Limbah Alat Peraga Kampanye di Jakarta Utara Akan Didaur Ulang

Liputan6.com, Jakarta -l Pemerintah Kota Jakarta Utara akan mendaur ulang sebagian limbah alat peraga kampanye (APK) yang terkumpul menjadi bahan kerajinan.

Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau mengatakan, limbah APK yang masih dalam kategori baik akan dimanfaatkan dengan cara kreatif. Hal itu dilakukan guna meminimalisasi pembuangan limbah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

“Sebagian APK yang masih dalam kondisi baik akan dimanfaatkan untuk daur ulang. Tapi yang sudah tidak baik akan kita buang ke TPA Bantar Gebang,” kata Syamsuddin, saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, seperti dilansir Antara, Minggu 14 April 2019.

Salah satu yang akan mendaur ulang limbah alat peraga kampanyedi antaranya oleh Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK). Meski begitu, pemanfaatan limbah APK ini boleh dilakukan siapa saja yang mau mendaur ulang.

“Infonya tadi PKK mau mendaur ulang limbah APK ini. Saya pikir ini bagus untuk meminimalisir sampah ke TPA,” ujar Syamsuddin.

Sebelumnya, Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara menggelar apel, yang dilanjutkan dengan pembersihan alat peraga kampanyedi sejumlah ruas jalan. Kegiatan ini dilakukan selama masa tenang Pemilu 2019 guna memberikan rasa nyaman terhadap masyarakat.

Polisi Ungkap Hasil Visum Audrey: Tak Ada Memar, Alat Kelamin Tidak Robek

Pontianak – Korban dugaan pengeroyokan di Pontianak, Audrey (14), telah menjalani hasil visum. Polisi mengungkap hasilnya.

Audrey mengaku dianiaya oleh siswi SMA di kotanya pada 29 Maret 2019. Peristiwa itu baru diadukan ke Polsek Pontianak Selatan pada 5 April 2019 dan kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

Visum dilakukan sepekan setelah dugaan pengeroyokan terjadi di rumah sakit tempat Audrey dirawat. Hasil visum dipaparkan oleh Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir dalam jumpa pers di Pontianak, Rabu (10/4/2019). Jumpa pers ini disiarkan lewat Instagram Live kapolresta_ptk_kota.

“Hasil pemeriksaan visum dari RS Pro Medika baru keluar tertanggal hari ini,” kata Anwar.

Anwar lalu membacakan hasil visum dari rumah sakit. Dari hasil visum, kepala korban tidak bengkak dan tidak ada benjolan. Tidak ada memar di mata dan penglihatan normal.

“Dada, tidak ada memar dan bengkak. Jantung dan paru-paru normal. Perut datar, bekas luka tidak ditemukan. Organ dalam abdomen tidak ada pembesaran,” ungkapnya.

Anwar mengatakan bahwa dari pengakuan korban, terduga pelaku sempat menekan alat kelamin korban. Berdasarkan hasil visum, tidak ada bekas luka di alat kelamin.

“Alat kelamin, selaput dara atau hymen, intact. Tidak tampak luka robek atau memar,” ucap Anwar.

“Kulit tidak ada memar, lebam, maupun bekas luka,” tambahnya.

Hasil visum yang dipaparkan oleh Kombes Anwar ini adalah visum yang dilakukan sepekan usai peristiwa pengeroyokan terjadi. Setelah ini, polisi akan mensinkronkan pengakuan korban, hasil visum, dan pemeriksaan pelaku.

Kombes Anwar juga memaparkan kronologi berdasarkan pemeriksaan orangtua korban. Permasalahan ini berawal dari sindir-menyindir.

“Permasalahan berawal dari korban dan pelaku sindir menyindir terkait pacar pelaku yang merupakan mantan pacar sepupu korban. Salah satu ortu pelaku juga pernah pinjam uang ke korban Rp 500 ribu. Sudah dikembalikan tapi masih suka diungkit-ungkit jadi pelaku tersinggung,” jelasnya.

Terkait kondisi alat kelamin korban, ibunda Audrey, Lilik juga sudah menjelaskannya. Saat diperiksa oleh salah satu dokter, Audrey sempat bercerita soal terduga pelaku berusaha menggapai alat kelaminnya. Lilik pun meminta dokter melakukan pengecekan. “Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa,” kata Lilik saat dihubungi, Selasa (9/4) malam.
(imk/tor)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Sambut Ramadan, RICMA Buka Program Donasi Berbagi 1.440 Alat Salat

Husein mengatakan, jumlah alat salat yang dikumpulkan sengaja digenapkan 1.440 buah. Hal itu merujuk pada tahun Hijriyah saat ini. Donasi tersebut masuk dalam acara besar Gema Ramadhan.

Gema Ramadhan memiliki tujuh rangkaian acara yang didominasi isu kepedulian sosial. Salah satu kegiatannya adalah RICMA FAIR. Selain itu, ada pula diskusi lintas agama, edu trip yang mengajak anak-anak sekolah untuk belajar melalui konten digital, Ramadan Art Festival, RICMA Camp, Ibadahku Ibadahmu, dan puncaknya Itikaf. 

Dalam RICMA FAIR digelar bazar baju baju bekas layak pakai pada 24 Mei 2019. Nantinya, hasil penjualan yang terkumpul akan dibelikan seperangkat alat salat dan dibagikan di setiap musala-musala yang ada di Jakarta. 

Tentu, agenda rutin saat Ramadan, seperti membagikan takjil, berbuka puasa bersama, tarawih, dan tadarus Alquran tak akan ditinggalkan. “RICMA memiliki dua rangkaian acara besar yang pertama itu Gema Ramadhan dan Ramadhan Jazz Festival,” tuturnya.

Disebut Jadi Alat Politik 02, PA 212: Kami Taat dan Patuh Ulama

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyebut alumni 212 bagian gerakan politik pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan mereka akan berjuang untuk Prabowo-Sandi karena patuh pada ulama.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan keputusan ini diambil terkait ijtimak ulama yang sudah digelar.

“Alumni 212 taat dan patuh pada ulama sehingga akan berjuang untuk memenangkan capres dan cawapres hasil ijtimak ulama, yaitu Prabowo-Sandi untuk perubahan yang lebih baik bagi Indonesia menuju Indonesia adil dan makmur,” kata Slamet lewat pesan singkat, Jumat (5/4/2019).

Sebelumnya, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyebut TKN panik karena gerakannya mampu mengumpulkan jutaan orang. Novel menyebut Alumni 212 memiliki semangat melawan penista agama.

“Saya rasa apa yang dikatakan takut hanya bentuk kepanikan saja, karena hanya para Alumni 212 dan simpatisannya yang bisa mengumpulkan orang sampai jutaan,” kata Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Jumat (5/4).

“Di tahun politik ini, para Alumni 212 dan simpatisannnya tentu akan memberikan aspirasi politiknya atau memberikan suara. Tentu yang sejalan dengan roh Aksi 212, yaitu melawan penista agama dan pendukungnya. Perjuangan kami jelas berada di kubu yang akan melawan kubu kelompok pendukung penista agama,” imbuhnya.

Novel menanggapi ucapan juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, soal diundangnya alumni 212 ke kampanye akbar Prabowo-Sandi pada Minggu (7/4) nanti. Ace menyebut kini makin jelas Alumni 212 merupakan gerakan politik untuk Prabowo-Sandi.

“Memang dari sejak awal sudah makin jelas bahwa Alumni 212 itu bagian dari gerakan politik untuk 02. Mereka mempolitisasi berbagai gerakan, seperti alumni 212 ini, untuk kepentingan politik,” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Jumat (5/4).
(jbr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Unik dan Praktis, Alat Kontrasepsi Berbentuk Anting

Untuk melihat seberapa efektif penggunaannya, para peneliti melakukan simulasi. Anting tersebut dikenakan selama 16 jam, lalu dilepas selama 8 jam. Ini terkait kebiasaan manusia yang tak mengenakan perhiasan saat tidur. Ketika menempel di kulit, obat bisa dengan mudah masuk ke dalam aliran darah dan mengalir ke seluruh tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kadar obat menurun ketika anting-anting itu dilepas, tempelan dapat memproduksi jumlah hormon yang diperlukan dalam aliran darah untuk mencegah kehamilan.

Para ilmuwan mengatakan, jika teknik ini digunakan sebagai kontrasepsi pada manusia, bagian belakang anting-anting perlu diubah secara berkala, seperti misalnya setiap minggu.

“Semakin banyak pilihan kontrasepsi yang tersedia, semakin besar kemungkinan kebutuhan perempuan secara individu dapat dipenuhi,” kata para peneliti.

Mengapa terobosan kontrasepsi ini mengambil bentuk anting? Menurut para peneliti, perhiasan telah menjadi bagian dari keseharian wanita. Dan teknik ini dianggap lebih efektif untuk mencegah kehamilan yang tak diinginkan.

9 Mobil Mitsubishi Jadi Alat Praktik Siswa SMK

Liputan6.com, Jakarta – Dunia pendidikan menjadi sangat penting untuk keberlangsungan masa depan di Indonesia. Melihat hal tersebut, banyak agen pemegang merek (APM) yang juga peduli di bidang ini, dan salah satunya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Melalui program corporate social responsibility (CSR), pabrikan berlambang tiga berlian ini mendonasikan sembilan unit kendaraan kepada tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dua lembaga Pelatihan Kerja di Jakarta dan Bandung.

“PT MMKSI berharap dengan dilaksanakannya program ini, dapat memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi masa depan Pendidikan di Indonesia, serta memberikan kontribusi untuk negara terutama industri di Indonesia, khususnya industri otomotif,” ujar Naoya Nakamura, President Director PT MMKSI dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Kamis (28/3/2019).

Mitsubishi CSR Education Program (MEP) menjadi salah satu cara MMKSI untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia, dengan memberikan alat praktik berupa kendaraan kepada SMK dan Lembaga Latihan Kerja terpilih, serta memberikan pelatihan otomotif bagi para siswa SMK dari sekolah terpilih tersebut.

Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2014, Mitsubishi Motors di Indonesia telah bekerja sama dengan 33 SMK yang tersebar di seluruh Indonesia dengan mendonasikan 29 unit kendaraan Mitsubishi dan pelatihan kepada 495 orang siswa SMK.

Hoaks Alat Kelamin Terlalu Besar yang Berujung Mertua Laporkan Menantu

Surabaya – Seorang mertua di Probolinggo melaporkan menantunya ke polisi gara-gara memiliki ukuran kelamin yang dikabarkan terlalu besar. Namun laporan tersebut sudah dicabut dan mereka memilih jalan damai.

Pelapor yakni Nedi Sito (55), Warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Nedi melaporkan sang menantu, Barsah karena dianggap kelami Barsah yang terlalu besar sebagai penyebab kematian sang anak, Jumantri (23).

Mengenai laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto membenarkan. Pelaporan itu dilakukan pada 11 Maret 2019.

Riyanto mengatakan Barsah dan Jumantri yang kala itu baru 5 hari menikah tinggal satu atap di rumah Nedi. Satu hari sebelum kejadian, Barsah berhubungan badan dengan istrinya. Usai melakukan hubungan suami istri, Barsah kemudian keluar rumah.
Namun keesokan harinya atau tanggal 25 Februari 2019 sekitar pukul 06.00 WIB, Nedi menemukan Jumantri sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap. Jenazah Jumantri sempat diperiksa petugas medis setempat dan dinyatakan meninggal karena penyakit epilepsinya kambuh.

Keluarga korban dan Barsah menerima dengan ikhlas kematian Jumantri. Mereka lantas menguburkan jenazah di tempat pemakaman umum setempat.

Tapi dua pekan berselang, kematian Jumantri dipertanyakan Nedi. Yakni setelah berhembus kabar bahwa Jumantri meninggal akibat ukuran alat kelamin Barsah yang tak wajar atau terlalu besar. Isu tersebut sampai ke telinga Nedi hingga akhirnya ia memutuskan lapor polisi.

“Awalnya keluarga sudah menerima kematian korban. Namun karena ada isu-isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan, ayah Jumantri akhirnya menginginkan kematian anaknya diusut,” kata Riyanto, Rabu (27/3).

Namun dugaan tersebut tidak terbukti, karena pada kenyataannya ukuran alat kelamin sang menantu terbilang normal. Rabu (20/3), polisi mendatangi pelapor. Selain mengumpulkan keluarga korban, polisi juga memanggil sang menantu yang dilaporkan. Pertemuan keduanya disaksikan Kades Maron Kidul, Ridwanto.

Agar fakta terungkap, Barsah diminta menunjukkan kelaminnya di hadapan petugas. Yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat. Dalam pembuktian tersebut, semua pihak sepakat bahwa ukuran alat kelamin terlapor normal seperti pria pada umumnya.

“Setelah difasilitasi antara pelapor dan terlapor, dan melihat secara langsung ukuran alat kelamin yang dikira besar, ternyata ukuran standar orang Asia, jadi saat itu juga mertua mencabut laporannya dan saling memaafkan.” imbuh Riyanto.

Nedi meminta maaf pada Barsah karena sebelumnya mempercayai isu yang beredar terkait penyebab kematian sang putri. Kini pihak keluarga lega dan percaya bahwa Jumantri meninggal karena menderita epilesi. Gangguan neurologis jangka panjang itu dideritanya sejak usia 14 tahun.

Riyanto meminta masyarakat dan sejumlah pihak tidak membesar-besarkan perkara kematian Jumantri. Menurutnya, masalah tersebut sudah selesai dengan damai.

Bahkan Nedi Sito (55), ayah Jumantri telah mencabut laporannya. Sebab, Barsah tidak terbukti memiliki alat kelamin melebihi ukuran normal. Saat dilakukan pemeriksaan yang disaksikan pihak keluarga dan kades setempat, ternyata ukuran alat kelamin Barsah sama seperti lelaki pada umumnya.

“Intinya masalah laporan dan tuduhan berkelamin besar sudah selesai, dan tak perlu diperpanjang lagi. Karena baik mertua dan menantunya sudah kompak, memilih jalan damai,” imbuh Riyanto saat dihubungi detikcom, Rabu (27/3/2019).

Riyanto berharap, apa yang dialami keluarga Nedi menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya. Warga diimbau untuk tidak gegabah membuat laporan ke polisi atas informasi atau kabar yang belum jelas kebenarannya.
(sun/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Keren, Alat Ini Bisa Mendeteksi Pengemudi Mabuk

Liputan6.com, Jakarta – Volvo mengambil langkah besar untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan lantaran pengemudi mabuk. Pabrikan asal Swedia inipun memasang kamera dan sensor untuk mendeteksi orang yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Melansir Paultan, dengan kamera dan sensor tersebut berfungsi untuk memantau pengemudi, jika saat berkendaraan dapat berpotensi membahayakan.

Selain itu, teknologi ini juga dapat jika pengemudi yang sudah berkendara lama atau dalam kondisi ngantuk. Kemudian, teknologi ini juga dapat mendeteksi pengemudi yang menyetir secara bahaya atau terlalu pelan.

Jika pengemudi tidak merespon sinyal peringatan dari mobil, maka teknologi ini akan melakukan tindakan, dengan membatasi kecepatan, menginformasikan kepada Volvo on Call Help Service, hingga memperlambat kendaraan dan memarkirkannya dengan aman.

Dengan teknologi ini, Volvo mengatakan jika sistem ini merupakan bagian penting dari keselamatan berkendara yang dapat secara aktif, dan membuat keputusan untuk membantu menghindari pengemudi dari potensi kecelakaan fatal.

Alat Vital Seismograf untuk Memantau Gempa di Gunung Papandayan Hilang

Liputan6.com, Garut – Empat dari lima alat seismograf berupa iccu dan solar panel, yang digunakan pemantauan aktifitas Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat raib. Akibatnya para petugas terpaksa melakukan pemantauan secara visual.

Momon, salah satu Staf Pos Pengamatan Gunung Papandayan Cisurupan Garut mengatakan, kejadian raibnya alat seismograf yang ditanam di dalam tanah itu sudah berulang kali sejak 2016 lalu.

“Kami sudah berulang kali melaporkan ke pihak kepolisian tetapi belum ada titik terang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sejak pengelolaan Cagar Alam Gunung Papandayan dikelola pihak swasta, kasus pencurian alat seismograf semakin menjadi.

“Sebelum dikelola oleh pihak swasta atau masih dibawah kewenangan BKSDA, alat pemantau seismograf aman-aman saja,” ujar dia.

Namun sejak 2016 lalu, atau tepatnya sejak pengelolaan beralih ke pihak swasta alat itu menjadi sering hilang. “Kemungkinan posisi seismograf tersebut menjadi terbuka dan mudah diketahui oleh masyarakat,” ujar dia. 

Momon menyatakan, alat tersebut terbilang mahal, sehingga dari kehilangan 4 unit alat tersebut, lembaganya mengalami kerugian hingga Rp 400 juta rupiah. “Untuk sementara kami terpaksa melakukan pengamatan secara visual saja,” kata dia.

Lembaganya masih mengkaji untuk memasang kembali alat tersebut, di tengah kekhawatiran kasus serupa kembali tejadi.

“Selain mahal juga khawatir terjadi sebelum ditemukan pelakunya yang mencuri alat vital seismograf bencana tersebut,” kata dia.

Seperti diketahui Seismometer dikenal sebagai alat untuk mengukur getaran dari gempa. Sedangkan alat untuk mencatat getaran gempa disebut seismograf atau seismogram. Seismometer dan seismograf adalah dua alat yang tidak dapat dipisahkan.

Seismometer memanfaatkan sifat sensitif dari seismogram terhadap getaran dari gelombang seismik. Untuk selanjutnya seismograf, memberikan gambaran melalui gambar berbentuk seperti gelombang.

Saat ini seismograf dinilai mampu mencatat dengan akurat hasil dari pengukuran oleh seismometer, untuk selanjutnya digunakan untuk menentukan magnitundo gempa.

Selain itu, seismograf mampu mencatat lokasi dari titik pusat gempa, sesuai hasil dari seismometer.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Jokowi meninjau rumah korban gempa NTB. Pemerintah gelontorkan Rp 5,1 triliun untuk lakukan rekonstruksi dan rehabilitasi.

Tak Hanya Alat Tukar, Rupiah Bentuk Kedaulatan Indonesia

Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah mengalami apresiasi atau menguat terhadap dolar AS (USD). Penguatan tercatat sebesar 1,05 persen hingga 19 Maret 2019.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan, nilai tukar rupiah menguat sejalan kinerja sektor eksternal yang membaik.

“Hingga 19 Maret 2019, rupiah menguat 1,05 persen secara point to point dan 0,85 persen secara rerata,” kata dia, di kantornya, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, dia mengatakan, penguatan tersebut juga didukung oleh aliran masuk modal asing yang besar ke pasar keuangan domestik. “Aliran masuk modal asing terutama terjadi di pasar Surat Berharga Negara, sedangkan pasar saham mencatat aliran keluar,” ujar dia.

Berdasarkan data BI, aliran masuk modal asing hingga Februari 2019 mencapai USD 6,3 miliar. 

Ke depan, dia menegaskan BI optimistis nilai tukar rupiah akan tetap berada dalam tren menguat dan stabil terhadap dolar AS sejalan prospek sektor eksternal yang membaik.

“BI nilai tukar rupiah akan bergerak stabil sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan mekanisme pasar yang tetap terjaga dengan baik. Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik, BI terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, khususnya di pasar uang dan valas,” ujar dia.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com