Sandiaga soal Hoax ‘Luhut Siap Cium Kaki Prabowo’: Sudahlah

Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno bicara tentang kabar bohong alias hoax soal Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang siap cium kaki capres Prabowo Subianto. Dia meminta semua pihak berhenti produksi hoax karena selama ini rakyat tak pernah menanyakan kabar seperti itu.

“Ini sudah titik ke 1.060 saya. Di titik ke 1.060 itu nggak pernah ada yang nanya gimana Pak Luhut nyium kakinya Prabowo. Nggak pernah. Masyarakat maunya apa, ini ada diskoneksi apa yang masyarakat inginkan, dan elite gunjingkan,” di Desa Kedung Jaya, Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).

Dia menyatakan saat ini elite sibuk saling serang dengan pabrik hoax yang tak diketahuinya siapa. Sandiaga kemudian mengajak para elite untuk turun ke masyarakat dan mendengarkan apa yang diinginkan rakyat.


“Ayolah elite belajar untuk mendengar masyarakat, turun ke bawah sambangi masyarakat, tangkap aspriasi, jangan bicarakan isu yang tak penting itu,” ujarnya.

“Elite ini sibuk serang menyerang dengan pabrik hoax dan kami tidak mau menuduh siapa yang di belakang situ dan kami sudah lah bahwa kita gunakan untuk tingkatkan fokus kita,” tambah Sandiaga.

Sandiaga menyatakan pihaknya telah mendeklarasikan antihoax, kampanye damai dan anti-politik uang. Atas dasar itu, dia tak ingin menanggapi hoax yang bermunculan.

“Saya nyatakan kita sudah mendeklarasikan kampanye antihoax, kampanye damai, anti politik uang juga. Jadi sama sama kita berpikir dengan akal sehat kita tak terlalu tanggapi hoax tersebut,” jelas Sandi.

Sebelumnya, Luhut membuat klarifikasi di Facebook soal tulisan berjudul ‘Luhut: Saya Siap Cium Kaki Prabowo Jika Dia Bisa Jadi Presiden!!’. Tulisan itu dimuat di situs https://operain.blogspot.com.

Luhut menegaskan tidak pernah mengatakan hal itu. Dia mendesak pembuat hoax untuk minta maaf sesegera mungkin. Jika tidak, Luhut terpaksa mengambil langkah hukum.

“Ya itu nanti kita siap nuntut. Karena saya nggak pernah bilang begitu, ya,” kata Luhut ditemui di kantor Kemenko Kemaritiman.
(idn/haf)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Abu Bakar Baasyir Dibebaskan, Politis Atau Humanis?

Liputan6.com, Jakarta – Terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir segera menghirup udara bebas. Negara memberikan bebas murni kepada sosok yang dihukum 15 tahun penjara tersebut.

Pakar hukum tata negara Yusril Ihza mewakili Presiden Jokowi menemui langsung Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019 siang.

Yusril datang untuk meyakinkan Presiden Jokowi bahwa dirinya mampu membujuk amir (pemimpin) Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) ini bebas.

“Memang pada waktu itu ada niatan dari Pak Presiden untuk membebaskan Beliau. Sudah saatnya Beliau dibebaskan,” terang Yusril, Jumat.

Jokowi berpendapat bahwa Baasyir harus dibebaskan karena pertimbangan kemanusiaan. Karena itu, Jokowi meminta Yusril untuk menelaah, berdialog dan bertemu Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur.

“Seminggu lalu saya sempat menemui Beliau. Semua pembicaraan dengan Beliau, saya laporkan ke Pak Jokowi,” kata dia.

Berdasarkan keinginan Jokowi, lanjut Yusril, Baasyir dibebaskan tanpa syarat. Hal ini mengingat kondisinya sudah lanjut usia.

“Dan ini bukan mengalihkan Beliau jadi tahanan rumah, kami jelaskan Pak Baasyir ini betul-betul pembebasan yang diberikan kepada Beliau,” kata dia.

Terkait pembebasan ini, tambah Yusril, Baasyir sudah menyetujuinya dan ingin kembali ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Namun, Baasyir meminta waktu karena harus mengemas barang-barangnya.

“Jadi, Beliau menerima semua dan akan tinggal di rumah anaknya Pak Abdul Rochim. Tapi Beliau minta waktu 2-3 hari untuk mengemas barang-barangnya,” kata dia.

Ustaz Abu Bakar Baasyir sendiri mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berupaya membebaskannya dari hukuman penjara.

“Saya kenal sejak lama dengan Pak Yusril. Beliau ini orang berani, sehingga banyak yang memusuhinya. Tetapi saya tahu, Beliau menempuh jalan yang benar,” ujar Baasyir.

Sementara itu, Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendra Datta mengatakan, Abu Bakar Baasyir akan bebas pada pekan depan. Perkiraan waktu itu disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra, sebagai utusan Presiden Jokowi, kepada TPM.

“Insyaallah menurut janji Yusril atau Presiden, dalam waktu minggu depan. Caranya belum disampaikan, berbagai cara wewenang pemerintah,” kata Mahendra di kantornya, Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu 19 Januari 2019.

Menurut dia, Abu Bakar Baasyir bisa kembali menghirup udara bebas berkat perjuangan panjang. Sejak tiga tahun lalu, Mahendra dan tim kerap bersurat kepada Menhan Ryamizard.

“Kami tiga tahun lalu sudah berkirim surat, ditanggapi Menhan Ryamizard bahwa dia mendukung pembebasan Baasyir,” ujar Mahendra.

Perjalanan Kasus

Abu Bakar Baasyir ditangkap pada 2010 silam di Banjar, Jawa Barat, saat dalam perjalanan dari Tasikmalaya ke Solo. Saat itu, dia dituding terlibat dalam perencanaan pelatihan paramiliter di Aceh. Juga pendanaannya.

Sebanyak 32 pengacara yang tergabung dalam Tim Pengacara Muslim (TPM) berbondong-bondong mengajukan diri membelanya.

Pada Kamis 10 Februari 2011, Abu Bakar Baasyir menghadapi sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu didakwa dengan tujuh pasal berlapis yang tertuang dalam berkas setebal 93 halaman.

Senin 9 Mei 2011, jaksa menuntut Abu Bakar Baasyir dengan hukuman seumur hidup.

Namun, pada Kamis 16 Juni 2011, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonisnya 15 tahun penjara.

Kala itu, majelis hakim menilai Amir Jamaah Anshorud Tauhid atau JAT itu terbukti merencanakan atau menggerakkan pelatihan militer bersama Dulmatin alias Yahyah Ibrahim alias Joko Pitono.

Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Selatan Herri Swantoro yang didampingi empat hakim anggota, yakni Aksir, Sudarwin, Haminal Umam, dan Ari Juwantoro.

“Menjatuhkan pidana dengan penjara selama 15 tahun. Menetapkan masa penahanan dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan,” ujar Herri.

Saat sidang, Baasyir sudah ditahan selama 10 bulan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Vonis yang dijatuhkan rupanya lebih rendah dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum, penjara seumur hidup.

Hakim menjelaskan, dalam pertimbangannya tidak sependapat dengan tuntutan jaksa bahwa Abu Bakar Baasyir juga mengumpulkan dana untuk pelatihan militer di Aceh sesuai dakwaan lebih subsider.

2 dari 3 halaman

Isu Politis

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai rencana pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir berbau politis lantaran dilakukan menjelang pemilu.

“Publik pasti bisa menilai pasti ada kaitan dengan politik,” katanya di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu 19 Januari 2019.

Menurut Dahnil, umat Islam Indonesia pasti paham maksud pembebasan Baasyir itu. “Bagi umat Islam pasti paham bahwasanya selama ini stigma teroris itu Islam. Tiba-tiba jelang pemilu berbaik-baik,” ujarnya.

Meski demikian ia bersyukur Abu Bakar Baasyir dibebaskan dengan alasan kemanusiaan.

“Pertama kami bersyukur ustaz Baasyir bebas, kedua memang sudah waktunya bebas, tahun lalu Desember menolak bebas karena bersyarat. Kalau orang Jawa bilang wis wayahnya,” katanya.

Presiden Jokowi sendiri menegaskan pembebasan Abu Bakar Baasyir atas dasar pertimbangan kemanusiaan.

“Yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya Beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan,” kata Jokowi usai meninjau Rusun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jumat 18 Januari 2019.

Jokowi juga membenarkan bahwa kondisi kesehatan Baasyir yang menurun menjadi pertimbangan utama. Meski begitu, ia menegaskan ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan.

“Iya, termasuk kondisi kesehatan, masuk dalam pertimbangan itu. Ini pertimbangan yang panjang. Pertimbangan dari sisi keamanan dengan Kapolri, dengan pakar, terakhir dengan Pak Yusril. Tapi prosesnya nanti dengan Kapolri,” ujar Jokowi seperti dikutip Antara.

Jokowi mengatakan, keputusan untuk membebaskan Baasyir tidak muncul tiba-tiba atau melalui pertimbangan yang singkat.

“Sudah pertimbangan lama. Sudah sejak awal tahun yang lalu. Pertimbangan lama Kapolri, kita, Menkopolhukam, dan dengan pakar-pakar. Terakhir dengan Pak Prof Yusril Ihza Mahendra,” jelas Jokowi.

Sanggahan juga dilontarkan Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendra Data. Dia menegaskan tak ada unsur politis dalam pembebasan pria berusia 81 tahun tersebut. Dia  mengatakan, lobi-lobi untuk membebaskan Abu Bakar Baasyir sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

“Ini masalah hukum, bukan politik, apalagi gift. Kami tiga tahun lalu sudah berkirim surat, ditanggapi Menhan Ryamizard bahwa dia mendukung pembebasan Baasyir. Bahkan membuat surat resmi atas nama Menteri Pertahanan ke Presiden RI,” katanya.

Pembebasan Baasyir, lanjut dia, berlandaskan preseden hukum Undang-Undang Pemasyarakatan yang jelas. Pada UU itu disebutkan, bilamana napi sakit yang membahayakan, dikhawatirkan merenggut jiwa, lebih baik dibantarkan karena harus berobat.

“Berdasarkan alasan bisa diterima menurut hukum, antara lain usia lanjut dan ustaz Baasyir adalah tahanan tertua di Indonesia (usia 81 tahun) dan menyandang penyakit, cukup membuat beliau dirawat dengan baik di rumah sakit,” jelas Manhendra.

3 dari 3 halaman

Setia Pancasila

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyarankan Abu Bakar Baasyir untuk taat dan setia kepada Pancasila dan NKRI. Menurutnya, sebagai warga negara Indonesia (WNI), tanpa terkecuali harus bersumpah setia kepada Pancasila dan NKRI.

“Karena itulah sekali lagi PDIP dengan sangat merekomendasikan bahwa ketaatan terhadap, Pancasila dan NKRI itu bersifat wajib dan tidak bisa ditawar-tawar,” ujar Hasto di DPC PDIP Jakarta Timur, Minggu 20 Januari 2019.

Hasto menegaskan, pandangan PDIP kokoh dalam konstitusi untuk setia kepada Pancasila dan NKRI. Maka itu, mereka berpendapat jika yang tidak bisa berkomitmen, bisa dipersilakan keluar dari Indonesia.

“Sekiranya tidak mau punya komitmen yang kuat terhadap NKRI sebagai kewajiban warga negara, ya dipersilakan untuk jadi warga negara lain,” kata Hasto.

Kendati demikian, dia tetap memahami mengapa Jokowi mengambil kebijakan membebaskan Abu Bakar Baasyir. Yaitu demi kemanusiaan. Hasto membantah kebijakan itu bernuansa politisasi dan demi elektoral.

“Kami tidak berbicara elektoral, kami berbicara tentang kemanusiaan,” ucapnya.

Di bagian lain, Direktur Lokataru Foundation Haris Azhar menyatakan, persyaratan pembebasan Abu Bakar Baasyir dengan meminta untuk menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila dan NKRI, tidak berbeda dengan praktik pemaksaan terhadap kelompok minoritas di sejumlah daerah.

“Pancasila itu bukan dalam bentuk naskah kayak kuitansi, karena surat-surat model kepada Pancasila, kembali kepada NKRI, ke jalan yang benar, itu juga justru yang dipakai ketika anda maksa-maksa kelompok minoritas di berbagai tempat untuk dianggap dalam tanda kutip, sadar. Sering kan?” tutur Haris di Cikini, Jakarta Timur, Minggu 20 Januari 2019.

Haris mencontohkan seperti praktik kelompok Front Pembela Islam (FPI) yang menggerebek aliran Ahmadiyah. Termasuk juga pemotongan nisan salib yang diakhiri dengan tanda tangan dalam secarik surat kesepakatan di Kotagede, Yogyakarta.

“Yang kayak gitu-gitu menurut saya, yang namanya keyakinan, visualnya tidak bisa lewat seperti itu,” jelas dia.

Menurut Haris, Abu Bakar Baasyir sendiri sebelum menerima grasi pun memiliki sikap yang pancasilais. Persyaratan tanda tangan itu menjadi tidak masuk akal.

Kemudian kalau memang untuk kemanusiaan, prosedur tanda tangan itu menjadi cacat secara prosedural. Seharusnya alasan itu membuat Abu Bakar Baasyir dipermudah dalam proses pembebasannya.

“Jadi kalau mengukur Pancasila itu, ukur dari ekspresi-ekspresi lain. Bukan dalam bentuk surat. Nggak kurang-kurang kalau tanda tangan setia, disumpah di depan presiden, disumpah pakai alquran, kelakuannya korupsi semua (pejabat),” Haris menandaskan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Gubernur NTT Ingin Tutup Pulau Komodo, Pengusaha Travel: Ngawur!

Jakarta – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berancana menutup Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, NTT. Wacana Viktor itu ditentang keras oleh pengusaha jasa wista di Labuan Bajo.

“Sangat tidak setuju, jumlah orang usaha wisata di sini tidak cuma 1-2 orang, bisa ribuan orang. Apa pemerintah sudah memikirkan ini?” cetus pengusaha travel di Labuan Bajo, Hasdin, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (20/1/2019).

Hasdin menjelaskan, sebaiknya TN Komodo tidak ditutup jika alasannya untuk meningkatkan populasi rusa. Hasdin mengatakan, seharusnya pemerintah memperketat keamanan agar tak ada perburuan rusa di Pulau Komodo dan sekitanya.

“Kalau demi meningkatkan populasi rusa yang katanya dicuri, bukan harus ditutup. Tapi harus diperketat pengamanannya. Aneh saja kalau ditutup,” ucap Hasdin.

Senada dengan Hasdin, Guri Ridola, pengusaha travel di Labuan Bajo menilai wacana Gubernur Viktor Laiskodat ngawur. Menurut Guri, ada jalan lain supaya ekosistem alam di TN Komodo tetap berjalan.

“Kalau sumber masalahnya rusa berarti itu masalah perburuan liar. Ya pengamanan ditingkatkan! Apa hubungannya dengan wisata sampai ditutup segala?” keluh Guri.

Dia menambahkan, penutupan TN Komodo malah memutus mata pencaharian warga Labuan Bajo. Guri menaksir ada 70% warga Labuan Bajo yang hidup dari jasa wisata.

“Kalau benar ditutup itu memutus mata pencaharian warga di sana, 70 persen warga Bajo itu usaha wisata. Kalau ditutup sangat tidak masuk akal, ngawur!” ungkap Guri.

Pemprov NTT berencana menutup TN Komodo selama 1 tahun. Hal dilakukan untuk meningkatkan jumlah populasi komodo dan rusa, yang menjadi makanan utama hewan langka tersebut.

“Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang. Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun,” kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Namun ia tidak menjelaskan waktu penutupan kawasan Taman Nasional Komodo tersebut. Viktor mengatakan penutupan Taman Nasional Komodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu.

Dia mengatakan kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores, itu sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

(rvk/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

5 Pernyataan Kontroversial Edy Rahmayadi Saat Jadi Ketum PSSI

Liputan6.com, Nusa Dua – Edy Rahmayadi memutuskan mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI saat membuka Kongres Tahunan PSSI, Minggu (20/1/2019) di Nusa Dua, Bali. Dia menegaskan, keputusan mundur bukan bentuk lari dari tanggung jawab.

Pernyataan ini tergolong mengejutkan, mengingat Edy Rahmayadi berulangkali menolak desakan mundur dari berbagai pihak. Pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ini menyerahkan tongkat kepemimpinan PSSI kepada Joko Driyono, yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum PSSI.

Edy Rahmayadi resmi terpilih jadi Ketua Umum PSSI pada 10 November 2016 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Masa jabatan Edy Rahmayadi sebagai Ketum PSSI sesungguhnya berakhir 2020.

Semasa memimpin PSSI, pernyataan-pernyataan kontroversial kerap dia lontarkan. Selain itu, rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumut dan Ketua Dewa Pembina PSMS Medan, yang dia jalani juga menuai kritik dari berbagai pihak.

Keputusan Edy Rahmayadi mundur dari PSSI juga seiring dengan ramainya pengungkapan kasus match fixing atau pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Berikut deretan pernyataan kontroversial Edy Rahmayadi selama jadi Ketum PSSI

2 dari 6 halaman

1. Larang Pemain Indonesia Berkarier di Malaysia

Kejadian bermula ketika Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn yang hijrah ke Liga Malaysia untuk bermain di Selangor FA. Saat itu, Edy Rahmayadi menuding keduanya tak punya jiwa nasionalisme. Edy mengecam keputusan Evan dan Ilham yang bepindah ke Selangor FA, mereka dianggap tidak pas karena peran mereka sedang dibutuhkan Timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2018.

“Siapa mereka (Selangor FA)? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme (Evan dan Ilham). Nanti akan saya kumpulkan segera,” Kata Edy

3 dari 6 halaman

2. Tampar Suporter

Saat pertandingan PSMS Medan melawan Persela Lamongan pada 21 September 2018 yang digelar di Stadion Teladan Medan, Edy Rahmayadi menyaksikan pertandingan langsung. Edy yang duduk di kursi VVIP, tiba-tiba turun dan menyambangi seorang suporter yang terlihat menyalakan flare saat pertandingan.

Saat Gubernur Edy Rahmayadi menemui suporter tersebut, sejumlah suporter lain pun merekam aksi Edy. Tak lama beredar beberapa video Edy yang terlihat menampar pipi suporter cilik tersebut. Beredarnya video penamparan tersebut membuat Edy Rahmayadi angkat bicara.

“Saya mana mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak, saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau enggak percaya kalian pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA,” katanya.

4 dari 6 halaman

3. Apa Hak Anda Menanyakan Itu?

Dalam sebuah wawancara live di televisi, Edy Rahmayadi menolak ditanya wartawan senior Kompas Aiman Wicaksono tentang pengaruh kinerjanya jsebagai Ketua Umum PSSI karena merangkap Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS. Wawancara ini bersamaan dengan kasus tewasnya seorang suporter The Jak saat pertandingan Persija vs Persib di Bandung.

“Apa urusannya anda menanyakan itu?,” yang membuat Aiman mengernyitkan kepala dan kebingungan, padahal pertanyaan yang dilontarkan sebenarnya bisa saja dijawab dengan biasa. “Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” kata Edy yang tak mau banyak berkomentar

5 dari 6 halaman

4. Tanggapan Tuntutan #EdyOut

Saat kasus meninggalnya seorang suporter Persija Jakarta, Haringga Sarila, banyak pihak yang mengecam kinerja PSSI dalam mengawal liga dan persepakbolaan Indonesia. Kasus itu memantik dorongan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Salah satunya lewat petisi online di Charge.org.

Saat itu, sudah 60 ribu orang lebih menandatangani petisi online tersebut. Masyarakat pun menganggap, fokus Edy tidak sepenuhnya di PSSI mengingat rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatra Utara. Edy Rahmayadi menanggapinya dengan komentar yang keras.

“Jangankan 60 ribu, satu orang pun kalau itu memang benar adanya gara-gara saya gubernur lalu terjadi itu pembunuhan, saya akan tinggalkan ini (jabatan Ketua Umum PSSI). Karena itu berarti saya tidak becus”, kata Edy saat menjadi salah satu pembicara di stasiun televisi swasta. Ia juga menambahkan “Yang saya takutkan, dari 60 ribu ini mungkin salah satunya menginginkan jabatan PSSI ini, karena saat ini dalam dunia politik. Jadi, PSSI harus saya lindungi, karena ini amanah rakyat sampai 2020,” katanya.

6 dari 6 halaman

5. Wartawan Baik, Timnas Juga Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi yang kontroversial selanjutnya sal penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Gubernur Sumatra Utara itu mengeluarkan pernytaan yang tidak substansial.

“Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik,” kata Edy Rahmayadi.

Pernyataannya dinilai tidak masuk akal oleh publik. Hal ini dijadikan nyanyian oleh suporter Indonesia di pertandingan terakhir Timnas Indonesia melawan Filipina. “Wartawan Harus Baik, Wartawan Harus Baik,” bunyi nyanyian suporter itu diakhiri teriakan ‘Edy Out’ usai pertandingan berakhir.

Saksikan video menarik di bawah ini

Mengapa Meghan Markle dan Kate Middleton Sering Bawa Tas Pakai Tangan Kiri?

Liputan6.com, Jakarta – Sekilas, gaya berbusana Meghan Markle dan Kate Middleton sering kali terlihat lain. Namun, jika diperhatikan lebih seksama, ada persamaan antara keduanya saat membawa tas, di mana baik Kate atau Meghan sama-sama memegang aksesori tersebut dengan tangan kiri,

Dilansir dari harpersbazaar.com, Sabtu, 19 Januari 2019, kebiasaan memegang tas dengan tangan kiri bukanlah tanpa alasan. Hal ini berkaitan dengan aturan kerajaan perihal etiket. Tangan kiri dinilai lebih pasif dibandingkan dengan tangan kanan.

Karenanya, tangan kanan yang biasa dipergunakan untuk bersalaman dibiarkan bebas dari gangguan apapun agar lebih leluasa. Sedangkan tas yang mereka bawa akan aman dan tidak mengganggu aktivitas jika dipakai di tangan kiri.

Hal ini bukan berarti Kate dan Meghan Markle dilarang menggenggam tas dengan tangan kanan. Namun, semuanya tergantung dengan situasi yang berlangsung. Apabila keduanya memang harus bersalaman dengan banyak orang, maka tangan kiri bertugas membawa tas.

Bagi keluarga kerajaan, tas bukan sekedar fashion item penambah gaya. Tapi, tas memiliki fungsi yang lebih kompleks. Misal, mendiang Putri Diana mengandalkan clutch untuk menghindari malfungsi pakaian.

Sadar akan sorot kamera yang tak pernah lepas, Putri Diana bermain aman dengan mengandalkan clutch untuk menutupi area dada jika sedang melakukan gerakan yang memungkinkan area dadanya terlihat.

Faktanya, trik ini cukup jitu sehingga para pewarta tak pernah menemukan foto yang memalukan ibu dari suami Kate Middleton dan Meghan Markle itu akibat fungsi busana kurang optimal. Jadi, dengan alasan di atas, tampaknya aturan kerajaan tersebut cukup masuk akal untuk dilakukan.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Pengalaman Gaib di Sudut Gunung, dari Misteri Pasar Bubrah hingga Banaspati

Liputan6.com, Yogyakarta – Sudah lebih dari seperempat abad, Wungkal menyukai aktivitas di alam, seperti mendaki gunung. Tidak terhitung, seberapa sering gunung di seluruh Jawa dia daki.

Ia menggemari pendakian karena bisa mendapatkan suasana yang berbeda, udara segar, dan pengalaman yang tidak pernah sama. Baginya, gunung seperti guru, mengajarkan banyak hal dan mempertemukannya dengan adat istiadat, kebiasaan, budaya, serta hal-hal yang tidak terpikirkan.

Soal hal-hal yang tidak terpikirkan akal manusia, laki-laki kelahiran Yogyakarta, 23 November ini punya beberapa pengalaman yang membuatnya percaya alam lain itu nyata. 

Wungkal lupa waktu persisnya, sekitar 1997 sampai 1998. Bersama dengan ketiga temannya, ia mendaki Gunung Sumbing dan Sindoro.

“Waktu itu ada teman dari Bandung yang minta diantar naik, rencananya kami ke Sumbing dulu setelah itu lanjut ke Sindoro,” ujar laki-laki yang tergabung dalam anggota istimewa Mahasiswa Pecinta Alam Sanata Dharma (Mapasadha) Yogyakarta ini, Kamis, 17 Januari 2019.

Dalam perjalanan menuju puncak Sumbing, mereka memutuskan untuk bermalam di pos empat, Watu Kotak. Di sana mereka mendirikan tenda. Di kawasan itu juga mereka menemukan lembaran jas hujan yang tidak terpakai.

Wungkal dan teman-temannya pun memutuskan untuk mengambil lembaran jas hujan itu sebagai alas tidur. Semakin malam, mereka merasakan ada yang aneh dengan lembaran jas hujan itu.

Baunya anyir menyengat. Sekelebat, mereka berempat juga melihat sesosok orang berjalan. Padahal, tidak ada pendaki lain di tempat itu selain kelompok mereka.

“Waktu itu kami cuek saja, besok paginya naik ke puncak dan kembali turun,” tutur Wungkal.

Setelah turun dan sampai ke permukiman penduduk barulah mereka mengetahui kabar dari penduduk setempat. Warga bercerita, dua minggu sebelum ia dan ketiga temannya bermalam di Watu Kotak, ada pendaki yang hilang.

Pendaki gunung itu akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal di Watu Kotak. Lembaran jas hujan yang mereka gunakan sebagai alas tidur ternyata sempat digunakan untuk membungkus jasad pendaki gunung yang meninggal.

2 dari 3 halaman

Pasar Bubrah Merapi

Pengalaman itu bukan satu-satunya yang pernah dilewati oleh Wungkal. Sekitar awal 2000, dia pernah melihat langsung pengalaman mistis dua orang temannya di Pasar Bubrah sewaktu mendaki Merapi.

Kala itu, Wungkal bersama dengan empat temannya memutuskan untuk bermalam dan mendirikan tenda di Pasar Bubrah sebelum ke puncak Merapi.

“Ada dua orang teman yang kelelahan dan mendadak mereka blank, antara sadar dan tidak sadar,” kata laki-laki yang pernah mengikuti sekolah navigasi darat dan kerap diundang sebagai pemateri hutan gunung ini.

Sekitar 15 menit, keduanya mengalami blank. Setelah sadar, barulah mereka bercerita tentang kejadian yang dialaminya.

Teman pertama merasa berada di tengah pasar sebuah permukiman. Ia melihat banyak orang lalu lalang dan sempat meminta air minum karena kehausan. Namun, tidak seorang pun yang menggubris dan hanya diam.

Teman kedua merasakan hal serupa. Ia berada di tengah pasar dan menyusuri keramaian orang yang beraktivitas di dalamnya. Mitos soal Pasar Bubrah banyak diamini oleh para pendaki. Sering disebut pasar jin, mistis, dan keangkerannya juga kerap dikaitkan dengan tokoh Mak Lampir yang tersohor lewat sandiwara radio.

Mbah Marijan, juru kunci Merapi terdahulu, juga pernah bercerita soal kerajaan gaib di Pasar Bubrah.

Pasar Bubrah merupakan kawasan terdekat dengan puncak sekaligus batas pendakian Gunung Merapi. Biasanya pendaki mendirikan tenda di tempat ini karena tanahnya datar, sekalipun berbatu dan kerap diterpa angin kencang.

3 dari 3 halaman

Berjalan di Sebelah Banaspati

Wungkal juga pernah melihat secara langsung wujud banaspati di Gunung Arjuno, Jawa Timur. Makhluk gaib berbentuk bola api itu terbang di sebelah rombongannya ketika hendak turun dari Arjuno.

Saat itu, ia mendaki gunung bersama rombongan, sekitar 20 orang. Dalam perjalanan turun selepas magrib, Wungkal dan beberapa teman yang berada di depan melihat banaspati di sebelah mereka.

“Itu pertama kali, saya melihat banaspati, dan untungnya lewat di sebelah, bukan memotong jalan kami,” ucapnya.

Menurut mitos yang berkembang, apabila banaspati melintas di depan atau memotong jalan, orang yang melihat bisa kehilangan kesadaran seketika.

Setelah melihat banaspati, mereka pun memutuskan untuk mengajak rombongan beristirahat, bermalam, dan mendirikan tenda di kawasan yang disebut hutan Lali Jiwo. Sesuai namanya, hutan itu ternyata cukup menyeramkan.

Beberapa temannya diperlihatkan beragam makhluk halus, salah satunya pocong.

Wungkal mengaku pada awal ia menyukai aktivitas naik gunung justru tidak pernah menemukan peristiwa gaib. Meskipun demikian, ia tidak merasa peristiwa itu membuatnya trauma naik gunung.

Ia meyakini peribahasa, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Ia berusaha keras tidak melanggar adat istiadat dan kepercayaan setempat.

Wungkal menilai, kehidupan di dunia ini bukan hanya manusia yang tampak, ada dimensi lainnya.

“Mungkin yang belum pernah mengalami, berpikir ini mistis, memang tidak harus mutlak percaya, tetapi yang saya paparkan berdasarkan pengalaman,” ujarnya yang juga kerap terlibat dalam berbagai operasi SAR ini.


Simak video pilihan berikut ini:

Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Doa

Liputan6.com, Jakarta Sebagai seorang muslim, tentunya harus mengetahui bagaimana tata cara wudhu yang benar dan baik. Seperti yang kita ketahui, wudhu merupakan salah satu syarat sahnya sholat dan diterima Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT mengenai tata cara wudhu dalam Surat Al Maidah ayat 6 yang artinya:“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.”


Selain terdapat pada salah satu ayat Alquran, hadist dari Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi juga menjelaskan pentingnya untuk berwudhu, di mana Rasulullah SAW bersabda yang artinya:“Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kamu sampai ia berwudhu.”

Jadi, sudah jelas bahwa kita harus mengetahui tata cara berwudhu yang benar sesuai dengan sunnah. Seperti Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (17/1/2019), bahwa terdapat hadist lain yang menerangkan mengenai tata cara wudhu yang benar. Salah satunya ialah Utsman bin Affan radiyallahu’anhu berkata: “Barang siapa berwudhu seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan sholatnya sebagai tambahan pahala baginya.” (HR. Muslim)

2 dari 4 halaman

Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah

1. Niat Wudhu

Tentunya sebelum berwudhu kamu diharuskan untuk berniat terlebih dahulu. Niat dalam berwudhu ini diartikan sebagai kesungguhan hati untuk berwudhu karena melaksanakan perintah Allah SWT dan mengikuti ajaran dari Rasulullah SAW.

Dalam HR Bukhari pun pernah menuliskan bahwa:”Rasulullah SAW menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya…” (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).

“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa”

Artinya :

“Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah.”

2. Membaca Basmallah

Setelah melakukan niat dengan kesungguhan hati, kemudian bacalah basmallah. Membaca basmallah ini dilakukan sambil mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 kali hingga ke sela-sela jari. Namun bila lupa untuk membaca basmallah, maka wudhu yang kamu lakukan tetap sah.

3. Berkumur-kumur

Berkumur-kumur sebanyak 3 kali atau memutar air dalam mulut dan mengeluarkannya serta membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang ada pada gigi.

4. Mencuci lubang hidung

Mencuci lubang hidung sebanyak 3 kali untuk mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Dan disunnahkan pula muncuci lubang hidung dengan cara menghirup air dalam sekali hirup serta mengeluarkannya dengan memencet hidung.

5. Mencuci muka 3 kali

Mencuci muka 3 kali pada saat berwudhu sebaiknya dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. Serta membersihkan dari telinga kanan ke telinga kiri.

3 dari 4 halaman

Tata Cara Wudhu yang Benar Sesuai Sunnah

6. Mencuci kedua belah tangan hingga siku

Setelah mencuci muka, kemudian cucilah kedua belah tangan hingga siku sebanyak 3 kali. Sebaiknya lakukan dengan mendahulukan anggota tubuh bagian kanan, membasahi tangan hingga siku pun sudah tercantum dalam surat Al- Maidah ayat 6 sesuai dengan perintah Allah SWT.

7. Mengusap kepala

Tata cara wudhu selanjutnya ialah mengusap kepala dari depan hingga ke bagian belakang kepala sebanyak satu kali. Ali bin Abi Thalib berkata, “Aku melihat Nabi SAW mengusap kepalanya satu kali.” (HR. Sahih Abu Dawud no.106)

8. Membersihkan kedua telinga

Setelah mengusap kepala dilanjutkan dengan membersihkan kedua telinga tanpa perlu mengambil air baru. Membersihkan telinga dalam tata cara wudhu ini dilakukan dengan memasukan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusapkan kedua daun telinga. Hal ini dilakukan secara bersamaan antar telinga kanan dan telinga kiri.

9. Mencuci kedua kaki hingga di atas mata kaki

Dan tata cara wudhu selanjutnya yang benar sesuai dengan sunnah ialah membasuh kedua kaki hingga di atas mata kaki. Hal ini dilakukan sebanyak 3 kali dan dimulai dari kaki bagian kanan terlebih dahulu.

Dalam HR Bukhari, dahulukan kaki kanan hingga tiga kali kemudian kaki kiri. Dan saat membasuh kaki, Rasulullah menggosok jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki (HR. Bukhari; Fathul Baari, dan Muslim). Dalam menggosok kaki Rasullullah menyuruh umatnya untuk berhati-hati, karena bila tidak sempurna dalam membasuhnya akan terkena ancaman neraka. Dan pastikan kulit yang terlipat terkena air wudhu.

10. Membaca doa wudhu

Setelah selesai rangkaian wudhu yang benar, disunnahkan untuk membaca doa selepas wudhu. Dan saat memanjatkan doa wudhu, sebaiknya berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.

“Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j’alnii minat tawwabiina, waj’alnii minal mutathahiriina waj’alnii min ‘ibaadikash shalihiina.”

Artinya :

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu hamba dan utusanNya. Ya Allah! Jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh.”

4 dari 4 halaman

Syarat Wajib dan yang Membatalkan Berwudhu

Syarat Wajib Berwudhu

Berikut syarat wajib wudhu:

1. Beragama Islam.

2. Suci dari hadast kecil dan besar.

3. Dapat membedakan yang baik dan buruk.

4. Tidak ada apapun yang dapat mengubah sifat air dan mencegah air masuk pada tubuh, seperti riasan, lipstik, cat kuku dan sebagainya.

5. Mengetahui mana yang sunnah mana yang wajib.

6. Air untuk berwudhu merupakan air bersih dan suci (tidak berbau, kotor ataupun tercampur bahan lainnya).

Hal yang Membatalkan Wudhu

Selain adanya syarat wajib wudhu, ada beberapa hal yang dapat membuat wudhu yang telah kamu lakukan menjadi batal. Di antaranya sebagai berikut:

1. Keluar segala sesuatu dari dua jalan kemaluan (qubul dan dubur).

2. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya dengan tidak memakai penutup.

3. Hilang akal dikarenakan gila, tertidur, pingsan atau mabuk.

4. Tersentuh kemaluan (kubul atau dubur) dengan tapak tangan atau jari yang tidak memakai penutup (walaupun kemaluan sendiri).

5. Memakan daging unta, memakan babat, hati, lemak, ginjal atau perut besar juga bisa mengakibatkan batalnya wudhu.



Reporter: Novita Ayuningtyas

Glass, Misteri dan Ketegangan di Sebuah Film Superhero

Liputan6.com, Jakarta – Pernah menonton film Unbreakable (2000) atau Split (2016)? Tahun ini, deretan karakter dari dua film tersebut dipertemukan oleh sang sutradara, M. Night Shyamalan dalam film terbarunya, Glass.

Glass kembali menghadirkan nuansa misteri dan ketegangan layaknya Unbreakable dan Split. Tema superhero yang disuguhkan dalam Unbreakable, dibawa kembali dalam film ini melalui narasi dari karakter Mr. Glass.

Menyusul dua film tersebut, Glass melengkapi trilogi bertema Eastrail 177 Trilogy karya M. Night Shyamalan. Selain karakter, alur ceritanya pun menjadi pengembangan dari Unbreakable dan Split.

Alur cerita dalam Glass terjadi bertahun-tahun setelah Unbreakable, dan beberapa waktu usai Split. Dikisahkan, tiga karakter utamanya, David Dunn (Bruce Willis), Kevin Wendell Crumb (James McAvoy), dan Elijah Price alias Mr. Glass (Samuel L. Jackson), ditangkap lalu dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Ketiganya dihadapkan pada Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson) yang berusaha meyakinkan bahwa kekuatan mereka hanyalah ilusi dari keterbelakangan mental masing-masing. Namun, beberapa dari mereka memiliki rencana untuk kabur dari rumah sakit sambil membuktikan kepada dunia bahwa kekuatan superhero itu ada.

2 dari 4 halaman

Masuk Akal

Menyaksikan Glass secara keseluruhan, M. Night Shyamalan nampaknya mulai unjuk kebolehan dalam membangun sebuah waralaba superhero versinya. Hasilnya pun patut diacungi jempol.

Alur cerita yang ditampilkan hampir 20 tahun lalu dalam Unbreakable, terasa masuk akal ketika dimasukkan untuk film Glass. Pengembangan karakter utama Split yang memiliki banyak kepribadian, termasuk si monster mengerikan, dimainkan lagi secara apik oleh James McAvoy.

Satu lagi yang patut diapresiasi adalah dilibatkannya aktor Spencer Treat Clark sebagai Joseph Dunn, putra dari David Dunn. Dalam Unbreakable, sang aktor kala itu masih anak-anak.

Kembalinya aktris Charlayne Woodard sebagai ibu dari Elijah serta Anya Taylor-Joy sebagai Casey Cooke juga semakin membuat kisah film ini dramatis.

Urusan misteri dan plot twist (kejutan cerita), M. Night Shyamalan lagi-lagi memasukkan unsur-unsur tersebut secara apik dan rapi. Bila kita menonton dua film sebelumnya, maka beberapa kejutan akan mencengangkan kita. Akhir ceritanya pun sukar ditebak, membuat film ini layak diberi tepuk tangan.

3 dari 4 halaman

Bukan Film Marvel atau DC

Dari segala kelebihan tersebut, Glass masih memiliki beberapa hal yang dirasa kurang memuaskan. Salah satunya adalah adegan perkelahian antar manusia super.

Glass memang bukan film Marvel atau DC yang sarat dengan pertempuran dan pertarungan mega dahsyat. Film ini bisa dianggap memiliki adegan perkelahian yang membumi sampai-sampai terlalu masuk akal.

Sayangnya, beberapa adegan laga selalu digambarkan secara lambat dalam waktu singkat.

Pada intinya, Glass bukanlah film superhero yang sarat dengan bumbu laga. Film ini lebih menekankan pada kondisi psikologis orang-orang yang memiliki kekuatan super.

4 dari 4 halaman

Kekecewaan

Banyaknya dialog yang menginterupsi momen perkelahian, dirasa bakal menimbulkan kekecewaan bagi para pecinta adegan laga yang menonton film ini.

Motif beberapa karakter untuk mencapai tujuannya ini bisa dianggap masuk akal. Meskipun, cara M. Night Shyamalan dalam menyibak misteri yang dihadirkan terkesan agak memaksakan. Misalnya saja dengan memasukkan cerita buku komik ke dalam salah satu motifnya.

Glass bisa menjadi satu hiburan menarik bagi para pecinta film berjenis ketegangan. Film ini juga menjadi penutup yang pas bagi Unbreakable dan Split.

Namun seperti yang sudah disampaikan, ini bukanlah film superhero yang sarat adegan laga. Jadi, siapkan ruang di dalam otak sebelum menontonnya agar bisa menerka-nerka berbagai misteri dalam film ini.

Sebut Packaging Album Jelek, Anji Didatangi The Jawara

Liputan6.com, Jakarta – Mantan vokalis Drive, Anji sempat melayangkan kritik terhadap dua packaging album band Dadali dan The Jawara. Menurut Anji, dua album band tersebut masih kalah bagus dengan album Rizky Febian yang dianggapnya antimainstream dan unik.

Alhasil, Anji pun sempat kena semprot Dyrga Dadali yang tak terima dengan kritikan mantan kekasih Sheila Marcia tersebut. Hal serupa juga sempat dirasakan The Jawara. Band yang beranggotakan Ferdi, Irul, Tile, Indra dan Leo ini awalnya kesal mendengar kritikan Anji.

Namun pada akhirnya, para personel The Jawara akhirnya menerima dengan lapang dada usai mendengarkan jawaban lengkap Anji. “Awalnya juga memang sempat emosi, enggak ngeh di mana awal keributannya. Terus akhirnya gue pribadi tonton videonya dari awal sampai akhir. Ya enggak ada masalah kok,” ungkap Leo The Jawara.

Tak cuma itu, para personel The Jawara pun langsung bergegas menemui Anji untuk berdiskusi. Dalam sebuah video YouTube bertajuk “Bukan Dadali, The Jawara Tidak Marah. Kenapa??“, terlihat para personel The Jawara dan Anji mengupas tuntas permasalahan tersebut.

2 dari 3 halaman

Terima Kritik

The Jawara pun menerima kritikan Anji sebagai masukan yang membangun. Selain itu, Leo meminta semua warganet melihat lebih dulu video lengkap penjelasan dari Anji, agar tidak terjadi salah paham.

“Dalam artian, kritik. Dan aku ngomong ke manajemen, ‘Mas Anji itu sudah beli CD kita dan dia kritik, dan dia punya hak‘. Anyway, apapun itu, kritikannya ya kita terima, bukan nge-dumel. Gue balikin lagi ke manajemen, ‘Sebenarnya ini kritikan buat kita apa kalian sih?‘,” kata Leo The Jawara.

3 dari 3 halaman

Sudah Selesai

Di akhir video, Anji berharap masalah yang sempat viral di media sosial ini dapat diakhiri. Apalagi, dirinya tak pernah membahas kualitas karya musik dari band Dadali maupun The Jawara.

“Di video itu gue enggak pernah membahas soal lagunya ya. Cuma packaging saja yang bisa dibilang biasa saja, jelek. Tapi setelah mendengar penjelasan dari The Jawara soal ditujukan ke market yang memang sering beli bajakan, ya itu make sense (masuk akal),” jelas Anji.

“Dan seharusnya, masalah ini harusnya sih sudah selesai ya. Gue juga apresiasi The Jawara yang sudah ke sini,” tutupnya.

Hudson-Odoi Sempat Unggah Bantahan Kabar Transfer ke Bayern, Lalu Dihapus

JakartaBayern Munich dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Chelsea demi Callum Hudson-Odoi. Tapi si pemain sempat membantah lewat instagram, lalu menghapusnya.

Bukan rahasia lagi jika Bayern berminat dengan winger belia tersebut. Direktur Keolahragaan Bayern Hasan Salihamidzic sudah mengungkapkan bahwa ada pembicaraan dengan Chelsea.

Namun tak lama setelah kabar ini muncul, Hudson-Odoi mengunggah pernyataan di Instagram Story. Pernyataan yang menyiratkan bantahan itu hanya muncul sebentar, karena langsung dia hapus.

“Jangan selalu percaya dengan apa yang Anda dengarkan!” tulis Hudson-Odoi.

Sepanjang musim ini Hudson-Odoi mulai sering muncul di tim senior, walau jam terbangnya masih minim. Ia baru empat kali jadi starter dan empat sisanya tampil sebagai pemain pengganti.

Opsi hengkang untuk sang pemain cukup masuk akal menengok Chelsea memiliki tiga winger senior yang sulit digeser, yakni Eden Hazard, Pedro Rodriguez, dan Willian.

Kabar yang beredar Hudson-Odoi dihargai 35 juta pound sterling. Jika memang ke Jerman, ia akan mengikuti dua pemain muda Inggris yang sudah terlebih dahulu sukses di sana macam Jadon Sancho (Borussia Dortmund) dan Reiss Nelson (Hoffenheim).

(raw/rin)