Pernikahan Syahrini dan Reino Barack 27 Februari 2019 di Jepang Ditayangkan Eksklusif TV Swasta?

Liputan6.com, Jakarta – Isu rencana pernikahan Syahrini dan Reino Barack yang sempat mengundang tanda tanya, akhirnya mulai terkuak. Keduanya direncanakan menikah di Tokyo, Jepang pada Rabu, 27 Februari 2019 mendatang.

Kabar pernikahan Syahrini dan Reino Barack ini disampaikan melalui akun @silet_indigo milik tayangan infotainment tersebut.

“@princessyahrini & @reinobarack akan menikah 27 Februari di Jepang, rombongan keluarga Syahrini bertolak ke Jepang. Simak liputan EKSKLUSIF silet jam 9 pagi…,” pesan akun tersebut dalam keterangan sebuah video singkat, Jumat (22/2/2019) pagi.

Apakah, pernikahan Syahrini di Jepang, minggu depan juga akan ditayangkan eksklusif di sebuah stasiun televisi swasta?

2 dari 3 halaman

Masjid di Tokyo

Sempat berembus kabar bahwa Syahrini dan Reino Barack akan melangsungkan ijab kabul di Masjid Camii Tokyo, tempat yang sama saat Maia Estianty dan Irwan Mussry mengucap janji suci.

Usut punya usut, Masjid Camii Tokyo tempat yang akan digunakan Syahrini dan Reino Barack menikah dibangun oleh ayah Reino Barack, penugsaha kaya raya Rosano Barack. Hal itu diungkapkan oleh Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Reino memang berdarah Jepang, dari ibunya. Dan, Tokyo sudah merupakan rumah kedua buat pengusaha yang juga mantan kekasih Luna Maya itu. 

Dalam sebuah perbincangan dengan Liputan6.com, beberapa waktu lalu, Reino sempat mengungkapkan Irwan Mussry pernah meminta ayahnya membantu pengurusan pernikahannya dengan Maia Estianty, Oktober 2018, di masjid itu. 

3 dari 3 halaman

Adik Syahrini

Aisyah Rani, adik kandung Syahrini juga tutup mulut soal rencana pernikahan kakaknya dengan Reino Barack. Tapi, tanda persiapan pernikahan itu sudah semakin jelas. 

Inces Syahrini smepat ziarah ke makam ayahandanya Dadan Zaelani. Dan, Dalam unggaha di IG pun penyanyi lagu “Sesuatu” itu mengungkapkan meminta restu pada sang bunda. 

Pebulu Tangkis Muda Berprestasi Diguyur Bonus

Liputan6.com, Jakarta – Djarum Foundation memberikan bonus kepada pebulu tangkis muda PB Djarum yang berprestasi sepanjang 2018. Pemberian bonus dilakukan dalam acara Penghargaan Atlet Muda Berprestasi PB Djarum 2018 di Senayan, Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Tahun ini, pemberian bonus terasa istimewa karena ada 50 pebulu tangkis dari kelompok usia U-17 dan U-19 yang mendapat apresiasi dari Djarum Foundation. Total bonus yang diberikan lebih dari Rp 145 juta.

Para atlet muda ini menjadi kampiun di kejuaraan nasional dan internasional. Di antaranya Djarum Sirnas Premier, Daihatsu Astec Open, Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix, Badminton Asia Junior Championships, Blibli.com Superliga Junior, International Series, hingga World Junior Championships.

“Bagi penerima bonus, apresiasi ini diharapkan dapat melecut semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi, terutama ketika sudah masuk ke level senior nanti,” kata Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.

“Bagi atlet yang belum menerima bonus, diharapkan bisa berlatih lebih keras lagi dan mampu menuai prestasi seperti rekan– rekannya saat ini,” tambahnya.

Yoppy berpesan, para pebulu tangkis muda jangan sampai terlena dengan bonus dan prestasi yang sudah diperoleh di tingkat junior. Pasalnya, perjalanan menuju level senior hingga menjadi juara dunia butuh kerja keras dan dedikasi yang tinggi.

“Jadi, bagi para atlet muda, teruslah pompa mentalitas, teknik, dan daya juang serta berusaha lebih keras lagi agar bisa membanggakan Indonesia di masa mendatang,” ucap Yoppy.

2 dari 3 halaman

Penerima Bonus

Atlet muda PB Djarum yang menyita perhatian adalah Aisyah Sativa Fatetani dan Aisha Galuh Maheswari dari kelompok U17. Keduanya sama-sama tiga kali meraih gelar juara dalam turnamen sepanjang 2018.

Selain itu, ada juga Alifia Intan Nurokhim yang baru saja menyabet gelar Juara Tunggal Putri di Kejurnas 2018. Cemerlangnya prestasi tiga pebulu tangkis putri ini diharapkan bisa menumbuhkan asa kembali berjayanya sektor tunggal putri Indonesia di panggung bulu tangkis dunia.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, PB Djarum memiliki dua pasangan yang sangat bertalenta yakni Leo Rollycarnadio / Indah Cahya Sari Jamil dan Rehan Naufal Kusharjanto / Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pada 2018, keduanya menembus partai final World Junior Championships di mana Leo / Indah mengalahkan Rehan / Siti Fadia dan keluar sebagai juara.

“Rasanya senang sekali bisa mendapatkan bonus yang merupakan apresiasi atas apa telah dilakukan selama ini. Sebagai atlet, saya tidak boleh berpuas diri karena saya masih punya target – target yang ingin di raih, terutama di level senior nanti,” tutur Leo Rollycarnando.

Senada dengan Leo, Indah menuturkan bonus ini menjadi momentum positif untuk meningkatkan kemampuan demi menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi. “Bonus ini membuat saya semakin termotivasi untuk menjadi pebulu tangkis yang lebih baik lagi, baik dari sisi teknik, mental dan juga prestasi,” ucapnya.

3 dari 3 halaman

Penerima Penghargaan Atlet Berprestasi PB Djarum 2018

Juara Kejurnas Badminton 2018:

Tungga Putri, Alifia Intan Nurokhim: Rp 15.000.000

Juara Remaja (Tunggal dan Ganda) Sepanjang 2018: Rp 16.630.000

Juara Taruna (Tunggal dan Ganda) Sepanjang 2018: Rp 89.000.000


Atlet Muda Terbaik 2018:

Leo Rolly Carnadio/Indah Cahya Sari Jamil: Rp 25.000.000

Total Bonus: Rp 145.630.000

Perjuangan 6 Seleb Indonesia Lawan Kanker, Tak Kenal Kata Menyerah

Liputan6.com, Jakarta Hari Kanker Sedunia ditetapkan pada tanggal 4 Februari. Jejak penyakit kanker di Indonesia hingga saat ini masih sangat tinggi alias mengalami peningkatan.

Mendapat predikat dengan penderita kanker tertinggi dalam urutan 8 di Asia Tenggara dan urutan ke 23 di Asia, Indonesia pun berusaha untuk melakukan pencegahan dan pengendalian. Khususnya terhadap kanker payudara dan leher rahim yang merupakan kanker terbanyak di Indonesia.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan usia 30 – 50 tahun dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk leher rahim.

Nah, di Indonesia sendiri rupanya terdapat beberapa selebriti yang pernah berjuang untuk melawan penyakit kankernya dan berhasil sembuh. Tak hanya kanker payudara dan serviks, ada beberapa kanker lainnya yang pernah pernah mereka alami. Berikut Liputan6.com, Senin (4/2/2019) rangkum dari berbagai sumber beberapa selebriti yang pernah berjuang melawan kanker dan berhasil sembuh.

2 dari 3 halaman

Wanita-wanita tangguh yang melawan kanker

1. Andien Aisyah

Saat duduk di bangku SMA, pemilik nama lengkap Andini Aisyah Hariadi ini pernah divonis dokter mengidap kanker payudara. Sempat merasa jatuh dengan kenyataan tersebut, ibu satu anak ini bangkit dan mengikuti sarangkaian prosedur pengobatan sembari melakukan pola hidup sehat. Perjuangan pelantun lagu Gemilang ini tak kenal lelah akhirnya terbayar, Andien pun dinyatakan sembuh.

2. Titiek Puspa

Penyanyi senior ini juga memiliki cerita tentang perjuangannya melawan penyakit kanker. Pada tahun 2009, dirinya pernah divonis mengidap kanker leher rahim atau kanker serviks. Namun dirinya nggak mau berlarut dalam kesedihan, Titiek pun bangkit dan menjalani serangkaian pengobatan. Karena semangatnya untuk sembuh, doa, dan usaha, pelantun lagu Gang Kelinci ini akhirnya dinyatakan sembuh dari kankernya.

3. Rima Melati

Aktris senior ini juga pernah melawan kanker payudaranya. Saat usianya 45 tahun, dirinya didiagnosis menderita kanker payudara stadium 3B. Saat memeriksakan diri ke dokter, Rima diberitahu jika operasi pengangkatan payudara sebelah menjadi satu-satunya jalan yang harus ditempuh.

Namun sang suami mengajaknya untuk melakukan pengobatan ke salah satu rumah sakit di Rotterdam, Belanda. Di sana dirinya menjalani puluhan kali kemoterapi, dan akhirnya setelah berjuang beberapa tahun dirinya dinyatakan sembuh tanpa perlu melakukan mastektomi. Di usianya yang menginjak 79 tahun ini, dirinya dinyatakan sembuh dan mulai menerapkan gaya hidup sehat.

4. Ria Irawan

Pada tahun 2009, Ria Irawan pernah divonis mengidap kanker kelenjar getah bening. Sempat dinyatakan sembuh dari penyakitnya, namun setelah 19 bulan, kanker tersebut justru datang lagi di dalam tubuh Ria.

Sejak saat itu, dirinya terus berjuang menjalani serangkaian pengobatan, termausk kemoterapi. Setelah berjuang tak kenal lelah, pada Januari 2017 lalu, dirinya dinyatakan sembuh dari kanker yang dideritanya.

3 dari 3 halaman

Tak kenal menyerah demi sembuh dari kanker

5. Epy Kusnandar

Epy Kusnandar juga memiliki ceritanya tentang melawan kanker. Dirinya pernah divonis mengidap kanker yang menyerang otaknya. Dirinya pun tak pantang menyerah untuk menjalani serangkaian pengobatan dan akhirnya dirinya dinyatakan sembuh total dari penyakit kankernya tersebut.

6. Aldi Taher

Pada tahun 2016 lalu, Aldi Taher divonis menderita kanker kelenjar getah bening stadium dua. Sejak saat itu, dirinya turut menjalani kemoterapi yang membuat dirinya vakum dari dunia hiburan.

Perjuangannya selama hampir satu tahun akhirnya terbayar, setelah menjalani operasi. Meskipun sudah sembuh, namun dirinya perlu mengikuti saran dokter untuk banyak mengonsumsi makanan sehat.

Itu tadi beberapa seleb tanah air yang pernah mengidap penyakit kanker. Semangat mereka untuk ingin sembuh perlu Anda tiru. Jangan patah semangat untuk melawan penyakit kanker.

Aksi Richie Five Minutes dan Kolaborasi Seru Lesty di LIDA 2019 Indosiar

Liputan6.com, Jakarta – Tak terasa babak Top 80 LIDA 2019 hampir berakhir. Dari total 16 grup yang berkompetisi, giliran grup 15 yang tampil dalam tayangan LIDA 2019 di Indosiar, Rabu (30/1/2019) malam.

Inul Daratista yang juga merupakan salah seorang dewan juri, tampil membuka Konser Top 80 group 15 lewat lagu “Bunga” yang dibawakan dengan spektakuler. Panggung LIDA 2019 makin seru ketika Lesty DA, Selfi LIDA, dan Rani DA berkolaborasi dengan manis membawakan lagu “Berpayung Bulan”.

Nuansa segar muncul ketika dewan juri harus menerima tantangan untuk menirukan gaya penyanyi populer dari lagu yang dimainkan oleh LIDA Band saat memasuki panggung LIDA 2019.

Penonton pun tak henti tertawa melihat aksi Nassar bergoyang ala Agnez Mo. Termasuk Richie Five Minutes yang pada malam itu hadir sebagai juri tamu. Ia ternyata memilih untuk menirukan gaya Rian D’Masiv.

2 dari 3 halaman

Kejutan

Mengawali kompetisi, penampilan Aisyah (Jawa Barat) terlihat penuh perasaan saat membawakan lagu “Anak Yang Malang”. Lagu tersebut membuat duta Jawa Barat ini harus puas mendapatkan dua lampu biru dari Dewan Juri serta lima dukungan dari panel provinsi.

Suasana yang semula tegang pun mencair ketika Aisyah kembali meyanyikan “Anak Yang Malang”. Ia berduet dengan Lesty DA yang penuh dengan penghayatan pada lagu tersebut.

Kejutan datang dari penampilan Duta asal Sulawesi Selatan yaitu Hafizah. Ia berhasil mendapatkan apresiasi penuh berupa 5 lampu biru dan 5 dukungan dari Panel Provinsi. Menurut Inul Daratista, semua yang ada di Hafizah adalah paket komplit.

3 dari 3 halaman

Peserta Lain

Persaingan di Group 15 kembali berlanjut ke Iwan (Sumatera Barat) yang tampil dengan energik membawakan lagu “Dewa Amor” dan berhasil mendapatkan 5 dukungan dari panel provinsi serta 3 lampu biru dari dewan juri.

Odi (Sulawesi Barat) pun patut berbangga, karena  mendapatkan dukungan penuh dari semua panel provinsi dan semua dewan juri berupa 5 lampu biru. Menurut Soimah, Penampilan Odi (Sulawesi Barat) pada malam itu sangat memenuhi syarat dan tidak berlebihan.

Sayangnya hal serupa tidak dialami oleh Duta dari Yogyakarta yaitu Tami. Penampilannya hanya membuahkan 2 dukungan dari panel provinsi serta tidak mendapatkan satu pun lampu biru dari para Dewan Juri.

“Kamu tidak memberikan suatu keindahan untuk kita”, tutur Nassar.

Malang bagi Tami yang mendapatkan nilai terendah 8.09, sehingga harus rela tersenggol dan menghentikan perjuangannya di panggung LIDA 2019. Sementara Hafizah 33.36, Aisyah 21.87, Iwan (Sumatera Barat) 19.01, dan Odi (Sulawesi Barat) 17.67 berhasil melangkah maju ke babak selanjutnya.

Sidang Pembunuhan Kim Jong-nam Diundur Maret 2019, Nasib Siti Aisyah Kian Terulur

Liputan6.com, Kuala Lumpur – Fase penangguhan sidang terhadap dua orang wanita asal Asia Tenggara yang dituduh membunuh Kim Jong-nam –saudara tiri pemimpin Korea Utara– kembali diperpanjang untuk ketiga kalinya. Kabarnya akan dilanjutkan pada Maret mendatang.

Keputusan tersebut dibuat oleh Hakim Azmi Ariffin dalam sebuah keputusan resmi yang diketuk di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, pada Senin 28 Januari 2019.

Menurut pengacara Gooi Soon Seng, sebagaimana dikutip dari Radio Free Asia pada Kamis (31/1/2019), putusan itu merupakan tanggapan terhadap nota pembelaan yang dibacakan untuk terdakwa Doan Thi Huong asal Vietnam, yang diikuti oleh terdakwa lainnya yang berasal Indonesia, Siti Aisyah.

“Kami (pengacara untuk Siti dan Doan) baru saja berbicara dengan hakim, dan ini adalah tanggal baru yang disepakati oleh semua pihak. Doan akan menjalani peninjauan lebih lanjut,” kata Gooi, yang juga mewakili Siti dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam

Doan diperkirakan akan memulai pembelaannya pada 11 Maret dan menyelesaikannya pada 8 Mei. Pengadilan telah mengizinkan 18 hari persidangan untuk mempresentasikan hal terkait, kata Gooi.

Adapun untuk WNI Siti Aisyah, Hakim Azmi memutuskan untuk mengajukan nota pembelaannya dari 27 Mei hingga 31 Juli mendatang.

Pekan lalu, wakil jaksa penuntut umum, Muhamad Iskandar Ahmad, mengatakan kepada wartawan bahwa Doan dapat mengajukan pembelaan terlebih dahulu, jika semua pihak menyetujui hasil peninjauan terakhirnya.

Siti dan Doan dituduh membunuh Kim Jong-namdengan mengusapkan cairan agen saraf VX yang beracun di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017. Keduanya bisa menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

Siti seharusnya memulai pembelaannya pada Senin 28 Januari, tetapi persidangan ditunda pekan lalu, ketika panel pengadilan banding memerintahkan jaksa untuk menyerahkan pernyataan dari tujuh saksi kepada pengacaranya.

“Tentu saja jika kita diizinkan untuk melihat pernyataan itu, maka kita akan mendapatkan pengadilan yang lebih adil,” kata Gooi kepada wartawan mengenai putusan pengadilan banding.

“Jika kita tidak mendapatkan pengadilan yang adil, dari mana kita mendapatkan keadilan? Jika kita tidak berhak melihat kebenaran, mengapa kebenaran harus disembunyikan?,” lanjutnya yakin bahwa Siti dan Doan adalah korban kambing hitam.


Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

Merasa Yakin Ditipu

Jaksa di Shah Alam mengatakan bahwa kedua terdakwa akan mengajukan banding atas putusan terkait ke pengadilan federal, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional karena keengganan mereka untuk menyerahkan pernyataan.

“Banding penuntutan akan memakan waktu untuk diproses di pengadilan federal,” kata Gooi.

Sidang pertama pembunuhan Kim Jong-nam digelar pada 1 Maret 2017 yang dilaksanakan langsung pada Mahkamah Magistret Sepang yang merupakan Mahkamah Rendah.

Sidang Siti Aisyah dan Doan berikutnya akan dilaksanakan 27 Juni 2018.

Sejak persidangan dimulai pada 2017, pihak pembela menyatakan bahwa para terdakwa ditipu oleh anggota intelijen Korea Utara. Muncul kecurigaan besar bahwa Siti dan Doan dibayar untuk terlibat dalam video prank –video berisi gurauan– di bandara.

Empat orang pria Korea Utara, yang oleh polisi Malaysia dikaitkan dengan pembunuhan Kim Jong-nam, melarikan diri dari Malaysia beberapa jam kemudian.

Jaksa kemudian mengadili kasus tersebut pada Juni 2018, dan Hakim Azmi memutuskan pada 16 Agustus bahwa ada cukup bukti terhadap kedua wanita itu untuk melanjutkan persidangan, serta memungkinkan mereka untuk mengajukan pembelaan.

Tadinya, presentasi pembelaan Siti dilanjutkan pada November 2018 lalu, tetapi kemudian ditunda sampai bulan ini, dengan alasan pengacara mereka tengah dalam masa pemulihan dari operasi.

Gila, Pemilik 3 Mobil Mewah Ini Beralamat di Gang Sempit

Liputan6.com, Jakarta – Petugas kantor pajak kendaraan samsat menyambangi gang sempit di jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memburu penunggak pajak mobil mewah.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (29/1/2019), namun petugas yang menyusuri alamat rumah berdasarkan surat kendaraan mobil mewah tak menyangka, jika alamat yang dituju hanya sebuah rumah berukuran 3×3 meter persegi.

Saat dikonfirmasi, pemilik rumah benama Abdul Manaf mengaku bukanlah pemilik mobil mewah.

Abdul menyatakan pernah meminjamkan fotokopi KTP kepada orang lain dengan imbalan uang Rp 125 ribu. Tak hanya KTP atas namanya, KTP istrinya Aisyah dan anaknya Zulkifli pun tercatat sebagai pemilik mobil mewah jenis Mercedes, Harrier, dan Bentley.

Dari tiga mobil mewah yang tercatat atas nama anggota keluarga ini, hanya mobil Zulkifli, yakni mobil Bentley yang menunggak pajak selama 4 bulan sebesar Rp 100 juta.

“Ini bukan mobil saya, dia pinjem KTP dan pakai nama saya, dia janji mau kasih saya sembako,” kata korban penunggak pajak mobil mewah Abdul Manaf.

Petugas kemudian meminta Zulkifli untuk menandatangani surat pemblokiran kendaraan mobil mewah Bentley agar pemilik aslinya segera melakukan bea balik nama kendaraan tersebut. (Muhammad Gustirha Yunas)   

2 dari 3 halaman

Tak Mau Kalah, Bentley Siapkan Mobil Listrik Mewah

Tren kendaraan bebas emisi memang tak bisa dihindari kembali. Semua pabrikan berlomba-lomba untuk menawarkan mobil ramah lingkungan atau mobil listrik.

Bahkan, CEO Bentley terdahulu, Wolfgang Durheimer, menegaskan bahwa sub-Bentayga tak lagi sebagai mobil konsep. Sebentar lagi mobil itu akan diproduksi massal sebagai mobil listrik.






Hal tersebut juga dipertegas oleh CEO saat ini, Adrian Hallmark. Kepada Automotive News Europe, dia mengatakan bahwa pihaknya sedang menuju ke arah kendaraan listrik.

“Saat ini sedang dalam proses. Target kami sebelum 2025,” ujarnya seperti disitat dari Autoevolution.

Mempertimbangkan jangka waktu, Bentley diharapkan tak menggunakan konstruksi J1 dari mobil listrik Porsche Taycan sebagai Premium Platform Electric yang saat ini sedang dikembangkan oleh Audi dan Porsche.


Lalu, mengapa pabrikan Inggris itu mengubah mesin twin-turbocharger Bentayga W12 menjadi mesin ramah lingkungan?

Untuk mencapai tujuan tersebut, Bentley bahkan menurunkan mesin mesin menjadi 6-silinder untuk Bentayga Hybrid. Mesin itu berbeda dengan 6-inline dari Speed Six tahun 1920-an. Tapi mesin itu masih menghasilkan tenaga 455 Tk dan torsi 700 Nm dengan dukungan motor listrik.

Berkaca pada hal yang lebih besar, Volkswagen Group juga telah mengurangi jumlah silinder dalam beberapa tahun. A8 misalnya, adalah instalasi terakhir dari mesin W12 pada Audi. Selain itu, Lamborghini juga mengakui bahwa V10 5.2L dan 6.5L V12 akan terus mendukung produknya dengan bantuan teknologi hybrid.

Bentayga listrik ini sebelumnya pernah dipamerkan dalam Geneva Motor Show 2017, dalam bentuk EXP 12 Speed 6e. Bentayga listrik ini akan menjadi pesaing berat Porsche 911.

Sumber: Otosia.com


3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tebak-tebakan Ini Kelihatannya Sih Gampang, Tapi Bikin Orang Geregetan!

Minggu, 27 Jan 2019 20:04 WIB

Asah Otak

Aisyah Kamaliah – detikHealth



Sekilas sih tebak-tebakan ini kelihatan gampang banget, tapi kalau sudah kamu coba dijamin bikin otak mikir keras. Kamu bisa menjawab semuanya dengan benar?









Berita Terkait

News Feed

Ratu Kerajaan Ubur-ubur Didakwa Sebarkan Ujaran Kebencian

Serang – Aisyah Tusalamah atau Ratu Ubur-ubur yang membuat gempar warga Banten didakwa UU ITE. Pasalnya, perempuan yang punya belasan pengikut ini menyebarkan ajaran yang bisa menimbulkan kebencian dan SARA. Bahkan menyebut bahwa Muhammad ialah perempuan.

Di dakwaan, Aisyah mengirim konten dakwan melalui akun facebook Muahmad Syah Ash dan Sin Shima Syama (Musa ) One. Sepanjang Juli 2017, ia mengunggah konten yang bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan.

“Kita lihat, berperang, mana syahadat yang benar, syahadat kalian atau syahadaku,” kata Jaksa Edwar dalam dakwaan yang dibacakan di PN Serang, Jl, Serang-Pandeglang, Banten, Kamis (24/1/2019).

Kemudian dalam video berdurasi 15,56 menit, terdakwa mengatakan bahwa Rosullah adalah perempuan. Tidak ada dalil yang mengatakan bahwa ia dalah lelaki.
“Jangan coba-coba kalian mengelak bahwa Rosulullah itu perempuan, dalil mana yang menyatakan bahwa Rasulullah itu laki-laki. Di akhir jaman yang tahu seluruh akhir jaman itu hanya satu orang adalah ISA sedangkan ISA adalah ASI.” katanya.

Di dakwaan, Aisyah juga mengatakan bahwa ia adalah penyampai kepada umat. Tak ada bukti yang mengatakan bahwa ia sesat.

“Agama kalian cuma satu yaitu Pancasila, bahwa darah rosul adalah orang Indonesia,” ujarnya.

Jaksa mengatakan bahwa unggahan video Aisyah menurut ahli dari MUI tidak mempunyai dasar dan bertentangan dengan ajaran Islam. Video itu bisa menimbulkan reaksi berbeda seperti ragu pada syahadat dan ragu pada Muhammad, Nabi Isa, dan ke-Esaan Allah.

“Dan menunjukan kebencian karena terdakwa menyimpangkan syahadat yang benar, menyimpangkan profile nabi Muhammad yang benar, menyimpangkan konsep tauhid yang diyakini oleh hampir seluruh dunia. Hal ini akan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan,” katanya.

Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-undang ITE.
(bri/asp)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Mengenang Syeh Kramat Jati Sang Singo Barong

Liputan6.com, Semarang – Ribuan orang menghadiri kegiatan Haul Habib Hasan bin Thoha bin Muhammad bin Yahya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 15 Januari 2019, malam. Habib Hasan juga dikenal dengan nama Syekh Kramat Jati atau Singo Barong.

Kegiatan puncak haul ulama besar itu sampai menutup ujung Jalan Tentara Pelajar Semarang atau daerah Pasar Kambing besok harinya. Sejumlah ulama karismatik hadir, seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dan beberapa ulama dari Timur Tengah, di antaranya dari Damaskus (Suriah) dan Beirut (Libanon).

Para ulama dari Timur Tengah itu pun bergantian diminta memberikan tausiah yang diterjemahkan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Luthfi bin Yahya. Deretan pejabat yang terlihat hadir antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan terlihat pula mantan Panglima TNI Jenderal (Pur) Gatot Nurmantyo.

Habib Hasan bin Thoha yang juga menantu Hamengku Buwono II itu lahir dari pasangan Habib Thoha bin Muhammad al-Qadhi bin Yahya dengan Syarifah Fatimah binti Husain bin Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus.

Ulama besar itu wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah di Jalan Duku, Lamper Kidul, Semarang, yang juga menjadi tempat penyelenggaraan haul.

Dalam tausiahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengingatkan Indonesia bukan hanya negara yang kaya sumber daya alam dengan kesuburannya, melainkan juga kaya ulama.

“Di Pulau Jawa saja, paling ujung ada makam Syekh Maulana Al Bantani. Ditarik terus ke Cirebon, tokoh-tokoh dan ulama Indonesia memagari sampai wilayah Banyuwangi,” katanya, dilansir Antara.

‘Pagar’ ulama tersebut, kata dia, bukan sembarangan, tetapi sesuatu yang sangat bernilai, apalagi sebagian besar ulama al Maghribi dimakamkan di Pulau Jawa. Buktinya, kata Habib Luthfi, para ulama yang sudah wafat itu pun masih bisa mempersatukan umat, memajukan ekonomi, dan sebagainya di tempatnya dimakamkan.

“Mereka ini meski sudah meninggal, masih bisa mempersatukan umat untuk datang berziarah, memunculkan sumber ekonomi, dan sebagainya. Kita ini yang masih hidup apa tidak malu?” katanya.

Habib Luthfi mengajak umat untuk meneladani nilai-nilai yang telah diwariskan ulama terdahulu, serta tidak mudah terpecah belah, apalagi terprovokasi “hoaks”.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Habib Hasan bin Thoha, Iswar Aminuddin, menambahkan banyak kegiatan sebagai rangkaian acara, mulai kirab Merah Putih, khataman, pembacaan Dalailul Khoirot, dan barzanji. Harapannya masyarakat, khususnya di Kota Semarang, menjadi paham sejarah perjuangan Habib Hasan bin Thoha dan meneladani nilai-nilai yang diwariskan.

2 dari 3 halaman

Kisah Syekh Kramat Jati Singo Barong

Seperti dilansir Al-Mihrab, Habib Hasan bin Thoha bin Yahya lahir di kota Inat (Hadramaut), dari pasangan Habib Thoha bin Yahya dengan Syarifah Aisyah binti Abdullah Al-Idrus. Beliau mendapat pendidikan langsung dari kedua orangtuanya sampai hafal Alquran sebelum usia tujuh tahun. Sebelum menginjak dewasa, dia telah banyak hafal kitab-kitab.

Di samping belajar ilmu syariat, Habib Hasan juga belajar tasawuf kepada para ulama. Di antara guru beliau adalah Habib Umar bin Smith dan Quthbil Ghouts Al Habib Alwi bin Abdullah Bafaqih. Denga ilmu yang tinggi, dakwah Habib Hasan diterima khalayak umum maupun khusus. Fatwa-fatwanya banyak didengar oleh pembesar kerajaan waktu itu.

Pada waktu muda, setelah mendapat izin dari gurunya untuk berdakwah dan mengajar, Habib Hasan ke Afrika di Tonja, Maroko dan sekitarnya, kemudian ke daerah Habsyah, Somalia terus ke India dan Penang Malaysia untuk menemui ayahnya.

Setelah tinggal beberapa waktu di Penang, dia mendapat izin dari ayahnya untuk ke Indonesia meneruskan dakwahnya. Habib Hasan pertama kali masuk ke Palembang kemudian ke Banten. Pada saat tinggal di Banten, dia diangkat oleh Sultan Rofiudin, atau Sultan Banten yang terakhir waktu itu menjadi Mufti Besar.

Di Banten tidak hanya mengajar dan berdakwah, dia juga bersama-sama dengan pejuang Banten dan Cirebon mengusir penjajah Belanda. Walaupun Sultan Rofi’udin telah ditangkap dan dibuang ke Surabaya oleh Belanda, tetapi Habib Hasan yang telah menyatukan kekuatan pasukan Banten dan Cirebon tetap gigih mengadakan perlawanan.

Setelah itu, Habib Hasan meneruskan dakwahnya lagi ke Pekalongan, Jawa Tengah. Di Pekalongan dia mendirikan pesantren dan masjid di desa Keputran dan tinggal di Desa Ngledok. Pondok Pesantren itu terletak di pinggir sungai.

Sebelumnya, arah sungai mengalir dari arah selatan Kuripan mengalir ke tengah kota menikung sebelum tutupan kereta api. Namun, dengan keistimewan yang dimiliki Habib Hasan, aliran sungai itu dipindah ke barat yang keberadaannya seperti sampai sekarang.

Pengaruh Habib Hasan mulai dari Banten sampai Semarang sangat besar. Tidak mengherankan bila Belanda selalu mengincar dan mengawasinya. Pada tahun 1206 H/1785 M, terjadilah sebuah pertempuran sengit di Pekalongan. Dengan kegigihan dan semangat yang dimiliki Habib Hasan dengan santri dan pasukannya, Belanda kewalahan.

Akhirnya Habib Hasan bersama pasukan dan santrinya mengungsi ke Kaliwungu, Kendal, tinggal di suatu daerah yang sekarang dikenal dengan Desa Kramat. Atas perjuangan, kearifan, serta keluasan ilmu Habib Hasan, Sultan Hamengkubuwono ke II kagum dan menjadikannya menantu. Daerah yang ditempati juga mendapat perlindungan sultan.

Habib Hasan tinggal bersama sahabatnya bernama Kyai Asy’ari seorang ulama besar yang menjadi cikal bakal pendiri pesantren di wilayah Kaliwungu (Kendal ), guna bahu-membahu mensyiarkan Islam. Masa tua hingga wafatnya, Habib Hasan tinggal di Semarang tepatnya di daerah Perdikan atau Jomblang yang merupakan pemberian dari Sultan HB II.

3 dari 3 halaman

Cegah Adu Domba

Rumah Habib Hasan terbuka 24 jam dan dijadikan tumpuan umat untuk memecahkan segala permasalahan yang mereka hadapi. Dua pesan utama dakwahnya, pertama cinta kepada Nabi Muhammmad beserta keluarganya yang dijadikan pintu kecintaan kepada Allah. Kedua, kecintaan kepada kedua orangtua dan guru.

Habib Hasan adalah seorang yang lemah lembut dan berakhlak mulia tetapi sangat keras dalam berpegang teguh kepada agama. Dia tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadinya.

Banyak amal rahasia yang dilakukan oleh Habib Hasan setiap malamnya. Sehabis salat malam, Habib Hasan berkeliling membagikan beras, jagung dan juga uang ke rumah-rumah fakir miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda tua. Dia sangat menghargai generasi muda dan menghormati orang yang lebih dituakan.

Habib Hasan dikenal sebagai seorang yang ahli menghentikan segala perpecahan dan fitnah antar golongan dan suku. Sehingga aksi adu domba yang dilakukan pihak penjajah gagal. Dia juga menguasai beberapa bahasa dengan fasih dan benar.

Habib Hasan wafat di Semarang dan dimakamkan di depan pengimaman Masjid Al Hidayah Taman Duku Lamper Kidul Semarang. Hingga saat ini, banyak orang yang yang datang berziarah di makamnya.


Simak video pilihan berikut ini:

Cerita di Balik Pembongkaran Makam Karena Beda Pilihan Caleg di Gorontalo

Liputan6.com, Gorontalo – Menjelang Pilpres 2019, tensi politik di berbagai daerah memanas, bahkan efeknya hingga ke masrayarakat di tingkat Desa. Di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Desa Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango, akibat beda pilihan pada pemilihan legislatif mendatang dua makam terpaksa dibongkar dan dipindahkan.

Pantauan Liputan6.com, Sabtu (12/1/2019) isak tangis keluarga Abdusalam Pomontolo pecah saat satu persatu tulang belulang mulai diangkat dari liang lahat untuk dipindahkan. Dua kuburan itu masing-masing atas nama Masri Dunggio dan Siti Aisyah Hamzah.

Awalnya, pemilik lahan bernama Awano Hasan mengajak keluarga Abdulsalam Pomontolo untuk memilih calon legislatif berdasarkan arahannya. Namun, Abdul Salam beserta keluarganya menolak dengan alasan sudah punya pilihan.

“Awano Hasan yang merupakan pemilik lahan sempat melontarkan kata-kata kepada kami, kalau tidak mau ikut pilihannya maka silahkan pindahkan kuburan keluarga kalian yang ada ditanah saya,” ungkap Abdul Salam Pomontolo.

Ia menambahkan, pernyataan tersebut sering dilontarkan Awano. Bahkan satu waktu Awano mencaci keluarganya.

Mediasi sempat difasilitasi oleh pemerintah desa setempat namun tidak membuahkan hasil. Pemilik lahan ngotot agar kedua makam dipindahkan.

“Ia (Awano) kemudian memblokade pintu masuk menuju kuburan, jadi dua kuburan ini kami pindahkan,” kata Abdul.

Sementara itu Kepala Desa Toto Selatan, Gorontalo, Taufik Baladraf membenarkan ada pemindahan dua kuburan. “Iya benar. Kami sudah berusaha melakukan mediasi dan hasilnya kuburan tersebut tetap dipindahkan,” katanya.

Saksikan video pilihan berikut ini: