Usai Kunjungi Muslim Xinjiang, Ini Langkah Delegasi Indonesia

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mengunjungi Provinsi Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China, pekan lalu. Kunjungan itu memberikan sebuah perspektif dan harapan terkait kebebasan beribadah bagi muslim Uighur.

“Setelah kami lakukan kunjungan, mendengar, melihat dan berinteraksi dengan masyarakat lokal itu terutama dengan yang mengikuti kegiatan vokasi menyimpulkan antara lain konstitusi Republik Tiongkok sangat sekuler, artinya memberi kebebasan kepada warga negara untuk beragama atau tidak,” kata Ketua Bidang Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi saat dihubungi, Selasa (26/2/2019).

“Kedua, dia memisahkan antara agama daripada masalah pemerintahan. Jadi agama itu masalah pribadi, urusan publik ini tak punya urusan dengan agama,” sambungnya.

Selama di China, delegasi Indonesia diberi kesempatan untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan para tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta kunjungan ke Xinjiang Islamic Institute beserta beberapa masjid. Delegasi juga sempat mengunjungi balai latihan vokasi yang ada di Xinjiang.

“Balai latihan ini yang disinyalir sebagai kamp konsentrasi atau re-education center,” tuturnya.

Junaidi melihat sikap pemerintah China ini tak terlepas dari trauma dengan peristiwa teror yang terjadi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Balai latihan latihan tersebut berisi pria dan wanita yang disinyalir terpapar radikalisme.

“Secara garis besar dipahami bahwa konstitusi China itu sangat mudah disalahtafsirkan. Jadi umat Islam itu tidak boleh menerapkan agamanya dengan baik di ruang publik. Maka tidak diperkenankan pakai jilbab atau salat di ruang publik. Kalau ketahuan, dimasukkan ke kelompok radikal. lalu dimasukkan ke dalam kamp vokasi itu, dianggap tidak nasionalis,” ucap Junaidi.

Balai latihan ini banyak diisi warga muslim Uighur. Mereka diberikan pelatihan keterampilan di sana. Fakta yang didapat di sana, para peserta latihan memang tidak bisa beribadah secara bebas di ruang publik termasuk di balai latihan tersebut.

“Kalau orang puasa, salat, dianggap radikal. Di kamp itu tidak boleh. Mereka baru bisa salat, baca Alquran itu jika sudah pulang ke rumahnya. Masalah agama masalah pribadi, tidak boleh ditunjukkan di publik,” ujarnya.

Jika melanggar aturan tersebut, berpotensi dimasukkan ke dalam kategori radikal hingga berujung dimasukkan ke dalam balai latihan. Junaidi mendapati kebebasan beribadah bagi muslim bisa dilakukan di dalam lembaga pendidikan khusus muslim atau masjid.

Kondisi ini tentu saja membuat seorang muslim serba terbatas dalam beribadah. Dia mengatakan jika hal ini diteruskan berjalan, pendangkalan akidah agama jadi sebuah keniscayaan.

“Tapi apa yang terjadi kalau ini terus berjalan? Pendangkalan akidah. Karena agama akan tercabut dari akarnya. Apalagi di China itu ditetapkan orang tua tidak boleh memaksakan anak beragama kecuali sudah 18 tahun. Padahal dalam Islam dianjurkan mengajarkan agama kepada anak sejak dini,” ungkapnya.

Junaidi berpendapat, dibutuhkan kearifan untuk memahami kondisi ini. Pasalnya, jika dibandingkan dengan konstitusi di Indonesia, situasi kebebasan beragama memang betul-betul kontras.

Menurutnya, dibutuhkan pendekatan persuasif agar pemerintah China bisa memberikan ruang beribadah yang lebih baik bagi muslim yang ada di sana. Selain itu, dia berharap lembaga keagamaan juga dilibatkan dalam memberikan tafsir ‘radikal’.

“Kami berharap pemerintah China memberi kesempatan kepada umat Islam untuk melakukan ibadah ritual di sela mereka mengikuti pelatihan. Peserta juga berhak mendapatkan makanan muslim. Kedua agar CIA (China Islamic Association) itu diikutsertakan dalam proses pengeluaran fatwa soal radikalisme, sudut pandang agama. Ketiga kita minta dan berharap agar Pemerintah Tiongkok tidak menggeneralisir umat Islam yang menjalankan ibadah terkait radikalisme,” papar Junaidi.

Hal senada diutarakan Ketua PBNU Robikin Emhas. Robikin berharap organisasi keagamaan dan pihak terkait lainnya dilibatkan dalam menetapkan indikator ‘ektremis’ dan ‘radikal’. Sehingga tidak ada orang yang menjalankan agama dengan baik namun masuk kategori radikal.

Robikin yang juga ikut dalam delegasi menyatakan turut senang karena pemerintah China berkomitmen untuk antiradikalisme dan antiterorisme. Dia juga mendukung program deradikalisasi yang dijalankan. Meski begitu, dia berharap pemerintah China memberi jaminan kebebasan beribadah.

“Kami amat sangat berharap jaminan konstitusional warga negara untuk memeluk agama, bisa menjalankan peribadatannya sesuai agama masing-masing. Kami paham pemerintah Tiongkok memisahkan agama dan negara. Tetapi karena kebebasan beragama dijamin konstitusi diharapkan warga negara juga diberi kebebasan menjalankan ibadah,” tutur Robikin.

Sebagai tindak lanjut atas kunjungan ini, Robikin mengatakan delegasi akan menyampaikan hasil kunjungan ke pemerintah. Hingga kemudian catatan dan harapan bisa disampaikan ke otoritas China.

“Insyaallah baik PBNU, Muhammadiyah, MUI punya pandangan sama dan gagasan sama sebagai follow up. Akan menyampaikan kepada pemerintah RI, dan pemerintah RI menyampaikan ke Tiongkok baik langsung maupun lewat kedubes. Tentu penyampaiuan dengan tetap menghormati konstitusi yang berlaku di sana,” tutur Robikin.

Selain mengunjungi balai latihan dan Xinjiang Islamic Institute, delegasi Indonesia juga sempat salat Jumat di salah satu Masjid Jiamai di Hotan, bertemu Gubernur Daerah Otonom Uighur Xinjiang Shohrat Zakir, mengunjungi museum barang antik, hingga menyaksikan kesenian tradisional Uighur. Sebelumnya di Beijing, delegasi juga sempat berbincang dengan Ketua China Islamic Association dan Dubes RI untuk China merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun.

(jbr/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Digital di Asia Tenggara pada 2025

Liputan6.com, Jakarta – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara raksasa pasar digital ekonomi di Asia. Peluang itu bisa dilihat dari sisi jumlah pengguna internet, infrastrukstur telekomunikasi yang mulai merata, serta maraknya kehadiran stratup atau perusahaan rintisan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P Roeslani, memproyeksikan bahwa pada 2025 Indonesia berpotensi memiliki pasar ekonomi digital hingga mencapai Rp 2.000 triliun. Sementara, untuk pasar Asia pada 2025 mencapai USD 240 miliar atau sekitar Rp 3.480 triliun (kurs Rp 14.500).

“Kalau kita lihat dari angka angka itu Indonesia menjadi leader Asia Tenggara,” kata Rosan dalam acara Kadin Enterpreneurship Forum 2018, di Satoo Garden, Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Rosan mengatakan, untuk mencapai itu, Indonesia perlu memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan dimulai pada 2030 mendatang.

“Tentunya kita harus banyak melakukan banyak hal termasuk bagaimana kita memanfaatakn bonus demografi yang kita sedanag alami sekarang dan akan berakhir pada tahun 2040,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Rosan, para pelaku usaha juga perlu melihat jeli peluang usaha dan konsisten terhadap suatu bisnisnya. Tidak hanya memanfaatkan digital ekonomi, namun juga perlu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendatangkan investasi.

“Dan tentunya yang kita harapkan dan melahirkan digital literasi anak muda pada entepreneurship terutama pada UMKM,” katanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Konsumen Paling Banyak Keluhkan Produk Ekonomi Digital, Apa Saja?

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan sebagian besar pengaduan masyarakat yang masuk ke pihaknya terkait kerugian di sektor ekonomi digital.

Berdasarkan data Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, tercatat pengaduan yang terkait ekonomi digital menduduki peringkat pertama selama tiga tahun terakhir. Jumlahnya berkisar 16-20 persen dari total komoditas pengaduan yang diterima YLKI. 

“Pengaduan itu berupa transaksi produk e-commerce, dan atau pinjaman online,” kata dia, di Kantornya, Jakarta, Jumat (25/1/2019). 


Hal ini, kata Tulus, karena pengawasan dan regulasi pemerintah terhadap sektor bisnis daring alias ekonomi digital masih lemah. Dia mengatakan, saat ini pelaku pinjaman online yang terdaftar di OJK hanya 72 saja, tetapi di lapangan yang beroperasi mencapai lebih dari 350 pelaku. 

“Kenapa dibiarkan? Padahal mereka adalah ilegal, OJK bisa langsung bersinergi dengan Satgas Waspada Investasi dan Kementerian Kominfo, untuk langsung memblokir pinjaman online yang ilegal tapi masih bergentayangan. Demikian juga dalam hal belanja online, e-commerse,” ungkapnya.

Dia menuturkan, tentu amat berbahaya bila transaksi antara konsumen dengan pedagang berjalan tanpa pengawasan oleh regulator. Sebab potensi pelanggaran hak konsumen sangat besar.

“Terbukti, menurut data 24 persen uang konsumen hilang dalam transaksi tersebut, alias teljebak aksi transaksi penipuan. Belum lagi pengaduan seperti barang yang diterima konsumen rusak, tidak sesuai, atau terlambat dalam pengiriman,” ujar Tulus.

Dari sisi aturan, lanjut dia, harus diakui jika sampai sekarang belanja online belum ditopang dengan regulasi yang memadai. Mulai belum adanya UU Perlindungan Data Pribadi, sampai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

“Sampai sekarang masih tersimpan di laci Sekretariat Negara. Alias mangkrak! Padahal transaksi e-commerse saat Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), angka pertumbuhannya melompat sampai dua digit. Jika Harbolnas 2012 angkanya hanya mencapai Rp 67,5 miliar; maka pada 2017 melambung menjadi Rp 4,7 triliun,” tegasnya. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Saksi dari Koalisi Bela NKRI Tersinggung dengan Kata ‘Idiot’ Dhani

Surabaya – Salah satu saksi dari Koalisi Bela NKRI mengaku tersinggung dengan kata ‘idiot’ yang diucapkan Ahmad Dhani. itu diungkapkan saat sidang kelima yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mulai pukul 12.40 WIB.

Sidang yang dipimpin Majelis Hakim R Anton Widoproyono dimulai dengan mengambil sumpah keempat saksi. Yakni Eko Pujianto, David Triyo Prasojo, Sitirafika Hardian Sari dan Edi Firmanto.

Usai pengambilan sumpah, sidang dilanjut dengan keterangan saksi. Edi yang merupakan perwakilan dari koalisi Bela NKRI menjadi saksi pertama yang dimintai keterangan.

Ia mengaku kala itu koalisi Bela NKRI melakukan penolakan terhadap deklarasi #2019gantipresiden. Menurutnya, acara yang berlangsung Agustus 2018 itu juga tidak dikehendaki oleh warga Surabaya.
“Waktu itu kami meminta kepada Mas Dhani untuk meninggalkan Kota Surabaya dan kembali ke Jakarta. Jika takut akan kita kawal sampai bandara. Bagi warga Surabaya omongan atau kata tagar2019gantipresiden adalah sama dengan makar” kata Edi.

Saat ditanya oleh tim kuasa hukum Dhani, Aldwin Rahdian mengenai vlog ‘idiot’, Edi mengaku tersinggung atas perkataan Dhani kala itu. Menurutnya, ia tidak idiot.

“Bagi saya merasa terhina dan dilecehkan, dan teman-teman juga terhina, saya bisa bekerja dan bisa lulus S1. IQ saya tidak jongkok-jongkok amat setahu saya yang dikatakan idiot itu IQnya di bawah 40,” imbuh Edi.

Edi menambahkan, usai melihat dan mendengarkan vlog yang dibuat suami Mulan Jameela yang tersebar di media sosial, pihaknya melaporkan pentoan Dewa 19 itu ke pihak kepolisian. Video tersebut ditemukan di instagram.

“Dari broadcast dan ada juga di instragam. Saya lihat di grup whatsapp koaliasi Bela NKRI,” lanjut Edi.

Namun saat ditanya siapa penyebar video tersebut di whatsapp grup Bela NKRI, Edi Firmanto mengaku tidak tahu. “Saya tidak tidak mengetahui karena di grup ada yang tidak muncul namanya, kemudian besoknya saya lihat di instagram. Kemudian kita laporkan,” tandas Edi Firmanto.

Dalam kasus pencemaean nama baik melalui vlog ‘idiot’ Ahmad Dhani menjadi terdakwa yang dijerat dengan pasal 45 ayat 3 junto pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp 750 juta.

Simak Juga ‘Fadli Zon Heran Hanya karena ‘Idiot’, Ahmad Dhani Jadi Tersangka’:

[Gambas:Video 20detik]



(sun/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

RI Darurat Tenaga Kerja Digital

Jakarta – Berkembangnya teknologi membuka peluang baru di dunia bisnis. salah satu yang muncul adalah bisnis toko online alias e-commerce. Sayang, itu belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja di sektor industri digital ini.

“Dari sisi jumlah yang paling langka software engineer karena kebutuhannya tinggi,” kata Ketua Umum Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung di Roemah Kuliner, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Untuk unicorn saja, lanjut dia, kebutuhan software engineer bisa mencapai 1.000 orang. Jumlah tersebut belum bisa diimbangi dengan kemampuan perguruan tinggi menghasilkan lulusan di bidang tersebut.

“Kalau dibandingkan lulusan satu angkatan 1 universitas saja, kayanya nggak sampai 1.000,” tuturnya.
Selain software engineer, kata Untung, Indonesia juga kekurangan tenaga ahli di bidang Product Management.

“Yang juga amat sangat langka dan mahal, tapi agak terpendam karena jumlahnya tidak tinggi yaitu produk management. Itu susah karena sekolahnya tidak ada. itu ilmu setengah teknik setengah bisnis,” beber Untung.

Tenaga kerja sektor digital yang masih sulit ditemukan di Indonesia adalah tenaga analis data. Padahal, peran analis data dalam bisnis e-commerce sangat penting dalam menentukan strategi dan kelangsungan bisnis itu sendiri di masa depan.

“Ketiga sebenarnya data. Data ini banyak sekolah statistik, tapi masih ada gap. Kalau omongin data sebagai data provider (penyedia data) nggak susah. Tapi data analytic (analis data) yang susah,” beber dia. (dna/ang)

Jonan Ungkap Gaji Kepala Stasiun Kini Capai Rp 30 Juta

Jakarta – Menteri ESDM Ignasius Jonan menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam masa jabatannya, Jonan mengaku melakukan banyak perubahan pada moda transportasi kereta ini.

Dalam acara Rakornas badan layanan umum (BLU) di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jonan menceritakan pengalamannya saat memimpin KAI.

“Saya ditugaskan di kereta api, semua teman-teman saya bilang ini amat sulit dibenahi. Karena 80% pegawai tetapnya aparatur negara ada yang sipil dan non,” kata Jonan, Selasa (26/2/2019).

Dia menjelaskan, dirinya tetap mencoba. Hal utama yang dia lakukan adalah tunjangan kinerja yang ia ubah. Saat itu dia menyampaikan ke Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan jika tunjangan tak ada perubahan maka pelayanannya tidak akan baik.

Ia saat itu mengaku siap dipecat jika sudah penyesuaian tunjangan namun tak ada perubahan.

Akhirnya ia berhasil menyehatkan KAI. Menurut Jonan 10 tahun yang lalu 25 Februari 2009, dirinya ke Stasiun Gambir. Saat itu take home pay gaji kepala stasiun hanya Rp 2,275 juta. Kepala stasiun waktu itu mengaku tidak cukup.

Karena itu ia mengubah dengan memberikan kompensasi yang baik, cukup untuk hidup.

“Sekarang bapak ibu bisa lihat layanan stasiun sekarang, take home pay kepala stasiun Rp 27,5-30 juta naik 10 kali. Pendapatan parkir pengelolaan stasiun bisa Rp 100 juta ini naik 30 kali lebih. Yang saya ingin sharing, bagaimana kita melayani masyarakat lebih baik, hidup kita bisa sejahtera dan tidak bisa salah satunya,” jelas dia.

Jonan juga menceritakan saat ini di Kementerian ESDM ia berusaha untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan menjadi BLU dan BPSDM. Dalam setahun perubahan BLU naik 383%.

“Saya katakan kepada teman-teman yang sekolah tinggi, yang penting apa yang dikeluarkan negara untuk sekolah bisa kembali diberikan kepada masyarakat,” imbuh dia.

(kil/fdl)

Final Piala AFF U-22 2019: 4 Ancaman Thailand yang Perlu Diwaspadai Timnas Indonesia

Jakarta Tak terbantahkan, Thailand adalah rajanya sepak bola Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih seperti tak pernah bosan jadi juara event bergengsi AFF di berbagai level, mulai dari senior hingga junior.

Bisa dibilang Thailand tak pernah kering mencetak pemain-pemain bertalenta. Di ajang Piala AFF U-22 2019, Thailand berstatus juara bertahan.

Mereka jadi yang terbaik di edisi terakhir 2015 silam. Timnas Indonesia yang akan bersua mereka di laga final Piala AFF U-22 2019pada Selasa (26/2/2019) harus ekstrawaspada. Thailand yang sudah terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan final bisa jadi momok.

Langkah Timnas Thailand U-22 cenderung mulus hingga ke laga puncak.

Tim asuhan Alexandre Lima, belum tersentuh kekalahan serta kebobolan dalam waktu normal pertandingan selama Piala AFF U-22 2019. Sang arsitek asal Brasil yang didapuk jadi nakhoda tim pada awal November 2018 terlihat sukses menjaga tempo permainan Timnas Thailand U-22.

Menghadapi jadwal padat turnamen, Thailand tak habis-habisan di awal namun gembos di akhir. 

Di fase penyisihan Grup A Piala AFF U-22 2019, Thailand menang 1-0 dan 3-0 masing-masing atas Timor Leste dan Filipina, bermain tanpa gol kontra Vietnam.

Mereka melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. Memasuki periode knock-out Tim Negeri Gajah Putih Muda bersua tuan rumah Kamboja yang jadi tim kuda hitam di penyisihan. Thailand menang 5-3 dalam adu penalti atas Kamboja (0-0) di semifinal.

Saat laga final nanti, Tim Garuda Muda kudu mewaspadai empat pemain yang jadi kartu truf Thailand. Siapa saja mereka?



2 dari 2 halaman

Bek Raksasa dan Gelandang Agresif

Rekor tak kebobolan menunjukkan ketangguhan lini belakang Thailand U-22. Penyerang-penyerang Timnas Indonesia U-22 kudu cerdik untuk bisa menembus kerapatan poros belakang mereka.

Sebagai catatan Tim Merah-Putih berlaga di Piala AFF U-22 2019 tanpa penyerang-penyerang terbaik macam: Ezra Wallian, Egy Maulana Vikri, dan Saddil Ramdani.

Sebagai ganti Indra Sjafri menyiapkan duo Indonesia Timur, Osvaldo Haay dan Marinus Wanewar.

Ketangguhan lini belakang Thailand karena mereka punya duo stoper raksasa yang sulit ditembus.

Marco Ballini, bek keturunan Italia amat jago dalam duel-duel bola udara.

Ballini bersama kapten tim Saringkan Promsupa merupakan duet kunci sukses Thailand hingga melangkah ke babak final Piala AFF U-22 2019. Berkat duet bek tengah itu timnas Thailand U-22 tidak pernah kebobolan hingga memasuki babak final.

Ballini merupakan pesepak bola berdarah Italia yang lahir di Bologna pada 12 Juni 1998. Terlahir dari ayah asal Italia dan ibu asal Thailand, Ballini memulai karier sepak bola di tim akademi AC Cesena.

Setelah sempat memulai karier profesional bersama Alfonsine FC, Ballini kemudian direkrut klub asal Thailand Chainat Hornbill pada 2018. Ballini dikontrak juara Thai League 2 2017 itu hingga 2020. Musim lalu Ballini tampil di 16 pertandingan dan mencetak satu gol untuk Chainat.

Ballini sempat masuk daftar skuat bayangan Timnas Thailand senior untuk tampil di Piala AFF 2018. Tapi, pelatih Milovan Rajevac memutuskan untuk tidak membawa Ballini ke putaran final.

Dengan postur tinggi menjulang 198 cm, Ballini jelas jadi tembok  yang sulit ditembus.

Pemain depan Timnas Indonesia U-23, Alberto Goncalves (kanan) berebut bola dengan pemain Thailand U-23, Saringkan Promsupa pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Minggu (3/6). Laga berakhir imbang 0-0. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Mengandalkan tinggi badannya, Ballini juga menjadi andalan Thailand untuk mencetak gol lewat skema bola-bola mati. Ballini menjadi eksekutor terakhir timnas Thailand U-22 saat mengalahkan Kamboja di babak semifinal lewat adu penalti.

Duetnya Saringkan Promsupa yang berstatus sebagai kapten juga tak kalah garang. Ia saat ini jadi top scorer tim dengan lesakan dua gol.

Sebiji gol dicetak ke gawang Timor Leste, serta satu gol lainnya ke gawang Filipina.

Selain dua pemain di atas Thailand punya juga punya Jaroensak Wonggorn, sosok pengendali permainan di lini kedua.

Jaroensak Wonggorn sudah mencetak satu gol di Piala AFF U-22 2019 ke gawang Filipina. Ini adalah gol international keduanya untuk Timnas Thailand U-23.

Sang playmaker sebelumnya mencetak satu gol ke gawang Bahrain pada turnamen Alpine Cup 2018. Jaroensak amat berbahaya saat mengeksekusi bola mati. Ia juga penembak jarak jauh yang jitu.

Di sektor tengah ia didampingi kompatriotnya Jedsadakorn Kowngam yang tak kalah mobil.

Jedsadakorn Kowngam adalah penggawa muda Ubon United FC dan saat ini sedang dipinjamkan ke Army United di tahun 2019 ini. Jedsadakorn yang berusia 21 tahun juga menjadi pemain penting di lini tengah Thailand U-22.

Jedsadakorn Kowngam mencetak satu gol ke gawang Filipina di Piala AFF U-22 2019. Jedsadakorn Kowngam juga menjadi salah satu algojo Thailand saat menghempaskan Kamboja di adu penalti.


Calonkan Eks Koruptor, Parpol Dinilai Beri Pendidikan Politik Buruk

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali mengumumkan 32 nama baru caleg (calon legislatif) eks koruptor pada Pemilu 2019. Jika sebelumnya ada 49 daftar caleg, saat ini total terdapat 81 caleg, baik DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, maupun DPD.

Terhadap hal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan, pencalegan mantan koruptor. Ini dinilainya sebagai pendidikan politik yang tidak baik oleh partai.

KPK juga berkali-kali mengingatkan agar caleg yang pernah terlibat korupsi tidak dipilih. Hal itu demi mewujudkan pemerintahan yang bersih.

“Jangan yang pernah terlibat korupsi. Kita mendukung dan memang kita itu waktu ketua KPU ke sini (KPK) kita sampaikan kita mendukung, umumkan saja. Bahkan, KPK mungkin akan memuat ya kalau memungkinkan di website KPK kan itu lebih bagus,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Jakarta, Sabtu 23 Februari 2019.

Senada, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai kesadaran masyarakat sangat penting dalam menyaring wakilnya di parlemen. Mereka hendaknya dapat benar-benar memperhatikan siapa yang hendak dipilih. Masyarakat jadi bisa memperoleh penerangan untuk wakil-wakil yang akan dipilih itu agar tahu mana yang bersih dan jujur.

“Kalau hanya memilih misalnya berdasarkan uang yang diberikan maka artinya pemilih berkontribusi untuk tidak mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depan, jadi kita perlu jauh lebih hati-hati untuk memilih dan pilihlah orang-orang yang punya rekam jejak atau latar belakang yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak terkait kasus korupsi,” katanya.

Rohaniawan sekaligus budayawan Franz Magnis-Suseno atau Romo Magnis di kesempatan berbeda mengatakan, pengajuan caleg yang pernah dijatuhi hukuman dan dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi adalah pendidikan yang buruk. Apalagi, masyarakat harus memilih di antara partai-partai politik yang mengusung caleg eks koruptor, kecuali dua partai yakni PSI dan NasDem.

“Untuk pendidikan etika politik untuk masyarakat itu suatu suatu signal yang buruk. Di situ tentu kriterianya juga apa yang menjadi program partai dan sebagainya, jadi sangat sulit melarang hal itu. Karena ada pertimbangan macam-macam,” kata Romo Magnis.

Romo Magnis berharap adanya kesadaran masyarakat, bahwa caleg-caleg yang pernah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi, seharusnya tidak dapat tempat di dalam politik.

“Mereka mewakili rakyat, demokrasi itu kekuasaan rakyat. Kalau dewan itu semakin banyak terdiri dari orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk diri sendiri bahkan dengan tidak jujur amat membahayakan demokrasi,” katanya.

2 dari 2 halaman

Hampir Semua Parpol

Sedangkan Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai, memang sudah tepat KPU mengumumkan daftar tersebut untuk memenuhi tanggung jawab. Setelahnya, baru diberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih caleg bersih atau mempunyai catatan bekas napi kasus korupsi.

“Biar nanti hasil pemilu kita lihat apakah masyarakat memilih atau tidak atau masyarakat memberikan mantan napi koruptor kesempatan. Kalau suara anjlok artinya jangan mengulangi kembali (usung caleg eks napi koruptor),” katanya.

Jimly mengakui hampir seluruh partai peserta pemilu bermasalah dalam pencalegan napi eks koruptor. Kecuali NasDem dan PSI. Namun, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu mengajak masyarakat untuk membantu berjalannya demokrasi.

“Semangat antikorupsi dimulai dari diri masing-masing, dari hak kita,” katanya.

Dari pengumuman KPU, muncul bahwa Partai Hanura jadi partai dengan jumlah caleg mantan koruptor terbanyak yakni 11 orang. Disusul Partai Golkar dan Partai Demokrat dengan masing-masing 10 orang.

Kemudian ada Partai Berkarya dengan 7 orang, Partai Gerindra 6 orang, PAN 6 orang, Partai Perindo 4 orang, PKPI 4 orang, PBB 3 orang, dan PPP 3 orang. Lalu ada PKB 2 orang, PDIP 2 orang, Partai Garuda 2 orang, dan PKS 2 orang. NasDem dan PSI nihil.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Tahukah Kamu, 5 Makanan Ini Ternyata Tidak Akan Pernah Bisa Kedaluwarsa

Liputan6.com, Jakarta – Jika Anda ingin menyimpanmakanan di lemari dapur dalam waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun, ketahuilah jenisnya terlebih dahulu. Sebab tak semuanya masih layak untuk dimakan.

Di dunia ini, ada banyak jenis makanan yang masih layak konsumsi dan ternyata tidak akan pernah bisa kedaluwarsa. Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah, ada baiknya perhatikan hal-hal berikut ini.

Seperti dikutip dari Top Tenz, Minggu (24/2/2019), ada setidaknya 5 jenis makanan yang tidak bisa kedaluwarsa meski disimpan dalam jangka waktu lama.


Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 6 halaman

1. Madu

Madu merupakan makanan yang benar-benar tidak akan pernah kedaluwarsa.

Segentong madu pernah ditemukan di pot tanah liat yang dikubur dalam tanah. Konon, madu ini berasal dari zaman Mesir kuno. Ketika diuji, cairan yang dihasilkan dari lebah ini masih mempunyai rasa yang manis dan enak, meski ribuan tahun disegel.

Rahasia di balik masa simpan madu yang abadi adalah kandungan gula alaminya yang tinggi. Selain itu, madu juga bersifat asam, sehingga bakteri tidak memiliki kesempatan untuk berkembang biak.

Di satu sisi, madu juga dikenal sebagai “makanan super” karena banyak mengandung manfaat bagi kesehatan tubuh. Tingginya kadar antioksidan dalam madu mampu membantu menyingkirkan batuk, dan bahkan telah terbukti membantu menyembuhkan luka dan luka bakar.

3 dari 6 halaman

2. Susu Bubuk

Umumnya, susu sapi asli hanya bertahan sekitar dua minggu ketika disimpan di lemari es. Namun tidak halnya dengan susu bubuk.

Susu kering penuh lemak mampu bertahan 2 hingga 5 tahun, sedangkan susu kering tanpa lemak bisa bertahan hingga 25 tahun.

Namun Anda harus menyimpannya di lokasi yang sejuk dan kering. Susu basi atau kedaluwarsa biasanya akan berbau tak sedap ketika kemasannya dibuka.

Harap diingat bahwa ini hanya diperhitungkan untuk susu bubuk, bukan susu formula kering, yang hanya bertahan selama satu tahun.

Jangan mencoba memberikan susu formula yang kedaluwarsa kepada bayi atau anak kecil, karena mungkin memiliki beberapa konsekuensi serius.

4 dari 6 halaman

3. Pasta Kering

Perlu diingat bahwa pasta kering mampu bertahan selama 2 hingga 3 tahun jika disimpan dengan cara yang benar. Tiga tahun adalah waktu yang sangat lama untuk menjaga makanan tetap higienis, terutama jika rasanya lezat, seperti penne atau makaroni.

Namun, tahukah Anda bahwa umur simpan makaroni dan pasta kering dapat diperpanjang hingga 8 hingga 10 tahun jika tertutup rapat, dan disimpan di wadah yang sejuk dan kering?

Sedangkan untuk saus tomat atau saus kalengan, umur simpannya –yang belum dibuka– hanya 18 hingga 24 bulan.

5 dari 6 halaman

4. Kopi Instant

Pecandu kafein disebut amat beruntung, karena kopi instan dapat bertahan 2 hingga 20 tahun pada suhu kamar. Jika Anda menyimpannya di lemari es atau freezer, kopi bisa benar-benar bertahan seumur hidup Anda.

Bagi Anda yang gemar mengonsumsi kopi instan bergranula, jangan khawatir karena ini mampu bertahan sekitar 2 tahun pada suhu udara, dan akan bertahan selamanya jika Anda menyimpannya di tempat yang sejuk.

Sementara itu, kopi bubuk dengan krim berumur hanya 18-24 bulan.

6 dari 6 halaman

5. Beras Putih

Beras merah konon jauh lebih sehat dan bergizi, tetapi hanya akan bertahan selama 4 hingga 6 bulan sebelum kualitasnya memburuk.

Sedangkan untuk beras putih, saat disimpan di tempat yang sejuk dan kering dalam wadah kedap udara, diperkirakan akan tetap bagus selama 30 tahun.

Beberapa orang berspekulasi bahwa jika beras putih disimpan di lemari es atau freezer, makanan pokok orang Indonesia ini bisa tetap segar selamanya.

KPK Kembali Ingatkan Agar Rakyat Tak Pilih Caleg yang Pernah Terlibat Korupsi

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkali-kali mengingatkan agar masyarakat tidak memilih caleg yang pernah terlibat korupsi. Anjuran ini demi mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, seharusnya, warga diberi pendidikan politik yang baik oleh partai dengan tidak mencalonkan mereka yang pernah terlibat korupsi.

“Jangan yang pernah terlibat korupsi. Kita mendukung dan memang kita itu waktu ketua KPU ke sini (KPK) kita sampaikan kita mendukung, umumkan saja. Bahkan, KPK mungkin akan memuat ya kalau memungkinkan di website KPK, kan itu lebih bagus,” kata Alexander, di Jakarta, seperti yang dilansir Antara, Minggu (24/2/2019).

Sebelumnya, KPK kembali mengumumkan 32 nama baru calon legislatif (caleg) eks-koruptor pada Pemilu 2019. Jika sebelumnya ada 49 daftar caleg, saat ini total terdapat 81 caleg, baik DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, maupun DPD yang pernah terlibat kasus korupsi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai yang paling penting adalah imbauan dan membangun kesadaran masyarakat sebagai pemilih agar benar-benar memperhatikan siapa yang hendak dipilih karena mereka akan mewakili rakyat di parlemen.

Masyarakat jadi bisa memperoleh penerangan untuk wakil-wakil yang akan dipilih dan tahu mana yang bersih dan jujur.

“Kalau hanya memilih, misalnya, berdasarkan uang yang diberikan maka artinya pemilih berkontribusi untuk tidak mewujudkan Indonesia yang lebih baik ke depan, jadi kita perlu jauh lebih hati-hati untuk memilih dan pilihlah orang-orang yang punya rekam jejak atau latar belakang yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak terkait kasus korupsi,” ujar Febri.

Rohaniawan sekaligus budayawan Franz Magnis-Suseno atau Romo Magnis di kesempatan berbeda mengatakan pengajuan caleg yang pernah dijatuhi hukuman dan dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi adalah pendidikan yang buruk.

“Untuk pendidikan etika politik untuk masyarakat itu suatu signal yang buruk. Di situ tentu kriterianya juga apa yang menjadi program partai dan sebagainya, jadi sangat sulit melarang hal itu. Karena ada pertimbangan macam-macam,” tutur Romo Magnis.

Dia berharap, adanya kesadaran masyarakat bahwa caleg-caleg yang pernah dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi, seharusnya tidak dapat tempat dalam politik.

“Mereka mewakili rakyat, demokrasi itu kekuasaan rakyat. Kalau dewan itu semakin banyak terdiri dari orang-orang yang memanfaatkan situasi untuk diri sendiri bahkan dengan tidak jujur amat membahayakan demokrasi,” ucapnya.

2 dari 3 halaman

Langkah KPU Dinilai Sudah Tepat

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai memang sudah tepat KPU mengumumkan daftar tersebut untuk memenuhi tanggung jawab.

Setelahnya, baru diberikan kebebasan kepada masyarakat untuk memilih caleg “bersih” atau mempunyai catatan bekas napi kasus korupsi.

“Biar nanti hasil pemilu kita lihat apakah masyarakat memilih atau tidak atau masyarakat memberikan mantan napi koruptor kesempatan. Kalau suara anjlok artinya jangan mengulangi kembali (usung caleg eksnapi koruptor),” ujar Jimly.

Dia mengakui hampir seluruh partai peserta pemilu bermasalah dalam pencalegan napi eks-koruptor. Kecuali Nasdem dan PSI.

Namun, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu mengajak masyarakat untuk membantu berjalannya demokrasi.

“Semangat antikorupsi dimulai dari diri masing-masing, dari hak kita,” kata Jimly.

Dari pengumuman KPU, muncul bahwa Partai Hanura jadi partai dengan jumlah caleg mantan koruptor terbanyak, yakni 11 orang. Disusul Partai Golkar dan Partai Demokrat dengan masing-masing 10 orang.

Kemudian ada Partai Berkarya dengan 7 orang, Partai Gerindra 6 orang, PAN 6 orang, Partai Perindo 4 orang, PKPI 4 orang, PBB 3 orang, dan PPP 3 orang. Lalu ada PKB 2 orang, PDIP 2 orang, Partai Garuda 2 orang, dan PKS 2 orang. NasDem dan PSI nihil.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bicara Pengalaman Kerja di Aceh, Jokowi Banggakan Peran Istri

Jakarta – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) berbicara pengalaman kerjanya yang pertama kali di Aceh. Jokowi menyinggung betapa pentingnya peran seorang istri dalam perkembangan kariernya.

Jokowi awalnya bercerita betapa bersyukurnya keluarganya karena selalu tidak pernah menyerah hingga bisa berhasil. Dia mengaku dengan segala perjuangan keluarganya, dirinya akhirnya bisa menyelesaikan sekolah hingga lulus kuliah.

“Akhirnya setelah lulus kuliah saya merasakan perjuangan bagaimana mencari pekerjaan yang tidaklah mudah. Alhamdulillah, pengalaman kerja pertama saya di Aceh, saya jatuh cinta pada bumi dan rakyat Aceh,” kata Jokowi di SICC, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019).


Jokowi menyebut pengalamannya di Aceh menambah pengetahuannya akan keberagaman di Indonesia. Pengalaman kerja itu juga disebut Jokowi menumbuhkan tekadnya agar masyarakat tak kesulitan mencari kerja.

“Pengalaman saya bekerja mulai dari tingkat yang paling bawah menumbuhkan tekad saya bahwa seluruh tenaga kerja di Indonesia harus memiliki keahlian yang cukup dan mampu mendapat pekerjaan dengan tingkat kesejahteraan yang baik,” ucap Jokowi.

Di sinilah Jokowi kemudian menyinggung peran istri dalam jejak kariernya. Menurut Jokowi, perempuan di Indonesia amat berperan bagi keluarga dan bangsa.

“Pengalaman saya di Aceh juga menunjukkan pentingnya peranan istri dalam meniti karier saya. Saya yakin, saya yakin perempuan-perempuan di Indonesia memiliki peranan yang sangat menentukan bagi keluarga, bagi keluarga, bagi masyarakat dan bagi bangsa dan negara Indonesia,” tutur Jokowi.
(gbr/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>