Ahmad Dhani: Dulu Pakai Blankon, Kini Pakai Kopiah

Surabaya – Penutup kepala yang digunakan Ahmad Dhani saat menjalani sidang kerap mencuri perhatian. Bila sidang perdana sebelumnya menggunakan blankon, kali ini Dhani memakai peci.

Meski kini sudah menjajaki dunia politik, namun aura Ahmad Dhani sebagai seorang musisi atau seniman masih kental. Dalam sidang perdana kasus ‘idiot’ pencemaran nama baik yang menyeret namanya, Dhani tampil bak seorang rocker yang identik dengan nuansa hitam.

Ahmad Dhani datang dari Jakarta ke Pengadilan Negeri Surabaya di Jalan Arjuna dengan pada Kamis (7/2) pagi. Ia datang dengan memakai kaus hitam bertuliskan ‘tahanan politik’.


Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sunarta mengatakan, Dhani memakai kaus pada persidangan kemarin karena situasinya yang kondisonal. Sebab Ahmad Dhani dari Bandara Juanda langsung dibawa ke Pengadilan Negeri Surabaya.

“Kemarin itu, kondisional saja. Sebab Dhani dibawa dari bandara langsung ke PN, bukan dari tahanan langsung ke PN. Kemarin jaksa belum menyiapkan rompi,” kata Sunarta, Jumat (8/2/2019).

Ahmad Dhani ber-blankon/Ahmad Dhani ber-blankon/Foto: Deni Prasetyo Utomo/File

Tidak hanya itu, yang juga mencuri perhatian yakni adanya blankon hitam yang menutupi kepala Dhani. Penutup kepala khas Jawa itu dikenakan Dhani hingga sidang rampung.
Namun dalam sidang kedua berlangsung Selasa (12/2/2019), Dhani tampil lebih formal. Tidak ada kesan rocker yang coba dia tunjukkan dalam sidang itu.

Suami Mulan Jameela itu datang memakai kemeja putih lengan panjang yang dipadupadankan dengan celana krem. Meski sama-sama berwarna hitam, namun kali ini bukan blankon yang menutupi kepala plontos Dhani. Melainkan peci.

Entah apa yang membuat Dhani mengubah penampilannya. Menarik untuk terus disimak, penutup kepala apa yang akan digunakan Dhani di sidang ketiga?

Saksikan juga video ‘Ahmad Dhani Teriak-teriak Dirinya Tidak Dibui’:

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat) <!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *