sendiri tidak tahu, komentar yang tidak perlu. Sesuatu yang harus dihindari. Saya yakin Kiai menjauhkan diri dari hal seperti itu, termasuk dalam forum yang ada dalam video itu,” ujar Robikin.

(yld/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jokowi-Ma’ruf Amin Dapat Dukungan 10 Ribu Pengusaha, Ini Alasannya

Sebelumnya, sebanyak 10 ribu pengusaha akan mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan, pengusaha yang akan hadir berasal dari seluruh lapisan, mulai dari pengusaha skala kecil hingga yang memiliki usaha skala besar.

“Intinya kita akan bikin acara dihadiri oleh 10 ribu pengusaha. Ini dari berbagai lapisan, dari pengusaha kecil, UMKM, sampai pengusaha besar. Insya Allah akan hadir semua. Ini kita menggunakan nama Pengusaha Pekerja Pro Jokowi, yang disingkat Kerjo,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019.

Selain itu, lanjut dia, semua sektor usaha juga akan hadir dalam deklarasi ini. Selain pengusaha, para pekerjanya juga akan turut memberikan dukungan kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 01 tersebut.

“Semua akan hadir, mulai dari pengurus inti dari asosiasi (pengusaha) yang ada. Dari yang nonasosiasi juga ada.‎ Karena ini sudah lintas kelompok, misalnya kelompok pengusaha makanan dan minuman, properti, hotel dan restoran, pengusaha alas kaki dan tekstil, semuanya ada, semua terwakili. Ini bukan pengusaha saja, tetapi juga pekerjanya,” jelas dia.

Safari di Bengkulu, Ma’ruf Amin Pede Kantongi Suara 70 Persen

Kemudian Ma’ruf menggelar pertemuan dalam rangka konsolidasi pemenangan dengan Tim Kampanye Daerah, relawan dan pengurus inti pengurus partai politik di Bengkulu.

Wantimpres era SBY itu menjadi pembicara dalam seminar nasional, Menjawab Tudingan Miring Pasar Modal Syariah. Ma’ruf memberikan kuliah singkat soal ekonomi syariah.

Terakhir, Ma’ruf bertemu dengan pimpinan Nahdlatul Ulama dan pengasuh pondok pesantren di Bengkulu. Setelah kegiatan itu, Dewan Pengawas Bank Syariah ini bertolak ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ma’ruf Amin: Penolak Pancasila Harus Dibubarkan dari Indonesia

Liputan6.com, Bengkulu – Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menyebut kelompok Intoleransi berpotensi menunggangi aturan untuk merusak keutuhan berbangsa. Ma’ruf berpendapat perlu memperkuat aturan dan pondasi negara untuk mencegah hal tersebut.

“Kelompok intoleran bisa menggunakan lubang itu. Karena itu siapa saja yang tidak sesuai dengan Pancasila akan merusak harmonis itu harus dibubarkan di Indonesia ini. Jangan sampai ada,” ujar Ma’ruf dalam Dialog Antar Umat Beragama di Bengkulu, Rabu (20/3/2019).

Menurut Ma’ruf, Indonesia dilahirkan atas kesepakatan para pendiri bangsa terhadap ideologi Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menolak apabila ada ideologi lain yang masuk dan menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.

“NKRI kan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau khilafah bukan NKRI. Negara kesatuan khilafah. Bubar itu NKR-inya, padahal bagi kita, NKRI harga mati,” tegas Ma’ruf.

Ma’ruf Amin: Korupsi Itu Merusak, Revolusi Mental Diperlukan

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin mengatakan, korupsi itu merusak bangsa sehingga perlu diberantas. Hal ini disampaikan saat membuka seminar publik dengan tema Strategi Pemberantasan Korupsi untuk Kembalikan Uang Negara yang diselenggarakan Seknas Jokowi dan Portal C19 KMA.

“Korupsi ini sesuatu yang merusak, memiskinkan rakyat, mengacaukan keuangan negara, merusak mental, karena itu harus di berantas sampai ke akar-akarnya,” ucap Ma’ruf di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Pemberantasan korupsi, lanjut dia, harus dilakukan dengan upaya-upaya pencegahan melalui pembangunan perilaku yang baik untuk tidak korupsi. Salah satunya adalah dengan revolusi mental.

“Mudah-mudahan dengan pembangunan karakter atau yang disebut dengan revolusi mental, itu juga akan berpengaruh untuk mengurangi korupsi,” jelas Ma’ruf

Tetapi kalau tidak, lanjut dia, maka harus dilakukan penindakan yang bisa mencegah terjadinya korupsi.

“Tindakan korupsi di Indonesia sampai saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ada orang mengatakan karena banyak yang ditangkap katanya menunjukkan banyaknya korupsi. Padahal justru karena bagusnya sistem penindakan, bukan karena banyak yang korupsi,” ujar Ma’ruf.

Dia juga mengatakan, penindakan korupsi baik yang dilakukan KPK, Kepolisian dan Kejaksaan sudah baik. Meskipun perlu ditingkatkan lagi.

“Terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara, baik yang ada di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita, dimana dana-dana yang sudah di korupsi itu bisa dikembalikan,” ucap Ma’ruf.

Soal penegakan hukum dalam perkara tindak pidana korupsi menurut dia tidak sekadar pemidanaan terhadap pelakunya. Yang lebih penting adalah bagaimana kemudian pengembalian aset negara atau daerah yang telah dijarah oleh pelaku pidana tersebut.

“Oleh karena itu upaya asset recovery dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, baik pada tahap penyidikan, penuntutan maupun eksekusi sudah menjadi suatu keniscayaan pada saat ini,” tegas Ma’ruf.

Bicara soal Korupsi, Ma’ruf Amin Singgung Kebocoran Keuangan Negara

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin berbicara tentang penanganan korupsi di Indonesia. Ma’ruf menilai harus ada upaya yang lebih dalam mengembalikan kebocoran keuangan negara akibat korupsi.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019). Awalnya, Ma’ruf menilai pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami peningkatan yang signifikan.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” kata Ma’ruf.

Namun, Ma’ruf menilai upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara akibat korupsi belum maksimal. Menurut Ma’ruf ada beberapa penyebab, salah satunya yakni masih terbatas fungsi dan kewenangan penegak hukum.

“Faktor lain adalah tidak adanya ruang yang cukup pada kebijakan dan peraturan perundang-undangan tentang pemberantasan korupsi yang mengatur kejelasan dan mekanisme pengembalian kerugian negara akibat tindak pidana korupsi terutama pada aset atau uang yang telah dilarikan ke luar negeri ini. Nah ini saya kira perlu ada upaya-upaya yang serius ya,” papar Ma’ruf.

Cawapres nomor urut 01 itu menuturkan upaya mengembalikan juga harus dilakukan dengan strategi yang matang. Salah satu kebijakan alternatif, sebut Ma’ruf, yakni restorative justice atau penanganan kasus di luar pengadilan.

“Pengembalian kerugian keuangan negara yang belum optimal maka konsep restorative justice menjadi alternatif yang semestinya mesti di kedepankan terutama dalam penanganan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ma’ruf lalu berbicara tentang cost benefit analysis. Dia mengatakan, jangan sampai biaya penanganan kasus korupsi justru lebih besar daripada nominal kerugian negara yang dikejar.

“Sebagai contoh tindak pidana korupsi dengan nilai kerugian yang relatif sedikit ketika dilakukan penindakan mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga ke lapas. Maka bukan, mungkin biaya yang dikeluarkan oleh negara justru akan lebih besar daripada nilai kerugian keuangan negara. Dalam konteks inilah cost benefit analysis perlu dijadikan pertimbangan mendalam,” jelas Ma’ruf.

(zak/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ma’ruf Amin Soal Korupsi: Banyak Penangkapan Bukti Sistem Penindakan Bagus

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menilai upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air mengalami kemajuan yang signifikan. Ma’ruf menyebut banyaknya pihak yang ditangkap bukan karena korupsi merajalela.

“Kegiatan korupsi, penindakan korupsi di Indonesia sampai saat ini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun ada orang mengatakan karena banyaknya yang ditangkap menunjukkan banyaknya korupsi. Padahal justru karena bagusnya sistem penindakan, bukan karena banyaknya korupsi,” kata Ma’ruf, Selasa (19/3/2019).

Penilaian tersebut disampaikan Ma’ruf saat memberikan sambutan dalam acara diskusi yang digelar oleh Seknas Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, cawapres nomor urut 01 itu menganggap pemberantasan korupsi jauh lebih baik sekarang ini.

“Dulu tidak ada, atau jarang yang ditangkap, karena penegakan hukum lemah, penindakan hukumnya itu belum sebaik seperti sekarang. Ini saya kira yang mesti dipahami,” jelasnya.

Namun, Ma’ruf menyadari pemberantasan korupsi di Indonesia harus terus ditingkatkan. Terkait hal tersebut, Ma’ruf menyoroti soal upaya pengembalian kerugian keuangan negara.

“Meskipun demikian, apa yang telah dicapai tersebut perlu ditingkatkan lebih lanjut terutama dalam hal upaya mengembalikan kebocoran keuangan negara baik yang di dalam negeri maupun yang disimpan di luar negeri. Saya kira itu tujuan kita yang mana dana-dana yang sudah dikorupsi itu bisa dikembalikan,” terang Ma’ruf.

Sekadar informasi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tahun ini memang naik menjadi 38. Menurut Transparency International Indonesia (TII), Indonesia menduduki peringkat ke-89 dari seluruh negara di dunia. Untuk cakupan Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ke-4.
(zak/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Soetrisno Bachir Turun Gunung Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Cirebon

“Agar tidak adalagi fitnah saya tahu memang ada warga Muhammadiyah yang mendukung Prabowo tapi yang penting menjaga ukhuwah. Jangan sampai beda pilihan berantem kan tidak baik belum tentu pak Jokowi atau Prabowo kenal kita yang di daerah,” ujar dia.

Dia meyakini, dukungannya terhadap pasangan capres nomor urut 01 tidak mengganggu keharmonisan di internal partai. Apalagi sampai kisruh sesama tokoh dan pemimpin PAN.

Soetrisno yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Indonesia (KEIN) mengaku optimis Jokowi akan kembali menjadi Presiden selama 5 tahun kedepan.

Dia menjelaskan, posisinya sebagai Ketua KEIN itu bertugas membantu presiden. Oleh karena itu, dia mengaku tahu betul keseharian Jokowi selama di Istana sehingga membuatnya yakin mendukung untuk kedua kalinya.

“Kalau menteri kan pembantu Presidan kalau saya membantu presiden. Saya juga semakin optimis warga Muhammadiyah sudah semakin matang dalam usia seabad ini karena organisasi ini selalu mengikuti perkembangan setiap momen pemilu di Indonesia,” ujar dia.

Dia mengajak warga Muhammadiyah yang ada di Jawa Barat untuk turut serta mendukung dan memilih kembali Jokowi sebagai presiden periode kedua.

Dia tak menampik adanya dua kubu yang terjadi di dalam tubuh organisasi Muhammadiyah itu sendiri. Sebagai pendukung Jokowi maupun Prabowo.

“Tapi orangnya diam. Saya sekarang turun gunung untuk menyuarakan dukungan terhadap Jokowi. Beberapa sudah ada deklarasi warga muhammadiyah dukung Jokowi. Saya juga akan sosialisasi di kalangan nahdiyin karena tidak semua Nahdiyin mendukung Jokowi,” kata dia.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Soetrisno Bachir menjelaskan soal pemberian uang untuk Amien Rais

Ma’ruf Amin Ingatkan 10 Years Challenge di Depan Santri Jombang

Ma’ruf Amin juga ziarah ke makam Sayyid Sulaiman di Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, Senin (18/3/2019) selepas berkunjung ke Pondok Pesantren Al Islam Babussalam Jombang.

“Saya melakukan ziarah ini sebab Sayyid Sulaiman itu adalah leluhurnya saya. Beliau keturunan dari Maulana Syarif Hidayatullah,” ujar Ma’ruf.

Ketua Umum MUI itu ditemani sang istri Wury Estu Handayani beserta rombongan para pendamping kiai. Ma’ruf terlihat khusyuk memanjatkan doa di depan makam yang dikelilingi pagar besi. Dia memimpin langsung doa yang diikuti istri beserta rombongan.

Ma’ruf menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit di sana. Saat kembali ke kendaraan dari makam yang terletak di bagian belakang kompleks pemakaman di bawah naungan Yayasan Assulaimaniah, Mojoagung Jombang, Ma’ruf dihampiri warga sekitar, termasuk jamaah masjid.

Pendamping petahana Jokowi itu banyak warga meminta salaman hingga foto bersama. Mereka juga mendoakan Mustasyar PBNU itu agar diberikan kesuksesan bisa menduduki kursi RI 2.

“Sukses ya Pak Kiai,” ucap warga yang diamini sejumlah warga lainnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka

Cak Imin Beri Nilai Penampilan Debat Sandiaga 10, Maruf Amin 90

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memberikan nilai 10 dari 100 untuk performa debat cawapres 02, Sandiaga Uno. Jagoannya, cawapres 01 Ma’ruf Amin, dia berikan nilai 90 dari 100.

“Skor kalau 100, 90 (Ma’ruf) lawan 10 (Sandiaga) lah,” kata Cak Imin itu di Jombang, Jawa Timur, Senin (18/3/2019).

Menurut Cak Imin, Sandiaga tidak berani mengeksplorasi tema debat. Mantan Wagub DKI Jakarta itu disebut hanya mengulang-ulang penyampaian saja

“Pak Sandi mengulang-ulang sesuatu. Itu saja dan temanya jadi terbatas padahal temanya luas sekali,” katanya.

Program yang ditawarkan Sandiaga pun, menurut Cak Imin hanya memodifikasi gagasan kubu 01 saja. Seperti Rumah Siap Kerja Sandiaga yang meniru Kartu Pra-Kerja Joko Widodo.

“Ya modifikasi ya. Dan kurang kaya tema dan isu,” imbuh wakil ketua MPR itu.

Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu mengatakan, berbeda dengan Sandiaga, Ma’ruf menyajikan data-data dan visi misi detail ketika debat.

“Saya sendiri sangat kagum karena data-data yang begitu konkret, target-target yang jelas,” kata Cak Imin.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com