30 Ribu Relawan Direncanakan Hadir Dengarkan Pidato Jokowi di Konvensi Rakyat

Jakarta – Relawan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan para alumni perguruan tinggi akan menggelar kegiatan Konvensi Rakyat, hari minggu mendatang. Puluhan ribu peserta direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Projo dan seluruh relawan militan Jokowi akan menghadiri acara yg sangat dinantikan masyarakat Indonesia. Kami sudah cek lapangan. Yang sudah pasti hadir ada 30.000 massa, bahkan bisa lebih. Antusiasme dan militansi relawan dan TKN (Tim Kampanye Nasional) Jokowi-Amin memang dahsyat,” kata Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).

Budi mengatakan kegiatan itu akan diisi oleh pidato Jokowi yang bertajuk ‘Optimis Indonesia Maju’. Pidato itu dinilai Budi sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang siap menyongsong perubahan di masa depan.

“Kita tunggu saja pidato bersejarah Presiden Jokowi. Kami percaya hanya orang-orang yang optimis, yang mampu menggerakkan perubahan di Indonesia. Dan perubahan hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang tidak memiliki beban di masa lalu. Bangsa besar harus memiliki daya juang, optimisme dan daya tarung yang kuat,” ujar Budi.

Dia kemudian bicara soal pencapaian yang telah diraih oleh pemerintahan Jokowi. Bagi Budi, Jokowi sudah membawa perubahan yang sangat nyata bagi rakyat Indonesia.

“Pemerintahan Jokowi selama lebih dari 4 tahun ini sudah mampu mengeksekusi banyak hal. Perubahan sudah nyata dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Saatnya rakyat bersatu padu untuk melanjutkan dan mengamankan kepemimpinan yang sudah bekerja nyata,” imbuhnya.

Saat ini, menurut Budi, adalah waktu yang tepat untuk bekerja sama antar elemen bangsa. Persatuan bangsa disebut Budi akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

“Bangsa besar harus dikelola dengan semangat persatuan. Seluruh komponen dan elemen rakyat sudah bergerak serempak dan militan untuk memastikan kemenangan rakyat 17 April 2019. Kita adalah Satu,” jelas Budi.

Acara Konvensi Rakyat ini akan digelar pada Minggu (24/2) di di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Minggu (24/2). Konvensi yang mengusung tema ‘Optimis Indonesia Maju’ itu akan mulai sekitar pukul 17.00 WIB.

TKN berharap Konversi Rakyat itu dapat memberikan informasi dan data kepada masyarakat terkait capaian yang telah dilakukan pemerintahan Jokowi. Konvensi itu juga disebut sebagai momentum untuk menyampaikan program yang akan dilakukan Jokowi-Ma’ruf jika terpilih kembali di Pilpres 2019.

“Karena pidato ini atau penyampaian pikiran ini yang selama ini ditunggu. Karena selalu media bertanya apa yang akan dilakukan dan apa yang akan dikerjakan atau harapan apa yang akan dibangun oleh Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin untuk periode 2019-2024, ini momentumnya,” kata Wakil Ketua Pelaksana Konvensi Rakyat Bahlil Lahadalia di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/2/2019).

(knv/elz)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Detikcom Beber Kronologi Dugaan Persekusi Wartawannya di Munajat 212

Liputan6.com, Jakarta – Acara Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Februari 2019 menyisakan cerita. Sejumlah wartawan dikabarkan mengalami persekusi.

Persekusi diduga dilakukan sejumlah massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI) pada Kamis malam tersebut. Wartawan dari CNN Indonesia TV dan Detikcom diduga menjadi korban persekusi.

Detikcom memberikan konfirmasi terkait kebenaran karyawannya bernama Satria Kusuma yang mengalami persekusi.

Melalui laman resminya, Detikcom menjelaskan kejadian bermula saat Satria mengabadikan momen saat ada copet yang tertangkap.

Satria yang juga bersama wartawan lain, diminta untuk menghapus rekaman video yang diambilnya. Karena massa banyak, Satria menghapus video tersebut.

Namun kejadian tak berhenti sampai di situ. Satria justru digiring dibawa ke tenda VIP mereka. Di dalam tenda VIP tersebutlah diduga persekusi terhadap Satria semakin menjadi.

Ia sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang menggunanakan pakaian serba putih itu tahu jika Satria adalah wartawan detikcom, sehingga tindakan intimidatif dalam bentuk verbal pun terjadi.

Berikut kronologi lengkap Detikcom tentang dugaan persekusi wartawan yang dimuat dalam laman resminya:

Wartawan detikcom atas nama Satria Kusuma mengalami penganiayaan dan kekerasan saat sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kejadian itu berlangsung saat Satria sedang meliput acara Malam Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas.

Sekitar pukul 20.30, terjadi kericuhan yang posisinya di dekat pintu keluar VIP, arah bundaran patung Arjuna Wiwaha. Menurut informasi yang beredar, kala itu ada seorang copet yang tertangkap.

Satria pun langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel. Satria tidak sendirian. Saat itu ada wartawan lain yang juga merekam peristiwa tersebut.

Pada saat merekam video itulah Satria dipiting dan kedua tangannya dipegangi. Mereka meminta Satria menghapus video yang sudah direkamnya. Karena dipaksa sedemikian rupa dan jumlah orang yang berkerumun semakin banyak, Satria akhirnya setuju rekaman video itu dihapus.

Satria lalu dibawa ke ruangan VIP mereka. Di dalam tenda tersebut, intimidasi terus berlanjut. Adu mulut terjadi lagi saat mereka meminta ID card Satria buat difoto. Tapi Satria bertahan, memilih sekadar menunjukkan ID card dan tanpa bisa difoto.

Dalam ruangan yang dikerumuni belasan–atau mungkin puluhan–orang berpakaian putih-putih tersebut, Satria juga sempat dipukul dan diminta berjongkok. Tak sampai di situ, mereka yang tahu Satria adalah wartawan detikcom juga sempat melakukan tindakan intimidatif dalam bentuk verbal.

Singkat cerita, ketegangan sedikit mereda saat Satria bilang pernah membuat liputan FPI saat membantu korban bencana Palu. Begitu pun saat mereka mengetahui benar-benar bahwa Satria bukan wartawan ‘bodrex’. Pun mereka juga tahu bahwa Satria sudah berkomitmen akan menghapus semua video di ponselnya.

Satria dilepas setelah diajak berdiskusi dengan salah satu dari mereka, yang mengaku sebagai pihak keamanan Malam Munajat 212 dan mereka kebetulan sesama orang Bogor. Namun jaminannya bukan ID card dan KTP yang diberikan, melainkan kartu pelajar. Satria pun dilepas dan kembali menuju kantor.

Terkait tindak kekerasan dan penghalangan kerja jurnalistik ini, detikcom melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Dengan harapan kejadian serupa tidak terjadi terhadap wartawan lain yang sedang menjalankan fungsi jurnalistik.

detikcom mengutuk keras kekerasan terhadap jurnalis dan upaya menghalangi peliputan jelas melanggar UU Pers, terutama Pasal 4 tentang kemerdekaan pers. detikcom adalah media yang independen, objektif, dan berimbang dan mendukung penuh perjuangan terhadap kebebasan pers.

2 dari 3 halaman

Wartawan CNN Indonesia TV

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat (22/2/2019) Koordinator Liputan (Korlip) CNN Indonesia TV Joni Aswira yang saat kejadian berada di lokasi menjelaskan, malam itu belasan jurnalis dari media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP dekat panggung acara. Mereka menunggu sejumlah narasumber untuk melakukan wawancara.

Namun pada pukul 21.00 WIB, terjadi keributan di tengah suara selawatan. Diduga ada pencopet yang ditangkap oleh sejumlah massa. Mendadak sontak kejadian itu memancing para jurnalis mendekati lokasi kejadian, termasuk pewarta foto CNN Indonesia TV.

Menurut pengakuan Joni, kamera jurnalis cukup mencolok, sehingga menjadi bahan buruan beberapa orang. Mereka mengintervensi wartawan foto tersebut untuk segera menghapus gambar kericuhan yang sempat tertangkap.

“Kalian dari media mana? Dibayar berapa? Kalau rekam yang bagus-bagus saja, yang jelek enggak usah,” ucap Joni menirukan oknum massa, Jumat (22/02/2019).

Joni melanjutkan, nasib serupa dialami wartawan Detikcom saat sedang merekam kericuhan. Massa menyuruhnya menghapus gambar, tapi wartawan itu tak mau memberikan ponselnya.

“Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang,” ucap dia.

Jurnalis CNNIndonesia yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Koordinaror Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menampik adanya penganiayaan terhadap wartawan. Namun, dia membenarkan ada pencopet yang diamankan oleh massa.

“Enggak ada. Namanya kan ada copet, jadi laskar (massa) tuh ngamanin semuanya, semuanya diamanin. Kan, kita enggak tahu mana beneran wartawan mana bukan, takutnya kan cuma ngaku aja. Makanya diamanin,” katanya.

Novel juga menjelaskan, pada saat kejadian, tak terlihat tanda pengenal yang diduga wartawan tersebut. Namun, setelah diketahui kalau itu wartawan, pihaknya langsung melepasnya.

“Nah, itu enggak ada. Enggak dipakai. Pas diamanin, terus ditanya-tanya ya kita lepas pas tahu itu wartawan,” ucapnya memungkasi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Di Munajat 212, Ketum FPI Bicara Soal Kasus Habib Bahar hingga Ahmad Dhani

Jakarta – Ketum FPI 212 Sobri Lubis turut memberikan sambutan dalam acara Malam Munajat 212 di Monas. Sobri berbicara mengenai sejumlah kasus yang menimpa Habib Bahar bin Smith hingga Ahmad Dhani.

“Saya tidak lupa kawan-kawan kita yang selalu hadir bersama kita tapi mereka nggak bisa hadir karena ada yang di penjara. Saudara kita Buni Yani. Kita doakan beliau diberikan kekuatan dan segera bebas,” kata Sobri di bagian awal sambutannya, Kamis (21/2/2019).

Setelah mengulas mengenai kasus Buni Yani, Sobri menyinggung mengenai kasus Ahmad Dhani. Seperti diketahui si musisi itu kini ditahan di rutan Medaeng Jawa Timur karena kasus cuitan.

“Untuk kawan kita Ahmad Dhani kita doakan semoga cepat bebas,” tutur Sobri.

Kemudian Sobri membahas mengenai kasus yang menimpa Habib Bahar. Menurut Sobri, ada ketidakadilan dalam penanganan kasus yang menimpa Habib Bahar.

“Sempat viral ada anak.. mencaci maki Presiden Jokowi. Diperiksa saja tidak. Padahal dia mengancam akan membunuh Presiden Jokowi. Habib Bahar baru menyatakan Presiden banci, dilaporkan dan diproses,” tutur Sobri.

Sobri lalu menyapa Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif yang juga hadir di lokasi. Dia mengajak massa yang hadir untuk terus mendukung Slamet.

“Walapun Kyai Slamet sekarang berstatus tersangka semoga tidak sampai dipenjara,” kata Sobri.
(fjp/fjp)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kepsek SMA PL Diperiksa Bawaslu karena Kegiatan Sandiaga di Sekolah

Jakarta – Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur (PL) Mulyono diperiksa Bawaslu sebagai saksi atas dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Sandiaga Uno di sekolah. Sandi diduga menggunakan fasilitas pendidikan untuk berkampanye di SMA PL.

“Pada hari ini, Rabu tanggal 20 Februari 2019, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) telah memeriksa Drs Mulyono (Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur) dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait Laporan Nomor: 14/LP/PP/RI/00.00/II/2019 perihal dugaan pelanggaran kampanye pemilu oleh H Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapres nomor urut 02 dengan menggunakan fasilitas pendidikan untuk berkampanye di SMA Pangudi Luhur Jakarta pada tanggal 2 Februari 2019,” kata Ichsan Perwira Kurniagung sebagai salah satu kuasa hukum Yayasan/SMA Pangudi Luhur dari FKNK Law Firm, Rabu (20/1/2019).

Ichsan bersama Aldi Firmansnyah merupakan kuasa hukum yang mendampingi Kepsek SMA PL Mulyono dalam pemeriksaan Bawaslu. Dalam penjelasannya, Ichsan menyebut kliennya hanya memberi izin penggunaan lapangan basket kepada para alumni, termasuk Sandiaga Uno.
“Pihak sekolah hanya mengizinkan para alumni (termasuk Sandiaga Uno) untuk menggunakan Hall SMA Pangudi Luhur untuk bermain basket, dan memang pada faktanya lapangan SMA Pangudi Luhur disewakan kepada pihak umum sejak beberapa tahun terakhir,” sebut Ichsan.

Ichsan menegaskan pihak sekolah tak mengetahui apa-apa seandainya hall basket itu betul dipakai untuk kegiatan kampanye. “Bahwa apabila ternyata digunakan untuk kegiatan politik/kampanye, hal ini tidak pernah diketahui ataupun diizinkan oleh pihak sekolah,” sebut dia.

Ichsan menegaskan bahwa kliennya kooperatif dan telah menjawab 22 pertanyaan dari Tim Asistensi Bawaslu. Lebih jauh dia menyebut Yayasan Pusat Pangudi Luhur pada 6 Februari 2019 juga telah mengeluarkan surat larangan kegiatan politik termasuk kampanye di seluruh lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pangudi Luhur.

Sementara itu, Aldi Firmansyah menambahkan, untuk materi laporan sendiri, termasuk penyimpulan apakah kegiatan dari terlapor dikategorikan sebagai dugaan pelanggaran kampanye pemilu atau tidak, merupakan wewenang Bawaslu. Dia menyebut Kepsek SMA PL Mulyono memenuhi undangan Bawaslu hanya dalam rangka klarifikasi tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.

“Tanpa adanya intervensi atau keterkaitan dengan pihak manapun, termasuk dari pihak pelapor maupun pihak paslon nomor 01 atau nomor 02, mengingat SMA Pangudi Luhur yang bersikap netral dan independen serta tidak pernah memfasilitasi kegiatan kampanye untuk kedua paslon tersebut,” ucap Aldi.
(gbr/tor)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

12 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Munajat 212 di Monas

Liputan6.com, Jakarta Ribuan aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta, diterjunkan untuk pengamanan Munajat 212 yang akan digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Rencananya, kegiatan itu akan diisi dengan ceramah dari para ulama.

“Ada sekitar 12 ribu personel gabungan, nanti dari siang kita lakukan apel. Itu kan acaranya malam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada merdeka.com, Rabu (20/2).

Argo mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan acara Munajat 212. Rencananya, akan ada ribuan orang yang akan menghadiri acara tersebut.

“Intinya kami siap untuk melakukan pengamanan,” kata Argo.

Argo melanjutkan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengamankan kegiatan. Selain pengamanan, rekayasa lalu lintas juga dilakukan di sekitaran Monas.

2 dari 3 halaman

Doa Pilpres Aman

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, Munajat 212 digelar untuk mendoakan kesuksesan Pilpres dan Pemilu 2019.

“Ini doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara Insya Allah saya akan hadir di malam munajat duduk bersama para habaib, kiai dan para tokoh berdoa bersama untuk keselamatan bersama Insya Allah saya akan hadir,” kata Slamet di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

Ia mengaku tak mengetahui apakah paslon capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 diundang dalam acara tersebut.

“Saya serahkan ke panitia, yang jelas saya tahu pimpinan partai-partai diundang, itu yang saya tahu,” ucapnya.

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) itu membantah bahwa acara doa bersama tersebut berkaitan dengan politik. Namun Menurutnya lumrah bila kegiatan tersebut dinilai bermuatan politis.

“Yang penting isi dari acara itu adalah niatan kita untuk mengetuk pintu langit munajat kepada Allah untuk keselamatan bangsa dan negara kita,” dia menandaskan.


Reporter: Ronald, Muhammad Genantan Saputra

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Polisi akan Jemput Paksa Ketum PA 212 Jika 3 Kali Tak Penuhi Panggilan

Jakarta – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif, kembali tidak memenuhi panggilan Polda Jateng sebagai tersangka kasus pidana pemilu. Polisi menegaskan akan menjemput paksa Slamet jika tiga kali tak hadir.

“Kalau tiga kali tidak hadir, penyidik mempunyai kewenangan untuk melakukan penjemputan kepada tersangka untuk dimintai keterangan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019).

Dedi berharap Slamet dapat menjalani proses hukum dengan kooperatif. Terkait lokasi pemeriksaan, Dedi menuturkan tetap di Polda Jawa Tengah (Jateng), seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Ya kita harapkan yang bersangkutan kooperatif memenuhi panggilan penyidik Polresta Surakarta. Untuk penempatan pemeriksaan tetap di Polda Jateng,” ujar Dedi.

Untuk diketahui, Slamet Ma’arif seharusnya menjalani pemeriksaan di Polda Jawa Tengah oleh penyidik Polres Surakarta pada Rabu (15/2). Namun berhalangan hadir sehingga dijadwalkan ulang hari ini.

Slamet Ma’arif batal hadir hari ini. Kuasa hukum menyebutkan Slamet Ma’arif flu berat serta tekanan darah tinggi.

“Kita datang sesuai pemanggilan, kita sampaikan bahwa sebenarnya Ustaz Ma’arif sudah di sini (Semarang) sejak kemarin tapi karena sakit tidak bisa hadir,” kata Ahmad di Mapolda Jateng, pagi tadi.

Ahmad juga meminta untuk penjadwalan ulang, selain itu tim kuasa hukum meminta agar dijadwalkan pemeriksaan ahli. Ada empat orang ahli yang diusulkan oleh kuasa hukum.

Slamet Ma’arif dijerat Pasal 492 dan 521 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang melakukan kampanye yang dilarang bagi peserta pemilu dan tim kampanye. Dugaan pelanggaran dilakukan saat dia menjadi pembicara dalam tablig akbar PA 212 di Solo, 13 Januari 2019 lalu dan kini ia sudah berstatus tersangka.
(aud/idh)



<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ini Lokasi Nobar Debat Capres yang Digelar Tim Jokowi dan Prabowo

Liputan6.com, Jakarta – Debat Capres kedua dengan isu energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, akan digelar malam ini di Hotel Sultan, Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya menyediakan 100 undangan untuk masing-masing pendukung pasangan calon nomor urut 01 dan 02. Solusinya, masing-masing tim menggelar nonton bareng atau nobar.

Misalnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menggelar nobar di kawasan Parkir Timur Senayan, sesuai dengan tempat yang disediakan.

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, Minggu (17/2/20119), Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menggelar nobar di basecampnya, di Jalan Wahid Hasyim. Nobar dihadiri langsung Ketua Umum PSI Grace Natalie, diselingi diskusi dengan Direktur SMRC Sirajuddin Abbas, Jubir PSI Mikhail Gorbachev, Jubir PSI Dara Nasution, dan Pengamat Lingkungan Hidup Agus Sari.

Para relawan pun tak mau ketinggalan. Alumni SMA pendukung Jokowi-Maruf se Jakarta juga menggelar nobar, termasuk Alumni Pangudi Luhur yang digelar di Avenue off The Stars Kemang Village. Kemudian disusul dengan Alumi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang menggelar nobar di BERMVDA Coffe Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan.

2 dari 3 halaman

Nobar BPN Prabowo

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, juga menyediakan tempat nobar, yaitu di kantornya di jalan Kertanegara VI (Samping Rumah Pak Prabowo), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa koordinator dan relawan turut hadir disana.

Kemudian, juga dilakukan di Media Center Prabowo-Sandi, serta di Parkir Timur Senayan yang diinisiasi oleh Direktorat Relawan Prabowo-Sandi.

Para relawan paslon 02 juga tak mau ketinggalan. Mereka yang tergabung dalam Gerakan Millenials Indonesia (GMI), menggelar nobar di jalan Panjang RT 15/RW 07, Kedoya Utara, Jakarta Barat.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi Menasihati CEO Bukalapak Agar Lebih Hati-Hati di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu Pendiri dan CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Pertemuan ini digelar setelah cuitan Zaky soal bujet research & development (R&D) Indonesia sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam pertemuan, Jokowi menasihati Zaky agar lebih berhati-hati membuat pernyataan di media sosial.

“Beliau (Jokowi) menasihati Zaky supaya lebih hati-hati walaupun beliau juga sepakat dengan substansi yang diangkat Zaky soal R&D,” kata Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Menurut Teten, data yang disampaikan Zaky melalui Twitternya keliru. Saat ini, besaran dana R&D Indonesia meningkat. Namun, Teten enggan menyebut besarannya.

“Sekarang (R&D) sudah besar lah. Nanti dijelaskan oleh Presiden,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Hentikan Kegaduhan

Teten menambahkan, Jokowi sudah memaafkan kekhilafan Zaky. Jokowi berharap, kegaduhan cuitan Zaky segera dihentikan dan masyarakat beralih mendukung pengembangan Bukalapak.com.

Mantan Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia ini menyebut, di mata Jokowi Zaky adalah sosok anak muda yang baik dan berprestasi. Zaky juga dianggap sebagai aset bangsa karena telah berhasil membangun Bukalapak.com.

“Jadi jangan sampai ini kemudian menjadi rusak. Karena ini juga jadi kebanggaan kita. Ini salah satu dari empat unicorn Indonesia yang kuat di Asia Tenggara. Selain Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan banyak UMKM yang menggunakan marketplace nya di empat unicorn ini,” kata dia.


Reporter: Titin Suprihatin

Sumber: Merdeka.com


Saksikan video pilihan berikut ini:

4 Jaksa Teliti Berkas Perkara Ketua Alumni 212 Slamet Ma’arif

Liputan6.com, Solo – Kejaksaan Negeri Surakarta menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dengan nomor SPDP/24/II/RES.1.24/2019/Reskrim tanggal 4 Februari 2019 dalam perkara dugaan tindak pidana pemilu Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan RI Mukri mengatakan dengan diterimanya SPDP tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Surakarta telah menerbitkan surat perintah penunjukan tim jaksa penuntut umum.

“Tim JPU Kejaksaan Negeri Surakarta yang ditunjuk beranggotakan empat orang jaksa untuk mengikuti perkembangan penyidikan dan meneliti berkas perkara hasil penyidikan perkara yang dimaksud,” ujar Mukri.

Saat ini Kejaksaan Negeri Surakarta masih menunggu pengiriman berkas perkara dari Penyidik Kepolisian Resor Kota Surakarta.

Ada pun Slamet Maarif diduga melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j atau Pasal 276 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

 

2 dari 3 halaman

Sesuai Prosedur

Sebelumnya, Polresta Surakarta menetapkan Slamet sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran Pemilu. Hal itu terkait orasi Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 di Solo, Jawa Tengah yang digelar pada 13 Januari 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan penetapan Slamet Maarif sebagai tersangka sudah melalui prosedur hukum yang berlaku.

“Semua berproses hukum. Kami menjunjung persamaan kedudukan di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” kata Brigjen Dedi.

Polri tidak bekerja sendiri dalam mengusut kasus ini, melainkan bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara Politik

JakartaBukalapak bukan perusahaan pertama yang diboikot gara-gara dinamika politik Tanah Air. Sebelumnya, Traveloka dan Sari Roti juga pernah menjadi sasaran boikot.

Gerakan pemboikotan ini banyak bergema lewat media sosial. Aksi pemboikotan dilakukan tak hanya oleh satu kubu. Ada yang berkonteks politik Pilpres, ada pula berkonteks politik dalam arti yang lebih umum. Terbaru, Bukalapak diboikot oleh kubu pendukung pasangan Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara PolitikCEO Bukalapak Achmad Zaky (Agus Tri Haryanto/detikINET)

Awalnya, CEO dan founder Bukalapak Achmad Zaky mencuit lewat akun Twitter-nya, @achmadzaky, pada Kamis (15/2) kemarin. Dia mencuitkan kritik tentang anggaran penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) Indonesia. Kritiknya memuat istilah ‘presiden baru’. Berikut cuitannya.
“Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” cuit Zaky.
Warganet berang. Tagar #uninstallbukalapak bergema di jagat media sosial. Tagar untuk menyerukan pencopotan aplikasi toko online milik Zaky itu menjadi trending topic di Twitter. Zaky mengaku kaget cuitannya itu menjadi viral di tahun politik ini. Dia menjelaskan, istilah ‘presiden baru’ bukan ditujukan untuk satu orang saja, tapi siapapun yang bakal jadi presiden produk Pilpres 2019 nanti, bisa Jokowi dan bisa juga yang lain. Zaky meminta maaf atas cuitannya sendiri.

Produk Sari Roti juga pernah kena boikot. Waktu itu 2 Desember 2016, Aksi Bela Islam 212 berlangsung di Jakarta. Ustaz kondang Abdullah Gymnastiar mengunggah gambar dan tulisan di akun Twitter @aagym, pada 3 Desember 2016. Gambar itu memperlihatkan seorang pedagang roti ‘Sari Roti’ yang menempelkan kertas bertuliskan ‘Gratis untuk mujahid’ di kaca kotak dagangannya. Ada pula kabar-kabar lain yang memberi informasi serupa.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara PolitikFoto: Pernyataan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Istimewa)

Pada 6 Desember 2016, produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, membantah terlibat dalam aksi bagi-bagi roti saat aksi 2 Desember di Monas. Bagi-bagi roti Sari Roti gratis saat itu merupakan aksi dari konsumen.

“Dengan tidak mengurangi apresiasi kami atas Aksi Super Damai kemarin, dengan ini kami sampaikan bahwa PT Nippon Indosari Corpindo Tbk tidak terlibat dalam semua kegiatan politik. Kemunculan informasi mengenai pembagian produk Sari Roti secara gratis oleh penjual roti keliling (hawker tricycle), merupakan kejadian yang berada diluar kebijakan dan tanpa seizin PT Nippon Indosari Corpindo Tbk,” tulis perusahaan itu dalam keterangannya.

Klarifikasi dari perusahaan yang menaungi Sari Roti justru menuai boikot di jagat media sosial internet. Tanda pagar #boikotsariroti muncul saat itu. Namun ada pula tagar #savesariroti yang muncul sebagai reaksi boikot itu.

Perusahaan aplikasi pemesan tiket, Traveloka, juga pernah menjadi sasaran boikot. Namun ada unsur salah sasaran dalam seruan boikot terhadap Traveloka ini.

Perusahaan-perusahaan yang Pernah Diboikot Gegara PolitikFoto: Traveloka

Tagar #BoikotTraveloka bertengger di trending topics Twitter Indonesia pada 14 November 2017 lalu. Sebabnya adalah aksi walk out pianis Ananda Sukarlan saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato di acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius di JIExpo Kemayoran, empat hari sebelumnya.

Pendiri Traveloka, Derianto Kusuma, tak nampak di acara itu. Absennya Derianto memunculkan asumsi bahwa bos Traveloka juga mendukung aksi Ananda Sukarlan untuk WO saat Anies Baswedan berpidato. Informasi ini kemudian memancing sebagian netizen untuk melakukan aksi boikot Traveloka. Hashtag #BoikotTraveloka bertengger menjadi salah satu trending topic Twitter Indonesia.

Belakangan diketahui, Derianto memang tak hadir di acara itu, bukan karena alasan politis melainkan karena dia sedang ada acara lain. “Traveloka turut berbangga bahwa salah satu pendiri kami bapak Derianto Kusuma, menerima penghargaan dari alumni Kanisius. Akan tetapi beliau berhalangan hadir dikarenakan beliau sedang melakukan perjalanan dinas yang telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Jadi kalau dibilang ada pak Deri di sana dan disebut memberikan dukungan (kepada Ananda), beliau tidak ada di situ,” kata PR Manager Traveloka Busyra Oryza saat itu, mengklarifikasi.

Setujukan Anda dengan aksi boikot produk perusahaan dengan cara semacam itu?

(dnu/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>