Airspeed Indicator PK-LQP Dinyatakan Rusak, Ini Kata Lion Air

Jakarta – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut airspeed indicator Lion Air PK-LQP rusak di 4 penerbangan terakhir. Apa kata Lion Air?

Coorporate Communication Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan manajemen maskapai tersebut telah menyerahkan semua data yang dibutuhkan kepada KNKT. Dengan demikian, Lion Air tidak mengomentari setiap jalannya penyelidikan.

“Lion Air sudah menyerahkan dokumen dan data mengenai pesawat ke pihak KNKT. Untuk itu, Lion Air menyerahkan sepenuhnya untuk investigasi atau penyelidikan kepada pihak KNKT. Lion Air akan menerima informasi atau konfirmasi dari pihak KNKT untuk selanjutnya bisa dijadikan referensi atau rekomendasi,” kata Danang di KRI Banjarmasin, Selasa (6/11/2018).

Danang memastikan Lion Air telah mengikuti SOP termasuk soal pemeliharaan dan safety. Dia menyebut pengecekan dilakukan secara berkala.

“Secara general itu, perawatan pesawat itu pada saat pesawat itu dioperasikan itu ada namanya pre flight chek itu pengecekan sebelum keberangkatan. Kemudian ada transit check, transit check itu dilakukan pada saat pesawat transit mendarat di suatu tempat. Nah post flight check itu dilakukan setelah pesawat itu selesai tugas di hari itu atau bermalam di suatu kota lah. Berarti pengecekan itu dilakukan secara berkala,” ungkapnya.

Selebihnya, Danang tidak memberikan keterangan rinci. Lion Air menyerahkan proses penyelidikannya ke KNKT.

“Riwayat PK LQP ini kami belum bisa memberikan keterangan detail. Yang jelas pesawat tersebut, tentang data-data informasinya kita serahkan ke KNKT. Jadi alangkah baiknya kita menunggu hasil dari KNKT lebih lanjut,” ujar Danang.

Sebelumnya diberitakan, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya sudah melakukan penelitian bersama Boeing dan National Transportation Safety Board (NTSB). Flight data recorder (FDR) black box telah di-download dan ada data penerbangan-penerbangan sebelumnya.

Dari data di black box tersebut, dia menyebut pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 mengalami masalah pada alat penunjuk kecepatan. Masalah itu terjadi sejak empat penerbangan terakhir.

“Pada empat penerbangan terakhir ditemukan kerusakan pada penunjuk kecepatan di pesawat, airspeed indicator,” ucap Soerjanto dalam konferensi pers di kantornya, Senin (5/11/2018).

Namun temuan itu belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kecelakaan JT 610. KNKT melanjutkan penyelidikan.

“Kita akan meneliti lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerusakan, bagaimana perbaikan yang sudah dilakukan, dan bagaimana pilot menerbangkan selama pesawat mengalami kerusakan ini,” Kepala Subkomite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo.
(imk/tor)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *