BPN Balas TKN: Kalau Alumni 212 Dukung Prabowo, Itu Hak Mereka

Jakarta – Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan gerakan 212 adalah sah. Jika kelompok 212 memberikan dukungan kepada salah satu paslon, menurut Hidayat, hal itu tidak melanggar undang-undang.

“Pertama, 212 itu sah rakyat Indonesia. Mereka juga punya hak pilih, mereka punya hak politik. Kalu kemudian mereka menyatakan dukungan ke kelompok manapun, itu hak mereka,” ujar Hidayat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Menurut dia, tak ada yang salah bila kelompok alumni 212 menunjukkan dukungannya untuk capres-cawapres, termasuk untuk pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

“Kalau kemudian mereka (Alumni 212) menyatakan dukungan ke 02, misalnya, ya itu hak mereka. Di mana salahnya? Tidak ada undang-undang apapun yang dilanggar,” imbuhnya.

Menurut Hidayat, sebenarnya tim BPN tidak mutlak mengundang PA 212 karena PA 212 pun memiliki agenda untuk ‘memutihkan Jakarta’ di hari kampanye akbar Prabowo-Sandi dilakukan.

“Ya sudah ketemu aja. Yang dipentingkan adalah bahwa itu nanti semuanya berlangsung tetap aman, tertib, dan damai sesuai dengan apa yang kita harapkan, sesuai dengan tradisi islami yamg dipegang oleh 212,” tutur Hidayat.

Terkait tudingan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf yang menyebut PA 212 adalah gerakan politik untuk kubu Prabowo-Sandi, menurut Hidayat, 212 tak hanya memikirkan soal pilpres. Baginya, Islam tak memisahkan antara urusan politik dan bukan politik, asalkan dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan hukum serta tidak merugikan pihak lain.

“Dukungan politik, Anda mau sebut gerakan politik, ya terserah Anda. Tapi apa salahnya kalau itu gerakan politik? Gerakan politik dari masyarakat yang punya hak politik di negara demokrasi, apa salahnya?” tanya Hidayat.

“Mereka (kubu Jokowi-Ma’ruf) aja membolehkan yang lain melakukan gerakan politik dan memberikan dukungan, kenapa ketika 212 memberikan dukungan kemudian dipermasalahkan? Di mana letak keadilan dan kemanusiaan yang adil dan beradabnya? Katanya Pancasila?” sambung politikus PKS itu.

Seperti diketahui, BPN Prabowo-Sandi mengundang Alumni 212 ke kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu pada 7 April nanti. TKN Jokowi-Ma’ruf menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4).
(azr/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN: Alumni 212 Diundang ke Kampanye Prabowo, Jelas Gerakan Politik 02

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengundang Alumni 212 untuk hadir di kampanye akbar pasangan nomor urut 02 itu pada 7 April nanti. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan seperti alumni 212 ini untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4/2019).

Selain itu Ace mengomentari tentang BPN yang mempersilakan Ma’ruf hadir dalam kampanye akbar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada 7 April mendatang. Menurut Ace, BPN harus tahu aturan.

“Soal mereka mau mengundang Abah Kiai Ma’ruf, seharusnya mereka tahu bahwa acara itu merupakan kampanye terbuka dalam rangka pilpres. Harus tahu aturan dong. Masa cawapres kami diundang untuk kampanye mereka? Nanti mereka makin kalah dong,” ucap Ace.

Di sisi lain Wakil Ketua TKN Johnny G Plate memilih fokus pada kampanye pemenangan dengan strategi yang telah ditetapkan. Dia mendoakan kampanye Prabowo-Sandiaga lancar dan aman, meski tetap mengklaim kemenangan di tangan Jokowi-Ma’ruf.

“Kami mendoakan semoga kampanye paslon 02 tersebut berlangsung dengan lancar dan aman. Kami (NasDem) dan seluruh Tim Kampanye Nasional KIK melaksanakan pemilu dengan niat yang kuat untuk menjadikannya sebagai pesta demokrasi yang berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia,” tutur Johnny.

“Kami meyakini pemimpin dimaksud adalah Jokowi-Ma’ruf yang sudah terbukti berhasil dan didukung dengan pengalaman yang luas serta disukai mayoritas rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, M Taufik, mengatakan seluruh alumni 212 akan hadir dalam kampanye Prabowo-Sandiaga, 7 April. Ia juga mempersilakan Ma’ruf yang merupakan alumni 212 hadir bila berkenan.

“Hampir seluruh yang hadir di 212 hadir di sini. Insyaallah hadir. Kecuali Kiai Ma’ruf. Kalau Kiai Ma’ruf mau hadir juga silakan,” ujar Taufik.

Meski kemudian Ma’ruf langsung dengan tegas menolak karena menurutnya tak autentik. “Ya tidak (hadir)-lah, dan nggak ada hubungannya dengan 212 yang asli. Ini kan 212 PA (Persaudaraan Alumni),” ujar Ma’ruf di kediamannya, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/4).

Saksikan juga video ‘Sandiaga Mengobral 3 Janji saat Kampanye di Lumajang’:

[Gambas:Video 20detik]

Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini

(azr/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alumni Perguruan Tinggi Se-Palembang Deklarasi Dukung Prabowo-Sandiaga

Palembang – Alumni perguruan tinggi di Palembang, Sumatera Selatan menggelar deklarasi dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Deklarasi dukungan itu dipimpin koordinator presidium alumni perguruan tinggi Bambang Mulyo,

Dilansir Antara, Minggu (31/3/2019), dalam deklarasi yang berlangsung di gedung serbaguna kawasan Jalan Bambang Utoyo Palembang, para alumni dari perguruan tinggi swasta dan negeri yang ada di Sumsel, Pulau Jawa dan daerah lainnya itu membacakan pernyataan sikap .

Salah satunya, mereka mendesak capres dan cawapres 02 yang didukung jika terpilih melakukan upaya perbaikan kondisi bangsa ke arah yang lebih baik.

Sementara Ketua Panitia Deklarasi tersebut, Yuswar Kaliwarang mengatakan ribuan alumni perguruan tinggi dari 17 kabupaten dan kota dalam wilayah Sumsel berkumpul dan melakukan deklarasi mendukung pasangan Prabowo-Sandi menjadi presiden dan wapres periode 2019-2024. Deklarasi itu sebagai wujud kebulatan tekad alumni perguruan tinggi untuk memenangkan Prabowo- Sandi.

“Sedangkan bincang-bincang dan orasi politik tokoh nasional Rizal Ramli pada kegiatan deklarasi itu bertujuan untuk memotivasi para alumni perguruan tinggi agar bisa berkiprah lebih besar lagi untuk memajukan bangsa dan negara serta mewujudkan Indonesia adil dan makmur,” kata Yuswar.
(rvk/dwia)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Wapres: Hanya 5 Persen alumni LPDP yang Bisa Diterima Kerja di Pemerintahan

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta kepada seluruh alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar tidak terlalu berharap bekerja di sektor pemerintahaan. Sebab, menurut JK masih banyak sektor lain yang dibutuhkan di luar pemerintahan.

“Kita butuh apa? kita butuh kemampuan di segala bidang. (Anda) jangan mengharap banyak bekerja di pemerintahan,” kata Jusuf Kalla dalam acara Sarasehan LPDP 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Jusuf Kalla menyampaikan, paling tidak hanya 5 persen dari alumni LPDP yang dipekerjakan di pemerintahan. Sebab, saat ini birokrasi tidak telalu membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Yang paling penting pertama di pikiran Anda jangan harap banyak pada bekerja di pemerintahan dulu. Mungkin diterima di bawah 5 persen tapi berpikir bagaimana bisa mempekerjakan orang, lebih produktif,” paparnya.

Jusuf Kalla mengatakan, peluang yang paling terbuka untuk para lulusan LPDP adalah di sektor kewirausahaan atau profesionalisme. Sebab dia memandang, kebutuhan itulah yang menjadi kebutuhan ke depan.

Oleh karena itu, Jusuf Kalla juga menginginkan agar mereka yang telah menempuh pendidikan lewat jalur LPDP bisa memberi sumbangsih lebih kepada negara.

“Itu tentu alasan kenapa Anda diberikan kesempatan oleh negara untuk mendapatkan pendidikan yang baik di dalam dan luar negeri dengan biaya negara agar sumbangan SDM lebih baik,” pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Keluarga Alumni IPB Deklarasikan Dukung Jokowi dan Ma’ruf Amin

Fokus, Bogor – Sejumlah keluarga alumni IPB For Jokowi-Ma’ruf Amin menyatakan siap untuk memenangkan pasangan capres nomor urut 01 dalam Pilpres 2019. Hal diungkapkan lewat konferensi pers yang digelar di Bogor, Selasa, 12 Maret kemarin. 

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (13/3/2019), mereka menyatakan siap memenangkan Jokowi-Ma’ruf karena dianggap layak memimpin NKRI.

Sementara, agar masyarakat peduli suksesnya pesta demokrasi, relawan paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin atau Join di Kendal, Jawa Tengah, menggelar aksi lukis mural sebagai metode kampanye alternatif.

Aksi corat-coret di dinding sama sekali bukan kegiatan yang identik dengan vandalisme. Disamping karena mereka mengaku sudah kantongi izin, ide tersebut untuk menampilkan model kampanye alternatif selain spanduk dan baliho juga stiker.

Kampanye model ini menurut mereka lebih muda dicerna masyarakat. (Karlina Sintia Dewi)

Alumni Sriwijaya Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf, Gubernur Sumsel Hadir

Palembang – Ribuan masyarakat Sumsel yang tergabung dalam Alumni Sriwijaya Bersatu mendeklarasikan dukungannya untuk capres Joko Widodo-Mar’uf Amin. Mereka optimistis memenangkan Jokowi-Ma’ruf pada Pemilu 2019.

Deklarasi digelar di ballroom Palembang Sport Convention Centre (PSCC) di Kota Palembang, Sabtu (9/3/2019). Teampak sejumlah tokoh pemenangan daerah ikut hadir, yakni Ketua TKD Syahrial Oesman dan Dewan Penasehat TKD Alex Noerdin dan Gubernur Sumsel Herman Deru.

“Hasil survey memang kita kalah untuk di Sumatera Selatan, tapi sebentar lagi kita pasti akan menang. Mereka tidak stop di deklarasi ini, tapi mereka akan mengetuk rumah-rumah warga untuk mendukung Pak Jokowi-Ma’ruf Amin,” terang Ketua TKD Sumsel, Syahrial Oesman.


Secara tegas pria yang akrab disapa SO ini mengatakan TKD Sumsel siap untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf 17 April mendatang. Tidak tanggung-tanggung, SO menyebut relawan kali ini datang dari seluruh penjuru untuk memenangkan capres Nomor Urut 01 tersebut.

“17 April kita harus menang. Dari Yogya, Bandung, Bogor gabung semua dukung Pak Jokowi-KH Ma’ruf,” tegas Syahrial Oesman.

Berikut isi deklarasi dari Alumni Sriwijaya yang dibacakan:

1. Bersama-sama menyatukan semangat untuk Indonesia maju.
2. Siap menjaga pancasila, UUD 1945 NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
3. Mendukung Penuh Ir. Joko Wododo dan KH Ma’ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024.
(ras/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alumni Sriwijaya Bersatu Deklarasi Dukung Jokowi-Amin

Liputan6.com, Jakarta – Alumni Sriwijaya Bersatu mendeklarasikan dukungan untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

Deklarasi digelar di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3/2019).

Alumni Sriwijaya yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Palembang, namun datang dari seluruh Tanah Air. Deklarasi dukungan politik ini dibacakan langsung oleh Ketua Panitia Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu, Edy Ganepo.

“Dengan ini kami menyatakan tekad, pertama bersama-sama menyatukan semangat untuk Indonesia maju,” tegas Edy Ganepo.

Dia melanjutkan, Alumni Sriwijaya Bersatu siap menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Alumni Sriwijaya juga siap memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin pada 17 April 2019.

“Kami mendukung penuh Jokowi-Ma’ruf Amin menjadi presiden dan wapres RI periode 2019-2024,” ujar Edy.

Alumni 212 Aksi Jual Saham Bir di DPRD DKI, Polisi Siapkan Pengalihan Lalin

JakartaAlumni 212 akan menggelar aksi menuntut DPRD untuk menolak saham bir. Polisi menyiapkan pengalihan arus lalu lintas mencegah banyaknya massa.

“Nanti untuk masa demonya akan kita plot ke depan, Jalan Kebon Sirih (DPRD), kalau memang masih memungkinkan kita akan masih buka jalur setengah untuk kendaraan,” ujar Kabag ops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP I Nengah Adi Putra di depan gedung DPRD DKI Jakarta, di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

Jika massa memenuhi jalur Kebon Sirih, maka pengalihan arus akan dimulai di simpang empat Kebon Sirih. Kendaraan dari perempatan yang mengarah ke DPRD akan dialihkan ke Jalan Bandung, Menteng, Jakarta Pusat, agar melewati Sarinah.

“Tapi apabila nanti massa cukup banyak, dan tidak memenuhi, tidak memungkinkan, kita akan alihkan arus dari mulai simpang 4 Kebon Sirih, kita nanti alihkan menuju ke Jalan Bandung 5 atau ke patung kuda, kalau Sarinah kan ke kiri lurus nggak bisa tembus ke sini juga kan,” jelasnya.

Putra mengatakan telah menyiapkan 993 personel gabungan. Mereka terdiri dari Brimob dan juga Satpol PP. Dia juga memperkirakan massa yang akan tiba sekitar 200 hingga 300 orang

“Untuk jumlah personel itu seluruhnya ada 993, gabungan dari BKO Brimob, Sabara Polda, kemudian ada pleton Polwan, ada Jibom, ada dari Satpol PP juga ada,” katanya.

Alumni 212 akan menggelar aksi mendorong DPRD DKI untuk mendukung Gubernur Anies terkait pencabutan saham bir. Aksi akan digelar usai salat Jumat pukul 13.00 WIB hari ini di depan Gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

(zap/idh)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ulama Hingga Alumni Sekolah di Banten dan Bogor Deklarasi Dukung Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Calon wakil presiden Ma’ruf Amin, mendapatkan dukungan dari ulama Banten K.H. Abuya Muhtadi Dimyathi di Pilpres 2019.

Adapun dukungan itu diberikan saat Ma’ruf menghadiri acara Silaturrahmi Ulama Banten yang digelar di kediaman Abuya Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani di Cidahu, Pandeglang, Banten, Minggu, 3 Maret 2019. Dalam kesempatan itu, Abuya ikut mendoakan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Sukses saudara saya (Kiai Ma’ruf), sukses Pak Jokowi, sukses sukses sukses,” ujar Abuya.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan dirinya akan berusaha semampunya untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf dalam pilpres.

“Saya mendukung penuh Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf. (Bentuk dukungan) banyak, insyAllah nanti ketahuan,” ungkap Abuya.

Sementara itu, Ma’ruf berterimakasih atas dukungan ulama Banten tersebut.

“Alhamdulillah beliau semua mendukung Pak Jokowi dengan saya dalam Pilpres akan datang,” jelas Ma’ruf.

Dia meyakini dukungan Abuya Muhtadi akan meningkatkan elektabilitas Jokowi dan dirinya di Pilpres 2019. “Kalau sudah beliau yang mengajak itu luar biasa,” ungkap Ma’ruf.

Dalam kesempatan itu, Ma’ruf juga mengajak para ulama Banten untuk mengambil peran di dalam menjaga bangsa dan negara dalam rangka menjaga agama yang penuh rahmat. Dengan begitu diharapkan terwujud negara yang aman.

“Tentu peran ulama menjadi begitu penting. Nah, itu bisa dilakukan secara kultural. Misalnya yang dilakukan hijrah secara kultural para ulama ini masih berada di posisi kultural, tapi akan terus bersinergi untuk mengawal bangsa dan negara ini. Jika tidak ada sinergi maka akan terjadi benturan. Karena itu ulama-umarah itu akan kita satukan,” jelas Mutasyar PBNU ini.

Ma’ruf juga mengajak para ulama dan seluruh elemen bangsa dari hal merusak kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati para ulama dan pendiri bangsa terdahulu hingga terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Upaya merusak dengan cara radikal, harus kita jaga. Ini negara kesepakatan. Ada upaya mengganti dengan cara-cara lain yang menyalahi kesepakatan sehingga menimbulkan kegaduhan,” kata dia.

“Itulah sebabnya saya mau mendampingi Pak Jokowi, selain untuk menjadikan Indonesia maju, tapi juga menjaga agama dan mengembangkan kehidupan duniawi. Karena itu saya memohon doa untuk mendampingi Pak Jokowi menjadikan negara ini baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” pungkas Ma’ruf.

2 dari 3 halaman

Dukungan Relawan Alpers 83 di Bogor

Ratusan alumni SMPN 4 Jakarta atau dikenal dengan sebutan Alumni Perwira Sepuluh (Alpers) angkatan 83 pun ikut mendukung Jokowi-Ma’ruf.

Dukungan Alpers 83 disampaikan di Rumah Kerja Relawan, pemenangan Capres 01 di Jalan Ciremai Ujung Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 3 Maret 2019. Di Rumah Kerja Relawan itu pula mereka deklarasi.

Salah satu alumni Alpers 83, Cendekiawan Sembiring, mengatakan dukungan di Bogor sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah suara pasangan nomor urut 01 agar Jokowi dapat kembali memimpin bangsa Indonesia.

“Alumni kita ini sekarang banyak yang menetap di Bogor, makanya kita lakukan reuni skalian deklarasi mendukung Pak Jokowi disini,” kata Cendekiawan.

Alasan Alpers mendukung Jokowi karena sembilan program yang sudah dicanangkan oleh tim sukses untuk kepentingan rakyat. Misalnya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program transfer pengetahuan dari ahli-ahli asing.

“Itu sangat penting sehingga kedepan kita tidak perlu lagi menggunakan tenaga-tenaga ahli asing melainkan dari Indonesia,” kata dia.

Kedua, struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan memiliki daya saing menjadi nilai tambah bagi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi khususnya di Bogor.

“Isu lingkungan hidup juga masuk dalam program kerja Jokowi kedepan,” ujar Cendekiawan.

Melihat program Jokowi-Ma’ruf Amin sangat jelas, Alpers akan berupaya sekuat tenaga agar pasangan nomor urut 01 ini menang di Pilpres. Salah satunya memberikan penjelasan dan pemahaman tentang program Jokowi melalui kegiatan diskusi dengan para pedagang dan ibu-ibu rumah tangga.

Alpers83 sendiri memiliki target untuk menyasar kalangan masyarakat menengah ke bawah dalam upaya meningkatkan ekonomi rumah tangga di Bogor dan sekitarnya. Caranya menjembatani para UKM untuk mendapat program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Seperti tadi ada beberapa perwakilan penjual jamu yang hadir, mereka sudah merasakan adanya pertumbuhan kesejahteraan. Mereka tidak ada paksaan untuk bergabung,” papar Cendekiawan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

TKN Jokowi Sindir Sandiaga: Keluarga Besar Tak Support, Pertanda Buruk!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno. Ini menyusul keluarga besarnya, Keluarga Uno mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Saya heran Sandiaga bisa-bisanya tidak didukung satu keluarganya sendiri. Katanya politik dimulai dari lingkaran paling dekat, dimulai dari keluarga dan teman terdekat,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Pria yang akrab disapa Toni ini menyoroti ikatan alumni sekolah Sandiaga, Pangudi Luhur Jakarta, yang juga mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia juga menilai dukungan Keluarga Uno itu bisa menjadi pertanda buruk bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mantan Wagub DKI tersebut tak bisa mengkonsolidasikan dukungan keluarga sendiri.


Toni pun menduga Sandiaga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat. Ini mengingat, sebutnya, mengambil hati keluarga sendiri saja tidak bisa.

“Pertanda apa bila teman sesama SMA Saja tidak mendukung, keluarga besar saja tidak mensupport?” ucap Toni.

“Pasti itu pertanda buruk. Orang paling dekat saja menolak, apalagi orang yang jauh,” lanjut Sekjen PSI tersebut.

Soal dukungan Keluarga Uno, Toni memberikan apresiasi. Dukungan itu menurutnya akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan calon nomor urut 01 itu.

“Segala bentuk dukungan kami sukuri. Pasti berkontribusi untuk pemenangan Jokowi-Makruf. Kami ucapkan terima kasih,” sebut Toni.

BPN Prabowo-Sandiaga Anggap Dukungan Hanya Sandiwara

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>