Akhir 2019 Naik MRT Sampai LRT Cuma Pakai 1 Kartu

Jakarta – Masyarakat Jakarta sebentar lagi bisa menggunakan moda raya terpadu (MRT). Alat pembayaran yang digunakan berbasis kartu, mulai dari uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank hingga kartu yang dikeluarkan pihak MRT.

Direktur utama MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan nantinya alat bayar untuk naik MRT hingga LRT bisa saling terintegrasi. Integrasi alat pembayaran menyusul integrasi fisik atau bangunan stasiun misalnya dengan halte TransJakarta. Lalu integrasi rute, di mana penumpang MRT akan diumpan oleh transportasi lain yang sudah bekerja sama dengan TransJakarta.

“Nantinya kita minta orang tidak masuk bawa kendaraan ke dalam kota. Tapi berhenti di Lebak Bulus atau Fatmawati, caranya mereka naik TJ (TransJakarta). Kami kerja sama untuk membangun rute eksisting agar mereka bisa masuk dari Bintaro atau Lebak Bulus,” jelas dia.

Ketiga adalah integrasi ticketing. Nah ini yang akan dibicarakan lebih lanjut. Nantinya MRT Jakarta akan membentuk perusahaan patungan untuk integrasi ticketing.

“Jadi untuk satu tiket, bisa naik ke seluruh transportasi di Jakarta. Kemudian dengan kereta Bandara, KCI di Dukuh Atas itu sedang dibicarakan,” ujarnya.

Untuk operasi awal, kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank bisa digunakan. Namun dalam prosesnya demi kenyamanan penumpang, ticketing akan dipermudah.

“Tentu kita tidak ingin dompet kita hanya penuh dengan kartu macam-macam ya, nanti kita kerja sama dan dengan dukungan Bank Indonesia dan dukungan pemerintah provinsi,” ujar dia.

Dia menargetkan akhir tahun ini integrasi tiket sudah bisa dilakukan di seluruh Jakarta. Ia optimis karena teknologi yang dimiliki sudah memungkinkan untuk integrasi dengan cepat.

(kil/eds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *