Amien Rais soal Debat Keempat Pilpres: Prabowo Ahli, Satunya Agak Gagap

Jakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengatakan puas dengan penampilan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat keempat. Amien mengatakan Prabowo sangat lancar dalam debat.

“Tadi malam saya tidur nyenyak dan puas sekali. Pak Prabowo betul-betul tampak ahli. Pidatonya nggak dihafal, lancar. Yang satunya agak gagap,” kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

Dalam debat keempat, Prabowo Subianto menyoroti mengenai pertahanan Republik Indonesia saat debat dengan capres petahana Joko Widodo (Jokowi). Prabowo beberapa kali menyebut pertahanan Indonesia lemah.


Saat menyampaikan visi-misi ihwal tema debat, Prabowo menyebut pertahanan Indonesia lemah. Anggaran pertahanan, sebut Prabowo, juga terlalu kecil.

“Di bidang pertahanan keamanan, kita terlalu lemah. Anggaran kita terlalu kecil. Ini akan kita perbaiki,” ujar Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).

Sindiran tersebut ditanggapi Jokowi, awalnya dia membicarakan soal prioritas pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika itu tercapai, menurut Jokowi, anggaran yang diberikan kepada TNI akan lebih besar.

“Memang kita sekarang ini baru memberikan prioritas pada pembangunan infrastruktur. Pada suatu saat, apabila pertumbuhan ekonomi kita semakin baik, kita akan bisa memberikan anggaran yang lebih baik pada TNI kita,” kata Jokowi saat debat.

Jokowi menyinggung tentang informasi dari intelijen strategis. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Jokowi mengatakan tidak akan ada invasi ke Indonesia dalam 20 tahun ke depan.

“Dari informasi intelijen strategis yang masuk pada saya mengatakan 20 tahun ke depan invasi dari negara lain ke negara kita dapat dikatakan tidak ada,” ujar Jokowi.
(fdu/dkp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Prabowo: Maaf Saya Agak Keras, Tapi Persaudaraan dengan Jokowi Tak Putus

Liputan6.com, Jakarta – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto merespons ungkapan ‘rantai persahabatan tak putus’ yang disampaikan capres nomor urut 01 Jokowi. Prabowo juga mengaku persahabatannya dengan Jokowi tidak akan putus walau beda pandangan dalam bernegara. 

“Audiens kalau lihat kita terlalu bersahabat, ya kita bagaimana yah? Saya bersahabat dengan beliau, walau kita berbeda tentang kenegaraan,” ucap Prabowo dalam debat Pilpres keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (30/3/2019).

Prabowo pun meminta Jokowi maklum bila dalam perdebatan kali ini berbicara dengan nada sedikit keras. Namun demikian, Prabowo tetap meyakinkan, kalau dirinya tetap menghormati Jokowi, sebagai kepala negara.

“Maaf pak, saya agak keras, karena saya setengah Banyumas, setengah Minahasa. Jadi agak keras. Saya hormat dengan bapak. Kita pun enggak akan putus persaudaraan kita, kita berjuang untuk rakyat yang terbaik untuk bangsa,” ucap dia.

Prabowo pun sempat menyebut sejumlah tokoh di kubu Jokowi-Ma’ruf yang selama ini dekat dengan dirinya. 

“Saya dan tokoh-tokoh semua, Ibu Mega, Mbak Yenny semua, Mas Pram, kita pun enggak akan putus saudaraan kita,” ucap dia.

Tangan Gaib di Balik Pembuatan Badik Pusaka Raja Bone

Liputan6.com, Bone – Indonesia dikenal dengan keberagaman suku dan budayanya. Salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak suku adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yakni suku Bugis, Makassar, dan Toraja.

Meski ketiga suku di Sulawesi Selatan tersebut memiliki ragam tradisi yang berbeda, ada satu yang sama. Yakni, senjata khas yang kemudian disakralkan bernama badik. Senjata tradisional ini juga digunakan suku Mandar di Sulawesi Barat (pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan).

Badik bagi suku-suku di Sulawesi Selatan memiliki fungsi sama. Selain dianggap benda pusaka, badik juga dianggap pelindung. Badik untuk membela harga diri, baik sifatnya individu maupun keluarga. Harga diri masyarakat Sulsel dan Sulbar memang dijunjung tinggi yang kemudian dikenal dengan istilah Siri atau Siri’ Na Pacce.

“Budaya Siri sudah menyatu dalam tingkah laku masyarakat Sulsel yang terdiri dari tiga suku besar tadi, yakni Bugis, Makassar dan Toraja,” ucap Puang Nasir seorang tokoh masyarakat di Kabupaten Bone, Sulsel kepada Liputan6.com, Sabtu (5/11/2016) lalu.

Menurut Nasir, dahulunya badik tak bisa lepas dari pinggang seseorang ke mana pun ia pergi. Demikian juga ketika mereka merantau, badik menjadi barang sakral yang wajib ikut dan menemani dalam perantauan.

“Apalagi badik pusaka leluhur, tentunya selain digunakan untuk jaga diri dari gangguan orang jahat, badik demikian dianggap bisa menolak bala, nah badik pusaka masih diyakini dapat menjadi azimat dan berpengaruh ke arah baik atau buruknya bagi pemilik atau pemegang badik tersebut,” ujar Nasir.

Masyarakat Bugis Bone memiliki beberapa macam jenis badik khas. Yang paling dikenal dan disakralkan di Bone adalah badik jenis Gecong. Badik ini dahulunya hanya digunakan seorang raja atau kalangan bangsawan.

“Badik Gecong adalah badik Raja Bone yang paling disakralkan dan hampir di setiap acara adat masyarakat Bone, badik gecong hadir dalam rangkaian diantaranya pencucian badik pusaka raja Bone maupun acara tradisi tolak bala di Bone,” Nasir mengungkapkan.

Badik Gecong lebih akrab disebut oleh masyarakat Bugis Bone dengan nama kawali. Badik ini asalnya dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone yang disebut Kampung Kajuara.

Berdasarkan cerita dan keyakinan masyarakat Kajuara, badik Gecong milik raja tersebut dibuat langsung oleh makhluk halus dan pembuatannya pun di malam hari.

“Orang di Kajuara, Bone percaya badik raja (gecong) dibuat makhluk halus. Pada malam hari pembuatannya hanya didengar suara palu yang terus berbunyi bertalu-talu hingga jelang pagi. Paginya itu badik sudah jadi,” kata Nasir.

2 dari 2 halaman

Kesaktian Badik Lagecong

Badik gecong ukurannya hanya berkisar 20-25 sentimeter. Adapun cirinya mirip dengan badik khas suku Makassar yang bernama badik Lompo Battang (perut besar). Hanya saja, bilahnya agak membungkuk, di mana hulunya agak kecil dan melebar selanjutnya bagian ujung sangat meruncing.

Pada umumnya, badik gecong yang pada masa lalu hanya digunakan oleh raja maupun bangsawan suku Bugis Bone tersebut berbahan besi dan bajanya berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang tampak menonjol pada permukaannya.

“Badik gecong ini mempunyai pamor yang disebut oleh masyarakat Bugis sebagai timpalaja atau mallasoancale yang letaknya dekat hulunya. Bahannya pun dari besi baja yang berkualitas tinggi serta mengandung meteorit yang menonjol di permukaan,” Nasir menjelaskan.

Selain badik gecong, masyarakat Bugis Bone, menurut Nasir, juga mengenal badik jenis Lagecong. Senjata ini dikenal sebagai badik perang. Di mana badik tersebut memiliki racun yang mematikan.

“Jenis badik lagecong paling banyak dicari karena sangat dikenal dengan badik paling mematikan atau masyarakat bugis pada umumnya kenal dengan mosonya atau racunnya,” Nasir menerangkan.

Badik lagecong hingga saat ini jadi buruan karena diyakini bisa menaklukkan semua senjata lainnya jika berhadapan dengan badik lagecong.

“Iya, banyak orang percaya demikian bahwa semua alat perang akan tunduk pada badik lagecong tersebut,” Nasir mengungkapkan.

Menurut Nasir, badik lagecong diambil dari nama sang empu atau masyarakat Bugis kenal dengan sebutan Pandre yang kala itu bernama lagecong. Namun, ada juga yang berpendapat badik jenis lagecong diambil dari bahasa Bugis, “Gecong” atau “Geco” yang bermakna sekali sentuh langsung mati.

“Sampai saat ini masih banyak yang percaya kalau badik lagecong yang asli terbuat dari daun nipah yang terapung di air dan melawan arus,” tokoh masyarakat Bugis itu memungkasi.


Saksikan video menarik pilihan berikut:

Uji Coba Menuju Kualifikasi Piala Asia, Timnas U-22 Hadapi Bali United

JakartaTimnas Indonesia U-22 dipastikan akan menjalani satu laga uji coba untuk persiapan ke Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. ‘Garuda Muda’ akan menghadapi Bali United.

Pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Indonesia berada di grup K bersama Vietnam, Thailand dan Brunei Darussalam. Timnas Indonesia U-22 akan mulai menjalani pemusatan latihan pada Senin (4/3/2019) di Jakarta.

PSSI memastikan tidak ada laga uji coba internasional selama persiapan karena waktunya mepet. Sebagai gantinya, Bali United disiapkan sebagai lawan dalam laga yang rencananya digelar pada 17 Maret.

“Rencananya pemusatan latihan selama 10 hari di Jakarta. Kemudian tim akan berangkat ke Bali dan melakukan laga uji coba menghadapi Bali United sebelum bertolak ke Vietnam,” ujar Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

“Kami harus melihat jadwal turnamen yang padat di AFF kemarin, jadwalnya hanya selang satu hari untuk beristirahat. Jadi, pemain membutuhkan recovery yang agak panjang. Kami pun memutuskan tidak ada pertandingan uji coba internasional dan hanya ada menghadapi Bali United. Toh lawan yang akan dihadapi sudah pernah dihadapi saat AFF,” imbuhnya.

Tisha menegaskan target utama Timnas adalah di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Gelar juara di Piala AFF U-22 diharapkan menjadi motivasi Andy Setyo dkk.

“Ini adalah target utama. Timnas Indonesia U-22 harus lolos kualifikasi dan masuk ke putaran final AFC 2020 dan masuk ke 4 besar di putaran final tersebut,” tegasnya.
(ads/raw)

Khawatir Gempa Susulan, Warga Solok Selatan Pilih Tidur di Tenda

Solok Selatan – Gempa masih menghantui warga Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat. Ratusan orang memilih tidur di tenda-tenda darurat karena khawatir tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa sendiri menyebabkan 55 orang terluka dan merusak lebih dari 500 unit rumah.

“Gempanya menghentak. Pas pagi tadi agak diayun dan sepertinya tadi malam sudah ada (rumah) yang retak. Jadi pas paginya banyak yang roboh,” kata Emi Susnawati, salah seorang warga korban gempa di Jorong Koto Sungai Kunyit, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan kepada detikcom di lokasi, Kamis (28/2/2019).

Menurut Emi, warga memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang di dirikan di depan rumah atau di lapangan terbuka.
Selain karena rumahnya yang ikut rusak, warga memilih tidur di tenda karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.

“Kami sudah nggak berani masuk rumah, karena sampai malam ini terasa gempa susulan. Jadi nggak berani. Takut menjadi korban,” jelas mantan kepala kampung itu.

Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Selatan, Joni Hasan Basri mengakui, warganya masih dihantui ketakutan dan memilih tidur di luar rumah.

“Masih trauma,” katanya. Ia menuturkan, sementara ini BPBD sudah menyalurkan bantuan-bantuan tanggap darurat ke lokasi.
(gbr/jbr)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Soal Potensi Tsunami Terjang Jakarta, BMKG: Hanya Riak-riak

JakartaBMKG sudah membuat model tentang gempa di Selat Sunda yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. BMKG menyatakan sumber gempa tersebut jaraknya mencapai ratusan kilometer dari Jakarta.

“Berkaitan dengan amankah Jakarta, tentunya kami sudah membuat modelling karena para pakar, di megathrust, Selat Sunda katanya ada kekuatan 8,7, di Selat Sunda. Tapi sumber gempa yang berdampak di Jakarta itu agak jauh, di selatan Sukabumi, kurang-lebih jaraknya 200 kilometer, lalu Selat Sunda,” kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Hall Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019).

Hal itu disampaikan Rahmat saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Amankah Jakarta dari Tsunami?’. Rahmat memastikan tsunami yang mungkin timbul akibat gempa di Selat Sunda itu tidak berdampak signifikan untuk Jakarta.

“Kami sudah coba memodelkan. Tentunya yang berdampak serius adalah Selat Sunda. Kalau di utara Jakarta, ya mungkin hanya riak-riak ya. Kita sudah modelkan, tidak begitu signifikan,” terang Rahmat.

Terkait keamanan Ibu Kota dari tsunami, Perencana Ahli Utama Kedeputian Pengembangan Regional Bappenas Suprayoga Hadi lebih menyoroti soal tata ruang. Dia menitikberatkan terhadap upaya antisipasi.

“Contohnya, apakah Jakarta aman terhadap tsunami? Itu semua sangat mungkin untuk direncanakan. Rencana itu bermacam-macam. Contohnya rencana tata ruang. Pantai Ancol ini sesuai tata ruang DKI nggak?” ujar Suprayoga.

“Jadi regulatory itu masuk dalam konteks planning yang benar. Kalau kita mau mewujudkan daerah kita sebagai daerah yang aman, kita harus taat peraturan dalam hal ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, BMKG menyampaikan soal potensi terjadinya tsunami di kawasan Selat Sunda. BMKG mengidentifikasi tiga sumbernya, yakni Gunung Anak Krakatau, Zona Graben, dan Zona Megathrust.
(zak/fjp)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

Timnas Indonesia U-22 Tantang Bali United Jelang Kualifikasi Piala AFC 2020

Jakarta – Timnas Indonesia U-22 sudah melupakan kemenangan di Piala AFF 2019. Bersiap menyambut kualifikasi Piala AFC di Vietnam pada 22-26 Maret 2019, timnas bakal melakoni uji coba melawan Bali United.

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria memastikan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 untuk kualifikasi Piala AFC U-23 2020 akan dimulai pada Senin (4/3/2019). 

“Rencananya pemusatan latihan selama 10 hari di Jakarta. Kemudian tim akan berangkat ke Bali dan melakukan laga uji coba menghadapi Bali United sebelum bertolak ke Vietnam,” ujar Ratu Tisha saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (28/2/2019).

Mengenai jadwal laga uji coba timnas kontra Bali United, Ratu Tisha menyebut laga tersebut akan digelar sekitar 17 Maret.

Satu laga uji coba kontra tim lokal disiapkan PSSI agar pemain tidak terus didera kelelahan jelang kualifikasi mengingat belum lama ini menjalani jadwal padat di Piala AFF U-22 2019.

“Kami harus melihat jadwal turnamen yang padat di AFF kemarin, jadwalnya hanya selang satu hari untuk beristirahat. Jadi, pemain membutuhkan recovery yang agak panjang. Kami pun memutuskan tidak ada pertandingan uji coba internasional dan hanya ada menghadapi Bali United. Toh lawan yang akan dihadapi sudah pernah dihadapi saat AFF,” ujar Ratu Tisha.

Ratu Tisha juga menegaskan target Timnas Indonesia U-22 di turnamen kualifikasi pada 22 hingga 26 Maret mendatang. “Ini adalah target utama. Timnas Indonesia U-22 harus lolos kualifikasi dan masuk ke putaran final AFC 2020 dan masuk ke 4 besar di putaran final tersebut,” tegasnya.


Sumber: Bola.com

Jaksa Ungkap Kebohongan Ratna Sarumpaet kepada Nanik Deyang Cs

Liputan6.com, Jakarta – Ratna Sarumpaet didakwa menyebarkan berita bohong. Salah seorang yang terpapar virus kebohongan Ratna, Nanik Sudaryati selaku Waketum BPN Prabowo-Sandi dan Ketua Yayasan Merah Putih (YMP).

Hal itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019).

Jaksa mengatakan, Ratna Sarumpaet hendak bertemu Nanik Sudaryati di kediaman Prabowo, lapangan Polo Nusantara Hambalang, Bogor Jawa Barat, Selasa tanggal 2 Oktober 2018 sekira pukul 14.00 WIB.

Saat itu, terdakwa hendak menemui Prabowo Subianto untuk menyampaikan keluhan atas penganiayaan yang dialaminya. Namun di sana, terdakwa terlebih dahulu bertemu Nanik.

Terdakwa pun mengaku kepada Nanik telah dianiaya orang. “Terdakwa meminta saksi Nanik Sudaryati meraba pipinya yang lebam dan bengkak dibalut perban serta mengatakan giginya lepas,” ucap jaksa membacakan dakwaan.

Terdakwa juga menceritakan kronologinya. Kepada Nanik, Ratna Sarumpaet mengatakan penganiayaan terjadi di Bandung seusai mengikuti acara lokakarya penulis naskah di Bandung.

“Ketika terdakwa bersama dua teman penulis dari Malaysia dan Srilanka menuju Bandara Husein Sastranegara dengan menggunakan taksi di area parkir bandara terdakwa dipukuli oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal,” kata Jaksa.

2 dari 2 halaman

Nanik Ceritakan ke yang Lain

Kemudian, Nanik Sudaryati menceritakan kembali kronologi penganiayaan yang dialami terdakwa kepada Prabowo Subianto, Muhammad Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon dan Sugiono tatkala mengelar pertemuan sekitar pukul 15.00 WIB.

“Atas cerita saksi Nanik Sudaryati tersebut, terdakwa diam tidak memberikan tanggapan,” ujar dia.

Selain menceritakan, Nanik Sudaryati membagikan foto dan cerita kronologi ke akun facebook dengan akun Nanik S Deyang.

Berikut isi dari tulisan Nanik yang diunggah ke facebooknya, yang dibacakan jaksa.

Mbak Ratna Sarumpet sebagai salah satu anggota tim badan pemenangan nasional Prabowo Sandi sore ini setelah agak pulih ia melaporkan kepada Pak PS kejadian yang menimpanya. Pak PS didampingi Pak Amien Rais dan Pak Fadli Zon.

Mbak Ratna dihajar habis 3 orang 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung. Ceritanya malam itu seusai acara konferensi dengan beserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Mbak Ratna naik taksi dengan peserta dari Srilanka dan Malaysia akan naik ke Soetta.

Sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian saat 2 temannya dari luar negeri turun berjalan menuju bandara. Mbak Ratna ditarik 3 orang ke tempat gelap dan dihajar habis oleh 3 orang dan diinjak perutnya. Setelah dihajar Mbak Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal sehingga bagian samping kepalanya robek.

Menurut Mbak Ratna kejadian sangat cepat sehingga Mbak Ratna sulit mengingat bagaimana urutan-urutan kejadian karena semua begitu cepat dan Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibawa pulang sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi oleh sopir taksi Mbak Ratna di turunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi.

Dengan sisa tenaga tertatih-tatih, Mbak Ratna mencari kendaraan untuk ke RS di Cimahi lalu Mbak Ratna menelepon temannya seorang dokter bedah akhirnya Mbak Ratna ditangani kawannya di sebuah RS Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari.


Saksikan video pilihan berikut ini:

Kisah Pilu Ayah Gantikan Wisuda Almarhumah Anak: Dia 3 Kali Gagal Sidang

Jakarta – Kisah seorang ayah menggantikan almarhumah putrinya yang wisuda di UIN Ar-Raniry, Aceh viral dan membuat haru. Sang ayah, Bukhari, dengan tegar mengambil ijazah Rina Muharrami. Bukhari menuturkan momen itu.

Bukhari berkisah, pada saat wisuda digelar pada Rabu (27/2/2019) kemarin, dirinya pagi-pagi dihubungi seorang dosen. Dia diminta datang ke kampus lebih cepat karena tidak ada undangan layaknya orang tua lain.

Tiba di UIN Ar-Raniry, Bukhari bertemu sang dosen. Dia ditemani masuk ke tempat wisuda dan bergabung bersama tamu undangan lain.

“Waktu itu bapak dosen itu sudah bilang agar saya mengambil ijazah Rina. Menurut beliau sayang kan ijazah tidak diambil,” kata Bukhari dengan mata berkaca-kaca saat ditemui rumah duka di Desa Cut Rumpun, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Kamis (28/2).

Jelang prosesi wisuda digelar, Bukhari kembali diberi tahu tata caranya. Saat mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Tarbiyah dipanggil, Bukhari ikut maju.

Pria berusia 59 tahun itu ikut berbaris bersama wisudawan lainnya untuk naik ke panggung. Saat wisudawan lainnya bertoga, Bukhari memakai kemeja lengan panjang dan peci. Dia lalu menerima ijazah Rina lalu bersalaman dengan rektor dan dekan di atas panggung. Bukhari juga dipeluk lalu mendekap erat ijazah putrinya itu dan turun dari panggung.

“Saat bersalaman itu, pak Rektor bilang ‘sabar pak, sabar’. Itu yang membuat saya haru sampai keluar air mata,” jelas pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan tersebut.

Usai menerima ijazah, air mata Bukhari tak terbendung terlebih kala melihat semua orang menangis. Bukhari sempat minta langsung pulang, tapi dicegah.

Kisah Pilu Ayah Gantikan Wisuda Almarhumah Anak: Dia 3 Kali Gagal SidangFoto: Ayah gantikan almarhumah anak saat wisuda (Dok. UIN Ar-Raniry)

Menurut Bukhari, putrinya Rina mulai mengalami sakit beberapa hari menjelang sidang. Putri sulungnya dibawa ke rumah sakit oleh teman-teman kampusnya karena tiba-tiba demam.

Beberapa jam di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh, dia dibolehkan pulang. Esok harinya, Rina kembali kuliah seperti biasa.

“Rina tiga kali gagal sidang karena sakit dan akhirnya dia sidang pada tanggal 24 Januari. Dua hari usai sidang, dia kembali sakit dirawat di Puskesmas Blang Bintang karena kembali demam,” ungkap Bukhari.

Empat malam dirawat di rumah Puskesmas, dokter membolehkannya pulang. Namun tiba di rumah, kondisi Rina agak berlainan. Malam itu, dia sudah tidak tidur.

Pihak keluarga membawa Rina ke Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh. Usai diinfus, Rina koma selama tiga hari sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 5 Februari pagi.

“Hasil diagnosa dokter dia menderita tipes. Tapi menurut dokter penyakitnya diperparah karena Rina beban sehingga menyerang otaknya,” beber Bukhari.

“Selama hidup, dia anak cerdas dan tidak pernah membebankan orang tua. Dia gak pernah mengeluh,” ungkap Bukhari didampingi istrinya Nur Bayani (48).
(agse/imk)


<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>

La Nyalla Sebut Perilaku Prabowo di Sumenep Membuatnya Tak Layak Dipilih

Malang – Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti memandang perilaku Prabowo Subianto membuatnya tak layak untuk dipilih pada Pilpres 2019 mendatang. Terlebih Prabowo menampakkan wujud aslinya saat bertemu alumni di salah satu Ponpes di Sumenep, Madura.

“Memang begitulah Pak Prabowo kalau marah-marah, gak usah kaget biasa saja. Dan tidak perlu dipilih kalau gitu,” kata La Nyalla usai bertatap muka dengan buruh rokok di PR Gandum Jalan Raya Bandulan, Sukun, Kota Malang, Kamis (28/2/2019).

Menurut La Nyalla, bukan saja di Madura, figur calon pemimpin yang terus menampakkan kemarahan tentunya tak mendapat simpati dari masyarakat.

“Tidak usah di Madura, di Malang saja kalau ada orang marah-marah masa mau dipilih sih,” ujar eks politikus Gerindra ini.

La Nyalla melihat perilaku Prabowo di Madura cukup mencederai para ulama dan juga santri. Tetapi, lanjut La Nyalla, Prabowo memang memiliki watak yang terkadang melukai orang lain.

“Tergantung orang yang melihat bisa dianggap mencederai, bisa dianggap memang wataknya seperti itu, ya dimaklumi saja. Kita cari pemimpin yang kayak Pak Jokowi, humble sama rakyat, dekat betul tidak ada batas. Kalau kiai aja dimarahi bagaimana dengan kita-kita,” ucap La Nyalla.

Sebelumnya, video capres Prabowo Subianto diduga marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep beredar di media sosial. Berdasarkan potongan video yang beredar, Prabowo, yang tengah berbicara di mimbar, bertanya kepada seseorang yang diduga tengah berbicara sendiri.

Awalnya Prabowo bicara soal duit WNI di luar negeri yang mencapai Rp 11 ribu triliun lebih. Prabowo menghentikan pidatonya. Sembari menunjuk, Prabowo bertanya apakah pihak tersebut ingin menggantikannya bicara di atas mimbar.

“Kenapa kok? Ada apa you bicara sendiri di situ? Apa you aja yang mau bicara di sini?” lanjut Prabowo.

BPN Prabowo-Sandiaga pun telah memberi penjelasan. BPN menegaskan sang capres tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada.

“Dalam video itu, sikap Prabowo menegur audiens, bukan ulama, hanya menegur sayang, tidak menegur dengan kemarahan,” ujar jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga Mauladi.

Tuan rumah acara, KH Moh Yazid menceritakan apa yang terjadi dalam video tersebut.

Kiai Yazid yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Pamekasan, Madura mengatakan saat itu posisinya sedang berdiri tepat di depan panggung. Sementara area di sekitar panggung diisi oleh para relawan Prabowo.

“Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan. Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya,” kata Kiai Yazid.

Sementara saat berpidato, ada salah satu relawan yang posisinya tak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo yang sedang berada di atas panggung.

“Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kenceng kedengeran sama Pak Prabowo,” lanjut Kiai Yazid.

Kiai Yazid memastikan apa yang menjadi dugaan masyarakat jika Prabowo marah-marah itu salah besar. Pasalnya, dia tahu sendiri jika Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus, tidak membentak.

Selain itu, ekspresi Prabowo saat menegur juga terlihat senyum-senyum. Kiai Yazid mengatakan tak melihat mimik marah-marah pada wajah Prabowo.

“Saya kira kurang pantas disebut marah, karena tidak ada marah-marah. Kalau marah-marah kan kita tahu intonasinya seperti apa ya, itu endak kok, ndak ada. Dan itu kan agak dari jauh ya video yang beredar. Kebetulan saya dekat beliau dan enggak kok beliau senyum-senyum,” jelasnya.
(fat/iwd)

<!–

polong.create({ target: ‘thepolong’, id: 57 }) –>