3 Pemain Ajax yang Paling Diminati Klub Top Eropa

Liputan6.com, Amsterdam – Ajax Amsterdam mampu mencuri perhatian pada musim ini. Selain berpeluang menjuarai Eredivisie Belanda dan KNVB Cup, Ajax juga lolos ke semifinal Liga Champions.

Dalam perjalanan menuju fase empat besar, Ajax berhasil menyingkirkan juara bertahan Real Madrid dan favorit musim ini, Juventus. Hasil itu pun membuat Ajax untuk pertama kalinya tampil di semifinal Liga Champions, setelah terakhir kali pada 1997.

Dihuni banyak pemain muda berbakat, pasukan Erik Ten Hag itu mampu bersaing di pentas Eropa. Bahkan, penampilan mengesankan mereka sudah terlihat sejak penyisihan grup.

Performa impresif yang ditunjukkan para pemain Ajax tentu mampu menarik perhatian banyak klub Eropa. Akibatnya, raksasa Belanda tersebut harus berjuang keras mempertahankan para pemainnya pada musim panas.

Frenkie de Jong telah dipastikan bakal angkat kaki dan menuju ke Barcelona pada awal musim depan. Namun, sepertinya mereka akan kehilangan pemain bintangnya lagi.

Harga sepertinya bukan masalah. Sebab, klub-klub sekarang bersedia menebus bintang-bintang berbakat Ajax dengan harga mahal. Berikut ini adalah tiga bintang Ajax yang banyak diincar klub Eropa pada musim panas seperti dilansir Sportskeeda.

Mourinho Takkan Terkejut Jika Tottenham Atau Ajax Juara Liga Champions

(AFP Photo/Oli Scarff)

“Fase grup, kadang-kadang Anda mendapat sedikit keberuntungan, kadang-kadang lawan Anda tidak sebagus yang diharapkan, kadang-kadang Anda beruntung di babak 16 besar. Tetapi ketika Anda masuk ke perempat final, dengan cara yang sangat terhormat, saya selalu mengatakan ada peluang 12,5 persen untuk setiap tim juara.”

“Ketika Anda sampai ke semifinal, bahkan jadi 25 persen untuk masing-masing klub. Saya tidak akan terkejut jika Ajax atau Tottenham memenangkan Liga Champions,” Mourinho menambahkan.

Bantu Ajax Juara Liga Champions, Jadwal Eredivisie Diubah

Amsterdam – Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) sangat mendukung Ajax Amsterdam untuk juara Liga Champions. Bahkan mereka rela menunda Eredivisie pada pekan ke-33 agar Ajax tampil maksimal di semifinal Liga Champions melawan Tottenham Hotspur.

Ajax dijadwalkan bermain menghadapi De Graafschap pada 28 April, kemudian dua hari berselang berjibaku melawan Tottenham pada leg pertama semifinal Liga Champions

KNVB menyatakan keputusan menunda seluruh pertandingan itu dilakukan agar pemain Ajax punya waktu beristirahat lebih lama menjelang meladeni Tottenham. 

“Saya bisa mengonfirmasi rencana ini dan semoga akan segera menjadi resmi karena kami menunggu persetujuan dari otoritas lokal,” kata juru bicara KNVB, Jaap Paulsen, seperti dilansir Four Four Two, Jumat (19/4/2019). 

“Ajax harus memainkan dua laga dalam tiga hari dan itu mustahil. Regulasi liga mengatakan setiap klub harus punya dua hari libur penuh di antara dua laga,” ujar Paulsen.  

Seluruh laga tunda itu, termasuk duel Ajax melawan De Graafschap, akan dimainkan pada 15 Mei. Artinya, itu akan menjadi laga penutup Eredivisie musim ini.  

Berita video highlights leg II perempat final Liga Champions 2018-2019 antara Juventus melawan Ajax yang berakhir dengan skor 1-2 di Allianz Stadium, Torino, Selasa (16/4/2019).

Mourinho Ajari Juventus Kalahkan Ajax

LondonJose Mourinho punya pengalaman mengalahkan Ajax Amsterdam. Pria asal Portugal itu kini mengajari Juventus, yang baru saja didepak de Amsterdammers.

Juventus disingkirkan Ajax di perempatfinal Liga Champions. Bianconeri gugur karena kalah agregat 2-3, berimbang 1-1 kemudian kalah 1-2 dalam pertandingan dua leg.

Mourinho, yang pernah membawa Manchester United juara Liga Europa dengan mengalahkan Ajax Amsterdam 2-0 di final musim 2016/2017, memberi mengajari Juventus bagaimana mengalahkan sang rival. Menurutnya, Bianconeri harus mengandalkan kekuatan fisik–sesuatu yang menurutnya tak dimiliki Ajax.

“Kami memberi mereka pertandingan yang tidak mereka inginkan, mereka mengeluhkan bola-bola panjang kami. Mereka juga mengeluhkan (Marouane) Fellaini, mereka mengeluhkan soal fisik karena tidak bisa mengatasinya,” kata The Special One kepada RT Sport, seperti dilansir Football-Italia.

“Jika bermain melawan Ajax dengan cara yang mereka inginkan, Anda punya risiko mereka justru tampil lebih baik. Jika saya melihat, seandainya Ajax menghadapi Barcelona atau Liverpool di Final, saya pikir Barcelona dan Liverpool bisa mengalahkan mereka dengan kekuatan mereka sendiri.”

“Tetapi ketika Anda tak memiliki kualitas itu, Anda harus menggunakan sudut pandang yang lebih strategis dan memberi mereka apa yang tidak mereka inginkan,” ungkapnya menambahkan.

(yna/yna)

Absen Saat Spurs Menjamu Ajax, Ini Kata Son Heung-min

Liputan6.com, Jakarta Tottenham Hotspur harus menjamu Ajax Amsterdam di leg pertama babak semifinal Liga Champions 2018/19 tanpa Son Heung-min. Pemain Korea Selatan itu terpaksa absen karena akumulasi kartu yang diterima saat Spurs bertemu Manchester City, Rabu dini hari WIB. 

Bertanding di Etihad Stadium, Son sebenarnya tampil memukau. Dua gol yang dicetak ke gawang Manchester City membantu timnya lolos ke semifinal meski kalah 3-4 di leg kedua. Spurs yang menang 1-0 di leg pertama melaju setelah unggu agresivitas gol tandang. 

Ini merupakan gol ketiga Son sepanjang babak perempat final Liga Champions 2018/19. Sebelumnya dia juga mencetak gol semata wayang Spurs saat menang 1-0 di leg pertama. Sejauh ini, Son menjadi pemain Asia dengan gol terbanyak di kompetisi Benua Biru itu. 

Sayang, Son tidak bisa tampil saat Spurs menjamu Ajax di leg pertama babak semifinal nanti. Pasalnya, dia kembali menerima kartu kuning gara-gara menarik baju Kevin De Bruyne pada pertandingan melawan City. Ini merupakan kartu kuning ketiga yang diberikan kepada Son. Akibatnya, dia rela absen pada leg pertama babak semifinal, bulan depan. 

Meski demikian, Son awalnya tidak tahu bakal absen di leg pertama nanti. Dia baru sadar saat Sky Sport menanyakannya. “Saya tidak tahun,” kata Son menanggapinya.  

Son kemudian bercanda, kalau Spurs bakal tampil lebih baik tanpa dia. “Kami tiba di semifinal, tapi kami belum ingin bicara mengenai final sebab Ajax adalah tim yang hebat. Dan tentu saja kami harus bersiap menghadapi hal itu,” beber Son Heung-min.

“Tentu saja, saya sangat sedih dan masih sedih (soal sanksi itu), tapi saya adalah orang yang positif dan para pemain lain mungkin lebih baik tanpa saya,” beber Son.

Ajax Depak Juventus, Ronaldo Tidak Bisa Membuat Mukjizat

Liputan6.com, Turin – Ibu dari bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, mengatakan putranya patah hati setelah tersingkir di Liga Champions. Menurut sang ibu, Ronaldo amat menginginkan partai final Liga Champions.

Wanita bernama lengkap Maria Dolores dos Santos Aveiro ini mengungkapkan perasaan anaknya yang merasa tidak dapat mengubah hasil Juventus. Ronaldo tampak begitu terpukul.

Juventus kalah 1-2 dari Ajax Amsterdam dalam leg kedua perempat final Liga Champions. Ronaldo sempat membawa I Bianconeri unggul lebih dulu, tapi Donny van de Beek dan Matthijs De Ligt mengubah kedudukan.

Hasil itu membuat pasukan Massimiliano Allegri kalah agregat 2-3 dari Ajax. Alhasil, Juventus pun harus angkat koper sedangkan Frenkie de Jong dan kawan-kawan melangkah ke semifinal Liga Champions.

“Dia (Ronaldo) sangat sedih. Dia ingin pergi ke final. Itu akan menjadi yang berikutnya,” kata Aveiro kepada Gazzetta dello Sport.

Pertahanan Keropos, MU Prioritaskan Buru Bek Ajax

Liputan6.com, Manchester – Pada musim panas nanti, Manchester United (MU) diberitakan akan belanja besar. Ole Gunnar Solskjaer memberi isyarat bahwa ia akan melakukan perombakan dalam timnya usai Setan Merah tampil mengecewakan dalam satu bulan terakhir.

Prioritas transfer Solskjaer di musim panas nanti adalah membeli bek tengah. Ia membutuhkan sosok yang bisa memimpin sekaligus menjadi tembok yang kokoh untuk jantung pertahanan Setan Merah.

Dilansir The Mirror, Solskjaer sudah menemukan kandidat yang cocok untuk lini pertahanan MU. Ia dikabarkan tertarik untuk meminang Matthijs De Ligt pada musim panas nanti.

MU menjadikan De Ligt sebagai prioritas belanja mereka di musim panas nanti setelah mereka melihat kepiawaian sang pemain di jantung pertahanan Ajax.

Di usainya yang masih 19 tahun, ia menjadi sosok yang sulit ditembus di barisan pertahanan Ajax. Tidak hanya itu, ia juga memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus di mana ia dipercaya untuk menjadi kapten Tim Belanda itu saat ini.

Baru-baru ini De Ligt kembali membuktikan kemampuannya dengan membawa Ajax menyingkirkan Juventus di perempat final Liga Champions. Untuk itu mereka semakin yakin untuk menawar sang bek di musim panas nanti.

Ajax, Pembunuh Raksasa yang Terus Memburu Mangsa di Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta – Ajax Amsterdam jadi kejutan terbesar di Liga Champions musim ini. Klub asal Belanda ini sukses menembus semifinal, untuk pertama kalinya sejak musim 1996/97.

Bukan cuma outputnya, tiket ke semifinal. Melainkan juga kiprah gemilang mereka selama berlaga di turnamen antarklub paling elite se-Benua Eropa ini.

Sebelum memastikan tempat di empat besar Liga Champions 2018/19, Ajax menyingkirkan dua tim raksasa: Real Madrid (Spanyol) di 16 besar dan Juventus (Italia) di perempat final.

Los Blancos, julukan Real Madrid, mereka singkirkan dengan agregat 5-3. Sementara Juventus, mereka libas dengan selisih gol 3-2. Kemenangan 2-1 Selasa (16/4) atau Rabu dini WIB, di kandang Juventus, Allianz Stadium, menjadi bukti kehebatan Ajax. Di laga pertama sendiri, kedua tim bermain imbang 1-1.

Sebelumnya, di fase grup Daley Blind dan kawan-kawan juga mampu menyulitkan raksasa Jerman, Bayern Munchen. Dalam dua laga, klub berjulukan FC Hollywood itu mereka tahan 1-1 dan 3-3.

Di semifinal, De Amsterdammers akan berhadapan dengan wakil Inggris, Tottenham Hotspur. Dua laga semifinal ini akan digelar pada tanggal 31 April dan 8 Mei 2019.

Tak salah jika julukan Pembunuh Raksasa mulai dialamatkan kepada klub yang dilatih Eric Ten Hag ini.

“Saya tak berpikir mereka akan menjuarai Liga Champions. Tapi, mungkin saya salah. Yang jelas, tidak ada yang menduga mereka bisa lolos ke semifina. Mereka memainkan sepak bola yang sangat aktif,” ujar Carlo Ancelotti, pelatih yang pernah membawa AC Milan dan Real Madrid juara Liga Champions.

Di awal turnamen, memang sangat sedikit yang menjagokan Ajax. Orang umumnya menganggap masa kejayaan Ajax di Eropa sudah berlalu, sejak mereka terakhir kali menjuarai Liga Champions di musim 1994/95, untuk keempat kalinya, di era Patrick Kluivert dan kawan-kawan.

Semifinal Liga Champions: Tottenham vs Ajax, Barcelona vs Liverpool

Jakarta – Tuntas sudah laga-laga perempatfinal Liga Champions 2018/2019. Empat tim sudah dipastikan lolos ke babak semifinal.

Tottenham Hotspur dan Liverpool jadi dua tim terakhir yang merebut tiket ke babak empat besar. Sebelumnya, Ajax dan Barcelona sudah lebih dulu lolos.

Tottenham lolos usai menyingkirkan Manchester City. Meski kalah 3-4 dalam pertandingan leg kedua perempatfinal di Etihad Stadium, Kamis (18/4/2019) dini hari WIB, The Lilywhites berhak lolos berkat keunggulan gol tandang dalam agregat 4-4.

Di hari yang sama, Liverpool juga melaju ke semifinal. The Reds melangkah dengan mantap usai menang 4-1 di markas Porto di Estadio do Dragao. Tim arahan Juergen Klopp itu lolos dengan agergat 6-1.
Sehari sebelumnya, Ajax membuat kejutan dengan menyingkirkan Juventus. Wakil Belanda itu menang 2-1 di kandang Juventus dan lolos dengan agregat 3-2.

Satu lagi tempat di semifinal menjadi milik Barcelona. Lionel Messi dkk mendepak Manchester United dengan agregat 4-0 usai menang 3-0 di Camp Nou pada laga leg kedua perempatfinal, Rabu (17/4/2019) dini hari WIB.

Di semifinal, Barcelona akan berhadapan dengan Liverpool. Sementara satu semifinal lainnya akan mempertemukan Tottenham dengan Ajax.

Pertandingan leg pertama babak semifinal akan dimainkan 30 April – 1 Mei. Sedangkan leg kedua akan digelar 7-8 Mei.

Semifinal Liga Champions 2018/2019:

Tottenham vs Ajax
Barcelona vs Liverpool

(nds/yna)

Erik ten Hag: Juventus dan Madrid Takut dengan Ajax

Ajax berpeluang menghadapi Manchester City yang ditangani Pep Guardiola. The Citizens merupakan satu di antara favorit pada Liga Champions 2018-19.

Menanggapi kemungkinan tersebut, ten Hag mengakui kalau Guardiola memiliki strategi yang mirip dengannya.

“Kami berpeluang menghadapi Pep Guardiola pada babak berikutnya. Ia memiliki filosofi yang mirip dengan saya. Namun, kami sudah bisa melawan Juventus dan Real Madrid, hal itu membuat mereka harus waspada,” ungkap ten Hag.

Namun, Manchester City masih berada dalam posisi tertinggal setelah kalau 0-1 pada pertemuan pertama dengan Tottenham Hotspur.

* Ikuti Hitung Cepat atau Quick Count Hasil Pilpres 2019 dan Pemilu 2019 di sini

Sumber: Football Italia