Persiapan Debat Ketiga, Ma’ruf: Kita Bukan Mau Berantem, Rileks Aja

Jakarta – Cawapres Ma’ruf Amin menyatakan dirinya tetap rileks jelang debat ketiga yang mempertemukan dirinya dengan cawapres Sandiaga Uno. Menurutnya, tak ada strategi khusus untuk debat ketiga.

“Nggak ada strategi khusus, ini kan debat bukan kita mau berantem, rileks saja,” ujar Ma’ruf seusai bersilaturahmi dengan ulama Banten, Abuya Muhtadi, di Cidahu, Pandeglang, Banten sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (3/3/2019).

Meski tak ada strategi khusus, Ma’ruf menyatakan dirinya tetap memperdalam materi yang akan dibahas saat debat. Dia juga menyatakan akan mendengar masukan dari bebagai pihak terkait isu-isu yang bakal dibahas saat debat nanti.

“Persiapannya tentu mendalami materi-materi yang akan diperdebatkan, terutama lima masalah yaitu pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, sosial dan budaya,” ucapnya.

“Lima hal ini yang tentu saya harus mendengar memperoleh masukan dan informasi,” sambungnya.

Dia juga menyatakan Jokowi dan dirinya memiliki program-program untuk mengatasi permasalahan dari kelima tema yang akan dibahas itu. Namun, dia belum menjelaskan detail apa saja program-program di tiap isu tersebut.

“Kalau debat itu nanti tergantung masalahnya, di pendidikan ada, lalu kesehatannya tentu ada, tenaga kerjanya ada, tapi jangan disebut sekarang,” ucap Ma’ruf.

Debat ketiga sendiri bakal digelar 17 Maret 2019 di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat. Debat yang hanya diikuti cawapres itu mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ini akan disiarkan secara langsung di Trans TV, Trans7, dan CNN TV Indonesia.
(haf/haf)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Faldo: Kalau Ada yang Geer sama Pidato AHY, Senyumin Aja

Jakarta – Wasekjen PAN Faldo Maldini menyebut pidato Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal rekomendasi ke pemerintahan mendatang menunjukkan peran parpol berkontribusi memastikan program prorakyat. Faldo menilai pidato AHY tak bisa dikaitkan soal dukungan capres-cawapres.

“Soal substansinya, saya kira itu baik semua. Partai politik idealnya memang memberi rekomendasi pada pejabat publik. Tetapi realitas hari ini, pejabat publik malah berupaya mendikte keputusan partai politik. Seorang figur dianggap lebih besar daripada institusi partai,” kata Faldo saat dihubungi, Sabtu (2/3/2019).

Faldo yang juga Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini menyoroti pandangan AHY sebagai elite Demokrat mengenai sistem kepartaian. Menurutnya pandangan soal sistem multipartai sejalan dengan PAN.

Sedangkan mengenai tak disebutnya nama Prabowo pada pernyataan ‘presiden mendatang’, Faldo menganggap wajar.

“Namanya rekomendasi kebijakan kan untuk yang menjabat. Kalau Pak Prabowo yang mempin, tentu rekomendasinya buat Pak Prabowo. Kalau bukan Pak Prabowo yang menang, tentunya buat petahana. Saya rasa istilah itu sudah tepat digunakan,” katanya.

“Jadi, saya kira tidak ada hubungannya sama komitmen terhadap perjuangan Prabowo-Sandi. Kalau ada yang geer sama pidato Pak AHY, ya senyumin aja, nggak paham berarti,” sambung Faldo.

AHY, Komanda Kogasma Pemenangan Pemilu Demokrat pada Jumat ( 1/3) bicara soal harapan partainya agar presiden terpilih nanti meneruskan program prorakyat era Susilo Bambang Yudhoyono. Pemerintah diminta memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat kurang mampu.

Ada tiga pokok pandangan PD sebagai pesan kepada presiden mendatang yang disampaikan dalam pidatonya. Di antaranya soal pertumbuhan ekonomi, impor pangan, hingga persoalan hukum.

Soal pemilihan kata ‘presiden mendatang’, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin menafsirkannya sebagai keinginan AHY agar program SBY dilanjutkan Jokowi.

Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding mengatakan pidato yang disampaikan AHY menunjukkan pesan bahwa Jokowi telah melanjutkan program yang ada. Hal ini, menurutnya, tidak mengubah kebijakan secara drastis.

“Pak Jokowi telah menginovasi melakukan diversifikasi terhadap banyak kebijakan-kebijakan terdahulu dan kita lihat dari misalnya KIP, KIS, dan bantuan pangan nontunai itu bagian dari upaya Pak Jokowi semakin memperbaiki sistemnya. Sekaligus mengefektifkan seluruh bantuan-bantuan dan istilah jejaring pengaman sosialnya dan menurut saya ini sesuatu yang baik, sesuatu yang menarik,” kata Karding.
(fdn/fdn)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

BNN Cek Jenis Peluru yang Tembus Dada Akbar Korban Salah Tembak

Palembang – Akbar Putra mengaku sebagai korban salah tembak saat petugas gabungan menggelar razia, tadi malam, di Palembang, Sumatera Selatan. BNN akan mengecek jenis peluru yang bersarang di dada akbar.

“Kami memang melepas tembakan saat razia tadi malam. Tapi itu pun tembakan peringatan,” terang Kapala BNN Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan saat dikonfirmasi, Jumat (1/3/2019).

Lebih lanjut, Jhon Turman menyebut jika tembakan dilepas karena petugas sudah terdesak. Mereka diserang dan dilempar batu oleh sekelompok pemuda di lokasi Jalan Teratai, Sukarame. Petugas BNN Sumatera Selatan terpaksa melepas tembakan karena tim diserang dan dilempari batu.

“Kami sama Satpol PP baru mau masuk aja udah diserang, dilempari batu sama kayu. Saya juga ada di lokasi memimpin langsung. Usia mereka masih muda, ya antara 16-20 tahun,” kata Jhon.

“Saya pikir kalau ditembak ke depan pasti selesai. Akhinya tembakan peringatan ke atas sambil kami pun mundur, nggak ada cara lain selain mundur,” katanya.

Meskipun begitu, Jhon menganggap wajar ada warga yang tertembak. Sebab, lokasi kanan-kiri merupakan tembok tinggi dan dimungkinkan terjadi pantulan peluru.

“Bisa jadi itu pantulan peluru, nanti kami cek. Kalau dari peluru anggota saya kan bisa di cek. Saya katakan mohon maaf kepada adik-adik tadi malam. Apa yang kami lakukan adalah salah satu upaya memberantas narkoba,” tutup Jhon.

Untuk diketahui, korban tertembak saat BNNP Sumsel dan Satpol PP menggelar razia narkoba di Jalan Teratai, Kampung Baru, Kamis (28/2) malam. Lokasi itu dikenal sebagai kawasan prostitusi di Palembang. Korban mengalami luka tembak di dada kiri dan kini menjalani perawatan di RS Myria.

(ras/rvk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

TKN Jokowi Sindir Sandiaga: Keluarga Besar Tak Support, Pertanda Buruk!

Jakarta – Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menyindir Sandiaga Uno. Ini menyusul keluarga besarnya, Keluarga Uno mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf.

“Saya heran Sandiaga bisa-bisanya tidak didukung satu keluarganya sendiri. Katanya politik dimulai dari lingkaran paling dekat, dimulai dari keluarga dan teman terdekat,” ungkap Wakil Ketua Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Pria yang akrab disapa Toni ini menyoroti ikatan alumni sekolah Sandiaga, Pangudi Luhur Jakarta, yang juga mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ia juga menilai dukungan Keluarga Uno itu bisa menjadi pertanda buruk bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lantaran mantan Wagub DKI tersebut tak bisa mengkonsolidasikan dukungan keluarga sendiri.


Toni pun menduga Sandiaga akan kesulitan meraih dukungan masyarakat. Ini mengingat, sebutnya, mengambil hati keluarga sendiri saja tidak bisa.

“Pertanda apa bila teman sesama SMA Saja tidak mendukung, keluarga besar saja tidak mensupport?” ucap Toni.

“Pasti itu pertanda buruk. Orang paling dekat saja menolak, apalagi orang yang jauh,” lanjut Sekjen PSI tersebut.

Soal dukungan Keluarga Uno, Toni memberikan apresiasi. Dukungan itu menurutnya akan menambah amunisi kemenangan bagi pasangan calon nomor urut 01 itu.

“Segala bentuk dukungan kami sukuri. Pasti berkontribusi untuk pemenangan Jokowi-Makruf. Kami ucapkan terima kasih,” sebut Toni.

BPN Prabowo-Sandiaga Anggap Dukungan Hanya Sandiwara

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(elz/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Dukungan Keluarga Uno ke Jokowi Dituding Akting, TKN: BPN Prabowo Panik!

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut dukungan Keluarga Uno di Gorontalo untuk capres petahana Joko Widodo (Jokowi) hanyalah akting semata. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menduga tudingan itu bentuk kepanikan BPN Prabowo-Sandiaga.

“BPN panik lihat dukungan keluarga Uno terhadap 01,” ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Rofiq meminta BPN Prabowo-Sandiaga untuk legawa. Menurut dia, dukungan keluarga Sandiaga Uno kepada Jokowi itu menunjukkan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang dicintai rakyatnya.
“Nggak usah baperan dan nuduh-nuduh bahwa dukungan ini rekayasa atau tekanan. Rakyat Indonesia semakin cerdas bahwa Pak Jokowi adalah pemimpin yang membangun, pemimpin yang memajukan rakyatnya. Jadi bukan pemimpin kaleng-kalengan,” katanya.

“Dukungan ini sebagai tanda bahwa Pak Jokowi semakin dicintai oleh semua lapisan masyarakat. Jokowi milik semua,” imbuh Rofiq.

Seperti diketahui, keluarga Uno di Gorontalo mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Jokowi pun hadir dalam deklarasi dukungan itu.

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno mengungkap mengapa tak mendukung saudaranya di Pilpres. Sepanjang pembacaan deklarasi yang digelar di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2) malam itu, teriakan Jokowi menggema ke seluruh ruangan.

BPN Prabowo-Sandiaga kemudian angkat suara soal dukungan itu. Menurut BPN, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, BPN meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.
(mae/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Keluarga Uno di Gorontalo Dukung Jokowi, BPN Prabowo: Acting Saja

Jakarta – Capres petahaha Joko Widodo mendapat dukungan dari keluarga Uno, yang merupakan keluarga dari cawapres saingannya, Sandiaga Uno. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga pun mengaku tak masalah.

“Uno itu kan nama family name. Besar sekali. Sangat besar sekali. Seperti Luhut Binsar Pandjaitan. Apa semua marga Pandjaitan mendukung Pak Luhut? Kan nggak harus. Jadi biasa, kita kan nggak bisa mengontrol pilihan politik keluarga,” ujar Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

“Ini uno yang mana? bagian tengah, depan belakang?” imbuhnya.


Dian mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan hal yang biasa. Hal itu menunjukkan warna demokrasi yang dewasa di Indonesia. Namun, menurutnya, hal itu tak menutupi banjirnya dukungan masyarakat kepada Sandiaga.

“Ini warna demokrasi. Kita nggak harus sama. Ini bagaimana berdemokrasi secara dewasa. Tapi pendukung Mas Sandi ini lebih besar dari yang nggak (dukung). Mas Sandi ini luar biasa, dari pengusaha yang tidak dikenal, jadi cawagub, hingga cawapres,” katanya.

“Kalau mas Sandi muncul, (pendukung) histeris. Saya nggak kecil hati. Ini dinamika dalam keluarga, bukti demokrasi dalam keluarga dan Indonesia,” imbuh Dian.

Selain itu, menurut Politikus PAN itu, dukungan keluarga Uno di Gorontalo itu tak mewakili keluarga Uno seluruhnya. Lagipula, dia meyakini, dukungan keluarga Uno ke Jokowi hanyalah sandiwara semata.

“Kalau misalnya ada yang mendeklarasikan ya bagus, tapi saya tahu keluarga Uno yang di partai Koalisi Indonesia Maju, punya hubungan keluarga dan ‘masa ponakan sendiri nggak dicoblos, masa sepupu sendiri nggak dicoblos’ gitu lho. Kalaupun ada yang mendukung, itu cuma make up aja,” katanya.

“Saya tahu mereka terikat dengan acting bahwa karena partainya berkoalisi dengan itu, jadi tentu saja harus tampak di publik mendukung pasangan Jokowi. Saya tahu itu. Tapi kami biasa saja, ini sebuah realita, kalau tidak, kita tahu lah, kalau nggak dosa-dosa politik akan dibuka, atau diproses secara hukum, karena hukum sekarang kan tumpul ke atas tajam ke bawah,” imbuh Dian.

Seperti diketahui, keluarga Uno di Gorontalo mendeklarasikan mendukung Jokowi untuk menjadi presiden sekali lagi. Jokowi pun hadir dalam deklarasi dukungan itu.

Perwakilan keluarga Uno, Rudi Hartono Uno mengungkap mengapa tak mendukung saudaranya di Pilpres. Sepanjang pembacaan deklarasi yang digelar di Hotel Maqna, Gorontalo, Kamis (28/2) malam itu, teriakan Jokowi menggema ke seluruh ruangan.

“Mencermati kinerja pemerintah Bapak Presiden Joko Widodo selama hampir satu periode ini, terutama perhatian dan kepedulian pemerintah pusat terhadap pembangunan di Provinsi Gorontalo, yang sungguh-sungguh telah kami rasakan selama ini, maka kami keluarga Uno telah bersepakat untuk mendukung sekali lagi Bapak Jokowi sebagai Presiden RI,” ungkap Rudi Uno.

“Memang kami menyadari ada salah satu bagian dari keluarga besar kami yang juga ikut dalam kontestasi pemilihan presiden/wakil presiden saat ini. Namun dengan besar hati, kami harus menyampaikan bahwa kepentingan bangsa dan negara sungguh jauh lebih penting dari sekadar kepentingan keluarga,” sambungnya.
(mae/elz)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Siswa SMA Al-Azhar Kelapa Gading yang Berkata Kasar ke Guru Ngaku Iseng

Jakarta – Siswa yang merekam video dan men-dubbing kata-kata kasar ke guru di SMA Al-Azhar Kelapa Gading menyesali perbuatannya. Dia mengaku hanya iseng.

Siswa tersebut merekam video saat gurunya mendampingi kelompok belajar pada 19 Februari 2019 lalu kemudian men-dubbing kata-kata kasar pada malam harinya. Dia kemudian mengunggah video itu di akun Instagram-nya.

Siswa itu mengaku tidak mengira bahwa videonya jadi viral. Hingga akhirnya, pihak sekolah mengetahui hal itu sepekan setelahnya dan mengklarifikasi kepada siswa serta orang tua.

“Niatnya untuk iseng. Pada saat menangis, dia cerita nggak ada masalah apapun (dengan guru), nggak ada kejadian apapun, dengan guru yang bersangkutan juga nggak ada masalah,” kata Kepala Sekolah SMA Al-Azhar Kelapa Gading, Sumanto di sekolah, Jalan Bulevard Timur, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Jumat (1/3/2019).

Siswa SMA Al-Azhar Kelapa Gading yang Berkata Kasar ke Guru Ngaku IsengFoto: Kepsek SMA Al-Azhar Kelapa Gading (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Pengakuan itu disampaikan siswa tersebut sambil menangis ke guru BK. Hingga akhirnya, siswa tersebut melalui orangtuanya mengundurkan diri dari sekolah.

Pihak sekolah menyayangkan peristiwa ini dan menyesalkan ada pula kabar belum terkonfirmasi yang beredar soal hal ini. Sumanto menuturkan guru yang ada di video tidak sadar direkam dan tidak tahu bahwa siswa tersebut men-dubbing kata-kata kasar.

“Karena dia tidak tahu menahu ya sedih aja. Yang beliau sedih kan berita-berita di luar yang rasanya kurang bertanggungjawab ya. Menyampaikan informasi tanpa ada konfirmasi, bahkan saya melihat berita itu justru cenderung ingin memojokkan baik pihak sekolah dan pihak siswa kan kasihan,” ungkapnya.

Sumanto mengatakan pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara soal video viral ini. Komisi Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarti, juga sudah datang ke sekolah dan memberi rekomendasi.

“Persoalannya sudah selesai dan sudah kondusif. Pembelajaran sudah berjalan normal,” ucapnya.
(imk/bar)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Eha Pedagang Starling Nyaleg Diketawain Teman-temannya

Cilegon – Pencalegan Eha Soleha (44) sempat dianggap sinting oleh para pedagang di pasar induk Kranggot, Cilegon. Ia dianggap nekat dan membuat orang tak percaya karena dianggap tak punya modal.

“Oh, caleg kentir (sinting). Banyak yang bilang gitu orang pasar, ledek-ledekan. Biasa caleg kentir. Saya nggak tersinggung biasa aja,” kata Eha saat berbincang dengan detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Pedagang kopi keliling alias Starbuck Keliling (Starling) mengakui bahwa memang sebelumnya ia tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, karena diajak seorang anggota partai PPP menjadi caleg untuk DPRD Cilegon, ia tertarik dan mau bergabung. Apalagi, waktu itu ia tidak diminta sepeser pun untuk mendaftar di dapil 1 kecamatan Cibeber-Cilegon nomor urut 6.

Begitu pedagang di pasar tahu bahwa ia jadi caleg, Eha bahkan diminta datang ke dukun atau orang pintar. Eha dianggap tak mungkin menang kecuali ada keajaiban.

“Pergi sana ke orang pinter biar disulap. Ya saya menghormati saja orang pasar,” kata Eha yang juga pernah mengenyam pendidikan D3 di Akademi Bahasa Asing di Jakarta.

Sahriah, sesama pedagang di pasar Kranggot awalnya berpikir pengakuan pencalegan Eha sebagai guyonan. Namun, begitu temannya itu menyebarkan striker sampai kartu nama ke pedagang-pedagang, mereka baru yakin dan malah memuji keberaniannya.

“Saya pikir bercanda. Kaget begitu bener. Hebat lah saya dukung aja,” kata Sahriah.

Sesama pedagang yang lain pun terkejut. Apalagi, di stiker Eha terlihat cantik karena make up.

“Kaget banget, apalagi pas lihat fotonya cantik. Dikasih stiker dikira muka camat, ternyata bener baru percaya. Semoga menang namanya juga pedagang sering becanda,” kata sesama pedagang bernama Musdalifah menimpali.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Kenalkan! Eha Penjual Kopi Starling di Cilegon Nekat Jadi Caleg

Cilegon – Caleg DPRD Kota Cilegon dapil 1 Cibeber-Cilegon dari PPP, Eha Soleha (44) sehari-hari menjadi pedagang starling alias Starbuck Keliling alias kopi keliling. Namun, hal itu tidak mengurungkannya maju ke panggung demokrasi.

Eha tinggal di kontrakan petak sekitar 500 meter dari Pasar Induk Kranggot. Ia tinggal bersama kedua orang tua dan anaknya yang masih berumur kira-kira 12 tahun.

Tak ada kursi di ruangan. Televisi tabung seadanya disimpan di lantai. Di beberapa tempat, terlihat pakaian dan mukena bergelantungan.

Setiap hari, ia berjualan di pasar mulai pukul 01.00 WIB dini hari sampai 08.00 WIB pagi. Dari kediamannya, ia bawa 3 termos dan keranjang berisi kopi saset.
Tengah malam jelang fajar adalah waktu paling efektif jualan kopi di pasar karena banyak pelanggan. Pekerjaan ini, sudah dilakukan hampir tiga tahun dengan penghasilan Rp 75 ribu perhari.

Pada pertengahan tahun lalu, Eha bercerita ada pelanggannya tiba-tiba menawarinya menjadi caleg di PPP. Pelanggan tukang sayur itu kebetulan pengurus PAC Kecamatan Cibeber yang sedang mencari sosok caleg perempuan. Meski sempat ragu, ia malah tertarik ikut.

“Saya ditawari teman, saya bilang nggak punya uang. Katanya udah nggak apa-apa, saya diminta beberapa kali, ditelponin, ya udah saya hormati (terima),” kata Eha saat ditemui detikcom di Cilegon, Banten, Jumat (1/3/2019).

Rencana pencalegan ini rupanya sempat ditentang oleh keluarga. Eha diminta mundur karena tak punya modal. Tapi terlanjur mendaftar dan lolos daftar calon tetap (DCT), ia memutuskan untuk terus maju.

“Yah mau gimana lagi, kalau orang tua mah ngedoain aja,” kata orang tua Eha menimpali.

Sejak resmi jadi caleg itulah Eha mengaku semangat melakukan kampanye di pasar. Waktu berjualan ia manfaatkan untuk memperkenalkan diri sebagai caleg dari PPP nomor urut 6. Respons pelanggan menurutnya rata-rata terkejut, bahkan ada yang tidak percaya.

“Walah caleg kopi. Eh ada uangnya nggak. Emangnya punya uang nyaleg,” kata Eha menirukan suara pelanggannya.

“Doain saya sih, kata saya. Terus saya jalan lagi” ujarnya.

Kampanye di pasar itu ia juga sering bagi-bagi stiker dan kartu nama. Ia mengaku dimodali partai untuk dua barang ini. Ia mengaku memang tidak punya modal selain dari jualan kopi keliling.

(bri/asp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham Kekecewaannya

Jakarta – La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura, membuatnya tak layak dipilih pada Pilpres 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menanggapi santai serangan La Nyalla itu.

Juru debat BPN, Ahmad Riza Patria menyebut Prabowo bukan tipikal pemarah, tak seperti deskripsi dalam video yang beredar yang menyebut Prabowo marah-marah di depan ulama. Narasi Prabowo marah di depan kiai sudah dibantah BPN maupun Kiai Yazid yang berasal dari Ponpes Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura yang hadir dalam acara itu. Bagi Riza, serangan La Nyalla lebih ke faktor sakit hati.

“Terkait La Nyalla, kita memahamilah, memahami kekecewaan La Nyalla sampai saat ini kan belum selesai, kekecewaan tidak mendapat rekomendasi sebagai cagub. Padahal semua orang tahu, La Nyalla tahu, Gerindra sudah memberikan rekomendasi kepada La Nyalla untuk mencari teman koalisi cagub, bahkan, tapi kan praktiknya La Nyalla yang menjanjikan bisa dapat rekom dari Demokrat, menghadirkan Pakde Karwo, menjanjikan bisa menghadirkan Kiai sendiri, bisa menjanjikan dapat rekom dari PAN, kan nggak dapet,” kata Riza, Jumat (1/3/2019).

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Ahmad Riza Patria (Lamhot Aritonang)

Riza mengatakan Gerindra dan Prabowo sudah siap memberi rekomendasi cagub Jawa Timur ke La Nyalla dengan memintanya mencari dukungan dari Partai Demokrat dan PAN. Namun, Riza menyebut La Nyalla gagal mendapatkannya.

Karena itu, dia mengaku heran mengapa La Nyalla masih terus menyerang Prabowo.

“Kalau tidak bisa mendapatkan partai lain, kenapa harus Partai Gerindra atau Pak Prabowo yang jadi sasaran terus?” sebut Riza.

Sementara itu, juru bicara BPN Jansen Sitindaon mengatakan Prabowo sama sekali tidak marah-marah ke ulama seperti yang dituduhkan. Bagi Jansen, tuduhan tersebut tak sesuai fakta.

“Pertama, tidak benar itu tuduhan La Nyalla kalau Pak Prabowo marah ke kiai. La Nyalla harus mencabut ucapannya itu karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” kata Jansen.

Jansen menyebut banyak warga di Madura yang mengagumi Prabowo. Jansen mengatakan mungkin La Nyalla sedang tertekan melihat fenomena itu.

“Walau kami menyadari, melihat ramai dan padatnya orang yang menyambut dan mengelu-elukan Pak Prabowo kemarin di Madura, mungkin La Nyalla sekarang sedang stres berat. Karena tanda-tanda La Nyalla akan potong leher sesuai janjinya jika Prabowo menang di Madura semakin dekat. Jadi baiknya La Nyalla baiknya fokus aja memenuhi janjinya itu jika nanti terbukti Prabowo menang di Madura,” imbuh dia.

La Nyalla Serang Prabowo, BPN: Kami Paham KekecewaannyaFoto: Jansen Sitindaon (Dok Pribadi)

Soal kejadian di Sumenep, Madura yang disinggung La Nyalla, Jansen menyebut Prabowo sama sekali tidak marah. Prabowo hanya memperingatkan dan itu menurutnya masih dalam batas normal.

“Jelas di video itu Pak Prabowo bukan marah tapi menegur. Itu pun tegurannya masih dalam batas normal. Karena ada relawan yang jadi audiens bicara dengan keras ketika Pak Prabowo pidato. Itu hal yang wajarlah,” katanya.

Sebelumnya, La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, nggak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2).
(gbr/tsa)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>