Tottenham Hotspur Tanpa Dele Alli Selama 2 Bulan

London – Tottenham Hotspur dipastikan kehilangan Dele Alli hingga awal Maret 2019. Gelandang timnas Inggris itu tak bisa membela The Lilywhite akibat cedera hamstring. 

Dele Alli mengalami cedera tersebut ketika Spurs menang 2-1 atas Fulham, pada laga pekan ke-23 Premier League di Craven Cottage, Minggu (20/1/2019).

Bermain sejak menit awal, pemain 22 tahun itu terpaksa ditarik keluar lapangan pada menit ke-86. Alli yang menyumbangkan satu gol dalam pertandingan tersebut digantikan oleh Georges-Kevin N’Koudou.

Setelah menjalani pemeriksaan, Dele Alli diketahui mengalami cedera hamstring. Dia pun membutuhkan waktu hingga dua bulan ke depan untuk memulihkan kondisinya. 

“Setelah pemindaian dan penilaian klinis, kami dapat mengonfirmasi jika Dele Alli mengalami cedera hamstring. Cedera itu memaksa gelandang timnas Inggris untuk diganti ketika meraih kemenangan 2-1 atas Fulham, Minggu (20/1/2019),” bunyi pernyataan resmi Tottenham Hotspur.

“Dele sekarang akan menjalani masa rehabilitasi dengan staf medis kami dengan harapan kembali menjalani latihan pada awal Maret.”

Situasi ini pun menambah panjang daftar pemain Tottenham Hotspur yang dibekap cedera. Harry Kane telah lebih dulu masuk ke ruang perawatan akibat cedera ligamen pada 14 Januari 2019.

Sama seperti Dele Alli, Harry Kane juga baru akan kembali berlatih pada awal Maret tahun ini. Selain Kane dan Alli, masih ada tiga pilar penting Spurs yang juga mengalami cedera, yakni Victor Wanyama (cedera lutut), Moussa Sissoko (cedera pangkal paha), dan Lucas Moura (cedera lutut).

Bukan hanya itu, Tottenham Hotspur juga tak diperkuat Son Heung-min. Pasalnya, winger 26 tahun tersebut saat ini tengah membela timnas Korea Selatan di Piala Asia 2019.

Sumber: Tottenham Hotspur, Transfermarkt/Bola.com

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini:

Dihukum Bayar Ganti Rugi Penumpang, Begini Reaksi Pihak Garuda Indonesia

Liputan6.com, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan gugatan B.R.A. Koosmariam Djatikusumo, penumpang yang dadanya tersiram air panas di pesawat Garuda Indonesia, terhadap Garuda Indonesia, Selasa, 22 Januari 2019.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin oleh Marulak Purba, selaku ketua majelis dengan anggota majelis Agustitus Setya Wahyu Triwiranto dan Titik Tejaningsih menyatakan, Garuda Indonesia melakukan perbuatan melawan hukum. Selain itu Garuda juga dihukum untuk membayarkan ganti rugi imateriel kepada Penggugat sebesar Rp 200 juta.

Kuasa hukum penggugat David Tobing mengapresiasi putusan majelis hakim yang dalam pertimbangannya menyatakan bahwa tindakan pramugari Garuda Indonesia menumpahkan air panas yang mengenai tubuh Penggugat merupakan bentuk perbuatan melawan hukum.

“Dikabulkannya ganti rugi imateriel ini sangat beralasan mengingat peristiwa tersebut menimbulkan bekas luka di bagian dada yang tidak bisa hilang (cacat tetap)” ungkap David dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Selasa, 22 Januari 2019.

Seharusnya, lanjut David, Garuda Indonesia berbuat aktif meringankan beban penderitaan dengan memberikan pengobatan yang maksimal mengingat luka yang diakibatkan tumpahnya air panas tersebut mengenai bagian dada penumpangnya.

“Meskipun gugatan kami dikabulkan, kami tetap membuka kemungkinan untuk mengajukan banding karena majelis hakim hanya mengabulkan sebagian dari gugatan yang kami ajukan yaitu ganti rugi imateriel sedangkan tuntutan kami mengenai ganti rugi materiil tidak dikabulkan,” lanjut David.

Dihubungi secara terpisah, Humas Garuda Indonesia Iksan Rosan mengatakan telah mendengar informasi tersebut. Namun, pihaknya akan berbicara terlebih dahulu dengan pihak kuasa hukum dan internal.

“Kami akan berbicara dengan kuasa hukum dan internal Garuda Indonesia tentang langkah hukum ke depan. Kami akan informasikan secepatnya,” kata Iksan kepada Liputan6.com, Selasa, 22 Januari 2019.

Gugatan B.R.A. Koosmariam Djatikusumo terhadap PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 215/PDT.G/2018/PN.JKT.PST diajukan pada 29 Desember 2017.

Penggugat selaku penumpang maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-264 dengan rute dari Bandara Soekarno Hatta-Jakarta menuju Bandara Blimbingsari Banyuwangi merasa dirugikan akibat tindakan pramugari Garuda Indonesia yang pada saat Meal and Beverage serving menumpahkan 2 (dua) gelas air panas hingga mengguyur tubuh Penggugat yang mengakibatkan Penggugat mengalami cacat tetap.

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Serangan Israel Tewaskan Tentara Hamas di Gaza

Jakarta – Serangan militer Israel di Gaza, Palestina, menewaskan seorang pejuang saya militer Hamas. Empat orang lainnya juga menderita luka-luka akibat serangan tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (22/1/2019), serangan itu terjadi beberapa saat setelah aksi protes warga Palestina di Nablus.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan korban tewas bernama Mahmoud al-Nabahin (24). Sayap militer Hamas, Izzudin al-Qassam menyatakan Mahmoud merupakan anggotanya.

“Serangan udara itu menyebabkan empat warga Palestina lainnya cedera, salah satunya (cedera) serius,” kata pihak Kementerian Kesehatan Palestina.

Sebelum serangan di Gaza, tentara Israel juga menembak mati seorang warga Palestina di Nablus. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut hasil penyelidikan menunjukkan warga tersebut tiba dengan mobil dan berusaha menikam seorang tentara yang menjaga pos pemeriksaan.

“Seorang tentara lainnya merespons dengan menembak ke tentara itu dan menetralisasinya,” demikian pernyataan militer Israel. Tidak ada tentara Israel yang luka-luka dalam serangan itu.
(abw/zak)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Guardiola Nantikan Kontribusi Benjamin Mendy untuk Manchester City

Manchester – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, merindukan kehadiran Benjamin Mendy di timnya. Bukan hanya itu, Guardiola juga mengharapkan kontribusi besar dari Mendy. 

Sejak didatangkan dari AS Monaco pada 24 Juli 2017, pemain timnas Prancis itu lebih banyak berkutat dengan cedera. Teranyar, dia harus absen selama 79 hari akibat dihantam cedera lutut.

Badai cedera yang kerap mendera membuat bek 24 tahun tersebut baru tampil dalam 19 laga bersama Man City di seluruh ajang. Untuk menggantikan peran Mendy di sisi kiri pertahanan, Pep Guardiola memainkan Fabian Delph atau Oleksandr Zinchenko secara bergantian.

Meski belum banyak berkontribusi buat Manchester City, Benjamin Mendy mampu tampil cukup baik ketika tampil. Hal itu terlihat dari enam assist yang ditorehkan Mendy bersama The Citizens.

“Hasil yang kami raih dalam dua tahun terakhir akan mengatakan dia tidak terlalu banyak berkontribusi. Namun, saya katakan saya sangat merindukannya,” ucap Guardiola.

“Saya merasa dia bisa memberi kami ekstra sesuatu, jadi semoga pada bagian terakhir musim ini, dan pada masa depan, klub bisa menggunakan jasanya,” lanjut manajer asal Spanyol tersebut.

Kini, kondisi Benjamin Mendy sudah pulih 100 persen. Dia pun berpeluang tampil saat Manchester City menghadapi Burton Albion, pada laga leg kedua semifinal Piala Liga Inggris, di Pirelli Stadium, Sabtu (23/1/2019).

Sumber: Sky Sports

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

Misteri Titah Jarum Maut yang Tewaskan Bocah Alfa di Aceh

Liputan6.com, Aceh – Dugaan malapraktik berujung kematian pasien di RSU Cut Nyak Dien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Oktober, tahun lalu masih menyimpan misteri. Terlebih soal siapa sebenarnya yang bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus ini mencuat ketika keluarga pasien atas nama Alfa Reza (11) protes lantaran pasien meninggal dunia setelah disuntik petugas medis. Sebelumnya, korban sempat menjalani perawatan usai dioperasi di Ruang Anak.

Menurut paman korban, Syahril, keponakannya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan setelah mengalami luka akibat tertancap dahan kayu di punggung. Korban dilarikan ke IGD pada Jumat, 19 Oktober 2018.

Korban dibawa pukul 14.00 WIB, dan ditangani dokter bedah pada pukul 17.00 WIB. Setelah dioperasi kondisi pasien membaik, namun, tak lama setelah disuntik saat berada di ruang anak pasien langsung meninggal.

“Saat itu anak kami disuntik sebanyak tiga kali. Nggak ada dicoba obat dulu, tapi langsung disuntik sebanyak 4 kali dalam rentang waktu sangat singkat,” ujar Syahril kepada media, saat itu.

Usai kejadian, Kasi Pelayanan Medis, Muhammad Asmirudin, berjanji, pihak rumah akan investigasi mengenai kasus ini. Di saat yang sama, kasus dugaan malapraktik tersebut mulai ditangani pihak kepolisian.

Pada Kamis, 17 Januari 2019, polisi resmi menahan dua tenaga honorer rumah sakit. Keduanya, EW (29) dan DA (24), perawat piket yang bertugas di malam kejadian.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, melalui Kasat Reskrim, Iptu M. Isral mengatakan, keduanya ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka ditahan selama 20 hari di sel Mapolres Aceh Barat.

Kedua perawat memiliki peran yang berbeda. Yang berperan menyuruh adalah EW. Sedangkan yang menyuntik adalah DA.

Namun, menurut Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Fela Anggraeni, fakta bahwa EW dan DA berperan sebagai yang menyuruh dan menyuntik, agak ganjil. mengingat posisi keduanya berstatus honorer.

“Siapa sebenarnya yang menyuruh menyuntik dan yang bertanggungjawab terhadap pasien pada malam kejadian. Petugas medis honorer tidak mungkin punya tanggungjawab penuh penanganan pasien,” kata Fela kepada Liputan6.com, Selasa 22 Januari 2019, sore.

Menurut Fela, yang bertanggungjawab penuh menangani pasien pada malam kejadian harusnya setingkat dokter, kepala ruang anak atau pihak manajemen rumah sakit. Bukan pegawai honorer yang sifatnya perbantuan, dan kini telah ditahan setelah menjadi tersangka kasus dugaan malapraktik.

2 dari 2 halaman

Usut Tuntas

Manajemen rumah sakit diminta bertanggung jawab secara hukum atas semua kerugian yang ditimbulkan karena kelalaian tenaga kesehatan di rumah sakit. Ini ditegaskan dalam Pasal 46 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

“Kejadian ini terjadi merupakan bentuk kelalaian dari pihak rumah sakit yang bertanggungjawab dalam hal melakukan pengawasan terhadap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien,” ketus Fela.

Selain itu, pihaknya mendesak polisi melakukan pengembangan penyidikan untuk mengusut tuntas kemungkinan adanya pihak lain yang bertanggungjawab. Karena kasus Alfa Reza merupakan pidana murni atau delik biasa, bukan delik aduan.

“Sehingga, walaupun adanya perdamaian diantara kedua belah pihak, tidak dapat menghentikan proses hukum, penegakan hukum tetap harus dilanjutkan. Selain itu, kami juga meminta Pemerintah Aceh Barat mengevaluasi dan mengawasi rumah sakit agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa ini,” dia memungkasi.

Kedua perawat yang ditahan dalam kasus ini mendapat dukungan moril dari sejawat mereka. Puluhan tenaga medis menggelar unjuk rasa di halaman rumah sakit dan meminta EW dan DA dibebaskan, Senin, 21 Januari 2019, siang.

Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja, apabila dua rekan mereka masih ditahan polisi. Di hadapan peserta aksi, Kuasa hukum rumah sakit, Agus Herliza berjanji akan mendampingi kedua perawat dalam kasus ini.

“Teman-teman harus bersabar,” kata Agus.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Saksi Ungkap Pengeroyokan Sadis terhadap Haringga Sirla di Depan Hakim

Liputan6.com, Bandung – Sidang kasus pengeroyokan suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, yang tewas di halaman parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 23 September 2018, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (22/1/2019).

Ketujuh terdakwa yakni Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Goni Abdulrahman (20), Budiman (41), Aldiansyah (21), Joko Susilo (32), dan Cepi Gunawan (20). Ketujuh pelaku didakwa Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Tujuh terdakwa hadir menggenakan pakaian hitam putih yang dibalut rompi merah tahanan Kejari Bandung. Keluarga dan rekan terdakwa turut hadir dalam persidangan.

Sejumlah barang bukti dihadirkan dalam persidangan. Mulai dari papan kayu satu meter dan kayu 50 centimeter. Selain itu juga ada helm hitam, jaket, dan aksesori lainnya yang digunakan saat pengeroyokan.

Sidang juga menghadirkan tujuh orang saksi. Rizal Sutisna, saksi yang berada di TKP menyebut korban Haringga sudah tak bernyawa.

“Dari tubuh korban, yang mengalami luka paling parah itu di bagian kepala dan bagian vital. Saya tidak tahu dia masih hidup atau tidak, tapi secara kasat mata bisa disimpulkan bahwa dia sudah meninggal,” kata Rizal.

“Waktu itu korban (Haringga) yang sudah tergeletak mengenakan celana jeans, di mana celana itu melorot. Kayu tersebut masuk di sana,” imbuh dia.

Rizal saat itu merupakan aparat yang berjaga di Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Waktu kejadian, ia mengaku situasi Gerbang Biru tidak kondusif. Banyak Bobotoh, suporter Persib Bandung, yang memaksa masuk ke dalam stadion.

Salah seorang saksi yang bertugas di Polrestabes Bandung, Cecep Suhendar mengatakan, saat di TKP dirinya melihat sejumlah benda dengan bercak darah.

“Saat di TKP korban sudah tidak ada. Sudah dilarikan ke RS Sartika Asih. Di TKP sendiri banyak darah, ada batu bata, papan kayu,” ujarnya di hadapan majelis hakim M. Basir.

Setelah dari TKP, Cecep menemui korban di rumah sakit. Jasad Haringga saat itu sudah berada di ruang jenazah. “Melihat banyak luka, tubuhnya berlumuran darah. Ada kayu sepanjang 50 centimeter tertancap di tubuh korban. Darahnya paling banyak di bagian kepala,” ujarnya.

2 dari 2 halaman

Respon Terdakwa

Hakim M. Basir kemudian menanyakan kesaksian ketujuh anggota polisi tersebut pada tujuh terdakwa yang duduk di belakang saksi. Terkait kondisi Haringga, tidak ada satu pun terdakwa yang menyatakan keberatan.

Keberatan hanya diungkapkan Budiman. Menurutnya, ia memukul Haringga dengan besi. “Saya memukul pakai tangan kosong, tidak dengan besi,” kata Budiman.

Dalam dakwaan disebutkan sebelum aksi pengeroyokan itu terjadi, beberapa oknum Bobotoh melakukan sweeping terhadap korban. Saat itulah ditemukan identitas yang menandakan korban merupakan pendukung Persija Jakarta.

“Kemudian ada salah seorang Bobotoh yang berteriak mengumumkan ‘di sini ada The Jak’ setelah itu banyak Bobotoh yang menghampiri korban dan membabi buta memukul, menendang, dan menginjak-injak. Baik tangan kosong atau maupun alat berupa balok atau batu,” kata jaksa penuntut umum Melur Kimaharandika dalam surat dakwaan.

Terdakwa yang saat itu berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) mendengar ada keributan. Mereka lalu datang dan ikut melakukan pengeroyokan tersebut. Masing-masing dari mereka memukul hingga menendang ke beberapa bagian tubuh korban yang saat itu sudah babak belur.

“Bahwa para terdakwa mengetahui dan menyadari jika perbuatan yang mereka lakukan dengan memukul dan melempar korban berkali-kali baik dengan tangan kosong maupun dengan menggunakan alat dapat menyebabkan korban mengalami luka-luka bahkan meninggal dunia,” kata jaksa.

Akibat perbuatannya, korban Haringga mengalami luka sangat parah. Berdasarkan hasil visum, korban mengalami luka di bagian kepala, patah tulang hidung dan leher, memar di bagian otak serta luka di bagian vital korban.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Dadang Sukmawijaya mengatakan keterangan saksi baru berupa petunjuk. Sehingga masih membutuhkan keterangan saksi lain sebelum pihaknya membuatkan nota pembelaan.

“Itu merupakan bagian dari petunjuk. Tanggal 31 nanti akan menghadirkan saksi lain. Nanti petunjuk semua kita pertimbangkan bagaimana pembelaan kami untuk membela terdakwa,” ujar Dadang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

HEADLINE: Maju Mundur Pembebasan Abu Bakar Baasyir

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Tim Pengacara Muslim, Achmad Michdan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengeluhkan sikap pemerintah yang tak satu kata dalam hal pembebasan narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir.

“Ini bagaimana sih, urusan presiden (bilang) begini, terus bapak (Menkopolhukam) begini, enggak bertentangan apa dengan Presiden?” katanya ketika dihubungi Liputan6.com, Selasa (22/1/2019).

Kabar pembebasan itu mulanya dibawa Kuasa Hukum Timses Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. Jumat (18/1/2019) lalu, pengacara kawakan ini berkunjung ke Lapas Gunung Sindur, tempat Baasyir dipenjara.

Pesan yang disampaikannya: Jokowi menyetujui pembebasan Baasyir. Di hari yang sama dengan kedatangan Yusril ke Lapas Gunung Sindur, Presiden mengamini kabar itu dalam sebuah kesempatan di Garut.

Belakangan, Kementerian Polhukam meralat. Pemerintah masih mengkaji permintaan pembebasaan Abu Bakar Baasyir.

Menurut Amidan–sapaan akrab Achmad Michdan, pengacara pada posisi pasif. Tawaran pembebasan justru datang dari Jokowi, yang diwakili Yusril. Pembela Abu Bakar Baasyir memang pernah mengajukan permohonan pembebasan.

Abu Bakar Baasyir, sesuai aturan, sudah bisa bebas bersyarat setelah menjalani 2/3 masa tahanan pada 13 Desember 2018 lalu. Dalam sidang Kamis (16 Juni 2011), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia divonis hakim 15 tahun bersalah terlibat dalam pelatihan militer di Aceh.

“Hak pembebasan itu dari dulu, dan sudah kita urus, tapi terhambat syarat,” kata Amidan. Ini merujuk penolakan Abu Bakar Baasyir menyatakan ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila.

Dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 3 tahun 2018 dijabarkan syarat bebas bersyarat bagi narapidana terorisme. Pasal 84 huruf d ayat (1) berbunyi, “Kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia secara tertulis bagi narapidana warga negara Indonesia.”

Satu syarat lagi adalah berjanji tak akan melakukan tindak pidana lagi. Abu Bakar Baasyir menolaknya lantaran selama ini tak mengakui terlibat latihan militer di Aceh.

Amidan mendapat kabar dari Yusril, Jokowi ingin menyampingkan syarat itu dengan pertimbangan kemanusiaan. Hal ini yang belakangan ditarik kembali oleh pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto.

Setelah tarik ulur ini, pengacara menunggu bagaimana tindak lanjut dari pemerintah. “Ini sebenernya bukan urusan kita, yang bebasin ini pemerintah,” Amidan berujar. “Kita cuma nunggu.”

Infografis Fakta-Fakta Pembebasan Abu Bakar Baasyir. (Liputan6.com/Triyasni)

Pakar Hukum Abdul Fickar Hajar menilai, Jokowi memang tak bisa gegabah memberi pembebasan kepada Abu Bakar Baasyir. Dasar hukum yang melandasi keputusan itu harus dibuat.

Bentuknya, kata Fickar, bisa berupa Perppu, Perpres atau Peraturan Menkum HAM. “Agar tidak menimbulkan kesan semaunya demi tujuan tertentu atau politik,” katanya kepada Liputan6.com, Selasa (22/1/2019).

Keputusan pembebasan Abu bakar Baasyir tanpa landasan kuat akan mengacaukan sistem hukum. “Meski dengan pertimbangan kemanusiaan, tetap harus ada landasannya, jika tidak Presiden dapat dianggap mengangkangi konstitusi,” papar Fickar.

Ia mengingatkan, aturan umum pembebasan bersyarat merujuk KUHP Pasal 15, 16 dan 17. Jokowi tak bisa memberi pembebasan bersyarat dengan menabrak aturan tersebut.

Fickar menggarisbawahi beberapa pasal penting, seperti Pasal 15a ayat (1) KUHP, yang menyatakan syarat umum bebas bersyarat bahwa terpidana menyatakan tidak akan melakukan tindak pidana dan perbuatan yang tidak baik di kemudian hari. Baasyir sendiri menolak meneken pernyataan tersebut. 

Ia justru mempertanyakan pernyataan Yusril soal “bebas tanpa syarat”. Praktik semacam itu cuma lazim di negara kerajaan, sebagai bentuk pengampunan dari raja.

Dalam konteks Indonesia, mekanisme yang paling mendekati skema bebas tanpa syarat, adalah amnesti. Lembaga amnesti, menurut Fickar, bisa digunakan, tanpa permintaan narapidana.

“Presiden bisa mengampuni dengan amnesti membatalkan putusan yang telah ada, dan akibat hukumnya Abu Bakar Baasyir dianggap tidak bersalah,” kata Fickar.

2 dari 3 halaman

Berubah Setelah Ratas

Jokowi mengundang Menkopolhukam Wiranto dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly ke Istana Bogor, Senin (21/1/2019). Rapat terbatas itu kabarnya membahas soal pembebasan Abu Bakar Baasyir.

Memang belum ada konfirmasi resmi soal hal itu. Yang jelas, sepulang dari Bogor, Wiranto menggelar konfrensi pers terkait sikap pemerintah dalam pembebasan Abu Bakar Baasyir. Isinya justru bertentangan dengan apa yang disampaikan Yusril.

“Presiden kan tidak boleh grusa-grusu. Tidak serta merta ya membuat keputusan. Tapi perlu pertimbangan dari aspek-aspek lainnya,” ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (19/1/2019).

Ia tak ingin muncul spekulasi soal Abu Bakar Baasyir. Mantan Panglima ABRI ini menegaskan pernyataannya resmi mewakili pemerintah. Sikap tersebut, katanya, diambil setelah melakukan koordinasi dengan pejabat terkait.

Jokowi pun akhirnya bicara. Ia memastikan, pembebasan Abu Bakar Baasyir, akan ikut sistem dan mekanisme hukum.

“Ada mekanisme hukum yang harus kita lalui. Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni, pembebasan bersyarat,” ujar Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Artinya, Baasyir tetap harus memenuhi persyaratan bebas bersyarat dengan meneken ikrar setia pada NKRI dan Pancasila. Jokowi menegaskan tak mau menabrak undang-undang.

“Ada mekanisme hukum yang harus kita tempuh, saya justru nabrak kan enggak bisa. Apalagi ini situasi yang basic. Setia pada NKRI, setia pada Pancasila,” katanya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, aturan pembebasan bersyarat berlaku umum untuk semua narapidana. Abu Bakar Baasyir tak bisa mendapat perlakukan istimewa.

“Tentu tidak mungkin 1 orang dibikinkan peraturan untuk satu orang. Harus bersifat umum peraturan itu,” ucap Kalla.

Bila aturan formal tak terpenuhi, ia khawatir akan ada masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.

“Kalau tak memenuhi aspek hukum ya minimal itu agak sulit juga (dibebaskan). Nanti di belakang hari orang gugat,” kata JK di kantornya, Selasa (22/1/2019).

Sebelumnya, kabar pembebasan Abu Bakar Baasyir memantik reaksi dunia. Adalah Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang mengungkapkan kekecewaanya.

“Pemerintah Indonesia seharusnya menunjukan respek besar kepada Australia dalam persoalan ini,” katanya seperti dilansir BBC, Selasa (22/1/2019).

Pernyataan itu tak lepas dari insiden Bom Bali pada Oktober 2002. 202 orang tewas, 88 di antaranya merupakan warga negara Australia.

Pemerintah negeri Kangguru meyakini Abu Bakar Baasyir merupakan dalang di balik peristiwa tersebut. Padahal, Mahkamah Agung memutuskan Baasyir tak terlibat, setelah ia menghabiskan 26 bulan di penjara.

Rencana pembebasan mendapat pembelaan dari pasangan Jokowi di Pilpres 2019, Ma’ruf Amin. Australia dinilai tak punya kewenangan mencapuri urusan dalam negeri Indonesia.

“Itu urusan dalam negeri kita. Saya kira pemerintah punya kebijakan-kebijakan. Ada yang sifatnya penegakkan hukum dan ada sifatnya kemanusiaan dan Pak Jokowi sudah mengambil langkah itu,” ujar Ma’ruf di Bandung, Minggu (20/1/2019).

Dia meyakini, persoalan pembebasan Ba’asyir juga tak akan mempengaruhi hubungan diplomasi antara kedua negara. Masing-masing, menurutnya, punya kedaulatan.

“Tidak, kita masing-masing punya kedaulatan,” ungkap Ma’ruf.

Ketua Majelis Ulama Indonesia nonaktif ini pernah mengajukan permohonan grasi bagi Abu Bakar Baasyir. Namun, pihak keluarga tak setuju. Upaya itu mentok. 

Pasalnya, grasi mempersyaratkan pengakuan bersalah atas tindak pidana yang dikenakan. Abu Bakar Baasyir sendiri selama ini menolak disebut terlibat pelatihan militer di Aceh.

3 dari 3 halaman

Dukungan di Dalam Negeri

Di dalam negeri, dukungan sempat mengalir tatkala Jokowi dikabarkan memberikan pembebasan keapda Abu Bakar Baasyir. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, kebijakan Jokowi sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tentu memiliki sebuah kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada konstitusi yang didasarkan pada nilai Pancasila,” kata Hasto di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (19/1/2019).

Menurut dia, delapan partai koalisi pendukung Jokowi lainnya pun mendukung keputusan Jokowi membebaskan Abu Bakar Baasyir. Tak cuma dari partai pendukungnya, keputusan Jokowi juga menuai apresiasi dari kubu oposisi.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, misalnya, mendukung langkah itu. Tapi, dia berpesan agar tak ada bumbu politisasi dalam proses pembebasan. Setiap narapidana memiliki hak untuk bebas setelah menjalani hukuman.

“Saya apresiasi keputusan pemerintah dan berharap ini tidak dipolitisasi karena seluruh narapidana berhak dapat haknya,” ujar Mardani di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Menurutnya, wajar Abu Bakar Baasyir dibebaskan. Sehingga, Jokowi juga berhak memberi kesempatan untuk bebas bersyarat.

“Ustaz Abu Bakar Baasyir dari sudut lama waktunya sudah mendekati dua per tiga masa tahanan sehingga pemerintah punya hak untuk memberikan masukan termasuk ketika memang baik dia punya kesempatan bebas bersyarat,” kata Mardani.

Komentar lebih tajam terlontar dari Juru bicara badan pemenangan nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menegarai pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir berbau politis.

Pemilihan waktu yang dekat pelaksanaan pemilu menjadi alasannya. “Publik pasti bisa menilai pasti ada kaitan dengan politik,” katanya di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Dahnil, umat Islam Indonesia pasti paham maksud pembebasan Baasyir itu. “Bagi umat Islam pasti paham bahwasanya selama ini stigma teroris itu Islam. Tiba-tiba jelang pemilu berbaik-baik,” ujarnya.

Meski demikian ia bersyukur Abu Bakar Baasyir dibebaskan dengan alasan kemanusiaan. “Pertama kami bersyukur ustaz Baasyir bebas, kedua memang sudah waktunya bebas, tahun lalu Desember menolak bebas karena bersyarat. Kalau orang Jawa bilang wis wayahnya,” katanya.

Fungsi Relay Pada Mobil, Membuat Lampu Lebih Terang

Liputan6.com, Jakarta Berbicara soal mobil memang tak ada habis-habisnya. Bagi para pemilik kendaraan roda empat, terkadang mereka merasa tak puas dengan penampilan kendaraannya. Agar tampil berbeda dan lebih sempurna, biasanya kendaraan mereka akan dimodifikasi.

Memodifikasi bagian-bagian mobil memang bukan lagi hal yang asing, terutama di kalangan penggemar otomotif. Biasanya, modifikasi bagian-bagian mobil dilakukan supaya tampilan mobil tampak lebih keren.

Apalagi bagi yang memang sudah hobi, meskipun harus merogoh kocek yang cukup besar, modifikasi bagian mobil dianggap sesuatu yang biasa bahkan harus dilakukan.

Beberapa bagian mobil yang sering dimodifikasi seperti velg mobil, kaca mobil, mesin mobil ataupun akseseoris mobil. Salah satu komponen mobil yang menarik hati Anda, mungkin relay pada mobil. Nah, sebenarnya apa sih fungsi relay pada mobil?

Berikut Liputan6.com rangkum fungsi relay pada mobil, dari berbagai sumber, Selasa (22/1/2019), simak dan baca sampai habis. Artikel ini mencantumkan beberapa fungsi relay pada mobil ini yang tidak patut untuk kamu lewatkan.

2 dari 3 halaman

Pengertian Relay

Relay adalah komponen yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik dalam arus yang besar namun dikendalikan dengan listrik arus kecil. Di dalam sistem kelistrikan mobil, ada dua macam relay yaitu tipe resistor dan tipe elektromagnetik.

Dari kedua jenis relay ini, yang paling banyak digunakan dalam sistem kelistrikan mobil adalah relay tipe elektromagnetik. Kelebihan dari penggunaan relay pada lampu mobil Selain biaya perawatannya lebih murah, juga membuat lampu menjadi lebih terang.

Pemasangan relay pada instrumen kelistrikan mobil biasanya dipasangkan pada rangkaian sistem kelistrikan mobil yang membutuhkan arus besar seperti headlamp, horn atau klakson, sistem AC, sistem radiator dan lain sejenisnya.

3 dari 3 halaman

Fungsi Relay Pada Mobil

Dengan memasangkan relay pada sistem kelistrikan mobil tentu saja memiliki banyak sekali manfaat atau keuntungan yang bisa Anda peroleh, fungsi relay pada mobil di antaranya sebagai berikut ini:

1. Sebagai Saklar atau Switch Elektromagnetik

Pemasangan relay pada mobil dapat difungsikan sebagai saklar atau elektromagnetik switch yang kerjanya dikendalikan oleh magnet listrik.

Cara kerja dari relay adalah bagian kumparan menghasilkan gaya magnet saat sedang dialiri oleh arus listrik yang melalui terminal 85 dan 86. Sedangkan terminal 30 dan 87 dihubungkan saat kemagnetan menarik pada bagian kontak point.

2. Memperpanjang Usia Saklar

Dengan menggunakan relay pada sistem kelistrikan mobil Anda yang membutuhkan arus listrik yang besar, maka arus listrik tersebut tidak akan melewati saklar kembali setelah pemasangan relay.

Saklar hanya digunakan untuk membangkitkan induksi magnet yang ada pada relay, sedangkan arus nya akan dialirkan dari baterai menuju ke beban yaitu lampu, kompresor AC, horn, dan lainnya.

Dengan kondisi tersebut, maka bisa meminimalisir bunga api yang sering terjadi di dalam saklar atau switch. Sehingga membuat saklar lampu tidak mudah rusak dan awet dalam penggunaan.

3. Membuat Nyala Lampu Lebih Terang

Pemasangan relay lampu membuat nyala lampu menjadi lebih terang. Komponen relay akan menguatkan arus listrik yang menuju bagian lampu, sehingga membuat nyala lampu menjadi lebih terang. 4. Mengurangi Hambatan Arus/Menaikkan Arus

Dengan tambahan relay pada mobil Anda maka akan membuat daya dari baterai akan diterima langsung oleh beban seperti lampu, klakson, dan lainnya tanpa harus melewati saklar.

Sehingga penambahan relay akan memperndek rangkaian yang akan membuat arus listrik tidak akan berkurang atau melemah. Hal ini juga akan berkaitan dengan nyala lampu yang menjadi lebih terang serta nyala klakson yang lebih nyaring.

5. Melindungi Saklar Kombinasi

Fungsi lainnya dari pemasangan relay adalah dapat digunakan untuk melindungi saklar kombinasi atau switch dari panas mobil. Hal ini akan mencegah saklar lampu menjadi tidak meleleh akibat panas yang ada.

6. Membuat Kunci Pengaman

Fungsi relay pada mobil lainnya adalah dapat digunakan untuk membuat kunci pengamanan. Pemasangan relay tersebut menggunakan prinsip kerja yaitu memutus serta menghubungkan saklar dengan arus listrik yang berukuran lebih kecil.

Harga relay tambahan untuk lampu depan mobil dengan kabel, skun, soket dan sekring ini berada pada kisaran Rp 100.000 sampai Rp 180.000. Sedangkan harga relay perbiji yang bisa dipakai untuk keperluan relay lampu sendiri bervariasi mulai dari Rp 25.000 per biji.

Nah itu tadi beberapa fungsi relay pada mobil yang perlu Anda ketahui. Tak hanya pada mobil saja, penggunaan relay juga dapat digunakan pada sepeda motor. Bagimana, apakah Anda tertarik memelikinya? Jangan lupa, utamakan kebutuhan, baru tampilan, ya!

 

Reporter: Tyas Titi Kinapti

Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Shopee Ikut Resmikan Hunian Sementara di Palu

Liputan6.com, Palu – Shopee yang merupakan e-commerce terkemuka di Asia Tenggara dan Taiwan, bermitra dengan lembaga kemanusiaan, Rumah Zakat, melanjutkan kontribusinya untuk mendukung upaya bantuan bencana di Palu-Donggala setelah gempa bumi dan tsunami pada Oktober lalu.

Shopee dan Rumah Zakat kembali berkolaborasi untuk membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban yang mengungsi akibat bencana. Menurut Data dan Informasi Bencana Tsunami dan Likuidasi di Sulawesi Tengah, masih ada lebih dari 50.000 keluarga yang menunggu giliran untuk ditempatkan di hunian sementara yang disiapkan oleh pemerintah dan lembaga kemanusiaan di kabupaten atau kota di sekitar Palu-Donggala.

Sejalan dengan ini, Shopee dan Rumah Zakat bekerja bersama untuk membangun Hunian Sementara (Huntara) tambahan di Kecamatan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Palu. Sampai Desember tahun lalu, total dua Huntara dan enam sekolah darurat sudah berhasil dibangun.

Tahun ini, Shopee dan Rumah Zakat memperbarui komitmen mereka untuk membangun empat Huntara tambahan untuk para korban di daerah tersebut. Ini ditandai dengan peresmian pembangunan Huntara oleh Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee, dan Didi Sabir sebagai Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat, pada 22 Januari 2019.

“Shopee berkomitmen untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Dalam hal ini kemitraan dengan Rumah Zakat, yang bertujuan untuk melanjutkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Palu dan Donggala,” tutur Rezky Yanuar pada Liputan6.com di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa, 22 Januari 2019.

“Dengan melakukan donasi di platform kami, mengunjungi sekolah, dan menyediakan sumber daya untuk mendukung pembangunan fasilitas darurat adalah cara kontribusi berkelanjutan Shopee kepada para korban bencana,” sambungnya.

Acara peresemian juga dihadiri jajaran pemerintah Palu yang diwakili Imran M Lataha selaku Asisten Dua Wali Kota Palu dan Daeng Malatu selaku pemilik tanah yang dijadikan Huntara. Ada 200 huntara yang dibangun di lahan dengan luas sekitar 1 hektare tersebut yang terwujud berkat sinergi dari sejumlah donatur termasuk Shopee.

2 dari 2 halaman

Shopee

“Kami berharap setelah diserahkannya bangunan huntara ini, semua pihak, khususnya masyarakat dapat bergotong royong untuk menjaga dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada secara tepat,” ucap Imran. Sementara pihak Rumah Zakat nantinya akan tetap menggandeng para donatur untuk dapat menambah 300 unit Huntara lagi sehingga total akan ada 500 unit huntara yang terbangun.

“Huntara yang baru kita resmikan ini sudah siap huni. Di tiap pintu sudah ada nama keluarga yang tinggal di sini. Setelah listrik tersambung, kemungkinan minggu depan sudah bisa ditinggali,” terang Didi Sabir.

Pada Oktober 2018, Shopee bermitra dengan Rumah Zakat dan tiga lembaga lainnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Dompet Dhuafa, untuk mengumpulkan dana dan mendistribusikan berbagai paket donasi kepada para korban di Palu-Donggala.

Melalui kampanye #ShopeeBersamaPaluDonggala, pengguna diajak untuk membeli paket donasi bantuan di Shopee. Sekitar 90.000 pengguna di seluruh Indonesia berpartisipasi dalam penggalangan donasi tersebut.  (Henry Hens)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jembatan Penghubung Desa di Gowa Ambruk

Liputan6.com, Gowa – Salah satu jembatan penghubung antar desa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ambruk terempas derasnya air sungai Je’ne Lata, Selasa (22/1/2019). Jembatan itu berada di Dusun Manyempa, Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

“Jembatannya ambruk akibat derasnya air sungai di bawahnya,” kata Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga kepada Liputan6.com.

Kapolsek Manuju, Iptu Kasmawati mengatakan, ambruknya jembatan yang berpondasi beton tersebut diketahui terjadi pada pukul 11.00 Wita.

“Arus air sungai Je’ne Lata sangat deras sehingga membuat jembatan ambruk,” kata Kasmawati.

Meski demikian, pihaknya telah mengantisipasi agar masyarakat tak melintas di jembatan yang panjangnya diperkirakan 55 meter tersebut. Sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Menurut laporan dari warga setempat, arus deras yang terjadi di sungai Je’ne Lata merupakan kiriman dari wilayah Kecamatan Bongayya dan Biring Bulu, Kabupaten Gowa dan hal tersebut telah dipantau warga sejak Senin, 21 Januari 2019.

“Selain mungkin karena curah hujan yang tinggi, itu arus kiriman dari Bongaya dan Biringbulu,” ujar Kasmawati.

Warga setempat bersama personel Polsek Manuju saat ini berupaya berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa (Pemda Gowa) agar bisa mendatangkan bantuan secepatnya.

“Personel Polsek Manuju Kabupaten Gowa dan warga setempat masih memantau lokasi jembatan hingga saat ini,” Kasmawati menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini: