Mantan Agnez Mo Akui sedang Dekat dengan Gisella Anastasia

Saat ditanya sejauh mana kedekatannya, mantan kekasih Agnez Mo itu enggan menjawab secara spesifik. Baginya, untuk membina hubungan spesial, tak mesti dikukuhkan dengan pernyataan cinta.

“Kita lagi dekat. Zaman sekarang mana ada sih main tembak-tembakan lagi. Ayok. Kalian juga gitu kan, mana ada sih tembak tembakan. Lagi dekat, lagi dekat kita,” ia menjelaskan.

Miss Supranational dari Suriname Sapa Penggemar dengan Bahasa Jawa

Liputan6.com, Jakarta – Ada hal menarik saat ratu kecantikan dari Suriname Sri Dewi Martomamat mengunggah video di media sosial. Ia menyapa masyarakat Indonesia dengan bahasa Jawa. Sontak unggahan Miss Supranational Suriname 2019 itu bikin heboh para warganet di Indonesia.

Di video yang diunggah akun Instagram ‘@crownforces’ pada 25 Februari 2019 itu, Sri Dewi Martomamat mengucapkan salam dengan bahasa Jawa dan berbicara dengan kata-kata campuran Bahasa Inggris dan Jawa. Perempuan berwajah eksotis ini juga mengucapkan rasa terima kasihnya untuk masyarakat Indonesia yang telah mendukung dirinya.

“Selamat siang Indonesia, salam manis dari Suriname. Namaku Sri Dewi Martomamat Miss Supranational Suriname 2019. Saya kirim kabar sehat, salam rindu pada saudara saya semua yang ada di Indonesia. Terima kasih atas cinta dan dukungannya, aku sangat mengapresiasi. Maturnuwun,” ucap Sri Dewi dalam bahasa Jawa dan Inggris.

Akun Instagram Sri Dewi pun langsung diserbu warganet Indonesia. Banyak yang kagum dan memuji kecantikannya yang dianggap eksotis dan hampir sama dengan orang Indonesia.

Keturunan Jowo ngendi @miss_sridewi kok iso boso jowo. Salam kenal dari Indonesia,” tulis akun @wahyu_sabekti. Bahkan, ada yang berkomentar wajah Sri Dwi Agnez Mo. “Kok mirip2 agnesmo yo,” tulis akun @jasa_convert_pulsa.

Perempuan yang punya cita-cita menjadi seorang pramugari ini akan mewakili Suriname dalam perhelatan Miss Supranational 2019 setelah memenangkan kontes Miss Tropical Beauties Suriname 2018.

Suriname sendiri merupakan sebuah negara republik yang terletak di Benua Amerika dan merupakan bekas jajahan Belanda. Bahasa utama mereka adalah Bahasa Belanda.

Namun banyak yang menggunakan bahasa Jawa, karena banyak orang keturunan Jawa yang tinggal di sana. Salah satunya adalah keluarga Sri Dewi Martomamat yang cukup fasih berbahasa Jawa, selain Belanda dan Inggris.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

HEADLINE: Polemik Jaga Mata Jaga Telinga di Jabar dan Aceh

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat mengumumkan pembatasan siar sejumlah lagu berbahasa Inggris. Hal tersebut diumumkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dalam surat edaran nomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019.

Ada 17 lagu berbahasa Inggris yang hanya boleh ditayangkan pada jam tertentu. Lagu-lagu yang dibatasi penayangannya oleh KPID Jawa Barat  itu sebagai berikut:

1. Zayn Malik (Dusk Till Dawn)

2. Camila Cabello feat Pharrel (Sangria Wine)

3. The Killers (Mr Brightside)

4. Zayn Malik (Let Me)

5. Ariana Grande (Love Me Harder)

6. Marc E. Bassy (Plot Twist)

7. Ed Sheeran (Shape Of You)

8. Chris Brown feat Agnez Mo (Overdose)

9. Maroon 5 (Makes Me Wonder)

10. Bruno Mars (Thats What I Like)

11. Eamon (Fuck it I Dont Want You Back)

12. Camila Cabello feat Machine (Bad Things)

13. Bruno Mars (Versace On The Floor)

14. 88rising (Midsummer Madness)

15. DJ Khaled feat Rihanna (Wild Thoughts)

16. Yellow Claw (Till it Hurts)

17. Rita Ora (Your Song)

KPID Jawa Barat menetapkan bahwa lagu-lagu tersebut, baik dalam bentuk lagu, video klip, dan/atau sejenisnya hanya dapat disiarkan dan/atau ditayangkan pada lembaga penyiaran yang ada di wilayah layanan Jawa Barat mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.

“Dalam klasifikasi waktu Dewasa (D) ,” tulis penyataan KPID Jawa Barat.

2 dari 6 halaman

Polemik Pembatasan Lagu

Surat edaran yang bertajuk Pembatasan Siaran Lagu-Lagu Berbahasa Inggris ini menuai polemik. Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah pun angkat bicara. Dia menjelaskan latar belakang penetapan aturan tersebut.

Menurut dia, latar belakang ditetapkannya aturan ini berdasarkan pemantauan dan aduan masyarakat. Kemudian, setelah disesuaikan dengan Undang-Undang Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), maka ditetapkanlah 17 lagu berbahasa Inggris termasuk kategori dewasa.

“Sebetulnya ada 86 item. Berdasarkan tupoksi KPI untuk mengawasi konten siaran, dan P3SPS, di mana di situ disebutkan, program siaran yang harus tepat waktu sesuai kategori usia, bahwa program siaran yang berupa lagu atau video clip yang berisi seks, cabul, atau aktivitas seks, masuk program dewasa, dan hanya ditayangkan jam 10 malam ke atas,” ujarnya.

“Dan pembatasan ini dilakukan di wilayah KPID Jawa Barat,” dia menegaskan.

Dedeh menyayangkan adanya anggapan negatif mengenai kebijakan tersebut. Pasalnya, KPID Jabar menetapkan aturan ini bertujuan untuk menjaga norma kesusilaan di kalangan anak-anak.

“Pasti ada pro dan kontra, tapi mudah-mudahan dengan surat edaran ini, masyarakat justru lebih aware. Itu kan lagu-lagunya mengajak ke persetubuhan, seks bebas, dan lain-lain. Tapi sekali lagi, kami bukan melarang (lagu itu), hanya membatasi jam siarnya,” ujar dia.

Dedeh menambahkan aturan ini bukan lah kali pertama. Pada 2016, KPID Jawa Barat bahkan sempat melarang penayangan lagu-lagu dangdut dengan lirik berkonten dewasa.

“Dulu ada lagu dangdut Hamil Duluan, kalau dinyanyikan anak-anak bagaimana? Ini 17 lagu bahasa Inggris masih mending karena tidak semua mengerti artinya, tapi bagi yang mengerti kan dengar anak-anak nyanyi lagu itu, jadi tidak baik,” dia menandaskan.

Surat yang ditandatangani Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah itu menyebutkan aturan tersebut berlandaskan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Penyiaran dan Peraturan KPI.

“Pasal 9 Ayat (1) & Ayat (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) program siaran wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia dan/atau latar belakang ekonomi dan (2) Program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat,” begitu bunyi peraturan landasan kebijakan mengenai pembatasan siaran lagu bahasa Inggris yang ditetapkan KPID Jawa Barat seperti diterima Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

“Pasal 20 Ayat (1) dan (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul dan/atau mengesankan aktivitas seks (2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks,” sambung pernyataan tersebut.

Aturan Bikin Penasaran

Pengamat sosial Budi Rajab menilai aturan itu di samping memberikan dampak positif yang sesuai dengan tujuan KPID Jawa Barat membatasi jam tayang lagu-lagu berkonten dewasa, tetapi ada dampak lain yang bakal terjadi di tengah masyarakat.

Menurut dosen Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Bandung ini, masyarakat justru akan penasaran dan mencoba mencari tahu mengenai lagu-lagu yang dibatasi penayangannya ini.

“Jadi awalnya mereka hanya menikmati lagu karena instrumentalnya yang enak, tetapi mereka tidak mengerti artinya karena menggunakan bahasa Inggris, tapi ada aturan ini justru mereka jadi penasaran, mengapa ini sampai dibatasi,” kata Budi Rajab kepada Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

Pasalnya, dia mengakui sulitnya membendung arus informasi saat ini. “Yang dibatasi, malah dicari-cari,” kata dia.

Untuk itu, Budi melanjutkan, KPID Jawa Barat harus memberikan penjelasan secara detail mengenai alasan penetapan aturan tersebut. “Diumumkan saja mengapa lagu ini dibatasi penayangannya. Semua harus jelas, sampai detail, kalau tidak detail, malah jadi banyak peluang,” dia menandaskan.

3 dari 6 halaman

Reaksi Praktisi Radio di Pantura

Edaran yang dikeluarkan KPID Jawa Barat tentang pembatasan siar 17 lagu berbahasa Inggris menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya para pegiat radio yang ada di Cirebon.

Mereka menganggap 17 lagu yang masuk dalam edaran KPID Jabar tersebut tengah hits di telinga masyarakat Cirebon. Station Manager Pilar Radio Cirebon Lutfi mengatakan, sudah mendengar kabar beredarnya batasan siar dari KPID Jabar.

“Secara resmi saya belum lihat suratnya mungkin ada di kantor nanti saya lihat. Tapi dari kabar tersebut jika benar akan kami ikuti imbauan KPID,” kata dia, Selasa (26/2/2019).

Dia mengatakan, 17 lagu tersebut banyak diminta pendengar kaum milenial Cirebon. Dia sempat menyesalkan sikap KPID Jabar yang mengeluarkan edaran tersebut.

Menurutnya, edaran tersebut terbilang terlambat karena lagu tersebut sudah beredar lama.

“Tapi kan kami tidak bisa menyamakan pendengar entah itu pendengar tahu atau tidaknya lirik. Mungkin ada yang tahu tapi tidak sedetail yang didengar KPID, hanya menikmati musiknya saja,” kata dia.

Lutfi mengaku akan segera menyosialisasikan edaran KPID ke internal radio jika surat tersebut sudah resmi diterima olehnya. Lutfi mengaku siap tidak menyiarkan 17 lagu tersebut di bawah jam 22.00 WIB.

Jika ada pendengar yang meminta diputarkan lagu tersebut, Lutfi akan meminta penyiar untuk menolak secara halus.

“Ya kami paling bilang maaf lagu tersebut tidak ada di playlist kami. Apa mungkin ini (pembatasan siar) terkait undang-undang permusikan,” kata dia.

Music Director Shelter FM Helmi mengatakan, lagu-lagu yang diputar radio komersial di Cirebon didapat dari label musik. Namun, lagu tersebut dikirim dalam dua versi.

Versi pertama adalah lagu yang sudah diedit oleh label tersebut. Sedangkan, versi kedua adalah lagu yang tidak diedit, tetapi tidak boleh disiarkan oleh radio.

“Versi yang edit itu ketika ada lirik yang berbau negatif biasanya dihilangkan sedangkan versi yang full itu biasanya untuk konsumsi pribadi,” kata dia.

Helmi mengaku siap mematuhi edaran KPID Jawa Barat sejauh memberikan dampak positif bagi radionya. Menurut dia, lirik berbau negatif tersebut sudah ada sebelum KPID menyebarkan edaran.

“Dari label juga sudah disensor kok jadi kami sebenarnya aman tapi kami menghormati imbauan KPID,” kata dia.

Dia mengaku tidak memahami apa tujuan utama KPID menyebarkan edaran terkait pembatasan siar terhadap 17 lagu berbahasa Inggris itu.

4 dari 6 halaman

Polemik Lain di Aceh

Aturan terkait kesusilaan di daerah lain juga menuai polemik. Ini terjadi di Aceh. 

Beredar selentingan dari kalangan traveler menyoal banyaknya aturan yang perlu ditaati saat plesiran di Aceh.

“Banyak aturan yang tidak jelas ukurannya, misal di pantai harus pakai pakaian sopan. Sopan itu ukurannya bagaimana?” kata Nisa yang juga perempuan asli Aceh.

“Mungkin ini juga ya yang membuat turis asing mikir dua kali untuk liburan ke Aceh. Di Aceh gak bisa pakai bikini sembarangan kayak di Bali,” katanya.

Dalam Qanun Aceh nomor 8 tahun 2013 pasal 83 tertulis setidaknya ada dua pasal yang dianggap samar dan tidak jelas, yaitu poin (1) yang berbunyi: bagi wisatawan nusantara dan mancanegara diwajibkan berbusana sopan di tempat-tempat wisata. Dan poin (4) yang berbunyi: bagi masyarakat yang menonton pertunjukan/hiburan, dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

“Itu kan aneh, bagaimana kalau yang menonton itu suami istri, masa mereka dipisah cuma karena menonton pertunjukan di Aceh, satu tempat cewek satu tempat cowok, untuk menunjukkan ini lho mereka dipisah laki-laki dan perempuan,” kata Nisa.

Kabupaten Bireuen bahkan lebih ekstrem. Pemkab setempat pada medio 2018 pernah menerbitkan surat edaran standardisasi kedai kopi dan restoran yang sesuai dengan syariat Islam.

Dari 14 poin imbauan dalam terbitan tersebut, setidaknya ada 2 poin yang paling menjadi sorotan, yaitu perihal larangan perempuan dan laki-laki bukan muhrim duduk satu meja, dan perihal larangan pramusaji melayani perempuan tanpa pendamping di atas pukul 21.00 WIB. Bagi Nisa, dua poin yang dipermasalahkan tersebut sangat aneh, membingungkan dan seperti dibuat-buat.

“Dilarang melayani wanita? Mengapa harus dilarang? Itu intimidatif sekali. Misal orang lapar, enggak boleh makan gitu? Haram satu meja, dari mana hukumnya kalau itu haram?” kata Nisa.

Nisa mengungkapkan, meski aturan Pemkab Bireuen secara teritori tidak masuk dalam wilayah tempatnya tinggal, namun Nisa mengaku kasihan dengan kaum wanita yang ada di Bireuen. Padahal sebagai anak Aceh, dirinya tahu betul bagaimana cara perempuan Aceh menempatkan diri dalam pergaulan.

Dia pun menyadari penerapan syariat Islam di Aceh memang harga mati dan tidak perlu dipersoalkan. Hanya saja, aturan yang dibuat perlu dilihat dari berbagai sudut pandang dan disosialisasikan terlebih dahulu agar tidak menjadi polemik dalam masyarakat.

5 dari 6 halaman

Permainan Sentimen dan Imajinasi

Negeri berjuluk Serambi Makkah ini sangat ketat memberlakukan berbagai aturan yang berkait dengan penegakan syariat.

Sejumlah payung hukum menjustifikasi pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Antara lain, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Istimewa Aceh, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus, dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pemerintahan Aceh.

Selanjutnya, terdapat Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang secara rinci menjelaskan sejumlah aturan, seperti berduaan dengan bukan muhrim, judi, dan zina. Penghakimannya terdapat dalam Qanun Aceh No.7 Tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayat.

Belakangan, sejumlah kabupaten dan kota mengeluarkan berbagai aturan yang mengikat warganya dalam berprilaku. Sekali lagi, aturan-aturan ini muncul dalih Aceh merupakan selasar dari negeri dimana Islam berasal, yakni Makkah.

Sejak 7 Januari 2012 Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya mengeluarkan surat edaran yang melarang wanita dewasa duduk mengangkang saat berkendara. Pada 2018 lalu, Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengeluarkan surat edaran mengenai standarisasi kedai kopi dan restoran.

Surat edaran itu tertandatangani pada 30 Agustus 2018 oleh Bupati Bireuen, Saifannur. Salah satu isinya melarang perempuan dan pria duduk dalam satu meja, kecuali bersama dengan muhrimnya.

Di tahun yang sama, Bupati Kabupaten Aceh Barat, Ramli, Ms mewajibkan warganya berbusana Islami jika ingin mendapat pelayanan administrasi di instansi setempat. Sang bupati tak segan-segan memecat kepala dinas yang intansinya yang memberi pelayanan terhadap warga tak berbusana Islami.

Aturan-aturan berselimut syariat di Aceh bukan tidak mendapat kritikan. Ada yang melihat penggembar-gemboran syariat Islam dalih ketidakmampuan pemerintah melahirkan produk yang lebih pragmatis, berkaitan dengan ekonomi politik (ekopol), misalnya.

“Perda yang diklaim syariat sebenarnya tidak mewakili syariat. Harusnya, ketika syariat itu datang, dia merespon persoalan riil kehidupan orang Aceh tentang ekopol, pertarungan sumber daya alam, kemiskinan, eksploitasi, perdagangan atau ekonomi yang adil, sebagai bagian dari pemulihan pasca konflik,” ujar Sosiolog yang saat mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, Affan Ramli kepada Liputan6.com, Selasa malam (26/2/2019).

Perda syariat lahir akibat imajinasi sempit para politisi. Politikus di Aceh tidak memiliki imajinasi syariat yang aplikatif untuk mewarnai kehidupan ekopol di Aceh. Sehingga, yang lahir hanya aturan-aturan nirguna, yang hanya menyentuh sisi tak kasat mata individu-individu di Aceh, yang harusnya menjadi tanggungjawab si individu tersebut.

“Karena tidak ada ide, jadi harus ditutupi dengan permainan sentimen-sentimen syariat dengan imajinasi syariat yang sangat sempit,” tegas Affan.

Pemerintah menutupi kegagalan-kegagalan dalam melahirkan produk yang lebih populis dengan melahirkan produk-produk berselimut syariat. Pada satu titik, kondisi ini hendak mengesampingkan aturan liyan yang sejatinya juga sangat mendasar dan perlu bagi kehidupan orang Aceh.

“Kondisi ini memaksa para profesor mengikuti selera para politisi. Saya pernah bertanya kepada seorang profesor, kenapa dimulai dari yang 4 itu, yang khalwat, maisir, khamr. Kenapa tidak dimulai dari perbankan yang ribawi itu diperbaiki dulu. Profesor bilang, karena masyarakat kita inginnya syariat yang ada cambuknya,” kata Juru Bicara Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Syariat (JMSPS) ini.

6 dari 6 halaman

Tak Ada Keluhan dari Wisman

Sedikit banyak, aturan-aturan berbasis qanun atau Perda syariah itu sangat berpengaruh pada kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Namun demikian Pemprov Aceh mengklaim kunjungan wisata ke daerah tersebut naik dari tahun ke tahun.

Data dari laman Pemprov Aceh mengungkap, pada 2017 terdapat peningkatan kunjungan wisata mencapai 2,9 juta orang, yang terdiri dari 2,8 juta wisatawan Nusantara, dan sisanya sekitar 78 ribu merupakan wisman.

Angka itu meningkat dibanding capaian 2016, yaitu 2,1 juta wisatawa Nusantara dan 76 ribu wisman. Pemprov memprediksi angka kunjungan wisatawan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2018 saja pemprov Aceh berani menaikan target kunjungan wisman menjadi 100 ribu orang.

Kabid Destinasi Pariwisata Aceh, Muzakir, saat dihubungi Liputan6.com menolak jika qanun atau perda syariah dianggap membatasi wisatawan yang ingin berkunjung ke Aceh, khususnya wisatawan mancanegara.

“Sejauh ini tidak ada komplain dari wisman. Mereka kalau ke Sabang ikut arahan kita, ikut kita kok,” kata Muzakir.

Meski demikian, Muzakir tidak tahu persis apakah perda pariwisata di Aceh menjadi penghalang bagi wisatawan untuk menjelajahi keindahan wisata alam Aceh. Namun yang pasti dirinya meyakinkan jika belum ada wisatawan yang komplain soal qanun pariwisata di Aceh.

“Maldives malah lebih syariah dari kita, wisman banyak juga di sana,” kata Muzakir.

Terlepas dari perda pariwisata, ada beberapa hal yang membuat pariwisata Aceh diklaim semakin berkembang. Selain branding “The Light of Aceh”, makin banyaknya ragam paket wisata dan minat yang tinggi dari masyarakat yang ingin terlibat di pariwisata juga menjadi pemicu utamanya.

Sejalan dengan itu, promosi pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan, penguatan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami, dan semangat branding wisata The Light of Aceh.

KPID Jawa Barat Batasi Jam Tayang 17 Lagu Bahasa Inggris

Liputan6.com, Bandung – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat mengumumkan pembatasan siar sejumlah lagu berbahasa Inggris. Hal tersebut diumumkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat dalam surat edaran nomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019.

Surat yang ditandatangani Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah itu menyebutkan aturan tersebut berlandaskan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Penyiaran dan Peraturan KPI.

“Pasal 9 Ayat (1) & Ayat (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) program siaran wajib memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia dan/atau latar belakang ekonomi dan (2) Program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat,” begitu bunyi peraturan landasan kebijakan mengenai pembatasan siaran lagu bahasa Inggris yang ditetapkan KPID Jawa Barat seperti diterima Liputan6.com, Selasa (26/2/2019).

“Pasal 20 Ayat (1) dan (2) Peraturan KPI No.02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran bahwa (1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul dan/atau mengesankan aktivitas seks (2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks,” sambung pernyataan tersebut.

Konsekuensi dari aturan itu adalah ada 17 lagu berbahasa Inggris yang harus ditayangkan pada jam tertentu, yakni pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

“Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat menetapkan bahwa lagu-lagu berbahasa Inggris yang berjudul sebagaimana terlampir pada Surat Edaran ini, baik dalam bentuk lagu, video klip, dan/atau sejenisnya hanya dapat disiarkan dan/atau ditayangkan pada lembaga penyiaran yang ada di wilayah layanan Jawa Barat dalam klasifikasi waktu Dewasa (D): mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB,” tulis penyataan KPID Jawa Barat.

2 dari 2 halaman

Daftar 17 Lagu

Daftar ke-17 lagu yang dibatasi penayangannya oleh KPID Jawa Barat:

1. Zayn Malik (Dusk Till Dawn)

2. Camila Cabello feat Pharrel (Sangria Wine)

3. The Killers (Mr Brightside)

4. Zayn Malik (Let Me)

5. Ariana Grande (Love Me Harder)

6. Marc E. Bassy (Plot Twist)

7. Ed Sheeran (Shape Of You)

8. Chris Brown feat Agnez Mo (Overdose)

9. Maroon 5 (Makes Me Wonder)

10. Bruno Mars (Thats What I Like)

11. Eamon (Fuck it I Dont Want You Back)

12. Camila Cabello feat Machine (Bad Things)

13. Bruno Mars (Versace On The Floor)

14. 88rising (Midsummer Madness)

15. DJ Khaled feat Rihanna (Wild Thoughts)

16. Yellow Claw (Till it Hurts)

17. Rita Ora (Your Song)


Simak video pilihan berikut ini:

Hobi Nyanyi? Ini Cara Go International

Liputan6.com, Jakarta – Salah satu impian terbesar seorang musisi adalah mampu membawa musiknya ke kancah internasional. Namun, keinginan ini tidak mudah diwujudkan karena musisi Indonesia harus mampu bersaing dengan ratusan bahkan ribuan musisi yang ada di seluruh dunia.

Belum lagi adanya perbedaan selera musik di Indonesia dengan di luar negeri yang semakin menyulitkan musisi Tanah Air untuk menembus pasar internasional. Nama musisi seperti Agnes Monica, Anggun, dan Rich Bryan telah sukses go international.

Mereka berhasil sukses karena musik yang mereka berikan diterima oleh masyarakat dunia. Lalu, apa saja tips agar bisa go international? Simak di bawah ini, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Be Authentic!

Menjadi diri sendiri adalah kunci yang akan membawa seseorang untuk meraih sukses, termasuk di dunia musik. Ciptakan suatu karya original yang jadi ciri khas musik Anda.

Jangan pernah menjiplak karya orang lain jika Anda tidak ingin dicap sebagai plagiat. Menciptakan sesuatu yang original memang tidak mudah.

Namun, Anda bisa melakukan observasi untuk mengetahui selera musik yang lagi digandrungi oleh masyarakat. Tentukan pula terget usia dari musik yang Anda perkenalkan untuk memudahkan proses branding dan marketing.

2 dari 4 halaman

2. Menyiapkan Lirik Lagu Bahasa Inggris

Lirik lagu menjadi poin yang tak kalah penting karena bahasa Inggris menjadi bahasa universal yang digunakan di seluruh dunia. Musisi Indonesia perlu menyiapkan lirik lagu dalam bahasa Inggris agar masyarakat dunia mengetahui makna dari lagu yang dinyanyikan.

Penggunaan kata di dalam lirik lagu juga perlu diperhatikan. Jangan terkesan terlalu rigid agar lagu lebih enak didengar.

Musisi Indonesia harus memerhatikan penggunaan tata bahasa yang tepat untuk menyampaikan inti dari lagu. Hindari penggunaan tata bahasa atau grammar yang salah agar lagu tidak disalahartikan oleh masyarakat di luar negeri.

3. Sesuaikan dengan Genre Musik Barat

Genre atau jenis musik barat sangat variatif. Ada genre pop, R&B, dan lain sebagainya. Musisi Indonesia harus mampu menyesuaikan genre musik yang ingin dibawakan dengan jenis musik yang ada di luar negeri.

Guna memastikan apakah genre musik sesuai, tentukan terget pasarnya terlebih dahulu. Jika target pasar adalah anak muda di bawah umur 30 tahun, genre musik pop dan R&B bisa jadi pertimbangan.

Dalam urusan genre, musisi Indonesia bisa saja menambahkan iringan alat musik tradisional khas negeri Tanah Air. Namun dengan syarat, perpaduan musik modern dan tradisional harus menyatu agar tidak terdengar aneh di telinga.

3 dari 4 halaman

4. Kolaborasi dengan Musisi Luar Negeri

Agar musik yang dibawakan semakin dikenal oleh masyarakat luas, musisi Indonesia perlu melakukan kolaborasi dengan musisi luar negeri.

Misalnya kolaborasi antara Agnes Monica dan Chris Brown dalam musik terbarunya yang bebeberapa bulan lalu sempat menjadi trending topic di platform media sosial, seperti Twitter dan YouTube.

Kolaborasi mendatangkan banyak keuntungan bagi seorang musisi. Selain lebih dikenal, musisi tersebut memiliki kesempatan untuk manggung di ajang pergelaran musik internasional, seperti American Music Awards.

5. Mempunyai Branding yang Bagus

Musik yang bagus sekalipun tampaknya sulit dikenal oleh masyarakat jika tidak disertai dengan branding yang tepat. Musisi Indonesia berhak menembus kancah internasional karena memiliki taste musik yang khas.

Selain itu, konten visualnya juga sangat berkualitas. Chris Brown sendiri mengakui hal ini pada video klip Overdose yang dirilis oleh Agnes Monica beberapa waktu lalu.

Dalam melakukan branding, seorang musisi tidak perlu berkoar-koar di banyak media untuk memperkenalkan musik terbarunya. Cukup memilih satu atau dua media besar saja agar musik tidak terkesan pasaran dan murahan, sehingga masyarakat semakin penasaran dengan musik yang dirilis.

4 dari 4 halaman

6. Menyiapkan Modal Secukupnya

Merilis satu lagu membutuhkan biaya yang besar karena musisi harus membayar editor, sutradara, hingga model video klip. Maka dari itu, seorang musisi harus memikirkan konsep musik yang akan dirilis secara detail agar proses pengambilan gambarnya tidak menghabiskan banyak waktu dan biaya.

Guna menghemat biaya, musisi bisa meminta bantuan sponsorship. Namun, mencari sponsorship menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi seorang musisi karena sistemnya cukup rumit.

Jika tidak ingin rumit, sebaiknya danai musik Anda dengan modal sendiri sehingga hasilnya juga bisa dinikmati sendiri.

Kumpulkan Keberanian dan Tembus Pasar Luar Negeri

Tentu saja, kesulitan yang dihadapi untuk menembus pasar internasional itu dua kali lipat lebih sulit daripada pasar lokal. Namun dengan kerja keras, usaha, kegigihan, dan beberapa tips tersebut, keinginan untuk go international bukan hal yang mustahil.

Perkenalkan musik kepada masyarakat luas dengan berani dan percaya diri. Urusan musik diterima atau tidak itu menjadi poin nomor dua, yang penting Anda sudah mencoba melakukan yang terbaik.

Aksi Richie Five Minutes dan Kolaborasi Seru Lesty di LIDA 2019 Indosiar

Liputan6.com, Jakarta – Tak terasa babak Top 80 LIDA 2019 hampir berakhir. Dari total 16 grup yang berkompetisi, giliran grup 15 yang tampil dalam tayangan LIDA 2019 di Indosiar, Rabu (30/1/2019) malam.

Inul Daratista yang juga merupakan salah seorang dewan juri, tampil membuka Konser Top 80 group 15 lewat lagu “Bunga” yang dibawakan dengan spektakuler. Panggung LIDA 2019 makin seru ketika Lesty DA, Selfi LIDA, dan Rani DA berkolaborasi dengan manis membawakan lagu “Berpayung Bulan”.

Nuansa segar muncul ketika dewan juri harus menerima tantangan untuk menirukan gaya penyanyi populer dari lagu yang dimainkan oleh LIDA Band saat memasuki panggung LIDA 2019.

Penonton pun tak henti tertawa melihat aksi Nassar bergoyang ala Agnez Mo. Termasuk Richie Five Minutes yang pada malam itu hadir sebagai juri tamu. Ia ternyata memilih untuk menirukan gaya Rian D’Masiv.

2 dari 3 halaman

Kejutan

Mengawali kompetisi, penampilan Aisyah (Jawa Barat) terlihat penuh perasaan saat membawakan lagu “Anak Yang Malang”. Lagu tersebut membuat duta Jawa Barat ini harus puas mendapatkan dua lampu biru dari Dewan Juri serta lima dukungan dari panel provinsi.

Suasana yang semula tegang pun mencair ketika Aisyah kembali meyanyikan “Anak Yang Malang”. Ia berduet dengan Lesty DA yang penuh dengan penghayatan pada lagu tersebut.

Kejutan datang dari penampilan Duta asal Sulawesi Selatan yaitu Hafizah. Ia berhasil mendapatkan apresiasi penuh berupa 5 lampu biru dan 5 dukungan dari Panel Provinsi. Menurut Inul Daratista, semua yang ada di Hafizah adalah paket komplit.

3 dari 3 halaman

Peserta Lain

Persaingan di Group 15 kembali berlanjut ke Iwan (Sumatera Barat) yang tampil dengan energik membawakan lagu “Dewa Amor” dan berhasil mendapatkan 5 dukungan dari panel provinsi serta 3 lampu biru dari dewan juri.

Odi (Sulawesi Barat) pun patut berbangga, karena  mendapatkan dukungan penuh dari semua panel provinsi dan semua dewan juri berupa 5 lampu biru. Menurut Soimah, Penampilan Odi (Sulawesi Barat) pada malam itu sangat memenuhi syarat dan tidak berlebihan.

Sayangnya hal serupa tidak dialami oleh Duta dari Yogyakarta yaitu Tami. Penampilannya hanya membuahkan 2 dukungan dari panel provinsi serta tidak mendapatkan satu pun lampu biru dari para Dewan Juri.

“Kamu tidak memberikan suatu keindahan untuk kita”, tutur Nassar.

Malang bagi Tami yang mendapatkan nilai terendah 8.09, sehingga harus rela tersenggol dan menghentikan perjuangannya di panggung LIDA 2019. Sementara Hafizah 33.36, Aisyah 21.87, Iwan (Sumatera Barat) 19.01, dan Odi (Sulawesi Barat) 17.67 berhasil melangkah maju ke babak selanjutnya.

Kapan Harus Mengakhiri Hubungan? Tanyakan Ini pada Diri Anda

Liputan6.com, Jakarta Sebuah hubungan romantis belum tentu terjalin indah. Sekalipun telah berjalan lama, terkadang ada saja hal yang membuat pasangan terpaksa putus atau mengakhiri hubungan.

Seringkali, Anda mendengarkan saran dari teman apakah harus mengakhiri hubungan. Namun, keputusan semacam ini sesungguhnya harus berasal dari diri sendiri. Melansir Men’s Health pada Selasa (29/1/2019), Anda seringkali tidak tahu kapan harus membuat keputusan semacam ini.

“Keputusan untuk mengakhiri hubungan atau tidak tergantung pada apa yang kita harapkan,” kata psikolog klinis dan pendidik seks Lawrence Siegel.

“Apa yang telah kita dapatkan dari hubungan ini, apa yang bisa kita toleransi, dan apa yang menjadi penghancur komitmen? Tahap yang paling sederhana adalah, apakah kita mendapatkan apa yang kita inginkan? Jika jawabannya adalah tidak atau tidak terlalu, ini semua menjadi turunan dari itu,” kata Siegel.

Karena itu, berikut ini beberapa pertanda yang mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan.

2 dari 5 halaman

Gangguan dalam diri Anda

1. Apakah pasangan mengganggu Anda?

Menghabiskan waktu bersama seseorang bisa terasa sangat menjengkelkan. Namun, jika mereka benar-benar mengganggu di titik yang seharusnya tidak dilewati, ini menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Siegel mengatakan, orang harus siap untuk apakah dirinya bersedia toleransi akan hal-hal kecil.

“Jika setiap hal kecil menjengkelkan, kita harus kembali ke pertanyaan mendasar: Untuk apa hubungan kita ini?”

2. Seberapa besar hubungan terpengaruh oleh kebencian?

Pasangan yang sehat tentu saja memiliki konflik dalam hubungan mereka. Namun, jika argumen Anda dipicu oleh kebencian, seperti masalah di masa lalu yang terus dimunculkan, ini adalah sinyal bagi hubungan kalian.

“Jika Anda mulai memikirkan hal-hal yang tidak Anda lakukan dalam hidup Anda sendiri, atau berharap bisa melakukannya jika bukan karena hubungan ini, saat itulah kebencian mulai merayap masuk,” tambah Siegel.

3 dari 5 halaman

Perasaan ingin melepaskan diri

3. Apakah Anda suka melakukan waktu sendirian?

Waktu untuk sendiri adalah hak semua orang. Namun, jika Anda berharap untuk bepergian tanpa pasangan ini bukanlah pertanda baik. Pikirkan alasan mengapa Anda mulai tertarik untuk “lepas” dari orang yang selama ini menghabiskan waktu bersama.

4. Bagaimana pandangan Anda tentang masa depan?

Ketika Anda mengambil langkah mundur dan melihat gambaran yang lebih besar, apakah Anda memikirkan masa depan dengan orang tersebut? Jika iya, apakah ini membuat Anda takut atau bahagia?

“Semua ini membawa kita kembali ke pertanyaan, ‘Apa yang sebenarnya saya inginkan? Apakah saya merasa lebih baik? Apakah saya orang yang lebih positif dengan dia?'” kata Siegel.

4 dari 5 halaman

Mencoba untuk kedua kalinya

5. Apakah Anda masih ingin mencoba?

Hanya karena Anda merasakan semua hal di atas, bukan berarti Anda harus segera mengakhiri sebuah hubungan. Pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah Anda masih ingin mencoba?

“Apakah ini titik akhir atau perempatan?” kata Siegel.

Dia mengatakan, Anda perlu berdiskusi tentang hal ini. Mengenai seberapa banyak usaha dan energi yang ada pada setiap orang untuk memperbaiki hubungan.

6. Memutuskan

Jika telah mencoba untuk kedua kalinya dan ada kemajuan dalam hubungan, maka ini adalah saat yang tepat untuk melanjutkannya. Namun jika tidak, hal terbaik adalah dengan mengakhirinya.

“Terkadang beberapa hal tidak bisa berjalan dengan baik,” Siegel menjelaskan.

5 dari 5 halaman

Simak juga video menarik berikut ini:

Ini Asal Sepeda Jokowi Saat Hadiri Deklarasi Dukungan Alumni UI

Liputan6.com, Jakarta – Calon presiden nomor urut 01 Jokowi hadir dalam acara Deklarasi Alumni UI untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Mantan Gubernr DKI itu datang dengan bersepeda sebelum naik ke atas panggung. Kedatangannya pun langsung disambut dengan sorakan meriah dari para peserta.

Ketua Gerakan Alumni UI untuk Jokowi-Amin, Fajar Soeharto mengatakan, apa yang dilakukan Jokowi tersebut memang sudah direncanakannya.

“Kita ingin unik tentu saja, misalnya kita ingin sampaikan juga kita ingin konsen dengan alam, maka sepeda kita pilih daripada kendaraan yang lain,” kata Fajar di Plaza Tenggara, Komplek GBK, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sepeda yang digunakan Jokowi 100 persen buatan Indonesia dan terbuat dari bambu.

Ia mengatakan, sepeda tersebut berasal dari pengrajin di Temanggung, Jawa Tengah, bernama Singgih Susilo Kartono, seorang lulusan Universitas ITB. Sepeda ini pun sudah dipasarkan secara internasional.

Setelah Jokowi naik panggung, musisi kondang, Addie MS selaku konduktor paduan suara langsung memimpin ribuan peserta yang hadir untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. 

Acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh alumni Universitas Indonesia, Lala Karmela. 

“Kami lihat Indonesia maju pesat di berbagai bidang berkat kerja keras Bapak Joko Widodo. Demi Indonesia, kami alumni UI dan semua yang hadir di sini menyatakan dukungan kami kepada calon presiden dan calon wakil presiden Indonesia periode 2019-2024, Jokowi-Amin,” ungkap Lala.

2 dari 2 halaman

Ribuan Peserta  

Fajar mengatakan, acara deklarasi ini dihadiri oleh ribuan peserta dari 18 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, serta organisasi masyarakat. Para peserta pun datang atas inisiatif mereka karena kepeduliannya bersama.

Fajar berujar, acara deklarasi ini dirasakannya bagai sebuah reuni besar dimana para peserta saling berkenalan dan berteman di dalamnya.

“Kurang lebih 9 ribu orang. Sekitar siang tadi kita dapat hitungan sekitar 7 ribu sampai hampir 8 ribu, padahal waktu itu masih macet sampai ujung sana,” jelas Fajar.


Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jokowi: Tak Punya Pengalaman, Jangan Coba-Coba Pimpin Negara

Liputan6.com, Jakarta Calon Presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi, mengatakan, diperlukan seorang yang berpengalaman untuk memerintah suatu wilayah, terlebih negara. Dia menyebut, jangan ada yang mencoba berusaha memerintah, jika tak punya itu.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Alumni Universitas Indonesia untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Itu yang saya sampaikan, diperlukan pengalaman memerintah, apalagi untuk negara Indonesia yang besar ini. Jangan coba-coba dong,” ucap Jokowi di Plaza Tenggara, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Dia menceritakan, bagaimana pengalaman pertamanya saat memimpin Kota Solo, sebagai wali kota. Hal ini sempat membuatnya pusing, karena belum pengalaman.

“Apa yang saya alami saat itu membuat saya banyak terkaget-kaget dan pusing, karena memang belum memiliki pengalaman pemerintahan,” ungkap Jokowi.

2 dari 2 halaman

Butuh Proses

Dia menuturkan, butuh proses setengah tahun, untuk menyesuaikan diri mengelola Kota Solo. Menurutnya, berbeda antara mengelola manajemen birokrasi pemerintahan dengan bisnis.

Dengan pengalaman itu, Jokowi akhirnya maju sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hanya butuh dua tahun, kemudian menjadi orang nomor satu republik ini.

Menurutnya, permasalahan jauh lebih kompleks. Pasalnya, bukan mengelola satu kota atau provinsi saja, tapi seluruh wilayah. Dan justru mendatang.

“Saya aja butuh waktu beberapa tahun untuk bisa mengelola, apalagi yang belum punya pengalaman,” pungkasnya.


Saksikan video pilihan di bawah ini: