TKN Polisikan Akun Facebook Sudrun Sugiono yang Diduga Hina Jokowi

JakartaTim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin melaporkan pemilik akun Facebook (FB) dengan username Sudrun Sugiono. TKN menilai video yang di-posting oleh akun tersebut menghina Presiden Jokowi.

“Kami dari Direktorat Hukum dan Advokasi ingin melaporkan tentang adanya video viral yang terjadi, yang diduga dilakukan oleh salah satu simpatisan atau tim sukses dari pendukung (paslon) 02. Karena di situ (video) memakai atribut 02 dan menggunakan simbol tangan untuk 02,” ujar Direktur Advokasi dan Hukum TKN Ade Irfan Pulungan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2019).

Dalam video berdurasi 21 detik, terekam pigura yang memampang foto Jokowi di dinding yang perlahan ditarik ke bawah seperti menurunkan bendera dari tiang. Latar suara video tersebut lagu nasional Indonesia Raya.

“Patut diduga dengan sengaja melakukan perbuatan menurunkan foto Presiden Joko Widodo dengan lagu Indonesia Raya, di mana merupakan lagu kebangsaan Indonesia. Dan di akhir ada senyum yang seolah-olah menunjukkan kepada publik tentang sebuah gambaran Jokowi akan turun,” sambung dia.

Irfan menuturkan Jokowi masih berstatus presiden dan merupakan simbol negara yang tak pantas dipermainkan seperti itu. “Diduga telah melakukan pelecehan atau penghinaan terhadap kepala negara, yakni Presiden Republik Indonesia yang sah.”

Irfan mendesak polisi segera mengungkap kasus ini. “Kami minta ke kepolisian untuk bisa segera menindaklanjuti atas laporan yang kami lakukan, supaya masalah ini benar-benar bisa disikapi.”

Laporan Irfan teregistrasi dengan nomor LP/B/0389/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 16 April 2019. Dalam laporan, tertera pasal yang dilaporkan adalah Pasal 207 UU Nomor 1/1946 tentang KUHP.
(aud/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Microsoft Ungkap Ada Peretas Serang Akun Outlook.com

Liputan6.com, Jakarta – Microsoft dilaporkan telah memberikan peringatan keamanan pada para pengguna akun Outlook.com. Alasannya, sejumlah akun Outlook diketahui berhasil diakses oleh peretas.

Dikutip dari The Verge, Selasa (16/4/2019), peristiwa ini diketahui Microsoft setelah perusahaan menemukan kredensial untuk layanan email telah berhasil ditembus, sehingga memungkinkan terjadi akses dari pihak ketiga atau peretas.

Menurut Microsoft, aksi ini terjadi di sejumlah akun Outlook.com mulai dari 1 Januari hingga 28 Maret 2019. Lebih lanjut disebut, para peretas dapat melihat alamat email akun, nama folder, hingga subjek.

Kendati demikian, Microsoft menyebut para peretas tidak dapat melihat isi konten pesan yang dikirim atau lampiran yang disertakan.

“Data kami mengindikasikan informasi akun ini (bukan konten) telah dilihat secara ilegal, tapi Microsoft tidak mengetahui alasan informasi itu dilihat atau digunakan untuk apa,” tutur Microsoft dalam notifikasi untuk para pengguna.

Hingga saat ini, Microsoft belum mengungkap jumlah pengguna yang menjadi korban, termasuk pihak yang dianggap bertanggung jawab meretas Outlook.com.

Meski belum diketahui, Microsoft sudah mengingatkan pengguna terdampak untuk mengganti password yang digunakan.

“Kami menganggap proteksi data sangat serius dan bekerja sama dengan keamanan internal melakukan investigasi hingga menemukan solusi terhadap masalah ini, sekaligus memperkuat sistem dan mencegah hal serupa terjadi,” tutur Microsoft.

UAS dan tvOne Tangkis Serangan Akun Said Didu Bajakan

Jakarta – Dalam kisaran waktu kurang dari 24 jam terakhir, media sosial dihebohkan dengan serangan-serangan yang dibuat oleh pembajak akun Twitter milik mantan Sesmen kementerian ESDM, Said Didu. Ustaz Abdul Somad dan tvOne yang menjadi sasaran tembak si pembajak akun pun sampai harus memberikan klarifikasi.

Cerita bermula pada Sabtu (13/4/2019) hampir tengah malam. Akun Said Didu mencuit beberapa hal yang menyerang ustaz Somad secara personal. Tak hanya Somad, tvOne juga kena tuduh terlibat dalam proses pemberian dukungan Somad kepada pasangan calon tertentu dalam Pilpres. Serangan terhadap Somad dan tvOne itu ‘bermodalkan’ sebuah foto pertemuan antara internal tvOne dengan Somad.

Dimintai konfirmasi pada Minggu (14/4) dinihari, Said Didu memastikan bahwa kicauan-kicauan yang menyudutkan Somad itu berasal dari ulah si pembajak akun Twitter miliknya.

Said mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.

“Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh sudah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya sudah nggak bisa cek,” kata Said Didu.

Said Didu mengaku heran mengapa akun Twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini.

Sepanjang malam, Said dibantu teman-temannya berupaya untuk kembali mendapatkan akses terhadap akun miliknya. Namun upaya itu gagal.

Pada Minggu pagi, Somad angkat bicara mengenai tuduhan-tuduhan liar yang dibuat si pembajak akun Said Didu kepada dirinya. Memastikan bahwa tuduhan itu hoax, Somad juga berbicara mengenai orang-orang yang marah lalu menebar fitnah hanya karena perbedaan pilihan politik.

“Menjadi marah, hanya karena berbeda pilihan. Lalu marah berubah menjadi fitnah. Menunjukkan akal tak lagi mengikat nafsu. Semoga kita tetap jaga NKRI dengan kelapangan hati. #SaveUAS,” demikian kutipan di dalam foto pertama itu.

Said Didu Berang Akun Twitter-nya Dibajak Sudutkan Ustaz Somad

Jakarta – Akun twitter mantan Sekretaris BUMN Said Didu malam ini mencuitkan hal yang menyudutkan Ustaz Abdul Somad (UAS). Said didu memastikan kicauan itu bukan dari dirinya dan mengaku akun Twitternya diretas.

Dilihat detikcom, Minggu (14/4/2019), akun Twitter @saididu mulai mencuit tentang UAS pada Sabtu (13/4) pukul 23.30 WIB. Saat dimintai konfirmasi, Said Didu mengaku tidak bisa lagi mengakses akun Twitternya.

Dia mengatakan pertama kali tahu akunnya diretas setelah diberi tahu orang lain. Saat itu, Said Didu mengaku baru saja keluar dari arena debat Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta.


“Pas saya keluar (arena debat), saya mau buka Twitter saya tuh udah nggak bisa kebuka. Setelah itu ada orang beritahu saya ada mention aneh-aneh, yang tentang UAS itu kan. Tapi saya udah nggak bisa cek,” kata Said Didu.

Said Didu mengaku heran mengapa akun Twitternya diretas. Ia menyebut ada yang tidak beres dengan negara ini.

“Sekarang saya yang kena, jadi ada apa di negara ini? Permainan kasar sekali gitu,” ujarnya.

Saat ini, ia mengaku tengah mengupayakan akun Twitternya kembali. Namun, Said Didu mengatakan tidak berencana melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Nah, orang bilang kalau melapor ke pihak berwajib selalu hasilnya nggak ada, jadi percuma lapor kesana. Kita lapor ke Twitter saja,” kata Said Didu.
(tsa/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Akun Twitter Said Didu Diretas, Isinya Sudutkan Ustaz Abdul Somad

Liputan6.com, Jakarta – Akun twitter Said Didu diretas sesaat setelah debat calon presiden dan wakil presiden, Sabtu (14/4/2019). Dari pantauan Liputan6.com, akun tersebut mulai mengunggah konten yang menyudutkan Ustaz Abdul Somad sekitar pukul 11.26 WIB.

“Diretasnya saat debat. Di sana kan sinyal dijam, jadi tidak ada komunikasi. Pas keluar saya buka twitter saya udah ga bisa masuk,” kata Said Didu kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (14/4/2019).

Kemudian, kata Said, setelah dicek ternyata muncul konten yang menyudutkan Ustaz Abdul Somad. “Ini masalah besar, kemarin Dahlan Iskan setelah mendukung Prabowo juga dihack,” kata dia.

Meski begitu, mantan staff khusus menteri ESDM itu mengatakan akan memproses secara hukum atas masalah ini. Sebab, tak hanya dirinya saja yang diretas, tapi hampir semua tokoh yang mendukung Prabowo-Sandiaga ikut diretas.

“Melaporkan, ke polisi tidak ada yang berhasil jadi percuma. Sebagian besar pasangan 02 kena hack, kemungkinan akan proses ada apa, kok 02 semua,” tandas Said Didu.

Hingga saat ini, sudah ada 7 unggahan yang menyudutkan UAS di akun twitter Said Didu.

Kesal Hailey Baldwin Di-bully, Justin Bieber Ajak Penggemar Laporkan Akun Haters

Melalui Instagram Stories, Justin Bieber memperlihatkan screenshot laman akun haters yang sudah diblokirnya. Geram dengan akun bernama @baldwinstruth, ia sampai mengajak penggemarnya untuk melaporkan akun tersebut.

Please, kalau kalian mengikuti akunku, ku mohon laporkan mereka sebagai akun bully, karena mereka memang melakukannya! Membuat kebohongan dan bicara hal-hal yang sangat mengerikan dan menyakitkan,” tulis pelantun “Never Say Never” pada lebih dari 108 juta followers-nya di Instagram.

Polisi Selidiki Akun yang Viralkan Kasus Audrey

Jakarta – Polda Kalimantan Barat menerima laporan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat terkait akun yang menyebarkan cerita mengenai kasus yang dialami A secara tidak proporsional. Polisi hingga saat ini masih mendalami laporan tersebut.

“Jadi saat ini kan sedang didalami oleh Ditkrimsus Polda Kalbar. Apalagi dari KPPAD Kalbar sudah datang ke Polda Kalbar, mengadukan salah satu akun,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Barat AKBP Donny Charles kepada detikcom, Kamis (11/4/2019).

Donny mengatakan akun tersebut diduga menyebarkan cerita yang tidak semuanya benar. Di antaranya adalah cerita mengenai kerusakan alat intim dari tersangka kepada A.

“Tidak semuanya benar, artinya penganiayaan benar. Tapi kalau kerusakan alat intim, sudah dibuktikan dengan visum, itu masih gadis kok. Di komplain, berarti yang ditulis tidak semuanya benar, ini masih didalami,” ucapnya.

Namun Donny belum mengecek secara rinci nama akun yang tengah diselidiki Polda Kalbar. “Atas nama Zunai, saya lupa,” ucapnya.

Sebelumnya, polisi menilai cerita versi para pengguna media sosial atau netizen terkait kasus dugaan kekerasan anak terhadap A berbahaya. Komisi Perlindungan Anak di Kalbar pun sedang berdiskusi dengan Polda terkait hal ini.

“Ini berbahaya, oleh karenanya dari pihak Komisi Perlindungan Anak Kalimantan Barat akan konsultasi dengan Direktorat Krimsus Polda Kalbar terkait masalah akun yang menyebarkan narasi yang tidak sesuai fakta sebenarnya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/4).

Menurut Dedi, logika dalam menyampaikan sebuah cerita harus cermat dan dalam. Dia mengatakan kalau semua hal di media sosial langsung dipercaya bisa terjadi miskomunikasi.

“Logika berpikir kita harus cermat dan dalam. Kalau semua di media sosial kita percaya, ya semua masyarakat jadi miskomunikasi , mis-interpretasi,” ucapnya.

Seperti diketahui, kasus dugaan kekerasan terhadap A ini menjadi sorotan hingga mengundang reaksi luas dan memunculkan petisi Justice For Audrey. Tagar JusticeForAudrey di Twitter juga sempat menduduki posisi nomor 1 di Indonesia dan dunia pada Selasa (9/4).
(fdu/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Begini Detik-detik Penangkapan Pemilik Akun Facebook Antonio Banerra

Surabaya – Polisi langsung bergerak cepat mengamankan pemilik akun Facebook Antonio Banerra, Arif Kurniawan Radjasa. Penangkapan Antonio dilakukan berdasarkan laporan yang diterima polisi terkait dugaan penyebaran hoaks melalui media sosial.

“Kronologisnya bahwa pada hari Jumat tanggal 5 April 2019 mendapat informasi terkait akun Facebook atas nama Antonio Banerra yang di duga telah memposting ujaran kebencian,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera saat dihubungi detikcom, Sabtu (6/4/2019).

Menindaklanjuti laporan tersebut, lanjut Barung, pihaknya menganalisis dan menyelidiki keberadaan Antonio. Esok harinya, sekitar pukul 18.45 WIB tim gabungan kepolisian mendatangi lokasi tempat tinggal Antonio yang diketahui berada di Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

“Mendasari laporan informasi hasil Patroli Cyber Dit Siber Bareskrim maka Unit Bantek Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan analisa dan penyelidikan keberadaan tersangka,” terang Barung.

“Kemudian pada tanggal 6 April 2019 sekitar pukul 18.45 WIB Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda didukung Satreskrimsus Polrestabes Surabaya, Unit Inteltek Dit IK Polda Jatim dan Back up dari Dit Siber Bareskrim telah berhasil mengamankan kedua suami-istri di TKP,” imbuhnya.

Tak hanya menangkap, lanjut Barung, polisi juga mengamankan dua barang bukti dari tempat tinggal tAntonio. Barang bukti yang diamankan yakni 2 unit ponsel dan 1 unit laptop.

“Barang bukti yang kita sita 1 unit handphone merek Asus, 1 unit handphone merek Lenovo dan sebuah tablet merek Samsung ,” ujar Barung.

Sebelumnya, Antonio tiba di Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim sekitar pukul 20.12 WIB. Dalam postingan Facebook-nya, Antonio mengajak masyarakat memilih salah satu paslon pada Pilpres 2019 dan mengaitkannya dengan kerusuhan 1998.

Selain itu, Antonio juga menyebarkan hoaks jika tak memilih paslon tersebut, tragedi kerusuhan 1998 dan perkosaan massal kepada etnis Tionghoa akan terulang.
(zak/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BPN Minta Polisi Usut Tuntas Peretasan Akun Medsos Pendukung Prabowo

Jakarta – BPN Prabowo-Sandiaga meminta polisi untuk mengusut tuntas kasus peretesan akun media sosial terhadap sejumlah tokoh. BPN berharap aktor utama pembajakan akun tersebut bisa diungkap.

“Tentu kami berharap pihak kepolisian melakukan penindakan secara cepat. Karena hal ini sesuatu yang tidak mungkin dikejar. Dan kami berharap pelaku terutama dalang dalam peretasan ini bisa diungkap. Dan sebenarnya ini bukan hal yang mudah, setidaknya yang saya ketahui 2017 lalu juga ada tindakan-tindakan peretasan dan pelakunya bisa didapatkan. Saya rasa Polri punya kemampuan itu, regulasi kita UU ITE memberi ruang kewenangan untuk bisa melakukan penindakan terhadap tindakan semacam ini. Dalam pasal 30 misalnya atau pasal 32 terkait dengan peretasan ini, hukumannya juga tidak ringan bisa jadi pasal berlapis bisa dikenakan. Beberapa pasal bisa dikenakan terhadap tindakan ini,” kata anggota BPN, Indra, di d’Consulate Resto & Lounge, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

Indra mengatakan peretesan akun media sosial merupakan persoalan yang sangat serius. Menurut Indra, peretesan itu dimaksudkan untuk mengadu domba dan mendiskreditkan Prabowo-Sandiaga.

“Buat kami persoalan serius. Seriusnya pertama berarti ada pihak-pihak yang memiliki kemampuan dan tidak bertanggungjawab menggunakan fasilitas kemampuan yang dimilikinya untuk menghalalkan segala cara mengambil meretas beberapa orang-orang tertentu,” tuturnya.

“Pertama seriusnya karena membuat image fitnah, citra yang tidak benar. Kedua yang kebih berat bukan sekedar dampak bahwasanya terkesan adanya menjelekkan mendiskreditkan atau hoax kepada kandidat kami Prabowo-Sandi,” sambung Indra.

Namun Indra tidak mau menduga-duga terkait siapa yang berada di balik peretesan akun media sosial sejumlah anggota BPN itu. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Tentu kita merujuk mengarah siapa pelaku dan siapa dalam di balik ini. Tentu karena kita negara hukum, biarkan Mabes Polri yang bertindak. Tapi setidaknya dari kami merasa dirugikan karena konten-konten yang muncul dalam peretesan tadi ada bernuansa politik dan mendiskreditkan capres 02. Kalau siapa yang diuntungkan publik juga bisa menjawab. Tapi kami tidak mau mendahului hukum oleh karena itu supaya tidak ada sangka, tentu kami berharap kepolisian Bareskrim untuk bisa menindak ini secara cepat. Kalau bisa sebelum pemilu saya pikir punya kemampuan untuk melakukan itu. Sehingga asumsi liar mungkin juga praduga-praduga tidak merugikan pihak yg lain,” bebernya.

Sebelumnya, akun Twitter milik Kadiv Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, @Ferdinand_Haean sempat menampilkan foto-foto tak senonoh. Selain itu, akun tersebut menuding Partai Gerindra akan membuat hancur Indonesia. Dituliskan juga nama Waketum Gerindra Arief Poyuono dalam kicauan tersebut.

“Partai @gerindra, Arief Poyuono @bumnbersatu pny agenda hancurkan Indonesia. Prtemuan Arief dgn keduanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta pd 21 Maret 2019. Mrka niat bkin rusuh di Indonesia. Barbara Kappel antek Uni Eropa penghancur sawit Indonesia,” tulis @Ferdinand_Haean, seperti dilihat detikcom, Selasa (2/4).

Ferdinand pun telah datang ke Bareskrim untuk melaporkan peretasan akunnya. Ferdinand juga memastikan video yang menampilkan foto-foto tak senonoh adalah editan.

Selain Ferdinand, akun Twitter Haikal Hassan juga diretas oleh pihak yang tak bertanggungjawab. Haikal merasa difitnah lewat cuitan yang ditampilkan oleh hacker di akun media sosialnya.
(knv/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

KPU Resmi Polisikan Akun yang Tuduh ‘Server Di-setting Menangkan Jokowi’

Jakarta – Ketua KPU Arief Budiman bersama para komisionernya menyambangi Bareskrim Polri. Mereka melaporkan tiga akun media sosial yang menuding pihaknya memiliki server di luar negeri dan men-setting server agar pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memenangkan Pilpres 2019.

“Kami laporkan sekurang-kurangnya ada tiga akun di media sosial. Kemudian juga kami menyampaikan salah satunya alat bukti berupa rekaman video yang beredar itu, dan di dalamnya ada beberapa orang yang menyampaikan beberapa hal yang tidak benar,” kata Arief kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Pembuatan laporan ini langsung dikawal Direktur Tindak Pidana Bareskrim, Brigjen Albertus Rachmad Wibowo. Rachmad menyatakan pihaknya akan segera melakukan penyelidikan.

“Malam ini kita dapat laporan dari Ketua KPU bersama seluruh komisioner. Kami akan menindaklanjuti. Saya belum bisa memberikan keterangan apapun karena kami belum melakukan pemeriksaan. Malam ini kami akan lakukan pemeriksaan. Ini lagi dibikin di dalam laporannya,” ucap Rachmad pada kesempatan yang sama.

Kembali ke Arief, dirinya mengaku viralnya video tersebut merugikan karena dinilai dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap KPU. Arief menegaskan informasi yang ada dalam video tersebut tak benar.

“Kami merasa bahwa itu mengganggu kepercayaan publik kepada KPU, yang KPU disebut telah punya server dan menyetting servernya itu untuk memenangkan salah satu paslon,” ujar Arief.

“Tidak benar bahwa server KPU di luar negeri. Server di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa sendiri,” sambung dia.

KPU kemudian menyampaikan pihaknya telah menerapkan sistem yang transparan, di mana penghitungan perolehan suara dilakukan secara manual, berjenjang dan bersifat terbuka.

“Hasil pemilu itu diawali dengan proses penghitungan suara dan rekapitulasi dilakukan secara manual, dan berjenjang mulai dari TPS, kemudian rapat pleno terbuka di PPK, rapat pleno terbuka di KPU kabupaten/kota, rapat pleno terbuka di KPU provinsi, serta rekapan terbuka di KPU RI secara nasional,” jelas Arief.

Gambaran lainnya dari sistem yang transparan adalah hasil scan form C1 akan diunggah ke situs resmi KPU setelah penghitungan suara di TPS selesai. Masyarakat juga diberi kebebasan untuk mendokumentasikan form C1 plano.

“Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui lebih dulu oleh publik. Pada saat proses di TPS itu ada saksi, panwas, pemantau, media massa, masyarakat pemilih termasuk aparat keamanan juga ada di sana. Dan semua pihak juga diberikan kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam form C1 plano,” terang Arief.

Sebelumnya diberitakan, video yang viral itu memperlihatkan seorang pria berbicara di sebuah pertemuan. Pria itu bicara banyak hal, salah satunya soal KPU. Tidak diketahui siapa pria di video tersebut dan pertemuan apa yang sedang berlangsung. Tidak ada pula keterangan soal kapan video itu diambil.

“Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%,” kata pria tersebut.
(aud/zak)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>