Diperintah Jokowi, Pratikno Jenguk Bu Ani Yudhoyono

Jakarta – Mensesneg Pratikno terbang ke Singapura menjenguk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono yang sakit kanker darah. Pratikno mengaku ditugasi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ya kita tadi… saya karena Pak Presiden belum sempat menengok di Singapura, jadi beliau perintahkan kepada kami karena untuk segera bertemu dengan Pak SBY,” kata Pratikno kepada koresponden CNN Indonesia, Rivana Pratiwi, usai menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital (NUH), Jumat (15/2/2019).

Pratikno berdoa agar Ani Yudhoyono lekas sembuh. Menurutnya, pemerintah juga bertanggung jawab atas kesembuhan Ani.
“Jadi kita berdoa semoga Ibu Ani segera sembuh dan pemerintah tentu saja bertanggung jawab, kami juga, untuk mendukung sepenuhnya apa yang bisa kami bantu,” tutur Pratikno.

Sebelumnya, Ani Yudhoyono sudah dibesuk beberapa tokoh. Mereka antara lain capres Prabowo Subianto, mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin hingga pejabat-pejabat Partai Demokrat. Selain itu, sebelum dijenguk Pratikno, Ani Yudhoyono baru saja dibesuk PM Singapura Lee Hsien Loong yang ditemani Madam Ho Ching dan Wakil PM Singapura Mr Teo Chee Hean dan Mrs Teo.

Pemimpin Singapura itu disebut Wasekjen PD Andi Arief menjenguk Ani Yudhoyono dari kejauhan. Mereka ditemani SBY dan putra-putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Andi menyebut PM Singapura dan rombongan juga sempat mengobrol dengan keluarga SBY. Besan SBY, Hatta Rajasa, serta tokoh lain ikut mendampingi dalam pertemuan itu.

“Setelah menjenguk Ibu Ani, kedua tokoh Singapura beserta Istri sempat berbincang-bincang dengan SBY, AHY dan EBY serta didampingi pula oleh Hatta Rajasa dan Dino Patti Djalal di ruangan transit. Para tamu kehormatan tersebut meninggalkan rumah sakit pada pukul 12.30,” sebut Andi.
(gbr/fjp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Alex Noerdin hingga Roy Suryo Jenguk Bu Ani di Singapura

Jakarta – Sejumlah tokoh berdatangan menjenguk istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono yang terkena kanker darah. Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin merupakan salah satunya.

Selain Alex Noerdin, Waketum PD nonaktif Roy Suryo juga mendatangi National University Hospital (NUH) Singapura tempat Ani Yudhoyono dirawat. Berdasarkan laporan jurnalis CNN Indonesia, Rivana Pratiwi, Jumat (15/2/2019), Roy tiba terlebih dahulu sebelum Alex.

Roy Suryo dan Alex Noerdin lantas bertemu dengan SBY dan bersalaman. Roy Suryo dan Alex Noerdin juga sempat berbincang dengan SBY.
Meski demikian, keduanya belum bisa menjenguk langsung Bu Ani Yudhoyono. Mereka haya bisa menunggu di lobi Kent Ridge Wing.
Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon mengatakan PM Singapura Lee Hsien Loong akan menjenguk Ani Yudhoyono siang waktu Singapura. Besan Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa mengatakan Ani mendapat perawatan yang on the track.

“Yang pertama, tentu kita memberikan support penuh kepada Ibu Ani dengan doa, support moril, dan tentu saja kita sangat yakin dengan kemajuan teknologi saat ini, di mana Ibu Ani mendapatkan terapi atau perawatan yang betul-betul on the track,” kata Hatta di National University Hospital (NUH) Singapura, Kamis (14/2/2019).
(gbr/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Tottenham Hotspur Bisa Ulang Kesuksesan Angkatan 92 MU

Jakarta – Manchester United (MU) melahirkan generasi emas yang dikenal dengan Angkatan 92. Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai hal serupa kini terjadi di Totenham Hotspur.

Skuat muda legendaris MU itu dikenal ketika menangi FA Youth Cup pada 1992. Skuat mereka terdiri atas pemain-pemain bertalenta seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, Gary Neville, Phil Neville, dan Nicky Butt.

Para pemain muda tersebut kemudian menjadi tulang punggung Setan Merah yang mendominasi sepak bola Inggris pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an. 

Wenger mengatakan ada kemiripan antara para pemain didikan Sir Alex Ferguson tersebut dengan talenta-talenta didikan Maurizio Pochettino tersebut.

“Saya fan Arsenal, jadi ini subjek yang cukup sensitif bagi saya. Yang ingin saya katakan adalah mereka memiliki generasi para pemain muda,” kata Wenger saat menjadi pundit untuk beIN Sports, seperti dilansir Standard

“Mereka seperti generasi MU yang terdiri atas Giggs, Scholes, Butt, Beckham, dan Neville. Mereka berhasil mencapai puncak. Anda akan merasakan sesuatu di Tottenham. Tapi, mereka belum menunjukkan kematangan pada momen penting. Jadi targetnya sekarang adalah mematangkan diri dalam dua atau tiga tahun dan menunjukkannya,” urai Wenger. 


Sumber: Bola.com

Mentor Angkatan 92 MU Eric Harrison Meninggal Dunia

Liputan6.com, Manchester – Kabar duka datang dari skuat Manchester United (MU). Salah satu orang yang membangun sejarah besar untuk MU, Eric Harrison, meninggal dunia di usia 81 tahun.

Bagi fans MU, nama Eric Harrison sudah tidak asing. Ya, dia merupakan pelatih muda MU angkatan 1992, yang menelurkan legenda seperti David Beckham, Ryan Giggs, Nicky Butt, Paul Scholes dan Gary serta Phil Neville.

Eric Harrison meninggal dunia karena penyakit demensia, yang dideritanya sejak empat tahun lalu. Demensia merupakan penyakit yang membuat seseorang sulit mengingat dalam jangka waktu pendek hingga berinteraksi.

“Kami sangat sedih untuk melaporkan, mantan pelatih muda MU, Eric Harrison meninggal dunia, semalam. Pikiran dan doa kami untuk keluarga dan teman-temannya,” bunyi pernyataan resmi Setan Merah, sebutan MU.

Harrison menjadi pelatih muda MU sejak tahun 1981 kala Setan Merah masih dipimpin Ron Atkinson. Pemain didikannya yang sukses tentu angkatan 92 yang berhasil memenangkan treble winner pada 1999.

2 dari 3 halaman

Neville Kehilangan Mentor

Kesedihan tentunya dirasakan angkatan 92 MU, salah satunya, Gary Neville. Mantan kapten Setan Merah itu masih tidak percaya orang yang membuatnya menuai sukses telah tiada.

“Kami kehilangan mentor, pelatih, dan orang yang membuat kami menjadi bintang. Dia mengajari kami bermain hingga tidak pernah benyerang,” kata Neville, di Twitter pribadinya.

“Dia juga mengajarkan kami betapa pentingnya sebuah kemenangan. Eric, kami berutang semuanya pada Anda,” ujarnya menambahkan.

3 dari 3 halaman

Ferguson Bersedih

Kesedihan juga dirasakan Sir Alex Ferguson. Sebab, berkat Eric Harrison, pria asal Skotlandia itu bisa menuai banyak gelar bersama klub yang bermarkas di Old Trafford Stadium.

“Dia memberikan semua pengetahuan kepada pemain muda tentang cara terbaik menjadi profesional. Tidak semua berhasil, tapi lima (David Beckham, Ryan Giggs, Nicky Butt, Paul Scholes dan Gary Neville), sudah cukup melambangkan dedikasinya,” ucap Ferguson, dikutip dari Sports Mole.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Arsenal Tertarik Datangkan Suso

Jakarta Arsenal sudah memikirkan aktivitas transfer untuk musim panas mendatang. The Gunners dikabarkan tertarik memboyong pemain AC Milan, Suso.

Keputusan Arsenal tak sekadar berlatar kebutuhan tim. Harga Suso masih berada dalam bujet Arsenal, yakni berkisar di angka 50 juta euro atau sekitar Rp600 miliar.

Pada dua tahun terakhir, Arsenal tak memiliki stok winger kanan yang mumpuni. Mereka hanya mengandalkan dua pemain, yaitu Danny Welbeck dan Alex Iwobi di posisi tersebut. Nama pertama tengah mengalami cedera yang cukup parah.

Emery sendiri merasa performa lini serang mereka, terutama sektor sayap kanan mereka tidak optimal. Alhasil ia ingin mendatangkan winger kanan yang bagus guna mendongkrak performa lini serang mereka.

Calciomercato merilis, Emery sudah memiliki target yang ingin ia datangkan ke London Utara. Ia tertarik memboyong Suso dari AC Milan. Pertimbangan Emery di luar harga adalah penampilan bersama I Rossonerri dalam dua tahun terakhir.

Suso selalu dipercaya Gattuso untuk menjadi starter di posisi winger kanan AC Milan. Ia membalas kepercayaan sang pelatih dengan performa yang apik. Sepanjang musim ini, ia sudah mengemas 6 gol dan 8 assist.

Emery sendiri menilai sang winger cocok dengan gaya bermain yang ia miliki, sehingga ia ingin mantan pemain Liverpool itu bergabung pada musim panas nanti. Arsenal sudah mulai bergerak untuk mendapatkan tanda tangan Suso.

Pihak London Utara itu dirumorkan mulai mengamati sang pemain secara intensif sejak awal Februari ini. Mereka mengirim pemandu bakat mereka melihat langsung performa sang pemain bersama Milan.

Pengamatan akan berlangsung hingga akhir musim nanti agar pihak Arsenal mendapatkan data yang komprehensif mengenai performa sang winger.

Sumber: Calcimercato, Bola.net

Starting XI AS Roma Vs FC Porto

Jakarta – Berikut ini adalah susunan pemain AS Roma melawan FC Porto yang akan menjalani leg pertama 16 besar Liga Champions 2018-2019, di Stadion Olimpico, Roma, Rabu (13/2/2019) pukul 03.00 WIB.

Susunan pemain

AS Roma: 83-Antonio Mirante; 24-Alessandro Florenzi, 44-Kostas Manolas, 20-Federico Fazio, 11-Aleksandar Kolarov; 7-Lorenzo Pellegrini, 16-Daniele De Rossi, 4-Bryan Cristante; 22-Nicolo Zaniolo, 9-Edin Dzeko, 92-Stephan El Shaarawy

Pelatih: Eusebio Di Francesco

FC Porto: 1-Iker Casillas; 3-Eder Militao, 28-Felipe, 33-Pepe, 13-Alex Telles; 37-Fernando, 16-Hector Herrera, 22-Danilo Pereira, 25-Otavio, 8-Yacine Brahimi; 29-Tiquinho

Pelatih: Sergio Conceicao

Wasit: Danny Makkelie (Belanda)

Sumber: uefa.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Formasi: Menanti Drama Fase Gugur Liga Champions 2018/19

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 16 tim terbaik Eropa akan tampil pada fase gugur Liga Champions 2018/19. Hasil di leg pertama bakal menentukan langkah masing-masing tim menuju babak berikutnya. 

Babak 16 besar Liga Champions musim ini bakal dimulai, Rabu, 13 Februari 2019 dinihari WIB. Di hari pertama, Manchester United bakal menjamu Paris Saint Germain (PSG) di Old Trafford. Sementara AS Roma bakal bertemu wakil Portugal, FC Porto di Stadio Olimpico.  

Ini jadi ujian perdana MU bersama Solskjaer di ajang Liga Champions. Kecerdikan pelatih asal Norwegia itu kembali diuji setelah sukses menorehkan 10 kemenangan dari 11 laga. 

Seperti diketahui, performa MU mencuri perhatian sejak ditinggal Jose Mourinho akhir tahun lalu. Kehadiran Solskjaer yang ditunjuk sebagai manajer sementara mengubah Setan Merah menjadi tim yang belum terkalahkan. Bahkan kemenangan demi kemenangan yang ditorehkan membawa MU ke posisi empat klasemen sementara Liga Inggris musim ini. 

MU mulai melewati rival-rival terkuat seperti Chelsea yang kini terpaut 1 poin. The Blues harus rela tergusur setelah tim besutan Maurizzio Sarri itu dihancurkan Manchester City 0-6. MU melambung setelah sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Fulham dengan skor 3-0. 

Performa gemilang MU bersama Solskjaer kini mendapat ujian di level yang lebih tinggi. Mental bertanding para pemain bakal kembali diuji saat menjamu PSG di Old Trafford. Hanya saja, Solskjaer harus memutar otak mengingat laga berat lain juga menanti Setan Merah. 

Rotasi pemain pun jadi pilihan terbaik Solskjaer. Sejumlah pemain disimpan saat MU bertemu Fulham. Marcus Rashford yang kembali bersinar disimpan dalam duel ini. Begitu juga dengan bek tangguh, Victor Lindelof. Mereka diharapkan bisa pulih saat bertemu PSG. 

“Ada beberapa ketidaknyaman, Marcus Rashford mengalami keram saat melawan Leicester City. Kami tidak ingin mengambil risiko,” kata Solskjaer. 

“Di belakang, Victor Lindelof memang cedera. Tapi tidak terlalu mengkhawatirkan. Keduanya seharusnya baik-baik saja untuk hari Selasa,” ujar mantan pemain MU tersebut. 






2 dari 4 halaman

Tanpa Neymar

Meski demikian, tuan rumah setidaknya bisa bernafas lega. Pasalnya, tim lawan datang dalam kondisi compang-camping. Les Parisien harus kehilangan striker andalannya Neymar. Pemain asal Brasil itu dipastikan absen melawan MU karena mengalami cedera cukup parah. 

Neymar menderita cedera metatarsal saat PSG bertanding melawan Strasbourg pada ajang Coupe de France beberapa waktu lalu. Kondisi mantan pemain Santos itu bertambah buruk karena cedera tersebut berada di tempat yang membuatnya absen 4 bulan musim lalu. 

Kehilangan Neymar tentu saja jadi pukulan telak bagi PSG. Sebab, pemain yang diboyong dari Barcelona itu merupakan salah satu mesin gol Les Parisien. Musim ini saja, Neymar sudah mengemas 20 gol dalam 23 penampilan bersama PSG di semua kompetisi. 

“Sekarang, ini waktu yang sulit bagi kami karena Ney (Neymar) cedera. Bagi kami, Ney adalah pemain yang sangat penting, karena dia telah melakukan hal-hal luar biasa untuk tim selama tiga bulan terakhir,” kata kiper PSG, Gianluigi Buffon seperti dilansir Four Four Two.

Beban pelatih PSG, Thomas Tuche, semakin bertambah setelah penyerang lain, Edinson Cavani juga dipastikan absen saat bertemu MU. Pemain asal Uruguay itu mengalami cedera panggul saat PSG mengalahkan Girondins de Bordeaux, Sabtu lalu. Diagnosa dokter usai pertandingan juga menunjukkan hasil yang kurang baik. Mantan pemain Napoli tersebut ternyata  mengalami otot paha kanan yang memaksanya absen hingga bulan depan.

Selain Neymar dan Cavani, PSG juga terancam tanpa bek andalannya, Thomas Meunier. Posisi pemain asal Belgia tersebut mengalami gegar otak ringan usai bertabrakan dengan rekannya, François Kamano saat latihan kemarin. Posisinya lalu digantikan Colin Dagba. 

Menurut Solskjaer, absennya pemain-pemain hebat bakal mengurangi bobot duel MU vs PSG. “Saat Anda bertemu tim hebat, Anda ingin bertarung melawan para pemain. Publik ingin melihat pemain-pemain terbaik. Sangat mengecewakan bagi Old Trafford,” katanya.

Tanpa pemain bintang, pertandingan menurut Solskjaer bakal terasa hambar. Sebab kehadiran pemain-pemain hebat juga memberikan semangat tambahan bagi pemain. 

 “Saya sudah beberapa kali bermain saat kami bertemu Real Madrid dan Ronaldo dan Figo dan semua yang pernah ke Old Trafford.  Ini memberikan semangat tambahan,” katanya. 



3 dari 4 halaman

Kiprah Pemain Debutan

Sementara itu, babak 16 besar Liga Champions 2018/19 bakal jadi panggung bagi sejumlah pemain baru. Sebab seluruh kontestan tidak melewatkan kesempatan untuk memasukkan 3 nama baru sesuai aturan UEFA untuk memperbesar peluang meraih gelar juara.  

Satu nama yang mencuri perhatian adalah Arlvaro Morata yang akan memperkuat Atletico Madrid. Pemain asal Spanyol tersebut baru saja diboyong dari Chelsea dan langsung didaftarkan untuk tampil pada babak 16 besar. (Ikuti berita lengkapnya di sini). 

Liverpool juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memasukkan nama Alex Oxlade Chamberlain setelah sempat absen selama setengah musim akibat cedera. Sedangkan Barcelona memasukkan nama Kevin Prince Boateng yang baru dipinjam dari Sassuolo.



4 dari 4 halaman

Jadwal Leg 1

13 Februari 2019

Manchester United vs PSG

AS Roma vs FC Porto


14 Februari 2019

Tottenham Hotspur vs Borussia Dortmund

Ajax Amsterdam vs Real Madrid


20 Februari 2019

Olympique Lyonnais vs Barcelona

Liverpool vs Bayern Munchen


21 Ferbruari 2019

Schalke 04 vs Manchester City

Atletico Madrid vs Juventus


Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019

JakartaGrammy Awards 2019 akhirnya digelar. Berikut adalah daftar update pemenang dari ajang penghargaan musik paling bergengsi sejagat itu.

Tahun ini, Grammy Awards 2019 di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat. Ada 44 piala yang diperebutkan.

Camila Cabello membuka Grammy Awards 2019 dengan ‘Havana’ yang begitu epic. Ia berkolaborasi dengan Young Thug dan Ricky Martin. Nuansa Latin begitu terasa di awal ajang tersebut.

Daftar Lengkap Pemenang Grammy Awards 2019 (Update)Ricky Martin, Camila Cabello dan J Balvin. Foto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Jada Pinkett SmithSelanjutnya, ada juga speech dari Lady Gaga, Michelle Obama dan Jennifer Lopez. Mereka berbicara bagaimana peran musik di hidupnya.
Di tengah acara, Cardi B hadir yang membuat suasana semakin panas. Penonton Grammy Awards 2019 pun bersorak menikmati penampilannya.

Cardi B di Grammy Awards 2019.Cardi B di Grammy Awards 2019. Foto: Kevin Winter/Getty Images for The Recording Academy

Grammy Awards 2019 juga belum lengkap tanpa penampilan dari Lady Gaga. Membawakan ‘Shallow’, ia manggung bukan bersama Bradley Cooper, tapi ditemani Mark Ronson.

Grammy Awards 2019 juga tidak luput dari kritikan. Ajang tersebut dinilai Drake terlalu berat sebelah dalam memberikan penilaian.

Sang rapper mengungkapkan hal itu dalam pidato kemenangannya. Ia berhasil meraih piala Grammy untuk Best Rap Song.

Sedangkan Childish Gambino, yang juga sama-sama mengkritik Grammy Awards 2019, berhasil meraih empat piala, yaitu Best Rap/Sung Performance, Best Music Video, Song of the Year dan Record of the Year.

Dua Lipa meraih dua piala tahun ini, satu untuk Best Dance Recording dan Best New Artist.

Menyamai raihan Childish Gambino, Kacey Musgraves juga mendapatkan empat piala Grammy Awards 2019. Ia berhak atas Album of the Year, Best Country Solo Performance, Best Country Song dan Best Country Album.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang Grammy Awards 2019.

Record of the Year
‘I Like It’ – Cardi B, Bad Bunny & J Balvin
‘The Joke’ – Brandi Carlile
‘This is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘God’s Plan’ – Drake
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Rockstar’ – Post Malone Featuring 21 Savage
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris & Grey

Album of the Year
‘Invasion Of Privacy’ – Cardi B
‘By The Way, I Forgive You’ – Brandi Carlile
‘Scorpion’ – Drake
‘H.E.R.’ – H.E.R.
‘Beerbongs & Bentleys’ – Post Malone
‘Dirty Computer’ – Janelle Monáe
‘Golden Hour’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Black Panther: The Album, Music From And Inspired By’ – Various Artists

Song of the Year
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Boo’d Up’ – Ella Mai
‘God’s Plan’ – Drake
‘In My Blood’ – Shawn Mendes
‘The Joke’ – Brandi Carlile
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris & Grey
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)

Best New Artist
Chloe x Halle
Luke Combs
Greta Van Fleet
H.E.R.
Dua Lipa (Pemenang)
Margo Price
Bebe Rexha
Jorja Smith

Best Pop Solo Performance
‘Colors’ – Beck
‘Havana (Live)’ – Camila Cabello
‘God Is A Woman’ – Ariana Grande
‘Joanne (Where Do You Think You’re Goin’?)’ – Lady Gaga (Pemenang)
‘Better Now’ – Post Malone

Pop Duo/Group Performance
‘Fall in Line’ – Christina Aguilera (feat. Demi Lovato)
‘Don’t Go Breaking My Heart’ – Backstreet Boys
”S Wonderful’ – Tony Bennett & Diana Krall
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper (Pemenang)
‘Girls Like You’ – Maroon 5 feat. Cardi B
‘Say Something’ – Justin Timberlake feat. Chris Stapleton
‘The Middle’ – Zedd, Maren Morris, Grey

Best Traditional Pop Vocal Album
‘Love Is Here To Stay’ – Tony Bennett & Diana Krall
‘My Way’ – Willie Nelson (Pemenang)
‘Nat ‘King’ Cole & Me’ – Gregory Porter
‘Standards (Deluxe)’ – Seal
‘The Music…The Mem’ries…The Magic!’ – Barbra Streisand

Best Pop Vocal Album
‘Camila’ – Camila Cabello
‘Meaning Of Life’ – Kelly Clarkson
‘Sweetener’ – Ariana Grande (Pemenang)
‘Shawn Mendes’ – Shawn Mendes
‘Beautiful Trauma’ – P!nk
‘Reputation’ – Taylor Swift

Best Dance Recording
‘Northern Soul’ – Above & Beyond Featuring Richard Bedford
‘Ultimatum’ – Disclosure (Featuring Fatoumata Diawara)
‘Losing It’ – Fisher
‘Electricity’ – Silk City & Dua Lipa Featuring Diplo & Mark Ronson (Pemenang)
‘Ghost Voices’ – Virtual Self

Best Dance/Electronic Album
‘Singularity’ – Jon Hopkins
‘Woman Worldwide’ – Justice (Pemenang)
‘Treehouse’ – Sofi Tukker
‘Oil of Every Pearl’s Un-Insides’ -Sophie
‘Lune Rouge’ – Tokimonsta

Best Rock Performance
‘Four Out of Five’ – Arctic Monkeys
‘When Bad Does Good’ – Chris Cornell (Pemenang)
‘Made An America’ – The Fever 333
‘Highway Tune’ – Greta Van Fleet
‘Uncomfortable’ – Halestorm

Best Metal Performance
‘Condemned to the Gallows’ – Between the Buried and Me
‘Honeycomb’ – Deafheaven
‘Electric Messiah’ – High on Fire (Pemenang)
‘Betrayer’ – Trivium
‘On My Teeth’ – Underoath

Best Rock Song
‘Black Smoke Rising’ – Greta Van Fleet
‘Jumpsuit’ – Twenty One Pilots
‘MANTRA’ – Bring Me The Horizon
‘Masseduction’ – St. Vincent (Pemenang)
‘Rats’ – Ghost

Best Rock Album
‘Rainier Fog’ – Alice in Chains
‘Mania’ – Fall Out Boy
‘Prequelle’ – Ghost
‘From the Fires’ – Greta Van Fleet (Pemenang)
‘Pacific Daydream’ – Weezer

Best Alternative Music Album
‘Tranquility Base Hotel + Casino’ – Arctic Monkeys
‘Colors’ – Beck (Pemenang)
‘Utopia’ – Björk
‘American Utopia’ – David Byrne
‘Masseduction’ – St. Vincent

Best R&B Performance
‘Long as I Live’ – Toni Braxton
‘Summer’ – The Carters
‘YOY’ – Lalah Hathaway
‘Best Part’ – H.E.R. feat. Daniel Caesar (Pemenang)
‘First Began’ – PJ Morton

Best Traditional R&B Performance
‘Bet Ain’t Worth the Hand – Leon Bridges (Pemenang)
‘Don’t Fall Apart on Me Tonight’ – Bettye LaVette
‘Honest’ – Major.
‘How Deep is Your Love’ – PJ Morton feat Yebba
‘Made for Love’ – Charlie Wilson feat. Lalah Hathaway

Best R&B Song
‘Boo’d Up’ – Ella Mai (Pemenang)
‘Come Through and Chill’ – Migeul feat. J. Cole & Salaam Remi
‘Feels Like Summer’ – Childish Gambino
‘Focus’ – H.E.R.
‘Long as I Live’ – Toni Braxton

Best Urban Contemporary Album
‘Everything Is Love’ – The Carters (Pemenang)
‘The Kids Are Alright’ – Chloe x Halle
‘Chris Dave And The Drumhedz’ – Chris Dave And The Drumhedz
‘War & Leisure’ – Miguel
‘Ventriloquism’ – Meshell Ndegeocello

Best R&B Album
‘Sex & Cigarettes’ – Toni Braxton
‘Good Thing’ – Leon Bridges
‘Honestly’ – Lalah Hathaway
‘H.E.R.’ – H.E.R. (Pemenang)
‘Gumbo Unplugged’ – PJ Morton

Best Rap Performance
‘Be Careful’ – Cardi B
‘Nice for What’ – Drake
‘King’s Dead’ – Kendrick Lamar, Jay Rock, Future, James Blake (Pemenang)
‘Bubblin’ – Anderson .Paak
‘Sicko Mode’ – Travis Scott

Best Rap/Sung Performance
‘Like I Do’ – Christina Aguilera feat. Goldlink
‘Pretty Little Fears’ – 6lack feat. J. Cole
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘All the Stars’ – Kendrick Lamar & SZA
‘Rockstar’ – Post Malone feat. 21 Savage

Best Rap Song
‘God’s Plan’ – Drake (Pemenang)
‘King’s Dead’ – Kendrick Lamar, Jay Rock, Future, James Blake
‘Lucky You’ – Eminem
‘Sicko Mode’ – Travis Scott
‘Win’ – Jay Rock

Best Rap Album
‘Invasion Of Privacy’ – Cardi B (Pemenang)
‘Swimming’ – Mac Miller
‘Victory Lap’ – Nipsey Hussle
‘Daytona’ – Pusha T
‘Astroworld’ – Travis Scott

Best Country Solo Performance
‘Wouldn’t It Be Great?’ – Loretta Lynn
‘Mona Lisas and Mad Hatters’ – Maren Morris
‘Butterflies’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Millionaire’ – Chris Stapleton
‘Parallel Line’ – Keith Urban

Best Country Duo/Group Performance
‘Shoot Me Straight’ – Brothers Osborne
‘Tequila’ – Dan + Shay (Pemenang)
‘When Someone Stops Loving You’ – Little Big Town
‘Dear Hate’ – Maren Morris feat. Vince Gill
‘Meant to Be’ – Bebe Rexha & Florida Georgia Line

Best Country Song
‘Break Up in the End’ – Cole Swindell
‘Dear Hate’ – Maren Morris feat. Vince Gill
‘Space Cowboy’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘Tequila’ – Dan + Shay
‘When Someone Stops Loving You’ – Little Big Town

Best Country Album
‘Unapologetically’ – Kelsea Ballerini Port Saint Joe – Brothers Osborne
‘Girl Going Nowhere’ – Ashley McBryde
‘Golden Hour’ – Kacey Musgraves (Pemenang)
‘From A Room: Volume 2’ – Chris Stapleton

Best Jazz Vocal Album
‘My Mood Is You’ – Freddy Cole
‘The Questions’ – Kurt Elling
‘The Subject Tonight Is Love’ – Kate McGarry With Keith Ganz & Gary Versace
‘If You Really Want’ – Raul Midón With The Metropole Orkest Conducted By Vince Mendoza
‘The Window’ – Cécile McLorin Salvant (Pemenang)

Best Improvised Jazz Solo
‘Some of That Sunshine’ – Regina Carter, soloist
‘Don’t Fence Me In’ – John Daversa, soloist (Pemenang)
‘We See’ – Fred Hersch, soloists
‘De-Dah’ – Brad Mehldau, soloist
‘Cadenas’ – Miguel Zenón, soloist

Best Large Jazz Ensemble Album
‘All About That Basie’ – The Count Basie Orchestra Directed By Scotty Barnhart
‘American Dreamers: Voices of Hope, Music of Freedom’ – John Daversa Big Band Featuring DACA Artists (Pemenang)
‘Presence ‘- Orrin Evans and the Captain Black Big Band
‘All Can Work’ – John Hollenbeck Large Ensemble
‘Barefoot Dances and Other Visions’ – Jim McNeely and The Frankfurt Radio Big Band

Best Jazz Instrumental Album
‘Diamond Cut’ – Tia Fuller
‘Live in Europe’ – Fred Hersch Trio
‘Seymour Reads the Constitution!’ – Brad Mehldau Trio
‘Still Dreaming’ – Joshua Redman, Ron Miles, Scott Colley and Brian Blade
‘Emanon’ – The Wayne Shorter Quartet (Pemenang)

Best Gospel Album
‘One Nation Under God’ – Jekalyn Carr
‘Hiding Place’ – Tori Kelly (Pemenang)
‘Make Room’ – Jonathan McReynolds
‘The Other Side’ – The Walls Group
‘A Great Work’ – Brian Courtney Wilson

Best Contemporary Christian Music Album
‘Look Up Child’ – Lauren Daigle (Pemenang)
‘Hallelujah Here Below’ – Elevation Worship
‘Living With a Fire’ – Jesus Culture
‘Surrounded’ – Michael W. Smith
‘Survivor: Live From Harding Prison’ – Zach Williams

Best Latin Pop Album
‘Prometo’ – Pablo Alboran
‘Sincera’ – Claudia Brant (Pemenang)
‘Musas (Un Homenaje Al Folclore Latinoamericano En Manos De Los Macorinos), Vol. 2’ – Natalia Lafourcade
‘2:00 AM’ – Raquel Sofía
‘Vives’ – Carlos Vives

Best Latin Jazz Album
‘Heart of Brazil’ – Eddie Daniels
‘Back to the Sunset’ – Dafnis Prieto Big Band (Pemenang)
‘West Side Story Reimagined’ – Bobby Sanabria Multiverse Big Band
‘Cinque’ – Elio Villafranca
‘Yo Soy La Tradición’ – Miguel Zenón Featuring Spektral Quartet

Best Americana Album
‘By The Way, I Forgive You’ – Brandi Carlile (Pemenang)
‘Things Have Changed’ – Bettye LaVette
‘The Tree Of Forgiveness’ – John Prine
‘The Lonely, The Lonesome & The Gone’ – Lee Ann Womack
‘One Drop Of Truth’ – The Wood Brothers

Best Folk Album
‘Whistle Down the Wind’ – Joan Baez
‘Black Cowboys’ – Don Flemons
‘Rifles & Rosary Beads’ – Mary Gauthier
‘Weed Garden’ – Iron & Wine
‘All Ashore’ – Punch Brothers (Pemenang)

Best Reggae Album
‘As the World Turns’ – Black Uhuru
‘Reggae Forever’ – Etana
‘Rebellion Rises’ – Ziggy Marley
‘A Matter of Time’ – Protoje
’44/876′ – Sting & Shaggy (Pemenang)

Spoken Word
Accessory to War – Courtney B. Vance
Calypso – David Sedaris
Creative Quest – Questlove
Faith – A Journey For All – Jimmy Carter (Pemenang)
The Last Black Unicorn – Tiffany Haddish

Best Musical Theater Album
The Band’s Visit (Pemenang)
Carousel
Jseus Christ Superstar Live in Concert
My Fair Lady
Once on this Island

Best Comedy Album
‘Annihilation’ – Patton Oswalt
‘Equanimity & The Bird Revelation’ – Dave Chappelle (Pemenang)
‘Noble Ape’ – Jim Gaffigan
‘Standup For Drummers’ – Fred Armisen
‘Tamborine’ – Chris Rock

Best Compilation Soundtrack For Visual Media
‘Call Me By Your Name’
‘Deadpool 2’
‘The Greatest Showman’ (Pemenang)
‘Lady Bird’
‘Stranger Things’

Best Score Soundtrack For Visual Media
‘Black Panther’ – Ludwig Göransson (Pemenang)
‘Blade Runner 2049’ – Benjamin Wallfisch & Hans Zimmer
‘Coco’ – Michael Giacchino
‘The Shape of Water’ – Alexandre Desplat
‘Star Wars: The Last Jedi’ – John Williams

Best Song Written For Visual Media
‘All The Stars’ – Kendrick Lamar & SZA – Black Panther
‘Mystery Of Love’ -Sufjan Stevens, – Call Me By Your Name
‘Remember Me’ – Miguel feat. Natalia Lafourcade, – Coco
‘Shallow’ – Lady Gaga & Bradley Cooper, – A Star Is Born (Pemenang)
‘This Is Me’ – Keala Settle & The Greatest Showman Ensemble, – The Greatest Showman

Producer of the Year, Classical
Blanton Alspaugh (Pemenang)
David Frost
Elizabeth Ostrow
Judith Sherman
Dirk Sobotka

Producer Of The Year, Non-Classical
Boi-1da
Larry Klein
Linda Perry
Kanye West
Pharrell Williams (Pemenang)

Best Music Video
‘Apes-‘ – The Carters
‘This Is America’ – Childish Gambino (Pemenang)
‘I’m Not Racist’ – Joyner Lucas
‘Pynk’ – Janelle Monáe
‘Mumbo Jumbo’ – Tierra Whack

Best Music Film
Life in 12 Bars
Whitney
Quincy (Pemenang)
Itzhak
The King

Best Contemporary Instrumental Album
‘The Emancipation Procrastination’, Christian Scott aTunde Adjuah
‘Steve Gadd Band’, Steve Gadd Band (Pemenang)
‘Modern Lore’, Julian Lage
‘Laid Black’, Marcus Miller
‘Protocol 4’, Simon Phillips

Best Contemporary Classical Composition
‘Bates: The (R)evolution of Steve Jobs’ – Mason Bates, composer; Mark Campbell, librettist (Michael Christie, Garrett Sorenson, Wei Wu, Sasha Cooke, Edwards Parks, Jessica E. Jones and Santa Fe Opera Orchestra)
‘Du Yun: Air Glow’ – Du Yun, composer (International Contemporary Ensemble)
‘Heggie: Great Scott’ -Jake Heggie, composer; Terrence McNally, librettist (Patrick Summers, Manuel Palazzo, Mark Hancock, Michael Mayes, Rodell Rosel, Kevin Burdette, Anthony Roth Costanzo, Nathan Gunn, Frederica von Stade, Ailyn Pérez, Joyce DiDonato, Dallas Opera Chorus and Orchestra)
‘Kernis: Violin Concerto’ – Aaron Jay Kernis, composer (James Ehnes, Ludovic Morlot and Seattle Symphony) (Pemenang)
‘Mazzoli: Vespers for Violin’ – Missy Mazzoli, composer (Olivia De Prato)

Best Classical Compendium:
Fuchs: Piano Concerto ‘Spiritualist’; Poems of Life; Glacier; Rush – JoAnn Falletta, conductor; Tim Handley, producer (Pemenang)
Gold – The King’s Singers; Nigel Short, producer
The John Adams Edition – Simon Rattle, conductor; Christoph Franke, producer
John Williams at the Movies – Jerry Junkin, conductor; Donald J. McKinney, producer
Vaughan Williams: Piano Concerto; Oboe Concerto; Serenade to Music; Flos Campi – Peter Oundjian, conductor; Blanton Alspaugh, producer

Best Classical Solo Vocal Album
‘ARC’ – Anthony Roth Costanzo; Jonathan Cohen, conductor (Les Violons Du Roy)
‘The Handel Album’ – Philippe Jaroussky; Artaserse, ensemble
‘Mirages’ – Sabine Devieilhe; François-Xavier Roth, conductor (Alexandre Tharaud; Marianne ‘Crebassa and Jodie Devos; Les Siècles)
‘Schubert: Winterreise’ – Randall Scarlata; Gilbert Kalish, accompanist
‘Songs of Orpheus’ – Monteverdi, Caccini, D’India and Landi – Karim Sulayman; Jeannette Sorrell, conductor; Apollo’s Fire, ensembles (Pemenang)

Best New Age Album
‘Hiraeth’ – Lisa Gerrard and David Kuckhemann
‘Beloved’ – Snatam Kaur
‘Opium Moon’ – Opium Moon (Pemenang)
‘Molecules of Motion’ – Steve Roach
‘Moku Maluhia’ – Peaceful Island – Jim Kimo West

Best Chamber Music/Small Ensemble Performance
‘Anderson, Laurie: Landfall’ – Laurie Anderson and Kronos Quartet (Pemenang)
‘Beethoven, Shostakovich and Bach’ – The Danish String Quartet
‘Blueprinting’ – Aizuri Quartet
‘Stravinsky: The Rite of Spring Concerto for Two Pianos’ – Leif Ove Andsnes and Marc-André Hamelin
‘Visions and Variations’ – A Far Cry

Best Choral Performance
‘Chesnokov: Teach Me Thy Statutes’ – Vladimir Gorbik, conductor (Mikhail Davydov and Vladimir Krasov; PaTRAM Institute Male Choir)
‘Kastalsky: Memory Eternal’ – Steven Fox, conductor (The Clarion Choir)
‘McLoskey: Zealot Canticles’ – Donald Nally, conductor (Doris Hall-Gulati, Rebecca Harris, Arlen Hlusko, Lorenzo Raval and Mandy Wolman; The Crossing) (Pemenang)
‘Rachmaninov: The Bells’ – Mariss Jansons, conductor; Peter Dijkstra, chorus master (Oleg Dolgov, Alexey Markov and Tatiana Pavlovskaya; Symphonieorchester Des Bayerischen Rundfunks; Chor Des Bayerischen Rundfunks)
‘Seven Words From the Cross’ – Matthew Guard, conductor (Skylark)

Best Opera Recording
Adams: Doctor Atomic – John Adams, conductor; Aubrey Allicock, Julia Bullock, Gerald Finley and Brindley Sherratt; Friedemann Engelbrecht, producer (BBC Symphony Orchestra; BBC Singers)
Bates: The (R)evolution of Steve Jobs – Michael Christie, conductor; Sasha Cooke, Jessica E. Jones, Edwards Parks, Garrett Sorenson and Wei Wu; Elizabeth Ostrow, producer (The Santa Fe Opera Orchestra) (Pemenang)
Lully: Alceste – Christophe Rousset, conductor; Edwin Crossley-Mercer, Emiliano Gonzalez Toro and Judith Van Wanroij; Maximilien Ciup, producer (Les Talens Lyriques; Choeur De Chambre De Namur)
Strauss, R.: Der Rosenkavalier – Sebastian Weigle, conductor; Renée Fleming, Elīna Garanča, Günther Groissböck and Erin Morley; David Frost, producer (Metropolitan Opera Orchestra; Metropolitan Opera Chorus)
Verdi: Rigoletto – Constantine Orbelian, conductor; Francesco Demuro, Dmitri Hvorostovsky and Nadine Sierra; Vilius Keras and Aleksandra Keriene, producers (Kaunas City Symphony Orchestra; Men Of the Kaunas State Choir)

Best Orchestral Performance
‘Beethoven: Symphony No. 3; Strauss: Horn Concerto No. 1’ – Manfred Honeck, conductor (Pittsburgh Symphony Orchestra)
‘Nielsen: Symphony No. 3 and Symphony No. 4’ – Thomas Dausgaard, conductor (Seattle Symphony)
‘Ruggles, Stucky and Harbison: Orchestral Works’ – David Alan Miller, conductor (National Orchestral Institute Philharmonic)
‘Schumann: Symphonies Nos. 1-4’ – Michael Tilson Thomas, conductor (San Francisco Symphony)
‘Shostakovich: Symphonies Nos. 4 and 11’ – Andris Nelsons, conductor (Boston Symphony Orchestra) (Pemenang) Best Engineered Album, Classical
Bates: The (R)evolution of Steve Jobs – Mark Donahue and Dirk Sobotka, engineers; Mark Donahue, mastering engineer (Michael Christie, Garrett Sorenson, Wei Wu, Sasha Cooke, Edwards Parks, Jessica E. Jones and Santa Fe Opera Orchestra)
Beethoven: Symphony No. 3; Strauss: Horn Concerto No. 1 – Mark Donahue, engineer; Mark Donahue, mastering engineer (Manfred Honeck and Pittsburgh Symphony Orchestra)
John Williams at the Movies – Keith O. Johnson and Sean Royce Martin, engineers; Keith O. Johnson, mastering engineer (Jerry Junkin and Dallas Winds)
Liquid Melancholy – Clarinet Music of James M. Stephenson – Bill Maylone and Mary Mazurek, engineers; Bill Maylone, mastering engineer (John Bruce Yeh)
Shostakovich: Symphonies Nos. 4 and 11 – Shawn Murphy and Nick Squire, engineers; Tim Martyn, mastering engineer (Andris Nelsons and Boston Symphony Orchestra) (Pemenang)
Visions and Variations – Tom Caulfield, engineer; Jesse Lewis, mastering engineer (A Far Cry)

Best Engineered Album, Non-Classical
All the Things That I Did and All The Things That I Didn’t Do – Ryan Freeland and Kenneth Pattengale, engineers; Kim Rosen, mastering engineer (The Milk Carton Kids)
Colors – Julian Burg, Serban Ghenea, David “Elevator” Greenbaum, John Hanes, Beck Hansen, Greg Kurstin, Florian Lagatta, Cole M.G.N., Alex Pasco, Jesse Shatkin, Darrell Thorp and Cassidy Turbin, engineers; Chris Bellman, Tom Coyne, Emily Lazar and Randy Merrill, mastering engineers (Beck) (Pemenang)
Earthtones – Robbie Lackritz, engineer; Philip Shaw Bova, mastering engineer (Bahamas)
Head Over Heels – Nathaniel Alford, Jason Evigan, Chris Galland, Tom Gardner, Patrick “P-Thugg” Gemayel, Serban Ghenea, John Hanes, Tony Hoffer, Derek Keota, Ian Kirkpatrick, David Macklovitch, Amber Mark, Manny Marroquin, Vaughn Oliver, Chris “TEK” O’Ryan, Morgan Taylor Reid and Gian Stone, engineers; Chris Gehringer and Michelle Mancini, mastering engineers (Chromeo)
Voicenotes – Manny Marroquin and Charlie Puth, engineers; Dave Kutch, mastering engineer (Charlie Puth)

(dar/nu2) <!–

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program “Reportase Sore” TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45

–>

Cukur Sassuolo, Juventus Kukuh di Puncak Klasemen

Sassuolo – Juventus mengalahkan Sassuolo 3-0 pada pekan ke-23 Liga Italia di Stadion Mapei, Minggu (10/2/2019) atau Senin (11/2/2019) dini hari WIB. Kemenangan telak ini membuat Juventus menjauh dari kejaran Napoli dalam perburuan gelar musim ini.

Juventus yang bertindak sebagai tamu membuka keunggulan saat laga berjalan 23 menit. Tembakan Sami Khedira setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Cristiano Ronaldo mengubah skor menjadi 1-0.

Sassuolo coba merespons gol yang dicetak Juventus melalui upaya yang dilakukan Domenico Berardi. Namun, tendangan kaki krinya dari luar kotak penalti masih belum menemui sasaran.

Di babak kedua, Ronaldo berhasil menempatkan namanya di papan skor sekaligus membuat tim tamu unggul 2-0. Umpan sepak pojok Miralem Pjanic disambut sundulan Ronaldo yang menggetarkan gawang Sassuolo pada menit ke-70.

Empat menit jelang laga usai, skuat asuhan Massimiliano Allegri mencetak gol penutup di laga ini. Pemain pengganti, Emre Can, dengan tenang membobol gawang tuan rumah setelah menerima umpan terukur dari Ronaldo. Skor 3-0 bertahan hingga laga berakhir.

Kemenangan ini membuat Juventus semakin kukuh di puncak klasemen sementara  Liga Italia dengan mengoleksi 63 poin. Bianconeri unggul 11 poin dari Napoli yang berada di posisi kedua.

Sementara itu, kekalahan dari Juventus membuat Sassuolo gagal merangkak naik ke posisi 10 besar klasemen. Tim yang diarsiteki Roberto De Zerbi menghuni posisi ke-11 dengan 30 poin.

2 dari 2 halaman

Susunan pemain

Susunan pemain

Sassuolo (4-3-3): 47-Andrea Consigli; 21-Pol Lirola, 23-Giangiacomo Magnani, 13-Federico Peluso, 6-Rogerio; 68-Mehdi Bourabia (4-Francesco Magnanelli 79′), 12-Stefano Sensi, 73-Manuel Locatelli; 25-Domenico Berardi, 30-Khouma Babacar (20-Jeremie Boga 59′), 9-Filip Djuricic (10-Alessandro Matri 56′)

Pelatih: Roberto De Zerbi

Juventus (4-4-2): 1-Wojciech Szczesny; 2-Mattia De Sciglio, 24-Daniele Rugani, 4-Martín Cáceres, 12-Alex Sandro; 33-Federico Bernardeschi (10-Paulo Dybala 83′), 6-Sami Khedira (30-Rodrigo Bentancur 66′), 5-Miralem Pjanic, 14-Blaise Matuidi (23-Emre Can 85′); 17-Mario Mandzukic, 7-Cristiano Ronaldo

Pelatih: Massimiliano Allegri

Wasit: Paolo Silvio Mazzoleni

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini

Penjelasan Polisi soal Adi Saputra Pembanting Motor Kena Pasal Penadahan

Jakarta – Polisi menjerat Adi Saputra dengan pasal berlapis, salah satunya penadahan (Pasal 480 KUHP), setelah aksi banting-banting motor karena tak terima ditilang polisi. Polisi menilai Adi telah menadah motor hasil kejahatan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Ahmad Yurikho menjelaskan beberapa alasan mengapa pihaknya mempersangkakan Adi dengan Pasal 480 KUHP.

“Harga pasaran motor tersebut adalah Rp 6,5 juta sampai Rp 7 juta. (Sementara) AS beli hanya Rp 3 juta,” kata Alexander saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (10/2/2019).


Adi diketahui membeli motor Honda Scoopy tahun 2010 itu seharga Rp 3 juta melalui Facebook dari seseorang berinisial D. Adi hanya membeli motor itu berikut STNK-nya, sedangkan BPKB tidak ada.

“Beli motor itu harus lengkap STNK dan BPKB, nyatanya ini cuma STNK,” katanya.

Menurut Alex, jual-beli kendaraan second harus dilengkapi dengan BPKB. Pembeli sepatutnya curiga kendaraan itu hasil kejahatan ketika dijual tanpa BPKB.

“Kalau jual beli putus seperti yang dilakukan tersangka, yang tanpa BPKB terus kalau bayar pajak untuk memperpanjang STNK (per 5 tahun) kan harus dicek Noka (nomor rangka), Nosin (nomor mesin) sama BPKB, terus gimana. Jadi kendaraannya tidak jelas tho?” jelas Alex.

Lebih lanjut, kata Alex, transaksi kendaraan juga dilakukan secara putus. “Artinya si AS tidak lagi berkomunikasi dengan penjual (karena jual-beli putus), bagaimana konfirmasinya kalau motor ini ada apa-apa tho?” sambungnya.

Dengan adanya indikasi pada poin-poin tersebut, kuat dugaan Adi menadah kendaraan hasil curian.

“Apalagi diikuti dengan perbuatan yang menguatkan dugaan adanya tindak pidana penadahan pada poin-poin tadi,” tuturnya.

Adi juga dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Pidana ini berkaitan dengan pelat nomor yang tidak sesuai dengan keluaran Polri.

“Pelat nomornya bahan material penyusunanya palsu dan juga tidak sesuai dengan peruntukan,” katanya.

Sementara Adi juga mengganti nomor kendaraan asli dengan pelat nomor B-6395-GLW.

“Nopol asli yang seharusnya melekat pada motor tersebut, segera diganti oleh AS pada saat transaksi jual-beli motor selesai,” tandasnya.
(mei/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>