Banyak Lulusan SMK Menganggur, Akibat Pilih-pilih Kerja?

Jakarta – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia masih terbilang tinggi meskipun trennya terus menurun. Dilihat dari pendidikan, lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang paling tinggi persentasenya.

Ada persoalan yang membuat lulusan SMK secara persentase paling besar tingkat penganggurannya. Padahal, SMK merupakan pendidikan yang seharusnya mudah terserap oleh dunia industri.

Menteri Koordinato Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan penyebab besarnya persentase pengangguran para lulusan SMK.

Apa saja penyebabnya? Simak selengkapnya di sini:

(hek/ang)

Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Sentani Papua Mencapai 104 Orang

Liputan6.com, Papua – Upaya normalisasi ruas jalan utama Sentani, Jayapura, Papua, tepatnya dari depan markas Yonif 751 hingga kompleks TNI Angkatan Udara Silas Papare terus dilakukan.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (20/3/2019), air banjir masih terus mengalir di sepanjang jalan dan meninggalkan endapan lumpur. Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Bandara Sentani menuju ke Kota Jayapura.

Lantaran lumpur yang mengendap, jalan hanya bisa dilalui satu lajur. Kerja alat berat belum begitu berarti.

Hingga berita ini diturunkan, kompleks perumahan TNI AU Silas Papare masih belum tersentuh alat-alat berat. Sisa hantaman banjir bandang masih seperti hari pertama. Perumahan TNI AU itu masih dipenuhi pasir dan gelondongan kayu. Belum ada tanda-tanda rumah prajurit TNI tersebut kembali dihuni.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap korban banjir bandang terus dilakukan baik siang maupun malam. Tim SAR gabungan TNI dan Polri serta relawan terus menyisir kawasan yang belum tersentuh. Seperti di perumahan Gajah Mada.

Dilaporkan saat ini ada sekitar 400 rumah di kompleks ini yang masih digenangi air dan pasir. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua, korban banjir bandang dan longsor sudah mencapai 104 orang. 38 sudah berhasil diidentifikasi dan diserahkan pada keluarga.

Korban tewas akibat banjir bandang di Sentani ini diperkirakan terus bertambah, mengingat ada 206 laporan kehilangan. Proses identifikasi dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara.

Akibat Kebakaran, Beberapa Seri Balapan MotoE Dibatalkan

Jakarta – Buntut kebakaran yang terjadi di Jerez, kalender kejuaraan MotoE 2019 mulai banyak dibatalkan. Setelah Jerez, kini Prancis dikabarkan menyusul.

Motor-motor listrik MotoE, yang sedang diuji di Jerez, ludes terbakar pada 14 Maret 2019. Masalah pada sumber pengisian daya motor disebut menjadi penyebab kebakaran, yang menghanguskan paddock tempat motor-motor listrik disimpan.

FIM kemudian memutuskan merevisi kalender balap. Seri Jerez, yang menjadi seri pembuka kejuaraan MotoE pada 5 Mei 2019, dinyatakan dibatalkan.

Dilansir GPOne, seri Prancis juga dikabarkan dibatalkan. Promotor balapan mengatakan mereka tidak akan menggelar balapan dulu di Sirkuit Le Mans dan disebut berusaha menggelarnya pada Juni mendatang.

FIM sendiri bakal merilis kalender anyar terkait MotoE 2019, namun hingga saat ini belum ada kalender baru yang dirilis. Sebelumnya, FIM merilis kalender dengan lima seri balapan yakni di Jerez, Prancis, Jerman, Austria, dan San Marino.

MotoE merupakan kelas balapan terbaru yang diperkenalkan FIM. 2019 akan menjadi tahun debutnya, di mana 12 tim dan 18 pebalap menjadi pesertanya, termasuk mantan rider MotoGP Sete Gibernau dan Randy de Puniet.

(yna/rin)

Jangan Ditiru, Wanita di China Nyaris Mati Akibat Suntik Jus Buah ke Tubuh

Kasus menyuntik yang satu ini lain lagi. Bagi sebagian pria, memiliki badan yang atletis bak binaragawan adalah impian. Untuk mempunyai bentuk tubuh seperti itu kerap digambarkan seperti suatu perjalanan panjang. Butuh kerja keras, perjuangan, usaha dan tentu kesabaran.

Jika sudah berhasil, tentu akan tampak perbedaan antara foto sebelum dan sesudah memiliki badan ideal. Biasanya, untuk membentuk badan yang atletis, seorang pria membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga beberapa tahun.

Namun, ada seorang pria asal Rusia yang hanya mendapatkan bentuk lengan seperti binaragawan hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Dilansir dari laman AsiaOne, Selasa 14 November 2017, pria tersebut diketahui bernama Kirill Tereshin. Cara yang digunakan oleh pria tersebut terbilang tak biasa bahkan terlalu berbahaya.

Demi mendapatkan ukuran lengan yang berdiameter besar seperti karakter Hulk, Tereshin nekat menyuntikkan Synthol ke kedua lengannya.

Synthol adalah zat yang terdiri dari minyak, obat penghilang rasa sakit dan alkohol. Tereshin sengaja memasukkan zat tersebut agar kedua lengannya mengembang seolah-olah memiliki otot.

Cara ini memang sering terdengar dan kerap disebut sebagai teknik ‘fluffing’. Dalam sebuah rekaman yang diunggah Tereshin ke akun Instagram, tampak pria tersebut tengah memamerkan kedua lengannya.

Terlihat perubahan warna yang terjadi pada kedua lengan Tereshin. Tiba-tiba bagian lengannya berubah menjadi ungu yang kemudian ia anggap sebagai efek samping belaka.

Kini, pria tersebut akan terus melakukan suntikan Synthol pada bagian tubuh lainnya. Ia berharap akan menjadi binaragawan di masa depan dengan cara yang ia yakini.

Meski begitu, catatan penggunaan zat Synthol secara sembarangan dapat berakibat fatal. Pada tahun 2015, ada seorang pria asal Brasil pecandu teknik ‘fluffing’.

Akibat suntikan Synthol yang terus ia lakukan, pria tersebut jampir kehilangan lengannya karena otot bisep di kedua lengan mengalami mati rasa.

Selain itu, ancaman penggunaan Synthol yang berlebihan dapat menyebabkan gagal ginjal.

1.568 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Purworejo Pagi Ini

Purworejo – Sebanyak 1.568 jiwa mengungsi akibat banjir yang menerjang Purworejo, Jawa Tengah pagi ini. Evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

“Per pagi ini data yang kami terima jumlah pengungsi ada sekitar 1.568 jiwa. Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa, dan warga yang dievakuasi dibawa ke tempat pengungsian yang aman. Saya imbau warga selalu waspada dan melaporkan kepada petugas jika terjadi sesuatu,” ujar Kepala BPBD Purworejo, Sutrisno saat dihubungi detikcom, Senin (18/3/2019).

Sutrisno menjelaskan hingga pagi ini masih ada belasan desa di empat kecamatan yang terendam banjir. Ketinggian air rata-rata 30 cm hingga 80 cm. Evakuasi warga pun masih terus dilakukan oleh petugas.


Adapun empat kecamatan yang terendam banjir antara lain Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol dan Bayan. Pihak BPBD Magelang, Kebumen, dan Basarnas Cilacap pun ikut diterjunkan untuk membantu mengevakuasi ratusan warga di Purworejo.

“Evakuasi juga dibantu dari BPBD Kebumen, Magelang dan Basarnas Cilacap,” lanjutnya.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

2 Orang Hilang Akibat Longsor di Bantul

Bantul – Dua orang dinyatakan hilang karena longsor yang terjadi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kemarin. Longsor tersebut terjadi di Kecamatan Imogiri, Bantul.

“Ada dua (orang) belum ketemu, ini masih dalam proses pencarian karena kena longsor. Jadi yang kena longsor dua rumah dan total orangnya empat. Satu bisa diselamatkan, satu meninggal (Budi Atmojo) dan dua masih proses penanganan (evakuasi),” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto saat dihubungi detikcom, Senin (18/3/2019).

Dwi menuturkan, kedua korban tersebut masing-masing bernama Painem (70), warga Dusun Numpukan, Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Bantul dan Budi Atmojo (80), warga Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul.

Selain itu, ada dua orang yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Bantul kemari.

“Yang (meninggal akibat) banjir di Numpukan dan yang (meninggal akibat) longsor di Wukirsari,” imbuhnya.

Dwi menuturkan, kedua korban tersebut masing-masing bernama Painem (70), warga Dusun Numpukan, Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Bantul dan Budi Atmojo (80), warga Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul.
(sip/sip)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Korban Tewas Akibat Banjir di Sentani Jayapura Bertambah Jadi 50 Orang

Sentani – Jumlah korban akibat banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua terus bertambah. Saat ini tercatat sebanyak 50 orang meninggal.

“Jumlah korban 50 orang meninggal dunia,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya, Minggu (17/3/2019).

Dari 50 orang meninggal dunia, 38 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Papua, 7 jenazah di RS Marthin Indey, dan 5 jenasah di RS Yowari. Sebanyak 49 korban sudah berhasil diidentifikasi sedangkan 1 jenazah masih dalam proses identifikasi.

Sebanyak 59 orang luka-luka yang dirujuk ke PKM Sentani, RS Bhayangkara dan RS Yowari. Dinas Kesehatan Jayapura dan Dinas Kesehatan Papua mengkoordinir penanganan tim medis bagi korban.

“Evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban diintensifkan untuk mencari korban. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir banjir bandang,” papar Sutopo.

Sutopo mengatakan Kepala BNPB Doni Munardo telah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo dampak bencana dan penanganan bencana banjir bandang. Hari ini, Doni bersama unsur dari Kementerian/Lembaga hari ini berangkat ke Sentani untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda Jayapura dan Papua.
(imk/dhn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

111 Sekolah di Malaysia Diliburkan Akibat Keracunan Limbah Kimia

Kuala Lumpur – Jumlah sekolah di Malaysia yang diliburkan sementara akibat insiden keracunan limbah kimia bertambah menjadi lebih dari 100 sekolah. Sejauh ini total 506 orang, yang kebanyakan siswa sekolah, menjadi korban keracunan limbah kimia beracun ini.

Seperti dilansir AFP dan kantor berita Bernama, Kamis (14/3/2019), insiden ini berawal dari sebuah lori atau truk yang diyakini membuang limbah kimia secara ilegal di Sungai Kim Kim di wilayah Johor, pekan lalu. Limbah itu memicu uap beracun dan berbahaya yang menyebar luas ke area sekitarnya.

Para korban yang terkena uap beracun itu menunjukkan gejala keracunan seperti mual dan muntah-muntah.


Bernama melaporkan, sejauh ini total 506 orang menjalani perawatan medis usai menghirup uap beracun itu. Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Dzulkefly Ahmad, menyebut 166 orang di antaranya masih menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Sembilan orang lainnya dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).

Tidak diketahui secara jelas soal jenis gas beracun yang muncul di dekat kota industri Pasir Gudang ini. Bernama sebelumnya melaporkan uap beracun itu sebagai uap metana yang berbahaya bagi manusia.

Dalam pernyataan terbaru, Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik, mengumumkan bahwa jumlah sekolah di Johor yang diliburkan terkait insiden ini bertambah secara drastis.

“Kementerian Pendidikan memutuskan untuk meliburkan 111 sekolah di area Pasir Gudang dengan segera,” sebut Maszlee dalam pernyataannya. “Kementerian Pendidikan meminta semua pihak untuk mengambil langkah pencegahan,” imbuhnya.

Ditambahkan Dr Dzulkelfy dalam pernyataannya, seperti dilansir Bernama, warga yang tinggal di kawasan Pasir Gudang diimbau melakukan langka pencegahan dengan memakai masker tipe R59 sepanjang waktu dan saat melakukan aktivitas di luar rumah.

“Hindari area berpolusi dan cari bantuan medis segera jika mengalami mual, kesulitan bernapas, muntah-muntah, mata pedih dan sakit di dada,” imbaunya.

“Jangan meremehkannya karena itu (limbah kimia) bisa terserap ke kulit dan memicu bahaya. Itu juga bisa menempel di baju kita dan menyebar ke orang lain atau bahkan anggota keluarga,” tegas Dr Dzulkefly.

Terkait insiden ini, sudah ada tiga pria yang ditangkap otoritas setempat. Ketiganya, termasuk dua pemilik pabrik, dicurigai membuang limbah kimia itu secara ilegal ke Sungai Kim Kim. Salah satu dari ketiga orang itu akan diadili segera dan terancam hukuman maksimum lima tahun penjara jika dinyatakan bersalah melanggar Undang-undang (UU) Perlindungan Lingkungan.

(nvc/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Jaksa Siap Buktikan soal Keonaran akibat Hoax Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Jakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menyiapkan tanggapan terkait nota keberatan atau eksepsi Ratna Sarumpaet dalam perkara hoax penganiayaan. Jaksa meyakini perbuatan Ratna sudah menimbulkan keonaran.

“Iya (bantah eksepsi Ratna),” kata jaksa Sarwoto, lewat pesan singkat, Senin (11/3/2019).

Dalam persidangan sebelumnya, pengacara Ratna, Desmihardi, menegaskan dakwaan jaksa soal keonaran akibat hoax tidak tepat. Sarwoto mengaku siap membuktikan terkait keonaran yang diakibatkan oleh perbuatan Ratna.

“Menurut kami ada keonaran dan akan dibuktikan dalam materi pokok perkara,” ujar dia.

Sidang lanjutan perkara hoax Ratna Sarumpaet akan digelar di PN Jaksel pada hari ini. Agenda sidang kali ini adalah tanggapan jaksa terkait nota keberatan atau eksepsi yang disampaikan Ratna.

Tim pengacara Ratna Sarumpaet menegaskan dakwaan jaksa soal keonaran akibat hoax tidak tepat. Sebab, hoax penganiayaan disebut pengacara tidak menimbulkan keonaran di masyarakat.

“Bahwa rangkaian cerita bohong yang terdapat dalam cuitan Twitter Saudara Rizal Ramli dan Saudara Rocky Gerung, akun Facebook saksi Nanik Sudaryati serta konferensi pers Saudara Prabowo Subianto, orasi yang dilakukan oleh beberapa orang di Dunkin’ Donuts Menteng Jakarta Pusat yang mendukung pengakuan terdakwa mengenai cerita penganiayaan, serta aksi unjuk rasa Lentera Muda Nusantara yang dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2018 di Jalan Gatot Subroto, tidak dapat dikatakan sebagai keonaran, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1 UU No 1 Tahun 1946,” papar pengacara Ratna Sarumpaet membacakan nota keberatan (eksepsi) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (6/3/2019).

Cuitan dan unjuk rasa yang muncul setelah beredarnya foto muka lebam dan bengkak Ratna Sarumpaet, disebut tim pengacara, bukan kategori kerusuhan.

“Karena cuitan dan aksi unjuk rasa tersebut bukanlah kerusuhan, keributan, atau keonaran yang telah terjadi di tengah masyarakat yang memerlukan tindakan kepolisian untuk menghentikannya,” tegas pengacara.

Kerusuhan yang dimaksud dalam keonaran sebagaimana Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 versi pengacara adalah kerusuhan pada Mei 1998, kerusuhan Malari, dan kerusuhan 27 Juli 1996.

“Kerusuhan yang pada umumnya memerlukan tindakan kepolisian untuk menghentikannya,” tegas pengacara.

(knv/dwia)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

11 Orang Warga Tewas Akibat Banjir di Brasil

Brasil – Banjir terjadi di Amerika Latin kota Sao Paulo, Brasil. Banjir ini mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas.

Dilansir dari Reuters, Selasa (12/3/2019), banjir tersebut mengakibatkan jalanan seperti sungai. Mobil dan rumah warga juga terdampak akibat banjir tersebut. Petugas bersiaga hingga Senin malam waktu setempat.

Sekretariat keamanan negara Sao Paulo menyebut lima orang tenggelam akibat banjir. Selain itu, korban tewas juga diakibatkan karena adanya longsor.

Banjir ini terjadi akibat hujan yang terus menerus sejak Minggu sore hingga Senin sore. Banjir ini juga mengakibatkan lalu lintas di Sao Paulo kacau. Hal ini dikarenakan sebagian rute jalur kereta tertutup sebagian. Sedangkan bus dan mobil terjebak di jalan akibat macet.

Selain itu banjir ini juga mengakibatkan pabrik truk dan bus Mercedes Benz Sao Bernardo do Campo kebanjiran, dan menghentikan sementara kegiatan produksinya. Hujan ini diperkirakan masih akan terus turun hingga dua hari ke depan.
(dwia/knv)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>