‘Performa Chelsea di Babak Kedua Tak Masuk Akal’

LiverpoolChelsea menelan kekalahan saat dijamu Everton pada lanjutan Liga Inggris. Performa The Blues di paruh kedua laga disebut tak masuk akal oleh Maurizio Sarri.

Dalam pertandingan di Goodison Park, Minggu (17/3/2019), Chelsea menelan kekalahan 0-2 dari Everton. Gol kemenangan The Toffees dibukukan oleh Richarlison dan Gylfi Sigurdsson.

Chelsea menciptakan banyak peluang pada babak pertama. Sedikitnya ada delapan tembakan dalam datanya yang dilansir oleh ESPN FC.

Peluang terbaik tercipta pada menit keenam. Tembakan Eden Hazard masih membentur tiang.

Pertahanan Chelsea telat panas pasca jeda. Kelengahan berbuah gol Everton yang dicetak oleh Richarlison pada menit ke-49.

Sarri tak habis pikir dengan performa barisan belakang tim asuhannya. Chelsea pun melewatkan kesempatan emas untuk menembus ke posisi empat besar. Si Biru tertahan di posisi keenam dengan raihan 57 poin.

“Kami bermain sangat-sangat baik pada babak pertama. Kami harusnya bisa mencetak gol dalam lima atau enam situasi berbeda. Kami berhenti bermain. Kami tak bertahan dengan baik. Ini tak masuk akal,” kata Sarri di BBC.

“Yang bagus setelah babak pertama, tingkat motivasinya sangat tinggi dan level dari aplikasinya sangat tinggi lalu tiba-tiba kami berhenti. Itu susah dijelaskan.”

“Saya tak khawatir (dengan kurang bagusnya penyelesaian akhir) karena pada babak pertama kami menciptakan banyak peluang. Lalu, cepat atau lambat anda bisa mencetak gol. Saya khawatir mengenai babak kedua.”

“Tentu saja hari ini penting buat kami, jadi sekarang kami mempunyai peluang kecil. Kami mesti mempertahankan peluang kami,” dia menambahkan.

(cas/mrp)

Poyuono Salahkan Jokowi Andi Arief Narkoba, TKN Bicara Akal Sehat

Jakarta – Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono menyalahkan Presiden Joko Widodo karena Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief alias AA terjerat narkoba. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin berbicara soal akal sehat.

“Tidak berlebihan kalau AP (Arief Poyuono) disebut ngigau dengan menyalahkan Jokowi terkait kasus penangkapan AA karena seperti diakuinya sendiri, ia hanya menyandarkan yang diomongkannya berdasar apa yang dia klaim sebagai info dari mantan pejabat BNN,” kata Wakil Ketua TKN, Arsul Sani, Selasa (5/3/2019).

“Mestinya kalau dia pakai akal sehat, maka dia cari dulu datanya, bisa dari BNN, Polri atau bahkan melihat bahan-bahan dan rapat Komisi III DPR dengan lembaga-lembaga tersebut. Kan Gerindra dan koalisi 02 punya fraksi di DPR,” imbuh Arsul yang merupakan anggota Komisi III DPR itu.


Dia heran Poyuono berbicara berdasarkan kata orang. Padahal, lanjut Arsul, Poyuono menjabat Wakil Ketua Umum di Partai Gerindra.

Untuk ke depan, Arsul meminta Poyuono berbicara menggunakan data. Di era Jokowi, lanjutnya, pengungkapan kasus penyelundupan narkoba dalam jumlah besar terjadi.

“Sebagai elite partai, kami minta dia coba biasakan berstatement dengan data dan realitas. Justru di masa Jokowi inilah ada pengungkapan-pengungkapan besar penyelundupan narkoba dan bahkan eksekusi hukuman mati terhadap bandar-bandar narkoba terpidana mati. Bandingkan dengan masa pemerintahan sebelumnya dengan data,” tutur Arsul.
(gbr/tor)
<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Cerita Mistis Keris Berjalan dari Tanah Jawa hingga ke Serambi Makkah

Liputan6.com, Aceh – Keris tua itu tak pernah sekalipun dimandikan lazimnya ritual yang sering dilakukan kepada benda-benda pusaka sejenisnya. Ia hanya diikat kawat dan ditutupi kaca seukuran panjang dan lebar keris tersebut di dalam sebuah tiang beton.

Benda pusaka itu tak pernah disentuh. Dibiarkan begitu saja. Seolah mengambang di antara tiang-tiang beton lain yang ada di sekelilingnya. Jika hari sepi, aura magis bisa begitu kental dirasakan bagi yang datang ke tempat keris itu berada.

Banyak kabar burung beredar tentang keris tersebut, yang sebagian besar tidak bisa diterima akal sehat. Ada yang bilang keris itu datang sendiri mengikuti seorang ulama saat datang dari tanah Jawa ke Aceh.

Menurut kabar, yang menguasai keris itu disebut-sebut terpana dengan kealiman sang ulama, lalu mengikutinya hingga ke tanah kelahiran sang ulama tersebut.

Cerita lain mengatakan, keris itu masih memiliki silsilah pemilik yang masih bertautan darah dengan si ulama. Makanya, tak heran jika keris itu mengikuti keturunan pemiliknya terdahulu yang berhak menjadi ahli waris.

“Dia ikut Abu. Keris itu ikut saat Abu Peuleukueng pulang dari Jawa,” kata Masykur, saat berbincang dengan Liputan6.com, di sebuah warung kopi di Nagan Raya, beberapa waktu lalu.


2 dari 3 halaman

Sang Pemilik Keris

Jika berkunjung ke Masjid Jamik Abu Habib Muda Seunagan Peuleukueng di Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Anda akan melihat keris itu ditambat pada tiang utama masjid.

Tiang tempat keris itu berada dicat kuning sepia bergaris hijau dikelilingi tiang lainnya yang berwarna putih.

Abu Peuleukueng atau sang ulama yang konon diikuti oleh keris tadi yang menaruh benda pusaka itu di tiang masjid.

Selain cerita di atas, terdapat kisah lain ikhwal asal muasal keris itu. Tim Liputan6.com menjajakinya lewat sejumlah literasi dan wawancara dengan keturunan Abu Habib Muda.

Abu Peuleukueng atau Abu Habib Muda Seunagan adalah seorang ulama yang juga Republiken sejati. Ia punya jasa mempertahankan lndonesia yang saat itu baru saja dikumpulkan bak puzzle setelah lepas dari cengkeram kolonialis-fasis, dari unsur-unsur yang membahayakan kesatuan RI.

Salah satu yang ditentangnya adalah upaya DI/TII melalui masinisnya Daud Beureueh, yang ingin pisah dari RI lalu membentuk negara sendiri berasaskan Islam sebagai tumpuannya.

Saat itu, pertumpahan darah antara kelompok Abu Habib Muda dengan Daud Beureueuh yang notabene saudara sebangsa tak terelakkan.

Sukarno, Sang Presiden pun terkagum oleh nasionalisme yang ditunjukkan oleh Abu Habib Muda.

Sang ulama itu digadang-gadang berperan dalam mempertahankan perdamaian dan kedamaian Aceh. Lebih luas Indonesia pada masa awal berdirinya. Ia pun diundang ke istana sebagai tamu negara.

Setelah bertemu Sukarno, Abu Habib Muda Seunagan minta diantar ke Masjid Demak. Menurut dia, salah satu tiang masjid itu dibangun oleh pendahulunya bernama Said Athaf.

3 dari 3 halaman

Asal Keris

Sebagai catatan, Masjid Demak dibangun pada masa pemerintahan Raden Patah, Sultan I Demak, pada 1481 Masehi. Pembangunan dilakukan bersama para wali, sehingga masjid ini dikenal sebagai Masjid Wali. Masjid Demak menjadi saksi sejarah kebesaran agama Islam dan juga Kesultanan Demak.

Sementara, beberapa literasi menyebut Said Athaf memiliki nasab dengan Nabi Muhammad, melalui Raden Fatah hingga ke Ja’far As-siddiq selaku keturunan cucu Nabi Muhammad, yakni Husein.

Selanjutnya, setiba di Masjid Demak, Abu Habib Muda tidak langsung masuk ke dalam masjid. Namun, terlebih dahulu ia mengitari masjid dengan mengucapkan tasbih sebanyak tujuh kali.

Di dalam masjid, ia menyaksikan satu tiang yang tampak berbeda dengan tiang lainnya. Tiang inilah yang dibangun oleh Said Athaf dari serbuk kayu sisa pembuatan tiang masjid tiga temannya.

Konon, keris tersebut berada di Masjid Demak dan mengikuti Abu Habib Muda saat pulang. Namun, ada juga yang mengatakan kalau pengurus masjid memberikannya kepada Abu Habib Muda sebagai cendera mata.

Terlepas benar tidaknya rumor mengenai keris tersebut, sosok Abu Habib Muda Seunagan memang cukup fenomenal di Aceh. Ia dengan tarekat Syattariahnya cukup mengemuka di Aceh.

Pengikutnya pun tak tanggung-tanggung. Jumlah mereka ribuan. Tersebar di seluruh Aceh, dengan pusatnya Nagan Raya.

Ulama bernama asli Habib Muhammad Yeddin bin Habib Muhammad Yasin ini wafat 14 Juni 1972. Dia dimakamkan di kompleks masjid yang dibangunnya, di tempat keris tersebut berada.


Simak video pilihan berikut ini:

Berakhir Mendadak Tanpa Kesepakatan, KTT Trump-Kim Kurang Persiapan

Hanoi – Pertemuan puncak antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-Un di Hanoi, Vietnam berakhir mendadak tanpa mencapai kesepakatan apapun.

Pertemuan kedua pemimpin itu berakhir lebih cepat dari yang semula direncanakan. Padahal pertemuan tersebut semula dimaksudkan untuk menindaklanjuti pertemuan pertama bersejarah mereka di Singapura tahun lalu. Namun keduanya gagal menjembatani perbedaan di antara mereka sehingga tidak bisa menandatangani pernyataan bersama seperti yang semula direncanakan.

Seorang mantan diplomat AS, Joseph Yun mengatakan, berakhirnya KTT Trump-Kim di Hanoi secara mendadak tersebut menunjukkan kurangnya persiapan.

“Anda tahu, saya sudah datang ke banyak pertemuan puncak. Biasanya itu melibatkan begitu banyak pekerjaan di tingkat kerja dan pada kenyataannya kesepakatan adalah kesimpulan yang sudah pasti,” tutur Yun, mantan diplomat AS mengenai isu Korut seperti dilansir media CNN, Kamis (28/2/2019).

“Kali ini kita melihat sangat sedikit persiapan dan saya khawatir tentang itu. Dan kita berbicara tentang Singapura tidak memiliki substansi tetapi setidaknya Singapura akan meletakkan dasar. Jadi kita melihat sesuatu. Dan seperti yang Anda tunjukkan, pemerintah kami menurunkan standar setiap hari namun mereka tidak dapat memenuhi itu,” imbuh Yun.

Sebelumnya Trump mengatakan, kegagalan pertemuan dengan Kim tersebut pada akhirnya adalah mengenai sanksi-sanksi. “Pada dasarnya, mereka menginginkan sanksi-sanksi dicabut secara keseluruhan, dan kita tak bisa melakukan itu,” kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan tertutup dengan Kim hari ini.

“Kita belum menyerah akan apapun,” ujar Trump seraya menambahkan bahwa dirinya menantikan pertemuan kembali dengan Korut di masa mendatang. “Mereka memiliki potensi yang luar biasa, sulit dipercaya,” imbuhnya seperti dilansir media CNN.

“Dia ingin denuklirisasi, tapi dia hanya ingin melakukan area yang kurang penting dari apa yang kita inginkan,” kata Trump mengenai Kim Jong-Un.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Kim tidak siap untuk memenuhi tuntutan-tuntan AS.

“Kami tidak mendapatkan hal yang masuk akal bagi Amerika Serikat. Saya pikir Ketua Kim berharap bahwa kami akan melakukannya. Kami memintanya untuk melakukan lebih banyak. Dia tidak siap untuk melakukan itu. Tapi saya masih optimis,” tandas Pompeo.
(ita/ita)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Ferdy Hasiman Anggap Divestasi Freeport Lewat IPO Bukan Langkah Tepat

Liputan6.com, Jakarta Pernyataan mantan Menteri ESDM, Sudirman Said, yang mengatakan bahwa dirinya menganjurkan agar skema divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) melepas saham melalui pasar modal atau Initial Public Offering (IPO) adalah langkah yang tidak tepat dan cermat. Peneliti Alpha Research Database dan penulis buku Freeport: Bisnis Orang Kuat Vs Kedaulatan Negara, Ferdy Hasiman, mengatakan bahwa mekanisme pelepasan melalui pasar modal tak pernah dianjurkan oleh UU No.4/2009, tentang Mineral dan Batubara.

“Kalau saham Freeport dilepas melalui mekanisme IPO di pasar modal, yang dapat untung hanya pengusaha kaya. Pelaku pasar modal hanya 0,6 persen penduduk Indonesia. Sudah begitu, banyak investor yang beli saham di pasar modal juga adalah investor asing. Itu makanya kalau krisis di Indonesia, ada capital outflow besar-besaran,” ujarnya.

Jika melalui IPO, saham Freeport akan menjadi rebutan antara pengusaha lokal yang memiliki banyak uang dan para politisi. Ferdy memberikan contoh pengalaman pelepasan saham Garuda Indonesia.

Pada IPO saham Garuda, Mantan Bendahara Partai Demokrat, M. Nazarudin, memborong 400 juta saham atau Rp 300 miliar lewat lima perusahaan miliknya. Setelah IPO, salah satu pengusaha kakap mendapat pinjaman Credit Suisse dan memborong 351,6 juta lembar (10 persen saham Garuda Indonesia).

“Fakta ini mau menunjukan bahwa opsi divestasi sahamPTFI melalui IPO bukan solusi cerdas, tetapi solusi instan,” ucap Ferdy. 

Soal perpanjangan kontrak sampai 2041, itu adalah keputusan bisnis. Tanpa ada perpanjangan kontrak, Freeport tidak akan berinvestasi di tambang underground yang mencapai angka 17 miliar dollar AS dan pembangunan smelter tak berjalan.

“Jadi, nalar politik tak akan pernah mempu memahami mengapa pemerintah harus memperjang kontrak Freeport sampai tahun 2041. Mekanisme korporasi yang dilakukan pemerintah untuk mengambil alih saham PTFI adalah langkah paling elegan,” kata Ferdy. 

Pemerintah Indonesia melalui perusahaan Holding Industri Pertambangan Inalum resmi memiliki 51,23 persen persen saham PTFI pada akhir tahun lalu. Pemerintah kemudian menerbitkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dengan catatan, perpanjangan kontrak sampai 2041 wajib membangun smelter tembaga serta jaminan kepastian fiskal dan investasi bagi Freeport.

Perpanjangan kontrak sampai 2041 dianggap masuk akal karena Inalum masih membutuhkan Freeport mengolah tambang underground yang berteknologi dan memiliki infrastruktur canggih. Tambang underground di Grasberg dengan metode block caving menurut para geolog pertambangan memang sangat berisiko tinggi dan membutuhkan dana investasi besar.

Banyak geolog kelas dunia mengatakan, tambang underground di Grasberg tak boleh berhenti. Sekali berhenti, akan meningkat an tegangan dan mengakibatkan runtuhnya terowongan. Itulah mengapa Freeport di tambang underground membangun terowongan bawah tanah sampai ribuan kilometer. Jika proses tambang underground terhenti, maka akan terjadi kerugian besar mencapai 5-10 miliar dollar AS.



(*)

Akal Bulus Kakek Cabul di Kebumen, Mangsa Teman Cucunya

Liputan6.com, Kebumen – Orang tua NN (9), warga Kebumen, merasa nyaman anaknya hanya bermain di sekitaran rumah. Selain mudah dipantau, di dekat rumah mereka tinggal seorang kakek, TF (55) yang cucunya seumuran dengan anak mereka.

Layaknya, seorang kakek, kelihatannya TF sangat menyayangi cucu dan memperhatikan teman-teman sang cucu. Mereka tak menyangka, kedekatan NN dengan cucu sang kakek bakal berujung sengsara. NN menjadi korban pencabulan.

Bahkan, tanpa orang lain menyadari, pencabulan anak itu pun terjadi berulangkali. Modusnya nyaris selalu sama. Ketika NN bermain dengan cucu atau sedang berada di sekitar rumahnya, TF memanggilnya.

Lantas, TF mengajak NN masuk kamar. Di dalam kamar itu lah, TF mencabuli gadis di bawah umur ini.

“Tersangka diduga telah mencabuli korban sekitar tahun 2018 di rumahnya. Tersangka membujuk korban masuk ke kamar, selanjutnya perbuatan cabul terjadi di situ,” kata Kasatreskrim Polres Kebumen, AKP Edy Istanto, Selasa (26/02/2019.

Borok TF akhirnya terkuak. Sabtu, 19 Februari 2019, TF kembali mencabuli NN di rumah tersangka yang tak sebegitu jauh dari rumah korban. Rupanya, kali ini korban melaporkan perbuatan tak senonoh itu kepada orangtuanya.

Korban mengalami trauma. Mendengar apa yang dialami anaknya, orangtua korban tak terima dan lantas melaporkan TF ke Polres Kebumen.

“Modusnya, saat korban bermain bersama dengan cucunya, korban ini dipanggil oleh tersangka. Selanjutnya, tersangka melakukan perbuatan pencabulan tersebut,” dia menjelaskan.


2 dari 2 halaman

Waspada Orang Terdekat

Penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polres Kebumen menjerat tersangka dengan pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman paling lama 15 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp5 Miliar.

Kasus pencabulan anak atau kekerasan telah menjadi bahaya laten yang nyaris terjadi di seluruh daerah. Yang berbahaya, ternyata kekerasan itu kebanyakan dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Entah masih satu keluarga, tetangga atau orang yang kerap berinteraksi dengan sang anak. Misalnya, guru di sekolah atau bahkan pedagang mainan di lingkungan sekolah. Tak terkecuali di Cilacap.

Sekretaris P2TP2A Citra, Nurjanah Indriyani menjelaskan, ada tren kenaikan kasus kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun. Kenaikan ini bisa diartikan dua hal, antara kesadaran orang untuk melapor atau peristiwanya yang memang bertambah.

Dia pun memperingatkan, dari puluhan kasus pencabulan anak yang terjadi di Cilacap, nyaris seluruhnya dilakukan oleh orang-orang terdekat. Ayah tiri, paman, kakek, tetangga, guru sekolah, guru ngaji, adalah beberapa pihak yang tercatat sebagai pelaku.

“Hampir semuanya dilakukan oleh orang terdekat,” ucapnya, dalam keterangan terpisah.

Menurut dia, sebagian besar kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi pada keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Paling banyak, kata dia, terjadi pada keluarga miskin.

Sebab itu, P2TP2A Citra mengintensifkan sosialisasi pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di hampir semua lini, mulai sekolah, pemerintah desa, ibu PKK, kelompok pengajian, dan komunitas-komunitas perempuan lainnya.


Simak juga video pilihan berikut ini:

Polemik Pidato Jokowi dan Prabowo di Hari Minggu

Jakarta – Dua kandidat capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subainto melakukan kampanye pada hari Minggu 24 Februari 2019. Pidato keduanya menuai polemik.

Jokowi yang berpidato di acara Konvensi Rakyat di Sentul, Jawa Barat, memamerkan sejumlah program kerja. Dia menjelaskan 3 program teranyar yakni Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja.

“Saya ingin melakukan lebih banyak lagi untuk kesejahteraan rakyat. Nanti akan ada Kartu Sembako Murah yang seperti ini,” kata Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Minggu (24/2/2019).

Jokowi lalu beranjak mengenalkan kartu baru yang disebutnya KIP Kuliah. Kartu ini merupakan program lebih lanjut dari KIP. “Artinya Kartu Indonesia Pintar, KIP Kuliah ini, akan dapat membantu biaya pendidikan hingga tingkat kuliah. Membantu biaya pendidikan dari anak usia dini hingga sampai kuliah, sampai kuliah… dengan kartu ini,” katanya.

Setelah itu, Jokowi mengenalkan satu kartu lainnya, yaitu Kartu Pra-Kerja. Kartu Pra-Kerja ini dijanjikan berfungsi menfasilitasi pelatihan kerja bagi para pencari kerja. Tiga program itulah yang kemudian menuai kritik dari kubu penantang.

Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief memberi nilai C pada pidato Jokowi tersebut. Bagi Andi, pidato Jokowi masih kurang. “Saya tidak mendengar proses penguatan dan konsolidasi demokrasi serta menjawab jalan keluar situasi yang mengarah pada injustice. Pidato Jokowi malam ini saya beri nilai C,” jelasnya.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali menyoroti akses lapangan pekerjaan yang menurutnya tidak tersedia. Karena itu dia memandang program Kartu Pra-kerja hanya seperti obat pereda nyeri.

“Makanya, program darurat yang seperti panadol cuma menghilangkan rasa nyerinya dikasih Prakerja, Kartu Prakerja. Yang diperlukan bukan Kartu Prakerja, yang dibutuhkan pekerjaan yang itu gagal untuk disediakan,” sebut Mardani.

Juru bicara BPN, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebut kartu-kartu tersebut tak diperlukan andai negara sudah sepenuhnya hadir untuk kepentingan rakyat. Rahayu atau akrab disapa Sara mengatakan pelaksanaan dari program-program dalam bentuk kartu itu harus jelas. Dia meminta transparansi dari pemerintah.

Pidato Jokowi yang menyinggung soal konsesi tanah juga dikritik. Ekonom Rizal Ramli bahkan ‘mengkerdilkan’ pidato capres petahana itu.
“Saya mohon maaf dari pidato itu menunjukkan bahwa (pemikiran) Presiden Jokowi kerdil karena pemilik tanah yang paling besar ada di sekitarnya,” ujar Rizal Ramli.

Rizal menyarankan Jokowi untuk mengambil semua lahan dengan konsesi yang besar itu secara adil. Karena menurutnya, kebanyakan pemilik lahan tersebut merupakan pendukung Jokowi.

Pada hari yang sama, Capres Prabowo Subianto juga menyampaikan pidato di Mojokerto, Jawa Timur. Pidato Prabowo pun menuai polemik. Ketika, Eks Danjen Kopassus itu menyebut para elite di Jakarta akan membagi-bagikan uang menjelang Pilpres 17 April 2019.

“Saya selalu katakan elite yang ada di Jakarta itu sudah kehilangan akal sehat. Yang ada di mereka adalah keinginan mengakal-akali rakyatnya sendiri. Mereka memandang rakyat Indonesia bodoh, bisa dibohongi. Nanti menjelang tanggal 17, mereka sudah punya niat bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ini, bagi-bagi itu. Saudara-saudara sekalian, itu uang rakyat Indonedia sendiri,” kata Prabowo dalam pidatonya di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, bagi-bagi uang itu hanya akan membuat senang rakyat Indonesia selama 1-3 hari. Dia menilai, bagi-bagi uang itu justru akan menghancurkan masa depan generasi Bangsa Indonesia.

Timses pasangan nomor urut 02, menjelaskan maksud pernyataan Prabowo. “Praktik money politics itu merupakan fakta hukum tersendiri. Itu kan merupakan bagian dari fakta, Pak Prabowo khawatir hal itu akan terjadi karena merusak demokrasi dan merusak pilpres, jangan seperti itu. Oleh karena itu, BPN punya rencana khusus dalam hal monitoring dan pengawasan agar tak terjadi money politics,” kata juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi.

Pernyataan Prabowo itu disambut oleh Timses Jokowi-Ma’ruf. Wakil Direktur Kampanye TKN Daniel Johan mempertanyakan elite yang dimaksud Prabowo. Dia meminta Prabowo sebut nama siapa elite di Jakarta yang mau bagi-bagi duit di hari pencoblosan. “Elite siapa yang akan bagi-bagi duit?” kata Daniel.

Sementara itu, Wakil Ketua TKN Arsul Sani tak merasa tersindir dengan pernyataan Prabowo tersebut. Dia justru menyebut Prabowo selalu berprasangka buruk. “Kami juga yang tidak bisa memahami dari Pak Prabowo, statement itu selalu mulai dari prasangka, suuzan. Seringkali karena yang berstatement Pak Prabowo kemudian mengalir ke bawah. Kemudian kalau sudah ke bawah pasti ditambah-tambahi, dikreasi sendiri, narasi lebih seram daripada itu. Kalau seperti ini terus memang pemilu kita tidak jadi kondusif,” ujar Arsul.

Bawaslu juga ikut bersuara terkait pernyataan Prabowo yang menduga akan ada money politik di Pilpres 2019. Bawaslu berharap capres Prabowo melaporkan dugaan ada elite bakal bagi-bagi duit jelang Pilpres 17 April. Pelaporan diminta disertai bukti pendukung.

“Ya kan kalau memang itu ada, maksudnya memiliki data akurat kemudian bisa jadi petunjuk bahwa apa yang disampaikan itu berpotensi terjadi, ya kami berharap ada informasi ke Bawaslu,” ujar anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo.
(idn/aan)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN: Harus Diungkap Apakah Ibu-ibu ‘Kampanye Hitam’ Bagian Kampanye 02

Bandung – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin meminta polisi mengusut tuntas kasus ibu-ibu di Karawang melakukan dugaan kampanye hitam. TKN menduga ada aktor intelektual dibalik aksi tiga ibu rumah tangga tersebut.
Ketiganya yakni ES warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang, IP warga Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan CW warga Telukjambe, Desa Sukaraja, Kabupaten Karawang. Mereka diamankan kemarin, Minggu (24/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Terhadap ketiga ibu itu kami juga komunikasi ke penyidik seharusnya tidak berhenti di ibu itu, karena kami menduga kemungkinan ada aktor intelektual dibalik itu apakah ibu itu disuruh melakukan kampanye hitam, sebar fitnah, ujaran kebencian kepada masyarakat di sekitarnya untuk tidak memilih Pak Jokowi,” ucap Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (25/2/2019).

Ade Irfan mengatakan dorongan untuk mengusut lebih dalam kasus ini juga sekaligus untuk mencari tahu apakah ketiganya merupakan relawan dari capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno.

“Nah ini makanya yang perlu ditelusuri pihak penyidik. Apakah dari simpatisan atau relawan resmi dari paslon 02 atau memang mereka disuruh melakukan kampanye negatif. Saya menduga ketiga ibu ini tidak paham tentang kalimat atau materi yang mereka ucapkan dan tidak paham dampak hukum yang bisa muncul ke mereka. Ini harus ditelusuri supaya terang benderang, karena ini sesat menyesatkan, ini peristiwa murni ujaran kebencian ke Pak Jokowi,” tutur Ade.

“Kami meminta ke penyidik tetap proses, tidak berhenti dalam proses ke ibu ini, harus tuntas di balik ini apakah diduga dari bagian kampanye 02 atau kepentingan kelompok lain yang mendompleng masalah pemilu ini. Ini yang harus diungkap,” ucapnya menambahkan.

TKN melalui Tim Kampanye Daerah (TKD) Karawang telah melaporkan adanya video itu ke Polres Karawang. Kedatangan Ade ke Polda Jabar untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait kasus yang kini ditangani penyidik Polda Jabar itu.

Kembali ke soal video, Ade menilai konten dari video tersebut sudah jelas merupakan fitnah kepada Jokowi. Menurutnya, ucapan-ucapan yang dilontarkan ibu kepada seorang kakek yang berdiri di pintu tak mencerminkan sikap Jokowi.

“Ini tidak masuk akal dan fitnah keji. Kita tahu bersama, Pak Jokowi memanggil wakilnya seorang ulama, dari mana akal sehatnya sampai mengatakan Pak Jokowi dan Ma’ruf Amin bila terpilih suara azan tidak diperdengarkan. Pergunakanlah akal sehat untuk melakukan kampanye ke masyarakat jangan gunakan orang-orang tertentu untuk kepentingan tertentu yang mengakibatkan timbulnya gadu,” ujar Ade.
(dir/bbn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soal Elite Bagi Duit 17 April, TKN Jokowi Heran Prabowo Selalu Suuzan

Jakarta – Capres Prabowo Subianto menyebut para elite di Jakarta akan membagi-bagikan uang jelang 17 April. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin tak merasa tersindir dengan pernyataan Prabowo tersebut.

“Gimana mau tersindir, wong TKN aja masih termasuk susah payah untuk mengumpulkan dana kampanye kok. Kalau membagi uang itu darimana uangnya,” kata Wakil Ketua TKN Arsul Sani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/2/2019).

Arsul pun mengaku tak memahami maksud Prabowo yang menurutnya selalu berprasangka buruk. Narasi tersebut menurut Arsul justru dibumbui oleh tim sukses Prabowo dan menjadi lebih seram.
“Kita juga yang tidak bisa memahami dari Pak Prabowo, statement itu selalu mulai dari prasangka, suuzan. Seringkali karena yang berstatement Pak Prabowo kemudian mengalir ke bawah. Kemudian kalau sudah ke bawah pasti ditambah-tambahi, dikreasi sendiri, narasi lebih seram daripada itu. Kalau seperti ini terus memang pemilu kita tidak jadi kondusif,” ujar Arsul.
Arsul berharap Prabowo dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) menyampaikan agenda konkret dan bukan sekadar narasi. Ia lalu membandingkan dengan program-program yang disampaikan Jokowi.

“Saya kira kita berharap Pak Prabowo kan sampai sekarang dan juga BPN baru sampai narasi visi dan juga misi besar. Kita harapkan sebetulnya itu adalah agenda aksi yang konkretlah. Kalau Pak Jokowi kan tadi malam misalnya mengatakan akan memberikan kredit mikro itu kan ada sekian jumlahnya, akan membuat bank wakaf mikro, balai latihan kerja. Itu sebetulnya yang kita harapkan kan itu yang dari Pak Prabowo, ketimbang berhenti pada jargon-jargon atau bahkan ungkapan-ungkapan yang membuat kita jadi takut,” ucapnya.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto menyebut para elite di Jakarta sudah kehilangan akal sehatnya. Bahkan, dia menyebut para elite tersebut akan membagi-bagikan uang menjelang Pilpres 17 April 2019.

“Saya selalu katakan elite yang ada di Jakarta itu sudah kehilangan akal sehat. Yang ada di mereka adalah keinginan mengakal-akali rakyatnya sendiri. Mereka memandang rakyat Indonesia bodoh, bisa dibohongi,” kata Prabowo dalam pidatonya di GOR Kesenian Majapahit, Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Minggu (24/2).

Kalimat yang dilontarkan Prabowo ini sontak disambut teriakan kata ‘Betul’ dari ratusan relawan dan petani pendukungnya yang hadir di GOR Kesenian Majapahit. Tak hanya itu, Capres nomor urut 2 ini juga menyebut para elit di Jakarta itu akan membagi-bagian uang menjelang Pilpres 2019 tanggal 17 April nanti.

“Nanti menjelang tanggal 17, mereka sudah punya niat bagi-bagi uang, bagi-bagi sembako, bagi-bagi ini, bagi-bagi itu. Saudara-saudara sekalian, itu uang rakyat Indonesia sendiri,” ungkapnya.
(azr/gbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>