10 Orang Terkaya Sepanjang Masa di Amerika Serikat

10. Alexander Turney Stewart (1803-1876)

Estimasti harta: USD 101,7 miliar (Rp 1424 triliun)

Negeri kelahiran: Lisburn, Irlandia

Stewart mampu mengubah warisan keluarganya menjadi salah satu perusahaan ritel terbesar di sejarah AS. Dia juga bisa disebut sebagai perintis harga tetap seperti yang kita temui di supermarket zaman sekarang.

Pebisnis yang aktif di New York ini juga hampir menjadi Menteri Keuangan pada zaman Presiden Ulysses Grant di tahun 1869.

9. Andrew Carnegie (1835-1919)

Estimasti harta: USD 102,7 miliar (Rp 1.439 triliun)

Negeri kelahiran: Skotlandia

Andrew Carnegie meraup kekayaan ketika AS sedang gencar melakukan pembangunan. Perusahaan Carnegie mendapat untung sebagai penyedia baja.

Namun, Carnegie mirip seperti Bill Gates dalam hal kedermawanan. Pada tahun 1901, ia menjual perusahaannya dan memilih fokus pada bidang amal.

Hasil MotoGP Amerika Serikat

Austin – Alex Rins menjadi juara MotoGP Amerika Serikat. Dia berdiri di podium teratas setelah memenangi duel dengan Valentino Rossi.

Balapan di Circuit of the Americas, Senin (15/4/2019) dinihari WIB menghadirkan kejutan saat Marc Marquez mengalami crash. Dalam posisi memimpin balapan, sang juara bertahan dalam enam tahun terakhir itu terjatuh dari motornya di tikungan ke-12.

Kecelakaan yang dialami Marquez membuat Valentino Rossi sempat memimpin balapan. Namun The Doctor tak mampu menjaga posisi tersebut sampai garis finis karena dia disalip Alex Rins.

Pada akhirnya, Rins bisa menyentuh garis finis pertama. Ini menjadi kemenangan perdana pebalap Spanyol berusia 23 tahun itu di ajang MotoGP sejak terjun di tahun 2017.

Posisi dua MotoGP Amerika Serikat menjadi milik Rossi, sementara Jack Miller menempati podium terakhir.

Andrea Dovizioso berhasil finis keempat pada balapan ini. Hasil yang tak bisa dibilang buruk setelah dia dapat posisi start di luar 10 besar. (din/cas)

Live Streaming MotoGP Amerika Serikat, Saksikan di Sini

JakartaLive streaming MotoGP Amerika Serikat bisa disaksikan di sini. Race ketiga musim MotoGP 2019 itu akan start pukul 02.00 WIB..

Setelah tampil dominan di MotoGP Argentina, Marc Marquez punya peluang besar untuk kembali menunjukkan superioritasnya. MotoGP Amerika Serikat, yang dilangsungkan di Circuit of The Americas, adalah rumah kedua buat Marquez.

Rider asal Spanyol itu selalu meraih pole dan dilanjutkan dengan jadi juara pada enam balapan beruntun di sana.

Akankah Marquez melanjutkan dominasinya di sana? Atau Valentino Rossi serta Andrea Dovizioso akan menggusurnya dari takhta? Tonton Live streaming MotoGP Amerika Serikat di bawah ini:

Balapan juga akan bisa disaksikan di stasiun televisi Trans7 di jam yang sama.

Menjelang MotoGP Amerika Serikat ini, Marc Marquez berdiri di puncak klasemen MotoGP. Dia punya 45 poin, unggul empat angka dari Dovizioso di posisi dua, dan berselisih 14 angka dari The Doctor.

(din/cas)

Kualifikasi MotoGP Amerika Serikat: Marquez Pole, Rossi Kedua

AustinMarc Marquez tampil prima di Kualifikasi MotoGP Amerika Serikat untuk meraih pole position. Menguntit di belakangnya adalah Valentino Rossi.

Pada sesi kualifikasi yang dihelat di Circuit of The Americas, Austin, Minggu (14/4/2019) dinihari WIB, cuaca sudah kembali cerah setelah hujan mengguyur sedari pagi dan membuat free practice ketiga dibatalkan.

Bahkan sesi kualifikasi terancam diundur jika kondisi cuaca tak juga membaik. Tapi, matahari dengan cepat muncul sehingga kualifikasi bisa digelar tepat waktu dan Marquez kembali unjuk kecepatan untuk merebut start terdepan.

Marquez mencatatkan waktu 2 menit 3,787 detik atau unggul 0,273 detik dari Rossi yang harus puas di posisi kedua. Marquez hanya dua kali mengambil lap time di Q2 sementara Rossi dengan Yamaha-nya sebanyak enam kali.

Di posisi ketiga ada Cal Crutchlow yang menunggangi LCR Honda dengan waktu 2 menit 4,147 detik. Melengkapi urutan lima besar ada Jack Miller dari Pramac Ducati dan Pol Espargaro dari Red Bull KTM.

Berurutan di posisi keenam hingga kesepiuluh adalah Maverick Vinales, Alex Rins, Danilo Petrucci, Fabio Quartararo, dan Franco Morbidelli. Jorge Lorenzo yang tampil buruk di dua sesi latihan bebas mampu start dari posisi ke-11.

Nasib buruk dialami pesaing Marquez, Andrea Dovizioso, yang tak lolos dari Q1 dan akhirnya harus start dari posisi ke-13. Catatan waktu pebalap Ducati itu adalah 2 menit 05,097 detik.

Hasil Kualifikasi MotoGP Amerika Serikat

Kualifikasi MotoGP Amerika Serikat: Marquez Pole, Rossi KeduaFoto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

(mrp/yna)

Di Amerika Serikat, Nomor 69 Nicky Hayden Dipensiunkan dari MotoGP

Austin – Ada tribute khusus untuk Nicky Hayden pada perhelatan MotoGP Amerika Serikat akhir pekan ini. Nomor 69 milik mendiang resmi dipensiunkan dari ajang balap motor.

Hayden merupakan salah satu pebalap MotoGP asal Amerika Serikat terbaik yang pernah ada. Ia menjadi juara MotoGP pada 2006 bersama tim Honda.

Pada 22 Mei 2017, Hayden meninggal dunia. Sempat koma lima hari akibat ditabrak mobil, pebalap yang identik dengan nomor 69 itu menghembuskan napas terakhirnya.

Pada akhir pekan ini, MotoGP Amerika Serikat digelar. Seri ketiga MotoGP 2019, yang digelar di negara asal Hayden, memberi tribute khusus untuk mendiang dengan mengakhiri penggunaan nomor 69 di MotoGP. Ya, nomor 69 milik The Kentucky Kid, julukan Hayden, resmi dipensiunkan.

Sebelumnya dikutip dari Crash, Presiden FIM Jorge Viegas dan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta akan mengadakan seremoni khusus untuk mengenang Hayden pada tengah hari Jumat, (12/4/2019) waktu setempat. Acara ini dihadiri oleh keluarga dan rekan-rekan Hayden.

Setelah acara tersebut, para rider MotoGP akan bergabung dengan keluarga dan teman-teman Hayden untuk menuju ke kelokan 18 di Austin, yang juga disebut ‘Hayden Hill’, tempat di mana motor juara Hayden saat 2006 akan dipajang.

Sementara itu pada hari balapan, Minggu (14/4/2019), keluarga Hayden akan berada di depan grid MotoGP bersama dengan motor RC211V milik Hayden di tahun 2006. (yna/mrp)

Dituduh Bakar 3 Gereja, Putra Polisi Amerika Ditangkap

Louisiana – Putra seorang polisi di Louisiana, Amerika Serikat telah ditangkap atas tuduhan membakar tiga gereja kulit hitam di negara bagian AS tersebut.

Holden Matthews didakwa dengan tiga dakwaan pembakaran bangunan agama terkait pembakaran tiga gereja kulit hitam dalam waktu 10 hari sejak akhir Maret lalu. Tiap dakwaan bisa diancam hukuman penjara maksimum 15 tahun.

Otoritas setempat belum berkomentar mengenai motif pembakaran tersebut, namun penyelidikan kejahatan kebencian tengah dilakukan.

“Saya tidak tahu apa motif pria muda ini… tetapi saya bisa mengatakan itu tidak dapat dibenarkan atau diterima dengan akal. Ini adalah tindakan jahat,” kata Gubernur Louisiana, John Bel Edwards dalam konferensi pers seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/4/2019).

Otoritas menyatakan, pria kulit putih berumur 21 tahun itu diduga terkait jenis musik yang dikenal sebagai “black metal” yang mengkampanyekan pembakaran gereja. Dalam kasus-kasus ekstrem, mereka yang terkait dengan genre musik tersebut telah menganut ideologi supremasi kulit putih.

Bobby Guidroz, sheriff di St Landry Parish, tempat pembakaran gereja itu terjadi, mengatakan bahwa tersangka yang ditangkap adalah putra salah seorang deputinya, Roy Matthews.

“Dia tidak tahu apapun tentang aktivitas putranya,” kata Guidroz seraya menambahkan bahwa deputinya itu kaget ketika diberitahu.

“Dia kaget dan terluka, ayah di manapun pasti akan begitu,” tutur Guidroz.

Tiga gereja kulit hitam bersejarah yang dibakar tersebut adalah Gereja St Mary Baptist di Port Barre, Gereja Mount Pleasant Baptist di Hammond, dan Gereja Greater Union Baptist di Opelousas.

(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Pemilihan Lewat Pos untuk WNI di Amerika Serikat pada Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta – Para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Luar Negeri tak akan kehilangan hak suaranya untuk memilih di Pemilu 2019 ini.

Untuk memudahkan proses pemungutan suara Pemilu 2019, masing masing kantor perwakilan wilayah kerja Republik Indonesia di Amerika dan Kanada secara serentak dilakukan pada 13 April 2019.

Jarak yang jauh serta kesibukan ditambah terbatasnya lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi kendala bagi para pemilih yang berada di luar negeri, tak terkecuali di AS.

Untuk mengatasi hal tersebut, para pemilih bisa mendapatkan surat suara melalui pos dengan mendaftarkan dirinya secara online terlebih dahulu. Bagaimana mekanisme pemilihan melalui pos untuk Pemilu 2019, simak di channel VOA di Vidio.com berikut ini.

Demi menyukseskan Pemilu 2019 ini, WNI di Amerika Serikat melakukan pemilihan melalui pos

Amerika Tutup Pintu untuk Pembunuh Khashoggi

Washington DC – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menutup pintu untuk kedatangan 16 warga Arab Saudi yang diyakini memiliki peran dalam pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi. Pengumunan larangan masuknya warga Saudi itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo saat pemerintahan Presiden Donald Trump menghadapi tekanan dari Kongres AS terkait responsnya terhadap pembunuhan Khashoggi.

Khashoggi dikenal kerap mengkritik rezim Saudi dan kebijakan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Ia tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada Oktober 2018. Pembunuhan itu diyakini dilakukan oleh sebuah tim beranggotakan 15 agen Saudi yang dikirim dari Riyadh. Jenazah Khashoggi belum juga ditemukan hingga kini.

Dilansir AFP, Selasa (9/4/2019), pernyataan Departemen Luar Negeri AS menyebutkan individu-individu yang dimaksud telah dijatuhi sanksi di bawah pasal 7031(c) Undang-undang Departemen Luar Negeri, Operasi Asing dan Alokasi Program Terkait Tahun 2019. Nama-nama individu itu tidak disebut lebih lanjut.

“Dalam kasus di mana Menteri Luar Negeri memiliki informasi kredibel bahwa para pejabat pemerintahan asing telah terlibat dalam korupsi atau pelanggaran HAM berat yang signifikan, individu-individu itu dan anggota keluarga terdekat mereka, tidak berhak masuk ke Amerika Serikat,” demikian bunyi pasal tersebut.

“Aturan hukum ini mewajibkan Menteri Luar Negeri untuk secara publik atau secara privat, menyebut para pejabat tersebut dan anggota keluarga terdekat mereka,” imbuh pasal tersebut.

Diketahui bahwa sebelumnya Departemen Luar Negeri AS mencabut visa milik belasan pejabat Saudi dan membekukan aset 17 warga Saudi lainnya. Hal itu dilakukan terhadap individu-individu yang diyakini turut berperan dalam pembunuhan Khashoggi.

Otoritas Saudi telah mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam konsulat mereka di Istanbul, setelah sempat berulang kali menyangkal. Setelah sempat menyangkal, otoritas Saudi menyebut operasi itu dilakukan oleh agen-agen yang tidak bisa dikendalikan.

Badan Intelijen Amerika Serikat atau CIA dalam laporannya menyatakan bahwa MBS kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Pada Desember lalu, Senat AS, setelah mengikuti briefing tertutup dari Badan Intelijen Pusat (CIA), mengadopsi resolusi yang isinya menyatakan MBS sebagai pihak yang ‘bertanggung jawab’ atas pembunuhan Khashoggi. Namun Trump menolak untuk mengambil posisi tegas secara publik.

Sedikitnya 11 terdakwa di Saudi telah didakwa atas pembunuhan Khashoggi. Otoritas Saudi tetap bersikeras untuk menangani sendiri kasus Khashoggi dan menolak seruan ekstradisi yang dilontarkan otoritas Turki.

Pelaporan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, yang memimpin penyelidikan internasional atas kasus Khashoggi menyebut pembunuhan itu sebagai ‘pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat negara Arab Saudi’. Penyelidikan internasional itu dimulai Januari lalu dan laporan resminya akan dirilis Juni mendatang.
(azr/dnu)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Julian Assange Kehilangan Suaka, Sudah Dinanti Amerika

Jakarta – Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, akan kehilangan suaka di Kedutaan Besar (Kedubes) Ekuador di London, Inggris. Sebabnya, Assange dianggap ‘berulang kali melanggar’ ketentuan suakanya.

Warga Australia ini sudah tujuh tahun berlindung di Kedubes Ekuador. Pemerintah Ekuador menduga Assange atau WikiLeaks berperan atas tersebarnya foto Presiden Ekuador, Lenin Moreno, saat tinggal di Eropa beberapa tahun lalu. Foto-foto itu tersebar di media sosial.

Moreno sendiri tak secara langsung mengatakan Assange pelaku penyebaran foto-foto tersebut. Namun Moreno sudah mengingatkan Assange tidak punya hak ‘meretas akun-akun pribadi maupun telepon-telepon’. Termasuk tidak bisa mencampuri politik negara lain, khususnya yang punya hubungan baik dengan Ekuador.

“Tuan Assange telah melanggar kesepakatan yang kami capai dengannya dan penasihat hukumnya, terlalu banyak,” sebut Moreno dalam wawancara dengan Ecuadorian Radio Broadcasters’ Association, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (5/4/2019).

“Bukannya dia tidak bisa berbicara dan mengekspresikan dirinya secara bebas, tapi dia tidak bisa berbohong ataupun meretas akun-akun privat atau telepon,” imbuhnya.

Akun Twitter WikiLeaks pada Jumat (5/4) waktu setempat, seperti dilansir media Inggris, Evening Standard, menyebutkan Assange akan diusir dari Kedubes Ekuador di London ‘dalam hitungan jam hingga hari’. Kicauan itu didasarkan WikiLeaks dari ‘seorang sumber level tinggi’.

Turis Amerika Diculik 4 Pria di Uganda, Minta Tebusan 500 Dolar AS

Kampala – Seorang turis wanita asal Amerika Serikat diculik empat pria bersenjata di Uganda. Mereka meminta tebusan senilar 500 Dolar AS.

Dilansir CNN, Kamis (4/4/2019), turis wanita itu diculik bersama seorang sopir Uganda saat sedang berada di Taman Nasional Ratu Elizabeth, pada Selasa (2/4) sore waktu setempat. Mereka ditodong dengan senjata.

“Para penculik menggunakan ponsel korban dan meminta tebusan 500 Dolar AS. Kami yakin uang ini adalah alasan mereka melakukan penculikan,” kata polisi setempat.


Polisi telah mengirimkan pasukan elite dari Polisi Pariwisata ke lokasi penculikan untuk secara mengejar orang-orang bersenjata itu. Polisi juga telah menutup semua area keluar di perbatasan antara Uganda dan Republik Demokratik Kongo.

“Kami percaya para pelaku dan korban masih ada kemungkinan terjebak di dalam area pencarian kami,” kata polisi.

Serentetan insiden penculikan juga terjadi tahun lalu di Uganda. Penculikan ini memicu protes masyarakat. Mereka mengatakan pemerintah tidak menangani secara serius masalah penculikan ini.

Sejumlah kelompok pejuang HAM telah menyampaikan protes ke parlemen Uganda. Mereka menyebut ada lebih dari 20 orang–kebanyakan wanita dan anak-anak–diculik untuk tebusan sepanjang tahun lalu dan meminta polisi untuk memprioritaskan kasus ini.

Polisi Uganda telah mendirikan pusat darurat pada waktu itu. Keluarga korban dapat melaporkan kasus penculikan mereka ke pusat darurat tersebut.
(tsa/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>