Jordi Alba Segera Sepakati Kontrak Baru dengan Barcelona

Liputan6.com, Barcelona – Saga transfer Jordi Alba akan segera berakhir. Sang bek sudah berkomitmen untuk meneken kontrak baru di Barcelona dalam waktu dekat ini.

Dalam beberapa bulan terakhir, masa depan Alba memang menjadi topik perbincangan. Sang bek dirumorkan akan pergi dari Camp Nou setelah kontraknya yang habis musim depan belum kunjung diperpanjang oleh Barcelona.

Bek 29 tahun itu dikabarkan telah mendapatkan beberapa tawaran menggiurkan. Salah satunya dari Manchester United yang dirumorkan tertarik mendapatkan jasanya.

Namun dilansir Mundo Deportivo, eks Valencia itu tidak akan berlabuh di Old Trafford. Pasalnya sang bek sudah sepakat untuk memperpanjang kontraknya di Barcelona.

Menurut laporan tersebut, sejak awal tahun lalu, pihak Barcelona sudah menggelar pertemuan dengan agen Alba.

Mereka sudah menyatakan bahwa mereka ingin mempertahankan Alba dan sang agen juga mengatakan bahwa Alba juga tertarik untuk memperpanjang kontraknya di Camp Nou.

Baru-bari ini Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dikabarkan sudah menemui agen Alba, di mana keduanya kabarnya sudah mengunci kesepakatan kontrak baru sang bek.

2 dari 3 halaman

Sepakati Kontrak

Menurut laporan tersebut kedua pihak sudah menyepakati kontrak jangka panjang bagi Alba di Camp Nou.

Laporan itu mengklaim Alba sepakat menambah masa baktinya di Camp Nou. Ia akan mengikat kontrak lima tahun bersama juara bertahan La Liga tersebut.

3 dari 3 halaman

Kenaikan Gaji

Alba juga dikabarkan akan mendapatkan kenaikan gaji, meski tidak disebut secara detail berapa besar kenaikan gaji yang diterima sang bek. Musim ini Alba tercatat mengemas 2 gol dan 14 assist dari 35 penampilan bagi Barcelona musim ini.

Sumber: Bola.net

Saksikan video pilihan di bawah ini

Bologna vs Juventus: Allegri Belum Pikirkan Atletico

Liputan6.com, Turin – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengaku timnya belum memikirkan laga leg kedua Liga Champions melawan Atletico. Ia mengatakan, Juventus fokus lebih dahulu menghadapi Bologna, Minggu (24/2/2019) malam WIB di Liga Italia.

Menurut Allegri, Juventus masih punya waktu 20 hari sebagai persiapan menyongsong laga itu.

“Memikirkan laga leg kedua sekarang adalah sebuah kesalahan karena dari sekarang sampai pertandingan, kami harus bersiap tahap demi tahap,” kata Allegri seperti dilansir situs resmi klub.

Seperti diketahui, Juventus kalah 0-2 dari Atletico pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions tengah pekan lalu. Itu membuat Juventus minimal harus menang 3-0 pada leg kedua di markas mereka sendiri, jika ingin lolos.

Allegri menyadari, meraih hasil itu bukan hal mudah. Namun ia menegaskan, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan siap mengerahkan 100 persen kemampuannya.

“Itu akan menjadi malam yang hebat dan kami akan menghadapinya dengan antusiasme tinggi dan adrenalin. Saya tidak tahu apakah kami akan lolos, tetapi kami harus melakukan segalanya,” kata Allegri.

2 dari 3 halaman

Atletico Tim Tangguh

Allegri mengatakan, Atletico bukan tim yang mudah ditaklukkan. Menurutnya, pasukan Diego Simeone itu berhasil menunjukkan kalau mereka adalah tim papan atas dalam beberapa musim terakhir.

“Atletico tim kuat dan dalam sembilan tahun terakhir mereka memenangkan tiga gelar Liga Europa, dan dua final Liga Champions,” ujar Allegri.

3 dari 3 halaman

Tiga Laga Juventus Jelang vs Atletico

Minggu (24/2/2019) Bologna vs Juventus

Senin (04/3/2019) Napoli vs Juventus

Sabtu (09/3/2019) Juventus vs Udinese

Rabu (23/3/2019) Juventus vs Atletico Madrid

Panas Lagi, Mantan Bek Real Madrid Sindir Torehan Barcelona di Liga Champions

Liputan6.com, Madrid – Mantan bek Real Madrid, Alvaro Arbeloa termasuk salah satu yang sangat rajin menyerang Barcelona di media sosial. Kali ini, Arbeloa menyindir cuitan Gerard Pique soal protes Real Madrid terhadap kepemimpinan wasit.

Menurut Arbeloa, yang membela Real Madrid pada 2009-20016 ini, Barcelona beruntung karena tidak bermain di olahraga lain. Soalnya, dia mengatakan Barcelona juga akan terus mengeluhkan soal wasit.

Arbeloa memanfaatkan momentum 1000 hari merayakan momen pertama Real Madrid meraih trofi Liga Champions secara tiga kali beruntun pada 2016 lalu. Ini sekaligus mengecilkan torehan Barcelona di Eropa yang belum sebanyak Real Madrid.

“Ini juga terjadi di sepak bola dan basket,” kata Arbeloa soal cuitan Pique seperti dikutip Marca.

“Lalu mereka melihat apa yang terjadi di stadion Wanda Metropolitano dan mereka (Barcelona) seperti terdiam untuk beberapa saat dengan apa yang terjadi disana. Untunglah mereka tak main di handball atau hoki, kalau tidak mengeluh juga,” ujarnya, menambahkan.

2 dari 2 halaman

Posting Ejekan

Arbeloa mencoba untuk memanasi suasana dengan memposting foto tiga foto dimana Madrid memenangkan trofi Liga Champions tiga musim beruntun. Dia mempostingnya pada akun instagram @17arbeloa.

“1000 hari kuasai Eropa, lebih dari 100 tahun sebagai klub terbaik di dunia, belum lagi olahraga lain,” ujar Arabeloa.

Pirlo Kritisi Cara Bermain Juventus saat Bertemu Atletico Madrid

Liputan6.com, Jakarta Eks pemain Juventus, Andrea Pirlo, sama sekali tidak terkesan dengan permainan Si Nyonya Tua saat kalah 0-2 dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, Rabu lalu. Gol yang dicetak Jose Gimenez dan Diego Godin membawa Atletico menang 2-0 dalam laga ini. 

“Saya lihat tim bermain tanpa kepribadian atau keinginan untuk bermain,” katanya kepada Sky Italia seperti dilansir Marca. “Anda harus bisa menghadapi tekanan dan memberikan kemampuan terbaik Anda bila ingin memenangkan (Liga Champions),” ujar Andrea Pirlo. 

Kekalahan di leg pertama memamg membuat langkah Juventus menuju babak perempat final semakin sulit. Beruntung, pertemuan kedua bakal berlangsung di kandang sendiri. 

“Juventus kehilangan karakter dan keinginan untuk berbuat lebih. Mereka senang duduk menunggu, dan berpikir mereka mungkin akan mencetak gol,” beber Pirlo menambahkan. 

Pirlo yang pernah mengangkat trofi juara Liga Champions 1996 bersama AC Milan juga mengkritik gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. “Permainan berlangsung dalam dua tempo. Atletico memainkan tempo Liga Champions sedangkan Juventus tertinggal di belakangnya,” kata pria yang juga pernah memperkuat AC Milan itu. 


2 dari 2 halaman

Capello Angkat Bicara

Sementara itu, mantan pelatih Juventus dan Real Madrid, Fabio Capello juga angkat bicara. Menurutnya, Atletico Madrid seharusnya bisa unggul lebih banyak. Sayang, wasit menganulir gol yang dicetak Alvaro Morata setelah melihat VAR atas pelanggaran terhadap Chiellini. 

Menurut Capello, hal ini biasa terjadi di Serie A. “Sesaat setelah Anda tersentuh, lalu jatuh dan mendapat tendangan bebas. Sesaat setelah Chiellini merasa disentuh, dia buru-buru jatuh dan ini hasilnya. Itu jelas bukanlah sebuah pelanggaran,” kata Fabio Capello. 

“Ada banyak perbedaan antara Serie A dan Liga Champions yang mirip dengan olahraga lain. Kecepatan, agesifitas yang Anda butuhkan tidak ada di sana. Juventus tidak siap untuk ini.”

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

3 Alasan Liga Champions Musim Ini Bakal Lahirkan Juara Baru

Liputan6.com, Jakarta Liga Champions saat ini sudah memasuki fase knock-out. Pertandingan leg pertama babak 16 besar pun telah selesai digelar

Tim-tim seperti Paris Saint Germain (PSG), Atletico Madrid, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Real Madrid hampir memastikan lolos ke perempat final. Sedangkan Barcelona, Bayern Munchen, Liverpool masih harus menunggu dengan cemas hingga minggu pertama Maret untuk mengetahui nasib mereka.

Liga Champions telah didominasi tiga serangkai Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen selama 5-6 tahun terakhir. Dan Real Madrid telah benar-benar memenangkan tiga trofi Liga Champions berturut-turut dari 2016 hingga 2018.

Namun, mungkin musim ini terlihat ada perubahan keseimbangan kekuatan Pasalnya, beberapa tim yang tidak difavoritkan memiliki kemungkinan kuat untuk memenangkan trofi utama.

Karena itu pula ada 3 alasan mengapa Liga Champions musim ini kemungkinan bakal memiliki juara baru

2 dari 4 halaman

Manchester City

City dan PSG telah mencetak jumlah gol terbanyak di Liga Inggris dan Ligue 1 Prancis sejauh ini, dan memiliki kelebihan untuk maju terus di Liga Champions.

City telah mencetak 127 gol dalam 43 pertandingan di musim yang sedang berlangsung sejauh ini, dan bisa dibilang memiliki lini tengah terbaik di dunia.

Penyerang City yang terdiri dari Sergio Aguero dan Raheem Sterling juga sangat kuat. Dan, keduanya secara konsisten mendapat umpan dari lini tengah, yang dihuni gelandang serang yang hebat seperti David Silva, Kevin De Bruyne dan Riyad Mahrez.

Namun, penampilan tandang City masih menjadi perhatian musim ini. Pasalnya, mereka selalu kalah dari tim-tim seperti Newcastle United dan Lyon.

Manajer City, Pep Guardiola, tentu sangat berharap timnya bisa memenangkan gelar Liga Champions perdananya. Guardiola sukses menanamkan filosofi passing sepakbola di City.

3 dari 4 halaman

PSG

PSG juga bisa dibilang memiliki penyerang terbaik di dunia, dengan pemain-pemain seperti Neymar, Edinson Cavani, Angel Di Maria, dan Kylian Mbappe.

Mereka telah mengalahkan tim seperti Liverpool, Napoli dan Manchester United, dan dapat menjadi lawan yang berbahaya bagi tim mana pun di dunia.

Mbappe yang sensasional telah mencetak 24 gol musim ini sejauh ini dan tetap menjadi pemain muda terbaik di dunia. Meskipun Neymar menderita masalah cedera dan Cavani sudah melewati masa jayanya, PSG secara realistis berharap untuk memenangkan Liga Champions tahun ini.

Mereka dengan nyaman mengalahkan Manchester United 2-0 di leg pertama Babak 16 di Old Trafford. Tentu saja, sukses ini hampir pasti bisa membawa PSG mencapai perempat final.

4 dari 4 halaman

Atletico Madrid

Atletico Madrid secara mengejutkan sukses mengalahkan Juventus 2-0 di Wanda Metropolitano. Ini seakan menunjukan kekuatan Atletico di kandang sendiri.

Mereka hanya kehilangan satu pertandingan kandang di musim ini, usai dikalahkan Real Madrid.

Atletco juga memiliki beberapa pemain yang sangat bagus, seperti Antoine Griezmann, Diego Godin dan Saul Niguez. Griezmann telah mencetak 18 gol sejauh musim ini, dan terus menjadi jimat Atletico.

Atletico tidak mungkin menyerahkan keunggulan 2 gol mereka saat melawan Juventus. Mereka bahkan mungkin bisa beruntung di momemen ketiga kalinya tahun ini, setelah kalah di dua final Liga Champions melawan Real Madrid pada 2013-14 dan 2015-16.

Buntut Salam 5 Jari, Presiden Atletico Kurangi Gelar Liga Champions Ronaldo

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan Juventus atas Atletico Madrid Rabu lalu berbuntut panjang. Tensi panas pertandingan telah menyisakan drama yang terus bergulir hingga laga berakhir. Salah satu yang paling menyita perhatian, yakni aksi 5 jari Cristiano Ronaldo ke arah suporter Atletico. 

Wanda Metropolitano memang tidak ramah bagi Ronaldo yang bertandang ke sana bersama Juventus, Rabu lalu. Kedua tim bertemu pada babak 16 besar Liga Champions 2018/19.

Sepanjang laga, suporter tuan rumah mengolok-olok pemain asal Portugal tersebut. Mereka bahkan meneriaki eks pemain Real Madrid dan Manchester United itu sebagai pemerkosa. Tujuannya tentu saja untuk melemahkan mental CR7 selama bertanding lawan Atletico. 

Tidak tahan dengan perlakuan tuan rumah, Ronaldo pun membalas. CR7 memberi salam lima jari sebagai tanda bahwa dia telah merebut lima gelar Liga Champions. 

Juventus sendiri akhirnya kalah 0-2 pada laga ini. Gol dari Jose Gimenez dan Diego Godin memaksa skuat Si Nyonya Tua pulang dengan tangan hampa dari Wanda Metropolitano. 

Ronaldo pertama kali merebut gelar Liga Champions saat masih memperkuat Manchester United (2007/08). Sedangkan empat lainnya diraih bersama Real Madrid. Dari empat gelar tersebut, dua di antaranya diraih dengan mengalahkan Atletico Madrid di babak final. 

Menanggapi salam lima jari Ronaldo, Presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, justru menyampaikan pernyataan aneh saat meladeni wawancara radio Italia,  Radio CRC . Menurutnya, gelar Liga Champions yang diraih Ronaldo bukan lima, tapi tiga saja.

“Bagi saya, Cristiano tidak punya 5 gelar Liga Champions. Dia punya tiga dan untuk satu alasan yang sangat simpel. Dia tidak memenangkan dua kali melawan Atletico. Lalu siapa yang merebutnya? Itu akan kita bahas dalam wawancara selanjutnya,” kata Cerezo. 

2 dari 2 halaman

Gol Morata

Sementara itu, saat berbicara kepada Radio Kiss Kiss Napoli, Cerezo, sempat menyinggung gol Alvaro Morata menit 70 yang dianulir wasit setelah melihat tayangan ulang melalui VAR. Wasit membatalkan gol itu karena menganggap Morata lebih dulu menjatuhkan Chiellini. 

“Itu benar-benar gol bersih. Saya pikir Anda harus mendorong dengan sangat keras untuk menjatuhkan Chiellini. Anda butuh mesin derek,” kata Enrique Cerezo. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:




Hasil Liga Champions: Atletico Benamkan Juventus

MadridAtletico Madrid berhasil mengalahkan Juventus 2-0 di leg pertama 16 besar Liga Champions. Seluruh gol tercipta di babak kedua.

Bermain di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dinihari WIB, Atletico berhasil menyusahkan pertahanan Juventus di babak pertama. Namun, tak ada gol yang bisa dilesakkan hingga turun minum.

Atletico sempat membuka keunggulan lewat Alvaro Morata, namun dianulir wasit lantaran lebih dulu terjadi pelanggaran.

Kebuntuan Atletico baru pecah di menit ke-78 lewat gol Jose Gimenez. Diego Godin mengunci kemenangan untuk tim tuan rumah lewat gol di menit ke-83.

Dengan hasil ini, Juve butuh kemenangan 3-0 di leg kedua jika ingin lolos ke perempatfinal dalam waktu 90 menit. Di sisi lain, tim besutan Diego Simeone cukup memetik hasil imbang atau kalah minimal 0-1.
Jalannya Pertandingan

Atletico lebih dulu mengancam lewat Antoine Griezmann di menit kedua. Pemain asal Prancis itu melepaskan tembakan yang masih melambung di atas gawang.

Juventus mendapat tendangan bebas setelah Cristiano Ronaldo dilanggar. Pemain Juventus itu mengambil eksekusi dari jarak 30 meter dan melepaskan tembakan langsung yang masih bisa ditepis Jan Oblak di menit ketujuh.

Peluang kembali didapat Juve pada menit ke-11. Umpan dari sepak pojok disambar dengan sundulan Leonardo Bonucci, namun bola masih sedikit melayang di atas gawang.

Tekanan diberikan Atletico pada menit ke-14. Thomas mendapat bola liar untuk langsung melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola yang meluncur deras itu dengan tepat bisa ditangkap Wojciech Szczesny.

Atletico mengurung pertahanan Juventus dalam periode waktu 15-20 menit. Bahkan, beberapa kemelut kerap terjadi di kotak penalti Bianconeri, namun tak ada yang menghasilkan tembakan.

Lini tengah Juve kalah dalam permainan dengan Atletico. Si Nyonya Tua beberapa kali terpaksa mengalirkan serangan lewat sisi lapangan.

Atletico mendapat tendangan bebas di ujung kotak penalti pada menit ke-27 setelah Diego Costa disenggol oleh Mattia De Sciglio. Griezmann mengambil eksekusi tembakan langsung yang masih bisa ditepis Szczesny.

Juve masih kesulitan masuk ke dalam kotak penalti Atletico. Tembakan dari luar kotak penalti pun terpaksa dilepaskan Paulo Dybala, namun bola masih tepat di pelukan Oblak.

Bianconeri mengambil kendali permainan di lima menit akhir babak pertama. Tapi, tak ada ancaman berarti yang dibuat hingga turun minum.

Juventus langsung menekan Atletico di awal babak kedua. Satu tembakan yang masih melenceng dari gawang dilepaskan Ronaldo dari luar kotak penalti.

Serangan balik dilancarkan Atletico pada menit ke-49. Costa lepas dari posisi offside dalam menerima bola dari Griezmann. Pria berpaspor Spanyol itu berhadapan satu lawan satu dengan Szczesny, namun bola tembakannya melenceng jauh dari gawang.

Dua menit berselang giliran Griezmann yang mengancam gawang Juve. Bola lob yang dilepaskan membentur mistar dan Giorgio Chiellini dengan cepat menyapu bola sebelum disambar oleh Costa.

Atletico sempat berhasil membobol gawang Juve di menit ke-69 lewat sundulan Alvaro Morata. Wasit menganulir gol tersebut setelah melihat ulang lewat video assistant referee (VAR) bahwa Morata lebih dulu melanggar Chiellini.

Upaya Atletico untuk mencuri gol baru terwujud di menit ke-78. Kemelut dari sepak pojok berhasil dituntaskan dengan tembakan Jose Gimenez. 1-0 Atletico memimpin.

Diego Godin membawa Atletico memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-83. Bek asal Uruguay itu berhasil melesakkan gol setelah memanfaatkan kemelut dari tendangan bebas.

Juventus berusaha keras untuk memperkecil ketertinggalan. Federico Bernardeschi melepaskan tembakan jelang menit akhir, namun bola masih bisa ditepis Oblak. Pun dengan Ronaldo yang tembakannya digagalkan Oblak.

Tak ada gol balasan dari Juve hingga laga tuntas. Ateltico menutup leg pertama dengan kemenangan 2-0.

Susunan Pemain:

Atletico Madrid: Oblak; Juanfran, Gimenez, Godin, Filipe Luis; Saul Niguez, Thomas (Lemar 61′), Rodri, Koke (Correa 67′); Diego Costa (Morata 58′), Griezmann.

Juventus: Szczesny; De Sciglio, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Bentancur, Pjanic (Can 72′), Matuidi (Cancelo 84′); Dybala (Bernardeschi 80′), Mandzukic, Ronaldo.

(ran/cas)


Prediksi Atletico Madrid Vs Juventus: Bongkar Pertahanan

Madrid- Atletico Madrid bakal melawan Juventus pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019). Duel ini bakal jadi ajang pembuktian tim mana yang lebih kuat dalam bertahan.

Soalnya, kedua tim selama ini dikenal memiliki pertahanan solid dan tak mudah diruntuhkan.Namun Juventus, yang mulai musim ini diperkuat Cristiano Ronaldo, punya kekuatan ofensif yang lebih baik daripada Los Colchoneros.

Di La Liga 2018-2019 sejauh ini, pertahanan Atletico adalah yang terkuat dibandingkan lawan-lawannya. Pasukan Diego Simeone baru kebobolan 17 gol dalam 24 pertandingan. Sementara itu, Juventus merupakan tim dengan produktivitas gol tertinggi (52) sekaligus angka kebobolan terendah (15) di Serie A hingga pekan ke-24.

Atletico sedikit kesulitan di fase grup. Mereka mencetak sembilan gol dan kebobolan enam dalam enam pertandingan untuk finis sebagai runner-up Grup A di bawah Borussia Dortmund.

Juventus juga mencetak sembilan gol di fase grup, tapi anak-anak asuh Massimiliano Allegri hanya kebobolan empat, dan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup H.

Atletico dan Juventus baru pernah berhadapan dua kali, yakni di fase grup Liga Champions 2014/15. Atletico, yang waktu itu masih diperkuat Mario Mandzukic, menang 1-0 lewat gol tunggal Arda Turan di kandang sendiri dan imbang 0-0 di Italia.

Di liga akhir pekan kemarin, setelah menelan dua kekalahan beruntun lawan Real Betis dan Real Madrid, Atletico menang 1-0 lewat gol tunggal Antoine Griezmann atas tuan rumah Rayo Vallecano. Itu adalah golnya yang ke-130 untuk Atletico, membawa dia menyalip Fernando Torres sebagai pencetak gol terbanyak ke-5 dalam sejarah Atletico.

Griezmann, yang mencetak sepuluh gol dalam 11 penampilan terakhirnya, bakal jadi salah satu tumpuan Atletico untuk coba meraih hasil terbaik melawan La Vecchia Signora. Namun Griezmann tak sendirian. Dia bakal berpartner dengan eks Juventus yang baru bergabung dari Chelsea di bursa transfer Januari, Alvaro Morata.

Atletico memiliki pemain-pemain ofensif berkualitas, juga skema serangan balik yang mematikan. Namun untuk urusan sepakbola menyerang, Juventus tidak kalah dari mereka.

2 dari 3 halaman

Faktor Ronaldo

Juventus sempat kebobolan enam gol dan tanpa kemenangan dalam dua laga beruntun, yakni ketika ditekuk Atalanta 0-3 di Coppa Italia dan ditahan imbang Parma 3-3 di Serie A. Periode negatif itu sudah lewat. Buktinya adalah kemenangan dengan skor identik 3-0 atas Sassuolo dan Frosinone dalam dua laga terakhir mereka.

Kemenangan atas Frosinone di Turin akhir pekan kemarin juga ditandai dengan kembalinya duet bek sentral utama Juventus, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini, dari cedera. Bonucci bahkan menyumbang satu gol untuk membantu timnya mengamankan tiga angka. Gol-gol lainnya dicetak oleh Ronaldo dan Paulo Dybala.

Dybala mencetak gol Serie A pertamanya sejak 3 November 2018. Ronaldo mencetak golnya yang ke-19 di Serie A dan mengukuhkan posisi di puncak daftar top scorer sementara.

Bagi Ronaldo, Atletico jelas bukan lawan yang asing. Selama masih memperkuat Real Madrid antara 2009 dan 2018, Ronaldo mencetak 22 gol dalam 31 penampilan melawan Atletico di semua kompetisi.

Jika ada satu pemain Juventus yang benar-benar harus diwaspadai oleh barisan pertahanan Atletico, dialah orangnya.

3 dari 3 halaman

Komposisi Pemain

Prakiraan Susunan Pemain

Atletico (4-4-2): Oblak; Luis, Godin, Gimenez, Arias; Saul Niguez, Partey, Rodrigo, Correa; Griezmann, Morata

Pelatih: Diego Simeone

Juventus (4-3-1-2): Szczesny; Cancelo, Bonucci, Chiellini, Sandro; Pjanic, Bentancur, Matuidi; Dybala; Mandzukic, Ronaldo

Pelatih: Massimiliano Allegri

Sumber: Bola.net

‘Atletico Unggulan Saat Lawan Juventus’

MadridAtletico Madrid akan menjamu Juventus di leg I babak 16 besar Liga Champions. Los Colchoneros disebut menjadi unggulan dalam duel dengan Bianconeri.

Atletico vs Juve akan berlangsung di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2/2019) dinihari WIB. Juve menatap pertandingan ini dengan modal bagus. Kemenangan meyakinkan atas Sassuolo dan Frosinone dengan skor tiga gol tanpa balas.

Sementara itu, Atletico baru saja kembali ke jalur kemenangan. Setelah menelan kekalahan beruntun, tim asuhan Diego Simeone itu menang tipis 1-0 atas Rayo Vallecano.

Juventus memang kian superior dengan kedatangan Cristiano Ronaldo. Sudah 21 gol dibukukan dalam 32 pertandingan di semua ajang.

Tapi, Atletico dinilai mempunyai kekuatan sepadan dengan adanya pemain-pemain seperti Alvaro Morata, Antoine Griezmann, Diego Costa, dan Jan Oblak.

Eks pemain Atletico, Diego Forlan, menilai bahwa Los Rojiblancos mempunyai kemiripan dengan Juventus hingga laga keduanya diprediksi akan berjalan ketat.

“Itu akan menjadi pertandingan berat untuk kedua tim. Mereka merupakan tim yang mirip, ada banyak kesamaan. Saat ini, pembeda kedua tim ada pada Cristiano Ronaldo,” kata Forlan di Calciomercarto.

“Bagaimanapun, Atletico mempunyai pemain besar seperti Griezmann, Morata, Diego Costa, dan Oblak. Buat saya, favoritnya adalah Atletico,” dia menambahkan.

(cas/ran)


Tekuk Rayo Vallecano, Atletico Geser Real Madrid

Madrid – Atletico Madrid menang tipis 1-0 atas Rayo Vallecano pada pekan ke-34 La Liga 2018-2019 di Estadio de Vallecas, Sabtu (16/2/2019) waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkan Los Colchoneros ke peringkat kedua klasemen sementara sekaligus menggeser Real Madrid.

Atletico mendapatkan perlawanan ketat dari tuan rumah yang menghuni zona papan bawah La Liga. Bahkan, skuat asuhan Diego Simeone tidak mampu membobol gawang Vallecano hingga babak pertama usai.

Atletico baru bisa membobol gawang Vallecano pada pertengahan babak kedua. Umpan dari Alvaro Morata tidak disia-siakan Antoine Griezmann pada menit ke-74 untuk menggaransi tiga poin bagi tim tamu.

Atletico sebenarnya tidak bermain dalam performa terbaik mereka. Berdasarkan statistik Livescore, Griezmann dan kawan-kawan hanya melakukan tiga usaha untuk mencetak gol dan hanya satu yang mengarah ke sasaran.

Sedangkan Vallecano melakukan enam usaha dan lima di antaranya mengancam gawang Jan Oblak. Namun, tuan rumah harus menerima fakta tidak bisa membobol gawang Atletico hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan ini membuat Atletico Madrid naik ke peringkat kedua dengan 47 poin atau unggul dua poin dari Real Madrid. Namun, posisi mereka bisa digeser Real Madrid yang akan menjamu Girona di Santiago Bernabeu, Sabtu (17/2/2019) waktu setempat.

2 dari 2 halaman

Susunan pemain

Susunan pemain

Rayo Vallecano (3-4-2-1): 13-Stole Dimitrievski; 23-Alejandro Gálvez (18-Álvaro García 76′), 21-Abdoulaye Ba, 16-Jordi Amat; 2-Tito, 15-Mario Suárez, 27-Santiago Comesaña, 7-Alexandre Moreno; 11-Adri Embarba, 8-Óscar Trejo (14-Bebé 57′), 9-Raúl de Tomás (22-José Pozo 57′)

Pelatih: Michel

Atletico Madrid (4-4-2): 13-Jan Oblak; 4-Santiago Arias, 24-José Giménez, 2-Diego Godín, 3-Filipe Luís; 10-Ángel Correa (11-Thomas Lemar 60′), 14-Rodri (15-Stefan Savic 75′), 8-Saúl Ñíguez, 23-Vitolo (19-Diego Costa 60′); 7-Antoine Griezmann, 22-Alvaro Morata

Pelatih: Diego Simeone

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.