Merenung Arti Pagi Saat Berkemah di Tahura Nuraksa

Liputan6.com, Lombok – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ternyata banyak menyimpan keindahan alam yang cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Salah satunya, keindahan alam yang kini dikelola UPT dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, yakni kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa. Ucapan syukur sambil menyelami arti pagi bisa jadi kegiatan religi saat berkemah.

Kawasan tahura yang sudah dikukuhkan sejak Tahun 2013 itu berada di Dusun Kumbi, daerah pedalaman dari Desa Pakuan, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Dengan konsep bentangan alam yang mempertahankan fungsi hutannya, destinasi wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang gemar dengan kegiatan “outdoor adventure”.

“Untuk yang hobi hiking, berkemah, itu cocok di sini. Areal perkemahan dan rute untuk hiking juga sudah ada,” kata seorang pemandu wisata yang berasal dari Desa Pakuan, Eka dilansir Antara.

Kemudian bagaimana akses untuk menuju destinasi wisata yang satu ini, Eka mengatakannya tidak sulit untuk ditempuh dengan berkendara.

“Jalannya ke sini sudah lumayan bagus, akses untuk mobil sudah bisa,” ujarnya.

Dengan berkendara sekitar setengah jam dari Kota Mataram, wisatawan sudah bisa bertemu dengan gerbang Tahura Nuraksa.

Jika mengenal kawasan wisata Hutan Sesaot, jalur ke Tahura Nuraksa dapat ditempuh dengan berkendara sekitar sepuluh menit ke arah Timur.

Melewati perkampungan warga pesisir hutan, akses jalan untuk kendaraan roda empat terbuka lebar hingga masuk ke halaman lapang yang ada di kawasan Tahura Nuraksa.

Ikon wisata Dengan luas kawasan 3.155 hektare, ternyata di dalam Tahura Nuraksa ini tersembunyi sebuah destinasi wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi wisatawan, yakni air terjun Segenter.

“Kalau dari gerbang masuk, jarak tempuh ke air terjun sekitar 2,6 kilometer,” ujar pria yang pernah bertugas sebagai pengaman hutan (pamhut) tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

7 Destinasi Seru Terinspirasi Film, dari Mission Impossible hingga Marlina Si Pembunuh dalam 4 Babak

Liputan6.com, Jakarta – Film tak hanya menampilkan cerita menarik, tetapi latar tempat syuting bisa menjadi elemen pemikat mata penonton. Bahkan karena film, sejumlah tempat di dunia bisa dikenal khalayak luas dan bahkan menjadi kunjungan wajib pelancong.

Tak melulu film asing, film Indonesia juga menjadi media promosi efektif tempat wisata yang tak boleh dilewatkan. Anda pasti masih ingat bagaimana Laskar Pelangi mengubah Belitung dari tempat yang tak dikenal menjadi populer bagi turis, terutama dari dalam negeri.

Selain film itu, masih ada destinasi liburan seru yang terungkap lewat film. Laman pemesanan hotel, Agoda merunut sejumlah tempat wisata yang terinspirasi film blockbuster dan sayang untuk dilewatkan.

1. Mission Impossible: Fallout

Jika Anda senang menjadi pahlawan super selama satu atau dua hari, berkunjunglah ke Queenstown, Selandia Baru, tempat Mission Impossible: Fallout merekam adegan aksi helikopternya. Cobalah berwisata naik helikopter dan nikmati olahraga ekstrem Selandia Baru lainnya, mulai dari bungee jumping hingga ski helikopter.

2. Jurassic Park: Fallen Kingdom

Jika Anda lebih menyukai Sci-Fi dan kesempatan untuk bertemu dinosaurus di dunia modern, pergilah ke Oahu, Hawaii yang menjadi lokasi syuting Jurassic Park: Fallen Kingdom.

Destinasi ini tidak hanya menjadi latar belakang yang menawan untuk syuting film tentang makhluk yang telah punah, tetapi juga bagi para pelancong yang mencari tempat liburan yang dikelilingi oleh laut, gunung berapi, olahraga luar ruangan dan alam yang asri.

3. Crazy Rich Asian

Crazy Rich Asians, film komedi romantis yang seluruh pemainnya berdarah Asia itu membuat banyak pelancong berduyun-duyun mengunjungi Singapura. Film ini berlokasi di beberapa titik di Singapura, mulai dari Gardens by the Bay hingga deretan jajanan kaki lima di Newton Food Centre.


2 dari 3 halaman

4. Black Panther

Black Panther merekam adegan pertarungan di kasino yang epik dan kejar-kejaran mobil di Busan, Korea Selatan, sebuah kota yang bisa dibilang lebih indah di malam hari daripada di siang hari.

Meskipun kasino bawah tanah yang glamor itu tidak ada di kehidupan nyata, Anda tetap bisa berpura-pura menikmatinya di salah satu lounge koktail atau klub malam Busan yang megah. Di siang hari, kunjungilah pantai, sumber air panas, kuil, dan tempat-tempat pemujaan di Busan yang tak terekam di film.

5. A Star Is Born

City of Angels alias Kota Los Angeles menjadi latar belakang banyak adegan dalam pembuatan ulang (remake) film A Star is Born, drama romantis tentang musisi country berpengalaman yang ketenarannya dikalahkan oleh pasangannya yang kariernya terus menanjak.

Di sepanjang film, banyak adegan konsernya yang terkenal direkam di sejumlah tempat di Los Angeles, termasuk gedung konser musik Greek Theatre berkapasitas 5.870 kursi, Regent Theatre yang klasik, serta Shrine Auditorium, gedung bersejarah di mana banyak ajang penghargaan film dan musik telah diadakan.

6. Bohemian Rhapsody

Jika Anda lebih suka musik rock klasik daripada country, film biografi pemenang penghargaan yang berkisah tentang salah satu band rock terbaik sepanjang masa ini harus ada dalam daftar film wajib tonton Anda.

Film Bohemian Rhapsody banyak mengambil adegan pertunjukan Live Aid band Queen di Stadion Wembley. Merupakan rumah bagi sepak bola Inggris, Wembley juga masih menjadi salah satu tempat paling populer bagi artis-artis besar untuk tampil.

3 dari 3 halaman

7. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Film yang dibintangi Marsha Timothy sebagai pemeran utama itu berhasil menangkap gambar-gambar cantik Tanah Sumba yang misterius dan berbukit-bukit di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ikuti perjalanan Marlina dengan menunggangi kuda melintasi padang rumput sebelum mengunjungi desa-desa di puncak bukit dan rumah-rumah adat yang dijaga oleh makam-makam megalitik yang menarik.

Pulau yang memiliki sedikit penghuni ini juga merupakan tujuan ideal bagi para pencinta alam yang dapat menikmati danau, air terjun dan taman nasional yang indah di pulau tersebut.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Bertemu Budayawan Jabar, Sekjen PDIP Cerita Upaya Pemerintah Bersihkan Citarum

Liputan6.com, Bandung – Rombongan Safari Kebangsaan VIII yang dipimpin Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bertemu budayawan Jawa Barat di kediaman aktor Indonesia, Budi Dalton di Kota Bandung. Turut hadir juga sejumlah budayawan dan seniman seperti Edi Brokoli.

Budi mengatakan, banyak sekali program yang disinergikan dengan para budayawan di Jawa Barat, khususnya yang ada di pinggiran yang jarang tersentuh.

“Saya tidak mewakili, tetapi saya sebagian kecil pelaku budaya, berterima kasih pada PDI Perjuangan, yang telah meluangkan waktunya mendengarkan keluhan budayawan Jabar,” ungkap Budi di lokasi, Jum’at (22/2/2019).

Menurut Budi, target dari berbagai macam programnya adalah kaum milenial dan wilayah yang belum tersentuh.

“Sebetulnya di kalangan milenial sekarang melakukan sesuatu dengan cara masing-masing. Jadi perlu dirangkul dan diarahkan,” tutur dia.

Di saat bersamaan, Hasto turut menyatakan Jabar kaya dengan tradisi kebudayaan. Namun, jika modernitas berdiri tanpa keseluruhan jati diri, maka kebudayaan akan kehilangan akarnya.

“Untuk itu, berbagai strategi kebudayaan harus dijalankan bersama-sama karena sangat sesuai dengan kepribadian kita apalagi di Jawa Barat,” ujar Hasto.

Hasto berharap, dari pertemuan ini para tokoh kebudayaan dapat memperindah politik pada kesejatiannya. Yaitu, dengan kebudayaan tariannya, kuliner dan seluruh nilai luhur bangsa.

“Sekali lagi, kami bertemu dengan para tokoh kebudayaan ini untuk mendorong hijrah politik menjadi wajah yang membangun keadaan politik yang santun, yang toleran, yang mencintai seluruh isi alam raya,” tukas Hasto.

2 dari 2 halaman

Bersihkan Citarum

Hasto juga mengajak para seniman dan budayawan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian lingkungan di Jabar.

Menurutnya, salah satu langkah konkret pelestarian lingkungan adalah menjaga sumber mata air di Sungai Citarum.

Hasto mengatakan, pemerintahan Jokowi telah berupaya keras agar bisa membersihkan Sungai Citarum dari sampah plastik. Selain itu, pelestarian terhadap kesenian, adat istiadat hingga makanan juga perlu dilakukan.

“Inilah yang membuat politik benar-benar membumi. JokowiKiai Ma’ruf, turun ke rakyat dan menyentuh hal-hal yang fundamental. Tidak lagi bicara fitnah, tebar hoaks sana-sini tetapi benar-benar yang dibutuhkan rakyat,” tandas Hasto.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

3 Gempa Hari Ini Menguncang Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Gempa hari ini kembali terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Ada tiga wilayah di Nusantara yang dilanda lindu dengan kekuatan magnitudo dan waktu berbeda-beda.

Melalui laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) www.bmkg.go.id, tercatat gempa terjadi pada pukul 01.47 hingga 11.58 WIB pada wilayah yang berbeda-beda.

Gempa pertama terjadi pada pukul 01.47 WIB di wilayah Manokwari, Papua dengan kekuatan terbesar bermagnitudo 3,7 pada hari ini.

Gempa kedua terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara pada pukul 11.26 WIB. BMKG melaporkan, ketiga gempa yang terjadi pada hari ini tidak berpotensi tsunami.

Berikut tiga gempa hari ini yang terjadi di Indonesia dihimpun Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Manokwari

Gempa hari ini pertama kali terjadi di kawasan Manokwari, Papua pada pukul 01.47 WIB. Gempa tersebut bermagnitudo 3,7 dengan kedalaman 10 kilometer.

Lokasi gempa berada pada titik 1.45 Lintang Selatan-134.21 Bujur Timur. Pusat gempa berada di darat 67 kilometer tenggara Manokwari.

3 dari 5 halaman

2. Kolaka

Daerah kedua yang diguncang lindu pada hari ini adalah Kolaka, Sulawesi Tenggara pada pukul 11.26 WIB dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di darat 21.4 kilometer tenggara Kolaka.

Lokasi gempa berada pada titik 4.1 Lintang Selatan-121.78 Bujur Timur.

4 dari 5 halaman

3. Bima

Gempa hari ini terakhir terjadi di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Gempa terjadi pada pukul 11.58 WIB dengan kedalaman 26 kilometer.

Pusat gempa berada di laut 55 kilometer tenggara Bima. Lokasi gempa berada pada titik 8.54 Lintang Selatan-119.23 Bujur Timur.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Perkebunan Sawit Swasta Pastikan Patuh Aturan Membangun Plasma

Liputan6.com, Jakarta Perkebunan sawit besar swasta (PBS) memastikan untuk menaati semua aturan yang berlaku di Indonesia, termasuk soal kewajiban membangun atau bermitra dengan petani plasma. Hubungan keduanya berasaskan saling menguntungkan.

“Keduanya telah terjadi simbiosis mutualisme. Bahkan untuk petani plasma mendapatkan keistimewaan berupa harga tandan buah segar (TBS) yang lebih tinggi jika dibandingkan petani mandiri,” ujar Anggota Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Achmad Mangga Barani dalam keterangannya, Jum’at (22/2/2019).

Bagi PBS, lanjut Mangga Barani, keuntungan yang didapat salah satunya ada kepastian pasokan TBS dari kebun plasma ke pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimilikinya.

Ini seperti tertuang dalam Permentan Nomor 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Poin penting dari permentan tersebut yakni kewajiban bagi PBS dan Perkebunan Besar Negara (PBN) untuk membangun kebun plasma sekitar 20 persen dari total konsesi yang dimilikinya.

Semangat dari regulasi ini agar rakyat juga menikmati keuntungan dari budidaya perkebunan sawit.

“Tapi perlu dicatat bahwa, kebun plasma yang dibangun PBS dan PBN tersebut tidak berasal dari HGU (hak guna usaha) yang dimiliki PBS maupun PBN. Artinya, kebun plasma itu, tanahnya milik masyarakat yang ada di sekitar kebun PBS maupun PBN,” jelas dia.

Dia menuturkan jika kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma seluas 20 persen dari total konsesi itu ada sejak terbitnya permentan tersebut, yakni pada 2007. 

Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan menyebutkan, hingga akhir 2018 total kebun sawit di Indonesia mencapai 14.309.256 hektare (ha).

Kepemilikan kebun sawit tersebut terdiri atas perkebunan rakyat seluas 5.807.514 ha, PBN seluas 713.121 ha, dan PBS seluas 7.788.621 ha. Perkebunan rakyat ini terbagi menjadi dua, yakni kebun milik petani mandiri dan petani plasma yang luasnya sekitar 617.000 ha.

Sepintas, kata Mangga Barani, perkebunan swasta tidak taat aturan karena kebun plasma hanya 8 persen dari total kebun swasta. Namun perlu diingat bahwa budidaya perkebunan kelapa sawit itu ada sejak penjajahan Belanda.

Sementara itu, kewajiban membangun dan bermitra dengan plasma itu ada sejak tahun 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

Permentan tersebut diperkuat dengan UU No 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan yang juga mengamanatkan PBS maupun PBN membangun plasma sebesar 20% dari luas konsesi.

“Jadi swasta yang membangun kebun sebelum tahun 2007 itu tidak wajib membangun kebun plasma, karena memang tidak ada aturan yang mewajibkannya. Apalagi Permentan No 26/2007 tersebut tidak berlaku surut,” tandas dia.

Terkait dengan regulasi budi daya sawit di Indonesia hingga saat ini dinilai juga masih ada celah hukum terkait dengan kewajiban PBS dan PBN membangun kebun plasma. UU Perkebunan yang telah diundangkan sejak 2014 hingga saat ini belum memiliki Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan pelaksanaannya. 

Sementara Permentan No 26/2007 posisinya sangat lemah karena terbit sebelum ada UU Perkebunan.

Dia pun meminta untuk memberikan kepastian hukum terhadap fasilitasi pembangunan kebun masyarakat (kebun plasma), perlu segera dibuat peraturan pelaksanaan dari UU Perkebunan dalam bentuk PP.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan bahwa perusahaan kelapa sawit selalu patuh dengan regulasi yang diterapkan pemerintah Indonesia. Dia mengatakan bahwa kewajiban pembangunan kebun plasma itu ada sejak tahun 2007 seiring dengan terbitnya Permentan No 26/2007.

Menurutnya, pembangunan kebun plasma itu membutuhkan lahan. Sementara sejak 20 Mei 2011 pemerintah melakukan moratorium pemberian izin baru untuk pembukaan lahan. Beleid ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2011 tentang penundaan pemberian izin baru dan penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut.

Jadi, sejak 20 Mei 2011 tidak ada izin baru yang dikeluarkan pemerintah untuk perusahaan swasta, sehingga bisa dipastikan tidak ada pembangunan kebun plasma baru. “Pembangunan kebun plasma baru itu bisa dilakukan jika ada izin baru. Jadi di sini pemerintah perlu menyediakan lahan untuk pembangunan kebun plasma baru,” kata Joko Supriyono.

7 Cara Menghilangkan Stretch Mark Setelah Melahirkan Secara Alami

Liputan6.com, Jakarta Memiliki buah hati menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu, bagi pasangan suami istri. Ada perasaan bahagia yang terus menyelimuti pasangan suami istri. Namun, saat hamil sebagian kaum Hawa bermasalah dengan stretch mark.

Stretch mark adalah salah satu permasalahan kulit yang sering dialami oleh para wanita yang sedang hamil atau selesai melahirkan.

Garis-garis yang membandel ini bisa dibilang dapat mengganggu penampilan hingga menurunkan kepercayaan diri. Tidak sedikit wanita yang setelah melahirkan memiliki stretch mark di badannya. Tentu ini menjadi pikiran bagi para wanita yang mengidamkan kulit tampak bersih.

Tampilan stretch mark berupa guratan berwarna putih atau merah ini memang bisa membuat kulit terlihat tidak mulus lagi. Walaupun timbulnya pada bagian tubuh yang ditutupi seperti pantat, paha, atau perut, tetap saja stretch mark bisa mengganggu rasa percaya diri.

Tak heran, banyak wanita yang melakukan berbagai cara menghilangkan stretch marks. Nah, berikut LIputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/2/2019) cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan agar kulitmu nampak mulus lagi.

2 dari 3 halaman

Cara Menghilangkan Stretch Mark Secara Alami

Cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan ada dua, yaitu cara menghilangkan stretch mark secara alami dan secara medis.

Secara alami bisa dengan mengonsumsi tumbuh-tumbuhan yang sudah banyak tersedia di alam. Secara medis bisa dengan menggunakan salep atau krim yang bisa mengurangi atau menyamarkan stretch mark.

Nah, cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan secara alami bisa menggunakan bahan alami berikut ini.

1. Minyak zaitun

Kandungan zat linoleic acid di dalam minyak zaitun yang akan membantu menjaga kadar air pada kulit . Selain itu minyak zaitun juga mengandung anti-oksidan yang disebut polifenol yang membantu meregenerasi kulit yang mengalami kerusakan. Campurkan 1 sdm minyak zaitun dengan 1 sdt madu lalu gunakan oleskan pada stretch mark. Ini adalah salah satu cara menghilangkan stretch mark secara mudah.

2. Lidah buaya

Lidah buaya adalah salah satu tanaman yang mudah untuk ditemukan. Anda pun juga bisa menanamkannya di rumah. cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan bisa dengan mengoleskan gel lidah buaya alami secara rutin pada stretch mark akan membantu menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.

Tidak hanya untuk menghilangkan stretch mark, gel lidah buaya juga dapat digunakan sebagai pertolongan pertama jika kulit terbakar.

Caranya pun mudah saja:

– Ambil gel lidah buaya yang ada di tengah.

– Lalu oleskan secara merata pada stretch mark.

– Diamkan selama 15 menit, lalu bilas dengan air bersih.

3. Putih Telur

Telur tentu ada di dapur rumah Anda, tidak hanya bisa dimakan. Putih telur dapat digunakan sebagai cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan. Putih telur dipercaya dapat mengenyalkan dan mencerahkan kulit wajah karena kaya akan protein dan sumber mikronutrien.

Caranya:

– Gunakanlah putih telur sebagai lotion kulit alami.

– Untuk menghindari bau amis, tambahkan 1 sdm air perasan jeruk nipis atau lemon.

3 dari 3 halaman

Bahan alami untuk menghilangkan stretch mark

4. Kentang

Kandungan mineral yang ada pada kentang dapat menjadi antibiotik alami agar membantu regenerasi kulit. Adanya kandungan anti-oksidan dapat membantu menghilangkan stretch mark.

Cara penggunaannya:

– Tumbuk halus kentang yang telah direbus.

– Lalu campurkan dengan 2 sdm susu hingga berbentuk pasta.

– Oleskan pada stretch mark.

– Diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air bersih.

5. Lemon

Lemon memang menjadi buah yang cukup dikenal akan banyak manfaatnya. Lemon yang kaya akan vitamin C berguna sebagai antioksidan.

Tidak hanya itu saja, dalam lemon juga terkandung asam alpha hidroksi yang dapat menangkal radikal bebas yang ada dalam kulit. Dengan mengoleskan perasan lemon pada stretch mark, proses regenerasi kulit agar terpicu sehingga stretch mark cepat hilang.

6. Cocoa butter

Kandungan cocoa butter telah terbukti baik untuk kulit sehingga bisa digunakan sebagai salah satu cara menghilangkan stretch mark secara alami dan mudah. Kandungan zat alaminya yakni kalsium, potasium, seng, mangan, besi, serotonin dan tritophan, serta vitamin E dapat melembutkan, melembapkan, dan berfungsi sebagai penangkal radikal bebas pada kulit. Oleskan cocoa butter pada sctretch mark dua kali sehari.

7. Bubuk Coklat

Sama halnya dengan cocoa butter, bubuk coklat juga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan.

Caranya adalah:

– Buat pasta dari bubuk coklat yang diberi sedikit air.

– Oleskan pada sctretch mark dua kali sehari.

Dengan 7 cara diatas mampu cara menghilangkan stretch mark setelah melahirkan secara alami. Tentu butuh kesabaran dalam menghilangkan stretch mark pada kulit Anda.

Selain mengikut cara diatas, jangan lupa untuk selalu minum air mineral 8 gelas sehari. Minum air minelas 8 gelas sehari bisa membantu mencegah penurunan elastisitas kulit dan mempercepat proses regenerasi pada kulit, sehingga mempercepat proses penghilangan stretch mark.

Dikira Punah, Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan Kembali di Maluku

Jakarta

Lebah terbesar di dunia telah ditemukan kembali setelah puluhan tahun para ilmuwan menduga serangga tersebut sudah punah.

Lebah raksasa sepanjang ibu jari dewasa tersebut ditemukan di salah-satu pulau di Indonesia yang tidak terlalu banyak dijelajahi.

Setelah beberapa hari mencari, tim ahli menemukan seekor lebah betina yang masih hidup, Mereka kemudian memotret dan memfilmkannya.

Dikenal sebagai lebah raksasa Wallace, serangga ini diberi nama oleh naturalis dan penjelajah Inggris, Alfred Russel Wallace, yang mengungkapkan keberadaannya pada tahun 1858.

Sejumlah ilmuwan menemukan beberapa spesimen lebah tersebut pada tahun 1981, tetapi kemudian tidak pernah menemukannya lagi.

Pada bulan Januari, tim yang mengikuti jejak Wallace – saat melakukan perjalanan di Indonesia – berusaha menemukan dan memotret lebah itu.

“Sangat mengejutkan melihat serangga ‘bulldog terbang’, yang kami tidak yakin masih hidup, ternyata ada di depan kami di alam liar,” kata fotografer sejarah alam, Clay Bolt, yang pertama kali mengambil foto dan video spesies tersebut dalam keadaan hidup.

“Benar-benar melihat betapa indah dan besarnya spesies ini dalam keadaan hidup, dan mendengar suara sayap raksasanya terbang di atas kepala saya, sangat menakjubkan,” katanya

Temuan di kepulauan di provinsi Maluku Utara tersebut meningkatkan harapan bahwa hutan di kawasan tersebut masih menyimpan salah satu serangga yang paling langka dan banyak dicari di dunia.

Saat ini tidak terdapat perlindungan hukum terkait dengan perdagangannya.

Anggota tim dan ahli lebah, Eli Wyman, dari Princeton University, berharap penemuan kembali ini akan memicu penelitian selanjutnya untuk lebih memahami sejarah kehidupan lebah dan memberikan informasi usaha lanjutan untuk melindunginya dari kepunahan.

Kelompok lingkungan, Global Wildlife Conservation (GWC), telah meluncurkan pencarian sedunia bagi “spesies hilang” yang mendukung penelitian ini.

“Dengan menjadikan lebah sebagai simbol konservasi dunia, kami yakin bahwa spesies ini mempunyai masa depan yang lebih cerah dari pada jika kita hanya membiarkannya terlupakan,” kata Robin Moore.

Pada bulan Januari, kelompok tersebut mengumumkan mereka telah menemukan satu ekor jantan katak langka Bolivia.


(ita/ita)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cocok di Negara Kepulauan, RI Terus Kembangkan Terminal Mini Gas Alam

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah mendorong pembangunan terminal mini gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) di berbagai wilayah di Indonesia. Infrastruktur ini dinilai tepat dipakai untuk menunjang pemenuhan kebutuhan gas di negara kepulauan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto menyebutkan, terminal mini LNG pertama telah digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Sambera, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

LNG pembangkit ini berasal dari Bontang yang berjarak 80 kilo meter (km) dan diangkut dengan menggunakan truk. Setiap hari, sebanyak 24 truk bergantian mengisi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).‎

Terminal mini LNG juga akan dibangun di Ternate, Nabire, Jayapura, Kendari dan Flores.

“Ini (pembangunan terminal mini LNG) akan terus dikembangkan karena negara kita negara kepulauan. Potensi Small scale LNG cukup bagus dan di daerah (Indonesia) Timur akan dibangun oleh PGN,” kata Djoko, dikutip dari situs resmi Ditjen Migas, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Pembangunan terminal mini LNG merupakan salah satu capaian Kementerian ESDM yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Dengan masuknya LNG, biaya energi primer yang dihemat sebesar Rp 70 miliar per tahun.

“Penggunaan LNG juga dapat menurunkan biaya pokok produksi (BPP) pembangkit sebesar 38 persen,” tuturnya.

Selama ini lantaran keterbatasan infrastruktur, sebagian besar produksi LNG Indonesia diekspor.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, pemanfaatan LNG untuk domestik baru sekitar 405,2 BBTUD. Sementara LNG yang diekspor mencapai 1.907,8 BBTUD.

“Dengan adanya terminal mini LNG, pemanfaatan LNG untuk domestik dapat ditingkatkan‎,” tandasnya.

Pagupon Mbah Pon, Pembelajaran Etika Lewat Bahasa jawa

Liputan6.com, Semarang – “Ya wis aku lila yen omah iki arep mbok rebut, aku lila yen awakku sing wis tuwa iku mbok singkang-singkang, mbok ambrukke! Mbok singkirke…” (Baikah, aku ikhlas jika rumah ini hendak kau rebut, aku ikhlas jika tubuh tuaku ini kau telantarkan, kau buang, kau singkirkan)

Penggambaran emosi antara kemarahan, kesedihan, kesia-siaan, hingga kepasrahan begitu apik digambarkan dengan bahasa Jawa. Cuplikan itu bisa dibaca dalam cerkak (cerita cekak) atau cerpen Bahasa Jawa berjudul Pagupon Mbah Pon, gubahan Budi Wahyono.

Pagupon adalah kandang merpati. Biasanya hanya berbentuk kotak kecil dengan satu pintu tanpa jendela. Menurut Budi Wahyono, penggambaran pagupon sebagai rumah manusia sebenarnya sikap alam bawah sadar manusia Jawa untuk bersikap rendah hati.

“Jadi melalui bahasa Jawa itu, saya malah bisa bercerita dengan lebih klimaks. Diksi bahasa Jawa sangat kaya. Tapi saya tak memilih model diksi klasik, justru dengan diksi yang lebih kekinian, merakyat, keseharian, saya bisa bercerita lebih klimaks,” kata Budi Wahyono menjelaskan alasan memilih setia berbahasa Jawa.

Kekhawatiran sejumlah kalangan bahwa bahasa Jawa sebagai bahasa ibu semakin tersisihkan, dianggap sebagai peluang. Budi mengambil ceruk sastra dengan pasar yang sangat khusus sebagai upaya menambah dan menjaga nilai budaya.

Dituturkannya bahwa menggunakan bahasa jawa sesungguhnya bukan hanya menjaga budaya dan kearifan lokal saja. Namun di dalamnya secara otomatis ada pembelajaran etika, nilai rasa atau kepekaan juga.

“Misalnya, seseorang yang biasa memanggil temannya dengan sebutan ‘Mas’, namun tiba-tiba berubah menjadi ‘Pak’ atau ‘Bapak’ pada saat-saat tertentu ketika si teman tadi sudah menjadi seorang pejabat, bisa dipastikan ia sedang menyembunyikan sebuah maksud,” kata Budi.

Dalam pergaulan Jawa, memang sangat lekat dengan basa-basi. Namun basa-basi yang disampaikan atau penghormatan yang berlebihan pada saat-saat tertentu, menunjukkan isi hatinya.

Cerita-cerita pendek berbahasa Jawa karya Budi Wahyono, juga jauh dari bahasa sastra Jawa tingkat tinggi. Sebaliknya secara sadar Budi memilih bahasa Jawa pasaran atau sehari-hari karena yang ia ceritakan adalah dunia sehari-hari masyarakat kebanyakan.

“Nanti malah ‘njomplang’ (tak seimbang) jika saya bercerita tentang dunia prostitusi jalanan namun menggunakan bahasa Jawa keraton,” kata Budi.

Simak video pilihan berikut:

2 dari 3 halaman

Topografi dan Pengaruhnya

Bahasa Jawa memang mengenal struktur penggunaan. Ini sama dengan beberapa bahasa daerah lainnya. Namun ragam bahasa Jawa yang ada dan masih hidup seperti Mataraman, Ngapak (Banyumas), Ngapak (Tegalan), Osing (Banyuwangi), Pesisiran, Keraton, dan ragam-ragam lain yang merupakan percampuran itu tak bisa disandingkan.

“Bahasa-bahasa itu memiliki kedudukan yang sama. Bahasa Ngapak (Banyumas) dan bahasa Ngapak (gaya Tegal) tak berarti salah satunya lebih halus atau lebih bergengsi. Semua terhormat,” kata Budi.

Sementara itu budayawan Eko Tunas menyebutkan, bahasa ibu menunjukkan akar budaya darimana penutur itu berasal. Ia memetakan bahwa ada tiga kelompok masyarakat yang secara umum memiliki ciri khusus.

Pertama adalah masyarakat yang tinggal di gunung atau pegunungan. Masyarakat gunung atau pegunungan ini karena sulitnya medan untuk hidup sehari-hari mereka sangat gemar bergotong-royong. Tentu saja dimaksudkan agar bisa mengatasi kesulitan hidupnya sehari-hari.

“Masyarakat ini cara bertuturnya sopan. Namun aksen bahasanya keras secara volume. Awalnya untuk mengatasi kesulitan berbicara akibat jarak yang jauh,” kata Eko Tunas.

Kedua, adalah kelompok masyarakat tengahan. Masyarakat ini biasanya tinggal di kawasan lembah atau tempat-tempat subur lainnya sehingga hidup lebih mudah. Model masyarakat ini memiliki kebiasaan suka berpesta.

“Bentuk pesta bisa macam-macam. Salah satunya dengan syukuran. Bahasa yang digunakan relatif lebih pelan saat diucapkan,” kata Eko.

Kemudian yang terakhir adalah kelompok masyarakat pesisir. Karena keseharian mereka berada di tengah laut dan bertaruh nyawa untuk bertahan hidup mencari makan, maka kecenderungan masyarakat ini juga keras. Berbicara apa adanya agar efektif.

“Biasa berpacu dengan waktu mempertahankan nyawa, sehingga gaya bahasa mereka sangat efektif,” kata Eko.

Sepakat dengan Budi Wahyono, Eko Tunas juga tak mau membandingkan. Semua memiliki tingkat kesopanan dan strata penggunaan tersendiri di penggunanya. Namun tak dipungkiri bahwa ada anggapan bahwa bahasa daerah tertentu dianggap lebih halus dibanding daerah lain.

Anggapan bahwa ada daerah yang dianggap lebih halus ini sangat berkait erat dengan dominasi secara politik. Bahasa Jawa gaya Mataram dianggap paling halus karena mereka memiliki keraton sebagai pusat kekuasaan. Sementara bahasa Jawa pesisiran karena disampaikan secara terbuka dan efektif, sedikit basa-basi dianggap kasar.

“Ah itu hanya anggapan saja. Sebenarnya tidak demikian. Itulah sebabnya akhir-akhir ini muncul semacam gerakan kebanggaan menggunakan bahasa ibu. Misalnya seloroh ‘ora ngapak ora kepenak’. Itu menunjukkan kebanggaan mereka,” Budi Wahyono menambahkan.

3 dari 3 halaman

Masih Ada Suriname

Kembali ke awal tulisan ini yang mengutip penggalan cerita pendek Budi Wahyono. Dalam cerkak Pagupon Mbah Pon itu, Budi Wahyono menyentil tentang keberadaan seorang anak, meskipun anak tiri yang sering menjadi kerikil dalam urusan harta dunia.

Anak tiri mbah Pon menginginkan agar rumah lapuk yang ditinggali mbah Pon dijual. Mbah Pon berusaha mempertahankan. Namun ia mesti menyerah dan menjual rumah itu. Kejutan terjadi di akhir cerita ketika mbah Pon memilih pulang ke kampungnya di Wonogiri. Setelah dibagi-bagi, sisa penjualan rumahnya di kota ia gunakan untuk menikah dengan mantan istri pak Mantri Kesehatan

Warga mengantar ke rumah barunya. Rumah yang lebih bagus dari yang dijual itu oleh mbah Pon disebutnya sebagai pagupon atau kandang merpati.

Ternyata dari dalam rumah itu muncul sosok perempuan yang masih menyisakan garis kecantikannya. Ia adalah seorang pesinden di masa mudanya. Warga kaget. Ternyata mbah Pon yang sederhana dan terlihat menderita itu malah mampu berpoligami sebagai salah satu jalan keluar mengusir kesedihan.

Begitulah. Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tetap memiliki pesona dan mampu mencipta drama-drama dalam karya sastra yang mudah dipahami. Tentu saja Budi Wahyono tak sendiri, ada Turiyo Ragilputra dari Kebumen, Djayus Pete dari Bojonegoro, Achmad Dalady dari Magelang dan sederet sastrawan-sastrawan bahasa Jawa lainnya.

Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu tentu akan terus hidup. Apalagi jumlah penggunanya bukan hanya di Indonesia, namun juga di Suriname masih sangat banyak. Hanya saja jika tak ada dukungan dari masyarakat dan negara hadir dalam pengembangannya, tentu akan semakin bergeser dan hilang identitasnya.

Trek Ekstrim Bikin Peserta IOX 2019 Andalas Berguguran

Liputan6.com, Bukittinggi – Petualangan ekstrim Indonesia Off-road eXpedition (IOX) 2019 Andalas, yang start dari Medan, Sabtu (9/2/2019) terus berjalan. Banyak peserta yang berguguran karena kerasnya trek yang harus dilalui selama IOX 2019 berlangsung.

Team leader IOX 2019 Andalas, Syamsir Alam, dalam rilis yang diterima wartawan mengatakan, dari 81 peserta yang menggunakan kendaraan off road 4×4, hanya 20-an kendaraan saja yang sukses mengikuti trek demi trek sesuai dengan jadwal.

“Mayoritas peserta gagal memasuki trek sesuai jadwal dan masih berjibaku untuk keluar dari trek-trek sebelumnya. Semakin hari semakin sedikit jumlah peserta yang bisa mengikuti seluruh trek sesuai jadwal,” katanya.

Menurut dia, trek ekstrem pertama yang membuat peserta terhambat adalah di Siosar Brastagi. Trek Siosar bagaikan trek supermarket off-road super berat. Tanjakan curam, turunan curam, bogger (rawa lumpur) yang dalam, bebatuan, akar pohon besar yang menyulitkan semua tersedia dan harus dilalap oleh para off-roader di IOX 2019 Andalas.

Usai dari Siosar seluruh peserta istirahat di Silalahi, di pantai Danau Toba, menikmati keindahan alam dan budaya Danau Toba sekaligus kesempatan perbaikan kendaraan. Namun akibat kerusakan yang agak sulit diperbaiki, tercatat dua kendaraan peserta menyerah tidak bisa lanjut dan diangkut dengan trailer langsung menuju garis finish di Bukit Tinggi menunggu peserta lainnya.

“Kerasnya trek membuat peserta kerja keras dan butuh waktu lama. Selain ini banyak pula kendaraan yang rusak,” kata Syamsir Alam menambahkan.

Dari Silalahi, seluruh peserta IOX 2019 Andalas bergerak ke Parmonangan untuk off-road. Namun tercatat hanya 22 kendaraan 4×4 yang masuk trek. Sisanya masih tercecer di trek Siosar dan sebagian lagi rusak yang harus masuk bengkel untuk perbaikan. Trek ke Parmonangan ini memiliki tingkat resiko kecelakaan yang tinggi karena melalui banyak jurang yang banyak.

2 dari 3 halaman

Kurangi Risiko

Untuk peserta yang tercecer, kata Syamsir, dilarang memasuki trek tersebut untuk mengurangi risiko kecelakaan. Sekitar 56 kendaraan melambung mengambil jalan on-road ke Sibolga via Tarutung. Sebagian peserta menginap dan berkesempatan menikmati wisata di Tarutung yang sejuk, khususnya kuliner Kopi Karo yang sangat istimewa namun belum sepopuler seperti Kopi Gayo atau Sidikalang.

Setelah itu, peserta melakukan start dari Sibolga (jalan on-road) menuju pantai Tabuyung dengan menyusuri jalan pasir di pantai sepanjang 10 Km. Seluruh peserta sangat menikmati trek pantai pasir yang sepi ini dengan memacu kecepatan tinggi. Dari Tabuyung, peserta menuju Simpang Gambir melalui jalan on-road dan off-road melalui perkebunan sawit dan lading. Tercatat hanya 29 kendaraan yang memasuki trek ini. Sisanya tercecer di belakang dan sebagian lagi diperbaiki karena rusak.

Berikutnya dengan diiringi hujan deras, sekitar 40 kendaraan peserta kembali memasuki jalur off-road berat Sapotinjak ke Aek Mais karena melalui tanjakan tanpa winching point dengan jurang yang dalam sepanjang trek. Ternyata hanya 20 kendaraan yang berhasil finis disambut Bupati Madina Drs. H. Dahlan Harun Nasution.

3 dari 3 halaman

Berhasil Keluar

Sisanya sebanyak 20 kendaraan baru berhasil keluar satu persatu sejak malam hingga siang hari besoknya. Kondisi hujan yang terus menerus membuat kondisi trek menjadi trek neraka. Salah satu peserta yang terjebak di trek adalah Haji Bakri, tokoh di Penyabungan yang pengusaha sekaligus pengelola pondok pesantren terbesar dan tertua (105 tahun) di Indonesia dengan 12.500 santri.

Setelah istirahat, pada Rabu (20/2), peserta menjalani trek on-road memasuki Propinsi Sumatera Barat dan akan membuka tenda di Kawasan Koto Tinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota dan akan mencapai finish di Bukit Tinggi, Minggu (24/2).

Saksikan video pilihan di bawah ini